Matahari pagi mulai menampakkan dirinya dan menerangi bumi. Para santri beramai-ramai turun dari Masjid. Di hari jum'at kegiatan santri hanya bersih-bersih selebihnya mereka bisa ber'istirahat setelah seminggu penuh melakukan kegiatan dengan padat.
Azmi membuka jendela kamarnya melihat sudut kanan-kiri pesantren.Azmi menghirup udara segar dan melukiskan senyum di wajahnya yang tampan. Melihat Azmi, Aban menghampirinya dan berdiri tepat disamping Azmi yang asyik memandangi suasana pesantren.
"Eh Azmi, dari tadi kelihatan senang banget hari ini ada apa?."Aban.
Azmi menoleh ke arah Aban sembari tersenyum lebar. Azmi duduk di kasurnya.
"Aban, setiap hari aku selalu senang bisa berada di pesantren ini.Bisa ketemu sama kalian semua sahabat terbaik deh pokoknya."ucap Azmi menatap satu persatu teman sekamarnya wajahnya sungguh ceria.
Aban melangkah dan duduk disamping Azmi.
"Bisa aja kamu Azmi, tapi kemarin gk senang kayak gini tuh."Aban.
"Iya benar Mi, katanya tiap hari selalu ceria."Ahkam.
Mukhlis hanya bisa tertawa melihat teman-temannya.
Azmi terdiam dan memandang Aban.
"Itu kan beda, tapi sekarang seorang Azmi akan selalu ceria kan kalian selalu nyemangatin aku."Azmi.
"Iya Mi, pasti aku selalu dukung kamu."Aban.
Azmi dan Aban saling memberikan senyum manis mereka. Tidak lama, terdengar suara ustadz yang menggunakan mikrofon mengumumkan para santri untuk segera berkumpul dilapangan pesantren.
"Ayo semangat, kita bersih-bersih sekarang."Azmi begitu semangatnya.
Azmi dan teman-temannya melangkah menuju lapangan pesantren yang sudah terlihat banyak santri yang berbaris mendengarkan santri senior yang ditugaskan ustadz untuk membagi tugas bersih-bersih pesantren. Semua santri mulai bersih-bersih sesuai arahan santri senior yang juga ikut bersih-bersih.
Zakir yg melihat Azmi dan Aban yg asyik bersih -bersih tersenyum licik berniat mengerjai mereka. Dibantu kedua soibnya Zakir mulai menghampiri Azmi dan Aban menuangkan sampah di tempat yang sudah di bersihkan oleh Azmi dan Aban.
"Zakir, apaan sih gak ada kerjaan banget kita udah bersihin malah kamu kotorin lagi."Azmi.
"Iya Kir, capek tau dari tadi bersihin malah kamu kotorin. "Aban.
"Ya bersihin lagi Aban, Azmi kok susah sih."Sihin.
"Azmi... Azmi... Dengar yaa, mau kamu capek ngebersihin satu halaman pesantren aku gk peduli ya gk Hel, Hin."Zakir.
"Iya benar."jawab Helmi dan Sihin bersamaan.
"Nyari masalah ya, kamu. "Azmi mendekati Zakir emosinya mulai terlihat.Aban coba menghentikan.
Santri senior yang sedang bersih-bersih melihat Azmi yang marah kepada Zakir dan menghampirinya.
"Heh. Bukannya bersih-bersih kalian malah bertengkar."santri senior.
"Ini mas ,Zakir nyari masalah masa dia buang sampah ditempat yang saya udah bersihin."Azmi.
"Apaan sih Azmi, enggak kak bohong Azmi."Zakir membela dirinya.
"Sudah-sudah kakak minta kalian cepat membersihkan halaman ini ayo cepat."santri senior.
"Tapi kak."Zakir.
"Cepat."santri senior tegas.
Zakir mulai pasrah ia membersihkan halaman itu bersama Azmi, Aban dan kedua soibnya.
Walau Azmi dan Zakir sesekali bertengkar dan saling suruh akhirnya tugas mereka selesai.
"Alhamdulillah ."ucap Azmi memandang halaman pesantren yang sudah bersih.
Santri senior yang dari tadi duduk mengawasi mereka menghampiri Azmi dan teman-temannya.
"Bagus, sudah bersih ,ya sudah kalian boleh istirahat. "santri senior.
"Udah boleh istirahat nih kak horee yuk Hel, Hin, kita pergi malas lihat muka Azmi sama Aban."Zakir.
"Siapa suruh kamu ngelihatin aku sama Aban ,ya gak Ban. "Azmi.
"Iya tuh."Aban.
"Apa? ."Zakir.
"Apa?. "Azmi.
Mereka lagi-lagi bertengkar sahabat mereka masing-masing memegangi mereka.
"Sudah kalian ini gak ada habis -habisnya bertengkar ,Zakir kamu pergi."ucap santri senior.
"Awas kamu Mi."Zakir.
"Awas apa?."Azmi.
"Zakir pergi cepat!." perintah tegas santri senior.
Zakir pergi bersama kedua soibnya.
Santri senior juga menyuruh Azmi dan Aban segera ke kamar mereka. Azmi dan Aban mulai melangkah ke kamar mereka.
"Assalamualaikum. "ucap Azmi dan Aban bersamaan.
"Wa'alaikumsalam."jawab Ahkam dan Muhklis.
Azmi mendekati Ahkam yang asyik membaca buku.
"Eits, udah cuci tangan kamu Mi."Ahkam menjauhi Azmi.
"Ya udah mas. "Azmi.
"Ya kirain."Ahkam.
"Aku gak jorok lo."Azmi.
"Yaa maaf."Ahkam.
Sedangkan Aban bersama Muhklis duduk bersama sembari berbincang. Azmi yang melihat Ahkam sangat serius terus mendekati wajahnya sehingga menghalangi pandangan Ahkam.
"Azmi ngapain sih, gimana aku mau baca?."Ahkam
Azmi mengangkat kepalanya dari buku Ahkam.
"Maaf mas, habisnya mas Ahkam itu serius banget bacanya. "Azmi.
"Eh Azmi, kayak belum tau aja ,Ahkam itu kalau baca gk bisa diganggu dia serius banget sampai benar-benar paham."Mukhlis.
"Emang gitu mas Ahkam."Azmi.
"Iyaa."Ahkam.
"Mi, Mi sini deh ."Aban.
"Apa?. "Azmi bingung memandang Aban.
"Sini aja cepat "Aban yang berada didepan jendela kamar.
"Ada apaan sih. "Azmi, ia melangkah bangun menuju Aban.
"Lihat itu siapa yaa?."Aban menunjukkan tangannya keluar jendela.
Azmi menyipitkan matanya dan melihat ke arah yang ditunjukkan Aban.
"Astagfirullah Ban, taubat Ban,jadi dari tadi kamu ngelihatin santriwati."ucap Azmi memandang ke arah santri wati yang terlihat berjalan keluar pesantren.
"Yaa kan, aku iseng aja lagian mukanya gk kelihatan."Aban.
Azmi terdiam terus memandangi siapa 2 santriwati yang berjalan keluar pesantren walau tidak terlalu jelas di hadang oleh tembok. Azmi makin mengeluarkan kepalanya. Melihat Azmi,Aban merasa geram.
"Azmi, tadi bilangin aku kamu sendiri sampai kayak gitu."Aban menarik pelan kepala Azmi yang maju keluar jendela.
"Hehe maaf, udah hilang tuh."Azmi .
"iya, udah hilang."Aban mencari -cari santri wati itu.
"Azmi, Aban gini nih kalau hari jum'at ngelihatnya keluar pesantren ."Mukhlis.
"Iya tuh, bilang aja sama ustadz nanti biar dipindah kamarnya dibawah kan gak bisa lagi lihat luar pesantren."Ahkam.
"Enggak mas, nih Aban duluan yang lihat."Azmi.
"Kok aku sih kamu tuh yang fokus banget ngelihatinnya."Aban.
"Udah, jangan ribut. "Mukhlis.
Azmi sekali lagi melihat keluar jendela dan kembali duduk di kasurnya. Aban menutup korden jendela dan duduk disamping Azmi.
"Eh tapi mereka mau kemana ya?. Bukannya cuman santriwan yang boleh keluar pesantren. "Azmi.
"Iya Mi, benar jangan-jangan mereka mau kabur. "Aban.
"Husshhh. Kok masih aja sih ngomongin ssntriwati. "Muhklis.
"Azmi nih bang yang mulai."Aban.
"Iyaa, habisnya aku pengen tau aja."Azmi tiba-tiba terdengar suara cacing kelaparan dari perut Azmi . Yang membuat Ahkam, Aban, dan Mukhlis terdiam.
"Azmi kamu lapar ?."Aban.
"Hehe iya nih, waktu makan kapan sih aku udah gak tahan."Azmi tertawa kecil memegangi perutnya.
"Sabar."Aban.
Terdengarlah suara dari speaker yang memerintahkan para santri untuk makan. Tanpa pikir panjang Azmi langsung berlari menuju dapur pesantren.
"Azmi tunggu."Aban berteriak ,ia juga berlari menyusul Azmi.
Melihat tingkah Azmi dan Aban membuat Ahkam dan Mukhlis tersenyum.
"Udah lapar tuh bocah dua yuk Kam, kita makan juga."Mukhlis.
"Iya ,yuk."Ahkam.
Mereka berangkat bersama menuju dapur. Terlihat Azmi dan Aban yang sudah duduk santai menikmati makanan mereka.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 240 Episodes
Comments
Dian Anggraeni
Tor kenapa aku selalu menyangka Azmi itu perempuan pada udah jelas santriawan kereen lah beda ceritanya 😉👏👏👏👍👍👍👍
2020-12-18
2
Fany Lili
Like disini
2020-12-05
1
chonurv
Zakir selalu jahil deh. bagus deh dia instan kena karma suuruh bersih2 juga
2020-10-12
1