Menantu ?

Arron merasa kesal dengan kelakuan Aruna . Adiknya itu mengganggu jam lemburnya bersama Zea .

" Besok ada jadwal keluar negeri " ucap Gilang.

Gilang termasuk tangan kanan Arron di luar negeri . Sedangkan Kevin di negaranya sendiri .

" Harus besok ?" tanya Arron .

" Ya " ucap Gilang .

" Devina besok juga akan kembali " ucap Kevin .

" Aku tidak mau bertemu wanita itu " ucap Arron .

Kevin dan Gilang mengangguk .

Devina adalah perempuan gila . Menurut Arron . Devina selalu mengacau kehidupan Arron . Siapa pun yang mendekati Arron . Maka Devina tidak akan tinggal diam .

Zea dan Aruna sudah berada di bengkel . Aruna mengajak Zea untuk menuju mobil Zea

" Sudah beres semua kak " ucap Aruna .

" Terima kasih Aruna . Berapa semuanya ?" ucap Zea .

" Sudah di bayar oleh kakak ku " ucap Aruna .

" Aku tidak mau Aruna . Berapa semuanya " ucap Zea kekeh .

" Aku sendiri juga tidak tahu kak . Tadi kata orang bengkel sudah di bayar sama kakak " ucap Aruna .

" Kakak ? Oh ya tadi kamu panggil pria itu kakak . Apa dia kakak mu ?" ucap Zea .

" Iya . Dia itu kakak aku "ucap Aruna tersenyum .

Zea benar-benar tak habis pikir . Zea bisa jenal dengan adik Arron .

" Kakak tidak apa-apa?" tanya Aruna .

" Ya . Kamu mau pulang ?" tanya Zea .

" Iya . Besok ada ujian " ucap Aruna .

Zea juga pulang . Zea tidak perlu ijin lagi . Biarlah besok jadi urusan kakak beradik itu .

Billy dan Sarah berangkat bersama . Tak seperti biasanya . Billy akan menurunkan Sarah agak jauh dari kantor . Tapi kini mereka sudah berani berangkat bersama .

" Kamu bareng Sarah Bil ?" tanya Kevin .

" Oh iya pak . Kebetulan tadi mobilnya mogok . Jadi Sarah bareng sama saya " ucap Billy

" Bukannya kalian tidak satu arah ?" tanya Kevin .

" Itu Pak . Saya tadi habis dari rumah orang tua saya " ucap Billy .

" Oh begitu . Zea tidak berangkat bareng kamu ?" ucap Kevin .

" Tidak Pak . Lebih enak naik mobil sendiri " ucap Zea yang saat itu baru datang .

Kevin mengangguk . Zea lalu berpamitan untuk masuk terlebih dahulu . Tanpa melihat kedua manusia yang menatapnya .

Kevin menjatuhkan tubuhnya di kursi kebanggaannya .

" Heran . Cantik juga bininya . Tapi kok bisa ya " ucap Kevin .

" Tanyakan kepada dirimu sendiri " ucap Gilang yang berdiri di depan pintu .

" Kamu belum berangkat ?" tanya Kevin .

" Arron sudah . Aku sebentar lagi . Ada yang mesti aku urus " ucap Gilang lalu pergi .

Kabar kedatangan Billy dan Sarah bersamaan . Sudah menjadi berita utama di perusahaan . Zea yang mendengar desas desus itu tak menghiraukannya . Zea terlihat cuek dan tak peduli . Seakan memang sudah menyiapkan mental untuk masalahnya .

" Bu Zea cantik sekali hari ini " puji Dito .

" Berarti aku tidak cantik seperti biasanya " ucap Zea .

" Tentu saja bu Zea selalu cantik . Tapi ada aura yang terpancar di raut wajah cantik bu Zea " ucap Dito .

" Ya . Saya memang lagi bahagia " ucap Zea tersenyum lega .

Sidang perceraiannya sudah hampir selesai . Tinggal menunggu hari ini surat itu akan keluar dan Zea resmi menjadi janda muda .

Bukan tidak sedih menjadi wanita berstatus janda . Namun Zea lega karena bisa lepas dari Billy . Billy sama sekali tidak hadir ke persidangan . Hanya pengacara Billy yang tetap mengajukan untuk mediasi ulang . Namun di tolak . Karena Billy tidak pernah hadir ke persidangan .

Dan itu sangat menguntungkan bagi Zea .

Namun persidangan tinggal satu kali lagi . Dan semua selesai .

Zea hari ini pulang dan tidak lembur . Zea memutuskan untuk berbelanja keperluan di rumah .

" Menantu " ucap Seorang wanita paruh baya menghampiri Zea .

Zea menatap mengingat siapa wanita di depannya itu . Dan benar saja . Dia adalah ibu dari Arron .

" Menantu ?" tanya Aruna yang menemani ibunya belanja .

Zea menatap Aruna yang juga menatapnya . Dunia terasa sempit sekali pikir Zea .

" Ibu apa maksud dari menantu ?" tanya Aruna .

" Ini calon kakak ipar mu " ucap Ibu Amora .

" Oh my god . Dunia terasa sempit sekali . Pantas saja kakak menatapmu dengan . Oh ya ampun kakak ipar " ucap Aruna .

Zea menggeleng lirih tak percaya . Jika ibu dan anak ini benar-benar menganggapnya calon istri Arron .

" Kamu sedang beli apa nak ?" tanya Ibu Amora dengan perhatian .

Ibu Amora bisa melihat kalau Zea terlihat canggung .

" Itu tante . Saya sedang membeli keperluan rumah " ucap Zea .

" Selesai ini kita makan malam bersama ya . Temani Ibu makan " ucap Ibu Amora .

Ibu Amora mengatakan itu supaya Zea tidak menolak .

Tapi Zea masih terlihat bingung .

" Aduh Ibu belum makan seharian ini Aruna " ucap Ibu Amora .

" Baik tante " ucap Zea .

Aruna memilih tempat untuk mereka .

" Kakak yakin dengan kakak ku ?" tanya Aruna langsung kepada Zea

Plak

" kamu ini kalau bicara " ucap Ibu Amora .

" Ibu . Kakak itu kalau sama perempuan seperti anti . Aku saja takut kalau kakak ku itu ..." ucap Aruna .

Plak

Aruna kembali mendapat pukulan dari Ibu Amora .

" Jangan sembarangan kamu . Kakak kamu itu normal " ucap Ibu Amora .

" Ya. Ya Aruna tahu . Tapi apa Ibu pernah melihat kakak bersama perempuan . Bahkan kakak hanya bersama kedua sahabat gilanya itu . " ucap Aruna .

" Zea jangan dengarkan dia ya . Dia itu kalau ngomong memang suka asal "ucap Ibu Amora .

" Tidak apa-apa bu " ucap Zea dengan tersenyum .

Mereka lalu makan sambil berbincang . Membicarakan Arron yang memang menyukai bisnis . Sampai Arron tinggal di luar negeri dan tak mau pulang .

" Sekarang dia pergi keluar negeri . Pasti dia tidak akan pulang lagi " ucap Aruna .

" Ya begitulah kakak mu " ucap Ibu Amora .

" Maafkan Arron ya . Pasti dia sering membuatmu susah " ucap Ibu Amora menegang tangan Zea

" Sebenarnya saya dan juga anak ibu ...

" Siapa yang membuatnya susah . Aku tidak membuatnya susah " ucap Arron yang tiba-tiba datang .

" Arron sedang apa kamu di sini ?" tanya Ibu Amora .

Aruna dan Zea ikut menoleh ke arah sumber suara .

" Aku tidak bisa jauh dari dia " ucap Arron menatap Zea .

Arron memang harus ke luar negeri . Namun Arron mengerjai Gilang . Mereka tidak berangkat bersama. Gilang di beri pekerjaan lain oleh Arron . Dan Arron hanya berada di apartemennya . Tidak pergi keluar negeri .

Gilang yang sedang berada di sana . Merasa kesal dengan Arron . Bisa-bisanya Arron membohonginya . Tapi Gilang bisa menanganinya .

" Kapan kakak kenal kak Zea ?" tanya Aruna selidik .

" Urusan pekerjaan " ucap Arron apa adanya .

" Benar kak Zea ?" tanya Aruna yang tak mempercayai kakaknya .

" Iya " jawab Zea .

" Tapi kami tidak ... " ucapan Zea terpotong .

" Sudah ayo makan lagi . Arron kamu juga makan . Kamu pasti belum makan " ucap Ibu Amora .

Arron tahu Zea pasti akan menjelaskan hubungannya hanya sebatas rekan kerja . Tapi Arron tidak akan membiarkan itu . Arron akan mengejar Zea . Tak peduli apa status Zea .

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!