pelukan Papa

Arron sudah menunggu di persidangan . Cukup lama Arron menunggu . Namun tidak melihat Zea ada di sana . Beberapa kali Arron menatap jan di tangannya .

" Apa tidak jadi ?" ucap Arron kepada pengacara Zea .

" Jadi Tuan . Hari ini terakhir " ucap Pengacara Zea .

" Saya pegang ucapanmu " ucap Arron lagi .

Pengacara Zea menelan ludahnya . Berhadapan dengan Arron membuatnya takut . Bisa saja gelar pengacaranya bisa di cabut oleh Arron . Orang yang cukup berkuasa di mana-mana .

Zea terlihat datang bersama Simbok . Zea menggandeng tangan Simbok . Sudah seperti ibu bagi Zea .

Arron melihat Zea datang merasa bersemangat . Zea terlihat segar dan tersenyum semangat . Tidak ada raut kesedihan di wajah Zea .

" Sepertinya dia sudah merelakan " ucap Arron .

" Iya Tuan . Nona Zea sudah sangat ingin semua ini berakhir . Saya juga kasian melihat Nona Zea yang begitu gigih melawan pengacara Tuan Billy " ucap Pengacara Zea

Tidak terlalu lama . Sidang berjalan dengan lancar . Zea tanpa sadar meneteskan air mata . Kikan dan juga Simbok menggenggam tangan Zea . Memberi semangat kepada Zea .

" Kamu sudah melakukan yang terbaik " ucap Kikan .

Zea memeluk Kikan dengan erat . Tidak menyangka jika pernikahan yang dia harapkan bersama Billy . Akan berakhir di persidangan . Cinta yang mereka jalani ternyata tak sehebat dan sekuat yang Billy janjikan . Namun Zea tidak menyesal . Mungkin ini jalan yang harus dia hadapi . Dan seharusnya Zea menuruti perkataan kedua orang tuanya .

Ini adalah pelajaran baru buat Zea . Dan juga Zea harus melewati lembaran baru . Cerita baru dalam hidupnya .

Zea keluar bersama Kikan dan juga Simbok . Dan di luar sana sudah ada Mama dan juga Papa Zea .

Zea menghentikan langkahnya . Zea tidak tahu jika Papa Zea akan ikut datang di persidangan . Jika itu Mama Ranum , mungkin Zea akan bisa menebak . Tapi Papa Seno, sama sekali tidak Zea pikirkan jika Sang Papa akan datang . Zea lalu berlari memeluk sang Papa . Papa yang sangat dekat dengan Zea . Papa Seno memeluk putri semata wayangnya dengan erat .

" Kamu putri Papa . Kalau ada apa-apa seharusnya kamu cerita kepada Papa " ucap Papa Seno memeluk Zea erat .

Zea terisak di pelukan Papa seno .

" Kamu wanita kuat . Anak Papa bukan wanita yang cengeng . Kamu harus bangkit dan menjalani hidup dengan baik . Laki-laki masih banyak di luaran sana " ucap Papa Seno .

Arron melihat dari kejauhan . Arron lalu mengendarai mobilnya . Arron merasa lega tapi juga kasian kepada Zea . Arron akan membalas perbuatan Billy kepada Zea .

Papa Seno juga melihat Arron dari jauh . Arron terlihat memperhatikan Zea sedari tadi . Tapi Papa Seno menganggap itu hanya kebetulan .

Zea lalu pulang ke rumah Papa Seno . Papa Seno tidak membiarkan Zea sendirian . Meskipun ada Simbok di samping Zea .

" Istirahatlah . Mama sudah merapikan kamar mu " ucap Mama Ranum .

Kikan dan juga Simbok menemani Zea .

" Om , tan . Kikan pamit pulang dulu ya . Masih da kerjaan " ucap Kikan .

Simbok bingung menatap Kikan dan juga Mama Ranum .

" Simbok tetap di sini . Rumah itu biar nanti orang lain yang mengurus " ucap Mama Ranu seakan tahu kebingungan Simbok .

" Iya Bu . Saya bingung . Jujur saya takut kalau di pecat " ucap Simbok .

" Tentu saja tidak. Simbok itu sudah bagian dari kami " ucap Mama Ranum .

" Makasih Bu " ucap Simbok .

Zea menatap kamarnya . Semua masih sama . Tidak ada yang berubah . Zea lalu membaringkan tubuhnya . Rasa lelah yang dia rasakan kini sudah hilang .

" Selamat beristirahat " isi pesan dari Arron .

Zea lalu melihat ponselnya . Tertera di sana nama "pria tidak di kenal " .

" Kurang kerjaan " ucap Zea lalu tertidur .

Zea sudah memutuskan apa yang akan di lakukannya . Tidak mungkin Zea akan berada di sana satu kantor dengan Billy . Bukan apa , tapi Zea tidak ingin di sangkut pautkan dengan keduanya . Zea ingin membuka lembaran baru .

Pagi harinya Zea sudah bersiap untuk ke kantor . Zea lalu turun ke dapur untuk sarapan bersama . Hal yang sudah lama Zea rasakan .

" Putri Papa cantik sekali " puji Papa Seno

" Terima kasih Pa " ucap Zea .

" kamu tidak libur saja dulu nak " ucap Mama Ranum menyiapkan nadi goreng di atas meja .

" Tidak Ma " ucap Zea .

" Kamu tidak mau bekerja di kantor Papa saja " ucap Papa Seno .

" Em .. Zea belum kepikiran Pa " ucap Zea .

Zea berangkat ke kantor seperti biasa . Zea juga berpapasan dengan Billy dan juga Sarah yang lagi-lagi datang bersama . Sarah tidak mau jika di turunkan di jalan .

Zea tidak peduli dan tetap tersenyum . Menjawab setiap sapaan rekan kerjanya .

Billy tak habis pikir dengan Zea . Memang Billy bersalah kepada Zea . Tapi kebersamaan Billy dan Zea tidaklah sebentar . Apa begitu mudahnya Zea melupakan kebersamaan mereka berdua ?

" Zea kamu tidak bersama dia ?" tanya Kevin menu juk Billy dan Sarah .

" Stt.. Aku sudah tahu jawabannya . Billy tak sengaja bertemu Sarah di jalan " ucap Kevin sebelum Billy dan Zea buka suara .

" Ayo Zea pekerjaan kita banyak " ajak Kevin .

Billy mengepalkan tangannya. Billy tidak terima jika ada yang mendekati Zea . Bagi Billy Zea tetap miliknya .

" Aku yakin , pasti mereka berdua memiliki hubungan khusus " ucap Sarah .

Billy tidak menghiraukan ucapan Sarah . Billy berlalu begitu saja . Semakin hari gosip tentang perselingkuhannya dengan Sarah semakin memanas . Itu sangat mengganggu Billy .

Berbeda dengan Sarah yang meras dirinya lebih baik dari Zea .

Arron harus pergi keluar negeri . Gilang meminta Arron untuk datang. Dan kali ini harus benar-benar datang.

" Kamu semakin hari semakin cantik Zea " puji Kevin .

" Apakah saya biasanya tidak cantik ?" tanya Zea .

" Mungkin aura janru . Janru yang bahagia " ucap Kevin .

" Janru ?" Zea mengerutkan keningnya .

" Janda Baru " ucap Kevin .

" Bapak tahu " ucap Zea terkejut . Karena tidak ada yang tahu selain sahabat Zea dan kedua orang tuanya .

" Kevin bukan Bapak . Usia ku dan kamu hanya selisih beberapa tahun " ucap Kevin .

" Ini di kantor bukan di luar jam kerja " ucap Zea .

" Disini hanya kita berdua . Anggap saja kita ini sahabat em teman " ucap Kevin .

" Terserah . Tapi aku tidak mau . Aku tidak mau menjadi bahan gunjingan mereka " ucap Zea lalu meninggalkan Kevin .

Kevin menggelengkan kepalanya dengan sikap Zea .

Tangan Zea tiba-tiba di tarik oleh seseorang .

" Aku tahu kamu pasti bahagia cerai dari aku . Kamu sudah bisa menggoda pria lain . Lihat saja dari penampilanmu ini . Sudah bukan seperti Zea yang dulu " ucap Billy .

" Sebelum berbicara berkacalah pad dirimu sendiri "ucap Zea hendak pergi .

"Aku tidak mau bercerai Zea . Kamu itu masih menjadi milikku " ucap Billy .

" Terima kenyataan Billy . Sekarang kita sudah tidak punya hubungan lagi. Dan tolong jangan ganggu aku lagi " ucap Zea .

Billy masih tidak terima dan hendak mengejar Zea . Namun Billy di hentikan oleh seseorang .

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!