Bab 6: Mesin Uang dan Masakan Telur Zombie

“Shinn… perutku… lapar…”

Suara kecil itu mengalun lirih, seperti kucing kelaparan yang nyasar di atap genteng waktu hujan. Yuki menatapku dengan mata lebarnya yang berair dan… ya ampun, dia memeluk perutnya sambil mengelus-elus seperti sedang menidurkan bayi.

Aku menghela napas. “Kita baru pindah Shelter, Yuki. Stok makanan tinggal satu kaleng sup rasa… rasa apa ini? Jamur busuk?” Aku mendekatkan hidung. "Eh, bukan. Ini rasa duka cita."

Yuki langsung meringis dan menjauh. “Aku nggak mau makan sedih…”

Aku juga.

Tapi masalahnya, ini dunia kiamat. Makanan nggak tumbuh di pohon, dan ayam goreng legendaris sudah punah bersama peradaban.

Aku berdiri dan membuka Panel Sistem. Layar transparan muncul di depan mataku, seperti HUD karakter game FPS.

[Sistem Dimensi Ganda Aktif]

Dunia Saat Ini: Apocalyptic World

Shelter Status: Level 1

Energi: 35/100

Stamina: 72%

Persediaan makanan: [1x Sup Duka Cita]

Misi Baru Tersedia!

[Misi: Mesin Uang Zombie]

Bunuh 5 zombie untuk mendapatkan [Blueprint Alat Pemroses Daging Otomatis]

Hadiah: 100 Kredit Dimensi, Resep Rahasia: Telur Zombie Asap

Aku menyipit. “Telur… zombie? Serius?”

Yuki memeluk kakiku. “Aku suka telur!”

“Nggak kalau telurnya masih nyambung sama zombie yang lari-lari,” gumamku.

Tapi hey, demi perut Yuki yang sudah mulai berbunyi seperti drum marching band, aku harus berkorban. Aku ambil jaket tempurku, geser pisau plasma ke pinggang, dan aktifkan Gerbang Dimensi kecil yang membawaku ke titik koordinat perburuan.

Zona 12-A, Perbatasan Kota Runtuh

Angin dingin menyambut ku dengan aroma khas zombie—campuran keringat basi, daging busuk, dan harapan yang gagal. Aku menyelinap di antara reruntuhan, berusaha menjaga suara tetap minimum.

Groooaarrr!!

Oke. Gagal menjaga suara minimum.

Satu zombie besar muncul dari balik bangunan tua, kepalanya miring kayak abis ikut kelas yoga terlalu ekstrim. Aku segera lompat ke belakang dan menarik pisau plasma. Satu ayunan cepat—ZAP!—dan kepala itu melayang.

[Zombie terbunuh: 1/5]

Empat lagi. Aku lanjut menyusuri lorong sempit. Dua zombie kecil muncul, tapi mereka... pakai helm sepeda?

Aku menatap mereka lama. “Apaan sih ini, cosplay zombie pelajar?”

Setelah beberapa detik kekonyolan, aku tetap mengeksekusi mereka dengan presisi. Tiga zombie mati. Dua lagi.

Saat aku berbelok ke sudut bangunan, seekor zombie yang badannya cuma tinggal setengah—tanpa kaki tapi tangan kuat banget—merangkak cepat dan melompat ke arahku.

“Astaga ini zombie gaya spiderman!” teriakku sambil menghindar.

Akhirnya, satu tendangan tepat ke dagu dan satu tebasan membuatnya diam selamanya.

Yang terakhir? Seekor zombie tua, membawa… telur?

Aku bingung. Telur itu bersinar ungu. Aneh.

Zombie itu mendekat pelan, seperti sedang menawarkan barter. “Uwaaaaar…”

“Eh… lo jual telur zombie?”

Kupikir sebentar. “Ya sudahlah, maaf, ini demi masakan.”

[Zombie terbunuh: 5/5]

[Misi Selesai!]

Hadiah dikirim ke Shelter.

+100 Kredit Dimensi

+Blueprint Alat Pemroses Daging Otomatis

+Resep: Telur Zombie Asap

Aku kembali membuka Gerbang Dimensi, dan dalam sekejap mata, aku sudah berdiri lagi di ruang utama Shelter.

Kembali ke Shelter

Yuki duduk sambil menggambar di lantai. Gambarnya? Aku sedang bertarung melawan zombie, tapi aku digambar pakai rok pink dan pita kupu-kupu.

“Aku... nggg... kayak gini?” tanyaku dengan wajah datar.

Yuki mengangguk bangga. “Soalnya Oppa cantik!”

Aku tersedak.

“Aku cowok, Yuki.”

“Tapi Oppa kayak mama—eh, maksudku—eh... lucu!”

Aku menyerah. Oke, biarlah aku jadi pahlawan cantik demi anak kecil ini.

Aku langsung menuju Workshop Shelter, mengaktifkan blueprint baru dari sistem.

[Blueprint: Alat Pemroses Daging Otomatis - Terpasang]

Bahan: Besi tua x10, Kabel x5, Zombie core x1

Status: Siap Digunakan

Fungsi: Mengubah daging zombie steril jadi bahan masak aman

“Steril? Tapi tadi zombie itu menjijikkan banget…”

Tapi sistem tidak pernah bohong. Jadi aku memasukkan potongan daging zombie ke alat itu, menunggu, dan…

Ding!

[Item Diperoleh: Daging Zombie Grade-A (Aman dikonsumsi)]

Aku langsung buka menu resep dan pilih “Telur Zombie Asap”.

Setelah 5 menit penuh rasa cemas, mesin kecilku mengeluarkan sepiring telur keunguan dengan aroma... surprisingly lezat?

Aku sajikan ke piring kecil dan membawanya ke Yuki.

“Nah, ini… telur zombie asap.”

Yuki menatapnya. “Boleh aku makan?”

Aku mengangguk. “Iya, tapi kalau berubah jadi zombie nanti, kabari aku dulu ya.”

Dia tertawa kecil dan mulai makan. Satu suap… dua suap… matanya membulat.

“Enak banget! Ini kayak telur puyuh rasa marshmallow pedas!”

“...apa itu kombinasi yang normal?”

Aku ikut mencicipi. Dan ternyata… beneran enak. Rasanya kaya fusion food antara dunia kiamat dan dunia fine dining.

Malam Harinya

Setelah makan kenyang, Yuki tertidur sambil memeluk boneka kelincinya. Aku duduk di depan monitor sistem, mengecek perkembangan Shelter.

Shelter Level: 1 → 2

Fitur Baru: Gudang, Mode Otomatis Pendeteksi Zombie, Dapur Mandiri

Kredit Tersisa: 120

“Hmm, bisa mulai bikin pertahanan dan teknologi penghasil uang.”

Aku buka tab Marketplace Dimensi. Ternyata kita bisa menjual daging zombie, telur asap, bahkan... boneka buatan tangan?

Aku melirik Yuki yang masih tidur sambil memeluk bonekanya. “Kalo boneka itu dijual, bisa kaya sih…”

Yuki menggeliat dalam tidur dan bergumam, “Oppa… jangan jual bunny ku…”

Aku langsung mundur pelan-pelan. Oke, gak jadi.

Keesokan Harinya

Sebuah notifikasi membangunkan ku.

[Koneksi Dunia Bumi Aktif - Portal Tersedia]

Waktu Akses: 2 Jam

Lokasi Tujuan: Pasar Loak Tokyo, 2025

Mata terbuka lebar. Dunia Bumi. Aku bisa cari bahan, mungkin juga petunjuk tentang ibunya Yuki.

Tapi… Yuki nggak bisa aku tinggal.

Tepat saat aku berpikir, Yuki bangun dan menatapku.

“Oppa… kamu mau ninggalin aku ya?”

Mataku melembut. “Nggak mungkin. Kita ke dunia Bumi bareng, oke?”

Terpopuler

Comments

Little Fox🦊_wdyrskwt

Little Fox🦊_wdyrskwt

sudah semua iya jangan lupa mampir juga

2025-03-25

1

lihat semua
Episodes
1 PROLOG: Dunia Terbelah dan Aku, Cowok Cantik yang Salah Dimensi
2 Bab 1: Dunia Ganda
3 Bab 2: Pasar Gelap & Mesin Cukur
4 Bab 3: Susu Kaleng 100 Tahun & Boneka Anti-Zombie
5 Bab 4: Ekspedisi Sampah dan Zombie Berkacamata
6 Bab 5: Serangan Zombie Tukang Parkir & Munculnya Ibu Yuki?!
7 Bab 6: Mesin Uang dan Masakan Telur Zombie
8 Bab 7: Sinyal dari Masa Lalu
9 Bab 8: Panci Ajaib, Mie Rasa Harapan
10 Bab 9: Zombie Bernama Ayah?
11 Bab 10: “Zombie Menangis Itu… Ayahmu, Yuki?”
12 Bab 11: Upgrade Besar-besaran! Shelterku Jadi Pusat Kota Mini?!
13 Bab 12: “Tebakan Yuki dan Penemuan Baru”
14 Bab 13: Senyuman di Tengah Bahaya
15 Bab 14: Antrian Panjang, Emosi Pendek
16 Bab 15: "Jangan Ambil Yuki!"
17 Bab 16: “Tamu Tak Diundang di Tengah Malam”
18 Bab 17: Misi Bersama: Cari Bahan Makanan, Cari Harapan
19 Bab 18: Tamu Tak Diundang di Shelter
20 Bab 19: Serangan di Malam Hari
21 Bab 20: Sistem Keamanan Terbaru dan... Masak Bersama?!
22 Bab 21: Pekerjaan Gila dan Pisang Coklat
23 Bab 22: Masakan Pertama Buatan Yuki
24 Bab 23: "Jejak yang Ditinggalkan"
25 Bab 24: Pelukan yang Kutunggu
26 Bab 25: Sarapan, Serangan, dan Senyum Manis Ibu
27 Bab 26: Ujian Kecil Keluarga Shelter
28 PENGUMUMAN
29 Bab 27: Kunjungan Tak Terduga
30 Bab 28: Proyek Besar Pertama
31 Bab 29: Tanda Bahaya dari Utara
32 Bab 30: Misi Ekspedisi ke Zona Hitam
33 Bab 31: Kejutan dari Masa Lalu
34 Bab 32: Serangan Pertama
35 Bab 33: Senyuman dalam Bahaya
36 Bab 34: Bahu untuk Bersandar, Tempat untuk Pulang
37 Bab 35: Tamu Tak Diundang
38 Bab 36: Serangan Tengah Malam
39 Bab 37: Rencana Baru dan Mesin Ajaib Yuki
40 Bab 38: Yuki Sakit, Elia Panik, Shinn Beraksi
41 Bab 39: Bangun Kembali, Demi Yuki
42 Bab 40: Banjir Zombie dari Utara
43 Bab 41: Suara dari Radio Tua
44 Bab 42: Perjalanan Pulang
45 Bab 43: Rumah yang Tumbuh
46 Bab 44: Tamu Tak Diundang dari Utara
47 Bab 45: Serangan dari Dimensi Beku
48 Bab 46: Suara dari Masa Lalu
49 Bab 47: Ketika Hati Bicara
50 Bab 48: Ancaman dari Dalam
51 Bab 49: Kegelapan yang Mengerikan
52 Bab 50: Fajar di Tengah Kegelapan
53 Bab 51: Perjalanan Menuju Utara
54 Bab 52: Keputusan Besar
Episodes

Updated 54 Episodes

1
PROLOG: Dunia Terbelah dan Aku, Cowok Cantik yang Salah Dimensi
2
Bab 1: Dunia Ganda
3
Bab 2: Pasar Gelap & Mesin Cukur
4
Bab 3: Susu Kaleng 100 Tahun & Boneka Anti-Zombie
5
Bab 4: Ekspedisi Sampah dan Zombie Berkacamata
6
Bab 5: Serangan Zombie Tukang Parkir & Munculnya Ibu Yuki?!
7
Bab 6: Mesin Uang dan Masakan Telur Zombie
8
Bab 7: Sinyal dari Masa Lalu
9
Bab 8: Panci Ajaib, Mie Rasa Harapan
10
Bab 9: Zombie Bernama Ayah?
11
Bab 10: “Zombie Menangis Itu… Ayahmu, Yuki?”
12
Bab 11: Upgrade Besar-besaran! Shelterku Jadi Pusat Kota Mini?!
13
Bab 12: “Tebakan Yuki dan Penemuan Baru”
14
Bab 13: Senyuman di Tengah Bahaya
15
Bab 14: Antrian Panjang, Emosi Pendek
16
Bab 15: "Jangan Ambil Yuki!"
17
Bab 16: “Tamu Tak Diundang di Tengah Malam”
18
Bab 17: Misi Bersama: Cari Bahan Makanan, Cari Harapan
19
Bab 18: Tamu Tak Diundang di Shelter
20
Bab 19: Serangan di Malam Hari
21
Bab 20: Sistem Keamanan Terbaru dan... Masak Bersama?!
22
Bab 21: Pekerjaan Gila dan Pisang Coklat
23
Bab 22: Masakan Pertama Buatan Yuki
24
Bab 23: "Jejak yang Ditinggalkan"
25
Bab 24: Pelukan yang Kutunggu
26
Bab 25: Sarapan, Serangan, dan Senyum Manis Ibu
27
Bab 26: Ujian Kecil Keluarga Shelter
28
PENGUMUMAN
29
Bab 27: Kunjungan Tak Terduga
30
Bab 28: Proyek Besar Pertama
31
Bab 29: Tanda Bahaya dari Utara
32
Bab 30: Misi Ekspedisi ke Zona Hitam
33
Bab 31: Kejutan dari Masa Lalu
34
Bab 32: Serangan Pertama
35
Bab 33: Senyuman dalam Bahaya
36
Bab 34: Bahu untuk Bersandar, Tempat untuk Pulang
37
Bab 35: Tamu Tak Diundang
38
Bab 36: Serangan Tengah Malam
39
Bab 37: Rencana Baru dan Mesin Ajaib Yuki
40
Bab 38: Yuki Sakit, Elia Panik, Shinn Beraksi
41
Bab 39: Bangun Kembali, Demi Yuki
42
Bab 40: Banjir Zombie dari Utara
43
Bab 41: Suara dari Radio Tua
44
Bab 42: Perjalanan Pulang
45
Bab 43: Rumah yang Tumbuh
46
Bab 44: Tamu Tak Diundang dari Utara
47
Bab 45: Serangan dari Dimensi Beku
48
Bab 46: Suara dari Masa Lalu
49
Bab 47: Ketika Hati Bicara
50
Bab 48: Ancaman dari Dalam
51
Bab 49: Kegelapan yang Mengerikan
52
Bab 50: Fajar di Tengah Kegelapan
53
Bab 51: Perjalanan Menuju Utara
54
Bab 52: Keputusan Besar

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!