Di bawa kabur Aruna

Meskipun satu kantor . Zea dan Billy jarang bertemu . Namun Zea merasa bersyukur dengan itu . Tapi yang mengganggu Zea . Gosip tentang kehamilan Sarah yang semakin santer . Pasalnya Sarah sering mual dan Sarah belum memiliki suami .

Zea mencoba untuk menutup telinganya . Supaya tidak terpancing dengan gosip yang Zea dengar . Marah jika Zea bisa Zea akan marah . Namun Zea ingin mengalihkan kekesalannya dengan bekerja . Hingga Zea kini lebih sering lembur .

" Ibu lembur lagi ?" tanya Rere .

" Iya Re . Sepertinya besok aku mau ijin lagi " ucap Zea .

" Ibu sepertinya sekarang sedang sibuk " ucap Rere .

" Iya Re " ucap Zea dengan senyumannya .

" Baiklah bu. Aku mau pulang dulu ya . Ibu mau pesen sesuatu . Biar Rere belikan ?" tanya Rere .

" Tidak usah terima kasih . Pulanglah ,hati-hati " ucap Zea

" Baik bu " ucap Rere lalu pulang lebih dulu .

Billy saat itu pulang lebih dulu . Billy mulai di sibukkan dengan kebutuhan Sarah dan anak dalam kandungan Sarah .

Sarah lebih sering minta untuk ditemani Billy . Alasannya Darah tidak akan bisa tidur atau akan merasa mual jika jauh dari Billy .

Orang tua Billy juga sering mengunjungi Sarah . Orang tua Billy sangat perhatian kepada Sarah . Apalagi mereka sangat mendambakan seorang cucu .

" Sudah ibu bilang . Perempuan itu mandul . Tidak bisa memberi mu keturunan " ucap Ibu Billy .

" Bu , cukup . Jangan berbicara buruk kepada Zea . Bagaimanapun Zea itu selalu menghormati ibu . Apapun yang ibu mau . Pasti Zea usahakan . Meskipun ibu sering memaki Zea dengan perkataan buruk " ucap Billy .

" Iya . Tapi nyatanya dia tidak bisa memberikan ibu seorang cucu " ucap Ibu Billy tak mau kalah .

" Terserah ibu " ucap Billy lalu beranjak dari duduknya .

" Rumah mu, kamu jual Billy ?" tanya Ibu Billy .

Billy kembali dengan secangkir kopi di tangannya . Biasanya Zea akan menyiapkan untuknya . Tapi kini Billy harus melakukan semuanya sendiri . Penyesalan hanyalah tinggal penyesalan .Zea memilih untuk mengakhiri pernikahannya . Meskipun tidak mau untuk berpisah . Billy rasa ini yang terbaik . Billy tidak ingin menyakiti Zea lebih dalam lagi .

" Ya " jawab singkat Billy .

" Kamu yang menjual rumah itu ?" selidik Ibu Billy .

" Ya " Billy terpaksa berbohong . Billy tidak ingin ibunya mencari masalah kepada Zea . Sudah cukup Zea merasa tidak nyaman dengan Ibunya .

" Mana uang penjualan rumah itu ?" tanya Ibu Billy .

" Belum keluar " ucap Billy .

" Jangan berbohong kamu Billy . Jika kamu berbohong Ibu akan merebut semua dari Zea . Rumah itu kamu yang membelinya " ucap Ibu Billy .

" Itu rumah Zea bu. Ibu jangan berbuat kesalahan lagi kepada " ucap Billy .

Ibu Billy tak menghiraukan ucapan Billy .

Zea membuat secangkir kopi untuknya . Sebenarnya tidak lembur tidak apa-apa . Namun Zea memilih lembur . Tidak ada yang Zea kerjakan di rumahnya . Jika sibuk Zea tidak terlalu memikirkan Masalahnya bersama Billy .

" Buatkan satu untukku " ucap Arron dengan tangan di sakunya .

Zea tidak menjawab . Tapi Zea membuatkan kopi untuk Arron .

" Apa sidang mu belum selesai ? " tanya Arron .

"Maaf pak , tapi itu urusan pribadi saya pak. Sekarang kita sedang di kantor " ucap Zea .

" Saya hanya ..

" Kakak " teriak Aruna .

Arron dan juga Zea menoleh kearah sumber suara.

Aruna lalu melihat Arron dan juga Zea .Aruna lalu menghampiri Keduanya .

" Mengganggu saja " ucap Arron lirih namun masih bisa di dengar Zea .

Zea merasa senang ada gadis yang waktu itu menolongnya . Tapi kakak? Apa gadis itu sedang mencarinya ?

" Kakak , akhirnya aku bisa menemukan kakak " ucap Aruna .

" Aku juga mencari mu . Tapi ya sudahlah . Saat itu aku juga terburu-buru " ucap Zea .

" Mobilnya sudah jadi . Saat itu aku lupa meminta nomor ponsel kakak. Dan lucunya aku juga tidak tahu nama kakak. Padahal kita sudah mengobrol banyak " ucap Aruna .

" Kamu benar . Aku juga tidak menanyai siapa namamu . Padahal kamu sudah menolong ku " ucap Zea .

" Aku Aruna kak" ucap Aruna mengulurkan tangannya .

" Zea " jawab Zea menerima uluran tangan Aruna .

" Aku menanyakan kepada orang itu . Siapa kakak perempuan yang aku tabrak itu . Tapi dia tidak menjawabnya " ucap Aruna seraya melirik Arron .

Zea membola . Aruna tidak tau jika yang dia maki itu adalah bosnya Zea . Zea mencoba menghentikan setiap omelan Aruna . Namun Aruna tidak peduli sama sekali .

" Aruna bagaimana kalau kita bicara di sana " tunjuk Zea .

" Aku masih kesal kepadanya . Aku hanya menanyakan nama kakak . Tapi tidak di kasih tahu . Tapi pria ini ternyata mengenal kakak . Apa kalian dekat ?Aku sarankan jangan mau tergoda olehnya . Pria ini mengerikan " ucap Aruna .

Zea semakin lemas . Bagaimana jika nanti zea akan di pecat . Apalagi tatapan Arron kepada Aruna seperti ingin memakannya hirup-hidup .

" Pulang atau aku akan menyeret mu " ucap Arron .

" Cih , jangan mengancam anak kecil . Apa kamu hanya berani kepada anak kecil . Dasar pria penindas . Apa kakak juga di tindas di kantor ini ?" ucap Aruna .

" Tidak Aruna . Tidak . Sudah ayo kita kesana saja ya " ucap Zea menarik tangan Aruna .

" Tenang saja kakak . Jangan takut kepadanya " ucap Aruna .

" Aruna kalau kamu berbuat ulah aku akan mengirim mu keluar negeri " ucap Arron .

" Kakak hanya bisa mengancam ku . Tapi kakak tidak akan melakukannya . Karena kakak sangat menyayangiku " ucap Aruna .

" Apa aku terlihat bercanda ?" tanya Arron mulai serius .

Zea mulai menyerap pembicaraan kedua kakak beradik itu.

" Aku akan pulang . Dan akan memberitahu ibu . Kalau kakak mau menikah dengan Devina " ucap Aruna seraya menarik tangan Zea .

Zea masih belum mengerti situasi di depannya . Sehingga Zea hanya menurut langkah kaki Aruna .

Arron membiarkan Zea bersama Aruna . Arron tahu jika Zea pasti bingung .

Aruna lalu membawa Zea keluar perusahaan .

" Aruna kita mau kemana. ?" tanya Zea.

" Kita ke bengkel kak" ucap Aruna masih menarik tangan Zea .

Zea lalu menahan tangannya . Aruna pun menghentikan langkahnya .

" Ada apa kak ?" tanya Aruna bingung .

" Tunggu Aruna . Aku ini sedang bekerja . Nanti aku bisa di pecat kalau aku pergi tanpa ijin . Dan tadi Aruna , yang kamu marahi itu bos ku . Bagaimana jika nanti dia memberiku surat peringatan " ucap Zea .

Aruna malah tertawa terbahak-bahak . Aruna tahu kecemasan Zea . Tapi lucu juga melihat ekspresi panik Zea.

" Kenapa kamu tertawa Aruna . Ini tidak lucu . Aku akan kembali ke kantor . Sebelum singa itu mengamuk " ucap Zea .

"Apa singa? Hahaha.. Apa dia pernah mengamuk ?" tanya Aruna .

" Iya . Semua menjulukinya singa. Dia itu sangat galak . Bahkan orang telat sudah tahu motornya rusak . Tetap saja di beri surat cinta . Ck tak punya hati " ucap Zea .

" Iya . Memang dia itu selalu sesuka hati . Tidak punya perasan . Tapi kalau sama kakak dia mau hlo menolong . Waktu aku tidak sengaja menabrak kakak" ucap Aruna .

" Itu hanya kebetulan " ucap Zea .

" Tidak ada yang kebetulan . Sudah ayo " ucap Aruna .

" Aku harus bekerja Aruna " ucap Zea .

" Sudah dia tidak akan berani memecat kakak . Ada aku . Aku yang akan tanggung jawab " ucap Aruna dengan yakin .

" Aruna , aku tidak bercanda " ucap Zea .

" Sudah , semua jadi urusanku " ucap Aruna .

Zea kembali di tarik oleh Aruna .

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!