Langit sudah mulai gelap adzan maghrib terdengar dari Masjid pesantren. Azmi yang sudah rapi setelah mandi wajahnya terlihat sangat segar dan cerah.Azmi bersama teman sekamarnya duduk dikasur mereka masing-masing sembari menjawab adzan.
Teman sekamar Azmi juga terlihat segar dan rapi tanpa sengaja mereka kompak menyelempangkan sajadah di pundak mereka dan Al-Qur'an ditangan kanan mereka.
Adzan maghrib selesai ,Azmi dan teman sekamarnya berdoa setelah adzan. Yang lain sudah selesai berdoa dan mengusap wajah mereka dengan kedua tengan mereka sembari mengucap" aamiin". Sedangkan, Azmi terlihat masih khusyuk berdoa memejamkan matanya. Aban yang berada tepat disamping Azmi memasang wajah terheran-heran ia terus memandang Azmi yang berdoa cukup lama.
"Aamiin. "ucap Azmi akhirnya doanya selesai.
Ia membuka matanya dan melihat teman-temannya memandangi dirinya.
"Kalian kenapa sih?.Ngelihatin aku kayak gitu, iya tau kalau aku ganteng tapi, jangan sampai kayak gitu entar ngefans lagi."ucap Azmi.
"Apa sih kamu Mi, kita cuman heran berdoa apa sih sampai lama kayak gitu?. "Aban.
"Iya Azmi, biasanya kamu yang paling cepat dari pada kita."Ahkam.
"Gini mas, Ban, kata ustadz doa yang paling mustajab itu ditengah malam saat kita sholat tahajud dan setelah adzan jadi, aku berdoa yang khusyuk biar cepat diterima."Azmi.
"Ooo gitu ya Mi, kalau gitu aku juga mau berdoa yang banyak deh."Aban.
"Bagus... Azmi, Aban, gak hanya berdoa ya, nih aku kasih tau kita itu juga harus ikhtiar biar cepat diterima doanya karena doa dan usaha harus seimbang."Ahkam.
"Iya mas, itu Azmi juga tau kok."Azmi.
"Eh Azmi, aku penasaran sebenarnya kamu doa apa sih kasih tau dong."Mukhlis.
"Ada lah bang, doa gak baik dikasih tau."Azmi
"Iya, iyaa.. "Mukhlis.
Tidak lama kemudian suara qhamat terdengar. Azmi, Ahkam, Muhklis, dan Aban bangun dan pergi bersama menuju Masjid. Tidak lupa Muhklis menutup pintu kamar.
Sesampainya mereka di Masjid terlihat para santri yang mulai merapatkan shaf dan ustadz yang siap mengimamkan. Azmi dan teman-temannya segera ikut baris dan merapatkan shaf. Para santri mulai melaksanakan sholat jama'ah dengan khusyuk.Setelah sholat maghrib para santri mengikuti doa dan dzikir disambung dengan shalat isya' setelahnya.
Selesailah mereka melakukan shalat berjama'ah.Azmi dan Aban jalan bersama turun dari masjid. Azmi mencari-cari sandalnya sedangkan, Aban sudah menunggu.Melihat Azmi yang kebingungan Aban menghampiri Azmi.
"Azmi kenapa?.. Sandal kamu gak ketemu juga."Aban.
"Iya nih Ban, aku tuh naruh disini tau kok gak ada sih."Azmi.
"Bentar aku cariin."Aban .Ia juga membantu mencari sandal Azmi. Masjid mulai sepi .
"Ban ketemu gak."Azmi.
"Enggak nih Mi, udah sepi gini padahal."Aban.
"Sandal ,kamu kemana sih?. "Azmi sudah capek dan duduk ditangga Masjid.
Tiba-tiba serangan lemparan sandal terkena tepat dikepala Azmi.
"Aduh ,siapa sih gka ada kerjaan ya,malah ngerjain orang."Azmi memegangi dahinya yang kena lemparan sandal cukup keras. Aban menghampiri Azmi dan memandang sandal yang ada ditangan Azmi.
"Mi, itu sandal kamu kan."Aban.
Azmi melihat sandal yang ia pegang.
"Oh iya Ban, yang satu mana nih."Azmi.
"Wah ,kayaknya ada yang ngerjain kamu nih ,Azmi."Aban .
Azmi seketika berdiri dan meneriaki orang yang melempar sandalnya. Aban yang berada disamping Azmi memandang Azmi yang terlihat sangat emosi.
"Azmi, dahi kamu berdarah. "Aban.
"Hah?. Masa sih."Azmi ia memegangi dahinya yang berdarah.
"Iya ,pantes sakit , siapa sih?. Keluar gak kalau enggak aku bakal... "Azmi. Tiba-tiba Zakir dan kedua temannya datang mentertawai Azmi dan melempar satu sandal Azmi, untung saja berhasil Azmi tangkap.
"Mau apa kamu Mi?."Zakir.
"Oh jadi kamu Kir, yang ngerjain aku ."Azmi.
"Iya lah, siapa lagi."jawab Zakir santai.
"Eh Kir, jahat banget sih kamu lihat dahi Azmi sampai beradarah tuh kamu gak tau apa, kalau sandal Azmi bahannya keras benget."Aban.
Azmi terlihat terus memegangi dahinya.
"Iya Kir, kok bisa dahi Azmi sampai berdarah gitu ya,"Sihin .
"Ya iyalah, aku kan hebat dalam lempar-melempar lagian Azminya aja yang lemah, ya gak."Zakir wajahnya sangat memperlihatkan betapa bencinya ia dengan Azmi.
"Iya benar tuh Kir, Azmi lemah."Helmi.
Azmi hanya diam menghela nafasnya berusaha untuk sabar walau tatapan mata Azmi sangat tajam memandang Zakir dan kedua temannya. Azmi mulai memasang sandalnya.
"Kir, benar -benar kamu Kir, kasihan Azmi."Aban.
"Biarin. "Zakir.
"Udah Ban, gak guna ngurusin mereka kita pergi aja bentar lagi ngaji kitab, yuk."Azmi.
"Tapi Azmi,mereka itu udah.....
"Ban, biarin yuk ikut aku."Azmi .Aban pun mengikuti Azmi.
Azmi dan Aban melangkah meninggalkan Zakir dan kedua temannya.
Zakir merasa heran ia terus memandang Azmi tanpa berkedip.
"Heh Kir, ngelihat Azmi sampai kayak gitu"Helmi.
"Enggak ,aku heran aja sama Azmi kok dia sabar banget ya ,biasanya langsung ngajak duel. Padahal aku tadi udah parah banget lo ,ngerjain dia."Zakir.
"Azmi itu kan sabar Kir."jawab Sihin.
"Ah ,mungkin Azmi malas aja ngeledenin kamu Kir, kita gak tau kan besok apa yang akan Azmi lakukan."Helmi.
"Oh iya ya, mungkin aja dia udah gak tahan sakit tuh "Zakir.
"Hmmm, benar banget tuh ."Helmi.
Mereka mentertawai Azmi terpingkal-pingkal hingga akhirnya pergi ke kamar mereka.
Azmi dan Aban melangkah menuju kamar setelah Azmi mencuci dahinya yang mulai berwarna biru keunguan karena lebam.
"Assalamualaikum ."ucap Aban semangat sedangkan Azmi lemas.
"Wa'alaikumsalam."jawab Ahkam dan Muhklis.
Ahkam memandang Azmi yang terus berjalan menuju kasurnya terus memegangi dahinya dan merebahkan dirinya di kasur.
"Ban, Azmi kenapa tuh?."Ahkam.
"Emmm...
"Gak papa mas."jawab Azmi memotong pembicaraan Aban.
Muhklis memandang Azmi dan melihat dahi Azmi yg lebam.
"Eh Azmi, dahi kamu kenapa tuh?."Muhklis.
"Hah... Ini.... Emmm."Azmi duduk tidak bisa menjawab hingga akhirnya terdengar suara yang mengumumkan untuk para santri segera ke Masjid untuk ngaji kitab.
"Alhamdulillah , ngaji kitab mending ngaji kitab dulu bang. Yuk Ban ,semangat!!!."Azmi bangun melangkah mengambil kitabnya begitu juga dengan Aban, Ahkam dan Muhklis.
"Ahkam, Muhklis berangkat bareng yuk."suara Akmal terdengar di depan pintu kamar yg terbuka lebar.
"Iya, iya, yuk."Ahkam menghampiri Akmal.
"Azmi, Aban ,yuk. "Ahkam.
"Iya mas duluan aja, aku sama Aban."Azmi
"Ok, Klis, yuk."Ahkam.
"Iyaa, Azmi, Aban duluan."Muhklis .
"Iya bang."jawab Azmi dan Aban bersamaan.
Ahkam dan Muhklis berangkat bersama Akmal. Mereka terlihat membicarakan sesuatu sembari berjalan.
Aban yamg melihat Azmi sedari tadi memegangi dahinya dan meringis kesakitan mendekati Azmi.
"Azmi, kamu gak papa tuh benar."Aban.
"Udah Ban, gak papa kok ,laki itu harus kuat ,yuk."Azmi.
"Ya udah ,kalau kamu gak papa, yuk."Aban.
Azmi dan Aban berjalan bersama menuju Masjid dimana sudah banyak santri yang datang untuk mengaji kitab.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 240 Episodes
Comments
Dian Anggraeni
Hai kak aku hadir lagi lanjuuut 👏👏👏👍👍👍👍
2020-12-27
2
chonurv
ayo yang rajin tahajutnya biar pundi2 amalnya makin bertambah
2020-10-12
1
سافيرا ريسكا
Azmi sabar ya
semangat thor salam karyaku
2020-09-20
0