Azmi terbangun ia duduk menenangkan dirinya dan mengusap wajahnya berulang kali. Azmi memandang semua temannya yg masih tertidur dengan lelap serasa tidak tega membangunkan mereka. Tidak lama kemudian terdengar adzan dari masjid pesantren.Azmi segera berdiri memasang peci yg ia letakkan di meja dekat kasurnya, Azmi menghidupkan lampu dan membangunkan teman- temannya. Baru saja Azmi ingin membangunkan Aban tetapi semua temannya sudah bangun duluan.
"Udah adzan ya Mi,"Aban sembari mengusap -ngusap matanya.
"Udah dari tadi, yuk cepetan ambil wudhu keburu telat. "Azmi, ia berjalan menuju luar kamar.
Aban segera berdiri dan mengikuti Azmi begitu juga dengan Ahkam dan Mukhlis.
Suasana pesantren diwaktu subuh sangat ramai para santri yang terlihat baru bangun tidur ,perlahan berjalan menuju tempat wudhu dan berangkat ke masjid.
Azmi dan Aban sudah selesai wudhu mereka bersiap merapikan rambutnya dan mengambil sajadahnya.Sedangkan,Ahkam dan Mukhlis belum selesai mengambil wudhu.
Aban yg duduk di kasur sembari menyelempangkan sajadahnya di pundaknya memandang Azmi yg terlihat asyik sholawat sembari terus bercermin.
"Azmi ayo, dari tadi berkaca terus."Aban.
Seketika Azmi menoleh ke arah Aban.
"Iya Ban maaf ,ayo."Azmi.
Mereka pun pergi bersama ,melaksanakan sholat jama'ah. Setelah sholat seperti janji Rifki tadi malam ia menemui Azmi tepat di depan masjid.Azmi dan Aban berdiri menunggu Rifki. Dari kejauhan terlihat Rifki yg hendak menghampiri Azmi tetapi tiba-tiba saat Rifki melangkah Zakir yg mengetahui Rifki akan menghampiri Azmi langsung mendorongnya dengan keras hingga terjatuh. Azmi dan Aban segera menolong Rifki.
"Aduh Ki, maaf ya tadi aku gk lihat ada kamu."Zakir.
Segera Azmi membantu Rifki berdiri.
"Kir ,gk usah bohong deh aku sama Azmi lihat kalau kamu sengaja ngedorong Rifki."Aban.
"Ki, kamu gk papa kan?."tanya Azmi.
"Aku gak papa sih, cuman kitab kamu Mi, robek."Rifki.
Azmi langsung mengambil kitabnya dari tangan Rifki yg sudah tersobek. Azmi menatap Zakir yg diam merasa tidak bersalah dan maju mendekati Zakir.
"Eh Zakir, kamu tau kan ini kitab."Azmi.
"Ya tau lah Azmi, masa gitu aja gak tau."Zakir.
"Terus, kenapa kamu dorong Rifki sampai jatuh kayak gitu?."Azmi.
"Apaan sih orang aku bilang gak sengaja juga,aku juga udah minta maaf kan."Zakir dengan gayanya yang sangat Azmi tidak suka.
"Bohong kamu Kir,aku lihat kok kamu sengaja ngedorong Rifki lagian gak ada orang dibelakang kamu ,jalan luas kenapa bisa nabrak Rifki?."Aban maju mendekati Zakir.
"Halah udahlah kalian itu memang pada gak suka sama aku gak ada yg percaya kalau aku gak sengaja. "Zakir ,ia pergi menyenggol pundak Azmi yang ada didekatnya. Azmi ingin mengikuti Zakir tapi berhasil dihentikan oleh Aban.
"Udah Mi,kamu harus tahan emosi."ucap Aban sembari memegangi lengan Azmi.
"Azmi, aku minta maaf ya udah buat kitab kamu robek soalnya tadi aku kaget banget Mi,jadinya kitabnya kena robek pas aku jatuh Azmi, aku minta maaf."Rifki dengan nada yang sangat bersalah menunduk tidak berani menatap Azmi yang terlihat emosi.
Seketika Azmi terdiam dan memandang Rifki yang terus menunduk.Azmi mendekati Rifki dan menepuk pundaknya.
"Udah Ki, kamu gak salah kok "Azmi.
"Tapi Azmi, tetap aja aku udah ngerobek kitab kamu."Rifki.
"Gak papa Ki,lagian kamu gak sengaja."Azmi terus menangkan Rifki.
"Terus, gimana sekarang Azmi?. Kalau kamu disuruh baca kitabnya."Aban.
"Iya, gimana ya?."Azmi berpikir.
"Azmi, gimana kalau kamu beli kitab yang baru aja nah kitab punyaku kan semua nyontoh dari kamu nanti aku bantuin kamu ngartiin kitabnya. "Rifki.
"Benar tuh,ide bagus aku juga pasti bantu Mi."Aban
Azmi tersenyum memandang Rifki dan Aban bergantian.
"Oke deh aku beli kitabnya dulu di Aula ada kan."Azmi.
"Ada Mi, "Rifki.
"Bagus deh, kalau gitu Ki, kamu ke kamar kamu dulu entar kita ketemu di kelas."Azmi.
"Siap Mi, aku duluan. "Rifki.
"Iya ,hati-hati jangan sampai nginjak semut"Azmi berteriak.
"Iya Mi."ucap Rifki dari jauh yg sudah melangkah menuju kamarnya.
"Azmi, Azmi,ada -ada aja."Aban tertawa kecil.
"Ya udah yuk. "Azmi.
Azmi dan Aban terlebih dahulu ke kamar mereka meletakkan sajadahnya dan kitab yg sudah tersobek. Ahkam yang melihat kitab Azmi yang sudah tersobek segera menghampiri Azmi.
"Azmi, kenapa kitab kamu?.Kok bisa robek gitu."Ahkam.
"Mas Ahkam ngagetin aja ,gak papa kok mas ini musibah. Azmi mau beli kitab baru ya udah mas Azmi berangkat dulu keburu masuk kelas."Azmi.
"Ya udah ,sana gih."Ahkam memandang Azmi dan Aban yang berjalan keluar kamar.
Azmi dan Aban pergi ke Aula yang di jaga oleh santri-santri senior di Aula tersedia kitab, Al-Qur'an dan juga buku sholawat bagi para anggota Syubban. Tetapi Azmi dan Aban masih terlalu baru dan belum mengenal terlalu banyak sholawat. Azmi terus memandangi buku sholawat yang ada di meja.
"Dek, ini kitabnya. "santri.
"Oh iya kak ,ini. "Azmi memberikan uang.
Santri itu memberikan Azmi kembalian.
"Makasih kak."Azmi.
"Sama-sama. "santri.
Azmi keluar dan menghampiri Aban yang duduk di bangku depan Aula menunggu Azmi.
"Hayo "Azmi menepuk bahu Aban mengagetkannya.
"Gak kaget." ledek Aban.
"Yahh."Azmi melas.
"Ya udah kita langsung ke kelas ngartiin kitab kamu dulu Mi, kurang lebih 15 menit lagi masuk ."Aban sembari melihat jam tangannya.
"Ya udah kalau gitu kita harus cepat."Azmi.
Aban mengangguk. Terlihat Rifki yang berlari menghampiri Azmi dan Aban.
"Azmi... Aban... Maaf aku baru datang."Rifki mengatur nafasnya.
"Iya, gak papa eh Ki, jangan sering lari kamu nanti makin kurus tuh."Azmi.
"Ngeledek kamu Mi,aku emang kurus."Rifki.
"Maaf ,ayo cepetan entar lagi masuk nih."Azmi.
"Oke."Rifki.
Azmi ,Aban dan Rifki segera masuk ke kelas mereka duduk bersiap untuk mengartikan kitab mereka. Di kelas hanya ada mereka bertiga jam dinding masih menunujukan pukul 05.47 .Rifki membaca kitabnya kepada Azmi.
"Eh tunggu Ki, ini kan banyak kalau kita ngartiin dari halaman 1 sampai 20 kan lama, mendingan langsung aja ke halaman 20 biasanya kan ustadz ngulang dulu dari pelajaran sebelumnya, iya gak."Aban.
Azmi terdiam dan menempelkan pulpennya di pipi.
"Hmmm iya sih benar Ban, Ki baca halaman 20 aja."Azmi.
"Siap. "Rifki ,ia mulai membuka kitabnya ke halaman 20 dan mulai membacanya, Aban juga ikut menyimak jika ada yang salah.
"قل الله تعل."
berfirman allah ta'ala.
"ذالك."
Kepada"ucap Rifki perlahan membacakan kitabnya pada Azmi, Azmi mulai menulis dengan sangat serius ia mendengarkan Rifki. Begitu juga dengan Aban yang menyimak Rifki.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 240 Episodes
Comments
Supartini
nex
2021-04-12
0
Pujas_erha🤓
Hadir kak..🤗
nyicil baca sampe sini dulu🤓
Salam.dari Cerita Cinta Masa SMA🤓
2020-12-16
2
chonurv
Zakir ini masih saja jadi santri nakal ya
2020-09-18
0