Rifki berusaha membuat Azmi tidak marah dan mau memaafkannya tetapi, Azmi sudah sangat kecewa dengan Rifki.
Bel istirahat sekolah berbunyi Azmi dan Aban hendak pergi ke kantin rasa lapar mereka sudah semakin menjadi -jadi. Rifki yg melihat Azmi dan Aban mendekat segera menghampiri Azmi.
"Azmi, makan sama aku yuk sama teman-teman yang lain juga."ucap Rifki berharap Azmi mau.
Azmi tidak menjawab dan hanya memandang Rifki dengan pandangan masih kecewa. Azmi pergi dan memesan makanannya.
"Ban, gimana nih Azmi belum mau ya maaffin aku."Rifki.
Aban tersenyum dan menepuk pundak Rifki.
"Udah Ki, kamu gak usah terlalu kepikiran, Azmi emang gitu kok tapi didalam hatinya pasti udah maaffin kamu cuman ,dia belum bisa ngungkapin itu."Aban.
"Tapi Ban, aku merasa bersalah banget sama Azmi aku sadar kalau aku orang yang pembohong, aku udah bilang mau bantuin Azmi tapi apa Ban, aku malah diam aja."Rifki.
"Iya Ki, sekarang kamu harus buktikan ke Azmi kalau kamu itu sahabat sejati ok jangan nyerah ,aku pergi dulu ya, udah laper."Aban.
Rifki mengangguk dan memandang Aban dan juga Azmi yang sudah duduk menikmati makanannya.
Rifki pergi kembali ke maja makannya.
Teman-teman Rifki yg melihat Rifki tidak ceria merasa heran dan cemas.
"Ki, kamu kenapa sih ada masalah?. "teman 1
"Iya Ki, cerita aja sama kita."teman 2.
Rifki tersenyum memandang kedua temannya.
"Enggak kok gk ada apa-apa."Rifki.
Kedua teman Rifki saling berpandangan dan kembali melanjutkan makanan mereka. Sesekali Rifki memandang Azmi yg asyik makan dengan Aban.
Aban terus memandang Azmi yg masih cuek.
"Mi."Aban.
"Hmmm."jawab Azmi sembari mengunyah dan menyendok makanannya.
"Udah lah Mi, maaffin aja si Rifki kasihan tau dari tadi dia merasa bersalah banget?."Aban.
Seketika Azmi menghentikan makannya d?an menatap Aban.
"Ban, aku gk bisa maaffin orang pengecut kayak dia gara -gara dia ustadz Fathur marah besar sama aku dan teman -teman yg lain pada ngetawain aku Ban."Azmi.
"Iya Azmi, aku tau tapi kan....
"Ah udahlah Ban, aku masih kecewa sama dia."Azmi memotong pembicaraan Aban.
"Ya udah aku minta maaf ."Aban.
Selesai makan Azmi dan Aban memutuskan untuk sholat duha di Masjid pesantren sembari menunggu bel masuk berbunyi.
Setelah Azmi selesai berdoa ia melihat Rifki yg berada tepat disampingnya.
"Ban, aku tunggu di depan."ucap Azmi kepada Aban yang sedang berdzikir. Aban hanya mengangguk.
Rifki memandang Azmi yg pergi meninggalkan Masjid dan duduk di depan pintu Masjid menunggu Aban.
"Ban, Aban."bisik Rifki.
"Apaan sih?. Aku lagi khusyuk nih."Aban.
"Iya ,maaf deh ."Rifki segera ia menghampiri Azmi yang sedang duduk di depan Masjid.
Rifki duduk tepat disamping Azmi sedangkan, Azmi tidak mau menoleh ke arah Rifki.
"Ehem Mi, kamu mau gak habis duhur ikut aku"Rifki.
Azmi tidak menjawab.
"Oh kalau gitu besok deh kan hari jum'at gak ada aktifitas mau kan."Rifki.
Azmi masih tidak mau menjawab.
"Azmi sampai kapan sih kamu cuekin aku."Rifki.
Tiba-tiba Aban sudah selesai dan berdiri dihadapan Azmi dan Rifki.
"Ayo Ban."ucap Azmi kepada Aban ia berdiri dan melangkah pergi.
Azmi dan Aban segera pergi meninggalkan Rifki sendiri.
Hingga bel masuk sekolah berbunyi.
Azmi dan Aban duduk dibangku mereka.
"Azmi, aku tau kok sebenarnya kamu gak enak kan cuekin Rifki kayak gitu."Aban.
Azmi terdiam dan memandang Aban.
"Emmm enggak kok Ban biasa aja."Azmi.
"Udah Mi, gak usah bohong. "Aban.
Azmi terdiam dan melihat Rifki yg duduk bersama teman sebangkunya.
"Aku gak tau Ban,harus gimana nyesek tau Ban kejadian tadi pagi. "Azmi.
Aban tersenyum.
"Iya, aku tau kok tapi Azmi ini semua mungkin cobaan buat kamu lagian yg udah terjadi gk bisa diulang lagi ,ya kan."Aban.
Azmi terdiam dan menghadapkan wajahnya kedepan sembari mengangguk .
Sepulang sekolah Azmi dan Aban berjalan bersama menuju kamarnya ditengah-tengah mereka berjalan mereka melihat Rifki yg diganggu oleh Zakir dan kedua temannya.
Azmi masih diam dan tidak langsung menolong Rifki.
"Azmi, tega kamu lihat Rifki diganggu sama mereka."Aban.
Tidak menjawab Azmi langsung menghampiri Zakir dan kedua temannya mengambil buku milik Rifki yang ada ditangan Zakir. Tanpa bicara apapun Azmi menyodongkan buku Rifki. Aban tersenyum melihat Azmi segera dan menghampirinya.
"Azmi ganggu aja lagian kamu kan udah dikhianatin sama Rifki masih aja ngebelain dia."Zakir.
"Udah lah Mi, kasih kita-kita ganggu dia."Helmi.
"Kalian kurang kerjaan banget sih gk dengar adzan ?.Apa telinga kalian belum di bersihin masih aja ganggu orang?."Azmi .
"Azmi kita dengar kok adzan cuman Zakir ngajak kita ganggu Rifki."Sihin.
"Hin."sentak Helmi.
"Apa sih. "Sihin.
"Udah pergi sana sebelum aku kasih pelajaran, mau."Azmi.
"Selow Mi, Kir udah kita ngalah aja sama Azmi yuk."Helmi menarik tangan Zakir dan Sihin.
"Azmi makasih ya ."Rifki.
Azmi hanya mengangguk dan kembali berjalan menuju kamarnya. Aban mengikuti Azmi .Rifki senang ia tersenyum memandang Azmi dan Aban yang terus melangkah menuju kamar mereka.
"Assalamualaikum ."ucap Azmi dan Aban bersamaan.
"Wa'alaikumsalam."jawab Ahkam dan Mukhlis yang sudah bersiap menuju Masjid sembari berbincang duduk dikasur mereka berhadap-hadapan.
"Azmi, gimana kamu masih marah sama teman kamu itu."Ahkam.
Azmi yg sedang meletakkan bukunya seketika menatap Ahkam.
"Apa sih mas, aku gak ada masalah kok."Azmi
"Eh Azmi kenapa sih Ahkam, Aban? "tanya Muhklis yang tidak tau apa-apa.
"Gak ada apa-apa kok bang Mukhlis ayo Ban,kita wudhu. "ajak Azmi melangkah ke luar kamarnya.
"Biasa tuh si Azmi ngajak wudhu tapi jalan duluan, Azmi tunggu."teriak Aban mengejar Azmi .
Muhklis masih saja bingung ia memandang Ahkam yg asyik membaca Qur'annya dengan suara pelan.
"Ahkam ,kenapa Azmi?.Aku kok gak dikasih tau."Muhklis.Ahkam menutup Qur'annya tersenyum kepada Mukhlis.
"Udah biasa anak muda mending kita ke Masjid yuk."ajak Ahkam.
Ahkam dan Mukhlis berangkat bersama menuju Masjid.
Sedangkan, Azmi dan Aban masih wudhu terlihat banyak santri yang masih mengenakan seragam sekolah mengantri mengambil wudhu mereka tidak mau ketinggalan sholat jama'ah.
Selesai mereka wudhu. Azmi dan Aban pergi menuju kamar mereka.Diperjalanan mereka berpapasan dengan Rifki. Azmi masih tidak menjawab sapaan Rifki hanya Aban yg menyapa Rifki dengan ramah.
Di kamar, Azmi segera mengusap wajahnya yang dibasahi dengan air wudhu. Azmi menyisir rambutnya memasang pecinya dan berdiri dihadapan Aban.
"Yuk Ban."Azmi.
Aban menoleh ke arah Azmi.
"Sebelum kita berangkat aku mau kamu senyum Azmi, dari tadi cemberut terus cepat tua kamu entar."Aban.
"Kata siapa Ban? .Dari tadi aku gk cemberut kok."Azmi.
"Sini. "ajak Aban menarik tangan Azmi menuju cermin.
"Masa senyum aja gak tau sih ,nih kayak gini, emmmmm."Aban menyontohkan senyumnya pada Azmi. Azmi tidak lagi bisa menahan tawanya ia tertawa melihat ekspresi Aban yang tersenyum lebar.
"Aban jelek tau."Azmi sembari terus tertawa.
"Biarin dah aku jelek yang penting sahabat ku yang ganteng ini gak cemberut lagi."Aban.
" Bisa aja, ya udah yuk berangkat "Azmi. Aban tersenyum. Mereka segera berangkat menuju Masjid.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 240 Episodes
Comments
Supartini
visual y thor
2021-04-14
0
zaher syadili
zabarrr azmi
2021-03-30
1
Ferly Ina
hadir lagi thor 😊
2021-02-26
1