Calon menantu

Zea sudah pindah ke rumah barunya . Kikan juga ikut membantu pindahan Zea . Meskipun Kikan menahan Zea . Namun Zea tetap kekek untuk pindah .

" Kamu tidak menginap ?" tanya Zea .

" Kenapa ? Kamu takut ?" tanya Kikan .

" Rumah ini masih asing bagi ku . Bukan karena aku takut " elak Zea .

" Baiklah . Aku akan menemanimu malam ini " ucap Kikan .

" Aku akan membeli banyak makanan untuk kita " ucap Zea .

" Setuju " jawab Kikan .

Zea memesan berbagai menu cemilan . Dari ceker pedas , seblak, bakso , dan juga cemilan ringan lainnya .

" Ini sebagai perayaan rumah baru aku " ucap Zea seraya menyodorkan minuman dingin kepada Kikan .

" Oke . Semoga kamu betah dan nyaman " ucap Kikan .

Mereka lalu menegak minuman itu hingga tandas.

Zea tidak memberitahu Billy dimana keberadaannya sekarang . Meskipun Billy menanyakan keberadaan Zea .

" Ponsel mu " ucap Kikan .

" Dari Billy . Biarkan saja " ucap Zea memakan ceker merconnya .

" Ini makanan terlezat yang aku rindukan " ucap Kikan memakan ceker mercon juga .

Tok tok tok

" Ada tamu ? Kamu mengundang orang ?" tanya Kikan .

" Tidak . Bahkan tidak ada seorangpun yang tahu rumah ini " ucap Zea .

" Aku buka dulu pintunya " ucap Zea .

Zea berjalan menuju pintu . Namun tidak ada orang di sana . Hanya ada karangan bunga dan juga banyak cemilan .

" Siapa ? Ada orang di sana ?" teriak Zea mencari pengirim bunga.

" Tidak ada . Apa ini salah orang " ucap Zea pada diri sendiri .

" Dor " Kikan mengejutkan Zea .

" Kamu .. " kesal Zea . Tangan Zea terangkat seolah ingin memukul Kikan .

" Lagian ngomong sendiri . Kamu sehat kan Ze ?" tanya Kikan bercanda .

" Kikan . Aku sehat yaa" ucap Zea berkacak pinggang .

" Aku kira di campakan Billy kamu jadi gila " gurau Kikan seraya tertawa .

" Tidak akan " ucap Zea bersungguh-sungguh .

Meskipun tak bisa di pungkiri jika hati Zea pasti sakit . Tapi Zea tidak ingin berlarut memikirkan Billy .

" Itu dari siapa ?" tanya Kikan melihat buket bunga dan juga banyak barang lainnya .

" Entah . Tidak ada orang setelah aku keluar " ucap Zea masuk ke dalam rumah . Membiarkan barang-barang itu berada di luar .

" Barang-barangnya ?" tanya Kikan .

" Biarkan saja . Paling salah kirim " ucap Zea .

Kikan justru membawa semua barang itu masuk . Berbagai kotak berpita , cemilan , dan buket bunga .

" Kenapa di bawa masuk ?" tanya Zea .

" Nanti kalau di luar malah hilang " ucap Kikan memilih berbagai snack makanan .

" Kenapa di makan ?" ucap Zea .

" Paling dari Billy " ucap Kikan kembali menonton televisi .

Zea menggelengkan kepalanya . Tidak mungkin Billy yang mengantar semua ini . Bahkan uang bulanan saja Billy memberi kurang dari biasanya .

Pikiran Zea tertuju pada satu orang . Tapi kenapa dia melakukan semua ini .

Drt drt drt

" Apa kamu suka dengan hadiahku . Semoga kamu suka " isi pesan Arron

" Aku tidak suka . Kamu bisa mengambilnya " balas Zea .

Arron lalu mengirim struk belanjaan yang ia kirim ke Zea .

Zea membola melihat semua harga yang Arron berikan kepadanya .

" Kamu bisa membayarnya . Setelah membayar aku akan mengambil barang- barang itu " balas Arron .

Zea tak lagi membalas pesan Arron . Percuma juga berbicara dengan orang berkuasa seperti Arron.

Pagi harinya Zea berangkat bekerja seperti biasa . Kabar kehamilan Sarah mulai tersebar . Setiap pagi Sarah selalu mual dan ke kamar mandi . Tak jarang orang berpapasan dengan Sarah . Termasuk juga Rere .

Tapi alasan Sarah masih sama . Sarah sakit magh dan mual . Sarah sering telat makan .

Bahkan dari bagian lain pun ikut membicarakan keadaan Sarah .

Zea merasa terganggu dengan kabar itu . Tali Zea berusaha untuk tetap tenang . Bukan dirinya juga yang memulai .

" Bu Zea, ada berita terupdate " ucap Rere .

" Apalagi Rere ?" Ucap Zea seraya meletakkan tasnya di meja .

" Bu Zea semakin kesini semakin cantik " ucap Rere .

" Itu yang mau bicarakan . Tapi terima kasih ya Re " ucap Zea dengan tersenyum . Padahal Zea sendiri tahu apa yang akan Rere bicarakan .

" Hehe maaf keluar jalur . Ini tentang Sarah bu . Hampir setiap pagi Sarah mual ke kamar mandi " ucap Rere .

" Mungkin dia sedang sakit " ucap Zea berusaha tenang .

" Tidak mungkin bu . Kalau sakit ya berobat . Paling beberapa hari juga mendingan . Dan wajahnya juga biasa saja " ucap Rere .

" Terus wajahnya harus seperti apa Re " tanya Zea tersenyum lucu mendengar cerita Rere .

" Ibu ini kalau di bilangin suka nggak percaya . Oh ya bu , mending Pak Billy suruh hati-hati . Mending jaga jarak " ucap Rere .

" Iya. Nanti saya bilang . Sekarang kerja Re " ucap Zea lembut .

" Siap bu . Pasti pak Billy bersyukur bisa punya istri seperti ibu " ucap Rere .

Zea tersenyum menanggapi ucapan Rere

sayangnya dia tidak punya rasa syukur . Batin Zea .

" Bu Zea di cari Pak Kevin " ucap asisten Kevin .

" Iya . Terima kasih " ucap Zea .

Zea lalu menemui Kevin . Padahal sebentar lagi jam pulang . Sebenarnya Zea tidak ingin lembur dulu . Zea ingin menemui pengacara Zea .

" Permisi Pak ada yang bisa saya bantu ?" tanya Zea

" Kamu ikut saya meeting " ucap Arron .

" Baik Pak " ucap Zea terpaksa .

" Kenapa wajah mu seperti itu ?" tanya Arron .

" Saya memang seperti ini Pak " ucap Zea memaksakan senyum .

Arron tersenyum lalu keluar . Zea mengikuti langkah Arron . Dan saat mereka keluar . Billy dan Sarah juga keluar untuk pulang .

Zea sama sekali tidak menatap Billy .

" Kamu tidak berpamitan kepada suami mu ?" tanya Arron .

" Tidak Pak " ucap Zea .

Bukan urusan mu . Batin Zea .

" Jangan mengumpat ku " ucap Arron menatap Zea .

" Saya tidak berani mengumpat di depan Bos saya " ucap Zea .

" Kalau di belakang bisa ? Kalau begitu kami di depan saya di belakang kamu " ucap Arron .

Zea benar-benar di buat heran dengan tingkah Arron yang di luar bmkg .

Ting

" Nanti kita bicara Ze. Aku ingin masalah kita terselesaikan . Aku akan meninggalkan Sarah Zea " isi pesan Billy .

" Semudah itu " gumam Zea .

" Ada apa ? Apa kau sedang mengumpat ku ?" tanya Arron .

" Saya tidak mengumpat Tuan . Saya hanya membaca pesan dari teman saya " ucap Zea .

" Siapa ?" tanya Arron .

" Hah ?" tanya Zea terkejut .

" Lupakan " Arron lalu berjalan lebih dulu.

Zea di uji kesabarannya melalui Arron . Bahkan saat bersama Kevin . Zea selalu di perlakukan dengan baik . Kevin hanya akan membicarakan pekerjaan saja .

Setibanya di sebuah restoran mewah . Arron dan Zea sudah di sambut oleh pelayan di sana . Restoran itu yang tak lain juga milik Arron .

" Kita tunggu sebentar " ucap Arron .

Zea hanya mengangguk .

Tak berselang lama pria paruh baya bersama seorang wanita paruh baya . Menghampiri meja Arron . Zea berpikir jika itu adalah klien mereka . Zea berdiri dan menyambut kedatangan mereka .

" Kamu cantik sekali " ucap Ibu Amora .

" Terima kasih . Ibu juga cantik " ucap Zea .

" Apa ini calon menantu ku Arron ?" tanya Ibu Amora .

Zea lalu menatap Arron penuh tanda tanya .

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!