Azmi melihat jam dinding yg sudah menunjukan jam 10.30 malam. Rasa ngantuk semakin berat mata Azmi mengeluarkan air beberapa kali tetapi, Azmi berusaha untuk mendengarkan dan mengartikan kitabnya. Sama halnya dengan Azmi, Ahkam dan Aban yang sudah sangat mengantuk dan mulai menunduk menahan rasa kantuk.
"Baiklah ,pelajaran hari ini sudah selesai, ustadz lihat kalian semua sudah ngantuk berat ya,tetap semangat menjadi seorang santri. Ustadz sangat bangga dengan kalian, semoga kalian semua menjadi anak-anak sholeh yang membawa orang tua kalian ke surga dan semoga kalian menjadi anak yang bisa membanggakan orang tua."ustadz
Serentak semua santri yang sudah mengantuk menjawab dengan suara mereka yang sudah lemas...
"Aamiin."jawab para santri sembari mengusap wajah mereka.
" Ya sudah ustadz tutup, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh."
"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh."jawab semua santri.
Para santri turun dari masjid dengan kondisi yang sangat mengantuk sampai mereka tidak fokus mencari sandal.
Zakir ,ia memakai sandal yang salah,Azmi yang melihat segera memberi tahu.
"Kir,gimana kamu pakai sandal kaki kanan itu sandal ku ,gimana sih?."Azmi.
Zakir melihat kaki kanannya yg memang salah memakai sandal.
"Oh iya Mi, maaf aku ngantuk nih."Zakir memberikan sandal Azmi dan pergi.
Aban dan Ahkam menunggu Azmi berdiri didepan Masjid. Mereka kembali ke kamar mereka bersama.
Sesampainya dikamar, Azmi dengan cepat meletakkan kitab dan pulpennya dan merebahkan tubuhnya.
"Alhamdulillah, saatnya tidur."Azmi melepas pecinya.
Aban yang ingin meletakkan kitabnya terhenti melihat kitab dan pulpen Azmi yang menyelip di antara buku-buku Aban.
"Azmi ,kamu salah naruh kitab, ini tempatku."Aban .
Azmi yang merebah menoleh ke arah Aban.
"Masaa sih ,ya udah Ban aku minta tolong dong taruhin kitabku,aku ngantuk banget."Azmi.
"Iyaa, iyaa."Aban.
"Ngantuk si ngantuk Mi,minggir ini kasur ku itu kasur mu. "Ahkam menghampiri Azmi.
"Yah mas,tidur di kasur ku aja lah aku udah gak kuat nih."Azmi berbicara sambil memejamkan matanya.
"Enggak. Sana Mi, aku juga ngantuk lo."Ahkam.
Azmi tidak mendengarkan .Ahkam yang kesal segera menarik tangan Azmi hingga terduduk.
"Nah, sekarang sana aku juga ngantuk nih."Ahkam.
"Iyaa, "Azmi malas, ia melangkah menuju tempat tidurnya yang berada disamping Aban tidak langsung tidur Azmi malah menatap Aban dengan matanya yang setengah terpejam.
"Eh Ban, besok bangunin aku pagi-pagi sebelum adzan kamu kan biasa bangun pagi."Azmi.
Mukhlis yang baru datang kaget mendengar ucapan Azmi.
"Tumben Mi, minta bangun pagi sama Aban mau apa kamu?."Mukhlis.
Azmi menoleh ke arah Mukhlis.
"Aku mau hafalan bang, ya Ban, awas kamu gk bangunin entar aku ngambek."Azmi kepada Aban yang sudah terbaring di tempat tidurnya.
"Iyaa,sana gih tidur aku udah ngantuk."Aban.
"Siapa juga yang mau begadang, bang Mukhlis tolong matikan lampu."Azmi.
Muhklis mematikan lampu dan pergi ke tempat tidurnya.
"Tidur yang nyenyak teman-teman."Mukhlis.
Tidak ada jawaban Azmi,Aban,dan Ahkam sudah terlelap. Mukhlis hanya menggelengkan kepalanya dan mulai tidur.
Pesantren menjadi sangat sepi dan sunyi para santri mematikan lampu kamarnya untuk tidur.Seharian mereka belajar dan pada malam hari mereka bisa istirahat sepuasnya,walau harus bangun pagi untuk esok hari tetapi, mereka selalu semangat dan malam hari adalah waktu yg semua santri tunggu.
Aban terbangun, ia membuka matanya dan berjalan perlahan melihat jam tangannya tidak mau mengganggu yang lain Aban memilih untuk tidak menghidupkan lampu melihat jamnya yang menunjukan pukul 02.35.
"Udah jam setengah 3 nih,aku bangunin Azmi dulu nanti dia ngambek lagi."ucap Aban meletakkan kembali jam tangan yang berisi lampu terang itu agar jelas melihat jam.
"Mi, Azmi bangun katanya minta dibangunin ,heh ayo Mi ,bangun!."Aban dengan suara yang pelan menggoyangkan tubuh Azmi berulang kali. Azmi langsung terduduk mengusap matanya membukanya perlahan.
"Jam berapa nih?."tanya Azmi
"Jam setengah 3 ayo ,katanya mau hafalan."Aban.
"Hmmm."jawab Azmi lemas.
Azmi dan Aban berjalan perlahan membawa sikat gigi dan sabun mereka masing-masing mereka melihat ada sedikit santri yang sudah bangun dan pergi ke Masjid.
"Azmi, tumben bangun pagi mau tahajud ya."salah satu santri senior.
"Iyaa kak."jawab Azmi.Santri itu tersenyum pada Azmi dan melanjutkan langkahnya.
Azmi dan Aban mencuci muka mereka menggosok gigi dan berwudhu.Suasana terasa sangat sunyi di tempat wudhu hanya ada Azmi dan Aban ada juga 2 santri tetapi, mereka sudah selesai dan pergi duluan.
Tiba-tiba di kamar mandi yang jaraknya tidak jauh dari tempat wudhu terdengar suara benda yg terjatuh.
"Brakkkkk."suara itu sangat keras membuat Azmi dan Aban yg sedang menyikat gigi kaget dan terdiam mereka langsung kumur-kumur.
"Eh Ban, suara apa itu yaa?."Azmi.
"Gak tau Mi ,udah gak usah di pikirin paling tikus jatuhin barang."Aban.
"Iya sih, benar juga."Azmi ia memandang kamar mandi itu dan segera mencuci muka.
Setelah mereka wudhu mereka kembali kekamar.
"Ban, hidupin lampu ya,"Azmi
"Eh jangan Mi, ini masih jam 3 nanti abang-abang bangun."Aban.
"Tapi Ban gelap tau, mana bisa lihat ,mereka bangun itu kalau udah adzan hidupin aja gk akan masalah."Azmi.
"Ya udah, hidupin aja."Aban.
Azmi menghidupkan lampu dan benar Ahkam dan Mukhlis masih tertidur pulas. Perlahan Azmi mengambil kitab yang akan ia pelajari dan bersiap ke Masjid.
"Udah Mi,ayo kita berangkat."Aban.
"Udah yuk"Azmi. Sebelum mereka keluar kamar ,Azmi terlebih dahulu mematikan lampu.
Di Masjid, Azmi dan Aban melaksanakan sholat tahajud dengan khusyuk mereka berdzikir dan berdoa setelahnya. Azmi melihat jam dinding yg menunjukan jam 03.30 masih ada waktu untuk mereka hafalan sedikit bersama-sama Azmi dan Aban menghafalkan hingga hafal. Ustadz Abdullah sudah datang waktu menunjukan sudah subuh ia melihat Azmi dan Aban yang mengulang-ngulang hafalannya.
"Assalamualaikum Azmi,Aban"ustadz Abdullah. Seketika Azmi dan Aban berdiri menjawab salam mencium tangan ustadz Abdullah, ustad Abdullah tersenyum melihat mereka.
"Rajin banget kalian ,istiqomah ya,"ustadz .
"Insya allah."jawab Azmi.
"Iyaaa."jawab Aban. Mereka menjawab
bersamaan dengan jawaban berbeda.
Ustadz Abdullah tertawa kecil, Azmi dan Aban saling pandang..
"Ya sudah, siapa yang mau adzan, ayo,"Ustadz.
"Azmi Ustadz. "Aban menunujuk Azmi.
Azmi langsung menegakkan dirinya menatap Aban.
"Maaf ustadz,Aban saja suara saya jelek."Azmi.
"Jadi ,siapa yg mau adzan ?ayo, sudah masuk subuh ini"ustadz.
"Azmi ustadz, suara saya serak. "Aban.
"Ya sudah Azmi, ayo adzan. "ustadz.
Azmi menatap Aban dan ustadz Abdullah bergantian.
"Azmi ,ayo cepat!."perintah ustadz Abdullah.
"Baik ustadz."Azmi,ia meletakkan kitabnya terlebih dahulu ditempat yang memang disediakan untuk menaruh buku dan kitab,mengambil mikrofon dan segera memulai adzan menutup telinga kirinya membaca basmalah sebelumnya.
Allahu Akbar.... Allahu Akbar.....
Suara Azmi begitu indah, Aban tersenyum begitu juga dengan ustadz Abdullah semua santri yang ada di Masjid terpesona dengan suara indah Azmi.
*** Kamar Azmi
Ahkam dan Mukhlis terbangun mendengar suara Azmi.
"Klis, itu suara Azmi kan. "Ahkam
"Iya, masa kamu gak kenal Azmi kan pernah jadi vocal di syubband sebentar."Mukhlis.
"Wishh, keren Azmi suaranya bagus banget."Ahkam.
"Iyaa."Mukhlis.
*** Santri yg lain.
"Eh ini suara siapa ya merdu benget."Santri 1.
"Suara Azmi, anak kelas 1 Mts "santri 2 yang melintas dan berhenti mendengarkan suara Azmi.
"Iyo, iyo aku ruh seng genteng tenan iku toh, arek iku kan grup syubband juga."santri 3.
Semua mengangguk kembali menjawab adzan Azmi.
***Santri putri...
"Subhanallah,eh ini suaranya aku baru denger suara siapa ya ?pengen lihat wajahnya."santriwati 1.
"Iyaaa,suaranya merdu banget, jadi penasaran duh adem bangetttt"santriwati 2.
"Udah ,kalian jawab adzan jangan ngomongin cowok biasa aja kali suaranya."santriwati 3 yang terkenal jutek dan cuek, tapi juga terkenal sangat alim.
"Kayak gini dibilang biasa aja, merdu tau pasti orangnya ganteng."santriwati 1.
"Iya tuh, suara se indah ini dibilang biasa."santriwati 2.
Azmi selesai adzan ,semua santri berdoa setelah adzan. Azmi mundur dan menghampiri Aban dan ustadz. Semua santri yang ada di masjid terpesona memandangi Azmi.
"Masya Allah, Azmi, suara kamu indah sekali."ustadz.
"Terimakasih ustadz."Azmi.
"Nah ,sekarang Aban kamu Qhamat ya,"ustadz.
"Saya ustadz, tapi...
"Sudah ,ayo.. "ustadz.
Aban menoleh ke arah Azmi yg tersenyum memberikan jempolnya.Aban mengangguk.
"Baik Ustadz. "Aban maju ia merasa tidak percaya diri memandang semua santri dan ustadz yang ada disana.
***//Bersambung****
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 240 Episodes
Comments
Supartini
kasih visualy thor
2021-04-12
0
Puan Harahap
mampir di karya kk yg keren
SALAM DAN MAMPIR YA KE
⚘⚘PRIA IDOLA DAN MENIKAHI PRIA
2021-02-25
2
ARSY ALFAZZA
mantap 👍🏻
2021-02-25
0