Mengundurkan diri

" Kamu mau kemana?" tanya Kevin .

" Saya mau mengejar istri saya " ucap Billy .

" Istri ?Istri yang mana ?" tanya Kevin menoleh kanan kiri .

" Zea . Zea istri saya " ucap Billy .

Kevin hanya tersenyum mendengar jawaban Billy .

Billy lalu kembali ke ruangannya .

Zea bekerja lembur hari ini . Zea memutuskan untuk keluar dari perusahaan . Zea ingin melakukan hal yang dia sukai . Zea ingin membuka lembaran baru . Bukan Zea tidak bisa melupakan Billy . Tapi Zea merasa jika keputusannya lebih baik .

" Bu Zea Rere pulang dulu ya" ucap Rere .

" Iya . Hati-hati ya " ucap Zea .

" Saya juga bu " ucap Dito menggandeng tangan Rere .

Zea lalu menoleh keduanya setelah fokus pada kertas-kertas di depannya .

" Kalian?" tanya Zea antusias .

Rere dan Dito lalu mengangkat kedua tangan mereka . Tangan yang saling bertaut satu sama lain .

" Kami sudah jadian bu " ucap Rere tersenyum malu .

" Selamat ya . Semoga langgeng . Dito jangan buat Rere nangis . Nanti kamu saya SP " ucap Zea .

" Siap Bu bos " jawab Dito memberi hormat .

" Sudah sana " usir Zea .

Rere dan Dito lalu pulang bersama seperri biasa . Namun kali ini sudah sebagai pasangan kekasih . Tapi saat mereka pulang . Mereka melihat pemandangan yang cukup mengejutkan . Dan seakan membenarkan pertanyaan mereka .

Billy dan Sarah sedang makan berdua di sebuah restoran . Terlihat begitu akrab tanpa rasa canggung . Dan yang lebih mengganggu mereka . Terlihat tangan Billy mengelus perut Sarah . Yang kini sudah sedikit terlihat membuncit .

" Dito , kamu lihat itu ?" tanya Rere .

" Ya. Aku sudah tidak lagi terkejut . Aku sudah pernah melihat kedekatan mereka di kantor . Tapi aku tidak menyangka . Jika Billy begitu tega dengan Bu Zea ." ucap Dito .

Tangan Dito terkepal kuat . Merasa kasian dengan Zea . Zea selalu baik kepada siapapun . Sehingga banyak yang segan dengan Zea .

" Dito sakit " kesal Rere .

" Oh maaf sayang . Aku kesal melihat mereka " ucap Dito .

" Apa perlu kita foto untuk di kasih tahu bu Zea ?" tanya Rere .

" Aku rasa perlu . Ini sudah tidak baik . Meskipun akhirnya bu Zea akan sakit juga " ucap Dito .

Keduanya lalu melanjutkan kencan mereka . Meskipun sudah tidak lagi semangat seperti semula . Mereka hanya membicarakan Zea dan Billy . Mereka berdua tidak menyangka . Kebaikan dan kasih sayang Billy kepada Zea hanya sebatas itu . Dan Billy terlihat sangat menyayangi zea . Namun hati tidak ada yang tahu .

Arron marah besar kepada Gilang . Dan juga karyawannya yang ada di luar negeri . Tidak bisa mengendalikan perusahaan Niko yang mencoba untuk meretas perusahaan AZ .

" Apa kalian bodoh . Kalian saya pekerjakan bukan untuk sekedar mengobrol . Dan juga bermain . Di sini tempat kalian bekerja . Saya tidak akan memaafkan kalian " ucap Arron .

Beruntung saat itu Gilang dengan sigap menghentikan suruhan Niko . Jika tidak mungkin dokumen penting hasil kerja sama mereka akan di ambil oleh Niko .

" Aku sudah bilang . Aku tidak mau bekerja sama dengan lelaki licik itu . Membuat ku tambah pekerjaan saja " ucap Arron kepada Gilang .

" Pecat mereka bertiga . Kita ganti dengan yang baru . Aku sudah menemukannya " ucap Arron .

" Tapi mereka cukup bisa di andalkan di sini " ucap Gilang .

" Kamu " tunjuk Arron .

" Berapa besar uang yang Niko berikan kepada mu ?" tanya Arron dingin dengan pistol di tangannya . Pelatuk yang sudah di tarik oleh Arron . Membuat pelaku gemetar tak karuan . Bermain dengan Arron maka jangan tanya konsekuensinya .

" Saya tidak Tuan . Saya minta maaf Tuan . Saya khilaf, adik saya sedang membutuhkan uang untuk sekolah " ucapnya .

Dor

Pria itu tersungkur di kaki Arron . Dengan kasar Arron menginjak tangan pria itu . Tidak ada ampun bagi orang yang mengganggu Arron .

" Bawa mereka bertiga keluar " ucap Arron .

Gilang lalu meminta pria-pria berbaju hitam itu . Membawa ketiga orang yang hampir menghancurkannya perusahaan Arron.

" Siapa yang ingin kamu pekerjakan ?" ucap Gilang .

" Kamu lihat nanti " ucap Arron .

" Aku akan kembali malam ini " ucap Arron .

" Ya kembalilah . Sebelum wanitamu di ambil pria lain " ucap Gilang .

Pesawat Arron sudah tiba . Dengan penuh semangat Arron pergi ke perusahaannya . Dengan baju casual tanpa dasi ataupun jas . Yang ada dalam pikiran Arron kini hanya Zea dan Zea . Wanita cantik yang mengalihkan perhatian Arron .

Tatapan mata kagum terlihat dari karyawan wanita Arron . Arron terlihat sangat tampan jika berpakaian casual . Tapi jika memakai jas Arron terlihat karismatik .

Setibanya di perusahaan . Arron mendapat kejutan dari Kevin .

" Ini " Kevin menyerahkan sebuah amplop putih .

Arron menerimanya dan membukanya . Arron tersenyum melihat surat pengunduran diri Zea .

" Baiklah " ucap Arron .

" Kamu setuju ?" tanya Kevin tak percaya .

" Ya " jawab Arron .

" Dia itu disiplin , rajin dan juga pintar " ucap Kevin .

" Tapi dia tidak akan nyaman selalu melihat Billy dan wanitanya " ucap Arron .

Kevin mengangguk . Membenarkan ucapan Arron . Meskipun mereka sudah berpisah . Tapi luka pasti masih ada .

" Dia masih di sini ?" tanya Arron .

" Ya , aku memintanya masuk kerja satu minggu lagi . Sampai kamu pulang dari sana " ucap Kevin .

" Panggil dia " ucap Arron .

Kevin melakukan apa yang di minta Arron .

Zea yang di panggil Kevin segera menemui Kevin .

" Lalu siapa nanti yang menggantikan bu Zea ?" tanya Rere .

" Nanti pasti dia juga akan seperti ku, galak " ucap Zea tersenyum .

" Tidak ada yang seperti bu Zea . Bu Zea itu sudah seperti kakak dan juga teman " ucap Rere menangis .

" Sudah aku di panggil pak Kevin . Nanti kamu lanjut nangisnya " goda Zea .

Rere malah semakin menangis . Zea tertawa melihat tingkah Rere .

Dito menghampiri Rere dan menenangkannya .

" Permisi Pak " ucap Zea .

" Masuk " suara Arron terdengar dari luar .

Zea masuk kedalam . Dan Arron berdiri di hadapan Zea . Tangan Arron berada di saku celananya . Zea terpana untuk beberapa detik . Namun Zea segera menetralkannya . Pria di depannya memang terlihat berbeda dari biasanya.

Arron bisa tahu kalau Zea menatapnya kagum . Meskipun Zea berhasil menutupinya . Arron tersenyum tipis .

" Kamu mau mengundurkan diri ?" tanya Arron .

" Iya Pak " ucap Zea

" Apa aku terlihat tampan ?" tanya Arron .

Zea tersenyum .

" Semua pria itu tampan " ucap Zea

Arron merasa kesal dengan jawaban Zea . Seharusnya Zea menjawab ya .

" Kamu besok sudah bisa berhenti " ucap Arron .

Zea tersenyum puas.

" Besok terakhir kamu bekerja . Selesaikan pekerjaan mu dan kamu besok sudah boleh keluar dari sini " ucap Arron .

" Baik Pak " ucap Zea .

Zea lalu keluar dari ruangan Arron . Zea segera menyelesaikan pekerjaannya . Zea memang sudah bertekad untuk mengundurkan diri .

" Ini bu ada berkas yang harus ibu selesaikan " ucap Rere .

" Ya kita kerjakan bersama . Apa kamu ada acara hari ini Re?" tanya Zea .

" Tidak bu " ucap Rere .

" Em , apakah hari ini kita lembur ?" tanya Rere .

" Ya " jawab Zea

" Apa kamu keberatan ?" tanya Zea .

" Tidak bu " ucap Rere semangat .

Dito juga turut membantu pekerjaan Zea .

Terpopuler

Comments

kalea rizuky

kalea rizuky

Zea lemah jd males

2025-03-30

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!