Episode 5. Zakir! Iseng banget sih.

 

Aban mulai mengambil mikrofon .Aban masih tegang, ia menghadap ke belakang sekali lagi dan melihat Azmi yang tersenyum memberikan kedua jempolnya.

 

"Aban ,ayo Qhamat."Ustadz.

"Iya ustadz."Aban.

Saat itu Masjid ramai. Aban menghela nafasnya dan berdehem"ehem"Aban mulai qhamat dengan suaranya yang lantang dan tidak kalah dengan Azmi. Walau Aban lebih mudah dan lebih pendek daripada Azmi yang harus adzan tetapi, Aban juga membuat ustadz dan semua santri kagum dengan suara Aban yang indah.

Para santri segera merapatkan shaf untuk melaksanakan shalat. Selesai qhamat ,Aban berdiri disamping Azmi yang terus tersenyum.

"Hey Ban ,bagus sekali suara mu."Azmi.

"Lebih bagus suara kamu Mi, "Aban

mereka berbisik.

Ustadz segera mengimamkan sholat. Para Santri melaksanakan sholat subuh berjama'ah dengan khusyuk. Begitu juga saat berdoa dan sholawat setelahnya.

Bel berbunyi, para santri diharapkan segera belajar kitab sesuai kelas mereka masing-masing. Azmi dan Aban begitu semangat mereka berangkat bersama menuju kelas mereka. Azmi dan Aban siap menyetor hafalan mereka dengan baik ,mereka menyetor hafalan pada ustadz. Lain halnya dengan Azmi dan Aban, Zakir dan teman-temannya belum menghafal seketika Zakir dan teman-temannya takut akan hukuman.

"Eh Zakir ,kamu gak maju."ucap Azmi yang duduk disamping Zakir mendekatkan wajahnya pada telinga Zakir dan kembali menghadapkan wajahnya ke ustadz. Seketika Zakir memandang Azmi.

"Iya Mi, aku belum hafalan gimana nih?."Zakir panik.

"Nah hayo lo, siap -siap disuruh berdiri."Azmi tertawa kecil meledek Zakir. Aban yang mendengar menegur Azmi.

"Mi, jangan ditakut-takutin, kasihan."Aban.

"Enggak kok ,maaf ya Kir."Azmi memalingkan wajahnya sembari tersenyum.

Semua santri sudah maju memberikan hafalan mereka kecuali Helmi ,Zakir, dan Sihin yang menundukan kepalanya takut akan hukuman.

"Baik yang sudah nyetor ustadz sudah ngasih nilai, tapi ada 3 orang yang belum ayo maju."ustadz.

Zakir dan teman-temannya masih saja menunduk.

Azmi dan Aban menatap mereka.

"Nah, ini ada Muhamad Zakir Ramadan, Helmi Ardiansyah, terus Durratun Nasihin, ayo maju,"ustadz .

"Maaf ustadz, saya belum hafal, kemarin gak sempat, ngantuk banget."Zakir.

"Bener ustadz ,gak ada waktu buat hafalan."Helmi.

"Nggih ustadz ,saya juga gak sempat ngahafalinnya."Sihin.

Ustadz tersenyum melihat Zakir dan teman-temannya dan menggelengkan kepalanya berulang kali.

"Baik, tetapi kenapa teman-teman kalian bisa nyetor? dengarkan semua, ustadz tidak memaksa kalian harus hafal,kalau kalian sering mengulang bacaan ini, pasti kalian hafal ,pelajaran ini juga sudah dari minggu lalu ,iya kan."ustadz.

Semua santri menjawab..

"Iya ustadz."

"Untuk Zakir, Helmi dan Sihin hafalkan semampu kalian karena ilmu tidak barokah jika kalian mengeluh saat mengerjakannya,fahimtum."ustadz.

"Fahimnas ustadz."jawab semua santri.

"Oke Zakir, Helmi dan Sihin besok setor ya,"ustadz.

"Iya ustadz."jawab Zakir, Helmi dan Sihin.

"Baik, ustadz tutup .Pelajari? lagi ,assalamualaikum warahmatullahi wabarakautuh ."ustadz.

Serentak semua menjawab..

"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh."

Seperti biasa setelah mengaji kitab, santri segera sekolah Mts maupun Ma.Azmi dan Aban duduk didepan kamar mereka sudah mengenakan seragamnya. Ahkam dan Mukhlis menghampiri Azmi dan Aban yg asyik ngobrol sambil tertawa.

"Heh, ngomongin apa nih seru banget?."Ahkam menepuk pundak Azmi dan duduk disampingnya.

"Iyaa, terus didepan kamar lagi ngomongin apa sih seru banget kayaknya?."Mukhlis.

Azmi dan Aban tertawa kecil dan saling pandang.

"Kepo yaa,"ledek Azmi menunjuk Ahkam dan Mukhlis.

"Ini bang, Azmi ngomongin santriwati."Aban dengan polosnya, Azmi langsung menatap Aban tajam.

"Aduh gawat ,Azmi mulai bucin dia."Ahkam.

"Emang benar Ban,"Mukhlis.

"Iyaa, kata Azmi pas dia keluar mau beli sesuatu ,dia ngelihat santriwati yang nunduk ,katanya Azmi cantik terus....

"Aban...Kalau ngomong suka bener ah."Azmi memalingkan wajahnya ke arah Ahkam.

"Enggak abang-abang aku bercanda ,Mi, jangan marah ya ,sekali-kali dong bercanda Mi ,lihat aku."Aban mencoba merayu Azmi yang tidak mau menghadapkan wajahnya pura-pura marah dan tersenyum pada Ahkam.

"Mi ,jangan gitu lihat tuh muka Aban melas banget minta maaf ."Ahkam sambil tertawa memandang wajah Aban yang lucu meminta Azmi agar memaafkannya.

"Au ah."Azmi bercanda dan pergi ke madrasah meninggalkan Aban.

"Azmi ,tunggu,masaa gitu aja marah."Aban mengejar Azmi yang sudah menjauh menuju madrasah.

Ahkam dan Mukhlis tertawa melihat tingkah Azmi dan Aban.

"Haduhh, sampai keluar air mata aku Aban ,Aban ,lucu banget dia kaya ngerayu cewek yang lagi marah aja, haduhhh."Ahkam.

"Iyaa, lagian Azmi bisa aja aktingnya ,si Aban ngira beneran. Hahaha,"Mukhlis tertawa

Di Madrasah Azmi dan Aban duduk bersama, Azmi membaca buku dan tidak menghiraukan Aban.

"Eh Mi, jangan kayak gitu dong."Aban.

Azmi sudah tidak kuat untuk berpura-pura,ia langsung menampar pelan wajah Aban yang membuat Azmi geli, Azmi tertawa menutup mulutnya.

"Ban apaan sih kamu, aku cuman bercanda, sampai muka mu itu lo,"Azmi tidak selesai bicara ia terus saja tertawa.

"Ya kan aku kira beneran Mi, kamu sih."Aban kesal menghadapkan wajahnya ke depan.

"Yaahh jangan marah dong, muka mu itu lo kayak gini lihat ni Ban."Azmi menolehkan wajah Aban agar mau melihat wajah Azmi yang melas. Aban tertawa melihat wajah Azmi.

Melihat Azmi dan Aban yg tertawa Zakir memiliki niat yang licik memandangi Azmi dan Aban sinis.

"Lihat aja kamu Mi ,entar kamu gk akan bisa ketawa kayak gitu ."Zakir didalam hati.

"Kir, bengong aja lihatin apa sih?. "Helmi yang tiba-tiba datang dengan Sihin disamping Zakir.

"Huh. Kalian ngagetin aja ."Zakir

"Habis kamu bengong aja, mikirin apa?."Sihin.

"Sini ,aku punya rencana buat kasih pelajaran Azmi kalian harus bantu aku."Zakir.

Zakir mendekatkan teman-temannya membisikkan sesuatu pada mereka. Dan mulailah mereka menjalankan aksi untuk menjahili Azmi.Merekapun melangkah menuju Azmi dan Aban, guru juga masih belum datang.Sedangkan, santri yang lain ada di luar kelas.

"Assalamualaikum Azmi, Aban yang ganteng dan, oo iya, tadi suara kalian merdu banget aku baru tau lo. "Zakir.

"Wa'alaikumsalam."Azmi dan Aban.

"Makasih Kir, "Azmi.

"Iya ,sama-sama kalian gabung di Syubband ya, "Zakir.

"Iyaa ."Azmi.

"Tapi masih jadi penabuh Kir, "Aban.

"Oo gak papalah, siapa tau kalian bisa terkenal lo, "Zakir.

"Aamiin."Azmi dan Aban.

Zakir sudah menunjukan kode dengan mengedipkan satu matanya kepada Helmi dan Sihin untuk menjalankan rencana yaitu mengganti buku Azmi dengan buku Zakir.

Zakir mengajak Azmi dan Aban mengobrol ,agar Azmi tidak curiga. Perlahan Helmi mengganti buku Azmi yang sama persis kulit bukunya, karena itu adalah buku tulis yang diberikan madrasah yang berada di samping tangan Azmi. Helmi berhasil mengganti buku Azmi, Zakir tersenyum licik dan menatap Azmi.

"Eh, ustadz datang."salah satu santri yg masuk dari luar kelas.

Zakir dan teman-temannya segera duduk dibangku mereka,Azmi masih tidak tahu bahwa bukunya ditukar.

****Bersambung~~~~

Terpopuler

Comments

Supartini

Supartini

👍👍👍👍👍

2021-04-12

0

Puan Harahap

Puan Harahap

yuk kk, udah like 5 ya, nyambung ya

SALAM DAN MAMPIR YA KE
⚘⚘PRIA IDOLA DAN MENIKAHI PRIA

2021-02-25

1

Nurul Amaliyah

Nurul Amaliyah

Like Thor

2021-01-02

1

lihat semua
Episodes
1 Episode 1. Prolog.
2 Episode 2 Di Pesantren Punya Musuh.
3 Episode 3. Ayo semangatt !!Gak boleh malas.
4 Episode 4. Reaksi para santri ketika gus Azmi adzan.
5 Episode 5. Zakir! Iseng banget sih.
6 Episode 6. Salah paham.
7 Episode 7. Akhirnya kebohongan terungkap.
8 Episode 8. Libur, semuanya bahagia.
9 Episode 9. Sengaja banget.
10 Episode 10. Rifki buat Azmi kecewa.
11 Episode 11. Belum di maaffin.
12 Episode 12. Baikan juga.
13 Episode 13. Impian jadi vocal Syubban.
14 Episode 14. Hari bersih-bersih.
15 Episode 15. Di lempar pakai sandal.
16 Episode 16. Azmi yang tangguh.
17 Episode 17. Gak usah khawatir.
18 Episode 18. Jaga pandangan.
19 Episode 19. Buat masalah lagi.
20 Episode 20. Di hukum.
21 Episode 21. Di serang.
22 Episode 22. Anggota Band bikin rusuh.
23 Episode 23. Putus asa.
24 Episode 24. Jagoan Silat.
25 Episode 25. Tidak seperti biasanya.
26 Episode 26. Foto Akmal.
27 Episode 27. Curiga.
28 Episode 28. Surat.
29 Episode 29. Keputusan yang salah.
30 Episode 30. Sabar.
31 Episode 31. Hampir.
32 Episode 32. Resah dan Gelisah.
33 Episode 33. Terungkap.
34 Episode 34. Tidak marah.
35 Episode 35. Ibu Akmal.
36 Episode 36. Air mata.
37 Episode 37. Penuh kebencian.
38 Episode 38. Akmal dan Zakir dihukum.
39 Episode 39. Amplop
40 Episode 40. Kepedulian Azmi.
41 Episode 41. Penjelasan.
42 Episode 42. Rencana apa lagi?.
43 Episode 43. Ngantuk.
44 Episode 44. Untung ada Akmal.
45 Episode 45. Sang juara .
46 Episode 46. Bau obat.
47 Episode 47. Anggota Band datang lagi.
48 Episode 48. Perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw.
49 Episode 49. Siapa, Aisyah?.
50 Episode 50. Melawan anggota Band.
51 Episode 51. Pesona Tim Syubban.
52 Epsode 52. Ali Tidak Terima.
53 Episode 53. Hujan.
54 Episode 54. Ajakan Azmi kepada Sihin.
55 Episode 55. Semangat Untuk Sholawat.
56 Episode 56. Semua Khawatir.
57 Episode 57. Di Bawa Kerumah Sakit.
58 Episode 58. Kekhawatiran Sang Adik
59 Episode 59. Gagal.
60 Episode 60. Ganas.
61 Episode 61. Di Puji.
62 Episode 62. Doa Terbaik Untuk Akmal.
63 Episode 63. Perhatian Azmi.
64 Episode 64. Menunggu Waktu Yang Tepat.
65 Episode 65. Di Sembunyikan.
66 Episode 66. Pasti Bisa
67 Episode 67. Kakak, Adik, Sama aja.
68 Episode 68. Api Cemburu.
69 Episode 69. Sudah Tugas Kita.
70 Episode 70. Cemas Untuk Besok.
71 Episode 71. Semangat Latihan Sampai Larut Malam.
72 Episode 72. Berangkat....
73 Episode 73. Bersaing Antar Ponpes.
74 Episode 74. Berhasil Menampilkan Yang Terbaik.
75 Episode 75. Bertemu...
76 Episode 76. Ini Dia Pemenangnya.
77 Episode 77. Piala Paling Berharga
78 Episode 78. Senang Kalau Dapat Keluar.
79 Episode 79. Kita Bangga Sama Kalian.
80 Episode 80. Uang Dari Kyai
81 Episode 81. Sudah Tau.
82 Episode 82. Ucapan Selamat.
83 Episode 83. Terlihat Bahagia.
84 Episode 84. Pesan Azmi
85 Episode 85. Rencana Mulia.
86 Episode 86. Ujian Apalagi?
87 Episode 87. Begitu Meriahnya
88 Khusus Visual nih
89 Episode 88. Kegaduhan
90 Episode 89. Bukan Salah Kalian.
91 Episode 90. Sahabat
92 Episode 91. Salah Menilai
93 Episode 92. Mulai Di Kenal
94 Episode 93. Diskusi
95 Episode 94. Kejadian Yang Begitu Cepat.
96 Episode 95. Cukup Lama.
97 Episode 96. Ada Kejahatan Di Ponpes
98 Episode 97. Kemalingan.
99 Episode 98. Ketika Semua Tidak Mempercayai Azmi.
100 Episode 99. Di Hukum Atas Kesalahan Yang Tidak Ia Buat.
101 Episode 100. Tidak Pernah Azmi Bayangkan,
102 Episode 101. Tanpa Akmal.
103 Episode 102. Berkelahi.
104 Episode 103. Satu Pukulan Keras.
105 Episode 104. Hanya Azmi?
106 Episide 105. Takdir Akmal .
107 Episode 106. Debat.
108 Episode 107 Kembali Ke Pesantren.
109 Episode 108. Keramahan Azmi
110 Episode 109. Yakin.
111 Episode 110. Setengah Hari Bersama Mufti.
112 Episode 111. Masa Lalu
113 Episode 112. Amarah Yang Tidak Terkontrol!
114 Episode 113. Butuh Keberanian!
115 Episode 114. Tidak Ikhlas??
116 Episode 115. Semoga Jera
117 Episode 116. Hari Yang Melelahkan.
118 Episode 117. Ada Apa Dengan Azmi??
119 Episode 118. Kesuksesan Itu Bukan Taruhan!
120 Episode 119. Perasaan Tidak Enak
121 Episode 120. Burdah Yang Meriah.
122 Episode 121. Nafas Terakhir.
123 Episode 122. Surat Yasin Untuk Akmal.
124 Episode 123. Ini Adalah Yang Terbaik.
125 Episode 124. Surat Terakhir Untuk Aisyah
126 Episode 125. Harus Tabah.
127 Episode 126. Bayang-Bayang Akmal.
128 Episode 127. Aktif
129 Episode 128. Kobarkan Semangat Bersholawat
130 Episode 129. Suasana Yang Indah.
131 Episode 130. Tragedi Pembatas Terbuka.
132 Episode 131. Satu Kelompok.
133 Episode 132. Tetap Sabar.
134 Episode 133. Rindu.
135 Episode 134. Masalah Di Masa Lampau
136 Episode 135. Jeweran Untuk Zakir.
137 Episode 136. Pasti Pulang Kok,
138 Episode 137. Mendadak.
139 Episode 138. Saat Semua Santri Tegang.
140 Episode 139. Ngepel.
141 Episode 140. Bercanda.
142 Episode 141. Sangat Antusias.
143 Episode 142. Anggota Band Yang Sangat Licik .
144 Episode 143. Para Santri Yang Polos.
145 Episode 144. Jangan Nyerah!
146 Episode 145 Kapan Bisa Berubah?
147 Episode 146. Masih Dengan Kebencian.
148 Episode 147. Masih Dihina.
149 Episode 148. Tetap Ramah Walau Di Jelekkan.
150 Episode 149. Mau Bantu
151 Episode 150. Usaha Buat Mufti Sadar.
152 Episode 151. Tidak Sengaja Menabrak.
153 Episode 152. Keceriaan.
154 Episode 153. Gak Rela Pulang
155 Episode 154. Yang Ditunggu-tunggu Telah Tiba.
156 Episode 155. Gak Jadi Pulang Demi Impian.
157 Episode 156. Lupa Ngabarin.
158 Episode 157. Amukan
159 Episode 158. Membuat Jama'ah Berdecak Kagum.
160 Episode 159. Nginap Dulu.
161 Episode 160. Gak Senang Lihat Mereka Viral.
162 Episode 161. Bukan Mufti Yang Dulu.
163 Episode 162. Ikut Bangga
164 Episode 163. Tercengang
165 Episode 164. Ditatap Ribuan Orang.
166 Episode 165. Lewat Video Call
167 Epiaode 166. Puasa Sebentar Lagi
168 Episode 167 Masalah Kami Juga
169 Episode 168. Bisa Stress
170 Episode 169. Welcome to Bandung
171 Episode 170. Ada Aja Yang Gak Suka
172 Episode 171. Udah Resiko
173 Episode 172. Menyapa Fans
174 Episode 173. Pulangnya Azmi
175 Episode 174. Sopo Seng Nabrak?
176 Episode 175. Godain Dek Rara
177 Episode 176. Kebahagiaan
178 Episode 177. Kesedihan
179 Episode 178. Kecelakaan Yang Mengerikan
180 Episode 179. Lemas
181 Episode 180. Rasa Menyesal Ustadz
182 Episode 181 Akur
183 Episode 182 Perhatian Untuk Mufti
184 Episode 183 Baru Pulang Bentar
185 Episode 184. Pergi Untuk Sholawat
186 Episode 185 Berjumpa Lagi
187 Episode 186 Sholawat Untuk Aceh
188 Episode 187 Adab Ketika Adzan
189 Episode 188 Masih Ada Benci
190 Episode 189 Membujuk Aisyah
191 Episode 190 Pada Salting
192 Episode 191 Hadiah Dari Fans
193 Episode 192 Saat Semua Menggoda Azmi
194 Episode 193 Teringat Akmal
195 Episode 194 Sedang Sibuk
196 Episode 195 Jawabnya Langsung Aja
197 Episode 196 Tetap Rendah Hati.
198 Episode 197 Kebersamaan
199 Episode 198 Senang Melihat Santrinya Yang Sukses
200 Episode 199 Ribut Dengan Fans
201 Episode 200 Saat Azmi Sudah Tiba
202 Episode 201 Kembali Kacau
203 Episode 202 Mengundang Penasaran Zakir
204 Episode 203 Jelaskan Pada Kami
205 Episode 204 Kyai Ingin Bicara
206 Episode 205 Kelamnya Malam Ini
207 Episode 206 Tak Melebihi Batas
208 Episode 207 Azmi Yang Berani
209 Episode 208 Luapan Kebencian
210 Episode 209 Masih Aja Sok Kuat
211 Episode 210 Keluarga Harmonis
212 Episode 211 Hari Raya
213 212 Entah Apa Yang Merasuki Zakir
214 213 Ketahuan Dimas
215 214 Permintaan Kecil Fitri
216 215 Fitri Bikin Malu
217 Episode 216 Tukang Ngabisin Camilan
218 Episode 217 Menyesal Dan Sadar
219 Episode 218 Luka Lebam
220 Episode 219 Cerita Pada Dimas
221 Episode 220 Senang Melihat Senyum Hafsah
222 Episode 221 Kembali Merasakan Sakit
223 Episode 222 Pelukan Hangat Ummi
224 Episode 223 Kabar Dari Syubband
225 Episode 224 Gagal Fokus.
226 Episode 225 Masih Sama
227 Episode 226 Jangan Ragu
228 Episode 227 Catatan Mufti
229 Episode 228 Azmi Pamit
230 Episode 229 Tanya Dimana Azmi
231 Episode 230 Ke Rumah Mufti
232 Episode 231 Hanya Bibi
233 Episode 232 Karya Baru
234 Episode 233 Tujuan Baik Hafsah
235 Episode 234 Pecah Bagi Azmi Dan Mufti
236 Episode 235 Malam Ini
237 Episode 236 Maaf Dan Kejutan
238 Episode 237 Gugup Dekat Kamu
239 Episode 238 HAPPY END
240 New Novel, New Story
Episodes

Updated 240 Episodes

1
Episode 1. Prolog.
2
Episode 2 Di Pesantren Punya Musuh.
3
Episode 3. Ayo semangatt !!Gak boleh malas.
4
Episode 4. Reaksi para santri ketika gus Azmi adzan.
5
Episode 5. Zakir! Iseng banget sih.
6
Episode 6. Salah paham.
7
Episode 7. Akhirnya kebohongan terungkap.
8
Episode 8. Libur, semuanya bahagia.
9
Episode 9. Sengaja banget.
10
Episode 10. Rifki buat Azmi kecewa.
11
Episode 11. Belum di maaffin.
12
Episode 12. Baikan juga.
13
Episode 13. Impian jadi vocal Syubban.
14
Episode 14. Hari bersih-bersih.
15
Episode 15. Di lempar pakai sandal.
16
Episode 16. Azmi yang tangguh.
17
Episode 17. Gak usah khawatir.
18
Episode 18. Jaga pandangan.
19
Episode 19. Buat masalah lagi.
20
Episode 20. Di hukum.
21
Episode 21. Di serang.
22
Episode 22. Anggota Band bikin rusuh.
23
Episode 23. Putus asa.
24
Episode 24. Jagoan Silat.
25
Episode 25. Tidak seperti biasanya.
26
Episode 26. Foto Akmal.
27
Episode 27. Curiga.
28
Episode 28. Surat.
29
Episode 29. Keputusan yang salah.
30
Episode 30. Sabar.
31
Episode 31. Hampir.
32
Episode 32. Resah dan Gelisah.
33
Episode 33. Terungkap.
34
Episode 34. Tidak marah.
35
Episode 35. Ibu Akmal.
36
Episode 36. Air mata.
37
Episode 37. Penuh kebencian.
38
Episode 38. Akmal dan Zakir dihukum.
39
Episode 39. Amplop
40
Episode 40. Kepedulian Azmi.
41
Episode 41. Penjelasan.
42
Episode 42. Rencana apa lagi?.
43
Episode 43. Ngantuk.
44
Episode 44. Untung ada Akmal.
45
Episode 45. Sang juara .
46
Episode 46. Bau obat.
47
Episode 47. Anggota Band datang lagi.
48
Episode 48. Perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw.
49
Episode 49. Siapa, Aisyah?.
50
Episode 50. Melawan anggota Band.
51
Episode 51. Pesona Tim Syubban.
52
Epsode 52. Ali Tidak Terima.
53
Episode 53. Hujan.
54
Episode 54. Ajakan Azmi kepada Sihin.
55
Episode 55. Semangat Untuk Sholawat.
56
Episode 56. Semua Khawatir.
57
Episode 57. Di Bawa Kerumah Sakit.
58
Episode 58. Kekhawatiran Sang Adik
59
Episode 59. Gagal.
60
Episode 60. Ganas.
61
Episode 61. Di Puji.
62
Episode 62. Doa Terbaik Untuk Akmal.
63
Episode 63. Perhatian Azmi.
64
Episode 64. Menunggu Waktu Yang Tepat.
65
Episode 65. Di Sembunyikan.
66
Episode 66. Pasti Bisa
67
Episode 67. Kakak, Adik, Sama aja.
68
Episode 68. Api Cemburu.
69
Episode 69. Sudah Tugas Kita.
70
Episode 70. Cemas Untuk Besok.
71
Episode 71. Semangat Latihan Sampai Larut Malam.
72
Episode 72. Berangkat....
73
Episode 73. Bersaing Antar Ponpes.
74
Episode 74. Berhasil Menampilkan Yang Terbaik.
75
Episode 75. Bertemu...
76
Episode 76. Ini Dia Pemenangnya.
77
Episode 77. Piala Paling Berharga
78
Episode 78. Senang Kalau Dapat Keluar.
79
Episode 79. Kita Bangga Sama Kalian.
80
Episode 80. Uang Dari Kyai
81
Episode 81. Sudah Tau.
82
Episode 82. Ucapan Selamat.
83
Episode 83. Terlihat Bahagia.
84
Episode 84. Pesan Azmi
85
Episode 85. Rencana Mulia.
86
Episode 86. Ujian Apalagi?
87
Episode 87. Begitu Meriahnya
88
Khusus Visual nih
89
Episode 88. Kegaduhan
90
Episode 89. Bukan Salah Kalian.
91
Episode 90. Sahabat
92
Episode 91. Salah Menilai
93
Episode 92. Mulai Di Kenal
94
Episode 93. Diskusi
95
Episode 94. Kejadian Yang Begitu Cepat.
96
Episode 95. Cukup Lama.
97
Episode 96. Ada Kejahatan Di Ponpes
98
Episode 97. Kemalingan.
99
Episode 98. Ketika Semua Tidak Mempercayai Azmi.
100
Episode 99. Di Hukum Atas Kesalahan Yang Tidak Ia Buat.
101
Episode 100. Tidak Pernah Azmi Bayangkan,
102
Episode 101. Tanpa Akmal.
103
Episode 102. Berkelahi.
104
Episode 103. Satu Pukulan Keras.
105
Episode 104. Hanya Azmi?
106
Episide 105. Takdir Akmal .
107
Episode 106. Debat.
108
Episode 107 Kembali Ke Pesantren.
109
Episode 108. Keramahan Azmi
110
Episode 109. Yakin.
111
Episode 110. Setengah Hari Bersama Mufti.
112
Episode 111. Masa Lalu
113
Episode 112. Amarah Yang Tidak Terkontrol!
114
Episode 113. Butuh Keberanian!
115
Episode 114. Tidak Ikhlas??
116
Episode 115. Semoga Jera
117
Episode 116. Hari Yang Melelahkan.
118
Episode 117. Ada Apa Dengan Azmi??
119
Episode 118. Kesuksesan Itu Bukan Taruhan!
120
Episode 119. Perasaan Tidak Enak
121
Episode 120. Burdah Yang Meriah.
122
Episode 121. Nafas Terakhir.
123
Episode 122. Surat Yasin Untuk Akmal.
124
Episode 123. Ini Adalah Yang Terbaik.
125
Episode 124. Surat Terakhir Untuk Aisyah
126
Episode 125. Harus Tabah.
127
Episode 126. Bayang-Bayang Akmal.
128
Episode 127. Aktif
129
Episode 128. Kobarkan Semangat Bersholawat
130
Episode 129. Suasana Yang Indah.
131
Episode 130. Tragedi Pembatas Terbuka.
132
Episode 131. Satu Kelompok.
133
Episode 132. Tetap Sabar.
134
Episode 133. Rindu.
135
Episode 134. Masalah Di Masa Lampau
136
Episode 135. Jeweran Untuk Zakir.
137
Episode 136. Pasti Pulang Kok,
138
Episode 137. Mendadak.
139
Episode 138. Saat Semua Santri Tegang.
140
Episode 139. Ngepel.
141
Episode 140. Bercanda.
142
Episode 141. Sangat Antusias.
143
Episode 142. Anggota Band Yang Sangat Licik .
144
Episode 143. Para Santri Yang Polos.
145
Episode 144. Jangan Nyerah!
146
Episode 145 Kapan Bisa Berubah?
147
Episode 146. Masih Dengan Kebencian.
148
Episode 147. Masih Dihina.
149
Episode 148. Tetap Ramah Walau Di Jelekkan.
150
Episode 149. Mau Bantu
151
Episode 150. Usaha Buat Mufti Sadar.
152
Episode 151. Tidak Sengaja Menabrak.
153
Episode 152. Keceriaan.
154
Episode 153. Gak Rela Pulang
155
Episode 154. Yang Ditunggu-tunggu Telah Tiba.
156
Episode 155. Gak Jadi Pulang Demi Impian.
157
Episode 156. Lupa Ngabarin.
158
Episode 157. Amukan
159
Episode 158. Membuat Jama'ah Berdecak Kagum.
160
Episode 159. Nginap Dulu.
161
Episode 160. Gak Senang Lihat Mereka Viral.
162
Episode 161. Bukan Mufti Yang Dulu.
163
Episode 162. Ikut Bangga
164
Episode 163. Tercengang
165
Episode 164. Ditatap Ribuan Orang.
166
Episode 165. Lewat Video Call
167
Epiaode 166. Puasa Sebentar Lagi
168
Episode 167 Masalah Kami Juga
169
Episode 168. Bisa Stress
170
Episode 169. Welcome to Bandung
171
Episode 170. Ada Aja Yang Gak Suka
172
Episode 171. Udah Resiko
173
Episode 172. Menyapa Fans
174
Episode 173. Pulangnya Azmi
175
Episode 174. Sopo Seng Nabrak?
176
Episode 175. Godain Dek Rara
177
Episode 176. Kebahagiaan
178
Episode 177. Kesedihan
179
Episode 178. Kecelakaan Yang Mengerikan
180
Episode 179. Lemas
181
Episode 180. Rasa Menyesal Ustadz
182
Episode 181 Akur
183
Episode 182 Perhatian Untuk Mufti
184
Episode 183 Baru Pulang Bentar
185
Episode 184. Pergi Untuk Sholawat
186
Episode 185 Berjumpa Lagi
187
Episode 186 Sholawat Untuk Aceh
188
Episode 187 Adab Ketika Adzan
189
Episode 188 Masih Ada Benci
190
Episode 189 Membujuk Aisyah
191
Episode 190 Pada Salting
192
Episode 191 Hadiah Dari Fans
193
Episode 192 Saat Semua Menggoda Azmi
194
Episode 193 Teringat Akmal
195
Episode 194 Sedang Sibuk
196
Episode 195 Jawabnya Langsung Aja
197
Episode 196 Tetap Rendah Hati.
198
Episode 197 Kebersamaan
199
Episode 198 Senang Melihat Santrinya Yang Sukses
200
Episode 199 Ribut Dengan Fans
201
Episode 200 Saat Azmi Sudah Tiba
202
Episode 201 Kembali Kacau
203
Episode 202 Mengundang Penasaran Zakir
204
Episode 203 Jelaskan Pada Kami
205
Episode 204 Kyai Ingin Bicara
206
Episode 205 Kelamnya Malam Ini
207
Episode 206 Tak Melebihi Batas
208
Episode 207 Azmi Yang Berani
209
Episode 208 Luapan Kebencian
210
Episode 209 Masih Aja Sok Kuat
211
Episode 210 Keluarga Harmonis
212
Episode 211 Hari Raya
213
212 Entah Apa Yang Merasuki Zakir
214
213 Ketahuan Dimas
215
214 Permintaan Kecil Fitri
216
215 Fitri Bikin Malu
217
Episode 216 Tukang Ngabisin Camilan
218
Episode 217 Menyesal Dan Sadar
219
Episode 218 Luka Lebam
220
Episode 219 Cerita Pada Dimas
221
Episode 220 Senang Melihat Senyum Hafsah
222
Episode 221 Kembali Merasakan Sakit
223
Episode 222 Pelukan Hangat Ummi
224
Episode 223 Kabar Dari Syubband
225
Episode 224 Gagal Fokus.
226
Episode 225 Masih Sama
227
Episode 226 Jangan Ragu
228
Episode 227 Catatan Mufti
229
Episode 228 Azmi Pamit
230
Episode 229 Tanya Dimana Azmi
231
Episode 230 Ke Rumah Mufti
232
Episode 231 Hanya Bibi
233
Episode 232 Karya Baru
234
Episode 233 Tujuan Baik Hafsah
235
Episode 234 Pecah Bagi Azmi Dan Mufti
236
Episode 235 Malam Ini
237
Episode 236 Maaf Dan Kejutan
238
Episode 237 Gugup Dekat Kamu
239
Episode 238 HAPPY END
240
New Novel, New Story

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!