Episode 10. Rifki buat Azmi kecewa.

Azmi sudah selesai mengartikan kitabnya pada halaman 20 tidak lama kemudian para santri mulai berdatangan. Zakir dan teman-temannya datang dan duduk di bangku mereka yg berada berdekatan dengan Azmi.

Zakir tersenyum licik memandang Azmi.

"Siap-Siap kamu Azmi ,bentar lagi pasti bakalan di marahin sama ustadz oh dihukum lebih tepatnya."Zakir didalam hati memandang Azmi sembari terus tersenyum licik.

Tidak lama kemudian ustadz datang mengucapkan salam, berdoa dan memulai pelajaran .Ustadz mulai menyuruh para santri membaca kitab mereka hingga ustadz memerintahkan Zakir untuk membaca.Zakir membaca kitab dengan terbata-bata tetapi ia bisa membacanya hingga akhir. Selanjutnya ustadz menunjuk Azmi untuk membaca halaman 19.

"Azmi, silahkan kamu baca halaman 19 ya."ustadz.

Azmi kaget perkiraanya ternyata salah, Azmi mulai bingung ia memandang Aban dan Rifki bergantian. Zakir yang melihat Azmi ,tersenyum ia sangat senang melihat Azmi ketakutan.

"Maaf ustadz, halaman 19."tanya Azmi.

"Iya, ayo dibaca."ustadz.

"Ba..Baik ustadz."Azmi terbata -bata ia mulai membuka kitabnya pada halaman 19 yang sangat kosong karena belum ia isi sama sekali. Aban hanya bisa tertunduk tidak tau apa yang harus ia lakukan. Apalagi ustadz Fathur yang terkenal galak ia juga mengajar silat.

"Bismillah hirrahmanirrahim,

qalallallhu ta'ala, berfirman Allah ta'ala."ucap Azmi perlahan matanya sesekali memandang ustadz yang terus mengawasi dirinya.

"Iya terus ,lanjutkan."ustadz.

Azmi hanya tau arti itu saja ia melihat kitabnya kembali sembari menelan ludahnya.

"Anhu......Abu hurairah...

"Azmi, baca yang benar itu sudah pernah ustadz jelaskan ."ustadz dengan nada sedikit tinggi membuat Azmi semakin takut.

"Baik ustadz.... "Azmi terdiam ia tidak tau harus apalagi. Aban berusaha berbisik memberi tau tetapi, Azmi tidak bisa mendengar karena suara Aban yang sangat kecil karena takut ketahuan.

Ustadz mulai melangkah maju menghampiri Azmi. Melihat itu Zakir semakin tersenyum licik .

"Azmi, ustadz lihat kitab punya kamu."ustadz tegas. Azmi memandang ustadz dan mulai memberikan kitabnya perlahan.

Ustadz mulai melihat kitab Azmi dan membalik-balikkannya yg tidak berisikan makna/arti kitab tersebut.

"Azmi, kenapa semua kitab kamu kosong kamu kemana aja."tanya ustadz.

Semua santri memandangi Azmi. Zakir semakin senang melihat Azmi yg tertunduk dimarahi oleh ustadz.

"Maaf ustadz, kitab saya robek jadi saya beli yang baru dan baru saya makna halaman 20 ustadz."Azmi coba menjelaskan.

"Kenapa bisa robek? .Azmi kamu jangan ngarang ya ustadz gak suka santri ustadz yang tukang bohong sekarang kamu berdiri."perintah ustadz .

"Tapi ustadz Azmi benar kok ,Ki jelasin dong."Aban yang coba membela.

Rifki ketakutan ia tidak berani bicara walau sudah disuruh oleh Aban.

"Aban, kamu jangan bela Azmi, ustadz tau kamu teman dekatnya tapi Azmi salah ayo Azmi berdiri supaya kamu menjadi orang yang disiplin."ustadz nadanya yang tinggi membuat Azmi tertunduk.

"Ustadz tapi... Rifki jelasin. "Azmi menoleh ke arah Rifki.

Rifki semakin diam tidak berkutik karena takut.

"Udah Azmi berdiri aja gak usah coba ngebela diri."Zakir.

"Zakir diam."ustadz.

Zakir terdiam ia memandang Azmi yang menatapnya dengan tatapan tajam .Zakir memberikan senyuman liciknya. Azmi juga memandang Rifki yg hanya diam tidak membelanya semua santri yang ada dikelas memandang Azmi.

"Azmi, ayo cepat berdiri diluar kelas supaya tidak mengganggu yang lain."ustadz.

"Baik ustadz."Azmi pasrah ia berdiri memandang Rifki dan keluar kelas.

Azmi sangat kecewa dengan Rifki yang berjanji akan membelanya. Azmi berdiri mengusap kedua wajahnya dan merapikan rambutnya memasang pecinya kembali. Azmi melihat Rifki yang mulai membaca.

"Azmi,kamu dihikum ."salah satu santri.

Azmi hanya mengangguk dan hanya bisa memegangi dahinya. Pelajaran selesai semua santri keluar Zakir dan teman-temannya menghampiri Azmi

"Hai Azmi, enak gak berdiri sampai pelajaran selesai."Zakir.

Azmi menatap Zakir dengan pandangan tajam tanpa menjawab pertanyaanya.

"Kasihan kamu Azmi ,harus berdiri sampai selesai pelajaran pasti kaki mu capek."Helmi.

"Kasihan. "Sihin.

Mereka tertawa dihadapan Azmi. Azmi tidak ingin menjawab ia hanya memandang Zakir dan teman-temannya yang terus tertawa.

Aban dan Rifki menghampri Azmi.

"Azmi ini kitab mu."Aban.

Azmi menerima kitab di tangan Aban.

"Azmi, kamu marah sama aku, aku ..

Rifki belum selesai bicara Azmi langsung pergi.

"Kamu sih Ki, kenapa tadi malah diam aja?Kan Azmi jadi kena hukum. "Aban.

"Yaa maaf Ban, aku takut tadi."Rifki.

"Ah udahlah Ki, katanya mau ngebela Azmi"Aban, ia pergi meninggalkan Rifki.

"Bagus Ki, kamu hebat."Zakir menepuk pundak Rifki dan pergi bersama teman-temannya. Helmi dan Sihin memberi jempol dan menepuk pundak Rifki.

Rifki hanya tertunduk dan melangkah menuju kamarnya.

Aban mengejar Azmi yang sudah sangat kecewa dengan Rifki. Azmi masuk ke kamarnya dengan wajah marah tanpa mengucap salam. Azmi segera meletakkan kitabnya dan duduk di kasurnya.

"Azmi salam dulu harus nya. "Ahkam.

"Wa'alaikumsalam."Azmi.

Aban masuk kekamar dan mengucapkan salam. Ahkam dan Mukhlis menjawab salam Aban. Aban segera duduk didekat Azmi tanpa terlebih dahulu meletakkan kitabnya.

"Azmi, udah kamu jangan marah sama Rifki dia itu tadi ketakutan."Aban.

Azmi menghadap ke arah Aban.

"Ah udahlah Ban, Rifki itu pembohong katanya mau ngebelain aku nyatanya apa? bisanya cuman ngomong tau gak."Azmi.

"Aban, Azmi kenapa?. "Mukhlis.

"Iya Ban, gak ceria kayak biasanya."Ahkam.

Azmi segera berdiri mengambil seragam yg ia gantung dan pergi keluar kamar. Aban tidak bisa melakukan apa -apa dia hanya bisa memandang Azmi.

"Azmi lagi kecewa mas, bang ,sama temannya."ucap Aban.

"Kamu Ban."Mukhlis.

"Hah... Bukanlah ada lah pokoknya Aban ganti baju dulu. "Aban.

Aban berdiri meletakkan kitabnya dan mengambil seragamnya segera keluar kamar.

Ahkam dan Mukhlis saling pandang.

Disisi lain Rifki yang sudah mengenakan seragam duduk termenung di depan kamarnya memikirkan Azmi .

"Aduh Rifki, Rifki, kamu cemen banget sih masa ngomong sama ustadz aja gak berani, Azmi pasti kecewa banget sama aku padahal dia selalu baik sama aku, duhh aku harus gimana nih."Rifki terlihat sangat gelisah.

Seorang santri yg mengenakan seragam Ma melihat Rifki yang terlihat gelisah dan terus memegangi dahinya. Ia menghampiri Rifki dan duduk di sampingnya.

"Assalamualaikum. "ucap santri itu.

"Wa'alaikum salam kak ."Rifki.

"Dari tadi kakak lihatin kamu bengong aja mikirin apa sih?."santri itu.

"Emmm... Enggak kok gak mikir apa-apa."Rifki.

"Masaa sih tapi kelihatan banget wajah kamu itu gelisah."santri itu.

"Enggak kok."Rifki.

"Udah Ki, kamu jangan gitu kakak ini kan sekamar sama kamu jadi cerita aja siapa tau kakak bisa bantu."santri itu namanya adalah Firman.

"Hmmm nanti deh kak aku cerita udah mau masuk soalnya."Rifki.

Firman melihat jam tangannya.

"Oh iya yaudah deh nanti."Firman.

Terpopuler

Comments

Ferly Ina

Ferly Ina

10 Like meluncur dengan cantik 😊

2021-02-25

1

S Anonymous

S Anonymous

Jejak 10 like Dan rate 5 mendarat👍
Salam kenal dan salam semangat Kak dari "Calon Istri vs Mantan Istri"

2021-02-17

1

Dina (ig : dinaezyu)

Dina (ig : dinaezyu)

meninggalkan jejak like

2020-12-20

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1. Prolog.
2 Episode 2 Di Pesantren Punya Musuh.
3 Episode 3. Ayo semangatt !!Gak boleh malas.
4 Episode 4. Reaksi para santri ketika gus Azmi adzan.
5 Episode 5. Zakir! Iseng banget sih.
6 Episode 6. Salah paham.
7 Episode 7. Akhirnya kebohongan terungkap.
8 Episode 8. Libur, semuanya bahagia.
9 Episode 9. Sengaja banget.
10 Episode 10. Rifki buat Azmi kecewa.
11 Episode 11. Belum di maaffin.
12 Episode 12. Baikan juga.
13 Episode 13. Impian jadi vocal Syubban.
14 Episode 14. Hari bersih-bersih.
15 Episode 15. Di lempar pakai sandal.
16 Episode 16. Azmi yang tangguh.
17 Episode 17. Gak usah khawatir.
18 Episode 18. Jaga pandangan.
19 Episode 19. Buat masalah lagi.
20 Episode 20. Di hukum.
21 Episode 21. Di serang.
22 Episode 22. Anggota Band bikin rusuh.
23 Episode 23. Putus asa.
24 Episode 24. Jagoan Silat.
25 Episode 25. Tidak seperti biasanya.
26 Episode 26. Foto Akmal.
27 Episode 27. Curiga.
28 Episode 28. Surat.
29 Episode 29. Keputusan yang salah.
30 Episode 30. Sabar.
31 Episode 31. Hampir.
32 Episode 32. Resah dan Gelisah.
33 Episode 33. Terungkap.
34 Episode 34. Tidak marah.
35 Episode 35. Ibu Akmal.
36 Episode 36. Air mata.
37 Episode 37. Penuh kebencian.
38 Episode 38. Akmal dan Zakir dihukum.
39 Episode 39. Amplop
40 Episode 40. Kepedulian Azmi.
41 Episode 41. Penjelasan.
42 Episode 42. Rencana apa lagi?.
43 Episode 43. Ngantuk.
44 Episode 44. Untung ada Akmal.
45 Episode 45. Sang juara .
46 Episode 46. Bau obat.
47 Episode 47. Anggota Band datang lagi.
48 Episode 48. Perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw.
49 Episode 49. Siapa, Aisyah?.
50 Episode 50. Melawan anggota Band.
51 Episode 51. Pesona Tim Syubban.
52 Epsode 52. Ali Tidak Terima.
53 Episode 53. Hujan.
54 Episode 54. Ajakan Azmi kepada Sihin.
55 Episode 55. Semangat Untuk Sholawat.
56 Episode 56. Semua Khawatir.
57 Episode 57. Di Bawa Kerumah Sakit.
58 Episode 58. Kekhawatiran Sang Adik
59 Episode 59. Gagal.
60 Episode 60. Ganas.
61 Episode 61. Di Puji.
62 Episode 62. Doa Terbaik Untuk Akmal.
63 Episode 63. Perhatian Azmi.
64 Episode 64. Menunggu Waktu Yang Tepat.
65 Episode 65. Di Sembunyikan.
66 Episode 66. Pasti Bisa
67 Episode 67. Kakak, Adik, Sama aja.
68 Episode 68. Api Cemburu.
69 Episode 69. Sudah Tugas Kita.
70 Episode 70. Cemas Untuk Besok.
71 Episode 71. Semangat Latihan Sampai Larut Malam.
72 Episode 72. Berangkat....
73 Episode 73. Bersaing Antar Ponpes.
74 Episode 74. Berhasil Menampilkan Yang Terbaik.
75 Episode 75. Bertemu...
76 Episode 76. Ini Dia Pemenangnya.
77 Episode 77. Piala Paling Berharga
78 Episode 78. Senang Kalau Dapat Keluar.
79 Episode 79. Kita Bangga Sama Kalian.
80 Episode 80. Uang Dari Kyai
81 Episode 81. Sudah Tau.
82 Episode 82. Ucapan Selamat.
83 Episode 83. Terlihat Bahagia.
84 Episode 84. Pesan Azmi
85 Episode 85. Rencana Mulia.
86 Episode 86. Ujian Apalagi?
87 Episode 87. Begitu Meriahnya
88 Khusus Visual nih
89 Episode 88. Kegaduhan
90 Episode 89. Bukan Salah Kalian.
91 Episode 90. Sahabat
92 Episode 91. Salah Menilai
93 Episode 92. Mulai Di Kenal
94 Episode 93. Diskusi
95 Episode 94. Kejadian Yang Begitu Cepat.
96 Episode 95. Cukup Lama.
97 Episode 96. Ada Kejahatan Di Ponpes
98 Episode 97. Kemalingan.
99 Episode 98. Ketika Semua Tidak Mempercayai Azmi.
100 Episode 99. Di Hukum Atas Kesalahan Yang Tidak Ia Buat.
101 Episode 100. Tidak Pernah Azmi Bayangkan,
102 Episode 101. Tanpa Akmal.
103 Episode 102. Berkelahi.
104 Episode 103. Satu Pukulan Keras.
105 Episode 104. Hanya Azmi?
106 Episide 105. Takdir Akmal .
107 Episode 106. Debat.
108 Episode 107 Kembali Ke Pesantren.
109 Episode 108. Keramahan Azmi
110 Episode 109. Yakin.
111 Episode 110. Setengah Hari Bersama Mufti.
112 Episode 111. Masa Lalu
113 Episode 112. Amarah Yang Tidak Terkontrol!
114 Episode 113. Butuh Keberanian!
115 Episode 114. Tidak Ikhlas??
116 Episode 115. Semoga Jera
117 Episode 116. Hari Yang Melelahkan.
118 Episode 117. Ada Apa Dengan Azmi??
119 Episode 118. Kesuksesan Itu Bukan Taruhan!
120 Episode 119. Perasaan Tidak Enak
121 Episode 120. Burdah Yang Meriah.
122 Episode 121. Nafas Terakhir.
123 Episode 122. Surat Yasin Untuk Akmal.
124 Episode 123. Ini Adalah Yang Terbaik.
125 Episode 124. Surat Terakhir Untuk Aisyah
126 Episode 125. Harus Tabah.
127 Episode 126. Bayang-Bayang Akmal.
128 Episode 127. Aktif
129 Episode 128. Kobarkan Semangat Bersholawat
130 Episode 129. Suasana Yang Indah.
131 Episode 130. Tragedi Pembatas Terbuka.
132 Episode 131. Satu Kelompok.
133 Episode 132. Tetap Sabar.
134 Episode 133. Rindu.
135 Episode 134. Masalah Di Masa Lampau
136 Episode 135. Jeweran Untuk Zakir.
137 Episode 136. Pasti Pulang Kok,
138 Episode 137. Mendadak.
139 Episode 138. Saat Semua Santri Tegang.
140 Episode 139. Ngepel.
141 Episode 140. Bercanda.
142 Episode 141. Sangat Antusias.
143 Episode 142. Anggota Band Yang Sangat Licik .
144 Episode 143. Para Santri Yang Polos.
145 Episode 144. Jangan Nyerah!
146 Episode 145 Kapan Bisa Berubah?
147 Episode 146. Masih Dengan Kebencian.
148 Episode 147. Masih Dihina.
149 Episode 148. Tetap Ramah Walau Di Jelekkan.
150 Episode 149. Mau Bantu
151 Episode 150. Usaha Buat Mufti Sadar.
152 Episode 151. Tidak Sengaja Menabrak.
153 Episode 152. Keceriaan.
154 Episode 153. Gak Rela Pulang
155 Episode 154. Yang Ditunggu-tunggu Telah Tiba.
156 Episode 155. Gak Jadi Pulang Demi Impian.
157 Episode 156. Lupa Ngabarin.
158 Episode 157. Amukan
159 Episode 158. Membuat Jama'ah Berdecak Kagum.
160 Episode 159. Nginap Dulu.
161 Episode 160. Gak Senang Lihat Mereka Viral.
162 Episode 161. Bukan Mufti Yang Dulu.
163 Episode 162. Ikut Bangga
164 Episode 163. Tercengang
165 Episode 164. Ditatap Ribuan Orang.
166 Episode 165. Lewat Video Call
167 Epiaode 166. Puasa Sebentar Lagi
168 Episode 167 Masalah Kami Juga
169 Episode 168. Bisa Stress
170 Episode 169. Welcome to Bandung
171 Episode 170. Ada Aja Yang Gak Suka
172 Episode 171. Udah Resiko
173 Episode 172. Menyapa Fans
174 Episode 173. Pulangnya Azmi
175 Episode 174. Sopo Seng Nabrak?
176 Episode 175. Godain Dek Rara
177 Episode 176. Kebahagiaan
178 Episode 177. Kesedihan
179 Episode 178. Kecelakaan Yang Mengerikan
180 Episode 179. Lemas
181 Episode 180. Rasa Menyesal Ustadz
182 Episode 181 Akur
183 Episode 182 Perhatian Untuk Mufti
184 Episode 183 Baru Pulang Bentar
185 Episode 184. Pergi Untuk Sholawat
186 Episode 185 Berjumpa Lagi
187 Episode 186 Sholawat Untuk Aceh
188 Episode 187 Adab Ketika Adzan
189 Episode 188 Masih Ada Benci
190 Episode 189 Membujuk Aisyah
191 Episode 190 Pada Salting
192 Episode 191 Hadiah Dari Fans
193 Episode 192 Saat Semua Menggoda Azmi
194 Episode 193 Teringat Akmal
195 Episode 194 Sedang Sibuk
196 Episode 195 Jawabnya Langsung Aja
197 Episode 196 Tetap Rendah Hati.
198 Episode 197 Kebersamaan
199 Episode 198 Senang Melihat Santrinya Yang Sukses
200 Episode 199 Ribut Dengan Fans
201 Episode 200 Saat Azmi Sudah Tiba
202 Episode 201 Kembali Kacau
203 Episode 202 Mengundang Penasaran Zakir
204 Episode 203 Jelaskan Pada Kami
205 Episode 204 Kyai Ingin Bicara
206 Episode 205 Kelamnya Malam Ini
207 Episode 206 Tak Melebihi Batas
208 Episode 207 Azmi Yang Berani
209 Episode 208 Luapan Kebencian
210 Episode 209 Masih Aja Sok Kuat
211 Episode 210 Keluarga Harmonis
212 Episode 211 Hari Raya
213 212 Entah Apa Yang Merasuki Zakir
214 213 Ketahuan Dimas
215 214 Permintaan Kecil Fitri
216 215 Fitri Bikin Malu
217 Episode 216 Tukang Ngabisin Camilan
218 Episode 217 Menyesal Dan Sadar
219 Episode 218 Luka Lebam
220 Episode 219 Cerita Pada Dimas
221 Episode 220 Senang Melihat Senyum Hafsah
222 Episode 221 Kembali Merasakan Sakit
223 Episode 222 Pelukan Hangat Ummi
224 Episode 223 Kabar Dari Syubband
225 Episode 224 Gagal Fokus.
226 Episode 225 Masih Sama
227 Episode 226 Jangan Ragu
228 Episode 227 Catatan Mufti
229 Episode 228 Azmi Pamit
230 Episode 229 Tanya Dimana Azmi
231 Episode 230 Ke Rumah Mufti
232 Episode 231 Hanya Bibi
233 Episode 232 Karya Baru
234 Episode 233 Tujuan Baik Hafsah
235 Episode 234 Pecah Bagi Azmi Dan Mufti
236 Episode 235 Malam Ini
237 Episode 236 Maaf Dan Kejutan
238 Episode 237 Gugup Dekat Kamu
239 Episode 238 HAPPY END
240 New Novel, New Story
Episodes

Updated 240 Episodes

1
Episode 1. Prolog.
2
Episode 2 Di Pesantren Punya Musuh.
3
Episode 3. Ayo semangatt !!Gak boleh malas.
4
Episode 4. Reaksi para santri ketika gus Azmi adzan.
5
Episode 5. Zakir! Iseng banget sih.
6
Episode 6. Salah paham.
7
Episode 7. Akhirnya kebohongan terungkap.
8
Episode 8. Libur, semuanya bahagia.
9
Episode 9. Sengaja banget.
10
Episode 10. Rifki buat Azmi kecewa.
11
Episode 11. Belum di maaffin.
12
Episode 12. Baikan juga.
13
Episode 13. Impian jadi vocal Syubban.
14
Episode 14. Hari bersih-bersih.
15
Episode 15. Di lempar pakai sandal.
16
Episode 16. Azmi yang tangguh.
17
Episode 17. Gak usah khawatir.
18
Episode 18. Jaga pandangan.
19
Episode 19. Buat masalah lagi.
20
Episode 20. Di hukum.
21
Episode 21. Di serang.
22
Episode 22. Anggota Band bikin rusuh.
23
Episode 23. Putus asa.
24
Episode 24. Jagoan Silat.
25
Episode 25. Tidak seperti biasanya.
26
Episode 26. Foto Akmal.
27
Episode 27. Curiga.
28
Episode 28. Surat.
29
Episode 29. Keputusan yang salah.
30
Episode 30. Sabar.
31
Episode 31. Hampir.
32
Episode 32. Resah dan Gelisah.
33
Episode 33. Terungkap.
34
Episode 34. Tidak marah.
35
Episode 35. Ibu Akmal.
36
Episode 36. Air mata.
37
Episode 37. Penuh kebencian.
38
Episode 38. Akmal dan Zakir dihukum.
39
Episode 39. Amplop
40
Episode 40. Kepedulian Azmi.
41
Episode 41. Penjelasan.
42
Episode 42. Rencana apa lagi?.
43
Episode 43. Ngantuk.
44
Episode 44. Untung ada Akmal.
45
Episode 45. Sang juara .
46
Episode 46. Bau obat.
47
Episode 47. Anggota Band datang lagi.
48
Episode 48. Perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw.
49
Episode 49. Siapa, Aisyah?.
50
Episode 50. Melawan anggota Band.
51
Episode 51. Pesona Tim Syubban.
52
Epsode 52. Ali Tidak Terima.
53
Episode 53. Hujan.
54
Episode 54. Ajakan Azmi kepada Sihin.
55
Episode 55. Semangat Untuk Sholawat.
56
Episode 56. Semua Khawatir.
57
Episode 57. Di Bawa Kerumah Sakit.
58
Episode 58. Kekhawatiran Sang Adik
59
Episode 59. Gagal.
60
Episode 60. Ganas.
61
Episode 61. Di Puji.
62
Episode 62. Doa Terbaik Untuk Akmal.
63
Episode 63. Perhatian Azmi.
64
Episode 64. Menunggu Waktu Yang Tepat.
65
Episode 65. Di Sembunyikan.
66
Episode 66. Pasti Bisa
67
Episode 67. Kakak, Adik, Sama aja.
68
Episode 68. Api Cemburu.
69
Episode 69. Sudah Tugas Kita.
70
Episode 70. Cemas Untuk Besok.
71
Episode 71. Semangat Latihan Sampai Larut Malam.
72
Episode 72. Berangkat....
73
Episode 73. Bersaing Antar Ponpes.
74
Episode 74. Berhasil Menampilkan Yang Terbaik.
75
Episode 75. Bertemu...
76
Episode 76. Ini Dia Pemenangnya.
77
Episode 77. Piala Paling Berharga
78
Episode 78. Senang Kalau Dapat Keluar.
79
Episode 79. Kita Bangga Sama Kalian.
80
Episode 80. Uang Dari Kyai
81
Episode 81. Sudah Tau.
82
Episode 82. Ucapan Selamat.
83
Episode 83. Terlihat Bahagia.
84
Episode 84. Pesan Azmi
85
Episode 85. Rencana Mulia.
86
Episode 86. Ujian Apalagi?
87
Episode 87. Begitu Meriahnya
88
Khusus Visual nih
89
Episode 88. Kegaduhan
90
Episode 89. Bukan Salah Kalian.
91
Episode 90. Sahabat
92
Episode 91. Salah Menilai
93
Episode 92. Mulai Di Kenal
94
Episode 93. Diskusi
95
Episode 94. Kejadian Yang Begitu Cepat.
96
Episode 95. Cukup Lama.
97
Episode 96. Ada Kejahatan Di Ponpes
98
Episode 97. Kemalingan.
99
Episode 98. Ketika Semua Tidak Mempercayai Azmi.
100
Episode 99. Di Hukum Atas Kesalahan Yang Tidak Ia Buat.
101
Episode 100. Tidak Pernah Azmi Bayangkan,
102
Episode 101. Tanpa Akmal.
103
Episode 102. Berkelahi.
104
Episode 103. Satu Pukulan Keras.
105
Episode 104. Hanya Azmi?
106
Episide 105. Takdir Akmal .
107
Episode 106. Debat.
108
Episode 107 Kembali Ke Pesantren.
109
Episode 108. Keramahan Azmi
110
Episode 109. Yakin.
111
Episode 110. Setengah Hari Bersama Mufti.
112
Episode 111. Masa Lalu
113
Episode 112. Amarah Yang Tidak Terkontrol!
114
Episode 113. Butuh Keberanian!
115
Episode 114. Tidak Ikhlas??
116
Episode 115. Semoga Jera
117
Episode 116. Hari Yang Melelahkan.
118
Episode 117. Ada Apa Dengan Azmi??
119
Episode 118. Kesuksesan Itu Bukan Taruhan!
120
Episode 119. Perasaan Tidak Enak
121
Episode 120. Burdah Yang Meriah.
122
Episode 121. Nafas Terakhir.
123
Episode 122. Surat Yasin Untuk Akmal.
124
Episode 123. Ini Adalah Yang Terbaik.
125
Episode 124. Surat Terakhir Untuk Aisyah
126
Episode 125. Harus Tabah.
127
Episode 126. Bayang-Bayang Akmal.
128
Episode 127. Aktif
129
Episode 128. Kobarkan Semangat Bersholawat
130
Episode 129. Suasana Yang Indah.
131
Episode 130. Tragedi Pembatas Terbuka.
132
Episode 131. Satu Kelompok.
133
Episode 132. Tetap Sabar.
134
Episode 133. Rindu.
135
Episode 134. Masalah Di Masa Lampau
136
Episode 135. Jeweran Untuk Zakir.
137
Episode 136. Pasti Pulang Kok,
138
Episode 137. Mendadak.
139
Episode 138. Saat Semua Santri Tegang.
140
Episode 139. Ngepel.
141
Episode 140. Bercanda.
142
Episode 141. Sangat Antusias.
143
Episode 142. Anggota Band Yang Sangat Licik .
144
Episode 143. Para Santri Yang Polos.
145
Episode 144. Jangan Nyerah!
146
Episode 145 Kapan Bisa Berubah?
147
Episode 146. Masih Dengan Kebencian.
148
Episode 147. Masih Dihina.
149
Episode 148. Tetap Ramah Walau Di Jelekkan.
150
Episode 149. Mau Bantu
151
Episode 150. Usaha Buat Mufti Sadar.
152
Episode 151. Tidak Sengaja Menabrak.
153
Episode 152. Keceriaan.
154
Episode 153. Gak Rela Pulang
155
Episode 154. Yang Ditunggu-tunggu Telah Tiba.
156
Episode 155. Gak Jadi Pulang Demi Impian.
157
Episode 156. Lupa Ngabarin.
158
Episode 157. Amukan
159
Episode 158. Membuat Jama'ah Berdecak Kagum.
160
Episode 159. Nginap Dulu.
161
Episode 160. Gak Senang Lihat Mereka Viral.
162
Episode 161. Bukan Mufti Yang Dulu.
163
Episode 162. Ikut Bangga
164
Episode 163. Tercengang
165
Episode 164. Ditatap Ribuan Orang.
166
Episode 165. Lewat Video Call
167
Epiaode 166. Puasa Sebentar Lagi
168
Episode 167 Masalah Kami Juga
169
Episode 168. Bisa Stress
170
Episode 169. Welcome to Bandung
171
Episode 170. Ada Aja Yang Gak Suka
172
Episode 171. Udah Resiko
173
Episode 172. Menyapa Fans
174
Episode 173. Pulangnya Azmi
175
Episode 174. Sopo Seng Nabrak?
176
Episode 175. Godain Dek Rara
177
Episode 176. Kebahagiaan
178
Episode 177. Kesedihan
179
Episode 178. Kecelakaan Yang Mengerikan
180
Episode 179. Lemas
181
Episode 180. Rasa Menyesal Ustadz
182
Episode 181 Akur
183
Episode 182 Perhatian Untuk Mufti
184
Episode 183 Baru Pulang Bentar
185
Episode 184. Pergi Untuk Sholawat
186
Episode 185 Berjumpa Lagi
187
Episode 186 Sholawat Untuk Aceh
188
Episode 187 Adab Ketika Adzan
189
Episode 188 Masih Ada Benci
190
Episode 189 Membujuk Aisyah
191
Episode 190 Pada Salting
192
Episode 191 Hadiah Dari Fans
193
Episode 192 Saat Semua Menggoda Azmi
194
Episode 193 Teringat Akmal
195
Episode 194 Sedang Sibuk
196
Episode 195 Jawabnya Langsung Aja
197
Episode 196 Tetap Rendah Hati.
198
Episode 197 Kebersamaan
199
Episode 198 Senang Melihat Santrinya Yang Sukses
200
Episode 199 Ribut Dengan Fans
201
Episode 200 Saat Azmi Sudah Tiba
202
Episode 201 Kembali Kacau
203
Episode 202 Mengundang Penasaran Zakir
204
Episode 203 Jelaskan Pada Kami
205
Episode 204 Kyai Ingin Bicara
206
Episode 205 Kelamnya Malam Ini
207
Episode 206 Tak Melebihi Batas
208
Episode 207 Azmi Yang Berani
209
Episode 208 Luapan Kebencian
210
Episode 209 Masih Aja Sok Kuat
211
Episode 210 Keluarga Harmonis
212
Episode 211 Hari Raya
213
212 Entah Apa Yang Merasuki Zakir
214
213 Ketahuan Dimas
215
214 Permintaan Kecil Fitri
216
215 Fitri Bikin Malu
217
Episode 216 Tukang Ngabisin Camilan
218
Episode 217 Menyesal Dan Sadar
219
Episode 218 Luka Lebam
220
Episode 219 Cerita Pada Dimas
221
Episode 220 Senang Melihat Senyum Hafsah
222
Episode 221 Kembali Merasakan Sakit
223
Episode 222 Pelukan Hangat Ummi
224
Episode 223 Kabar Dari Syubband
225
Episode 224 Gagal Fokus.
226
Episode 225 Masih Sama
227
Episode 226 Jangan Ragu
228
Episode 227 Catatan Mufti
229
Episode 228 Azmi Pamit
230
Episode 229 Tanya Dimana Azmi
231
Episode 230 Ke Rumah Mufti
232
Episode 231 Hanya Bibi
233
Episode 232 Karya Baru
234
Episode 233 Tujuan Baik Hafsah
235
Episode 234 Pecah Bagi Azmi Dan Mufti
236
Episode 235 Malam Ini
237
Episode 236 Maaf Dan Kejutan
238
Episode 237 Gugup Dekat Kamu
239
Episode 238 HAPPY END
240
New Novel, New Story

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!