Malam ini adalah malam jum'at para santri diwajibkan untuk membaca yasin, mengkhususkan para leluhur /para kiyai yg sudah tiada. Suasana persantren sangat indah dengan bacaan -bacaan para santri ketika mengaji. Begitu juga diwilayah santri putri yg diramaikan dengan suara indah mereka. Setelah itu ustadz Abdullah memberikan ceramahnya sebentar sebelum para santri turun dari Masjid.
Ada kata-kata ustadz yang membuat Azmi terdiam.
"Allah pernah berfirman bahwa siapa saja yang saling marah selama 3 hari maka sholatnya tidak akan diterima oleh Allah SWT. Nah, ustadz mau bertanya siapa nih yang lagi marahan sama sahabatnya mungkin ,ayo jujur."ustadz Abdullah.
Azmi dan Rifki yang berada tidak jauh dan hanya diselati oleh satu santri saling berpandangan. Azmi hanya menunduk terdiam. Aban menyenggol-nyenggol Azmi agar mau mengacungkan tangannya.
"Ban, apa sih."ucap Azmi disaat sunyi membuat semua santri memandang Azmi.
"Azmi, ada apa?. Kamu lagi marah sama sahabat kamu."ustadz Abdullah.
"Iya ustadz, dari tadi pagi nih mereka gak saling sapa padahal orangnya udah minta maaf sama Azmi."Aban.
"Apa sih Ban, enggak kok ustadz."Azmi.
"Azmi, bilang saja sama ustadz ayo cerita,semua santri pasti juga punya masalah dengan sahabat dekat mereka sekalipun benarkan semua."ustadz.
"Iya benar."jawab para santri.
Rifki memandangi Azmi dan sesekali menunduk .
"Iya.. Ustadz saya kecewa sama teman saya dia sudah ngasih harapan palsu uatadz."ucap Azmi.
Mendengar itu semua santri tertawa.
"Azmi ,emang siapa?." teriak salah satu santri. Serentak semua santri bertanya-tanya pada Azmi membuat keramaian.
Azmi dan Rifki lagi-lagi saling pandang walaupun wajah Azmi masih sangat cuek pada Rifki.
"Sudah -sudah begini, Azmi, tidak baik kamu membenci teman kamu.Masalah bisa diselesaikan baik-baik dan seharusnya kamu tidak boleh mengacuhkan atau tidak menyapa ,kan dia sudah minta maaf.Allah saja maha pemaaf bagi hambanya yang bersungguh-sungguh minta ampun.Jadi Azmi ,kalau kamu bisa memaafkan teman kamu maka kamu termasuk orang yang ber'iman mengerti Azmi,maafkan dia, tidak baik marah seperti itu."ustadz.
"Iya ustadz."Azmi dengan suara yg pelan.
"Bagus Azmi, buat teman Azmi jangan lagi mengulang kesalahannya atau buat Azmi mau memaafkanmu. Bagaimana pun caranya ustadz ingin kalian semua saling rukun, ya sudah ustadz tutup,assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh."ustadz.
"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh."semua santri.
Semua santri mulai turun dari Masjid. Azmi dan Aban turun bersama .Dari keramaian para santri yang turun dari Masjid Rifki menyelip dari keramaian meneriaki Azmi agar mau berhenti.Azmi dan Aban menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuh mereka.
"Azmi.. Kamu maaffin aku kan sekarang."Rifki.
Azmi masih terdiam seakan matanya menunjukan masih kecewa dengan Rifki.
" Ya udah kalau gitu, aku pulang daa."Rifki hendak pergi tetapi berhasil dihentikan oleh Azmi.
"Kamu mau pergi gitu aja Ki, gak mau aku maaffin."Azmi .
"Jadi kamu maaffin aku kan."Rifki.
Azmi menganggukkan kepalanya dan tersenyum. Rifki memeluk tubuh Azmi.
"Makasih Azmi ,kamu memang baik."Rifki.
"Udah pelukkannya ,ada aku ini lo, gak diharauin."Aban .
Rifki melepas pelukannya.
"Makasih ya Azmi, aku janji deh gak bakal buat kamu kecewa."Rifki.
"Ah yang benar,emang kamu berani ngomong sama ustadz Fathur."Azmi dengan nada bercandanya.
"Aku usahain deh."Rifki.
"Emang berani."ledek Azmi lagi membuat Rifki terdiam wajahnya sangat datar tanpa ekspresi.
"Azmi, jangan buat dia sedih lagi lihat tuh mukanya."Aban.
Azmi tertawa kecil.
"Udah Ki, gk usah. Kata Aban semua udah terjadi jadi, yaa gak papa aku dihukum dan dimarahin habis-habissan sama ustadz Fathur juga itu sudah terjadi. "Azmi meletakkan tangannya tepat dipundak Rifki .
"Iya Mi, maaf. "Rifki.
"Udah mending kita siap-siap, bentar lagi kan sholawatan di Masjid yuk."Aban
"Ya udah Ki, bentar lagi mainnya,assalamualaikum."Azmi.
"Wa'alaikumsalam."Rifki.
Terlihat Mukhlis dan Ahkam yang sudah bersiap untuk tampil bersholawat.
"Wishhh keren banget bang, mas, bajunya mantap kalian Ban, aku pengen nih kayak gini."Azmi kagum mendekati Ahkam dan Mukhlis.
"Emang kamu aja yang mau Mi, aku juga mau lah apalagi bisa jadi vocal."Aban.
Ahkam tersenyum..
"Suara kalian itu udah bagus kok, cuman waktunya belum tepat kalian harus belajar lebih giat lagi biar bisa kadi vocal di syubban."Ahkam.
"Benar tuh Azmi, Aban, kalian harus semangat walaupun kalian masih jadi penabuh yg sering salah nabuhnya tapi harus tetap semangat."Mukhlis.
"Iya sih bang ,tapi susah tau nabuh -nabuh gitu kapan aku bisa tampil kayak kalian."Azmi.
"Azmi, mana ada orang yang belum belajar langsung bisa pasti harus belajar dulu kita juga dulu masih belajar kok ya kan Kam."Mukhlis.
"Iya,hari minggu nanti kalian harus semangat ya, aku yakin kalian pasti bisa jadi vocal kalau enggak bisa tampil sama kita."Ahkam.
"Aamiin"ucap Azmi.
"Aamiin."Aban juga.
Terlihat segerombol para santri yang sudah bersiap mengenakan seragam syubban yang keren di depan kamar Azmi.
"Ahkam, Mukhlis ayo. "ucap salah satu santri.
"Oke, Azmi, Aban,ayo ikut juga."Ahkam
"Iya mas, kita nyusul."Azmi.
"Azmi, Aban,duluan."teriak Mukhlis yang sudah keluar kamar bersama Ahkam.
Azmi duduk dikasurnya terdiam melepas pecinya. Aban yang melihat Azmi menghampiri Azmi dan duduk disampingnya.
"Azmi, kenapa?. "tanya Aban.
"Aku udah gk sabar Ban, jadi vocal aku pengen banget bahagiain orang tua aku."Azmi.
"Tenang Azmi ,kamu pasti bisa kok suara kamu kan bagus."Aban merangkul Azmi.
Azmi menoleh ke arah Aban dan memberikan senyumnya.
"Kamu juga merdu Ban, suara kamu lebih merdu tau."Azmi.
Aban dan Azmi tersenyum.
"Pokoknya kita harus semangat,dulu kan kita jarang banget latihan.Nah,sekarang harus semangat. "Aban .
"Semangat ..Allahumma shalli 'ala Muhammad. "Azmi berdiri menggenggam satu tangannya dan menaikkannya.
"Allahumma shalli 'alaik."Aban ikut berdiri dan mengangkat satu kepalan tangannya.
Mereka merasa sangat semangat dan melangkah menuju Masjid untuk melihat penampilan Syubban. Azmi dan Aban hanya menjadi penabuh mereka masih terlalu baru dan harus belajar lebih giat lagi. Tetapi mereka tetap semangat untuk bisa menjadi vocal.
Saat mereka hendak naik ke tangga Masjid, Zakir dan kedua temannya berhenti dan menghalangi jalan Azmi dan Aban.
"Azmi, Aban ketemu lagi kita. "Zakir.
"Udah Kir, kita gak ada waktu debat sama kamu."Azmi.
"Siapa yang mau debat sih Azmi,"Helmi.
"Iya, jangan salah paham dulu."Sihin.
"Udah kalian diam.. Azmi, Aban,suara kalian kan bagus kenapa gak diajak sama kakak-kakak senior buat tampil dan ikutan sholawat."Zakir.
"Zakir, Azmi sama Aban kan masih baru."Sihin.
"Bukan itu Hin, Azmi sama Aban nebuh rebana aja belum bisa gimana mau ikut tampil."Helmi.
"Azmi udah jangan dengerin mereka kita masuk aja."Aban menarik tangan Azmi masuk ke Masjid yang sudah ramai oleh para santri.
"Eh Zakir ,tapi kan suara Azmi sama Aban merdu banget kok malah jadi penabuh."Sihin.
"Ah udahlah, gak usah muji -muji mereka kita masuk."Zakir.
Zakir dan kedua temannya masuk ke Masjid.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 240 Episodes
Comments
Zahroni Nur Hafid
semangat kak upnya....ku dukung dg. boom like vote dan jg rating 5.... kalau ad waktu kasih feedback ya..... mari saling men support
2020-12-14
1
chonurv
iya, pelukannya yang adil biar semuanya nganan. eh maksudnya biar nggak ada yang ngiri
2020-10-01
0
🍫Bad Mood 🍰
like lagi yaa..
2020-09-23
0