Bab 11: Upgrade Besar-besaran! Shelterku Jadi Pusat Kota Mini?!

“Yuki, kamu naruh sabun di kulkas lagi?”

“Eh? Kupikir itu pudding, hehehe!”

Aku menatap sabun batang yang beku sambil memegang kening. Kadang aku bingung, ini anak kecil beneran atau reinkarnasi alien.

Pagi itu dimulai seperti biasa. Suara alarm Shelter berbunyi halus, dan panel sistem menampilkan notifikasi baru:

> "Shelter telah mencapai Level 3!"

> "Fitur baru terbuka: Perluasan Tanah, Terminal Ekonomi, dan Taman Otomatis."

> "Laboratorium Alpha kini aktif."

“Woah!” aku sampai loncat kecil. “Yuki! Shelter kita naik level!”

“Berarti makin banyak es krim?!”

“Hahaha… bukan itu, maksudnya kita bisa bangun lebih banyak ruangan, bisa nanam sayur otomatis, dan…” aku melirik ikon di layar sistem. “Kita bisa jual barang juga, dapet duit dari hasil zombie!”

Yuki langsung ambil bonekanya dan muter-muter. “Kita kaya! Kita kaya!”

Aku geli sendiri lihat tingkahnya. Tapi memang, sekarang waktunya serius upgrade.

__________

"[Siang Hari - Proyek Perluasan Dimulai]"

Dengan sistem bantuanku, aku mulai menggambar layout baru. Ruang tidur bakal aku perluas, buat Yuki biar bisa punya kamar sendiri. Nggak lupa, ruang observasi untuk pantau zombie sekitar, dan taman kecil buat Yuki main.

“System, aktifkan drone konstruksi!”

> "Drone Konstruksi aktif. Estimasi waktu: 5 jam."

“Yuki, kamu mau kamarnya kayak apa?”

Yuki mengangkat tangannya tinggi-tinggi. “Penuh bintang-bintang! Sama tempat tidur yang bisa goyang kayak kapal!”

“Wah, idenya keren juga!”

Kami berdua duduk di sofa, makan ramen instan sambil nonton kamera luar. Beberapa zombie masih keliaran, tapi sejak kita pasang perimeter listrik, mereka jarang bisa masuk.

Tapi di sudut kamera 3…

“Hah?”

Ada sesuatu bergerak cepat. Bukan zombie biasa. Aku zoom in.

“Yuki, kamu ke ruang tengah, ya.”

“Kenapa?”

“Abang cuma mau cek luar. Jangan khawatir.”

__________

"[Serangan Tiba-tiba]"

Aku bawa senjata stun gun dan armor ringan dari storage. Pas keluar, udara panas langsung menyambut, aroma asap dan darah samar mengambang.

Di balik semak-semak, muncul sosok…

Setengah tubuhnya manusia, tapi kulitnya kayak melepuh, dan matanya… "hijau menyala."

> "Zombie Mutasi Tipe-Beta Terdeteksi."

“Gawat,” gumamku. “Yang kayak gini udah mulai muncul?”

Aku nggak bisa biarin dia dekat Shelter. Sekali dia tahu lokasi ini, bakal datang gerombolan lainnya.

“System, aktifkan turret!”

> "Turret Aktif. Target Terkunci."

Turret plasma menyala dan—"duarrr!" zombie itu terpental, tapi… dia bangkit lagi.

“Buset, dia kuat banget!”

Aku melompat dan menggunakan skill sistem:

> "Skill Aktif: Void Strike"

Cahaya ungu menyelimuti tanganku, dan sekali pukul tepat di kepalanya… "Braaak!"

Zombie itu terdiam, sebelum akhirnya meleleh jadi kabut gelap.

> "Mutant Zombie Eliminated. Hadiah: 2500 Credit + 1 DNA Sample."

Aku terengah-engah, tapi senyum tipis muncul di wajahku.

“System, simpan DNA ini. Kita butuh riset lebih lanjut.”

__________

"[Kembali ke Dalam Shelter]"

“Shinn!!” Yuki lari memelukku pas aku masuk. “Kamu nggak apa-apa, kan?”

Aku mengacak rambutnya. “Nggak apa-apa. Tapi kayaknya kita harus upgrade keamanan lagi.”

Yuki duduk manis sambil mengoles luka kecil di tanganku dengan plester bergambar panda.

“Yuki, kamu hebat.”

“Hehe, aku anak kuat.”

__________

"[Laboratorium Alpha - Penemuan Baru]"

Aku masuk ke lab yang baru aktif. Di dalamnya penuh dengan mesin canggih dan layar hologram.

> "DNA Sample Mutant-Beta terdeteksi."

> "Riset dimulai... Estimasi waktu: 3 hari."

“Kalau riset ini berhasil,” gumamku, “kita bisa bikin senjata anti-mutasi. Atau mungkin… vaksin?”

Tiba-tiba layar menyala dengan notifikasi baru.

> "Sinyal lemah terdeteksi. Lokasi: Sektor Selatan, dekat reruntuhan Rumah Sakit Lama."

Aku langsung freeze.

Rumah Sakit Lama… tempat terakhir ibunya Yuki terlihat.

__________

"[Malam Hari - Percakapan Hangat]"

Aku dan Yuki duduk di rooftop, menatap langit malam dengan bintang palsu dari proyektor sistem.

“Yuki…”

“Iya?”

“Kamu masih inget wajah Ibumu?”

Dia terdiam sebentar, lalu mengangguk pelan.

“Dia cantik… rambutnya lembut kayak awan. Baunya kayak bunga. Tapi aku lupa suara dia…”

Aku menatap mata kecilnya yang bersinar. “Kita bakal ketemu dia lagi, Yuki. Abang janji.”

Dia tersenyum, lalu bersandar di pundakku.

“Abang Shinn… makasih udah jadi rumah buatku.”

Hatiku hangat seketika. Rasa lelah, takut, dan cemas langsung lenyap.

__________

"[Akhir Bab - Tekad Baru]"

Keesokan paginya, aku berdiri di depan panel sistem.

“System, rancang Rute Pencarian Ibunya Yuki.”

> "Mode Pencarian dimulai."

> "Zona bahaya tinggi. Persiapkan diri."

Aku genggam pedang plasma di tanganku. Shelter kami sudah kuat. Tapi perjalanan belum selesai.

“Ayo, System. Kita cari Ibu Yuki.”

Episodes
1 PROLOG: Dunia Terbelah dan Aku, Cowok Cantik yang Salah Dimensi
2 Bab 1: Dunia Ganda
3 Bab 2: Pasar Gelap & Mesin Cukur
4 Bab 3: Susu Kaleng 100 Tahun & Boneka Anti-Zombie
5 Bab 4: Ekspedisi Sampah dan Zombie Berkacamata
6 Bab 5: Serangan Zombie Tukang Parkir & Munculnya Ibu Yuki?!
7 Bab 6: Mesin Uang dan Masakan Telur Zombie
8 Bab 7: Sinyal dari Masa Lalu
9 Bab 8: Panci Ajaib, Mie Rasa Harapan
10 Bab 9: Zombie Bernama Ayah?
11 Bab 10: “Zombie Menangis Itu… Ayahmu, Yuki?”
12 Bab 11: Upgrade Besar-besaran! Shelterku Jadi Pusat Kota Mini?!
13 Bab 12: “Tebakan Yuki dan Penemuan Baru”
14 Bab 13: Senyuman di Tengah Bahaya
15 Bab 14: Antrian Panjang, Emosi Pendek
16 Bab 15: "Jangan Ambil Yuki!"
17 Bab 16: “Tamu Tak Diundang di Tengah Malam”
18 Bab 17: Misi Bersama: Cari Bahan Makanan, Cari Harapan
19 Bab 18: Tamu Tak Diundang di Shelter
20 Bab 19: Serangan di Malam Hari
21 Bab 20: Sistem Keamanan Terbaru dan... Masak Bersama?!
22 Bab 21: Pekerjaan Gila dan Pisang Coklat
23 Bab 22: Masakan Pertama Buatan Yuki
24 Bab 23: "Jejak yang Ditinggalkan"
25 Bab 24: Pelukan yang Kutunggu
26 Bab 25: Sarapan, Serangan, dan Senyum Manis Ibu
27 Bab 26: Ujian Kecil Keluarga Shelter
28 PENGUMUMAN
29 Bab 27: Kunjungan Tak Terduga
30 Bab 28: Proyek Besar Pertama
31 Bab 29: Tanda Bahaya dari Utara
32 Bab 30: Misi Ekspedisi ke Zona Hitam
33 Bab 31: Kejutan dari Masa Lalu
34 Bab 32: Serangan Pertama
35 Bab 33: Senyuman dalam Bahaya
36 Bab 34: Bahu untuk Bersandar, Tempat untuk Pulang
37 Bab 35: Tamu Tak Diundang
38 Bab 36: Serangan Tengah Malam
39 Bab 37: Rencana Baru dan Mesin Ajaib Yuki
40 Bab 38: Yuki Sakit, Elia Panik, Shinn Beraksi
41 Bab 39: Bangun Kembali, Demi Yuki
42 Bab 40: Banjir Zombie dari Utara
43 Bab 41: Suara dari Radio Tua
44 Bab 42: Perjalanan Pulang
45 Bab 43: Rumah yang Tumbuh
46 Bab 44: Tamu Tak Diundang dari Utara
47 Bab 45: Serangan dari Dimensi Beku
48 Bab 46: Suara dari Masa Lalu
49 Bab 47: Ketika Hati Bicara
50 Bab 48: Ancaman dari Dalam
51 Bab 49: Kegelapan yang Mengerikan
52 Bab 50: Fajar di Tengah Kegelapan
53 Bab 51: Perjalanan Menuju Utara
54 Bab 52: Keputusan Besar
Episodes

Updated 54 Episodes

1
PROLOG: Dunia Terbelah dan Aku, Cowok Cantik yang Salah Dimensi
2
Bab 1: Dunia Ganda
3
Bab 2: Pasar Gelap & Mesin Cukur
4
Bab 3: Susu Kaleng 100 Tahun & Boneka Anti-Zombie
5
Bab 4: Ekspedisi Sampah dan Zombie Berkacamata
6
Bab 5: Serangan Zombie Tukang Parkir & Munculnya Ibu Yuki?!
7
Bab 6: Mesin Uang dan Masakan Telur Zombie
8
Bab 7: Sinyal dari Masa Lalu
9
Bab 8: Panci Ajaib, Mie Rasa Harapan
10
Bab 9: Zombie Bernama Ayah?
11
Bab 10: “Zombie Menangis Itu… Ayahmu, Yuki?”
12
Bab 11: Upgrade Besar-besaran! Shelterku Jadi Pusat Kota Mini?!
13
Bab 12: “Tebakan Yuki dan Penemuan Baru”
14
Bab 13: Senyuman di Tengah Bahaya
15
Bab 14: Antrian Panjang, Emosi Pendek
16
Bab 15: "Jangan Ambil Yuki!"
17
Bab 16: “Tamu Tak Diundang di Tengah Malam”
18
Bab 17: Misi Bersama: Cari Bahan Makanan, Cari Harapan
19
Bab 18: Tamu Tak Diundang di Shelter
20
Bab 19: Serangan di Malam Hari
21
Bab 20: Sistem Keamanan Terbaru dan... Masak Bersama?!
22
Bab 21: Pekerjaan Gila dan Pisang Coklat
23
Bab 22: Masakan Pertama Buatan Yuki
24
Bab 23: "Jejak yang Ditinggalkan"
25
Bab 24: Pelukan yang Kutunggu
26
Bab 25: Sarapan, Serangan, dan Senyum Manis Ibu
27
Bab 26: Ujian Kecil Keluarga Shelter
28
PENGUMUMAN
29
Bab 27: Kunjungan Tak Terduga
30
Bab 28: Proyek Besar Pertama
31
Bab 29: Tanda Bahaya dari Utara
32
Bab 30: Misi Ekspedisi ke Zona Hitam
33
Bab 31: Kejutan dari Masa Lalu
34
Bab 32: Serangan Pertama
35
Bab 33: Senyuman dalam Bahaya
36
Bab 34: Bahu untuk Bersandar, Tempat untuk Pulang
37
Bab 35: Tamu Tak Diundang
38
Bab 36: Serangan Tengah Malam
39
Bab 37: Rencana Baru dan Mesin Ajaib Yuki
40
Bab 38: Yuki Sakit, Elia Panik, Shinn Beraksi
41
Bab 39: Bangun Kembali, Demi Yuki
42
Bab 40: Banjir Zombie dari Utara
43
Bab 41: Suara dari Radio Tua
44
Bab 42: Perjalanan Pulang
45
Bab 43: Rumah yang Tumbuh
46
Bab 44: Tamu Tak Diundang dari Utara
47
Bab 45: Serangan dari Dimensi Beku
48
Bab 46: Suara dari Masa Lalu
49
Bab 47: Ketika Hati Bicara
50
Bab 48: Ancaman dari Dalam
51
Bab 49: Kegelapan yang Mengerikan
52
Bab 50: Fajar di Tengah Kegelapan
53
Bab 51: Perjalanan Menuju Utara
54
Bab 52: Keputusan Besar

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!