Tapi aku mau ..

" Tapi aku mau " teriak Zea

Zea saat itu di antar pulang oleh Kikan . Namun ternyata saat Zea pulang Zea mendengar keributan di lantai atas . Zea sengaja tidak naik dan mendengarkan bersama Kikan . Kikan yang awalnya mau pulang juga mengurungkan niatnya . Kikan takut Zea akan kenapa-napa . Kikan tahu dari percakapan itu . Ibu mertua Zea tidak menyukainya .

" Apa yang kamu katakan Zea ?" ucap Billy tak percaya .

" Aku mau kita bercerai Billy . Aku rasa ibumu benar . Kamu harus tanggung jawab atas darah daging mu " ucap Zea menahan tangisnya .

Dada Zea terasa sesak menahan tangis nya . Zea tidak ingin menangis di hadapan mertuanya . Mertuanya akan merasa senang jika Zea tersakiti .

Kikan mendekati Zea dan merangkul Zea . Untuk memberi kekuatan kepada Zea .

" Aku bisa meminta Sarah untuk menggugurkannya Zea . Kita bisa mulai dari awal Zea . Aku mencintaimu Zea . Aku tidak ingin kita berpisah Zea . Aku khilaf . Aku minta maaf Zea " ucap Billy berjalan mendekati Zea .

" Kamu gila Billy " teriak Ibu Billy

Zea tersenyum miris . Bisa-bisanya anaknya sudah memiliki istri tapi di dukung untuk berselingkuh .

" Kamu akan memiliki anak Billy . Itu darah dagingmu . Ibu tidak setuju jika kamu menggugurkan anak itu . Kamu bisa menikahi wanita itu Billy " ucap Ibu mertua Billy .

" Silahkan nikahi dia . Dan ceraikan aku " ucap Zea .

Zea meninggalkan rumah itu . Zea tidak ingin lagi berdebat . Apalagi ada seorang janin yang tidak bersalah . Zea lebih baik mengalah daripada harus menjadi pembunuh .

" Jangan pergi Zea . Aku tidak mau bercerai Zea " teriak Billy mengejar Zea .

" Biarkan saja Billy . Kamu harus bertanggung jawab atas anak itu . Kalau dia mau berpisah tidak apa-apa " ucap Ibu Billy .

" Ibu bisa pulang sekarang . Aku ingin sendiri " ucap Billy masuk ke dalam rumah dan mengunci pintunya .

Ibu Billy memilih untuk pergi . Setidaknya Zea memilih untuk bercerai dari putranya .

Zea meneteskan air matanya . Zea kali ini benar-benar rapuh . Orang yang selama ini Zea percaya . Ternyata telah melukainya . Zea sudah rela meninggalkan rumah dan juga kedua orang tuanya . Tapi Zea salah . Pria itu ternyata bukan pilihan yang tepat .

" Kamu itu cantik Zea . Kamu baik , kamu tidak berhak menangisi pria seperti itu " ucap Kikan .

" Aku hanya menyesali pilihan ku Kikan " ucap Zea.

" Semua sudah berlalu . Sekarang kamu harus kuat untuk masa depan mu " ucap Kikan .

" Ya . Aku tahu " ucap Zea .

Pagi hari Zea sudah bersiap untuk bekerja . Zea merubah penampilannya yang biasanya rambut Zea di ikat . Kali ini Zea biarkan terurai dengan indah . Zea juga menggunakan hillsnya . Di padukan blouse dan juga rok span .

" Waw waw waw . Ini baru Zea yang aku kenal " ucap Kikan .

" Kamu ini . Aku akan berangkat bekerja " ucap Zea .

" Ya hati-hati " ucap Kikan sedikit berteriak .

Zea turun dari mobilnya . Semua mata tertuju padanya . Penampilan Zea yang bisa di bilang seperti itu saja . Kini sudah tidak lagi . Kecantikan yang selama ini Zea sembunyikan di balik kesederhanaannya . Atas permintaan Billy yang meminta Zea untuk apa adanya . Karena hidup mereka saat itu masih di katakan kurang . Fasilitas dari kedua orang tua Zea juga sudah di tahan Papa Zea .

Hingga Zea memutuskan untuk bekerja . Billy juga meminta Zea untuk bekerja di perusahaan yang sama . Dan tentu saja Billy tidak ingin Zea menjadi pusat perhatian . Billy tidak akan rela kecantikan Zea banyak yang menikmati .

" Bu Zea , iya Bu Zea " ucap Rere tak percaya saat bertemu Zea .

" Kamu ini kenapa sih Re ? Apa ada yang salah dengan penampilanku ?" tanya Zea memperhatikan penampilannya .

" No . You are so beautiful " ucap Rere .

" Terima kasih " ucap Zea .

" Ini karyawan baru ya " ucap Dito yang juga baru bergabung .

Plak

" Kamu ini apaan sih Re . Main pukul saja .KDRT ini namanya " ucap Dito .

" Ini Bu Zea " ucap Rere .

" Omg . Bu Zea , ibu cantik sangat cantik " ucap Dito dengan gaya kemayunya .

" Sudah , ayo kerja . Nanti kalau kita keterusan ngerumpi. Bisa di beri surat cinta berjamaah " ucap Zea .

Mereka lalu mengikuti langkah Zea .

" Ibu tahu nggak sekarang CEO yang asli ada di sini " ucap Rere .

" Ada yang palsu Re ?" tanya Zea dengan jari lentiknya menekan keyboard laptopnya .

" Kan selama perusahaan ini berdiri . Pak Bos nggak pernah terlihat . Dan parahnya lagi . Pemiliknya ganteng banget Buk " ucap Rere bersemangat .

" Kamu sudah lihat orangnya? " tanya Zea

" Sudah di HP " ucap Rere membuka ponselnya .

Gambar Arron di jadikan Rere sebagai wallpaper ponselnya .

" Kamu jadikan gambar utama ?" tanya Zea tak percaya .

Rere mengangguk semangat .

" Padahal dia tidak seperti yang kamu bayangkan " ucap Zea lirih .

" Apa buk ?" tanya Rere .

" Tidak ada . Bekerjalah atau kamu masih ingin mengobrol ?" tanta Zea

" Hehe , tidak bu . Permisi " ucap Rere.

Hari ini pertama kalinya Arron pergi perusahaannya . Perusahaan yang dia dirikan melalui Kevin .

Arron turun dari mobilnya . Arron menggunakan pakaian casual tapi rapi . Hanya celana jeans dan kemeja putih . Atas tidak di kancing . Para petinggi perusahaan di buat kalang kabut dengan kedatangan Arron yang Mendadak .Mereka hanya mendapat info dari group bagian masing-masing .

Kevin saja di buat kesal oleh Arron . Datang tanpa memberitahu dirinya .

Zea juga ikut menyambut kedatangan Arron .

Billy terpana melihat penampilan Zea . Kini Zea benar-benar berubah . Tidak hanya sikapnya . Zea juga merubah penampilannya . Billy tidak suka itu .

Arron berjalan semakin dekat dengan Zea . Arron berhenti di depan Zea . Lalu menunduk di depan Zea .

Zea terkejut dengan tindakan Arron . Pria ini selalu bertindak berlebihan . Zea takut jika akan ada gosip beredar tentang dirinya .

" Ini milikmu ?" tanya Arron kepada Zea .

" Iya Pak " ucap Zea menatap Arron yang lebih tinggi darinya .

Zea sedikit merasa lega . Ternyata Arron mengambil bolpoin yang jatuh di depannya .

Arron lalu memberikannya kepada Zea . Tatapan Arron kepada Zea .Billy tahu jika Arron kagum kepada Zea .

Billy mencoba menahan kekesalannya . Sarah mengusap lengan Billy . Namun Billy menghempasnya .

Setelah penyambutan dadakan Arron . Mereka kembali ke bagian masing-masing . Zea lalu di hampiri oleh rekannya . Terlebih wanita , mereka merasa iri dengan Zea . Ketampanan Arron memang tidak di ragukan lagi .

" Coba aku yang di posisi bu Zea . Pasti aku sudah pingsan " ucap Rere .

" Untung bukan kamu . Jadi kamu nggak jadi pingsan deh " cibir Dito .

" Dito cemburu Rere " ucap Zea

" Nggak ada ya bu " ucap Rere .

" Kalau iya gimana ?" tanya Dito .

" Ada yang mau jadian ini aroma-aromanya " gurau Zea .

" Dito jangan bikin gosip ya " ucap Rere memukul lengan Dito .

" Sudah nanti di lanjut . Takutnya nanti bos baru keliling " ucap Zea .

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!