Mual? kok bisa ?

Hari ini Zea bangun lebih pagi . Zea tidak lagi memasak sarapan untuk Billy dan juga dirinya . Zea akan ada meeting bersama kliennya . Dan nanti Pak Kevin juga akan bersamanya . Ini adalah kerja sama besar dengan sebuah perusahaan ternama .

Zea mengendarai mobilnya . Karena berangkat lebih awal . Jalanan tidak terlalu padat . Ini membuat Zea lebih nyaman berkendara . Selama ini Zea jarang memakai mobil sendiri . Selama menikah dengan Billy . Kemanapun Zea pergi pasti Billy akan mengantarnya . Tapi akhir-akhir ini Billy sering meminta Zea untuk mengendarai mobil sendiri . Dan sekarang Zea tahu alasannya . Kenapa Billy melakukan itu .

" Selamat pagi Dito , Rere " sapa Zea .

" Ya ampun ibu . Bisa nggak kalau datang ada suara langkah kaki . Kan jadi kaget " ucap Rere .

" Oh gitu ya . Kalau begitu saya minta maaf " ucap Zea tersenyum lucu melihat Rere dan Dito terkejut karenanya .

" Ibu berangkat pagi sekali " ucap Dito .

" Kita bahkan lebih pagi dari bu Zea " ucap Rere dengan bangga .

" Iya loh . Tumben kalian datang lebih awal ?" ucap Zea .

Dito membenarkan jasnya yang sebenarnya tidak miring .

" Kita tidak mau kalah dengan ibu . Masa setiap hari ibu datangnya duluan " ucap Dito .

" Bagus tingkatkan " ucap Zea .

" Asal besok ibu berangkatnya jangan habis subuh ya " ucap Rere .

Mereka lalu tertawa bersama .

Jam kerja sudah di mulai . Semua tengah sibuk dengan pekerjaannya masing-masing .

" Ibu ini untuk meeting hari ini " ucap Rere menyerahkan sebuah Map .

" Terima kasih Rere " ucap Zea .

Zea lalu bersiap dan menemui Pak Kevin .

" Permisi Pak . Meeting sebentar lagi di mulai " ucap Zea .

" Baik . Ayo berangkat " ucap Kevin .

Mereka berdua berjalan beriringan . Billy yang melihat Zea berjalan dengan Pak Kevin merasa kesal . Dan sikap Zea yang sekarang mulai berubah . Tidak lagi mengurus kebutuhan rumah . Billy sadar semua itu atas kesalahannya . Tapi semakin hari . Sikap Zea semakin keterlaluan menurut Billy .

" Bukankah mereka terlihat serasi ?" tanya Sarah mendekati Billy .

Sarah tahu jika Billy sedang cemburu . Sarah tidak menyukai itu .

" Lalu kamu dan aku serasi ?" tanya Billy .

" Tentu . Nanti malam aku tunggu di rumah " ucap Sarah dengan kerlingan matanya .

Tak lupa pakaian Sarah yang selalu memperlihatkan lekuk tubuhnya . Padahal jika di banding Zea . Zea jauh lebih baik dari Sarah . Namun kelihaian Sarah membuat Billy terpesona .

Billy tidak memberi reaksi . Dia hanya melihat Sarah yang semakin membuatnya terpesona .

" Argh .. " Billy meraup wajahnya kasar .

Di satu sisi Billy ingin menjauhi Sarah . Billy ingin mempertahankan rumah tangganya . Namun sikap Zea semakin membuat Billy kesal . Sedangkan Sarah selalu ada untuknya .

Zea dan Kevin berada di ruang meeting . Mereka sedang menunggu klien .

" Selamat pagi maaf terlambat " ucap klien Kevin .

" Ya , tidak masalah " ucap Kevin .

Setelah meeting berlangsung . Dan semua berjalan dengan lancar . Kevin merasa lega dan juga Zea . Klien ini meskipun perusahan AZ merupakan perusahaan mendunia . Tapi mereka tetap profesional . Dan ini membuat perusahaan AZ melirik mereka .

" Tapi apakah saya bisa bertemu dengan pemilik perusahaan ?" tanya klien tersebut .

" Kita akan membicarakannya setelah ini . Saya usahakan Pak Niko bisa bertemu dengan pimpinan kami " ucap Kevin .

" Baik Pak Kevin terima kasih " ucap Niko lalu berpamitan .

Zea tahu jika Pak Kevin bukan pemilik perusahaan . Namun pemilik AZ tidak pernah datang selama Zea bekerja di sana . Dan karyawan di sana yang sudah lebih lama dari Zea juga tidak tahu siapa pemiliknya .

Zea kembali ke ruangannya . Namun Rere dan Dito bukan lagi bekerja malah sedang berbisik berdua .

" Apa kalian sedang mengobrol ?" tanya Zea dengan hati-hati .

" Ayam ayam " latah Rere .

" Bu, ini yang kedua kalinya . Bisakah ibu tidak mengejutkan kami ?" ucap Rere .

" Aku sudah berhati-hati. Tapi kalian yang terlalu serius . Apa yang sedang kalian bicarakan ?" tanya Zea .

" Itu tadi sekretaris Pak Billy . Mual-mual pas lagi istirahat " ucap Rere .

" Kamu melihatnya ?" tanya Zea dengan wajah yang sudah berbeda .

" Iya bu . Tadi waktu di kantin Rere lihat sendiri . Tapi mungkin itu masuk angin . Kan dia belum punya suami " ucap Rere

" Iya bu . Namanya juga banyak orang . Pasti banyak yang banyak bicara " ucap Dito .

" Ya sudah kalian lanjut bekerja . Nanti ketahuan Pak Kevin kalian di pecat " ucap Zea .

Zea lalu pergi ke meja kerjanya . Tapi pikiran Zea masih dengan ucapan Rere . Zea bertanya-tanya dengan pikirannya sendiri . Namun Zea sudah tidak ingin terlalu memikirkan itu .

Pulang kerja Zea membeli makanan untuk dirinya . Zea malas untuk memasak . Toh juga hanya untuk dirinya .

Sesampainya di rumah . Setelah membersihkan diri Zea memakan makanannya . Dengan laptop di depannya . Zea menonton drama kesukaannya . Tertawa dengan kelucuan dalam drama . Simbok yang melihat Zea tertawa ikut terbawa .

" Simbok beneran nggak mau makan ?" tanya Zea .

" Tadi simbok sudah makan non . Makanannya buat den Billy saja " ucap Simbok .

" Jangan mbok . Bisa buat sarapan Zea saja besok " ucap Zea .

Billy yang saat itu baru pulang . Melihat Zea sedang makan di temani Simbok .

" Kamu sudah makan ?" tanya Billy berbasa-basi . Mereka jarang sekali berbicara saat pulang bekerja .

" Ya seperti yang kamu lihat . Aku sudah selesai " ucap Zea lalu berdiri dari duduknya .

" Kamu beli makanan ?" tanya Billy .

" Ya " jawab Zea .

" Untukku ?" tanya Billy .

" Aku hanya beli satu . Aku kita kamu tidak pulang atau sudah makan di luar . Sayang jika masak tapi tidak di makan " ucap Zea menyindir Billy .

Zea masih memasak makan untuk Billy . Tapi Billy sudah makan di luar atau tidak pulang .

" Kamu menyindirku ?" ucap Billy .

" Aku berbicara kenyataannya saja . Tidak perlu menyindir . Jika kamu merasa , mungkin kamu seperti itu " ucap Zea lalu meninggalkan Billy .

Billy duduk di meja makan . Meraup wajahnya kasar . Zea semakin hari semakin membuat ulah . Meskipun karena dirinya . Kini Billy sudah menjaga jarak dengan Sarah . Tidak bisa jika harus benar menjauh . Mereka saling membantu di kantor .

" Mbok tolong buatkan aku makan malam . Yang cepat saja " ucap Billy karena memang sudah lapar . Berharap pulang lebih awal untuk makan bersama Zea . Ternyata Zea tidak membuat masakan .

Simbok lalu membuat nasi goreng untuk Billy .

Zea lalu merebahkan tubuhnya di ranjang . Menatap ponselnya dan ada banyak pesan masuk dari sahabat Zea .

" Kikan " ucap Zea tak percaya dengan isi pesan sahabatnya .

Zea lalu saling berbalas pesan . Jarang sekali mereka berkomunikasi . Karena kesibukan masing-masing .

" Aku sudah berusaha untuk menjauhi Sarah Zea . Tapi kami saling bergantung karena sebuah pekerjaan . Aku tidak bisa menjauhi Sarah begitu saja " ucap Billy yang baru saja masuk ke dalam kamar .

Zea memilih untuk berpura-pura tertidur . Zea tidak ingin terus-terusan berdebat .

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!