Aban mulai mengambil mikrofon .Aban masih tegang, ia menghadap ke belakang sekali lagi dan melihat Azmi yang tersenyum memberikan kedua jempolnya.
"Aban ,ayo Qhamat."Ustadz.
"Iya ustadz."Aban.
Saat itu Masjid ramai. Aban menghela nafasnya dan berdehem"ehem"Aban mulai qhamat dengan suaranya yang lantang dan tidak kalah dengan Azmi. Walau Aban lebih mudah dan lebih pendek daripada Azmi yang harus adzan tetapi, Aban juga membuat ustadz dan semua santri kagum dengan suara Aban yang indah.
Para santri segera merapatkan shaf untuk melaksanakan shalat. Selesai qhamat ,Aban berdiri disamping Azmi yang terus tersenyum.
"Hey Ban ,bagus sekali suara mu."Azmi.
"Lebih bagus suara kamu Mi, "Aban
mereka berbisik.
Ustadz segera mengimamkan sholat. Para Santri melaksanakan sholat subuh berjama'ah dengan khusyuk. Begitu juga saat berdoa dan sholawat setelahnya.
Bel berbunyi, para santri diharapkan segera belajar kitab sesuai kelas mereka masing-masing. Azmi dan Aban begitu semangat mereka berangkat bersama menuju kelas mereka. Azmi dan Aban siap menyetor hafalan mereka dengan baik ,mereka menyetor hafalan pada ustadz. Lain halnya dengan Azmi dan Aban, Zakir dan teman-temannya belum menghafal seketika Zakir dan teman-temannya takut akan hukuman.
"Eh Zakir ,kamu gak maju."ucap Azmi yang duduk disamping Zakir mendekatkan wajahnya pada telinga Zakir dan kembali menghadapkan wajahnya ke ustadz. Seketika Zakir memandang Azmi.
"Iya Mi, aku belum hafalan gimana nih?."Zakir panik.
"Nah hayo lo, siap -siap disuruh berdiri."Azmi tertawa kecil meledek Zakir. Aban yang mendengar menegur Azmi.
"Mi, jangan ditakut-takutin, kasihan."Aban.
"Enggak kok ,maaf ya Kir."Azmi memalingkan wajahnya sembari tersenyum.
Semua santri sudah maju memberikan hafalan mereka kecuali Helmi ,Zakir, dan Sihin yang menundukan kepalanya takut akan hukuman.
"Baik yang sudah nyetor ustadz sudah ngasih nilai, tapi ada 3 orang yang belum ayo maju."ustadz.
Zakir dan teman-temannya masih saja menunduk.
Azmi dan Aban menatap mereka.
"Nah, ini ada Muhamad Zakir Ramadan, Helmi Ardiansyah, terus Durratun Nasihin, ayo maju,"ustadz .
"Maaf ustadz, saya belum hafal, kemarin gak sempat, ngantuk banget."Zakir.
"Bener ustadz ,gak ada waktu buat hafalan."Helmi.
"Nggih ustadz ,saya juga gak sempat ngahafalinnya."Sihin.
Ustadz tersenyum melihat Zakir dan teman-temannya dan menggelengkan kepalanya berulang kali.
"Baik, tetapi kenapa teman-teman kalian bisa nyetor? dengarkan semua, ustadz tidak memaksa kalian harus hafal,kalau kalian sering mengulang bacaan ini, pasti kalian hafal ,pelajaran ini juga sudah dari minggu lalu ,iya kan."ustadz.
Semua santri menjawab..
"Iya ustadz."
"Untuk Zakir, Helmi dan Sihin hafalkan semampu kalian karena ilmu tidak barokah jika kalian mengeluh saat mengerjakannya,fahimtum."ustadz.
"Fahimnas ustadz."jawab semua santri.
"Oke Zakir, Helmi dan Sihin besok setor ya,"ustadz.
"Iya ustadz."jawab Zakir, Helmi dan Sihin.
"Baik, ustadz tutup .Pelajari? lagi ,assalamualaikum warahmatullahi wabarakautuh ."ustadz.
Serentak semua menjawab..
"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh."
Seperti biasa setelah mengaji kitab, santri segera sekolah Mts maupun Ma.Azmi dan Aban duduk didepan kamar mereka sudah mengenakan seragamnya. Ahkam dan Mukhlis menghampiri Azmi dan Aban yg asyik ngobrol sambil tertawa.
"Heh, ngomongin apa nih seru banget?."Ahkam menepuk pundak Azmi dan duduk disampingnya.
"Iyaa, terus didepan kamar lagi ngomongin apa sih seru banget kayaknya?."Mukhlis.
Azmi dan Aban tertawa kecil dan saling pandang.
"Kepo yaa,"ledek Azmi menunjuk Ahkam dan Mukhlis.
"Ini bang, Azmi ngomongin santriwati."Aban dengan polosnya, Azmi langsung menatap Aban tajam.
"Aduh gawat ,Azmi mulai bucin dia."Ahkam.
"Emang benar Ban,"Mukhlis.
"Iyaa, kata Azmi pas dia keluar mau beli sesuatu ,dia ngelihat santriwati yang nunduk ,katanya Azmi cantik terus....
"Aban...Kalau ngomong suka bener ah."Azmi memalingkan wajahnya ke arah Ahkam.
"Enggak abang-abang aku bercanda ,Mi, jangan marah ya ,sekali-kali dong bercanda Mi ,lihat aku."Aban mencoba merayu Azmi yang tidak mau menghadapkan wajahnya pura-pura marah dan tersenyum pada Ahkam.
"Mi ,jangan gitu lihat tuh muka Aban melas banget minta maaf ."Ahkam sambil tertawa memandang wajah Aban yang lucu meminta Azmi agar memaafkannya.
"Au ah."Azmi bercanda dan pergi ke madrasah meninggalkan Aban.
"Azmi ,tunggu,masaa gitu aja marah."Aban mengejar Azmi yang sudah menjauh menuju madrasah.
Ahkam dan Mukhlis tertawa melihat tingkah Azmi dan Aban.
"Haduhh, sampai keluar air mata aku Aban ,Aban ,lucu banget dia kaya ngerayu cewek yang lagi marah aja, haduhhh."Ahkam.
"Iyaa, lagian Azmi bisa aja aktingnya ,si Aban ngira beneran. Hahaha,"Mukhlis tertawa
Di Madrasah Azmi dan Aban duduk bersama, Azmi membaca buku dan tidak menghiraukan Aban.
"Eh Mi, jangan kayak gitu dong."Aban.
Azmi sudah tidak kuat untuk berpura-pura,ia langsung menampar pelan wajah Aban yang membuat Azmi geli, Azmi tertawa menutup mulutnya.
"Ban apaan sih kamu, aku cuman bercanda, sampai muka mu itu lo,"Azmi tidak selesai bicara ia terus saja tertawa.
"Ya kan aku kira beneran Mi, kamu sih."Aban kesal menghadapkan wajahnya ke depan.
"Yaahh jangan marah dong, muka mu itu lo kayak gini lihat ni Ban."Azmi menolehkan wajah Aban agar mau melihat wajah Azmi yang melas. Aban tertawa melihat wajah Azmi.
Melihat Azmi dan Aban yg tertawa Zakir memiliki niat yang licik memandangi Azmi dan Aban sinis.
"Lihat aja kamu Mi ,entar kamu gk akan bisa ketawa kayak gitu ."Zakir didalam hati.
"Kir, bengong aja lihatin apa sih?. "Helmi yang tiba-tiba datang dengan Sihin disamping Zakir.
"Huh. Kalian ngagetin aja ."Zakir
"Habis kamu bengong aja, mikirin apa?."Sihin.
"Sini ,aku punya rencana buat kasih pelajaran Azmi kalian harus bantu aku."Zakir.
Zakir mendekatkan teman-temannya membisikkan sesuatu pada mereka. Dan mulailah mereka menjalankan aksi untuk menjahili Azmi.Merekapun melangkah menuju Azmi dan Aban, guru juga masih belum datang.Sedangkan, santri yang lain ada di luar kelas.
"Assalamualaikum Azmi, Aban yang ganteng dan, oo iya, tadi suara kalian merdu banget aku baru tau lo. "Zakir.
"Wa'alaikumsalam."Azmi dan Aban.
"Makasih Kir, "Azmi.
"Iya ,sama-sama kalian gabung di Syubband ya, "Zakir.
"Iyaa ."Azmi.
"Tapi masih jadi penabuh Kir, "Aban.
"Oo gak papalah, siapa tau kalian bisa terkenal lo, "Zakir.
"Aamiin."Azmi dan Aban.
Zakir sudah menunjukan kode dengan mengedipkan satu matanya kepada Helmi dan Sihin untuk menjalankan rencana yaitu mengganti buku Azmi dengan buku Zakir.
Zakir mengajak Azmi dan Aban mengobrol ,agar Azmi tidak curiga. Perlahan Helmi mengganti buku Azmi yang sama persis kulit bukunya, karena itu adalah buku tulis yang diberikan madrasah yang berada di samping tangan Azmi. Helmi berhasil mengganti buku Azmi, Zakir tersenyum licik dan menatap Azmi.
"Eh, ustadz datang."salah satu santri yg masuk dari luar kelas.
Zakir dan teman-temannya segera duduk dibangku mereka,Azmi masih tidak tahu bahwa bukunya ditukar.
****Bersambung~~~~
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 240 Episodes
Comments
Supartini
👍👍👍👍👍
2021-04-12
0
Puan Harahap
yuk kk, udah like 5 ya, nyambung ya
SALAM DAN MAMPIR YA KE
⚘⚘PRIA IDOLA DAN MENIKAHI PRIA
2021-02-25
1
Nurul Amaliyah
Like Thor
2021-01-02
1