sebblak

Zea begitu kesal dengan Arron . Zea tidak ingin membohongi ibu Arron . Apalagi wanita paruh baya itu terlihat sangat baik kepadanya . Hanya Aruna yang memang terlihat tidak percaya dengan hubungan Zea dengan Arron . Tapi Zea bersyukur karena Zea bisa menjelaskan kepada Aruna .

"Zea " teriak Kikan .

" Jangan berteriak Kikan " ucap Zea ikut berteriak .

" Kamu sendiri juga berteriak " ucap Kikan tanpa rasa bersalah .

" Itu karena kamu berteriak " ucap Zea .

" Ada apa kamu ke sini ? Dan itu apa yang kamu bawa ?" tanya Zea .

" Ini . Aku membeli makanan untuk kita " ucap Kikan .

" Aku sudah makan " ucap Zea .

" Tapi katanya ini makanan penghilang stress " ucap Kikan .

" Itu seblak " ucap Zea .

" Iya aku mau coba . Katanya enak " ucap Kikan .

" Ya cobalah " ucap Zea .

Kikan tidak terlalu suka pedas .Zea duduk di samping Kikan dengan segelas jus melon .

" Itu punya mu . Kalau kamu mau " ucap Kikan .

" Aku mau melihat mu dulu " ucap Zea .

" Baiklah . Usap itu iler mu " ucap Kikan tertawa kepada Zea .

Kikan lalu menyendokkan seblak ke dalam mulutnya . Awalnya Kikan memang merasa pedas . Tapi rasanya cukup nyaman bagi Kikan .

" Pedes " ucap Kikan .

" Iya memang . Tapi enakkan ?" tanya Zea .

" Ya . Ini enak . Rasanya beda aja gitu " ucap Kikan .

" Bakal jadi favorit nih " ucap Zea

" Bisa jadi " ucap Kikan nyengir .

Zea lalu ikut memakan seblak yang di bawakan Kikan .

" Oh ya . Tadi aku bertemu sama Billy dan wanita itu " ucap Kikan .

Zea tidak menyahut . Rasanya sudah tidak ingin lagi membicarakan Billy.

" Billy terlihat tak terurus . Tapi itu pilihan dia sendiri . Oh ya , bagaimana dengan sidang mu " ucap Kikan .

" Semua lancar . Berkat dia tidak pernah datang . Dan aku bersyukur . Besok adalah sidang terakhir . Doakan semoga besok clear " ucap Zea .

" Kamu akan datang besok ?" tanya Kikan .

" Ya " ucap Zea seraya tersenyum .

Membayangkan sebuah perceraian saja tidak pernah . Apalagi Billy selalu baik dan perhatian kepada Ze . Seakan tidak ada lagi orang lain di hati Billy . Namun ternyata waktu mampu merubah cinta seseorang . Biarlah ini menjadi cerita bagi Zea . Dan saat ini Zea hanya berharap hidup seperti biasanya . Meskipun tanpa Billy di sampingnya .

" Aku akan menemani mu . Tapi agak terlambat mungkin . Aku ada bertemu klien " ucap Kikan .

" Tidak masalah " ucap Zea .

Kikan memeluk Zea dengan erat .

" Kamu harus menjalani hidup dengan baik . Kamu harus bahagia " ucap Kikan di sela pelukannya .

Zea mengangguk .

Zea sangat bersyukur selalu di kelilingi orang-orang baik .

Seperti biasa . Zea bangun pagi dan berolahraga sebentar . Sebelum kembali beraktifitas .

Zea sudah berdandan rapi . Menggunakan celana panjang hitam , blouse warna putih dan juga jas hitam . Tak lupa rambutnya dia biarkan tergerai . Dengan kaca mata hitamnya yang membuat Zea terlihat cantik .

" Non cantik sekali " ucap Simbok .

" Makasih mbok. Simbok sudah siap ?" tanya Zea .

Zea mengajak Simbok untuk menemaninya .

Zea juga meminta ijin terlebih dahulu kepada perusahaan . Dan mereka memberi ijin.

Tentu saja Arron sangan menunggu sidang akhir ini .

Arron sudah bersiap juga untuk pergi . Kevin benar-benar di buat bingung dengan tingkah Arron . Banyak wanita lajang di luar sana. Cantik dan seksi tentu saja itu hal mudah bagi Arron . Tapi Arron lebih memilih Zea . Wanita yang belum memiliki status asli .Istri orang iya tapi masih proses cerai . Janda bukan karena masih berstatus istri .

" Kamu memang sudah gila Arron " ucap Kevin .

" Ya " jawab Arron merapikan penampilannya .

" Kalau orang tahu nama kamu pasti akan ikut tercemar . Seorang pengusaha kaya raya tampan Arron Zalano ternyata seorang pembinor " ucap Kevin .

" Mereka tidak akan berani . Sudah sku mau pergi dulu " ucap Arron .

Kevin hanya mengibaskan tangannya .

" Oh ya jangan lupa sebarkan itu " ucap Arron .

" Ya ya . Pergilah , selesaikan urusan mu itu " ucap Kevin .

Kevin tak habis fikir . Sahabat kecilnya akan jatuh cinta dengan istri orang . Ya , meskipun akan menjadi seorang janda .

Kevin keluar ruangan . Dan menjatuhkan sesuatu di dekat pantry. Beruntung di sana tidak ad orang . Kevin lalu membuat kopi untuknya sebelum kembali ke ruangannya .

" Pak Kevin butuh sesuatu ?" tanya Ob di sana .

" Oh tidak . Saya sudah buat sendiri " ucap Kevin .

" Bapak bisa minta tolong kalau mau di buatkan kopi " ucap ob itu lagi .

OB itu termasuk karyawan baru . Jadi sangat merasa sungkan .

" Sudah pergilah bekerja " ucap Kevin lalu kembali ke ruangannya .

OB itu lalu masuk ke dalam . Dia mau bersih-bersih . Tapi saat dia mau menyapu . OB itu menemukan sebuah foto .

" Punya siapa ini . Kenapa ada di sini " ucapnya .

Lalu pria itu membawa foto itu ke sakunya .

Tak berselang lama Billy datang untuk membuat kopi . Billy tidak bisa tidur semalaman . Memikirkan perceraiannya dan juga kehamilan Sarah yang semakin membesar .

Akhir-akhir ini Sarah juga sudah memakai pakaian yang longgar . Meskipun terbuka tapi di bagian perut pasti longgar . Dan hal itu tentu saja semakin membuat rekan kerjanya penasaran . Apakah benar dengan gosip yang mereka dengar .

OB itu yang melihat Billy masuk . Merasa familiar dengan Billy . Namun dimana dia melihatnya . Mereka baru saja bertemu satu kali .

" Kenapa kau menatapku seperti itu ?" tanya Billy .

" Apa pak ? Ada apa ? " tanya Ob itu karena terlalu fokus mengingat .

" Ah lupakan . Bisa buatkan aku kopi ?" tanya Billy lalu duduk bersandar di kursi .

" Baik pak . Saya buatkan " ucap Ob itu .

OB itu terlihat cekatan membuat kopi .

" Apa kamu masih baru ?" tanya Billy memijat pelipisnya .

"Iya Pak . Saya baru satu minggu di sini " ucap OB itu .

Billy mengangguk lalu pergi setelah mendapatkan kopinya .

Ob itu lalu teringat dengan foto yang baru dia dapat .

" Oh ini foto mas yang tadi . Ternyata ini foto pernikahannya " ucap Ob itu

Billy merasa lelah karena omelan dan juga Sarah yang selalu meminta ini dan itu . Sudah pulang lembur malam di rumah harus menghadapi Ibu dan Sarah .

Tak sengaja Billy dan juga Zea berpapasan . Billy berusaha berbicara kepada Zea . Namun Zea berusaha untuk menolaknya.

" Ini di kantor Billy " ucap Zea

" Aku mau bicara Zea . Beri aku waktu " ucap Billy .

" Kalau mau bicara silahkan datang ke pengadilan " ucap Zea lalu pergi .

Tiba-tiba Zea di telpon oleh kantor untuk menyerahkan laporannya . Saat itu Zea lupa jika harus segera di serahkan kepada Kevin . Karena Zea terlalu bersemangat untuk segera mengakhiri sidang perceraiannya .

" Aku tidak bisa Zea " ucap Billy lirih .

Billy merasa tidak berguna menjadi seorang lelaki . Seharusnya Billy mampu dan berani mengambil pilihan . Nyatanya Billy tidak bisa melakukannya .

Ibu Billy mengancam Billy untuk menyebarkan rumor perselingkuhan Billy dengan Sarah . Dan begitu pula dengan Sarah .

" Sudah beristri kok masih menggoda wanita lain . Tapi mbak itu cantik sih " ucap OB itu .

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!