Azmi sudah selesai mengartikan kitabnya pada halaman 20 tidak lama kemudian para santri mulai berdatangan. Zakir dan teman-temannya datang dan duduk di bangku mereka yg berada berdekatan dengan Azmi.
Zakir tersenyum licik memandang Azmi.
"Siap-Siap kamu Azmi ,bentar lagi pasti bakalan di marahin sama ustadz oh dihukum lebih tepatnya."Zakir didalam hati memandang Azmi sembari terus tersenyum licik.
Tidak lama kemudian ustadz datang mengucapkan salam, berdoa dan memulai pelajaran .Ustadz mulai menyuruh para santri membaca kitab mereka hingga ustadz memerintahkan Zakir untuk membaca.Zakir membaca kitab dengan terbata-bata tetapi ia bisa membacanya hingga akhir. Selanjutnya ustadz menunjuk Azmi untuk membaca halaman 19.
"Azmi, silahkan kamu baca halaman 19 ya."ustadz.
Azmi kaget perkiraanya ternyata salah, Azmi mulai bingung ia memandang Aban dan Rifki bergantian. Zakir yang melihat Azmi ,tersenyum ia sangat senang melihat Azmi ketakutan.
"Maaf ustadz, halaman 19."tanya Azmi.
"Iya, ayo dibaca."ustadz.
"Ba..Baik ustadz."Azmi terbata -bata ia mulai membuka kitabnya pada halaman 19 yang sangat kosong karena belum ia isi sama sekali. Aban hanya bisa tertunduk tidak tau apa yang harus ia lakukan. Apalagi ustadz Fathur yang terkenal galak ia juga mengajar silat.
"Bismillah hirrahmanirrahim,
qalallallhu ta'ala, berfirman Allah ta'ala."ucap Azmi perlahan matanya sesekali memandang ustadz yang terus mengawasi dirinya.
"Iya terus ,lanjutkan."ustadz.
Azmi hanya tau arti itu saja ia melihat kitabnya kembali sembari menelan ludahnya.
"Anhu......Abu hurairah...
"Azmi, baca yang benar itu sudah pernah ustadz jelaskan ."ustadz dengan nada sedikit tinggi membuat Azmi semakin takut.
"Baik ustadz.... "Azmi terdiam ia tidak tau harus apalagi. Aban berusaha berbisik memberi tau tetapi, Azmi tidak bisa mendengar karena suara Aban yang sangat kecil karena takut ketahuan.
Ustadz mulai melangkah maju menghampiri Azmi. Melihat itu Zakir semakin tersenyum licik .
"Azmi, ustadz lihat kitab punya kamu."ustadz tegas. Azmi memandang ustadz dan mulai memberikan kitabnya perlahan.
Ustadz mulai melihat kitab Azmi dan membalik-balikkannya yg tidak berisikan makna/arti kitab tersebut.
"Azmi, kenapa semua kitab kamu kosong kamu kemana aja."tanya ustadz.
Semua santri memandangi Azmi. Zakir semakin senang melihat Azmi yg tertunduk dimarahi oleh ustadz.
"Maaf ustadz, kitab saya robek jadi saya beli yang baru dan baru saya makna halaman 20 ustadz."Azmi coba menjelaskan.
"Kenapa bisa robek? .Azmi kamu jangan ngarang ya ustadz gak suka santri ustadz yang tukang bohong sekarang kamu berdiri."perintah ustadz .
"Tapi ustadz Azmi benar kok ,Ki jelasin dong."Aban yang coba membela.
Rifki ketakutan ia tidak berani bicara walau sudah disuruh oleh Aban.
"Aban, kamu jangan bela Azmi, ustadz tau kamu teman dekatnya tapi Azmi salah ayo Azmi berdiri supaya kamu menjadi orang yang disiplin."ustadz nadanya yang tinggi membuat Azmi tertunduk.
"Ustadz tapi... Rifki jelasin. "Azmi menoleh ke arah Rifki.
Rifki semakin diam tidak berkutik karena takut.
"Udah Azmi berdiri aja gak usah coba ngebela diri."Zakir.
"Zakir diam."ustadz.
Zakir terdiam ia memandang Azmi yang menatapnya dengan tatapan tajam .Zakir memberikan senyuman liciknya. Azmi juga memandang Rifki yg hanya diam tidak membelanya semua santri yang ada dikelas memandang Azmi.
"Azmi, ayo cepat berdiri diluar kelas supaya tidak mengganggu yang lain."ustadz.
"Baik ustadz."Azmi pasrah ia berdiri memandang Rifki dan keluar kelas.
Azmi sangat kecewa dengan Rifki yang berjanji akan membelanya. Azmi berdiri mengusap kedua wajahnya dan merapikan rambutnya memasang pecinya kembali. Azmi melihat Rifki yang mulai membaca.
"Azmi,kamu dihikum ."salah satu santri.
Azmi hanya mengangguk dan hanya bisa memegangi dahinya. Pelajaran selesai semua santri keluar Zakir dan teman-temannya menghampiri Azmi
"Hai Azmi, enak gak berdiri sampai pelajaran selesai."Zakir.
Azmi menatap Zakir dengan pandangan tajam tanpa menjawab pertanyaanya.
"Kasihan kamu Azmi ,harus berdiri sampai selesai pelajaran pasti kaki mu capek."Helmi.
"Kasihan. "Sihin.
Mereka tertawa dihadapan Azmi. Azmi tidak ingin menjawab ia hanya memandang Zakir dan teman-temannya yang terus tertawa.
Aban dan Rifki menghampri Azmi.
"Azmi ini kitab mu."Aban.
Azmi menerima kitab di tangan Aban.
"Azmi, kamu marah sama aku, aku ..
Rifki belum selesai bicara Azmi langsung pergi.
"Kamu sih Ki, kenapa tadi malah diam aja?Kan Azmi jadi kena hukum. "Aban.
"Yaa maaf Ban, aku takut tadi."Rifki.
"Ah udahlah Ki, katanya mau ngebela Azmi"Aban, ia pergi meninggalkan Rifki.
"Bagus Ki, kamu hebat."Zakir menepuk pundak Rifki dan pergi bersama teman-temannya. Helmi dan Sihin memberi jempol dan menepuk pundak Rifki.
Rifki hanya tertunduk dan melangkah menuju kamarnya.
Aban mengejar Azmi yang sudah sangat kecewa dengan Rifki. Azmi masuk ke kamarnya dengan wajah marah tanpa mengucap salam. Azmi segera meletakkan kitabnya dan duduk di kasurnya.
"Azmi salam dulu harus nya. "Ahkam.
"Wa'alaikumsalam."Azmi.
Aban masuk kekamar dan mengucapkan salam. Ahkam dan Mukhlis menjawab salam Aban. Aban segera duduk didekat Azmi tanpa terlebih dahulu meletakkan kitabnya.
"Azmi, udah kamu jangan marah sama Rifki dia itu tadi ketakutan."Aban.
Azmi menghadap ke arah Aban.
"Ah udahlah Ban, Rifki itu pembohong katanya mau ngebelain aku nyatanya apa? bisanya cuman ngomong tau gak."Azmi.
"Aban, Azmi kenapa?. "Mukhlis.
"Iya Ban, gak ceria kayak biasanya."Ahkam.
Azmi segera berdiri mengambil seragam yg ia gantung dan pergi keluar kamar. Aban tidak bisa melakukan apa -apa dia hanya bisa memandang Azmi.
"Azmi lagi kecewa mas, bang ,sama temannya."ucap Aban.
"Kamu Ban."Mukhlis.
"Hah... Bukanlah ada lah pokoknya Aban ganti baju dulu. "Aban.
Aban berdiri meletakkan kitabnya dan mengambil seragamnya segera keluar kamar.
Ahkam dan Mukhlis saling pandang.
Disisi lain Rifki yang sudah mengenakan seragam duduk termenung di depan kamarnya memikirkan Azmi .
"Aduh Rifki, Rifki, kamu cemen banget sih masa ngomong sama ustadz aja gak berani, Azmi pasti kecewa banget sama aku padahal dia selalu baik sama aku, duhh aku harus gimana nih."Rifki terlihat sangat gelisah.
Seorang santri yg mengenakan seragam Ma melihat Rifki yang terlihat gelisah dan terus memegangi dahinya. Ia menghampiri Rifki dan duduk di sampingnya.
"Assalamualaikum. "ucap santri itu.
"Wa'alaikum salam kak ."Rifki.
"Dari tadi kakak lihatin kamu bengong aja mikirin apa sih?."santri itu.
"Emmm... Enggak kok gak mikir apa-apa."Rifki.
"Masaa sih tapi kelihatan banget wajah kamu itu gelisah."santri itu.
"Enggak kok."Rifki.
"Udah Ki, kamu jangan gitu kakak ini kan sekamar sama kamu jadi cerita aja siapa tau kakak bisa bantu."santri itu namanya adalah Firman.
"Hmmm nanti deh kak aku cerita udah mau masuk soalnya."Rifki.
Firman melihat jam tangannya.
"Oh iya yaudah deh nanti."Firman.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 240 Episodes
Comments
Ferly Ina
10 Like meluncur dengan cantik 😊
2021-02-25
1
S Anonymous
Jejak 10 like Dan rate 5 mendarat👍
Salam kenal dan salam semangat Kak dari "Calon Istri vs Mantan Istri"
2021-02-17
1
Dina (ig : dinaezyu)
meninggalkan jejak like
2020-12-20
0