Aruna

Zea membereskan pekerjaannya . Zea akan bertemu dengan pengacaranya . Dan Zea juga akan menghadiri sidang . Zea tidak peduli Billy mau bercerai atau tidak . Zea sudah terlanjur kecewa dengan sikap Billy .

" Re , kamu mau bareng tidak ?" tanya Zea .

" Hari ini Rere mau mampir ke toko kue bu . Pesenan Mama " ucap Rere .

" Ya sudah saya pulang dulu ya " ucap Zea .

" Iya bu , hati-hati " ucap Rere melambaikan tangannya .

Mereka cukup akrab . Bahkan seperti kakak beradik . Tak jarang keakraban itu membuat iri . Dan ingin memiliki atasan seperti Zea .

Zea keluar dari lift dan saat itu bersamaan dengan seorang gadis yang hendak berlari ke arah lift . Sehingga gadis itu menabrak Zea . Dia berlari karena mengejar lift, pintu lift saat itu hendak tertutup .

Bruk

Zea hampir terjatuh . Namun Arron berhasil menangkap Zea .

Gadis itu meringis melihat Zea yang hampir jatuh karenanya .

" Maafkan aku kak . Aku tidak sengaja " ucap Aruna sungguh-sungguh .

Zea segera bangkit dari dekapan Arron . Pria jangkung itu menatap Aruna tajam .

Aruna menatap Arron dengan senyuman licik . Tidak biasanya Arron mau membantu orang lain . Bahkan rasa kepedulian Arron mungkin sudah hilang . Tapi kali ini dengan sigap Arron menolong Zea .

" Aku tidak apa-apa . Apa kamu tidak apa-apa ? " tanya Zea dengan lembut .

" Tidak kak . Maaf ya kak sekali lagi . Semua gara-gara seseorang yang membuat ku terburu-buru . Padahal aku baru selesai kuliah " ucap Aruna menatap sinis Arron .

Arron tak menggubris Aruna .

" Baiklah . Aku duluan ya . Lain kali hati-hati " ucap Zea tersenyum manis .

" Oke kak " Aruna melambaikan tangannya .

Zea tidak berterima kasih atau menghiraukan Arron . Zea pergi begitu saja . Beruntung tidak ada yang melihatnya .

" Apa mata mu bermasalah ?" tanya Arron .

" Sadis " ucap Aruna seraya menyerahkan Map di tangannya .

Aruna lalu berbalik badan .

" Kakak itu cantik ya " ucap Aruna menghadap Arron .

" Pulanglah " ucap Arron .

" Tunggu dulu . Enak saja kakak memintaku untuk pulang begitu saja . Apa kakak lupa dengan janji kakak ?" ucap Aruna dengan berkacak pinggang .

" Apa ? Aku tidak mengatakan apapun " ucap Arron .

" Ck . Dasar belum tua tapi pikun "ucap Aruna lalu memberikan isi pesan dari Arron untuknya .

" Sudah aku kirim " ucap Arron sebelum membaca ulang pesannya .

" Begitu dong dari tadi . Aku tidak perlu capek-capek membuka ulang pesan mu . Membuang waktu saja . Kalau begitu tambah 100 juta " ucap Aruna .

" Apa otakmu hanya berisi uang ?" ucap Arron .

" Punya kakak banyak uang kenapa tidak di gunakan " ucap Aruna .

" Sudah pergilah . Atau aku akan meminta satpam menyeret mu keluar " ucap Arron

" Dasar tukang mengancam " ucap Aruna lalu melambaikan tangannya .

Zea saat itu mengendarai mobilnya . Namun mobil Zea tiba-tiba saja mogok .

" Kenapa harus mogok di saat penting begini " ucap Zea .

Zea lalu keluar melihat mobilnya . Zea ingin meninggalkan mobilnya saja . Lalu Zea akan naik taksi .

Aruna yang saat itu juga melalui jalan yang sama dengan Zea . Tak sengaja melihat Zea . Aruna segera meminta supir taksi yang dia tumpangi untuk berhenti .

" Pak berhenti " ucap Aruna .

Taksi itu berhenti tepat di depan Zea .

Zea memundurkan tubuhnya . Takut jika ada yang bertindak macam-macam .

" Kakak yang tadi di kantorkan ?" ucap Aruna .

" Iya . Kamu kenapa berhenti ?' tanya Zea .

" Aku lihat kakak ada di sini . Jadi aku berhenti " ucap Aruna .

" Kakak kenapa ? Mobilnya rusak ?" tanya Aruna .

" Iya . Tiba-tiba mogok " ucap Zea .

" Kakak bareng saja sama aku . Mobilnya biar nanti bengkel yang ambil . Kebetulan mobil aku juga di bengkel " ucap Aruna .

" Oh boleh " ucap Zea .

Zea merasa lega karena ada yang membantunya .

 " Kakak mau kemana ? " tanya Aruna .

" Aku mau ke restoran AZ " ucap Zea

" Oh ya sudah bareng aku saja " ucap Aruna tersenyum .

Mereka saling berbincang selama dalam perjalanan . Aruna menyukai Zea yang dewasa dan lembut .

" Seandainya aku memiliki kakak perempuan . Pasti aku lebih bahagia . Bisa belanja bareng . Ke salon bareng dan lain-lain " ucap Aruna .

" Kamu punya kakak ?" tanya Zea .

" Ya . Tapi dia sibuk . Dan kami jarang bertemu . Dan juga membosankan " ucap Aruna .

" Kakakmu bekerja ?" tanya Zea .

" Ya . Dia sibuk dengan ponsel dan laptopnya " ucap Aruna .

" Dia bekerja . Dia memiliki tanggung jawab untuk dirinya dan pekerjaannya . Jika memiliki waktu luang saat libur . Kalian bisa berlibur bersama " ucap Zea .

" Ck . Pria kaku itu hanya pergi bersama temannya . Suatu hari pernah aku membohonginya . Aku membutuhkan bantuannya . Di sebuah pusat perbelanjaan . Saat itu aku bersama teman-teman ku . Temanku berusaha menggoda kakak ku . Dan mulai saat itu kakakku tidak mau aku ajak pergi " ucap Aruna .

Zea tertawa mendengar cerita Aruna .

" Itu salahmu sendiri " ucap Zea .

" iya juga sih . Salah sendiri terlihat tampan .Tapi aku hanya ingin kakakku membayar tagihan belanjaan ku dan teman ku " ucap Aruna lesu .

" Berusahalah untuk membujuknya " ucap Zea .

Aruna mengangguk .

" Sudah aku bayar ya . Terima kasih tumpangannya " ucap Zea .

" Aku saja kakak . Tapi terima kasih " ucap Aruna .

Zea sudah berjalan menjauh dari mobil Aruna .

Aruna yang saat itu sama tujuannya dengan Zea . Turun juga di restoran itu . Aruna bertemu dengan teman-temannya .

Meja Aruna dan juga Zea cukup dekat . Aruna melihat Zea bertemu dengan seorang pria . Tapi pembicaraan keduanya terlihat serius .

Setelah bertemu dengan pengacaranya . Zea lalu memutuskan untuk pulang .

Aruna lupa meminta nomor ponsel Zea. Aruna berusaha mengejar Zea . Namun Zea sudah terlanjur masuk kedalam taksi .

" Aduh bagaimana ini " ucap Aruna .

" Aku rasa kakak itu bekerja di perusahaan kakak . Besok aku akan mencarinya . Bahkan sudah mengobrol di mobil . Kami belum berkenalan . Ais lucu sekali hidupku " ucap Aruna .

Setelah berada di rumah . Zea membersihkan dirinya . Kikan juga sedang berada di rumah Zea . Kikan menyiapkan makan malam untuk mereka berdua .

" Tadi aku sudah mengisi kulkas kosong mu itu . Kamu pasti terlalu sibuk . Sehingga lupa mengisinya " ucap Kikan .

" Aku belum sempat . Terima kasih kalau begitu " ucap Zea menyendokkan makanannya .

" Aku merindukan masakan mu " ucap Zea .

" Anda terlalu memuji " ucap Kikan .

" Besok aku ijin dari dulu . Aku akan pergi ke pengadilan . Aku tidak peduli Billy mau berpisah atau tidak . Apalagi kabar kehamilan wanita itu semakin santer terdengar " ucap Zea .

" Kamu bisa melewatinya . Kamu masih punya aku dan kedua orang tuamu " ucap Kikan .

" Aku tidak merasa mereka ad untukku Kikan. Aku sangat menyesal tidak menuruti mereka " ucap Zea .

" Semua hanya bagian dari cerita hidup Zea . Kita tidak pernah meminta di beri ujian . Tapi kita harus siap menjalaninya " ucap Kikan .

" Ya . Aku harus bisa melewatinya " ucap Zea .

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!