Sidang

Zea hari ini tidak masuk kerja . Zea ingin segera mengakhiri permasalahannya . Bukan Zea tidak lagi berharap semua akan seperti dulu . Tapi keadaan yang tidak memihaknya . Dan Billy yang sudah tidak lagi menginginkan Zea . Meskipun Billy selalu mengatakan cinta kepada Zea .

Tapi Cinta itu tidak akan berkhianat apapun itu alasannya .

Zea memesan taksi online . Mobilnya masih berada di bengkel

" Ya ampun. Aku bahkan tidak meminta nomor ponselnya . Atau namanya saja aku tidak tahu . Astaga , semudah itu aku mempercayai orang " ucap Zea merasa bodoh .

Setelah sampai di pengadilan agama . Zea sudah di tunggu oleh pengacara nya .

" Semua bukti sudah saya siapkan ibu . Apakah suami Ibu akan hadir ?" tanya Pengacara Zea .

" Entahlah . Biarkan saja . Dia tidak datang akan lebih baik " ucap Zea .

Billy saat itu juga ijin untuk tidak berangkat bekerja . Billy akan menghadiri sidang mediasi . Billy tidak ingin berpisah dari Zea . Apapun alasannya . Billy tidak ingin kehilangan cinta Zea .

" Aku memang bodoh Ze . Aku bodoh " Billy merutuki dirinya sendiri .

Di dalam perjalanan . Billy selalu dalam rasa penyesalan . Tapi rasa sesal itu percuma . Zea sudah kekeh untuk berpisah Dari Billy .

Drt drt drt

Billy mendapat sambungan telepon dari Sarah . Billy enggan untuk mengangkat telepon dari Sarah . Billy membiarkan ponselnya berdering berulang kali .

" Aku tidak akan membiarkan kamu merusak rencanaku Sarah " ucap Billy .

Ting

" Aku butuh kamu sekarang Billy . Perut aku terasa kram dan sakit sekali Billy . Aku tidak ingin anak kita kenapa-napa Billy . Aku mohon angkat telponnya " isi pesan Sarah .

Billy membacanya . Billy lalu menyugar rambutnya . Di satu sisi Billy ingin berjuang untuk rumah tangganya . Di satu sisi ada anaknya yang sedang membutuhkannya .

Billy lalu melajukan mobilnya . Menuju tempat Sarah . Saat itu Sarah sedang berada di luar .

" Terima kasih Billy kamu sudah datang " ucap Sarah tersenyum sembari menahan sakit perutnya . Wajah Sarah benar-benar pucat saat itu .

" Kenapa kamu bisa teledor . Apa yang kamu lakukan ?" tanya Billy

" Semalam aku tidak bisa tidur . Aku memintamu untuk menemaniku . Tapi kamu menolak ku " ucap Sarah .

" Aku akan membawa mu ke rumah sakit sekarang " ucap Billy .

Billy lalu membawa Sarah ke mobilnya . Sarah merasa mual dan juga pusing jika di pagi hari . Bahkan Sarah tidak bisa mencium bau yang sangat menyengat . Nafsu makan Sarah juga berubah .

" Apa kamu sudah sarapan ?" tanya Billy .

Sarah hanya menggeleng .

" Kenapa belum ? Kamu itu sedang hamil Darah . Jangan sampai kamu sakit . Ada anak kita di sini " ucap Billy menyentuh perut Sarah .

" Kita akan mencarikan mu makanan . Sebelum kita pergi ke dokter " ucap Billy .

Sidang akan berlangsung 2 jam lagi . Billy yakin , jika Billy bisa membagi waktunya .

" Aku nau makan itu Bil " ucap Sarah .

Sarah menunjuk sebuah gerobak gado-gado .

" Kamu mau makan itu ?" tanya Billy .

Sarah mengangguk dan tersenyum .

Billy semakin menyayanginya setelah Sarah hamil . Sarah semakin bahagia mendapat perhatian lebih dari Billy .

Meski nanti menjadi istri kedua . Tapi Sarah akan membuat Billy selalu bersamanya .

Billy pernah berkata kepada Sarah . Jika Sarah akan di jadikan istri kedua . Tapi ternyata Zea sudah lebih dulu mundur . Tentu saja Sarah semakin senang .

Zea menunggu seraya berdiskusi kepada pengacaranya .

" Jika nanti pak Billy datang . Dan pak Billy menolak perpisahan ini . Mungkin akan cukup memakan waktu " ucap pengacara Zea .

" Saya minta tolong kepada anda Pak . Agar semua segera selesai " ucap Zea .

" Maaf Ze , aku terlambat " ucap Kikan berlari menghampiri Zea

Kikan lalu memeluk Zea . Simbok juga bersama Kikan . Kikan tahu jika ini adalah hal berat yang harus di lalui Zea . Kikan tidak akan membiarkan Zea sendirian .

" Ze , Sorry kamu nggak akan marah kan sama aku ?" tanya Kikan menatap Zea lekat .

" Nggaklah Kikan . Cuma terlambat gitu doang aku marah. Lagian ya , aku itu nggak papa " ucap Zea .

" Bukan itu Ze " ucap Kikan .

" Lalu ? Nggak usah mode serius gitu deh . Buat aku jadi penasaran. "ucap Zea memaksakan senyum .

" Zea " sapa Seseorang yang sangat Zea rindukan .

" Mama " ucap Zea lirih .

Mama Zea lalu memeluk Zea dengan erat . Air mata Mama Ranum luruh begitu saja . Zea juga ikut terisak . Tak percaya jika Mamanya akan ikut hadir di persidangannya .

Ranum Agatha adalah istri dari Seno Agatha . Mama Ranum di beri tahu oleh Simbok . Tapi sebenarnya bukan simbok yang memberitahu . Namun Mama Ranum yang selalu menanyakan keadaan Zea . Hingga mungkin karena perasaan ibu dan anak . Mama Ranum selalu ingin bertemu Zea . Meski Simbok selalu beralasan . Tapi sebagai seorang ibu . Mama Ranum mengerti jika Zea sedang ada masalah dengan Billy.

Dari cerita Simbok sebelumnya . Mama Ranum tahu kalau Billy sudah menyakiti anaknya .

" Maafkan Zea Ma " ucap Zea .

" Sudah sayang . Semua sudah berlalu " ucap Mama Ranum .

" Zea , sekarang apapun yang menjadi keputusan mu . Mama tidak menyalahkan mu . Mungkin ini yang terbaik untuk kamu . Kamu anak kuat dan hebat . Wanita kuat itu tidak boleh cengeng " ucap Mama Ranum yang selalu menganggap putrinya itu sebagai anak kecil .

Zea mengangguk lalu kembali memeluk Mama Ranum . Saat ini memang Zea membutuhkan Mamanya .

" Pulanglah nak . Mama sangat merindukan mu " ucap Mama Ranum .

" Tidak sekarang Ma . Maaf " ucap Zea .

Zea masih takut jika Papa Seno akan memarahinya . Dulu Zea sangat dekat dengan Papanya . Namun saat Zea memilih Billy . Di situlah Papa Seno berubah .

" Jangan khawatir dengan Papa mu sayang . Papa mu juga merindukanmu . Mungkin Papa mu terlihat keras . Tapi hatinya lembut sayang . Hanya egonya lebih kuat " ucap Mama Ranum.

" Aku akan pulang setelah masalah ini selesai " ucap Zea memaksakan senyum .

" Baiklah . Mama akan menemanimu sampai kamu selesai sidang " ucap Mama Ranum .

Zea memeluk Mama Ranum . Zea merasa ada kekuatan baru karena ada ibunya .

Sudah satu jam lebih . Namun Billy tidak juga datang . Akhirnya mediasi gagal . Dan Zea tidak ingin mediasi . Zea ingin semua segera terselesaikan .

Arron yang juga berada di sana . Turut menyaksikan sidang perceraian Zea . Gila, ya Arron memang sudah gola karena Zea . Tidak ada yang bisa menolak Arron . Tapi tidak dengan zea .

" Bantu dia sampai selesai . Segera percepat perceraiannya " ucap Arron kepada Kevin .

" Apa kamu gila Arron . Kamu boleh menginginkannya . Tapi jangan sampai kamu ikut campur urusan rumah tangganya . Dia belum menjadi janda Arron . Biarkan mereka menyelesaikan urusannya . Atau kamu mau di panggil pembinor ?" ucap Kevin .

Arron merasa kesal dengan ucapan Kevin . Tapi perkataan Kevin ada benarnya juga . Arron akan mencoba bersabar . Meskipun Arron tidak mungkin bisa .

" Tapi aku mau kamu awasi sidang perceraiannya " ucap Arron .

" Ya ya . Lakukan semua yang kamu inginkan " kesal Kevin .

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!