Billy membanting semua barang di kamarnya . Billy benar-benar kehilangan akal untuk menghadapi Zea . Billy meraup wajahnya kasar . Namun ponsel Billy berdering . Billy segera mengambil ponselnya . Berharap itu balasan pesan dari zea . Ternyata ada pesan masuk dari Sarah .
" Billy aku hamil " isi pesan Sarah.
Billy tersenyum miris . Billy lalu membawa kunci mobilnya . Dan pergi le rumah Sarah .
Simbok melihat Billy pergi . Simbok memberitahu Zea . Seperti permintaan Zea .
Setiba Billy di rumah Sarah . Billy lalu memberondong berbagai pertanyaan kepada Sarah . Sarah yang saat itu melihat Billy segera memeluk Billy dengan perasaan bahagia . Sarah mengira jika Billy akan senang dengan kabar kehamilannya . Karena sudah dua tahun menikah . Billy belum memiliki momongan .
" Apa kamu tidak meminum pilnya ? Dan aku juga sudah katakan menggunakan pengaman . Bukan dengan meminum pil kb itu . Pasti kamu sengaja melakukannya . Iya ?!" sentak Billy yang sudah terlalu banyak masalah dalam hidupnya . Masalahnya semakin rumit ketika mengetahui Sarah hamil .
" Billy , kamu tidak bahagia aku hamil . Aku hamil Billy . Ini anak kamu . Aku tidak habis pikir Billy kamu akan seperti itu " ucap Sarah kecewa lalu meninggalkan Billy.
Billy menghela nafasnya kasar . Lalu mengikuti Sarah yang berada di kamarnya .
" Aku akan menggugurkannya jika kamu tidak menginginkannya . Dan kamu bisa pergi dari sini " ucap Sarah .
" Maafkan aku Sarah . Aku sedang bingung Sarah . Belum juga membaik hubungan ku dengan Zea. Sekarang kamu hamil . Bukan aku tidak suka Sarah . Tapi aku dan Zea tidak mungkin berpisah . Aku mencintai Zea , Sarah " ucap Billy tanpa peduli ucapannya juga menyakiti hati Sarah .
" Kamu mencintainya tapi kamu berselingkuh dengan aku . Apa itu yang di namakan cinta Billy " ucap Sarah mengejek .
" Aku khilaf Sarah . Kamu terlalu baik kepada ku dan aku juga menginginkan mu " ucap Billy jujur .
" Aku hanya pelampiasan mu saja Billy ?" tanya Sarah dengan air mata yang mengalir di pipinya .
" Aku tidak seperti itu Sarah " ucap Billy .
" Nikahi aku atau aku gugurkan anak mu "ucap Sarah .
" Jangan Sarah . Tolong beri aku waktu Sarah . Aku akan mengambil keputusan " ucap Billy .
" Aku tidak mau menunggu lama . Besok kamu sudah memberi keputusan " ucap Sarah .
" Iya . Aku akan memberikan jawaban ku besok" ucap Billy .
Sarah tersenyum puas . Meskipun belum tahu apa keputusan Billy .
" Bil, anak mu minta di elus " ucap Sarah dengan manja .
Hati Billy berdesir mendengar kata anakmu . Billy akan di beri keturunan . Tapi yang Billy sesalkan bukan dari rahim Zea .
" Baiklah " ucap Billy .
Ada perasaan berbeda ketika ada anak . Billy jadi memikirkan ucapan Ibunya . Bahwa anak penting dalam sebuah rumah tangga .
Dan malam ini Billy tidur di rumah Sarah .
Zea pagi sekali sudah bangun . Zea memilih untuk lari pagi sebentar . Toh masih nanti bertemu lagi dengan klien .
Zea menggunakan headset di telinganya . Mendengarkan musik membuat perasaan lebih nyaman. Dan sebelum pergi Zea juga sudah mengirim pesan terlebih dahulu kepada Kevin .
" Selamat pagi cantik " sapa seorang pria .
Zea tak menggubris pria itu . Zea terus berlari .
" Sombong sekali kamu ini " ucap ya lagi .
" Em sepertinya aku pernah melihat mu " ucapnya lagi .
Zea masih tak mengindahkan pria itu .
" Oh iya waktu itu kamu juga sedang joging . Dan di sini kamu juga sedang jogging . Apa kamu joging dari sana ke sini " guraunya .
" Apa kamu tidak ada kerjaan lain selain mengganggu orang ?" ucap Zea ketus .
Dan ternyata pria itu adalah Gilang . Pria yang saat itu sedang joging bersama Arron .
" Tidak . Untuk seorang wanita cantik mana mungkin aku sibuk. Aku harus meluangkan waktu untuk menemaninya " ucap Gilang .
" Oh seperti itu . Tapi maaf saya ingin sendiri " ucap Zea kembali berlari .
Gilang mengingat-ingat Zea . Karena saat itu Zea memakai make up dan saat ini tidak. Bahkan penampilan Zea berbeda . Semakin cantik menurut Gilang .
" Hai, bukankah kamu asisten Kevin " ucap Gilang .
" Ya . Dan kau temannya " ucap Zea .
" Kamu kemarin sangat cantik . Tapi seperti ini natural dan lebih cantik . Dan kamu terlihat berbeda jika memakai baju santai " puji Gilang .
" Mata mu saja yang sedikit kotor " ucap Arron datang tiba-tiba .
Arron datang bersama Kevin .
Zea tak menggubris ucapan Arron . Lagian kali ini bukan di jam kerja .
" Zea jangan hiraukan mereka berdua " ucap Kevin .
Zea lalu tersenyum menanggapi ucapan Kevin . Mereka lalu hanya berjalan bersama .
" Tapi dia jauh lebih cantik jika seperti ini " ucap Gilang lagi .
" Ya karena kau belum cuci muka sebelum keluar " ucap Arron .
" Kalian ini . Dia ini istri orang . Zea jangan hiraukan mereka " ucap Kevin .
" Aku bos mu ...
" Apa kamu mau aku pecat " potong Kevin terlebih dahulu .
Arron menatap tajam Kevin .
" Ya Tuan " ucap Kevin mencibir
" Tapi suamimu saat ini harusnya khawatir . Seorang wanita cantik dan di kelilingi pria tampan " ucap Gilang .
" Zea , apakah kamu membawa gaun ?" tanya Kevin .
" Tidak . Untuk apa ?" tanya Zea .
" Malam ini Niko mengundang kita untuk makan malam bersama " ucap Kevin .
" Aku akan menyiapkannya untuk mu " ucap Arron lalu pergi dari sana .
Zea , Kevin dan Gilang menatap Arron yang sudah mulai menjauh .
" Aku rasa dia aneh " ucap Gilang .
Kevin mengangguk setuju .
Zea tidak tahu . Jika gaun di siapkan oleh Arron . Maka Zea tetap harus mencari gaun lagi . Buat cadangan jika gaun pilihan Arron nyeleneh .
Malam harinya , Zea sedang berada di kamarnya . Pintu kamar Zea ada yang mengetuk . Zea lalu membukakan pintu kamarnya .
" Ada apa mbak ?" tanya Zea kepada seorang pelayan wanita .
" Ini ada kiriman dari Tuan Arron " pelayan wanita itu memberikan beberapa kotak berisi beberapa gaun dan sepatu .
Zea terdiam melihat pelayan wanita menaruh satu persatu kotak tersebut . Dia tahu jika isi di dalamnya pasti mahal .
" Permisi " pamit pelayan itu .
Zea hanya tersenyum dan mengangguk . Zea masih bingung dengan gaun sebanyak itu dan juga sepatu .
Ting
" Pilih yang kamu suka " Arron .
" Apa dia tidak waras ?" ucap Zea .
" Aku waras " ucap Arron yang tiba-tiba berada di depan pintu .
Zea belum sempat menutup pintu.
" Aku tidak butuh semua ini. Aku sudah membelinya " ucap Zea
" Karena ini adalah acara kantor . Jadi aku berhak untuk membelikan gaun itu untuk mu . Bukti jika aku bertanggung jawab " ucap Arron .
" Baiklah jika begitu . Aku akan memilih satu dan yang lainnya bisa anda ambil " ucap Zea .
Zea sadar jika Zea sudah bersuami . Meskipun Billy telah menyakitinya .
" Baik kembalikan yang tidak kamu suka . Aku akan memotong gajimu . Tapi tidak dengan di cicil . Harus satu gaji utuh sampai semua lunas " ucap Arron lalu pergi .
" Itu juga di cicil . Tapi kalau gajiku full kamu ambil aku makan apa " kesal zea pada dirinya sendiri . Karena Arron sudah masuk ke dalam kamarnya .
" Dasar orang kaya . Huhh, lupa rasanya jadi orang kaya " ucap Zea lalu tersenyum miris.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 24 Episodes
Comments