" Billy " teriak Zea.
Billy tersentak mendengar teriakan Zea .Gadis yang berada dalam pelukan Billy tersenyum licik. Sedah lama dia bersabar dan menantikan hari ini tiba .
" Aku tidak menyangka kamu melakukan hal sehina ini " ucap Zea lalu meninggalkan Billy .
Billy segera merapikan pakaiannya . Dua kancing kemeja atas Billy sudah terbuka oleh sekretarisnya .
" Aku harus mengejarnya . Maafkan aku . Aku akan menghubungi mu setelah semuanya selesai " ucap Billy kepada sekretarisnya .
Zea melajukan mobilnya menuju rumah yang dia huni bersama Billy . Pernikahan mereka memang sudah berjalan dua tahun . Namun mereka belum juga di karuniai seorang anak . Ibu Billy selalu saja mendesak Billy untuk segera mendapatkan momongan . Dan tak jarang kata-kata kasar dan sindiran pedas sering Zea dapatkan .
Air mata Zea menetes dengan sendirinya . Zea sudah rela meninggalkan keluarganya hanya untuk menikah dengan Billy . Namun balasan yang dia dapat sebuah penghianatan .
Sesampainya di rumah Zea mengunci dirinya di kamar .
Billy yang baru saja sampai di rumah . Berlari menuju kamar yang mereka tinggali .
" Zea , aku bisa jelaskan " teriak Billy dari luar .
" Pergilah Billy . Aku hanya ingin sendiri " ucap Zea .
Billy laku meninggalkan Zea sendiri . Percuma dia memaksa Zea . Zea juga tidak akan mau untuk menemuinya .
Billy memutuskan untuk ke kamar tamu .
Drt drt drt
" Ada apa sarah ?" tanya Billy kepada sekretarisnya .
" Aku tidak bisa pulang Billy . Kunciku tertinggal di kantor . Sedangkan kunci cadangannya kamu yang bawa " ucap Sarah .
" Aku akan ke sana " ucap Billy .
Sebelum pergi Billy menatap lama pintu kamar dimana Zea berada . Billy juga lebih dulu berpesan kepada bibi jika dia pergi sebentar .
Pagi harinya , Zea masih berada di kamar . Rasanya malas untuk pergi ke kantor . Zea bekerja di perusahaan yang sama seperti Billy . Sebenarnya Zea merupakan keluarga yang sangat mampu . Namun Zea di usir oleh Papanya . Karena lebih memilih Billy .
Zea dan Billy memulai semuanya dari awal . Awalnya semuanya berjalan dengan baik . Layaknya pasangan yang saling mencintai . Hubungan Zea dan Billy juga cukup lama keduanya pacaran sejak di bangku kuliah . Tapi pernikahan mereka belum di beri keturunan .Sedangkan Orang tua Billy ingin segera menggendong cucu .
Zea turun untuk membuat sarapan seperti biasa .
" Non mau bikin sarapan ?" tanya simbok .
" Iya mbok " jawab Zea membuat nasi goreng seafood kesukaannya .
Zea tidak menanyakan tentang Billy . Dan membuat Simbok bingung . Antara harus bilang atau diam saja . Simbok tahu jika keduanya mungkin sedang ada masalah . Pasangan muda ini tidak pernah bertengkar . Meskipun Ibu mertua Zea selalu menuntut .
" Simbok ada apa ? Sakit ?" tanya Zea .
Simbok adalah asisten rumah tangga di rumah orang tua Zea . Simbok di minta Mamanya Zea untuk mengawasi Zea . Meskipun Mama Zea tidak menyukai Billy . Tapi Mama Zea tidak tega membiarkan putri semata wayangnya kesusahan .
" Tidak non , itu anu . Tapi simbok mau ngomong takut salah " ucap Simbok ragu .
" Bilang aja mbok nggak papa " jawab Zea .
" Semalam den Billy pergi setelah menerima telepon . Kelihatannya serius " ucap Simbok .
" Ya sudah mbok biarin " ucap Zea .
" Tapi sepertinya den Billy tidak pulang tadi malam " ucap Simbok lagi.
Zea menghentikan aktifitasnya . Lalu melanjutkan lagi aktifitasnya .
Zea lalu memakan sarapannya . Dan berangkat ke kantor tempat Zea dan Billy bekerja . Tak lupa juga Zea menyiapkan bekal untuk dirinya .
Zea berangkat dengan mobilnya . Meskipun mobil yang Zea pakai bukan mobil bagus . Tapi Zea tetap bersyukur .
Sesampainya di kantor Zea lalu menuju meja kerjanya . Sebagai manager perusahaan Zea selalu datang tepat waktu . Dan berusaha datang lebih dulu dari rekan kerjanya .
" Selamat pagi bu Zea " sapa Dito dan Rere .
" Pagi semua " ucap Zea .
Meskipun Zea adalah atasan mereka . Zea selalu menganggap rekan kerjanya itu juga teman .
" Bawa bekal apa kamu Dito ?" tanya Zea .
" Saya bawa nasi , ayam goreng sambal terasi dan tak lupa lalapan " ucap Dito .
" Kamu Re?" tanya Zea .
" Saya diet bu , soalnya naik empat kilo kemaren nimbang " jelas Rere cemberut .
" Jangan diet Re, badan kamu itu sudah pas . Kalau diet kamu jelek nanti " ucap Zea .
" Bu Zea bisa aja . Mau punya body seperti ibu " ucap Rere .
" Ya elah gitar spanyol mau di samain sama ukulele " ucap Dito
" Buu" rengek Rere .
" Sudah kerja . Nanti ketahuan pak Kevin kalian kena SP lagi " ucap Zea .
Zea bekerja seperti biasanya . Zea sangan pandai menyembunyikan perasaannya .
Namun datang Pak Kevin . Menanyakan keberadaan Billy .
" Zea " panggil Pak Kevin .
Zea segera berdiri dan meminta pak Kevin duduk . Zea berpikir jika dirinya mendapat masalah . Dan mendapat teguran dari atasannya .
" Ada yang bisa saya bantu Pak ?" tanya Zea .
" Billy ada dimana ? Dia kan suami mu . Meskipun di kantor kalian harus profesional " tanya Pak Kevin .
Zea mengerutkan keningnya . Hati Zea semakin hancur di buat oleh Billy . Semalam Billy sudah tidak pulang kerumah . Dan sekarang Billy tidak memberi kabar ke kantor.
" Maaf Pak , apa Sekretaris Pak Billy juga tidak ada ?" tanya Zea dengan suara sedikit bergetar .
" Ya tidak ada . Apa mereka meeting di luar . Tapi mereka tidak memberi kabar ke perusahaan "ucap Kevin .
Zea hanya diam tidak menanggapi . Perasaan Zea sudah terlanjur di buat hancur oleh Billy .
" Baiklah Zea , jika ada kabar dari Billy tolong kabari saya ya . Dan tolong mereka suruh ke ruangan saya " ucap Pak Kevin .
" Baik Pak " jawab Zea .
Zea kembali melakukan pekerjaannya. Meskipun pikiran Zea sedang bergelut dengan batinnya .
Setelah beberapa saat kepergian Pak Kevin . Billy dan Sarah baru saja tiba di kantor . Pak Kevin yang melihat itu segera memanggil keduanya .
Namun Billy mengatakan jika mereka sedang bertemu klien . Sehingga mereka memutuskan untuk meeting terlebih dahulu. Dari pada garus bolak-balik .
Berita itu sudah sampai ke telinga Zea . Ada perasaan lega . Namun juga ada perasaan tak karuan .
" Nanti setelah pulang kerja kita bicara " isi pesan Billy kepada Zea .
Zea hanya membacanya . Namun tidak ada niatan untuk membalasnya .
Benar saja Billy menunggu Zea di
lobi. Zea yang saat itu keluar dengan Rere dan Dito . Tetap berusaha profesional . Tidak ingin menjadi bahan Perbincangan .
" Cie , yang di tunggu pujaan hati " goda Rere .
" Kamu pengen ya ?" goda Dito .
" Enggak lah ya . Ntar kalau pak Kevin lamar gue jangan sujud di kaki gue lo ya ngemis kerjaan " ucap Rere .
" Siapa tahu kalau kalian berjodoh bagaimana ?" tanya Zea .
" Amit-amit" teriak Rere dan Dito .
" Sudah ya saya pulang dulu . Kalian pulang hati-hati " ucap Zea .
" Siap bu , mari pak
Bil " ucap keduanya .
Zea tetap masuk ke dalam mobil Billy .
" Turunkan Aku di depan sana " tegas Zea .
" Kita bicara di rumah . Aku akan menjelaskan semuanya " ucap Zaki .
" Kalau kamu tidak mau berhenti . Aku akan melompat " ucap Zea datar .
Zea mengendarai taksi untuk pulang ke rumahnya . Billy menuruti permintaan Zea .
" Kita bertemu di rumah " ucap Billy.
Ada bau parfum milik wanita lain di mobil Billy . Membuat Zea mual berlama-lama di mobil Billy .
Sesampainya di rumah . Billy menunggu Zea di teras rumah mereka. Zea lalu masuk ke dalam rumah tanpa peduli ada Billy di sana .
" Sayang bisa kita bicara sebentar " ucap Billy .
" Apa kamu berselingkuh mau meminta ijin ku terlebih dahulu ?" tanya Zea .
" Tidak Zea , aku minta maaf . Aku khilaf Sayang . Aku terbujuk rayuan wanita itu " ucap Billy .
" Terbujuk hingga kamu tidak pulang semalaman Billy . Apa itu yang di namakan khilaf ?" tanya Zea menatap dalam nata Billy .
Mata yang dulu selalu memandang Zea dengan penuh cinta . Rasanya cinta itu sudah tidak ada padanya lagi .
Billy tidak bisa berkata lagi . Semalam memang dia pergi dari rumah . Namun tidak tidur di tempat Sarah .
" Kenapa ? Aku memang belum bisa memberimu keturunan Billy . Tapi apakah begini cara mu ? Ceraikan aku Billy . Jika kamu sudah tidak menginginkan ku . Jangan mendua cinta . Aku tidak pernah memaafkannya " ucap Zea .
" Kamu ini baru pulang kerja sudah memarahi suami mu . Seharusnya kamu itu menyeduhkan minuman untuk suami mu " ucapan Ibu Billy tiba-tiba dari dalam dapur .
Billy tersentak dengan kedatangan ibunya yang tiba-tiba . Zea sudah biasa melihat ibunya yang tiba-tiba berada di rumahnya .
Zea kali ini tidak peduli lagi dengan perkataan ibu mertuanya . Zea lebih memilih untuk ke kamar .
Billy membiarkan saja Zea untuk ke kamarnya . Billy tudak ingin jika Ibunya mendengar pertengkaran mereka .
" Ibu , kapan Ibu datang ?"tanya Billy menghampiri Ibunya .
" Lihat istrimu . Dia pulang kerja mengomeli mu seperri itu . Sekarang malah pergi ke kamar . Tidak menghampiri Ibu . Dasar wanita tidak punya sopan santun " ucap Ibu Billy .
" Zea lelah bu . Biarkan dia istirahat dulu " ucap Billy .
" Kamu itu selalu saja membela istri mu itu . Besok kita pergi ke dokter kandungan . Apa ada masalah pada istri mu . Ibu ingin segera mendapat cucu . Siapa tahu istri mu itu mandul . Jika kita tidak memeriksakannya ke dokter . Kamu bisa menikah lagi atau bercerai dengannya . Ibu tidak mau memiliki mantu yang mandul " ucap Ibu Billy berbicara panjang lebar .
Zea yang baru saja akan turun untuk menyapa ibu mertuanya . Zea urungkan setelah mendengar ucapan ibu mertuanya . Air mata Zea luruh begitu saja . Sedari dulu Ibu mertua Zea tidak pernah menyukai Zea .
Dulu mungkin Zea akan cuek . Tapi Tapi suami yang Zea cintai ikut melukainya . Seorang yang Zea jadikan bahu untuk bersandar . Seseorang yang Zea gunakan untuk mengadu . Namun sekarang Billy sudah bukan Billy yang dulu .
Zea kali ini bangun lebih pagi . Zea memilih untuk joging di taman dekat rumahnya . Zea ingin melepaskan beban yang dia rasakan .
Tapi Zea lebih dulu menyiapkan sarapan untuk mertuanya . Zea tidak ingin lagi mendengar sindiran pedas dari ibu mertuanya .
Zea duduk sebentar dengan sebuah botol minuman . Pandangan Zea menerawang jauh . Apa yang harus Zea lakukan . Rasanya Zea sudah tidak tahu arah jalan untuk pulang .
Zea menggenggam erat botol itu hingga tak beraturan .
" Aku tidak akan menangis lagi " ucap Zea menguatkan dirinya sendiri .
Zea lalu melempar botol yang sudah remuk itu ke tempat sampah yang lumayan jauh darinya . Berharap botol itu busa masuk dengan lemparan Zea .
Bugh
Zea menutup mulutnya . Botol yang Zea lempar mengenai orang yang sedang berlari .
Pria itu berhenti lalu membuka penutup kepalanya . Menatap sekeliling taman mencari siapa yang telah melemparnya . Pandangan pria itu tertuju pada Zea yang juga tengah berdiri dan menatapnya . Zea nyengir kuda dan membungkuk meminta maaf .
Pria itu berjalan mendekati Zea . Pria dengan perawakan tegap dan tegas . Rahang yang kuat dan tatapan yang tajam . Membuat Zea menciut .
" Apa kamu mencoba untuk meraya ku ? " tanya pria itu .
Zea mengerutkan keningnya .
" Aku sudah bersuami . Untuk apa aku menggoda mu " ucap Zea jujur .
" Dasar pembohong . Aku sudah terbiasa dengan trik murahan seperti ini " ucap Pria itu .
" Jangan terlalu besar kepala Tuan . Jangan samakan aku dengan wanita pemuja mu itu " Zea lalu pergi .
" Oh ya aku minta maaf . Aku tidak sengaja melempar botol itu . Aku ingin membuang botol itu ke tempat sampah . Mungkin botol itu mengira kamu tempatnya " ucap Zea yang sudah terlanjur kesal .
" Tampan sih tapi tidak punya etika " ucap Zea .
Pria itu memandang Zea dati jauh . Dia justru tersenyum tipis mendengar ucapan Zea .
" Ayo pulang . Aku sudah lelah berkeliling di sini . Masih banyak pekerjaan yang menungguku " ucap seorang pria yang tak lain sahabat dari pria itu .
Pria itu masih terbayang wajah cantik Zea . Dan juga ucapan Zea yang mengganggunya . Tidak ada wanita yang mengumpatnya . Kali ini seorang Arron Zalano merasakan umpatan dari seorang gadis .
" Sedari tadi kau terus tersenyum. Apa kau sudah mulai gila ?" tanya teman Arron .
" Apa kamu mau ku pecat ?" tanya Arron .
" Ck . Dasar pria kaku " cibir temannya .
Arron lalu pulang ke kediaman orang tuanya . Rumah yang sudah cukup lama dia tinggalkan . Arron memilih belajar dan berbisnis di luar negeri .
Tapi kali ini kedua orang tua Arron memintanya untuk pulang . Dengan alasan Jack sakit .
" Apa kau hanya akan pulang jika mendengar anjing kesayangan mu ini mati Arron ?" tanya Ibu Arron .
" Ibu jangan terlalu berlebihan " ucap Arron lalu memeluk ibunya .
Ibu Amora lalu membalas pelukan putranya . Putra yang sangat dia rindukan .
" Kenapa ibu selalu mengomel . Ibu bisa saja pergi menemui ku " ucap Arron .
" Untuk apa ibu menemui mu . Kau anakku . Ya kau yang seharusnya menemui ku . Aku sudah melahirkan mu dan merawat mu . Apa ini balasan mu ?" tanya Ibu Amora
" Apa ibu tidak memasak sesuatu untuk ku ?" tanya Arron mengalihkan pembicaraan.
" Apa kau tidak menanyakan kabar Ayah mu ?" tanya Ayah Abraham .
" Sudahlah yah , jangan mengikuti jejak ibu " ucap Arron lalu memeluk sang Ayah .
Ayah Abraham tertawa mendengar ucapan Arron . Arron sangat tidak suka mendapat omelan dari ibunya .
" Mari kita makan bersama . Ibu mu sudah menyiapkan makanan kesukaanmu " Ayah Abraham merangkul Arron yang lebih tinggi darinya .
Arron lalu mengikuti langkah kaki ayahnya .
" Selamat pagi semua " teriak seorang gadis dari atas tangga .
" Selamat pagi kakak " teriak Aruna Zalano , adik Arron .
" Sudah lepaskan pelukan mu . Aku mau makan " ucap Arron .
" Kakak tidak merindukkan ku ibu " adu Aruna .
" Cukup Aruna . Ayo segera duduk dan makan " ucap Ibu Amora yang sangat langka . Biasanya dia akan mengikuti drama dari putrinya . Arron tersenyum kecil .
Zea pulang ke rumah agak siang . Dia memilih mampir untuk membeli sayur sekalian . Karena stok di rumah sudah kosong .
Zea memang terbiasa melakukan hal sendiri . Meskipun Zea berasal dari keluarga berada . Namun Zea bukan gadis manja .
Simbok juga terkadang di ajak Zea untuk berbelanja bersamanya . Simbok lebih ahli dalam menawar belanjaan di pasar . Bahkan sebenarnya tidak menawar Zea selalu dapat diskon karena parasnya yang ayu . Tak jarang pedagang di pasar menjodohkan Zea dengan anak mereka . Hal itu menjadi keseruan sendiri bagi Zea .
Zea sudah sampai di rumahnya . Mertua Zea duduk di depan rumah begitu juga dengan Billy .
" Darimana saja kamu Zea ? jadi istri pagi-pagi sudah keluyuran " teriak Ibu mertua Zea .
Padahal saat itu Zea sedang menurunkan barang belanjaannya . Simbok dan Billy segera membantu Zea .
Zea biasanya dengan sopan menjawab ucapan ibu mertuanya . Tapi kali ini Zea memilih diam .
" Ibu, Zea habis dari pasar " ucap Billy .
" Ke pasar menggunakan baju seperti itu . Seperti wanita ..
" Apa yang setiap aku lakukan selalu salah di depan ibu . Sekalipun aku benar itu juga akan salah di pandangan ibu . Pernahkan ibu bertanya kepada anak ibu . Apakah dia sudah menjadi suami yang baik ? Sebelum ibu terlalu sering membicarakan kekurangan ku . Maka terlebih dahulu tanyakan semua itu kepada anak ibu " ucap Zea lalu masuk ke dalam rumah .
Simbok tersenyum mendengar ucapan Zea . Biasanya Zea akan mengalah dan sering menangis karena ucapan mertuanya . Tapi lali ini seperti bukan Zea yang dulu .
Billy mulai gusar mendengar ucapan Zea . Billy takut jika Zea memberitahukan kepada orangtuanya .
" Istri seperti itu yang kamu cari Billy . Tidak punya sopan santun " Ibu Billy semakin merasa kesal .
Zea menaruh barang belanjaannya di meja .
" Simbok tolong bantu bereskan ya . Zea mau mandi dulu . Bau " ucap Zea seraya mencium bau badannya .
" Non itu masih wangi . Beda sama simbok . Bau bawang " ucap Simbok .
" Mbok busa aja " ucap Zea tersenyum lebar
" Simbok seneng non Zea tidak cengeng lagi . Pasti ibu lega sekarang " ucap Simbok .
" Iya kalau Mama tahu " ucap Zea tersenyum lalu berlalu dari sana .
" Tahu non . Ibu selalu tahu apa yang non lakukan " gumam Simbok .
Mama Zea selalu memberi tahu Simbok untuk selalu melapor kepadanya . Kegiatan dan bagaimana keadaan Zea . Sebagai seorang ibu ,Mama Zea tidak akan tega membiarkan anaknya hidup kesusahan .
Sore harinya , seperti biasa Zea menyiapkan makan malam . Tapi kali ini Zea hanya memasak makanan sederhana . Uang yang diberikan Billy juga tidak seperti biasanya .
" Masak apa kamu ini ?" tanya Ibu mertua Zea .
" Telur balado sama oseng kangkung " ucap Zea .
" Cuma ini ?" tanya Ibu mertua Zea .
" Iya " jawab Zea .
" Kamu tidak belanja daging atau ayam " ucap ibu mertua Zea .
" Zea hanya belanja kebutuhan sesuai isi dompet bu . Masih banyak cicilan yang garus di bayarkan " ucap Zea .
" Paling juga kamu pakai sendiri untuk perawatan . Kamu itu kalau jadi istri jangan mentingin duri kamu sendiri . Jangan boros-boros . Kalau sudah bersuami . Utamakan isi perut suami . Pasti suami mu akan betah di dengan mu . Apalagi kalian belum di beri monongan " ucap ibu mertua Zea tak henti-hentinya .
" Ibu , Zea juga bekerja . Bahkan uang yang anak ibu berikan kepada ku . Untuk mengurus semua isi rumah ini tidak cukup bu . Ibu bisa tanyakan sendiri kepada anak ibu " ucap Zea lalu membersihkan dapur yang kotor .
" Kamu ini sekarang sudah berani menjawab ucapan ibu ya . Kamu selalu saja menyalahkan Billy . Kalian bekerja satu kantor tidak mungkin Billy berbuat yang tidak-tidak " ucap Ibu Billy .
" Kenapa ibu berkata seperti itu ? Apa aku tadi berkata kalau Billy seperri itu ? " tanya Zea sambil tersenyum .
" Sudah cukup ibu . Ibu terlalu memaksakan keinginan ibu kepada Zea . Tidak semua keinginan ibu harus Zea lakukan ibu . Kami bahagia dengan pernikahan kami . Untuk momongan kami tidak terlalu memikirkan itu . Aku mencintai Zea bu " ucap Billy .
Zea tersenyum mendengar ucapan Billy .
" Baiklah . Urus rumah tangga kalian . Ibu tidak akan ikut campur urusan kalian . Tapi ibu tetap mengharapkan kehadiran seorang cucu . Anak dalam rumah tangga itu penting Billy . Jika dia tidak bisa memberimu keturunan . Kamu bisa menikah lagi " ucap Ibu Zea .
" Baiklah . Silahkan lakukan kemauan ibu mu . Namun ceraikan aku terlebih dahulu " ucap Zea berlalu dari sana .
Billy meremas rambutnya dengan kasar . Ibunya benar-benar menambah masalahnya dengan Zea .
" Ibu aku minta maaf . Aku akan mengantar ibu pulang . Jika ibu ingin kesini maka aku akan menjemput ibu " ucap Billy dengan hati-hati .
" Ibu juga sudah tidak betah berada di rumah ini . Istrimu sangat keterlaluan terhadap ibu . Kamu juga selalu membelanya . Menikahlah lagi Billy jika perempuan itu tidak memberimu keturunan . Ibu dan Ayahmu sudah tua . Kami ingin merasakan menimang seorang cucu " ucap Ibu Billy .
" Ya ya . Aku akan mengantar ibu " ucap Billy .
" tidak kami pulang sendiri saja . Nanti istrimu kabur lagi " ucap Ibu Billy sinis .
Billy hanya menuruti ucapan ibunya . Billy tidak ingin terlalu lama berdebat . Bagaimana pun dia adalah ibunya .
Setelah kepulangan orang tua Billy . Billy menemui Zea di kamarnya .
" Zea kita perlu bicara " ucap Billy .
" Bicaralah " ucap Zea .
" Sebelumnya aku minta maaf atas paa yang ibu ku ucapakan Zea " ucap Billy
" Aku sudah tidak peduli dengan itu " ucap Zea acuh .
" Tapi aku rasa kita harus segera periksa kedokter Zea . Apa kamu ada masalah " ucap Billy hari-hati .
" Kenapa tidak kamu saja yang periksa . Aku sudah sering periksa . Dan kamu dengar sendiri aku baik-baik saja . Tidak ada masalah " ucap Zea
" Iya benar . Apa kita ganti dokter lain " tanya Billy .
" Tapi kali ini aku tidak mau . Karena kamu bukan Billy ku yang dulu " ucap Zea memandang jauh keluar jendela .
" Aku tetap Billy yang dulu Zea . Untuk yang waktu itu aku minta maaf Zea aku khilaf " ucap Billy memohon .
" Selingkuh tetap selingkuh Billy . Kalian sudah sering bersama . Jadi itulah resikonya " ucap Zea .
" Aku juga sadar aku belum bisa memberimu keturunan . Mungkin itu juga yang membuat mu berpaling " ucap Zea lalu memilih untuk tidur .
Billy menatap nanar tubuh istrinya yang sudah berbalut selimut tebal. Billy benar-benar menyesal dengan tindakannya . Tapi Sarah juga memberi Billy warna baru dalam hidupnya . Billy juga bahagia berada di dekat Sarah . Gadis muda yang memiliki ambisius yang tinggi . Seorang gadis yang bisa membuat hati Billy kembali merasakan perasaan 6 tahun lalu . Seperti perasaannya saat pertama kali bertemu Zea . Bukan berarti Billy tidak mencintai Zea . Billy sangat mencintai Zea .
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!