Selalu menjadi yang di salahkan

Zea pulang ke rumah agak siang . Dia memilih mampir untuk membeli sayur sekalian . Karena stok di rumah sudah kosong .

Zea memang terbiasa melakukan hal sendiri . Meskipun Zea berasal dari keluarga berada . Namun Zea bukan gadis manja .

Simbok juga terkadang di ajak Zea untuk berbelanja bersamanya . Simbok lebih ahli dalam menawar belanjaan di pasar . Bahkan sebenarnya tidak menawar Zea selalu dapat diskon karena parasnya yang ayu . Tak jarang pedagang di pasar menjodohkan Zea dengan anak mereka . Hal itu menjadi keseruan sendiri bagi Zea .

Zea sudah sampai di rumahnya . Mertua Zea duduk di depan rumah begitu juga dengan Billy .

" Darimana saja kamu Zea ? jadi istri pagi-pagi sudah keluyuran " teriak Ibu mertua Zea .

Padahal saat itu Zea sedang menurunkan barang belanjaannya . Simbok dan Billy segera membantu Zea .

Zea biasanya dengan sopan menjawab ucapan ibu mertuanya . Tapi kali ini Zea memilih diam .

" Ibu, Zea habis dari pasar " ucap Billy .

" Ke pasar menggunakan baju seperti itu . Seperti wanita ..

" Apa yang setiap aku lakukan selalu salah di depan ibu . Sekalipun aku benar itu juga akan salah di pandangan ibu . Pernahkan ibu bertanya kepada anak ibu . Apakah dia sudah menjadi suami yang baik ? Sebelum ibu terlalu sering membicarakan kekurangan ku . Maka terlebih dahulu tanyakan semua itu kepada anak ibu " ucap Zea lalu masuk ke dalam rumah .

Simbok tersenyum mendengar ucapan Zea . Biasanya Zea akan mengalah dan sering menangis karena ucapan mertuanya . Tapi lali ini seperti bukan Zea yang dulu .

Billy mulai gusar mendengar ucapan Zea . Billy takut jika Zea memberitahukan kepada orangtuanya .

" Istri seperti itu yang kamu cari Billy . Tidak punya sopan santun " Ibu Billy semakin merasa kesal .

 Zea menaruh barang belanjaannya di meja .

" Simbok tolong bantu bereskan ya . Zea mau mandi dulu . Bau " ucap Zea seraya mencium bau badannya .

" Non itu masih wangi . Beda sama simbok . Bau bawang " ucap Simbok .

" Mbok busa aja " ucap Zea tersenyum lebar

" Simbok seneng non Zea tidak cengeng lagi . Pasti ibu lega sekarang " ucap Simbok .

" Iya kalau Mama tahu " ucap Zea tersenyum lalu berlalu dari sana .

" Tahu non . Ibu selalu tahu apa yang non lakukan " gumam Simbok .

Mama Zea selalu memberi tahu Simbok untuk selalu melapor kepadanya . Kegiatan dan bagaimana keadaan Zea . Sebagai seorang ibu ,Mama Zea tidak akan tega membiarkan anaknya hidup kesusahan .

Sore harinya , seperti biasa Zea menyiapkan makan malam . Tapi kali ini Zea hanya memasak makanan sederhana . Uang yang diberikan Billy juga tidak seperti biasanya .

" Masak apa kamu ini ?" tanya Ibu mertua Zea .

" Telur balado sama oseng kangkung " ucap Zea .

" Cuma ini ?" tanya Ibu mertua Zea .

" Iya " jawab Zea .

" Kamu tidak belanja daging atau ayam " ucap ibu mertua Zea .

" Zea hanya belanja kebutuhan sesuai isi dompet bu . Masih banyak cicilan yang garus di bayarkan " ucap Zea .

" Paling juga kamu pakai sendiri untuk perawatan . Kamu itu kalau jadi istri jangan mentingin duri kamu sendiri . Jangan boros-boros . Kalau sudah bersuami . Utamakan isi perut suami . Pasti suami mu akan betah di dengan mu . Apalagi kalian belum di beri monongan " ucap ibu mertua Zea tak henti-hentinya .

" Ibu , Zea juga bekerja . Bahkan uang yang anak ibu berikan kepada ku . Untuk mengurus semua isi rumah ini tidak cukup bu . Ibu bisa tanyakan sendiri kepada anak ibu " ucap Zea lalu membersihkan dapur yang kotor .

 " Kamu ini sekarang sudah berani menjawab ucapan ibu ya . Kamu selalu saja menyalahkan Billy . Kalian bekerja satu kantor tidak mungkin Billy berbuat yang tidak-tidak " ucap Ibu Billy .

" Kenapa ibu berkata seperti itu ? Apa aku tadi berkata kalau Billy seperri itu ? " tanya Zea sambil tersenyum .

" Sudah cukup ibu . Ibu terlalu memaksakan keinginan ibu kepada Zea . Tidak semua keinginan ibu harus Zea lakukan ibu . Kami bahagia dengan pernikahan kami . Untuk momongan kami tidak terlalu memikirkan itu . Aku mencintai Zea bu " ucap Billy .

Zea tersenyum mendengar ucapan Billy .

" Baiklah . Urus rumah tangga kalian . Ibu tidak akan ikut campur urusan kalian . Tapi ibu tetap mengharapkan kehadiran seorang cucu . Anak dalam rumah tangga itu penting Billy . Jika dia tidak bisa memberimu keturunan . Kamu bisa menikah lagi " ucap Ibu Zea .

" Baiklah . Silahkan lakukan kemauan ibu mu . Namun ceraikan aku terlebih dahulu " ucap Zea berlalu dari sana .

Billy meremas rambutnya dengan kasar . Ibunya benar-benar menambah masalahnya dengan Zea .

" Ibu aku minta maaf . Aku akan mengantar ibu pulang . Jika ibu ingin kesini maka aku akan menjemput ibu " ucap Billy dengan hati-hati .

" Ibu juga sudah tidak betah berada di rumah ini . Istrimu sangat keterlaluan terhadap ibu . Kamu juga selalu membelanya . Menikahlah lagi Billy jika perempuan itu tidak memberimu keturunan . Ibu dan Ayahmu sudah tua . Kami ingin merasakan menimang seorang cucu " ucap Ibu Billy .

" Ya ya . Aku akan mengantar ibu " ucap Billy .

" tidak kami pulang sendiri saja . Nanti istrimu kabur lagi " ucap Ibu Billy sinis .

Billy hanya menuruti ucapan ibunya . Billy tidak ingin terlalu lama berdebat . Bagaimana pun dia adalah ibunya .

Setelah kepulangan orang tua Billy . Billy menemui Zea di kamarnya .

" Zea kita perlu bicara " ucap Billy .

" Bicaralah " ucap Zea .

" Sebelumnya aku minta maaf atas paa yang ibu ku ucapakan Zea " ucap Billy

" Aku sudah tidak peduli dengan itu " ucap Zea acuh .

" Tapi aku rasa kita harus segera periksa kedokter Zea . Apa kamu ada masalah " ucap Billy hari-hati .

" Kenapa tidak kamu saja yang periksa . Aku sudah sering periksa . Dan kamu dengar sendiri aku baik-baik saja . Tidak ada masalah " ucap Zea

" Iya benar . Apa kita ganti dokter lain " tanya Billy .

" Tapi kali ini aku tidak mau . Karena kamu bukan Billy ku yang dulu " ucap Zea memandang jauh keluar jendela .

" Aku tetap Billy yang dulu Zea . Untuk yang waktu itu aku minta maaf Zea aku khilaf " ucap Billy memohon .

" Selingkuh tetap selingkuh Billy . Kalian sudah sering bersama . Jadi itulah resikonya " ucap Zea .

" Aku juga sadar aku belum bisa memberimu keturunan . Mungkin itu juga yang membuat mu berpaling " ucap Zea lalu memilih untuk tidur .

Billy menatap nanar tubuh istrinya yang sudah berbalut selimut tebal. Billy benar-benar menyesal dengan tindakannya . Tapi Sarah juga memberi Billy warna baru dalam hidupnya . Billy juga bahagia berada di dekat Sarah . Gadis muda yang memiliki ambisius yang tinggi . Seorang gadis yang bisa membuat hati Billy kembali merasakan perasaan 6 tahun lalu . Seperti perasaannya saat pertama kali bertemu Zea . Bukan berarti Billy tidak mencintai Zea . Billy sangat mencintai Zea .

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!