NovelToon NovelToon

Kuberi Cinta Kau Balas Dusta

Seperti tertampar belati

" Billy " teriak Zea.

Billy tersentak mendengar teriakan Zea .Gadis yang berada dalam pelukan Billy tersenyum licik. Sedah lama dia bersabar dan menantikan hari ini tiba .

" Aku tidak menyangka kamu melakukan hal sehina ini " ucap Zea lalu meninggalkan Billy .

Billy segera merapikan pakaiannya . Dua kancing kemeja atas Billy sudah terbuka oleh sekretarisnya .

" Aku harus mengejarnya . Maafkan aku . Aku akan menghubungi mu setelah semuanya selesai " ucap Billy kepada sekretarisnya .

Zea melajukan mobilnya menuju rumah yang dia huni bersama Billy . Pernikahan mereka memang sudah berjalan dua tahun . Namun mereka belum juga di karuniai seorang anak . Ibu Billy selalu saja mendesak Billy untuk segera mendapatkan momongan . Dan tak jarang kata-kata kasar dan sindiran pedas sering Zea dapatkan .

Air mata Zea menetes dengan sendirinya . Zea sudah rela meninggalkan keluarganya hanya untuk menikah dengan Billy . Namun balasan yang dia dapat sebuah penghianatan .

Sesampainya di rumah Zea mengunci dirinya di kamar .

Billy yang baru saja sampai di rumah . Berlari menuju kamar yang mereka tinggali .

" Zea , aku bisa jelaskan " teriak Billy dari luar .

" Pergilah Billy . Aku hanya ingin sendiri " ucap Zea .

Billy laku meninggalkan Zea sendiri . Percuma dia memaksa Zea . Zea juga tidak akan mau untuk menemuinya .

Billy memutuskan untuk ke kamar tamu .

Drt drt drt

" Ada apa sarah ?" tanya Billy kepada sekretarisnya .

" Aku tidak bisa pulang Billy . Kunciku tertinggal di kantor . Sedangkan kunci cadangannya kamu yang bawa " ucap Sarah .

" Aku akan ke sana " ucap Billy .

Sebelum pergi Billy menatap lama pintu kamar dimana Zea berada . Billy juga lebih dulu berpesan kepada bibi jika dia pergi sebentar .

Pagi harinya , Zea masih berada di kamar . Rasanya malas untuk pergi ke kantor . Zea bekerja di perusahaan yang sama seperti Billy . Sebenarnya Zea merupakan keluarga yang sangat mampu . Namun Zea di usir oleh Papanya . Karena lebih memilih Billy .

Zea dan Billy memulai semuanya dari awal . Awalnya semuanya berjalan dengan baik . Layaknya pasangan yang saling mencintai . Hubungan Zea dan Billy juga cukup lama keduanya pacaran sejak di bangku kuliah . Tapi pernikahan mereka belum di beri keturunan .Sedangkan Orang tua Billy ingin segera menggendong cucu .

Zea turun untuk membuat sarapan seperti biasa .

" Non mau bikin sarapan ?" tanya simbok .

" Iya mbok " jawab Zea membuat nasi goreng seafood kesukaannya .

Zea tidak menanyakan tentang Billy . Dan membuat Simbok bingung . Antara harus bilang atau diam saja . Simbok tahu jika keduanya mungkin sedang ada masalah . Pasangan muda ini tidak pernah bertengkar . Meskipun Ibu mertua Zea selalu menuntut .

" Simbok ada apa ? Sakit ?" tanya Zea .

Simbok adalah asisten rumah tangga di rumah orang tua Zea . Simbok di minta Mamanya Zea untuk mengawasi Zea . Meskipun Mama Zea tidak menyukai Billy . Tapi Mama Zea tidak tega membiarkan putri semata wayangnya kesusahan .

" Tidak non , itu anu . Tapi simbok mau ngomong takut salah " ucap Simbok ragu .

" Bilang aja mbok nggak papa " jawab Zea .

" Semalam den Billy pergi setelah menerima telepon . Kelihatannya serius " ucap Simbok .

" Ya sudah mbok biarin " ucap Zea .

" Tapi sepertinya den Billy tidak pulang tadi malam " ucap Simbok lagi.

Zea menghentikan aktifitasnya . Lalu melanjutkan lagi aktifitasnya .

Zea lalu memakan sarapannya . Dan berangkat ke kantor tempat Zea dan Billy bekerja . Tak lupa juga Zea menyiapkan bekal untuk dirinya .

Zea berangkat dengan mobilnya . Meskipun mobil yang Zea pakai bukan mobil bagus . Tapi Zea tetap bersyukur .

Sesampainya di kantor Zea lalu menuju meja kerjanya . Sebagai manager perusahaan Zea selalu datang tepat waktu . Dan berusaha datang lebih dulu dari rekan kerjanya .

" Selamat pagi bu Zea " sapa Dito dan Rere .

" Pagi semua " ucap Zea .

Meskipun Zea adalah atasan mereka . Zea selalu menganggap rekan kerjanya itu juga teman .

" Bawa bekal apa kamu Dito ?" tanya Zea .

" Saya bawa nasi , ayam goreng sambal terasi dan tak lupa lalapan " ucap Dito .

" Kamu Re?" tanya Zea .

" Saya diet bu , soalnya naik empat kilo kemaren nimbang " jelas Rere cemberut .

" Jangan diet Re, badan kamu itu sudah pas . Kalau diet kamu jelek nanti " ucap Zea .

" Bu Zea bisa aja . Mau punya body seperti ibu " ucap Rere .

" Ya elah gitar spanyol mau di samain sama ukulele " ucap Dito

" Buu" rengek Rere .

" Sudah kerja . Nanti ketahuan pak Kevin kalian kena SP lagi " ucap Zea .

Zea bekerja seperti biasanya . Zea sangan pandai menyembunyikan perasaannya .

Namun datang Pak Kevin . Menanyakan keberadaan Billy .

" Zea " panggil Pak Kevin .

Zea segera berdiri dan meminta pak Kevin duduk . Zea berpikir jika dirinya mendapat masalah . Dan mendapat teguran dari atasannya .

" Ada yang bisa saya bantu Pak ?" tanya Zea .

" Billy ada dimana ? Dia kan suami mu . Meskipun di kantor kalian harus profesional " tanya Pak Kevin .

Zea mengerutkan keningnya . Hati Zea semakin hancur di buat oleh Billy . Semalam Billy sudah tidak pulang kerumah . Dan sekarang Billy tidak memberi kabar ke kantor.

" Maaf Pak , apa Sekretaris Pak Billy juga tidak ada ?" tanya Zea dengan suara sedikit bergetar .

" Ya tidak ada . Apa mereka meeting di luar . Tapi mereka tidak memberi kabar ke perusahaan "ucap Kevin .

Zea hanya diam tidak menanggapi . Perasaan Zea sudah terlanjur di buat hancur oleh Billy .

" Baiklah Zea , jika ada kabar dari Billy tolong kabari saya ya . Dan tolong mereka suruh ke ruangan saya " ucap Pak Kevin .

" Baik Pak " jawab Zea .

Zea kembali melakukan pekerjaannya. Meskipun pikiran Zea sedang bergelut dengan batinnya .

Setelah beberapa saat kepergian Pak Kevin . Billy dan Sarah baru saja tiba di kantor . Pak Kevin yang melihat itu segera memanggil keduanya .

Namun Billy mengatakan jika mereka sedang bertemu klien . Sehingga mereka memutuskan untuk meeting terlebih dahulu. Dari pada garus bolak-balik .

Berita itu sudah sampai ke telinga Zea . Ada perasaan lega . Namun juga ada perasaan tak karuan .

" Nanti setelah pulang kerja kita bicara " isi pesan Billy kepada Zea .

Zea hanya membacanya . Namun tidak ada niatan untuk membalasnya .

Benar saja Billy menunggu Zea di

lobi. Zea yang saat itu keluar dengan Rere dan Dito . Tetap berusaha profesional . Tidak ingin menjadi bahan Perbincangan .

" Cie , yang di tunggu pujaan hati " goda Rere .

" Kamu pengen ya ?" goda Dito .

" Enggak lah ya . Ntar kalau pak Kevin lamar gue jangan sujud di kaki gue lo ya ngemis kerjaan " ucap Rere .

" Siapa tahu kalau kalian berjodoh bagaimana ?" tanya Zea .

" Amit-amit" teriak Rere dan Dito .

" Sudah ya saya pulang dulu . Kalian pulang hati-hati " ucap Zea .

" Siap bu , mari pak

Bil " ucap keduanya .

Zea tetap masuk ke dalam mobil Billy .

" Turunkan Aku di depan sana " tegas Zea .

" Kita bicara di rumah . Aku akan menjelaskan semuanya " ucap Zaki .

" Kalau kamu tidak mau berhenti . Aku akan melompat " ucap Zea datar .

Botol dan tempat sampah

Zea mengendarai taksi untuk pulang ke rumahnya . Billy menuruti permintaan Zea .

" Kita bertemu di rumah " ucap Billy.

Ada bau parfum milik wanita lain di mobil Billy . Membuat Zea mual berlama-lama di mobil Billy .

Sesampainya di rumah . Billy menunggu Zea di teras rumah mereka. Zea lalu masuk ke dalam rumah tanpa peduli ada Billy di sana .

" Sayang bisa kita bicara sebentar " ucap Billy .

" Apa kamu berselingkuh mau meminta ijin ku terlebih dahulu ?" tanya Zea .

" Tidak Zea , aku minta maaf . Aku khilaf Sayang . Aku terbujuk rayuan wanita itu " ucap Billy .

" Terbujuk hingga kamu tidak pulang semalaman Billy . Apa itu yang di namakan khilaf ?" tanya Zea menatap dalam nata Billy .

Mata yang dulu selalu memandang Zea dengan penuh cinta . Rasanya cinta itu sudah tidak ada padanya lagi .

Billy tidak bisa berkata lagi . Semalam memang dia pergi dari rumah . Namun tidak tidur di tempat Sarah .

" Kenapa ? Aku memang belum bisa memberimu keturunan Billy . Tapi apakah begini cara mu ? Ceraikan aku Billy . Jika kamu sudah tidak menginginkan ku . Jangan mendua cinta . Aku tidak pernah memaafkannya " ucap Zea .

" Kamu ini baru pulang kerja sudah memarahi suami mu . Seharusnya kamu itu menyeduhkan minuman untuk suami mu " ucapan Ibu Billy tiba-tiba dari dalam dapur .

Billy tersentak dengan kedatangan ibunya yang tiba-tiba . Zea sudah biasa melihat ibunya yang tiba-tiba berada di rumahnya .

Zea kali ini tidak peduli lagi dengan perkataan ibu mertuanya . Zea lebih memilih untuk ke kamar .

Billy membiarkan saja Zea untuk ke kamarnya . Billy tudak ingin jika Ibunya mendengar pertengkaran mereka .

" Ibu , kapan Ibu datang ?"tanya Billy menghampiri Ibunya .

" Lihat istrimu . Dia pulang kerja mengomeli mu seperri itu . Sekarang malah pergi ke kamar . Tidak menghampiri Ibu . Dasar wanita tidak punya sopan santun " ucap Ibu Billy .

" Zea lelah bu . Biarkan dia istirahat dulu " ucap Billy .

" Kamu itu selalu saja membela istri mu itu . Besok kita pergi ke dokter kandungan . Apa ada masalah pada istri mu . Ibu ingin segera mendapat cucu . Siapa tahu istri mu itu mandul . Jika kita tidak memeriksakannya ke dokter . Kamu bisa menikah lagi atau bercerai dengannya . Ibu tidak mau memiliki mantu yang mandul " ucap Ibu Billy berbicara panjang lebar .

Zea yang baru saja akan turun untuk menyapa ibu mertuanya . Zea urungkan setelah mendengar ucapan ibu mertuanya . Air mata Zea luruh begitu saja . Sedari dulu Ibu mertua Zea tidak pernah menyukai Zea .

Dulu mungkin Zea akan cuek . Tapi Tapi suami yang Zea cintai ikut melukainya . Seorang yang Zea jadikan bahu untuk bersandar . Seseorang yang Zea gunakan untuk mengadu . Namun sekarang Billy sudah bukan Billy yang dulu .

Zea kali ini bangun lebih pagi . Zea memilih untuk joging di taman dekat rumahnya . Zea ingin melepaskan beban yang dia rasakan .

Tapi Zea lebih dulu menyiapkan sarapan untuk mertuanya . Zea tidak ingin lagi mendengar sindiran pedas dari ibu mertuanya .

Zea duduk sebentar dengan sebuah botol minuman . Pandangan Zea menerawang jauh . Apa yang harus Zea lakukan . Rasanya Zea sudah tidak tahu arah jalan untuk pulang .

Zea menggenggam erat botol itu hingga tak beraturan .

" Aku tidak akan menangis lagi " ucap Zea menguatkan dirinya sendiri .

Zea lalu melempar botol yang sudah remuk itu ke tempat sampah yang lumayan jauh darinya . Berharap botol itu busa masuk dengan lemparan Zea .

Bugh

Zea menutup mulutnya . Botol yang Zea lempar mengenai orang yang sedang berlari .

Pria itu berhenti lalu membuka penutup kepalanya . Menatap sekeliling taman mencari siapa yang telah melemparnya . Pandangan pria itu tertuju pada Zea yang juga tengah berdiri dan menatapnya . Zea nyengir kuda dan membungkuk meminta maaf .

Pria itu berjalan mendekati Zea . Pria dengan perawakan tegap dan tegas . Rahang yang kuat dan tatapan yang tajam . Membuat Zea menciut .

" Apa kamu mencoba untuk meraya ku ? " tanya pria itu .

Zea mengerutkan keningnya .

" Aku sudah bersuami . Untuk apa aku menggoda mu " ucap Zea jujur .

" Dasar pembohong . Aku sudah terbiasa dengan trik murahan seperti ini " ucap Pria itu .

" Jangan terlalu besar kepala Tuan . Jangan samakan aku dengan wanita pemuja mu itu " Zea lalu pergi .

" Oh ya aku minta maaf . Aku tidak sengaja melempar botol itu . Aku ingin membuang botol itu ke tempat sampah . Mungkin botol itu mengira kamu tempatnya " ucap Zea yang sudah terlanjur kesal .

" Tampan sih tapi tidak punya etika " ucap Zea .

Pria itu memandang Zea dati jauh . Dia justru tersenyum tipis mendengar ucapan Zea .

" Ayo pulang . Aku sudah lelah berkeliling di sini . Masih banyak pekerjaan yang menungguku " ucap seorang pria yang tak lain sahabat dari pria itu .

Pria itu masih terbayang wajah cantik Zea . Dan juga ucapan Zea yang mengganggunya . Tidak ada wanita yang mengumpatnya . Kali ini seorang Arron Zalano merasakan umpatan dari seorang gadis .

" Sedari tadi kau terus tersenyum. Apa kau sudah mulai gila ?" tanya teman Arron .

" Apa kamu mau ku pecat ?" tanya Arron .

" Ck . Dasar pria kaku " cibir temannya .

Arron lalu pulang ke kediaman orang tuanya . Rumah yang sudah cukup lama dia tinggalkan . Arron memilih belajar dan berbisnis di luar negeri .

Tapi kali ini kedua orang tua Arron memintanya untuk pulang . Dengan alasan Jack sakit .

" Apa kau hanya akan pulang jika mendengar anjing kesayangan mu ini mati Arron ?" tanya Ibu Arron .

" Ibu jangan terlalu berlebihan " ucap Arron lalu memeluk ibunya .

Ibu Amora lalu membalas pelukan putranya . Putra yang sangat dia rindukan .

" Kenapa ibu selalu mengomel . Ibu bisa saja pergi menemui ku " ucap Arron .

" Untuk apa ibu menemui mu . Kau anakku . Ya kau yang seharusnya menemui ku . Aku sudah melahirkan mu dan merawat mu . Apa ini balasan mu ?" tanya Ibu Amora

" Apa ibu tidak memasak sesuatu untuk ku ?" tanya Arron mengalihkan pembicaraan.

" Apa kau tidak menanyakan kabar Ayah mu ?" tanya Ayah Abraham .

" Sudahlah yah , jangan mengikuti jejak ibu " ucap Arron lalu memeluk sang Ayah .

Ayah Abraham tertawa mendengar ucapan Arron . Arron sangat tidak suka mendapat omelan dari ibunya .

" Mari kita makan bersama . Ibu mu sudah menyiapkan makanan kesukaanmu " Ayah Abraham merangkul Arron yang lebih tinggi darinya .

Arron lalu mengikuti langkah kaki ayahnya .

" Selamat pagi semua " teriak seorang gadis dari atas tangga .

" Selamat pagi kakak " teriak Aruna Zalano , adik Arron .

" Sudah lepaskan pelukan mu . Aku mau makan " ucap Arron .

" Kakak tidak merindukkan ku ibu " adu Aruna .

" Cukup Aruna . Ayo segera duduk dan makan " ucap Ibu Amora yang sangat langka . Biasanya dia akan mengikuti drama dari putrinya . Arron tersenyum kecil .

Selalu menjadi yang di salahkan

Zea pulang ke rumah agak siang . Dia memilih mampir untuk membeli sayur sekalian . Karena stok di rumah sudah kosong .

Zea memang terbiasa melakukan hal sendiri . Meskipun Zea berasal dari keluarga berada . Namun Zea bukan gadis manja .

Simbok juga terkadang di ajak Zea untuk berbelanja bersamanya . Simbok lebih ahli dalam menawar belanjaan di pasar . Bahkan sebenarnya tidak menawar Zea selalu dapat diskon karena parasnya yang ayu . Tak jarang pedagang di pasar menjodohkan Zea dengan anak mereka . Hal itu menjadi keseruan sendiri bagi Zea .

Zea sudah sampai di rumahnya . Mertua Zea duduk di depan rumah begitu juga dengan Billy .

" Darimana saja kamu Zea ? jadi istri pagi-pagi sudah keluyuran " teriak Ibu mertua Zea .

Padahal saat itu Zea sedang menurunkan barang belanjaannya . Simbok dan Billy segera membantu Zea .

Zea biasanya dengan sopan menjawab ucapan ibu mertuanya . Tapi kali ini Zea memilih diam .

" Ibu, Zea habis dari pasar " ucap Billy .

" Ke pasar menggunakan baju seperti itu . Seperti wanita ..

" Apa yang setiap aku lakukan selalu salah di depan ibu . Sekalipun aku benar itu juga akan salah di pandangan ibu . Pernahkan ibu bertanya kepada anak ibu . Apakah dia sudah menjadi suami yang baik ? Sebelum ibu terlalu sering membicarakan kekurangan ku . Maka terlebih dahulu tanyakan semua itu kepada anak ibu " ucap Zea lalu masuk ke dalam rumah .

Simbok tersenyum mendengar ucapan Zea . Biasanya Zea akan mengalah dan sering menangis karena ucapan mertuanya . Tapi lali ini seperti bukan Zea yang dulu .

Billy mulai gusar mendengar ucapan Zea . Billy takut jika Zea memberitahukan kepada orangtuanya .

" Istri seperti itu yang kamu cari Billy . Tidak punya sopan santun " Ibu Billy semakin merasa kesal .

 Zea menaruh barang belanjaannya di meja .

" Simbok tolong bantu bereskan ya . Zea mau mandi dulu . Bau " ucap Zea seraya mencium bau badannya .

" Non itu masih wangi . Beda sama simbok . Bau bawang " ucap Simbok .

" Mbok busa aja " ucap Zea tersenyum lebar

" Simbok seneng non Zea tidak cengeng lagi . Pasti ibu lega sekarang " ucap Simbok .

" Iya kalau Mama tahu " ucap Zea tersenyum lalu berlalu dari sana .

" Tahu non . Ibu selalu tahu apa yang non lakukan " gumam Simbok .

Mama Zea selalu memberi tahu Simbok untuk selalu melapor kepadanya . Kegiatan dan bagaimana keadaan Zea . Sebagai seorang ibu ,Mama Zea tidak akan tega membiarkan anaknya hidup kesusahan .

Sore harinya , seperti biasa Zea menyiapkan makan malam . Tapi kali ini Zea hanya memasak makanan sederhana . Uang yang diberikan Billy juga tidak seperti biasanya .

" Masak apa kamu ini ?" tanya Ibu mertua Zea .

" Telur balado sama oseng kangkung " ucap Zea .

" Cuma ini ?" tanya Ibu mertua Zea .

" Iya " jawab Zea .

" Kamu tidak belanja daging atau ayam " ucap ibu mertua Zea .

" Zea hanya belanja kebutuhan sesuai isi dompet bu . Masih banyak cicilan yang garus di bayarkan " ucap Zea .

" Paling juga kamu pakai sendiri untuk perawatan . Kamu itu kalau jadi istri jangan mentingin duri kamu sendiri . Jangan boros-boros . Kalau sudah bersuami . Utamakan isi perut suami . Pasti suami mu akan betah di dengan mu . Apalagi kalian belum di beri monongan " ucap ibu mertua Zea tak henti-hentinya .

" Ibu , Zea juga bekerja . Bahkan uang yang anak ibu berikan kepada ku . Untuk mengurus semua isi rumah ini tidak cukup bu . Ibu bisa tanyakan sendiri kepada anak ibu " ucap Zea lalu membersihkan dapur yang kotor .

 " Kamu ini sekarang sudah berani menjawab ucapan ibu ya . Kamu selalu saja menyalahkan Billy . Kalian bekerja satu kantor tidak mungkin Billy berbuat yang tidak-tidak " ucap Ibu Billy .

" Kenapa ibu berkata seperti itu ? Apa aku tadi berkata kalau Billy seperri itu ? " tanya Zea sambil tersenyum .

" Sudah cukup ibu . Ibu terlalu memaksakan keinginan ibu kepada Zea . Tidak semua keinginan ibu harus Zea lakukan ibu . Kami bahagia dengan pernikahan kami . Untuk momongan kami tidak terlalu memikirkan itu . Aku mencintai Zea bu " ucap Billy .

Zea tersenyum mendengar ucapan Billy .

" Baiklah . Urus rumah tangga kalian . Ibu tidak akan ikut campur urusan kalian . Tapi ibu tetap mengharapkan kehadiran seorang cucu . Anak dalam rumah tangga itu penting Billy . Jika dia tidak bisa memberimu keturunan . Kamu bisa menikah lagi " ucap Ibu Zea .

" Baiklah . Silahkan lakukan kemauan ibu mu . Namun ceraikan aku terlebih dahulu " ucap Zea berlalu dari sana .

Billy meremas rambutnya dengan kasar . Ibunya benar-benar menambah masalahnya dengan Zea .

" Ibu aku minta maaf . Aku akan mengantar ibu pulang . Jika ibu ingin kesini maka aku akan menjemput ibu " ucap Billy dengan hati-hati .

" Ibu juga sudah tidak betah berada di rumah ini . Istrimu sangat keterlaluan terhadap ibu . Kamu juga selalu membelanya . Menikahlah lagi Billy jika perempuan itu tidak memberimu keturunan . Ibu dan Ayahmu sudah tua . Kami ingin merasakan menimang seorang cucu " ucap Ibu Billy .

" Ya ya . Aku akan mengantar ibu " ucap Billy .

" tidak kami pulang sendiri saja . Nanti istrimu kabur lagi " ucap Ibu Billy sinis .

Billy hanya menuruti ucapan ibunya . Billy tidak ingin terlalu lama berdebat . Bagaimana pun dia adalah ibunya .

Setelah kepulangan orang tua Billy . Billy menemui Zea di kamarnya .

" Zea kita perlu bicara " ucap Billy .

" Bicaralah " ucap Zea .

" Sebelumnya aku minta maaf atas paa yang ibu ku ucapakan Zea " ucap Billy

" Aku sudah tidak peduli dengan itu " ucap Zea acuh .

" Tapi aku rasa kita harus segera periksa kedokter Zea . Apa kamu ada masalah " ucap Billy hari-hati .

" Kenapa tidak kamu saja yang periksa . Aku sudah sering periksa . Dan kamu dengar sendiri aku baik-baik saja . Tidak ada masalah " ucap Zea

" Iya benar . Apa kita ganti dokter lain " tanya Billy .

" Tapi kali ini aku tidak mau . Karena kamu bukan Billy ku yang dulu " ucap Zea memandang jauh keluar jendela .

" Aku tetap Billy yang dulu Zea . Untuk yang waktu itu aku minta maaf Zea aku khilaf " ucap Billy memohon .

" Selingkuh tetap selingkuh Billy . Kalian sudah sering bersama . Jadi itulah resikonya " ucap Zea .

" Aku juga sadar aku belum bisa memberimu keturunan . Mungkin itu juga yang membuat mu berpaling " ucap Zea lalu memilih untuk tidur .

Billy menatap nanar tubuh istrinya yang sudah berbalut selimut tebal. Billy benar-benar menyesal dengan tindakannya . Tapi Sarah juga memberi Billy warna baru dalam hidupnya . Billy juga bahagia berada di dekat Sarah . Gadis muda yang memiliki ambisius yang tinggi . Seorang gadis yang bisa membuat hati Billy kembali merasakan perasaan 6 tahun lalu . Seperti perasaannya saat pertama kali bertemu Zea . Bukan berarti Billy tidak mencintai Zea . Billy sangat mencintai Zea .

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!