Azmi berusaha berjalan menuju Masjid Aban, Ahkam, dan Muhklis mengejar Azmi meneriaki nama Azmi. Karena Azmi mengigil ia menjadi tidak fokus menabrak Zakir yg berhenti tepat dihadapan Azmi. Seketika Zakir mendorong Azmi hingga terjatuh tepat dihadapan kaki Zakir.
Aban mempercepat langkahnya membantu Azmi berdiri diikuti Ahkam dan Muhklis.
" Hey bocah jangan main kasar dong, tiba-tiba dorong Azmi kayak gitu."Ahkam .
"Maaf mas, nama saya Zakir bukan bocah lagian Azmi sih jalan itu pakai mata masa aku gk dilihat sama dia sampai nabrak ya aku dorong sakit ya Mi."Zakir.
"Sakit kali matanya . "Sihin.
"Bukan sakit rabun kalii ya kan, Azmi."Helmi.
Zakir, Helmi, dan Sihin tertawa lepas dihadapan Azmi yang sangat pucat.
"Heh ketawa lagi kalian Azmi itu lagi sakit."Muhklis.
"Udah lah bang gk ada gunanya debat sama mereka mending cepetan ke Masjid."Azmi,ia melangkah perlahan menaiki tangga Masjid diikuti oleh Aban yg sangat mengkhawatirkan Azmi.
"Eh si Azmi kok pucat gitu ya ,jalannya pelan lagi terus pakai jaket."Sihin.
"Sakit apa ya? ."Helmi.
"Iya dia memang sakit tapi, Azmi berusaha untuk tidak menunjukkan kalau dia sakit bukan kayak kalian yang gak ada habisnya ngerjain Azmi, yuk Lis mending kita masuk."Ahkam.
Ahkam dan Muhklis berjalan masuk ke Masjid.
"Waduh Azmi sakit ternyata."Sihin.
"Iya tuh pantesan pucat banget mukanya eh Kir, luka lebam di dahi Azmi semakin ungu tau warnanya gara-gara kamu kemarin keras banget nimpuk Azmi pakai sandal."Helmi.
"Terus kenapa?.. Kalian juga mau ngebelain Azmi udah sana berteman aja sama Azmi dan gak ada yg ngasih kalian uang jajan."Zakir.
Helmi dan Sihin saling pandang.
"Eh, jangan ngambek dong Kir, kita minta maaf ."Helmi.
"Iya Kir, kita bakalan bantuin kamu ngejahilin Azmi sampai kapanpun."Sihin.
"Nah, gitu dong yuk masuk."Zakir.
Zakir dan kedua temannya masuk ke Masjid. Tidak lama Akmal mengumandangkan qhamat para santri seketika merapatkan shaf mereka bersiap melaksanakan shalat jama'ah yang di imami oleh ustadz Abdullah.
Rasa dingin yang Azmi rasakan tidak mengurangi khusyuknya saat ia shalat begitu juga saat doa, dzikir, dan solawat pendek sesudah subuh. Suara Azmi bergetar mencoba mengikuti solawat sesekali Azmi menggosokkan kedua tangannya untuk mengurangi rasa dingin yang harus ia tahan selama beberapa menit yang cukup lama.
Suasana sudah terang para santri turun dari Masjid. Azmi berjalan bersama Aban tiba-tiba Rifki yg biasa berlari menghampiri Azmi dan Aban. Rifki berdiri dihadapan Azmi memandang Azmi dengan tatapan heran.
"Azmi kamu kenapa?. Kok mukanya pucat terus nih dahi kamu kenapa? ."Rifki sangat penasaran tanpa sengaja ia memegang keras dahi Azmi yg lebam.
"Aduh Ki, sakit tau .Gak bisa pelan apa megangnya."Azmi merengek kesakitan sembari memegangi dahinya.
"Maaf Mi, gak sengaja kamu kenapa Mi?.Sakit ya, pusing apa gimana?. "Rifki.
"Iya Ki, Azmi semalam....
"Emmm gak papa Ki, sehat kok lihat nih."Azmi memotong ucapan Aban.
"Tapi kok paket jaket sih ."Rifki.
"Iya Ki, Azmi badannya.....
"Tadi subuh Ki, dingin banget huh gak tahan."Azmi lagi-lagi memotong ucapan Aban.
"Ya elah, cemen banget sih kamu Azmi udah hampir setahun juga di pesantren harusnya udah biasa sama dingin."Rifki.
"Rifki, Azmi itu....
"Iya,aku memang cemen nih makanya udah ya aku mau kekamar dulu kelasnya ustadz Fathur bentar lagi. Yuk Ban, assalamualaikum Rifki."Azmi menarik tangan Aban agar mau mengikutinya.
"Wa'alaikumsalam."Rifki terlihat bingung memegang dagunya memandang Azmi dan Aban yang terus berjalan.
"Tapi kok si Azmi dari tadi motong ucapan Aban terus sih... Hmmmm.. Udahlah. "Rifki melangkah menuju kamarnya.
"Azmi ,kamu kenapa sih omongan aku dipotong-potong terus kayak gitu."Aban.
Azmi menghentikan langkahnya.
"Maaf Ban, cuman biarin aja aku gak papa kok ,kamu tau sendiri kan si Rifki kayak gimana."Azmi.
"Iya sih, tapi kamu benar-benar sehat."Aban.
"Iya, yuk ke kamar."Azmi.
Azmi dan Aban melanjutkan langkahnya menuju kamar mereka. Sesampainya dikamar hanya terlihat Muhklis yang sudah bersiap untuk masuk kelas ngaji kitabnya.
"Bang, mas Ahkam mana?. "tanya Azmi duduk dikasurnya.
"Lagi bikin sesuatu Mi."Muhklis.
"Hah. Bikin sesuatu, apa Ban?. "bisik Azmi kepada Aban yang berada disampingnya.
Tidak lama Ahkam masuk kamar mengucap salam.Azmi ,Aban, dan Muhklis menjawab salam Ahkam. Terlihat Ahkam membawa segelas minuman yang masih hangat ia mendekati Azmi dan duduk dikasurnya.
"Azmi, nih minum. "Ahkam.
"Hah? apaan nih mas?."Azmi.
"Ya susu lah Azmi, minum biar tubuh kamu hangat."Ahkam.
"Ooo jadi mas Ahkam bikin susu buat Azmi, aku kok gak di bikinin mas aku kan mau."Aban.
"Ya maaf Aban yang manis, Azmi kan sakit jadi aku buatinnya cuman untuk Azmi maaf ya,"Ahkam.
"Iya mas, aku bercanda kok."Aban.
Ahkam dan Azmi saling pandang dan tersenyum.
"Ya udah ,Azmi minum. "Ahkam menyodongkan segelas susu hangat itu kepada Azmi.
Azmi menerimanya menghirup aroma
hangat susu itu.
"Makasih ya mas, baik banget deh sama Azmi. "Azmi.
"Iya habisin.Lis,berangkat yuk."Ahkam berdiri menghampiri Muhklis.
Ahkam dan Muhklis berangkat menuju kelas ngaji kitab mereka yang sudah lebih tinggi dari pada Azmi dan Aban.
Azmi terlihat sangat menikmati susu yang diberikan Ahkam.
"Hmmmm.. Weeeeenakkkk nya Ban gak mau kamu."Azmi menyodongkan susunya tepat diwajah Aban yang sedari tadi memandangi Azmi.Aban hanya bisa menelan ludahnya.
"Ahhh, gak kamu minum aja Mi."ucap Aban sembari memalingkan wajahnya.
"Yang benar gak papa kok, biasanya juga satu gelas buat sekamar ,buat santri semuanya aman tapi kalau kamu gak mau ya udah aku habisin"Azmi.
Aban menoleh ke arah Azmi dan merebut susu dari tangan Azmi.
"Ehh ,setelah aku pikir-pikir mau deh heheh."Aban meminum susu itu.
"Hmmm, langsung tuh gerak cepat. "Azmi.
"Enak Mi ,untung aku gak kehabisan."Aban.
"Ya iyalah enak, namanya juga susu."Azmi.
Tiba-tiba terdengar langkah kaki seseorang yang sedang berlari Azmi dan Aban terdiam memandang pintu kamar yang terbuka lebar tidak lama nampaklah Rifki yang mengatur nafasnya berdiri di depan pintu kamar Azmi.
"Azmi, Aban ,yuk berangkat udah mau masuk tuh."Rifki.
"Huh."Azmi dan Aban bersamaan menghela nafas mereka dan memalingkan pandangan mereka.
"Lah ,kenapa kok kompak gitu?."Rifki.
"Kebiasaan Rifki ,sukanya lari-lari kirain siapa ,ya gak Ban."Azmi.
"Iya tuh, aku kirain santri senior nyatanya kamu Ki."Aban.
"Iya deh ayo cepat entar telat"Rifki.
"Iyaaa ,Rifki."Azmi.
Azmi menaruh gelasnya di meja belajarnya dan berjalan menghampiri Rifki.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 240 Episodes
Comments
Supartini
☝️☝️☝️
2021-04-15
0
Fany Lili
daku hadir lagi thor,,, up terus, jangan kasih kendor😊
salam dari Tersesat di hatimu dan Incubus Snares😀
2020-12-07
1
chonurv
wah seniornya pwerhatian banget. mau bikinin susu buat ASMI. jangan dipaksain kalau sakit, ASMI! istirahat yang cukup sana!
2020-10-12
1