Di malam hari para santri hendak bersiap mengaji kitab. Jam menunjukkan pukul 8 malam, bel untuk ngaji kitab belum terdengar. Para santri menunggu, ada yang menunggu di depan Masjid ada yang didepan kamar ,ada juga yang dikantin pesantren sambil berbincang-bincang. Azmi, Aban, Ahkam dan mukhlis duduk didepan kamar sembari memegangi kitab mereka.
"Eh.. Udah malam nih, kok gak mulai-mulai yaa, ngaji kitab."Aban memandangi semua santri-santri yg sudah lama menunggu.
Azmi seketika menoleh ke arah Aban.
"Bisa jadi, sekarang libur ngaji kitab."Azmi.
Ahkam yang asyik mengartikan kitabnya memandang Azmi.
"Ah masa sih ,kamu tau sendiri kan Mi, mana pernah libur ngaji kitab kecuali malam jum'at."Ahkam.
"Yaa, siapa tau aja?. "Azmi.
"Udah lah ,kita tunggu aja."Mukhlis.
Aban tersenyum kecil, tiba-tiba ada suara dari tempat pengumuman pesantren yang membuat hening...
"Ehem...Assalamualaikum semuanya...
"Wa''alaikum salam."jawab semua santri.
"Untuk hari ini maaf, tidak ngaji kitab mungkin besok akan di qodho' hari ini ada halangan. Sekali lagi, ustadz minta maaf karena tidak cepat memberi tahu kalian Wassalammu'alaikum warahmuatullahi wabarakatuh."ustadz.
"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh."jawab semua santri.
Dari para santri yang tadinya hening menjadi ramai mereka bersorak gembira karena libur mengaji kitab.
"Senang banget. "Azmi.
"Biasalah Mi, kan mereka senang dapat istirahat."Ahkam.
"Iya sih, aku juga senang, alhamdulillah."Azmi.
"Ehh, tapi maksud ustadz di qodho' itu apa yaa?."Aban.
"Iyaa apa artinya?.Bukannya sholat aja yang di qodho'. "Azmi bingung.
Mukhlis tertawa begitu juga dengan Ahkam.
"Gini Mi, Aban,kalau tadi ustadz bilang di qodho' berarti besok ustadz ngartiin kitabnya double. "Mukhlis menarangkan.
"Oooo... Hah?. Berarti besok sampai malam bang ,haduh bisa mata panda nih ."Azmi kaget.
"Mi, gak boleh gitu kita harus semangat mencari ilmu yaa, kalau sampai malam kita jalani saja yg penting dapat ilmu yg barakah."Ahkam.
"Benar tu Mi ,kata Ahkam."Mukhlis.
"Iya, iya Azmi akan semangatttt ."Azmi berdiri dan masuk ke kamarnya.
Sedangkan Aban hanya memperhatikan Azmi yang menunjukkan bahwa ia semangat.
"Hey Ban, bengong aja yuk masuk. "ajak Ahkam.
"Iya mas,"Aban.
Mereka duduk dikasur mereka masing-masing. Sedangakan,Azmi asyik tiduran dikasurnya sembari sholawatan memelankan suaranya karena bosan, Azmi langsung duduk dan melihat jam dinding juga teman-temannya yg asyik dengan dunia mereka masing -masing.
"Biasanya tidur jam 12 mau tidur sekarang susah banget yaa ,aku gk ngantuk sih tapi ngapain ya?."Azmi.
"Oh iya Mi, kamu gak mau ngajarin Zakir kan tadi pagi ustadz suruh."Aban.
"Aku sih mau Ban, tapi dianya yang gak mau."Azmi.
"Tau dari mana kamu Mi, kalau Zakir gak mau kamu ajarin ."Ahkam.
"Dia kok yang bilang sendiri, ya kan Ban, tadi kan kamu dengar semuanya."Azmi.
"Iyaa Mi."Aban.
"Lagian kalau seandainya dia yang mau belajar dia yang harus datang sama aku, kayak istilahnya murid yang datang ke guru bukan guru yang datang ke murid."Azmi.
"Siahhhh gaya,pakai istilah-istilah segala makin kelihatan pintarnya. "Aban
"Tapi kan Mi, guru les tuh ada yang kerumah muridnya, hayo lo."Mukhlis.
"Iya benar ,gimana tuh Mi?. "Ahkam.
Seketika Azmi terdiam bingung melepas pecinya mengacak-ngacak rambutnya dan berpikir.
"Eeeemmmm, tapi itu kan beda, itu guru les.Ah pokoknya aku benar deh. "Azmi
Semua tertawa melihat ekspresi Azmi yang kebingungan.
"Iyaa dah Mi, kamu benar."Ahkam.
Mereka semua terdiam ,Ahkam menaruh kitabnya, Aban dan Mukhkis merebahkan dirinya.
"Eh ,udah mau tidur nih baru aja jam 9."Azmi.
"Udah lah Mi, tidur aja. "Ahkam.
Azmi berdiri dan berjalan menuju luar kamar melihat santri-santri yg masih ramai.
"Tapi banyak yang belum tidur. "Azmi.
"Biarin mereka Mi, kamu istirahat aja."Aban.
Azmi menoleh ke arah Aban tanpa menjawab dan memandang kembali suasana pesantren pada malam itu.Tiba-tiba Rifki menghampiri Azmi.
"Az.... Mi... aku nyariin kamu haduh capek."Rifki mengatur nafasnya membungkukkan tubuhnya mendongak ke arah Azmi
"Nyariin aku tumben ,kenapa?. "Azmi.
"Mi, aku masuk dulu ya ,capek banget nih gak papa kan."Rifki yang terlihat sangat kelelahan.
"Iya, sana tapi jangan berisik. "Azmi.
"Siap ."jawab Rifki yg sudah duduk di kasur Azmi.
Azmi menghampiri Rifki, duduk disampingnya sambil memandang Rifki.
"Kenapa Ki?.Kamu kok nyari aku sih,sampai lari-lari gitu."Azmi.
Rifki menoleh ke arah Azmi...
"Azmi ,aku mau bilang sesuatu nih ya ,Zakir tadi kayaknya ngomongin kamu tuh sama santri lain juga ,oh iya bukan cuma itu kitab kamu aku pinjam dong boleh kan."Rifki.
"Zakir?.Ngomong apa dia kamu dengar gak?. "Azmi .
Rifki terlihat berpikir mengingat apa yang Zakir bicarakan..
"Lupa Mi, udah kamu gak usah khawatir aku akan selalu belain kamu dan menjaga nama baik kamu deh."Rifki.
"Beneran. "Azmi.
" Iya beneran, Azmi."Rifki
"Oke, kamu memang teman baik deh makasih Ki."Azmi.
"Iya, sama -sama Mi."Rifki.
Rifki dan Azmi terdiam dan saling pandang.
"Gak pulang Ki, udah malam nih."Azmi.
"Aku pinjam kitab kamu dong Mi, besok turun dari sholat berjama'ah langsung aku kasih ,please tolong aku Mi."Rifki.
"Iya, iya, tapi jangan sampai hilang atau kotor ya,"Azmi.
"Iyaa,aku janji. "Rifki.
Azmi berdiri mengambil kitab miliknya dan menghampiri Rifki memberikan kitab miliknya.
"Nih Ki,"ucap Azmi sembari menyodongkan kitabnya.
Rifki menerima kitab dari Azmi.
"Terimakasih Azmi, kamu memang paling baik."Rifki.
"Eh Ki, dikamar kamu kan juga banyak kakak kelas yang kitabnya udah tinggi kenapa kamu masih pinjam kitab punyaku ?."Azmi.
"Iya sih Mi, mereka semua pada pintar tapi aku gak ngerti sama tulisannya yang aku ngerti cuman tulisan kamu. Terus aku gk enak kalau banyak tanya, mereka itu rajin banget dah hafalan Qur'annya jadi aku pinjam sama kamu,kamu kan teman sekelas aku."Rifki.
Azmi menganggukkan kepalanya pelan beberapa kali.
"Ooo.. Gitu ya udah, eh, tapi kamu gak ngerti tulisan mereka itu karena jelek."Azmi
"Hah? .Bukan lah Mi, tulisan mereka itu bagus banget dah ,sampai karena terlalu bagus aku gak ngerti sama tulisan mereka."Rifki.
"Ah ..Masa sih ,tulisan bagus kamu gak ngerti, tulisan aku kamu ngerti, aneh."Azmi.
"Gk tau Mi, emang kayak gitu."Rifki.
"Ya udah deh, kamu pulang aku mau tidur nih ngantuk benget, ingat jangan sampai hilang kitabku. "Azmi.
"Siap Azmi ,ya udah aku pulang dulu, makasih Mi ."Rifki.
"Sama-sama."Azmi.
Rifki melangkah menuju kamarnya hendak menyalin arti kitabnya saat ia melangkah Zakir dan teman-temannya berdiri tepat dihadapan Rifki.
"Halo Ki."Zakir.
"Wa'alaikumsalam."jawab Rifki yang malas memandang Zakir dan kedua temannya.
"Eh Ki, kitab siapa tuh?."Helmi.
" Hmmm, kalau aku jawab punya Azmi pasti bakal diambil. "gumam Rifki memandang Zakir dan kedua temannya.
"Kitab ku lah, udah aku mau pulang,assalamualaikum. "Rifki melangkah meninggalkan Zakir dan kedua temannya.
"Wa'alaikumsalam"jawab Zakir, Sihin, dan Helmi.
"Kayak ada yang aneh deh sama Rifki kalian lihat gak dia keluar dari kamar mana?."tanya Zakir.
"Mana lihat Kir, kita kan ketemunya pas dia udah disini."Sihin.
"Iya, tapi kayaknya ada yag mencurigakan itu pasti bukan kitabnya."Helmi.
Zakir terdiam melihat kamar -kamar yg ada didekatnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 240 Episodes
Comments
.
aku like setiap bab nya, semangat ya
2020-12-17
1
ᴘɪᴘɪᴡ ❶ ࿐ཽ༵ ᴮᴼˢˢ
HAI HAI HAI
Author tercinta aku kembali ~~💗😘
2LIKE & RAT5 seperti biasa
Mampir kembali yu
🌸~REINKARNASI~🌸
MANGATS 😘🌈
2020-09-14
0
ᴛɪᴅᴀᴋ ᴀᴅᴀ
next up
2020-09-13
0