Zea datang pagi sekali . Semangat Zea berkobar-kobar . Zea sudah siap melewati perjalanan baru di hidupnya . Bukan tak merasa sedih atau berat menjadi seorang janda . Tapi bagi Zea itu semua adalah sebagian cerita saja dari Zea . Masih akan ada cerita panjang lagi yang harus Zea lewati dan hadapi . Zea siap bertarung melawan takdir selanjutnya .
" Kamu mau mengundurkan diri Ze ?" tanya Billy yang saat itu juga datang lebih awal . Sarah tidak masuk kerja karena pusing dan mual .
" Lepaskan tangan mu " ucap Zea .
Billy segera melepaskan tangannya dari Zea .
Zea lalu meninggalkan Billy tanpa menjawab pertanyaan Billy .
" Ze , aku sedang bertanya " ucap Billy .
" Ya " jawab Zea .
" Lalu kamu bagaimana Ze " setahu Billy Zea masih tinggal sendiri . Belum tinggal bersama kedua orang tuanya.
Zea tidak menjawab pertanyaan Billy . Itu juga bukan lagi merupakan hal yang harus Billy ketahui .
" Aku minta telah membuat mu seperti ini Ze . Aku menyesal Ze "ucap Billy .
" Semua sudah berakhir Billy . Hiduplah dwngan baik . Hidup sesuai apa yang ingin kamu lakukan . Dan akupun begitu . Kita sekarang sudah bukan siapa-siapa lagi Bil . Jadi aku mohon untuk saat ini . Mulai sekarang jangan pernah ganggu aku lagi . Jangan pernah temui aku lagi . Mari jalani hidup kita masing-masing . Selayaknya orang yang tak pernah kenal " ucap Zea lalu meninggalkan Billy .
Billy menyesali perbuatannya . Zea selalu melakukan tugasnya sebagai istri . Tidak hanya cantik tapi Zea juga sangat perhatian . Zea juga bersedia memilih Billy. Meskipun Billy bukan orang berada .
Zea mengerjakan kemarin yang masih menumpuk . Bahkan Arron sengaja memberikan pekerjaan yang lebih lagi untuk Zea . Arron ingin melihat bagaimana kinerja Zea . Apakah benar seperti yang di katakan oleh Kevin .
Setelah istirahat Zea pergi untuk menemui Arron . Jika hari ini terakhir Zea masuk .
" Permisi pak " ucap Zea .
" Masuk " ucap Arron .
Di dalam ruangan itu ada Gilang dan Kevin. Terlihat raut wajah serius diantara mereka bertiga .
" Kamu yakin mau keluar ?" tanya Kevin .
" Iya Pak " jawab Zea .
" Baiklah . Semoga kamu mendapatkan apa yang kamu inginkan " ucap Kevin .
" Terima kasih Kevin " ucap Zea memberanikan diri .
Kevin tersenyum mendengar ucapan Zea .
" Aku juga mau kamu panggil seperti Kevin " ucap Arron iri .
" Anda di sini CEOnya . Saya tidak berani " ucap Zea.
" Alasan klasik " ucap Arron .
Zea hanya tersenyum .
" Pulanglah lebih awal . Nikmati waktu mu " ucap Arron .
" Sungguh ?" tanya Zea dengan mata berbinar.
" Ya " jawab Arron.
" Terima kasih Pak . Saya permisi dulu " ucap Zea .
Sebelum pergi, Zea berpamitan
dengan rekan kerjanya . Rere merasa kesal karena Zea keluar dari pekerjaannya . Tapi Rere tidak mau menahan Zea lagi . Itu sudah menjadi keputusan Zea .
" Bu Zea " ucap Rere .
" Iya Re . Ada apa ?" tanya Zea .
" Bu , tapi ibu jangan merasa gimana-gimana . Aku takut bu Zea marah " ucap Rere .
" Tidak Re . Saya sudah mengikhlaskan yang seharusnya di tinggalkan " ucap Zea .
Rere laku memeluk Zea dengan sesenggukan .
" Bu Zea sudah tahu ?" tanya Rere mantap Zea iba .
" Sudah Re . Aku baik-baik saja . Dan aku sudah belajar untuk membuka lembaran baru " ucap Zea .
Rere malah menangis memeluk Zea . Selama ini Zea biasa saja dan bisa menutupi masalahnya . Padahal mereka bekerja satu perusahaan m dan Zea setiap hari melihat kebersamaan suami dan juga wanitanya .
" Bu Zea wanita yang kuat . Bu Zea harus bahagia di luar sana . Kita bisa jalan bareng kan bu kalau ibu nggak sibuk " ucap Rere .
" Haha . Kamu ini . Kita masih bisa ketemu kalau kamu tidak lembur " ucap Zea .
" Aku ke ruangan Pak Kevin dulu . Aku di minta ke sana " ucap Dito yang sedari tadi hanya menyimak .
Rere mengangguk .
" Aku pulang dulu ya . Kamu jangan berantem sama Dito " ucap Zea .
Zea senang hari ini bisa pulang lebih awal . Zea mengirim pesan kepada Kikan . Berharap Kikan bisa menemaninya untuk sekedar makan . Tapi sayang Kikan masih memiliki pekerjaan .
" Baiklah aku akan jalan sendiri " ucap Zea .
Zea menikmati indahnya sore hari . Zea berjalan menyusuri taman sore hari . Ramai dan juga di padati dengan keluarga kecil yang sedang bergurau . Maupun pasangan muda yang hanya mencari hiburan sepertinya .
Saat di taman . Zea hampir tersenggol oleh pria yang bersepeda begitu kencang . Beruntung Zea dapat menghindar .
" Apa dia tidak tahu jika banyak anak kecil di sini " ucap Seorang ibu yang berada tak jauh dari Zea .
Zea lalu memutuskan pulang saja . Zea meras jika pria tadi memang sengaja mengarahnya . Bukan apa , Zea sudah berjalan di pinggir jalan . Dan sepeda itu berjalan berbelok ke arah Zea . Tapi Zea berharap jika itu hanya pikirannya saja .
Dan saat Zea hendak memasuki mobil . Zea juga hampir saja tertabrak sebuah mobil . Mobil itu parkir tak jauh dari mobil Zea . Mobil itu berkelok seakan supir dari mobil itu baru belajar mengendarai mobil .
" Maaf kan aku . Aku belum begitu fasih mengendarai mobil " ucap Seorang wanita muda .
Zea hanya tersenyum dan mengangguk .
Dua kejadian yang hampir sama . Tidak mungkin jika ini hanya sebuah kebetulan. Zea semakin yakin jika ini adalah kesengajaan . Zea segera masuk ke dalam mobil dan memilih untuk pulang .
Sesampainya di rumah . Zea tidak bercerita kepada Mama dan Papa Zea . Zea masih mencoba berpikir itu kebetulan . Selama ini Zea juga tidak merasa memiliki musuh . Jadi Zea masih mencoba berpikir positif . Meskipun pikiran Zea berkata berbeda .
Zea mandi dan juga memilih rebahan di kamar . Ada pesan masuk untuknya .
" Ibu ingin bertemu dengan mu " isi pesan dari Arron .
" Aku tidak mau " balas Zea .
" Aku sudah di bawah " ucap Arron .
Zea lalu bangkit dari tidurnya . Tidak mungkin Arron datang ke rumahnya . Padahal Arron belum pernah datang ke rumah Zea .
Zea kembali merebahkan tubuhnya. Zea sama sekali tidak mempercayai Arron . Tapi pria itu memang penuh kejutan .
" Non ada tamu " panggil Simbok .
Zea lalu duduk di pinggir ranjangnya . Pikiran Zea kembali kepada ucapan Arron baru saja .
"Tidak mungkin kan . Jika tamu yang di maksud Simbok itu dia " gumam Zea .
" Untuk apa juga pria itu datang ke sini " ucap Ze lagi .
Zea memilih turun untuk memastikan . Meskipun Zea ragu . Karena Arron adalah pria yang nekat . Zea takut jika Papanya akan memarahinya . Dan juga berpikir jika perceraiannya dengan Billy . Karena Zea bersama dengan Arron . Zea bergelut dengan pikiran Zea . Dan ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 24 Episodes
Comments