Bab 19: Serangan di Malam Hari

Angin malam berhembus pelan, bikin daun-daun plastik di area taman buatan shelter bergoyang pelan. Di pojokan, Shinn Minkyu lagi duduk sambil ngelapin senjatanya yang baru, hasil upgrade dari sistem: “Nano-Launcher v2.5” lengkap dengan peluru plasma otomatis. Di sebelahnya, Yuki udah ketiduran sambil meluk boneka kelinci yang diberi nama “Tompel.”

“Duh, anak ini… ngoroknya lucu banget,” Minkyu bisik sambil senyum kecil.

Tiba-tiba, sistem muncul dalam bentuk panel hologram di depan wajah Minkyu.

[ALERT: GERAKAN ZOMBIE TERDETEKSI DI ZONA UTARA – JARAK 1,3 KM DARI SHELTER]

Minkyu langsung berdiri. “Hah? Seriusan? Malam-malam gini?”

Dia nyalain mode siaga satu. Semua lampu shelter berubah jadi merah redup, tanda waspada. Di pojok ruangan, Mia—ibunya Yuki—lagi nyiapin teh herbal, langsung naruh cangkirnya dan ikut berdiri.

“Kamu jaga Yuki, aku cek perimeter dulu,” kata Minkyu serius.

“Tunggu, aku ikut. Aku bisa bantu.”

Minkyu ngangguk, meski hatinya agak ragu. Mia emang mantan perawat, tapi sekarang dia udah jadi bagian penting dari shelter ini. Nggak mungkin ninggalin dia gitu aja.

Mereka keluar bareng, lewatin lorong-lorong dengan lampu otomatis yang nyala tiap langkah diambil. Di luar, langit gelap kayak arang, dan suara geraman samar mulai terdengar dari kejauhan.

“Suaranya makin deket,” kata Mia, sedikit merinding.

Minkyu ngeluarin drone kecil buat patroli otomatis. Dalam hitungan detik, drone-nya udah kirim gambar zombie mutasi—yang satu punya kepala dua, satunya lagi tubuhnya dilapisi semacam duri-duri keras kayak landak.

“Sial… ini bukan zombie biasa,” gumam Minkyu.

Sistem kembali muncul:

[MISSION UPDATE: SURVIVE THE NIGHT – BONUS HADIAH JIKA TIDAK ADA KORBAN SELAMA 6 JAM KEDEPAN]

“Oke, challenge accepted,” kata Minkyu sambil ngencengin sarung tangan tempurnya.

Di Ruang Komando Shelter

Yuki kebangun karena suara alarm yang pelan-pelan makin kenceng. Dia duduk dan mengucek mata, masih setengah ngantuk. “Minkyu…?”

Tapi dia sadar, suasananya beda. Buru-buru dia loncat dari kasurnya kecil dan lari ke ruang kontrol, tempat sistem dipasang.

“Mister Sistem! Apa yang terjadi?”

Sistem muncul dalam mode chibi dan ngomong pake suara imut:

“Zombie menyerang, tapi jangan khawatir. Ayah Shinn dan Mama kamu sedang melindungi kita.”

Yuki manggut, tapi tetap cemas. Dia ngambil boneka Tompel, lalu ngeluarin “Walkie-Walkie Mini” yang pernah dikasih Minkyu.

“Shinn! Shinn! Yuki takut…” katanya lirih.

Suara dari walkie langsung jawab, “Tenang, Princess. Kamu tetap di dalam, ya? Kita pasti amanin tempat ini.”

Yuki senyum dikit, lalu duduk di pojokan ruangan sambil peluk bonekanya erat-erat.

Di Zona Utara Shelter

Minkyu dan Mia udah sampai di gerbang otomatis yang jadi batas pertahanan utama. Di balik pagar besi transparan, zombie-zombie udah mulai terlihat. Mereka jalan pincang-pincang, tapi jumlahnya banyak banget. Beberapa malah kayak bisa lari. Ada yang matanya nyala merah dan liurnya netes-netes kayak air hujan bocor.

“Jangan sampe mereka nyentuh pagar. Kalau satu tembus, bisa bahaya,” kata Minkyu.

Mia ngeluarin senjata listrik portable yang dia rakit sendiri dari alat dapur. “Aku siap.”

Begitu zombie pertama nyentuh pagar, alarm darurat berbunyi.

[KONTAK PERTAMA TERDETEKSI – OTOMATIS MENYALAKAN MENARA TEMBAK]

Dari atas, dua senjata turret otomatis mulai nyembur peluru. Cahaya merah dan suara dentuman menggelegar di malam yang sunyi.

“Woooooo!! Akhirnya senjata ini kepake juga!” teriak Minkyu, semangat.

Mia di sampingnya nembakin zombie pakai alat buat ngagetin otak zombie, bikin beberapa dari mereka kejang dan roboh sendiri.

“Hebat kamu!” puji Minkyu sambil senyum.

“Kamu juga,” Mia jawab, pipinya agak merah.

30 Menit Kemudian

Pertempuran makin sengit. Salah satu zombie dengan tubuh baja berhasil dorong pagar sampe bengkok sedikit.

“Sial! Yang itu kuat banget!” Minkyu langsung loncat dan ngaktifin mode tempur jarak dekat.

Dia luncur pake sepatu jet mini, nendang kepala zombie itu dari samping. KRAKK!! Suara tulang retak keras banget.

Zombie itu jatuh, tapi langsung bangun lagi. Minkyu nggak menyerah. Dia dorong tombol di sarung tangannya.

[ACTIVATING: NANO-FIST V3 – OVERDRIVE MODE]

Tangannya berubah jadi seperti logam mengilat, dan dengan satu pukulan keras, zombie itu mental dan meledak pas nabrak dinding luar.

“BAM! Satu down!” kata Minkyu, ngos-ngosan.

Mia ngelap pelipisnya. “Kita nggak bisa terus kayak gini. Terlalu banyak.”

Tiba-tiba, sistem muncul lagi.

[AKTIFKAN MODE DEFENSIF ULTIMATE? – MENGGUNAKAN 30% ENERGI UTAMA]

Minkyu mikir sebentar. Kalau aktifin mode ini, shelter bakal mati lampu sementara.

“…Aktifin sekarang. Demi semua orang di sini.”

Shelter Redup, Tapi Aman

Semua lampu padam, tapi muncul semacam perisai transparan menyelubungi shelter dari atas. Zombie yang nyentuh langsung kesetrum dan jadi abu.

Yuki ngeliat dari jendela kecil di ruangannya. “Waaah… kayak pelangi besar ya.”

Sistem bilang, “Itu adalah pelindung darurat, hanya bisa dipakai sekali sehari.”

Yuki peluk bonekanya makin erat. “Terima kasih, Mister Sistem.”

Pagi Hari

Matahari muncul malu-malu dari balik awan abu-abu. Bau gosong dari zombie yang kebakar semalam masih tercium samar. Shinn Minkyu duduk di kursi luar sambil minum air kelapa instan dari kaleng.

Mia datang sambil bawa handuk kecil. “Kamu capek?”

“Nggak juga. Tapi pegel sih.”

Dia bersandar di bahu Mia sebentar, dan Mia nggak nolak.

“Tapi kita berhasil…”

Mia senyum. “Iya… kita berhasil.”

Di Dalam Shelter

Yuki lari nyamperin mereka sambil senyum lebar. “Minkyu! Mama! Kita menang ya?!”

Shinn tertawa pelan, “Iya, Princess. Kita menang.”

Dia angkat Yuki dan muter-muter pelan. Tawa mereka bertiga menggema pelan di pagi itu, setelah malam yang panjang dan penuh ketegangan.

Sistem muncul pelan-pelan di udara:

[SELAMAT – MISI BERHASIL – REWARD TELAH DIKIRIM KE PENYIMPANAN UTAMA]

Episodes
1 PROLOG: Dunia Terbelah dan Aku, Cowok Cantik yang Salah Dimensi
2 Bab 1: Dunia Ganda
3 Bab 2: Pasar Gelap & Mesin Cukur
4 Bab 3: Susu Kaleng 100 Tahun & Boneka Anti-Zombie
5 Bab 4: Ekspedisi Sampah dan Zombie Berkacamata
6 Bab 5: Serangan Zombie Tukang Parkir & Munculnya Ibu Yuki?!
7 Bab 6: Mesin Uang dan Masakan Telur Zombie
8 Bab 7: Sinyal dari Masa Lalu
9 Bab 8: Panci Ajaib, Mie Rasa Harapan
10 Bab 9: Zombie Bernama Ayah?
11 Bab 10: “Zombie Menangis Itu… Ayahmu, Yuki?”
12 Bab 11: Upgrade Besar-besaran! Shelterku Jadi Pusat Kota Mini?!
13 Bab 12: “Tebakan Yuki dan Penemuan Baru”
14 Bab 13: Senyuman di Tengah Bahaya
15 Bab 14: Antrian Panjang, Emosi Pendek
16 Bab 15: "Jangan Ambil Yuki!"
17 Bab 16: “Tamu Tak Diundang di Tengah Malam”
18 Bab 17: Misi Bersama: Cari Bahan Makanan, Cari Harapan
19 Bab 18: Tamu Tak Diundang di Shelter
20 Bab 19: Serangan di Malam Hari
21 Bab 20: Sistem Keamanan Terbaru dan... Masak Bersama?!
22 Bab 21: Pekerjaan Gila dan Pisang Coklat
23 Bab 22: Masakan Pertama Buatan Yuki
24 Bab 23: "Jejak yang Ditinggalkan"
25 Bab 24: Pelukan yang Kutunggu
26 Bab 25: Sarapan, Serangan, dan Senyum Manis Ibu
27 Bab 26: Ujian Kecil Keluarga Shelter
28 PENGUMUMAN
29 Bab 27: Kunjungan Tak Terduga
30 Bab 28: Proyek Besar Pertama
31 Bab 29: Tanda Bahaya dari Utara
32 Bab 30: Misi Ekspedisi ke Zona Hitam
33 Bab 31: Kejutan dari Masa Lalu
34 Bab 32: Serangan Pertama
35 Bab 33: Senyuman dalam Bahaya
36 Bab 34: Bahu untuk Bersandar, Tempat untuk Pulang
37 Bab 35: Tamu Tak Diundang
38 Bab 36: Serangan Tengah Malam
39 Bab 37: Rencana Baru dan Mesin Ajaib Yuki
40 Bab 38: Yuki Sakit, Elia Panik, Shinn Beraksi
41 Bab 39: Bangun Kembali, Demi Yuki
42 Bab 40: Banjir Zombie dari Utara
43 Bab 41: Suara dari Radio Tua
44 Bab 42: Perjalanan Pulang
45 Bab 43: Rumah yang Tumbuh
46 Bab 44: Tamu Tak Diundang dari Utara
47 Bab 45: Serangan dari Dimensi Beku
48 Bab 46: Suara dari Masa Lalu
49 Bab 47: Ketika Hati Bicara
50 Bab 48: Ancaman dari Dalam
51 Bab 49: Kegelapan yang Mengerikan
52 Bab 50: Fajar di Tengah Kegelapan
53 Bab 51: Perjalanan Menuju Utara
54 Bab 52: Keputusan Besar
Episodes

Updated 54 Episodes

1
PROLOG: Dunia Terbelah dan Aku, Cowok Cantik yang Salah Dimensi
2
Bab 1: Dunia Ganda
3
Bab 2: Pasar Gelap & Mesin Cukur
4
Bab 3: Susu Kaleng 100 Tahun & Boneka Anti-Zombie
5
Bab 4: Ekspedisi Sampah dan Zombie Berkacamata
6
Bab 5: Serangan Zombie Tukang Parkir & Munculnya Ibu Yuki?!
7
Bab 6: Mesin Uang dan Masakan Telur Zombie
8
Bab 7: Sinyal dari Masa Lalu
9
Bab 8: Panci Ajaib, Mie Rasa Harapan
10
Bab 9: Zombie Bernama Ayah?
11
Bab 10: “Zombie Menangis Itu… Ayahmu, Yuki?”
12
Bab 11: Upgrade Besar-besaran! Shelterku Jadi Pusat Kota Mini?!
13
Bab 12: “Tebakan Yuki dan Penemuan Baru”
14
Bab 13: Senyuman di Tengah Bahaya
15
Bab 14: Antrian Panjang, Emosi Pendek
16
Bab 15: "Jangan Ambil Yuki!"
17
Bab 16: “Tamu Tak Diundang di Tengah Malam”
18
Bab 17: Misi Bersama: Cari Bahan Makanan, Cari Harapan
19
Bab 18: Tamu Tak Diundang di Shelter
20
Bab 19: Serangan di Malam Hari
21
Bab 20: Sistem Keamanan Terbaru dan... Masak Bersama?!
22
Bab 21: Pekerjaan Gila dan Pisang Coklat
23
Bab 22: Masakan Pertama Buatan Yuki
24
Bab 23: "Jejak yang Ditinggalkan"
25
Bab 24: Pelukan yang Kutunggu
26
Bab 25: Sarapan, Serangan, dan Senyum Manis Ibu
27
Bab 26: Ujian Kecil Keluarga Shelter
28
PENGUMUMAN
29
Bab 27: Kunjungan Tak Terduga
30
Bab 28: Proyek Besar Pertama
31
Bab 29: Tanda Bahaya dari Utara
32
Bab 30: Misi Ekspedisi ke Zona Hitam
33
Bab 31: Kejutan dari Masa Lalu
34
Bab 32: Serangan Pertama
35
Bab 33: Senyuman dalam Bahaya
36
Bab 34: Bahu untuk Bersandar, Tempat untuk Pulang
37
Bab 35: Tamu Tak Diundang
38
Bab 36: Serangan Tengah Malam
39
Bab 37: Rencana Baru dan Mesin Ajaib Yuki
40
Bab 38: Yuki Sakit, Elia Panik, Shinn Beraksi
41
Bab 39: Bangun Kembali, Demi Yuki
42
Bab 40: Banjir Zombie dari Utara
43
Bab 41: Suara dari Radio Tua
44
Bab 42: Perjalanan Pulang
45
Bab 43: Rumah yang Tumbuh
46
Bab 44: Tamu Tak Diundang dari Utara
47
Bab 45: Serangan dari Dimensi Beku
48
Bab 46: Suara dari Masa Lalu
49
Bab 47: Ketika Hati Bicara
50
Bab 48: Ancaman dari Dalam
51
Bab 49: Kegelapan yang Mengerikan
52
Bab 50: Fajar di Tengah Kegelapan
53
Bab 51: Perjalanan Menuju Utara
54
Bab 52: Keputusan Besar

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!