Dan ....

Zea datang pagi sekali . Semangat Zea berkobar-kobar . Zea sudah siap melewati perjalanan baru di hidupnya . Bukan tak merasa sedih atau berat menjadi seorang janda . Tapi bagi Zea itu semua adalah sebagian cerita saja dari Zea . Masih akan ada cerita panjang lagi yang harus Zea lewati dan hadapi . Zea siap bertarung melawan takdir selanjutnya .

" Kamu mau mengundurkan diri Ze ?" tanya Billy yang saat itu juga datang lebih awal . Sarah tidak masuk kerja karena pusing dan mual .

" Lepaskan tangan mu " ucap Zea .

Billy segera melepaskan tangannya dari Zea .

Zea lalu meninggalkan Billy tanpa menjawab pertanyaan Billy .

" Ze , aku sedang bertanya " ucap Billy .

" Ya " jawab Zea .

" Lalu kamu bagaimana Ze " setahu Billy Zea masih tinggal sendiri . Belum tinggal bersama kedua orang tuanya.

Zea tidak menjawab pertanyaan Billy . Itu juga bukan lagi merupakan hal yang harus Billy ketahui .

" Aku minta telah membuat mu seperti ini Ze . Aku menyesal Ze "ucap Billy .

" Semua sudah berakhir Billy . Hiduplah dwngan baik . Hidup sesuai apa yang ingin kamu lakukan . Dan akupun begitu . Kita sekarang sudah bukan siapa-siapa lagi Bil . Jadi aku mohon untuk saat ini . Mulai sekarang jangan pernah ganggu aku lagi . Jangan pernah temui aku lagi . Mari jalani hidup kita masing-masing . Selayaknya orang yang tak pernah kenal " ucap Zea lalu meninggalkan Billy .

Billy menyesali perbuatannya . Zea selalu melakukan tugasnya sebagai istri . Tidak hanya cantik tapi Zea juga sangat perhatian . Zea juga bersedia memilih Billy. Meskipun Billy bukan orang berada .

Zea mengerjakan kemarin yang masih menumpuk . Bahkan Arron sengaja memberikan pekerjaan yang lebih lagi untuk Zea . Arron ingin melihat bagaimana kinerja Zea . Apakah benar seperti yang di katakan oleh Kevin .

Setelah istirahat Zea pergi untuk menemui Arron . Jika hari ini terakhir Zea masuk .

" Permisi pak " ucap Zea .

" Masuk " ucap Arron .

Di dalam ruangan itu ada Gilang dan Kevin. Terlihat raut wajah serius diantara mereka bertiga .

" Kamu yakin mau keluar ?" tanya Kevin .

" Iya Pak " jawab Zea .

" Baiklah . Semoga kamu mendapatkan apa yang kamu inginkan " ucap Kevin .

" Terima kasih Kevin " ucap Zea memberanikan diri .

Kevin tersenyum mendengar ucapan Zea .

" Aku juga mau kamu panggil seperti Kevin " ucap Arron iri .

" Anda di sini CEOnya . Saya tidak berani " ucap Zea.

" Alasan klasik " ucap Arron .

Zea hanya tersenyum .

" Pulanglah lebih awal . Nikmati waktu mu " ucap Arron .

" Sungguh ?" tanya Zea dengan mata berbinar.

" Ya " jawab Arron.

" Terima kasih Pak . Saya permisi dulu " ucap Zea .

Sebelum pergi, Zea berpamitan

dengan rekan kerjanya . Rere merasa kesal karena Zea keluar dari pekerjaannya . Tapi Rere tidak mau menahan Zea lagi . Itu sudah menjadi keputusan Zea .

" Bu Zea " ucap Rere .

" Iya Re . Ada apa ?" tanya Zea .

" Bu , tapi ibu jangan merasa gimana-gimana . Aku takut bu Zea marah " ucap Rere .

" Tidak Re . Saya sudah mengikhlaskan yang seharusnya di tinggalkan " ucap Zea .

Rere laku memeluk Zea dengan sesenggukan .

" Bu Zea sudah tahu ?" tanya Rere mantap Zea iba .

" Sudah Re . Aku baik-baik saja . Dan aku sudah belajar untuk membuka lembaran baru " ucap Zea .

Rere malah menangis memeluk Zea . Selama ini Zea biasa saja dan bisa menutupi masalahnya . Padahal mereka bekerja satu perusahaan m dan Zea setiap hari melihat kebersamaan suami dan juga wanitanya .

" Bu Zea wanita yang kuat . Bu Zea harus bahagia di luar sana . Kita bisa jalan bareng kan bu kalau ibu nggak sibuk " ucap Rere .

" Haha . Kamu ini . Kita masih bisa ketemu kalau kamu tidak lembur " ucap Zea .

" Aku ke ruangan Pak Kevin dulu . Aku di minta ke sana " ucap Dito yang sedari tadi hanya menyimak .

Rere mengangguk .

" Aku pulang dulu ya . Kamu jangan berantem sama Dito " ucap Zea .

Zea senang hari ini bisa pulang lebih awal . Zea mengirim pesan kepada Kikan . Berharap Kikan bisa menemaninya untuk sekedar makan . Tapi sayang Kikan masih memiliki pekerjaan .

" Baiklah aku akan jalan sendiri " ucap Zea .

Zea menikmati indahnya sore hari . Zea berjalan menyusuri taman sore hari . Ramai dan juga di padati dengan keluarga kecil yang sedang bergurau . Maupun pasangan muda yang hanya mencari hiburan sepertinya .

Saat di taman . Zea hampir tersenggol oleh pria yang bersepeda begitu kencang . Beruntung Zea dapat menghindar .

" Apa dia tidak tahu jika banyak anak kecil di sini " ucap Seorang ibu yang berada tak jauh dari Zea .

Zea lalu memutuskan pulang saja . Zea meras jika pria tadi memang sengaja mengarahnya . Bukan apa , Zea sudah berjalan di pinggir jalan . Dan sepeda itu berjalan berbelok ke arah Zea . Tapi Zea berharap jika itu hanya pikirannya saja .

Dan saat Zea hendak memasuki mobil . Zea juga hampir saja tertabrak sebuah mobil . Mobil itu parkir tak jauh dari mobil Zea . Mobil itu berkelok seakan supir dari mobil itu baru belajar mengendarai mobil .

" Maaf kan aku . Aku belum begitu fasih mengendarai mobil " ucap Seorang wanita muda .

Zea hanya tersenyum dan mengangguk .

Dua kejadian yang hampir sama . Tidak mungkin jika ini hanya sebuah kebetulan. Zea semakin yakin jika ini adalah kesengajaan . Zea segera masuk ke dalam mobil dan memilih untuk pulang .

Sesampainya di rumah . Zea tidak bercerita kepada Mama dan Papa Zea . Zea masih mencoba berpikir itu kebetulan . Selama ini Zea juga tidak merasa memiliki musuh . Jadi Zea masih mencoba berpikir positif . Meskipun pikiran Zea berkata berbeda .

Zea mandi dan juga memilih rebahan di kamar . Ada pesan masuk untuknya .

" Ibu ingin bertemu dengan mu " isi pesan dari Arron .

" Aku tidak mau " balas Zea .

" Aku sudah di bawah " ucap Arron .

Zea lalu bangkit dari tidurnya . Tidak mungkin Arron datang ke rumahnya . Padahal Arron belum pernah datang ke rumah Zea .

Zea kembali merebahkan tubuhnya. Zea sama sekali tidak mempercayai Arron . Tapi pria itu memang penuh kejutan .

" Non ada tamu " panggil Simbok .

Zea lalu duduk di pinggir ranjangnya . Pikiran Zea kembali kepada ucapan Arron baru saja .

 "Tidak mungkin kan . Jika tamu yang di maksud Simbok itu dia " gumam Zea .

" Untuk apa juga pria itu datang ke sini " ucap Ze lagi .

Zea memilih turun untuk memastikan . Meskipun Zea ragu . Karena Arron adalah pria yang nekat . Zea takut jika Papanya akan memarahinya . Dan juga berpikir jika perceraiannya dengan Billy . Karena Zea bersama dengan Arron . Zea bergelut dengan pikiran Zea . Dan ...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!