Bab 5: Serangan Zombie Tukang Parkir & Munculnya Ibu Yuki?!

“Selamat pagi, para penyintas menggemaskan~”

Suara sistem menyambut kami saat langit pagi baru setengah cerah. Aku masih setengah ngantuk, duduk di pinggir tempat tidur sambil mengucek mata, sementara Yuki sudah berdiri tegap di depan layar hologram, mengenakan jubah tidur kodok dan kacamata kebesaran.

"[Survival Event Mingguan: Hari Pertama Dimulai]"

"Jenis Ancaman Hari Ini: ZOMBIE TUKANG PARKIR (Level Ganggu Banget)"

> Ciri-ciri: Suka bersiul dengan peluit, pakai rompi oranye, menagih “uang parkir” dan melempar cone kalau ditolak. Bisa menghalangi jalan penting.

Aku bengong. “Hah... zombie... tukang parkir?”

Yuki tertawa terpingkal-pingkal. “Zombie yang suka nyuruh kita mundur 5 cm ya?”

Sistem melanjutkan:

> “Hadiah hari pertama: 300 Koin jika berhasil bertahan dan mengusir semua zombie tukang parkir dari radius 100 meter shelter.”

Aku berdiri, mulai siapin alat-alat tempur. “Oke, berarti hari ini kita lawan zombie yang... mungkin bakal nyuruh kita parkir mundur dan marah kalau salah arah.”

___

"Persiapan Perang:"

- Papan “Parkir Dilarang” dari triplek bekas

- Sticker “Kendaraan Ditilang” buatan Yuki

- Tali jebakan dan cone kosong buat umpan

- Tongkat besi dan helm kodok anti-sinar UV

Kami pasang jebakan di sekitar pintu masuk shelter. Aku bikin dua barikade dari drum bekas dan tambahin speaker dengan suara “Alarm Polisi” hasil dari sistem.

Sementara itu, Yuki duduk di dalam shelter sambil mencetak sticker-sticker palsu yang lucu:

"“Bayar Parkir ke Kucing Penjaga”",

"“Parkir Gratis Tapi Harus Imut”", dan

"“Denda Jika Peluit Terlalu Nyaring”"

“Yuki,” kataku sambil ngelirik ke belakang, “aku bukan ngajarin anak kecil bikin surat palsu, kan?”

“Bukan dong. Ini... seni bertahan hidup,” balasnya santai.

___

Jam 10 pagi, peluit pertama terdengar.

"“PRIIIIIIIT!!!”"

Dari arah gang reruntuhan, muncul empat zombie. Semuanya pakai rompi oranye menyala, celana sobek, dan masing-masing bawa cone lalu lintas di tangan. Beberapa dari mereka bahkan bawa *karcis parkir* yang sudah lusuh dan berdarah.

Satu dari mereka mendekat ke pagar.

"“Tolong bayar parkir, bos...”"

Suara parau, tapi intonasinya... profesional?

Yuki berbisik, “Mama... zombie itu... kayak mas-mas Indomaret yang lagi jaga parkiran... serem tapi sopan...”

Gue mendesah. “Gue nggak pernah bayangin akan denger zombie nyuruh bayar parkir.”

Zombie pertama mulai menyeruduk barikade. Tapi jebakan aktif.

"DUAK!"

Cone palsu yang kami pasang meledak ngeluarin cat merah, langsung bikin zombie itu goyah. Di saat bersamaan, speaker nyala:

"“ANDA TERTILANG. SILAKAN PUTAR BALIK.”"

Zombie-zombie itu berhenti sejenak, bingung. Salah satu zombie malah beneran putar balik, muter dua kali, terus... kembali lagi.

"“Saya udah muter, mana uang parkir saya?”"

Yuki ngakak sambil lempar sticker “Ditilang oleh Kucing”. Zombie itu kejedot cone dan terjatuh.

Tapi zombie terakhir lebih agresif. Dia lempar cone ke arah Yuki, dan gue langsung teriak:

“YUKI AWAS—!”

Cone itu melesat kayak rudal mini. Tapi sebelum kena—

"TAP!"

Seseorang loncat dari atas reruntuhan dan menangkis cone itu pakai tongkat lipat. Sosok itu mendarat tepat di depan Yuki, lalu berdiri tegap.

Seorang wanita.

Rambut panjang terikat kuda, wajah tegas namun lembut. Dia mengenakan pakaian survival hitam dengan jaket militer yang modif jadi stylish. Wajahnya sedikit mirip... dengan Yuki?

Wanita itu berlutut, memeluk Yuki erat.

“Yuka-chan... Mama kangen banget...”

Yuki terdiam. Lalu pelan-pelan, dia membalas pelukannya.

“Mama...?”

___

Gue berdiri kaku. Mulut gue nyaris bilang “hah?”, “eh?”, dan “apa?” sekaligus.

Wanita itu menoleh ke arahku, senyum tipis.

“Terima kasih sudah merawat anakku. Aku Sera—ibunya Yuki. Atau, nama aslinya... Yuka.”

___

Setelah zombie-zombie terakhir kabur karena sticker palsu dan serangan balik kami, kami kembali ke shelter. Aku tetap waspada. Banyak pertanyaan muter di kepala.

Siapa dia? Kenapa muncul tiba-tiba? Kok tahu nama asli Yuki?

Di dalam shelter, sistem muncul:

"[Pemeriksaan DNA Otomatis Dimulai...]"

"Hasil: 98.9% Kecocokan DNA antara “Sera” dan “Yuki/Yuka”"

> Status: HUBUNGAN IBU – ANAK

Aku duduk, bingung setengah percaya.

Sera menatapku. “Aku terpisah dari Yuka waktu bencana pertama terjadi. Saat itu dia masih di rumah neneknya. Aku bertahan, dan terus nyari... Sampai dapat sinyal shelter kamu dari sistem.”

Yuki menatapku dan Sera bergantian. Matanya berkaca-kaca.

“Berarti... sekarang aku punya dua Mama?”

Aku dan Sera saling pandang.

Gue nyengir tipis. “Kayaknya begitu.”

Yuki langsung lompat memeluk kami berdua. “YEAAAY! MAMA SATU DAN MAMA DUA! Aku mau peluk dua-duanya selamanya!”

___

Sistem kembali berbicara:

"[Mode Baru Terbuka: “Keluarga Bertahan Hidup”]"

> Bonus: Daya tahan shelter meningkat 2x lipat

> Koin zombie bertambah 15%

> Unlock: Misi Emosional Keluarga (hadiah item langka)

"Peringatan:"

> Jika salah satu anggota keluarga terbunuh dalam event, efek hukuman ganda: kehilangan shelter level dan kehilangan akses bonus sistem.

Aku melirik Sera. Dia menatap layar, lalu menatapku.

“Kita harus jaga satu sama lain,” katanya pelan.

Gue angguk. “Dan lindungi Yuki... apapun yang terjadi.”

___

Malam itu, kami bertiga makan malam di bawah cahaya lilin LED. Di tengah-tengah reruntuhan dunia, suara tawa Yuki dan lelucon konyol tentang zombie parkir mengisi ruangan shelter mungil kami.

Dan untuk pertama kalinya sejak kiamat ini terjadi, aku merasa... ini bukan cuma misi bertahan hidup.

Ini rumah.

___

Episodes
1 PROLOG: Dunia Terbelah dan Aku, Cowok Cantik yang Salah Dimensi
2 Bab 1: Dunia Ganda
3 Bab 2: Pasar Gelap & Mesin Cukur
4 Bab 3: Susu Kaleng 100 Tahun & Boneka Anti-Zombie
5 Bab 4: Ekspedisi Sampah dan Zombie Berkacamata
6 Bab 5: Serangan Zombie Tukang Parkir & Munculnya Ibu Yuki?!
7 Bab 6: Mesin Uang dan Masakan Telur Zombie
8 Bab 7: Sinyal dari Masa Lalu
9 Bab 8: Panci Ajaib, Mie Rasa Harapan
10 Bab 9: Zombie Bernama Ayah?
11 Bab 10: “Zombie Menangis Itu… Ayahmu, Yuki?”
12 Bab 11: Upgrade Besar-besaran! Shelterku Jadi Pusat Kota Mini?!
13 Bab 12: “Tebakan Yuki dan Penemuan Baru”
14 Bab 13: Senyuman di Tengah Bahaya
15 Bab 14: Antrian Panjang, Emosi Pendek
16 Bab 15: "Jangan Ambil Yuki!"
17 Bab 16: “Tamu Tak Diundang di Tengah Malam”
18 Bab 17: Misi Bersama: Cari Bahan Makanan, Cari Harapan
19 Bab 18: Tamu Tak Diundang di Shelter
20 Bab 19: Serangan di Malam Hari
21 Bab 20: Sistem Keamanan Terbaru dan... Masak Bersama?!
22 Bab 21: Pekerjaan Gila dan Pisang Coklat
23 Bab 22: Masakan Pertama Buatan Yuki
24 Bab 23: "Jejak yang Ditinggalkan"
25 Bab 24: Pelukan yang Kutunggu
26 Bab 25: Sarapan, Serangan, dan Senyum Manis Ibu
27 Bab 26: Ujian Kecil Keluarga Shelter
28 PENGUMUMAN
29 Bab 27: Kunjungan Tak Terduga
30 Bab 28: Proyek Besar Pertama
31 Bab 29: Tanda Bahaya dari Utara
32 Bab 30: Misi Ekspedisi ke Zona Hitam
33 Bab 31: Kejutan dari Masa Lalu
34 Bab 32: Serangan Pertama
35 Bab 33: Senyuman dalam Bahaya
36 Bab 34: Bahu untuk Bersandar, Tempat untuk Pulang
37 Bab 35: Tamu Tak Diundang
38 Bab 36: Serangan Tengah Malam
39 Bab 37: Rencana Baru dan Mesin Ajaib Yuki
40 Bab 38: Yuki Sakit, Elia Panik, Shinn Beraksi
41 Bab 39: Bangun Kembali, Demi Yuki
42 Bab 40: Banjir Zombie dari Utara
43 Bab 41: Suara dari Radio Tua
44 Bab 42: Perjalanan Pulang
45 Bab 43: Rumah yang Tumbuh
46 Bab 44: Tamu Tak Diundang dari Utara
47 Bab 45: Serangan dari Dimensi Beku
48 Bab 46: Suara dari Masa Lalu
49 Bab 47: Ketika Hati Bicara
50 Bab 48: Ancaman dari Dalam
51 Bab 49: Kegelapan yang Mengerikan
52 Bab 50: Fajar di Tengah Kegelapan
53 Bab 51: Perjalanan Menuju Utara
54 Bab 52: Keputusan Besar
Episodes

Updated 54 Episodes

1
PROLOG: Dunia Terbelah dan Aku, Cowok Cantik yang Salah Dimensi
2
Bab 1: Dunia Ganda
3
Bab 2: Pasar Gelap & Mesin Cukur
4
Bab 3: Susu Kaleng 100 Tahun & Boneka Anti-Zombie
5
Bab 4: Ekspedisi Sampah dan Zombie Berkacamata
6
Bab 5: Serangan Zombie Tukang Parkir & Munculnya Ibu Yuki?!
7
Bab 6: Mesin Uang dan Masakan Telur Zombie
8
Bab 7: Sinyal dari Masa Lalu
9
Bab 8: Panci Ajaib, Mie Rasa Harapan
10
Bab 9: Zombie Bernama Ayah?
11
Bab 10: “Zombie Menangis Itu… Ayahmu, Yuki?”
12
Bab 11: Upgrade Besar-besaran! Shelterku Jadi Pusat Kota Mini?!
13
Bab 12: “Tebakan Yuki dan Penemuan Baru”
14
Bab 13: Senyuman di Tengah Bahaya
15
Bab 14: Antrian Panjang, Emosi Pendek
16
Bab 15: "Jangan Ambil Yuki!"
17
Bab 16: “Tamu Tak Diundang di Tengah Malam”
18
Bab 17: Misi Bersama: Cari Bahan Makanan, Cari Harapan
19
Bab 18: Tamu Tak Diundang di Shelter
20
Bab 19: Serangan di Malam Hari
21
Bab 20: Sistem Keamanan Terbaru dan... Masak Bersama?!
22
Bab 21: Pekerjaan Gila dan Pisang Coklat
23
Bab 22: Masakan Pertama Buatan Yuki
24
Bab 23: "Jejak yang Ditinggalkan"
25
Bab 24: Pelukan yang Kutunggu
26
Bab 25: Sarapan, Serangan, dan Senyum Manis Ibu
27
Bab 26: Ujian Kecil Keluarga Shelter
28
PENGUMUMAN
29
Bab 27: Kunjungan Tak Terduga
30
Bab 28: Proyek Besar Pertama
31
Bab 29: Tanda Bahaya dari Utara
32
Bab 30: Misi Ekspedisi ke Zona Hitam
33
Bab 31: Kejutan dari Masa Lalu
34
Bab 32: Serangan Pertama
35
Bab 33: Senyuman dalam Bahaya
36
Bab 34: Bahu untuk Bersandar, Tempat untuk Pulang
37
Bab 35: Tamu Tak Diundang
38
Bab 36: Serangan Tengah Malam
39
Bab 37: Rencana Baru dan Mesin Ajaib Yuki
40
Bab 38: Yuki Sakit, Elia Panik, Shinn Beraksi
41
Bab 39: Bangun Kembali, Demi Yuki
42
Bab 40: Banjir Zombie dari Utara
43
Bab 41: Suara dari Radio Tua
44
Bab 42: Perjalanan Pulang
45
Bab 43: Rumah yang Tumbuh
46
Bab 44: Tamu Tak Diundang dari Utara
47
Bab 45: Serangan dari Dimensi Beku
48
Bab 46: Suara dari Masa Lalu
49
Bab 47: Ketika Hati Bicara
50
Bab 48: Ancaman dari Dalam
51
Bab 49: Kegelapan yang Mengerikan
52
Bab 50: Fajar di Tengah Kegelapan
53
Bab 51: Perjalanan Menuju Utara
54
Bab 52: Keputusan Besar

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!