Episode 7. Akhirnya kebohongan terungkap.

 

Zakir mulai keringat dingin sesekali ia memperhatikan Azmi dan jam dinding .Azmi yg merasa tidak bersalah santai saja dan memperhatikan Zakir yg mulai gelisah hingga akhirnya bel pulang sekolah berbunyi. Para santri diizinkan pulang kecuali Azmi dan Zakir.

 

"Aban, Helmi, sama Sihin mau nungguin juga."ustadz Ridwan yang melihat mereka masih duduk dibangku mereka masing-masing.

"Iya ustadz, saya kan sahabatnya Azmi, jadi mau nungguin dia."Aban.

"Benar ustadz, saya sama Sihin juga mau nunggu Zakir."Helmi.

"Baiklah ,setia kawan ya kalian semua bagus, Azmi, Zakir sekarang ustadz minta kalian nulis nama lengkap kalian dibuku tulis kalian masing-masing nanti ustadz akan menyocokkan tulisan di buku pr kalian."ustadz.

"Baik ustadz."Azmi.

Zakir tidak menjawab ia hanya mengangguk kan kepalanya dan mulai menulis dibukunya.Begitu juga dengan Azmi yg senyum-senyum berharap kebenaran akan terungkap.

"Ustadz ,tinta pulpen saya habis nih ustadz."Zakir berbohong.

"Tenang Kir, nih pakai punya aku jangan bilang kalau ini habis juga ini baru beli."Azmi.

Zakir mengambil pulpen Azmi dengan tatapan sinis sedangkan, Azmi memberikan senyuman pada Zakir.

"Azmi, kamu sudah selesai coba ustadz lihat tulisan kamu."ustadz.

"Siap ustadz."Azmi maju kemeja ustadz memberikan hasil tulisannya.

"Eh Kir, lama banget nulisnya. "Aban.

"Iyaa, ini udah. "Zakir, ia maju memberikan tulisannya pada ustadz dengan gemetar.

Ustadz mulai menyocokkan tulisan Azmi dan Zakir dan ustadz mulai mengetahui siapa yg jujur dan siapa yang bersalah ustadz tersenyum pada Azmi dan Zakir yg berdiri menunggu kepastian ustadz.

"Gawat Hin,pasti Zakir mulai ketahuan nih kalau dia yg ganti buku Azmi."Helmi.

"Iyaa, bisa dihukum Zakir."Sihin.

"Gimana ustadz, saya terbuktikan kalau saya jujur."Azmi.

Ustadz mengangguk beberapa kali.

"Zakir, ustadz mau betanya kenapa kamu mengganti buku Azmi dengan bukumu?."ustadz.

"Emmm maaf ustadz ,saya cuman pengen nilai saya bagus seperti Azmi, saya iri ustadz sama Azmi yang selalu dipuji karena nilainya bagus sedangkan saya nilainya jelek terus"ucap Zakir dengan nada pelan memandang Azmi dan sesekali menunduk.

"Astagfirullah Zakir, kalau kamu pengen nilai bagus ya belajar jangan malah ganti buku kamu dengan Azmi, ini namanya kamu sudah berbohong sama ustadz ,ustadz minta kamu belajar sama Azmi gak ada salahnya kan."ustadz.

"Iya Kir, aku pasti mau kok ngajarin kamu."Azmi.

"Nah, Azmi saja mau, sekarang kamu minta maaf sama Azmi ayo cepat."ustadz.

"Ishhhhh kesel banget ngapain lagi ustadz nyuruh aku minta maaf sama Azmi kan gengsi."Zakir didalam hati.

"Cepetan Kir, minta maaf. "Aban.

"Iyaa, iyaa.. Azmi aku minta maaf."Zakir tanpa menoleh ke arah Azmi dan tidak memberikan jabatan tangannya.

"Zakir, minta maaf yang benar dong ,masa seperti itu ayo minta maaf."ustadz.

Zakir mulai mengehadap ke Azmi, ia menghela nafasnya memandang Azmi dengan penuh kebencian dan mulai memberikan tangannya.

"Azmi, aku minta maaf."Zakir.

Azmi menerima jabatan tangan Zakir.

"Aku maafin."Azmi.

"Alhamdulillah masalah sudah selesai Azmi ,ustadz juga minta maaf sudah salah paham sama kamu."ustadz.

"Iya ustadz, tidak apa-apa."Azmi.

"Ya sudah,kalian boleh pulang. "ustadz.

Azmi dan Zakir mencium tangan ustadz begitu juga Aban, Helmi, dan Sihin yg berdiri menghampiri ustadz mencium tangan ustadz.

"Assalamualaikum."Azmi, Zakir, Aban, Helmi dan Sihin.

"Wa'alaikumsalam."jawab ustadz Ridwan yang masih duduk dimeja nya memperhatikan langkah mereka sembari tersenyum.

Azmi dan Aban berjalan menuju kamar mereka, Zakir dan kedua soibnya menghampiri Azmi memegang tangan Azmi.

"Heh Azmi, kamu jangan senang dulu aku gak akan pernah suka ya sama kamu dan maaf aku itu gak ikhlas buat kamu.Aku juga gak mau kali belajar sama kamu."ucap Zakir.

Azmi melepas tangan Zakir....

"Kir, kamu kenapa sih gak suka banget sama aku?. Kalau kamu pengen nilai mu bagus aku mau kok ngajarin kamu."Azmi.

Zakir tertawa licik.

"Heh. Gak usah sombong deh,mentang-mentang pintar sampai kapan pun aku akan buat kamu gak betah dari pondok ini."Zakir.

"Eh Kir, segitunya kamu sama Azmi salah Azmi apa coba?. Dia itu selalu baik sama kamu."Aban membela Azmi.

"Halah.Gak usah sok ngebela nih orang ,Azmi itu munafik tau gak, dia itu cuman pura-pura baik ,tapi didalamnya itu jahat cuman pengen dipuji, ya kan Azmi Askandar."Zakir.

Azmi mulai marah mendengar ucapan Zakir yang sangat pedas, ia mendekati Zakir walau sudah dihentikan oleh Aban.

"Kir, maksudmu apa hah ngomong kayak gitu ?.ngomong itu yang benar Kir,aku gk pernah kok minta dipuji sama semua orang."Azmi.

"Udah Mi, kamu gak usah dengerin Zakir, gak akan ada habisnya mendingan kita cepet wudhu bentar lagi mau jama'ah."Aban menenangkan Azmi memegang pundak Azmi.

Azmi menoleh ke arah Aban yang menangkan Azmi, mereka mulai meninggalkan Zakir dan teman-temannya.

"Dasar Azmi munafik."teriak Zakir tersenyum licik menatap Azmi dan Aban sinis.

Helmi dan Sihin hanya bisa mengikuti Zakir.

Sesampainya di kamar, Azmi segera meletakkan bukunya dan duduk disamping Ahkam melepas pecinya,merebahkan dirinya di kasur Ahkam.

"Kenapa sih tu orang ?.Kayaknya benci banget sama aku."Azmi.

Aban menghampiri Azmi dan berdiri dihadapan Ahkam.

"Ban, kenapa Azmi?. "tanya Ahkam.

"Biasalah lah mas ."Aban.

"Azmi, ayo wudhu keburu telat sholat jama'ahnya kita."Aban.

"Sana Mi, wudhu dulu biar tenang kamu."Ahkam.

Azmi langsung duduk melihat jam dinding dan memakai pecinya.

"Ayo Ban."Azmi yg berdiri dihadapan Aban mengajak untuk mengambil wudhu. Aban mengangguk dan berdiri. Mereka pergi ke tempat wudhu.

Azmi dan Aban segera wudhu para santri yg lain sudah banyak yang berjalan menuju Masjid.

Terdengar qhamat oleh salah satu santri yg menandakan jam'ah akan segera dimulai. Azmi dan Aban mempercepat langkah mereka menuju Masjid dan benar saja sholat sudah dimulai Azmi dan Aban terlambat 1 rakaat .

"Yah, telat Mi."Aban.

"Ya udah, kita ikut aja rakaat selanjutnya."Azmi.

Azmi dan Aban mengikuti rakaat yang kedua. Saat semua santri sudah selesai Azmi dan Aban berdiri lagi melanjutkan rakaat yang terakhir. Azmi dan Aban mengikuti doa yang di pimpin oleh imam. Santri disebelah Azmi terus memandangi Azmi sembari ikut berdzikir hingga selesai dan semua santri turun. Azmi memandang santri itu yang membuatnya tidak nyaman.

"Maaf mas,kok ngelihatin saya terus, kenapa ya? ."tanya Azmi.

"Enggak ,saya lihat kamu telat jama'ah."santri itu.

"Iya mas, kita memang telat ."Azmi.

"Saya baru ngelihat kamu nama kamu siapa?. Kamu yang adzan kemarin kan."santri itu.

"Iya mas, saya yang adzan kemarin nama saya Azmi ,nama mas?."Azmi ,sedangkan Aban menguping duduk disamping Azmi.

"Saya suka sekali dengan suara kamu, pokokya suara kamu tuh bagus banget."santri itu.

"Makasih mas. "Azmi.

"Mi, pulang yuk ngantuk nih."Aban.

"Iyaa...Mas saya pamit dulu assalamualaikum."Azmi.

"Wa'alaikumsalam."santri itu memperhatikan langkah Azmi.

"Eh,katanya nanya nama tadi ,tapi tuh anak memang latihan di Syubband dah, ah biarlah. "ucap santri itu sembari memperhatikan Azmi yang sudah menjauh ia tidak langsung turun melainkan mengambil Al-Qur'an untuk mengaji.

Terpopuler

Comments

mbah hesti

mbah hesti

ustad juga harus percaya pada apa yang di keluhkan santri

2021-07-12

0

ᴘɪᴘɪᴡ ❶ ࿐ཽ༵ ᴮᴼˢˢ

ᴘɪᴘɪᴡ ❶ ࿐ཽ༵ ᴮᴼˢˢ

Semangat up yaaa hehe

2020-09-14

0

ᴛɪᴅᴀᴋ ᴀᴅᴀ

ᴛɪᴅᴀᴋ ᴀᴅᴀ

semangat niken

2020-09-13

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1. Prolog.
2 Episode 2 Di Pesantren Punya Musuh.
3 Episode 3. Ayo semangatt !!Gak boleh malas.
4 Episode 4. Reaksi para santri ketika gus Azmi adzan.
5 Episode 5. Zakir! Iseng banget sih.
6 Episode 6. Salah paham.
7 Episode 7. Akhirnya kebohongan terungkap.
8 Episode 8. Libur, semuanya bahagia.
9 Episode 9. Sengaja banget.
10 Episode 10. Rifki buat Azmi kecewa.
11 Episode 11. Belum di maaffin.
12 Episode 12. Baikan juga.
13 Episode 13. Impian jadi vocal Syubban.
14 Episode 14. Hari bersih-bersih.
15 Episode 15. Di lempar pakai sandal.
16 Episode 16. Azmi yang tangguh.
17 Episode 17. Gak usah khawatir.
18 Episode 18. Jaga pandangan.
19 Episode 19. Buat masalah lagi.
20 Episode 20. Di hukum.
21 Episode 21. Di serang.
22 Episode 22. Anggota Band bikin rusuh.
23 Episode 23. Putus asa.
24 Episode 24. Jagoan Silat.
25 Episode 25. Tidak seperti biasanya.
26 Episode 26. Foto Akmal.
27 Episode 27. Curiga.
28 Episode 28. Surat.
29 Episode 29. Keputusan yang salah.
30 Episode 30. Sabar.
31 Episode 31. Hampir.
32 Episode 32. Resah dan Gelisah.
33 Episode 33. Terungkap.
34 Episode 34. Tidak marah.
35 Episode 35. Ibu Akmal.
36 Episode 36. Air mata.
37 Episode 37. Penuh kebencian.
38 Episode 38. Akmal dan Zakir dihukum.
39 Episode 39. Amplop
40 Episode 40. Kepedulian Azmi.
41 Episode 41. Penjelasan.
42 Episode 42. Rencana apa lagi?.
43 Episode 43. Ngantuk.
44 Episode 44. Untung ada Akmal.
45 Episode 45. Sang juara .
46 Episode 46. Bau obat.
47 Episode 47. Anggota Band datang lagi.
48 Episode 48. Perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw.
49 Episode 49. Siapa, Aisyah?.
50 Episode 50. Melawan anggota Band.
51 Episode 51. Pesona Tim Syubban.
52 Epsode 52. Ali Tidak Terima.
53 Episode 53. Hujan.
54 Episode 54. Ajakan Azmi kepada Sihin.
55 Episode 55. Semangat Untuk Sholawat.
56 Episode 56. Semua Khawatir.
57 Episode 57. Di Bawa Kerumah Sakit.
58 Episode 58. Kekhawatiran Sang Adik
59 Episode 59. Gagal.
60 Episode 60. Ganas.
61 Episode 61. Di Puji.
62 Episode 62. Doa Terbaik Untuk Akmal.
63 Episode 63. Perhatian Azmi.
64 Episode 64. Menunggu Waktu Yang Tepat.
65 Episode 65. Di Sembunyikan.
66 Episode 66. Pasti Bisa
67 Episode 67. Kakak, Adik, Sama aja.
68 Episode 68. Api Cemburu.
69 Episode 69. Sudah Tugas Kita.
70 Episode 70. Cemas Untuk Besok.
71 Episode 71. Semangat Latihan Sampai Larut Malam.
72 Episode 72. Berangkat....
73 Episode 73. Bersaing Antar Ponpes.
74 Episode 74. Berhasil Menampilkan Yang Terbaik.
75 Episode 75. Bertemu...
76 Episode 76. Ini Dia Pemenangnya.
77 Episode 77. Piala Paling Berharga
78 Episode 78. Senang Kalau Dapat Keluar.
79 Episode 79. Kita Bangga Sama Kalian.
80 Episode 80. Uang Dari Kyai
81 Episode 81. Sudah Tau.
82 Episode 82. Ucapan Selamat.
83 Episode 83. Terlihat Bahagia.
84 Episode 84. Pesan Azmi
85 Episode 85. Rencana Mulia.
86 Episode 86. Ujian Apalagi?
87 Episode 87. Begitu Meriahnya
88 Khusus Visual nih
89 Episode 88. Kegaduhan
90 Episode 89. Bukan Salah Kalian.
91 Episode 90. Sahabat
92 Episode 91. Salah Menilai
93 Episode 92. Mulai Di Kenal
94 Episode 93. Diskusi
95 Episode 94. Kejadian Yang Begitu Cepat.
96 Episode 95. Cukup Lama.
97 Episode 96. Ada Kejahatan Di Ponpes
98 Episode 97. Kemalingan.
99 Episode 98. Ketika Semua Tidak Mempercayai Azmi.
100 Episode 99. Di Hukum Atas Kesalahan Yang Tidak Ia Buat.
101 Episode 100. Tidak Pernah Azmi Bayangkan,
102 Episode 101. Tanpa Akmal.
103 Episode 102. Berkelahi.
104 Episode 103. Satu Pukulan Keras.
105 Episode 104. Hanya Azmi?
106 Episide 105. Takdir Akmal .
107 Episode 106. Debat.
108 Episode 107 Kembali Ke Pesantren.
109 Episode 108. Keramahan Azmi
110 Episode 109. Yakin.
111 Episode 110. Setengah Hari Bersama Mufti.
112 Episode 111. Masa Lalu
113 Episode 112. Amarah Yang Tidak Terkontrol!
114 Episode 113. Butuh Keberanian!
115 Episode 114. Tidak Ikhlas??
116 Episode 115. Semoga Jera
117 Episode 116. Hari Yang Melelahkan.
118 Episode 117. Ada Apa Dengan Azmi??
119 Episode 118. Kesuksesan Itu Bukan Taruhan!
120 Episode 119. Perasaan Tidak Enak
121 Episode 120. Burdah Yang Meriah.
122 Episode 121. Nafas Terakhir.
123 Episode 122. Surat Yasin Untuk Akmal.
124 Episode 123. Ini Adalah Yang Terbaik.
125 Episode 124. Surat Terakhir Untuk Aisyah
126 Episode 125. Harus Tabah.
127 Episode 126. Bayang-Bayang Akmal.
128 Episode 127. Aktif
129 Episode 128. Kobarkan Semangat Bersholawat
130 Episode 129. Suasana Yang Indah.
131 Episode 130. Tragedi Pembatas Terbuka.
132 Episode 131. Satu Kelompok.
133 Episode 132. Tetap Sabar.
134 Episode 133. Rindu.
135 Episode 134. Masalah Di Masa Lampau
136 Episode 135. Jeweran Untuk Zakir.
137 Episode 136. Pasti Pulang Kok,
138 Episode 137. Mendadak.
139 Episode 138. Saat Semua Santri Tegang.
140 Episode 139. Ngepel.
141 Episode 140. Bercanda.
142 Episode 141. Sangat Antusias.
143 Episode 142. Anggota Band Yang Sangat Licik .
144 Episode 143. Para Santri Yang Polos.
145 Episode 144. Jangan Nyerah!
146 Episode 145 Kapan Bisa Berubah?
147 Episode 146. Masih Dengan Kebencian.
148 Episode 147. Masih Dihina.
149 Episode 148. Tetap Ramah Walau Di Jelekkan.
150 Episode 149. Mau Bantu
151 Episode 150. Usaha Buat Mufti Sadar.
152 Episode 151. Tidak Sengaja Menabrak.
153 Episode 152. Keceriaan.
154 Episode 153. Gak Rela Pulang
155 Episode 154. Yang Ditunggu-tunggu Telah Tiba.
156 Episode 155. Gak Jadi Pulang Demi Impian.
157 Episode 156. Lupa Ngabarin.
158 Episode 157. Amukan
159 Episode 158. Membuat Jama'ah Berdecak Kagum.
160 Episode 159. Nginap Dulu.
161 Episode 160. Gak Senang Lihat Mereka Viral.
162 Episode 161. Bukan Mufti Yang Dulu.
163 Episode 162. Ikut Bangga
164 Episode 163. Tercengang
165 Episode 164. Ditatap Ribuan Orang.
166 Episode 165. Lewat Video Call
167 Epiaode 166. Puasa Sebentar Lagi
168 Episode 167 Masalah Kami Juga
169 Episode 168. Bisa Stress
170 Episode 169. Welcome to Bandung
171 Episode 170. Ada Aja Yang Gak Suka
172 Episode 171. Udah Resiko
173 Episode 172. Menyapa Fans
174 Episode 173. Pulangnya Azmi
175 Episode 174. Sopo Seng Nabrak?
176 Episode 175. Godain Dek Rara
177 Episode 176. Kebahagiaan
178 Episode 177. Kesedihan
179 Episode 178. Kecelakaan Yang Mengerikan
180 Episode 179. Lemas
181 Episode 180. Rasa Menyesal Ustadz
182 Episode 181 Akur
183 Episode 182 Perhatian Untuk Mufti
184 Episode 183 Baru Pulang Bentar
185 Episode 184. Pergi Untuk Sholawat
186 Episode 185 Berjumpa Lagi
187 Episode 186 Sholawat Untuk Aceh
188 Episode 187 Adab Ketika Adzan
189 Episode 188 Masih Ada Benci
190 Episode 189 Membujuk Aisyah
191 Episode 190 Pada Salting
192 Episode 191 Hadiah Dari Fans
193 Episode 192 Saat Semua Menggoda Azmi
194 Episode 193 Teringat Akmal
195 Episode 194 Sedang Sibuk
196 Episode 195 Jawabnya Langsung Aja
197 Episode 196 Tetap Rendah Hati.
198 Episode 197 Kebersamaan
199 Episode 198 Senang Melihat Santrinya Yang Sukses
200 Episode 199 Ribut Dengan Fans
201 Episode 200 Saat Azmi Sudah Tiba
202 Episode 201 Kembali Kacau
203 Episode 202 Mengundang Penasaran Zakir
204 Episode 203 Jelaskan Pada Kami
205 Episode 204 Kyai Ingin Bicara
206 Episode 205 Kelamnya Malam Ini
207 Episode 206 Tak Melebihi Batas
208 Episode 207 Azmi Yang Berani
209 Episode 208 Luapan Kebencian
210 Episode 209 Masih Aja Sok Kuat
211 Episode 210 Keluarga Harmonis
212 Episode 211 Hari Raya
213 212 Entah Apa Yang Merasuki Zakir
214 213 Ketahuan Dimas
215 214 Permintaan Kecil Fitri
216 215 Fitri Bikin Malu
217 Episode 216 Tukang Ngabisin Camilan
218 Episode 217 Menyesal Dan Sadar
219 Episode 218 Luka Lebam
220 Episode 219 Cerita Pada Dimas
221 Episode 220 Senang Melihat Senyum Hafsah
222 Episode 221 Kembali Merasakan Sakit
223 Episode 222 Pelukan Hangat Ummi
224 Episode 223 Kabar Dari Syubband
225 Episode 224 Gagal Fokus.
226 Episode 225 Masih Sama
227 Episode 226 Jangan Ragu
228 Episode 227 Catatan Mufti
229 Episode 228 Azmi Pamit
230 Episode 229 Tanya Dimana Azmi
231 Episode 230 Ke Rumah Mufti
232 Episode 231 Hanya Bibi
233 Episode 232 Karya Baru
234 Episode 233 Tujuan Baik Hafsah
235 Episode 234 Pecah Bagi Azmi Dan Mufti
236 Episode 235 Malam Ini
237 Episode 236 Maaf Dan Kejutan
238 Episode 237 Gugup Dekat Kamu
239 Episode 238 HAPPY END
240 New Novel, New Story
Episodes

Updated 240 Episodes

1
Episode 1. Prolog.
2
Episode 2 Di Pesantren Punya Musuh.
3
Episode 3. Ayo semangatt !!Gak boleh malas.
4
Episode 4. Reaksi para santri ketika gus Azmi adzan.
5
Episode 5. Zakir! Iseng banget sih.
6
Episode 6. Salah paham.
7
Episode 7. Akhirnya kebohongan terungkap.
8
Episode 8. Libur, semuanya bahagia.
9
Episode 9. Sengaja banget.
10
Episode 10. Rifki buat Azmi kecewa.
11
Episode 11. Belum di maaffin.
12
Episode 12. Baikan juga.
13
Episode 13. Impian jadi vocal Syubban.
14
Episode 14. Hari bersih-bersih.
15
Episode 15. Di lempar pakai sandal.
16
Episode 16. Azmi yang tangguh.
17
Episode 17. Gak usah khawatir.
18
Episode 18. Jaga pandangan.
19
Episode 19. Buat masalah lagi.
20
Episode 20. Di hukum.
21
Episode 21. Di serang.
22
Episode 22. Anggota Band bikin rusuh.
23
Episode 23. Putus asa.
24
Episode 24. Jagoan Silat.
25
Episode 25. Tidak seperti biasanya.
26
Episode 26. Foto Akmal.
27
Episode 27. Curiga.
28
Episode 28. Surat.
29
Episode 29. Keputusan yang salah.
30
Episode 30. Sabar.
31
Episode 31. Hampir.
32
Episode 32. Resah dan Gelisah.
33
Episode 33. Terungkap.
34
Episode 34. Tidak marah.
35
Episode 35. Ibu Akmal.
36
Episode 36. Air mata.
37
Episode 37. Penuh kebencian.
38
Episode 38. Akmal dan Zakir dihukum.
39
Episode 39. Amplop
40
Episode 40. Kepedulian Azmi.
41
Episode 41. Penjelasan.
42
Episode 42. Rencana apa lagi?.
43
Episode 43. Ngantuk.
44
Episode 44. Untung ada Akmal.
45
Episode 45. Sang juara .
46
Episode 46. Bau obat.
47
Episode 47. Anggota Band datang lagi.
48
Episode 48. Perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw.
49
Episode 49. Siapa, Aisyah?.
50
Episode 50. Melawan anggota Band.
51
Episode 51. Pesona Tim Syubban.
52
Epsode 52. Ali Tidak Terima.
53
Episode 53. Hujan.
54
Episode 54. Ajakan Azmi kepada Sihin.
55
Episode 55. Semangat Untuk Sholawat.
56
Episode 56. Semua Khawatir.
57
Episode 57. Di Bawa Kerumah Sakit.
58
Episode 58. Kekhawatiran Sang Adik
59
Episode 59. Gagal.
60
Episode 60. Ganas.
61
Episode 61. Di Puji.
62
Episode 62. Doa Terbaik Untuk Akmal.
63
Episode 63. Perhatian Azmi.
64
Episode 64. Menunggu Waktu Yang Tepat.
65
Episode 65. Di Sembunyikan.
66
Episode 66. Pasti Bisa
67
Episode 67. Kakak, Adik, Sama aja.
68
Episode 68. Api Cemburu.
69
Episode 69. Sudah Tugas Kita.
70
Episode 70. Cemas Untuk Besok.
71
Episode 71. Semangat Latihan Sampai Larut Malam.
72
Episode 72. Berangkat....
73
Episode 73. Bersaing Antar Ponpes.
74
Episode 74. Berhasil Menampilkan Yang Terbaik.
75
Episode 75. Bertemu...
76
Episode 76. Ini Dia Pemenangnya.
77
Episode 77. Piala Paling Berharga
78
Episode 78. Senang Kalau Dapat Keluar.
79
Episode 79. Kita Bangga Sama Kalian.
80
Episode 80. Uang Dari Kyai
81
Episode 81. Sudah Tau.
82
Episode 82. Ucapan Selamat.
83
Episode 83. Terlihat Bahagia.
84
Episode 84. Pesan Azmi
85
Episode 85. Rencana Mulia.
86
Episode 86. Ujian Apalagi?
87
Episode 87. Begitu Meriahnya
88
Khusus Visual nih
89
Episode 88. Kegaduhan
90
Episode 89. Bukan Salah Kalian.
91
Episode 90. Sahabat
92
Episode 91. Salah Menilai
93
Episode 92. Mulai Di Kenal
94
Episode 93. Diskusi
95
Episode 94. Kejadian Yang Begitu Cepat.
96
Episode 95. Cukup Lama.
97
Episode 96. Ada Kejahatan Di Ponpes
98
Episode 97. Kemalingan.
99
Episode 98. Ketika Semua Tidak Mempercayai Azmi.
100
Episode 99. Di Hukum Atas Kesalahan Yang Tidak Ia Buat.
101
Episode 100. Tidak Pernah Azmi Bayangkan,
102
Episode 101. Tanpa Akmal.
103
Episode 102. Berkelahi.
104
Episode 103. Satu Pukulan Keras.
105
Episode 104. Hanya Azmi?
106
Episide 105. Takdir Akmal .
107
Episode 106. Debat.
108
Episode 107 Kembali Ke Pesantren.
109
Episode 108. Keramahan Azmi
110
Episode 109. Yakin.
111
Episode 110. Setengah Hari Bersama Mufti.
112
Episode 111. Masa Lalu
113
Episode 112. Amarah Yang Tidak Terkontrol!
114
Episode 113. Butuh Keberanian!
115
Episode 114. Tidak Ikhlas??
116
Episode 115. Semoga Jera
117
Episode 116. Hari Yang Melelahkan.
118
Episode 117. Ada Apa Dengan Azmi??
119
Episode 118. Kesuksesan Itu Bukan Taruhan!
120
Episode 119. Perasaan Tidak Enak
121
Episode 120. Burdah Yang Meriah.
122
Episode 121. Nafas Terakhir.
123
Episode 122. Surat Yasin Untuk Akmal.
124
Episode 123. Ini Adalah Yang Terbaik.
125
Episode 124. Surat Terakhir Untuk Aisyah
126
Episode 125. Harus Tabah.
127
Episode 126. Bayang-Bayang Akmal.
128
Episode 127. Aktif
129
Episode 128. Kobarkan Semangat Bersholawat
130
Episode 129. Suasana Yang Indah.
131
Episode 130. Tragedi Pembatas Terbuka.
132
Episode 131. Satu Kelompok.
133
Episode 132. Tetap Sabar.
134
Episode 133. Rindu.
135
Episode 134. Masalah Di Masa Lampau
136
Episode 135. Jeweran Untuk Zakir.
137
Episode 136. Pasti Pulang Kok,
138
Episode 137. Mendadak.
139
Episode 138. Saat Semua Santri Tegang.
140
Episode 139. Ngepel.
141
Episode 140. Bercanda.
142
Episode 141. Sangat Antusias.
143
Episode 142. Anggota Band Yang Sangat Licik .
144
Episode 143. Para Santri Yang Polos.
145
Episode 144. Jangan Nyerah!
146
Episode 145 Kapan Bisa Berubah?
147
Episode 146. Masih Dengan Kebencian.
148
Episode 147. Masih Dihina.
149
Episode 148. Tetap Ramah Walau Di Jelekkan.
150
Episode 149. Mau Bantu
151
Episode 150. Usaha Buat Mufti Sadar.
152
Episode 151. Tidak Sengaja Menabrak.
153
Episode 152. Keceriaan.
154
Episode 153. Gak Rela Pulang
155
Episode 154. Yang Ditunggu-tunggu Telah Tiba.
156
Episode 155. Gak Jadi Pulang Demi Impian.
157
Episode 156. Lupa Ngabarin.
158
Episode 157. Amukan
159
Episode 158. Membuat Jama'ah Berdecak Kagum.
160
Episode 159. Nginap Dulu.
161
Episode 160. Gak Senang Lihat Mereka Viral.
162
Episode 161. Bukan Mufti Yang Dulu.
163
Episode 162. Ikut Bangga
164
Episode 163. Tercengang
165
Episode 164. Ditatap Ribuan Orang.
166
Episode 165. Lewat Video Call
167
Epiaode 166. Puasa Sebentar Lagi
168
Episode 167 Masalah Kami Juga
169
Episode 168. Bisa Stress
170
Episode 169. Welcome to Bandung
171
Episode 170. Ada Aja Yang Gak Suka
172
Episode 171. Udah Resiko
173
Episode 172. Menyapa Fans
174
Episode 173. Pulangnya Azmi
175
Episode 174. Sopo Seng Nabrak?
176
Episode 175. Godain Dek Rara
177
Episode 176. Kebahagiaan
178
Episode 177. Kesedihan
179
Episode 178. Kecelakaan Yang Mengerikan
180
Episode 179. Lemas
181
Episode 180. Rasa Menyesal Ustadz
182
Episode 181 Akur
183
Episode 182 Perhatian Untuk Mufti
184
Episode 183 Baru Pulang Bentar
185
Episode 184. Pergi Untuk Sholawat
186
Episode 185 Berjumpa Lagi
187
Episode 186 Sholawat Untuk Aceh
188
Episode 187 Adab Ketika Adzan
189
Episode 188 Masih Ada Benci
190
Episode 189 Membujuk Aisyah
191
Episode 190 Pada Salting
192
Episode 191 Hadiah Dari Fans
193
Episode 192 Saat Semua Menggoda Azmi
194
Episode 193 Teringat Akmal
195
Episode 194 Sedang Sibuk
196
Episode 195 Jawabnya Langsung Aja
197
Episode 196 Tetap Rendah Hati.
198
Episode 197 Kebersamaan
199
Episode 198 Senang Melihat Santrinya Yang Sukses
200
Episode 199 Ribut Dengan Fans
201
Episode 200 Saat Azmi Sudah Tiba
202
Episode 201 Kembali Kacau
203
Episode 202 Mengundang Penasaran Zakir
204
Episode 203 Jelaskan Pada Kami
205
Episode 204 Kyai Ingin Bicara
206
Episode 205 Kelamnya Malam Ini
207
Episode 206 Tak Melebihi Batas
208
Episode 207 Azmi Yang Berani
209
Episode 208 Luapan Kebencian
210
Episode 209 Masih Aja Sok Kuat
211
Episode 210 Keluarga Harmonis
212
Episode 211 Hari Raya
213
212 Entah Apa Yang Merasuki Zakir
214
213 Ketahuan Dimas
215
214 Permintaan Kecil Fitri
216
215 Fitri Bikin Malu
217
Episode 216 Tukang Ngabisin Camilan
218
Episode 217 Menyesal Dan Sadar
219
Episode 218 Luka Lebam
220
Episode 219 Cerita Pada Dimas
221
Episode 220 Senang Melihat Senyum Hafsah
222
Episode 221 Kembali Merasakan Sakit
223
Episode 222 Pelukan Hangat Ummi
224
Episode 223 Kabar Dari Syubband
225
Episode 224 Gagal Fokus.
226
Episode 225 Masih Sama
227
Episode 226 Jangan Ragu
228
Episode 227 Catatan Mufti
229
Episode 228 Azmi Pamit
230
Episode 229 Tanya Dimana Azmi
231
Episode 230 Ke Rumah Mufti
232
Episode 231 Hanya Bibi
233
Episode 232 Karya Baru
234
Episode 233 Tujuan Baik Hafsah
235
Episode 234 Pecah Bagi Azmi Dan Mufti
236
Episode 235 Malam Ini
237
Episode 236 Maaf Dan Kejutan
238
Episode 237 Gugup Dekat Kamu
239
Episode 238 HAPPY END
240
New Novel, New Story

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!