Zakir mulai keringat dingin sesekali ia memperhatikan Azmi dan jam dinding .Azmi yg merasa tidak bersalah santai saja dan memperhatikan Zakir yg mulai gelisah hingga akhirnya bel pulang sekolah berbunyi. Para santri diizinkan pulang kecuali Azmi dan Zakir.
"Aban, Helmi, sama Sihin mau nungguin juga."ustadz Ridwan yang melihat mereka masih duduk dibangku mereka masing-masing.
"Iya ustadz, saya kan sahabatnya Azmi, jadi mau nungguin dia."Aban.
"Benar ustadz, saya sama Sihin juga mau nunggu Zakir."Helmi.
"Baiklah ,setia kawan ya kalian semua bagus, Azmi, Zakir sekarang ustadz minta kalian nulis nama lengkap kalian dibuku tulis kalian masing-masing nanti ustadz akan menyocokkan tulisan di buku pr kalian."ustadz.
"Baik ustadz."Azmi.
Zakir tidak menjawab ia hanya mengangguk kan kepalanya dan mulai menulis dibukunya.Begitu juga dengan Azmi yg senyum-senyum berharap kebenaran akan terungkap.
"Ustadz ,tinta pulpen saya habis nih ustadz."Zakir berbohong.
"Tenang Kir, nih pakai punya aku jangan bilang kalau ini habis juga ini baru beli."Azmi.
Zakir mengambil pulpen Azmi dengan tatapan sinis sedangkan, Azmi memberikan senyuman pada Zakir.
"Azmi, kamu sudah selesai coba ustadz lihat tulisan kamu."ustadz.
"Siap ustadz."Azmi maju kemeja ustadz memberikan hasil tulisannya.
"Eh Kir, lama banget nulisnya. "Aban.
"Iyaa, ini udah. "Zakir, ia maju memberikan tulisannya pada ustadz dengan gemetar.
Ustadz mulai menyocokkan tulisan Azmi dan Zakir dan ustadz mulai mengetahui siapa yg jujur dan siapa yang bersalah ustadz tersenyum pada Azmi dan Zakir yg berdiri menunggu kepastian ustadz.
"Gawat Hin,pasti Zakir mulai ketahuan nih kalau dia yg ganti buku Azmi."Helmi.
"Iyaa, bisa dihukum Zakir."Sihin.
"Gimana ustadz, saya terbuktikan kalau saya jujur."Azmi.
Ustadz mengangguk beberapa kali.
"Zakir, ustadz mau betanya kenapa kamu mengganti buku Azmi dengan bukumu?."ustadz.
"Emmm maaf ustadz ,saya cuman pengen nilai saya bagus seperti Azmi, saya iri ustadz sama Azmi yang selalu dipuji karena nilainya bagus sedangkan saya nilainya jelek terus"ucap Zakir dengan nada pelan memandang Azmi dan sesekali menunduk.
"Astagfirullah Zakir, kalau kamu pengen nilai bagus ya belajar jangan malah ganti buku kamu dengan Azmi, ini namanya kamu sudah berbohong sama ustadz ,ustadz minta kamu belajar sama Azmi gak ada salahnya kan."ustadz.
"Iya Kir, aku pasti mau kok ngajarin kamu."Azmi.
"Nah, Azmi saja mau, sekarang kamu minta maaf sama Azmi ayo cepat."ustadz.
"Ishhhhh kesel banget ngapain lagi ustadz nyuruh aku minta maaf sama Azmi kan gengsi."Zakir didalam hati.
"Cepetan Kir, minta maaf. "Aban.
"Iyaa, iyaa.. Azmi aku minta maaf."Zakir tanpa menoleh ke arah Azmi dan tidak memberikan jabatan tangannya.
"Zakir, minta maaf yang benar dong ,masa seperti itu ayo minta maaf."ustadz.
Zakir mulai mengehadap ke Azmi, ia menghela nafasnya memandang Azmi dengan penuh kebencian dan mulai memberikan tangannya.
"Azmi, aku minta maaf."Zakir.
Azmi menerima jabatan tangan Zakir.
"Aku maafin."Azmi.
"Alhamdulillah masalah sudah selesai Azmi ,ustadz juga minta maaf sudah salah paham sama kamu."ustadz.
"Iya ustadz, tidak apa-apa."Azmi.
"Ya sudah,kalian boleh pulang. "ustadz.
Azmi dan Zakir mencium tangan ustadz begitu juga Aban, Helmi, dan Sihin yg berdiri menghampiri ustadz mencium tangan ustadz.
"Assalamualaikum."Azmi, Zakir, Aban, Helmi dan Sihin.
"Wa'alaikumsalam."jawab ustadz Ridwan yang masih duduk dimeja nya memperhatikan langkah mereka sembari tersenyum.
Azmi dan Aban berjalan menuju kamar mereka, Zakir dan kedua soibnya menghampiri Azmi memegang tangan Azmi.
"Heh Azmi, kamu jangan senang dulu aku gak akan pernah suka ya sama kamu dan maaf aku itu gak ikhlas buat kamu.Aku juga gak mau kali belajar sama kamu."ucap Zakir.
Azmi melepas tangan Zakir....
"Kir, kamu kenapa sih gak suka banget sama aku?. Kalau kamu pengen nilai mu bagus aku mau kok ngajarin kamu."Azmi.
Zakir tertawa licik.
"Heh. Gak usah sombong deh,mentang-mentang pintar sampai kapan pun aku akan buat kamu gak betah dari pondok ini."Zakir.
"Eh Kir, segitunya kamu sama Azmi salah Azmi apa coba?. Dia itu selalu baik sama kamu."Aban membela Azmi.
"Halah.Gak usah sok ngebela nih orang ,Azmi itu munafik tau gak, dia itu cuman pura-pura baik ,tapi didalamnya itu jahat cuman pengen dipuji, ya kan Azmi Askandar."Zakir.
Azmi mulai marah mendengar ucapan Zakir yang sangat pedas, ia mendekati Zakir walau sudah dihentikan oleh Aban.
"Kir, maksudmu apa hah ngomong kayak gitu ?.ngomong itu yang benar Kir,aku gk pernah kok minta dipuji sama semua orang."Azmi.
"Udah Mi, kamu gak usah dengerin Zakir, gak akan ada habisnya mendingan kita cepet wudhu bentar lagi mau jama'ah."Aban menenangkan Azmi memegang pundak Azmi.
Azmi menoleh ke arah Aban yang menangkan Azmi, mereka mulai meninggalkan Zakir dan teman-temannya.
"Dasar Azmi munafik."teriak Zakir tersenyum licik menatap Azmi dan Aban sinis.
Helmi dan Sihin hanya bisa mengikuti Zakir.
Sesampainya di kamar, Azmi segera meletakkan bukunya dan duduk disamping Ahkam melepas pecinya,merebahkan dirinya di kasur Ahkam.
"Kenapa sih tu orang ?.Kayaknya benci banget sama aku."Azmi.
Aban menghampiri Azmi dan berdiri dihadapan Ahkam.
"Ban, kenapa Azmi?. "tanya Ahkam.
"Biasalah lah mas ."Aban.
"Azmi, ayo wudhu keburu telat sholat jama'ahnya kita."Aban.
"Sana Mi, wudhu dulu biar tenang kamu."Ahkam.
Azmi langsung duduk melihat jam dinding dan memakai pecinya.
"Ayo Ban."Azmi yg berdiri dihadapan Aban mengajak untuk mengambil wudhu. Aban mengangguk dan berdiri. Mereka pergi ke tempat wudhu.
Azmi dan Aban segera wudhu para santri yg lain sudah banyak yang berjalan menuju Masjid.
Terdengar qhamat oleh salah satu santri yg menandakan jam'ah akan segera dimulai. Azmi dan Aban mempercepat langkah mereka menuju Masjid dan benar saja sholat sudah dimulai Azmi dan Aban terlambat 1 rakaat .
"Yah, telat Mi."Aban.
"Ya udah, kita ikut aja rakaat selanjutnya."Azmi.
Azmi dan Aban mengikuti rakaat yang kedua. Saat semua santri sudah selesai Azmi dan Aban berdiri lagi melanjutkan rakaat yang terakhir. Azmi dan Aban mengikuti doa yang di pimpin oleh imam. Santri disebelah Azmi terus memandangi Azmi sembari ikut berdzikir hingga selesai dan semua santri turun. Azmi memandang santri itu yang membuatnya tidak nyaman.
"Maaf mas,kok ngelihatin saya terus, kenapa ya? ."tanya Azmi.
"Enggak ,saya lihat kamu telat jama'ah."santri itu.
"Iya mas, kita memang telat ."Azmi.
"Saya baru ngelihat kamu nama kamu siapa?. Kamu yang adzan kemarin kan."santri itu.
"Iya mas, saya yang adzan kemarin nama saya Azmi ,nama mas?."Azmi ,sedangkan Aban menguping duduk disamping Azmi.
"Saya suka sekali dengan suara kamu, pokokya suara kamu tuh bagus banget."santri itu.
"Makasih mas. "Azmi.
"Mi, pulang yuk ngantuk nih."Aban.
"Iyaa...Mas saya pamit dulu assalamualaikum."Azmi.
"Wa'alaikumsalam."santri itu memperhatikan langkah Azmi.
"Eh,katanya nanya nama tadi ,tapi tuh anak memang latihan di Syubband dah, ah biarlah. "ucap santri itu sembari memperhatikan Azmi yang sudah menjauh ia tidak langsung turun melainkan mengambil Al-Qur'an untuk mengaji.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 240 Episodes
Comments
mbah hesti
ustad juga harus percaya pada apa yang di keluhkan santri
2021-07-12
0
ᴘɪᴘɪᴡ ❶ ࿐ཽ༵ ᴮᴼˢˢ
Semangat up yaaa hehe
2020-09-14
0
ᴛɪᴅᴀᴋ ᴀᴅᴀ
semangat niken
2020-09-13
0