Pria penguntit

Zea hari ini berniat untuk mencari rumah baru . Zea tudak mungkin tinggal di rumah Kikan . Meskipun Kikan dengan senang hati jika Zea mau tinggal bersamanya . Tapi Zea tidak ingin merepotkan Kikan .

Zea juga sudah menyiapkan semua persyaratan cerainya . Dan juga bukti perselingkuhan Billy . Tidak ada gunanya mempertahankan rumah tangga . Ibu mertuanya saja mendukung perbuatan buruk anaknya .

" Bu Zea ini data yang di minta pak Kevin " ucap Rere .

" Makasih ya Re" ucap Zea .

Zea segera menyerahkan laporan yang di minta Kevin . Laporan hasil meeting juga Zea kerjakan sampai tengah malam . Hingga Zea kurang tidur . Kevin jika sudah meminta laporan saat itu juga dan harus . Tapi lebih tepatnya bukan Kevin . Arron yang meminta laporan itu .

" Permisi Pak ini data yang anda minta " ucap Zea .

Kursi itu berbalik . Dan Arron yang sedang duduk di kursi Kevin .

Arron lalu berdiri . Lalu berjalan mendekati Zea .

" Taruh di meja " ucap Arron .

" Baik pak " ucap Zea waspada

" Jangan panggil aku seperti itu . Panggil Arron atau kamu ku pecat " ucap Arron .

" Tapi ini di kantor Pak . Tidak mungkin saya memanggil anda hanya menyebut nama . Nanti pasti akan menjadi gosip . Maaf saya permisi " ucap Zea .

" Siapa yang menyuruhmu keluar . Ya kamu bisa memanggil ku begitu kalau berdua . Kalau ada Kevin biarkan saja " ucap Arron .

" Terserah anda . Saya permisi " ucap Zea menuju pintu .

" Kamu nanti malam ada acara ?" tanya Arron .

" Maaf saya sibuk " ucap Zea .

" Sibuk dengan suami mu itu " ucap Arron .

" Jangan mencampuri urusan saya " ucap Zea .

" Tapi aku mau " ucap Arron .

Tol tok tok

" Permisi Pak . Ini laporan yang bapak minta " ucap Sarah masuk dengan baju yang bisa di bilang terbuka .

Zea merasa risih melihat penampilan Sarah yang di bilang berlebihan .

Arton sama sekali tidak melihat Sarah . Tipe wanita yang sering di temui Arron . Mata Arron tetap tertuju pada Zea .

" Letakkan di meja " ucap Arron.

" Sudah pergi mau apalagi kamu " ucap Arron .

" Baik pak saya permisi dulu " ucap Zea dengan senang hati .

" Bukan kamu tapi dia " ucap Arron .

Sarah menatap Zea kesal. Usahanya untuk menggoda Arron tidak berhasil .

" Tolong buatkan saya kopi " ucap Arron kepada Zea .

Arron juga tidak ingin membuat Zea jadi bahan gosip di perusahaan . Apalagi ada Sarah di sana .

Sarah menghentakkan kakinya . Membanting tubuhnya di kursi .

" Aku sangat kesal sekali . Istrimu itu selalu saja membuat masalah " ucap Sarah .

" Ada apa ?" tanya Billy lalu mengangkat kepalanya menatap Sarah .

" Tadi aku mengirim laporan kepada Par Arron. Tadi istrimu itu ada di sana dan terlihat menggodanya " ucap Sarah bergelayut manja di lengan Billy .

" Tidak mungkin Zea seperti itu " ucap Billy .

" Tapi aku melihatnya sendiri Billy . Apa kamu tidak mempercayai ku?" ucap Sarah .

" Aku mohon Sarah . Jangan ganggu aku . Kita juga sedang bekerja " ucap Billy .

" Tapi aku ingin Billy . Ada anak kamu di sini Billy" ucap Sarah .

Sarah menuntun tangan Billy ke perut Sarah yang masih rata .

Billy meraup wajahnya kasar . Billy saat ini sedang mencoba untuk menjauh dari Sarah . Tapi sudah terlambat . Sarah telah mengandung anaknya . Seorang anak yang sebenarnya dia dambakan dan kedua orang tuanya . Tapi Zea juga sangat berarti bagi Billy . Di satu sisi Billy tidak ingin kehilangan Zea .

" Kita sedang bekerja Sarah . Tolong jaga sikap mu . Tidak akan baik jika ada yang melihat kita tidak seperti partner kerja " ucap Billy .

Sarah menuju meja kerjanya dengan kesal .

Seperti yang sudah di rencanakan oleh Zea . Sepulang kerja Zea akan mencari rumah untuk dirinya . Tidak perlu terlalu besar . Sebenarnya Zea bisa saja pulang ke rumahnya . Tapi Zea takut jika Papa Zea masih marah kepada Zea .

Simbok juga menghubungi Zea untuk menanyakan keberadaan Zea . Dan semua itu juga atas keinginan Mama Zea . Simbok juga akan pergi dari rumah itu. Jika Zea tidak lagi tinggal di sana .

Zea meminta Simbok bersabar . Zea akan membawa simbok bersamanya . Jika Zea sudah mendapatkan rumah untuk di tempati .

" Hai cantik " sapa Arron yang berdiri di sebelah Zea .

Zea mengedarkan pandangannya . Melihat di sekitar mereka . Memastikan tidak ada orang yang melihat mereka di sana .

" Ada apa ? Kamu takut suami mu melihat mu ?" tanya Arron .

" Bukan urusan anda . Permisi " ucap Zea .

Zea berlalu dari sana . Namun tangan Zea lebih dulu di cekal Arron .

" Anda sudah gila " ucap Zea kesal

" Ya, aku gila karena mu " ucap Arron .

" Lepas atau aku akan teriak " ucap Zea .

" Teriaklah . Kalau kamu ingin mereka melihat kita sedang " ucap Arron menatap lekat wajah Zea .

Zea memalingkan wajahnya.

" Jaga sikap anda Tuan " ucap Zea .

" Apa kamu tidak mau bercerai dari suami mu itu ?" tanya Arron .

" Urusi urusan mu sendiri Tuan . Saya rasa masalah saya bukan urusan anda " ucap Zea lalu melepas cekalan Arron .

Arron tersenyum melihat Zea .

" Mungkin sekarang bukan urusan ku . Tapi kita lihat saja nanti " ucap Arron .

Zea berkeliling seperti yang sudah Zea cari sebelumnya . Tak lupa Zea memberi tahu Kika. Jika pulang terlambat .

" Ini sepertinya pas " ucap Zea ketika menatap rumah dua lantai di depannya . Rumah tidak terlalu besar . Namun ada taman dan nyaman untuk di tempati .

" Permisi Non , ada yang busa saya bantu ?" tanya penjaga rumah itu .

Zea terlonjak kaget . Tiba-tiba ada suara yang menghampirinya .

" Astaga bapak. Maaf saya terkejut " ucap Zea .

Bapak itu menggaruk kepalanya yang tidak ga.

" Iya non . Maaf ya, saya sudah membuat nona terkejut " ucap Bapak tersebut .

" Saya mau tanya pak . Apa benar rumah ini di jual ?" tanya Zea .

" Iya non . Ayo kalau mau lihat boleh " ucap pria tua itu.

" terima kasih bapak " ucap Zea dengan senang hati "'

Setelah selesai melihat rumah .Zea pergi ke rumah Kikan .Namun saat di jalan Zea melihat seseorang yang selama ini Zea rindukan .

Mama Zea sedang membeli kue . Zea menghentikan mobilnya . Zea hanya berani melihat Mamanya dari kejauhan . Zea takut jika kedua orang tua Zea mengusirnya .

" Zea rindu Ma , Pa " ucap Zea dengan air mata yang membasahi pipi Zea .

ting

" Kirimkan laporan hasil meeting tadi " isi pesan dari Arron .

" kenapa dia tahu nomor ponselku . Tidak penting Zea . Dia bosnya dan aku bawahannya " ucap Zea .

ting

" Apa yang kamu lakukan disana? "tanya Arron .

Zea mencari Keberadaan Arron .

" Tidak perlu mencariku "

Zea semakin penasaran dengan Arron.

" Kamu menguntitku " balas Zea .

" Hahaha , untuk apa menguntit mu . Aku bukan pria pengangguran " ucap Arron .

" Terserah anda saja Tuan " ucap Zea lalu pergi dari sana . Setelah mencari keberadaan Mamanya . Namun sudah tidak terlihat lagi .

" Semua gara-gara pria menyebalkan itu " ucap Zea .

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!