Episode 12. Baikan juga.

 

Malam ini adalah malam jum'at para santri diwajibkan untuk membaca yasin, mengkhususkan para leluhur /para kiyai yg sudah tiada. Suasana persantren sangat indah dengan bacaan -bacaan para santri ketika mengaji. Begitu juga diwilayah santri putri yg diramaikan dengan suara indah mereka. Setelah itu ustadz Abdullah memberikan ceramahnya sebentar sebelum para santri turun dari Masjid.

 

Ada kata-kata ustadz yang membuat Azmi terdiam.

"Allah pernah berfirman bahwa siapa saja yang saling marah selama 3 hari maka sholatnya tidak akan diterima oleh Allah SWT. Nah, ustadz mau bertanya siapa nih yang lagi marahan sama sahabatnya mungkin ,ayo jujur."ustadz Abdullah.

Azmi dan Rifki yang berada tidak jauh dan hanya diselati oleh satu santri saling berpandangan. Azmi hanya menunduk terdiam. Aban menyenggol-nyenggol Azmi agar mau mengacungkan tangannya.

"Ban, apa sih."ucap Azmi disaat sunyi membuat semua santri memandang Azmi.

"Azmi, ada apa?. Kamu lagi marah sama sahabat kamu."ustadz Abdullah.

"Iya ustadz, dari tadi pagi nih mereka gak saling sapa padahal orangnya udah minta maaf sama Azmi."Aban.

"Apa sih Ban, enggak kok ustadz."Azmi.

"Azmi, bilang saja sama ustadz ayo cerita,semua santri pasti juga punya masalah dengan sahabat dekat mereka sekalipun benarkan semua."ustadz.

"Iya benar."jawab para santri.

Rifki memandangi Azmi dan sesekali menunduk .

"Iya.. Ustadz saya kecewa sama teman saya dia sudah ngasih harapan palsu uatadz."ucap Azmi.

Mendengar itu semua santri tertawa.

"Azmi ,emang siapa?." teriak salah satu santri. Serentak semua santri bertanya-tanya pada Azmi membuat keramaian.

Azmi dan Rifki lagi-lagi saling pandang walaupun wajah Azmi masih sangat cuek pada Rifki.

"Sudah -sudah begini, Azmi, tidak baik kamu membenci teman kamu.Masalah bisa diselesaikan baik-baik dan seharusnya kamu tidak boleh mengacuhkan atau tidak menyapa ,kan dia sudah minta maaf.Allah saja maha pemaaf bagi hambanya yang bersungguh-sungguh minta ampun.Jadi Azmi ,kalau kamu bisa memaafkan teman kamu maka kamu termasuk orang yang ber'iman mengerti Azmi,maafkan dia, tidak baik marah seperti itu."ustadz.

"Iya ustadz."Azmi dengan suara yg pelan.

"Bagus Azmi, buat teman Azmi jangan lagi mengulang kesalahannya atau buat Azmi mau memaafkanmu. Bagaimana pun caranya ustadz ingin kalian semua saling rukun, ya sudah ustadz tutup,assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh."ustadz.

"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh."semua santri.

Semua santri mulai turun dari Masjid. Azmi dan Aban turun bersama .Dari keramaian para santri yang turun dari Masjid Rifki menyelip dari keramaian meneriaki Azmi agar mau berhenti.Azmi dan Aban menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuh mereka.

"Azmi.. Kamu maaffin aku kan sekarang."Rifki.

Azmi masih terdiam seakan matanya menunjukan masih kecewa dengan Rifki.

" Ya udah kalau gitu, aku pulang daa."Rifki hendak pergi tetapi berhasil dihentikan oleh Azmi.

"Kamu mau pergi gitu aja Ki, gak mau aku maaffin."Azmi .

"Jadi kamu maaffin aku kan."Rifki.

Azmi menganggukkan kepalanya dan tersenyum. Rifki memeluk tubuh Azmi.

"Makasih Azmi ,kamu memang baik."Rifki.

"Udah pelukkannya ,ada aku ini lo, gak diharauin."Aban .

Rifki melepas pelukannya.

"Makasih ya Azmi, aku janji deh gak bakal buat kamu kecewa."Rifki.

"Ah yang benar,emang kamu berani ngomong sama ustadz Fathur."Azmi dengan nada bercandanya.

"Aku usahain deh."Rifki.

"Emang berani."ledek Azmi lagi membuat Rifki terdiam wajahnya sangat datar tanpa ekspresi.

"Azmi, jangan buat dia sedih lagi lihat tuh mukanya."Aban.

Azmi tertawa kecil.

"Udah Ki, gk usah. Kata Aban semua udah terjadi jadi, yaa gak papa aku dihukum dan dimarahin habis-habissan sama ustadz Fathur juga itu sudah terjadi. "Azmi meletakkan tangannya tepat dipundak Rifki .

"Iya Mi, maaf. "Rifki.

"Udah mending kita siap-siap, bentar lagi kan sholawatan di Masjid yuk."Aban

"Ya udah Ki, bentar lagi mainnya,assalamualaikum."Azmi.

"Wa'alaikumsalam."Rifki.

Terlihat Mukhlis dan Ahkam yang sudah bersiap untuk tampil bersholawat.

"Wishhh keren banget bang, mas, bajunya mantap kalian Ban, aku pengen nih kayak gini."Azmi kagum mendekati Ahkam dan Mukhlis.

"Emang kamu aja yang mau Mi, aku juga mau lah apalagi bisa jadi vocal."Aban.

Ahkam tersenyum..

"Suara kalian itu udah bagus kok, cuman waktunya belum tepat kalian harus belajar lebih giat lagi biar bisa kadi vocal di syubban."Ahkam.

"Benar tuh Azmi, Aban, kalian harus semangat walaupun kalian masih jadi penabuh yg sering salah nabuhnya tapi harus tetap semangat."Mukhlis.

"Iya sih bang ,tapi susah tau nabuh -nabuh gitu kapan aku bisa tampil kayak kalian."Azmi.

"Azmi, mana ada orang yang belum belajar langsung bisa pasti harus belajar dulu kita juga dulu masih belajar kok ya kan Kam."Mukhlis.

"Iya,hari minggu nanti kalian harus semangat ya, aku yakin kalian pasti bisa jadi vocal kalau enggak bisa tampil sama kita."Ahkam.

"Aamiin"ucap Azmi.

"Aamiin."Aban juga.

Terlihat segerombol para santri yang sudah bersiap mengenakan seragam syubban yang keren di depan kamar Azmi.

"Ahkam, Mukhlis ayo. "ucap salah satu santri.

"Oke, Azmi, Aban,ayo ikut juga."Ahkam

"Iya mas, kita nyusul."Azmi.

"Azmi, Aban,duluan."teriak Mukhlis yang sudah keluar kamar bersama Ahkam.

Azmi duduk dikasurnya terdiam melepas pecinya. Aban yang melihat Azmi menghampiri Azmi dan duduk disampingnya.

"Azmi, kenapa?. "tanya Aban.

"Aku udah gk sabar Ban, jadi vocal aku pengen banget bahagiain orang tua aku."Azmi.

"Tenang Azmi ,kamu pasti bisa kok suara kamu kan bagus."Aban merangkul Azmi.

Azmi menoleh ke arah Aban dan memberikan senyumnya.

"Kamu juga merdu Ban, suara kamu lebih merdu tau."Azmi.

Aban dan Azmi tersenyum.

"Pokoknya kita harus semangat,dulu kan kita jarang banget latihan.Nah,sekarang harus semangat. "Aban .

"Semangat ..Allahumma shalli 'ala Muhammad. "Azmi berdiri menggenggam satu tangannya dan menaikkannya.

"Allahumma shalli 'alaik."Aban ikut berdiri dan mengangkat satu kepalan tangannya.

Mereka merasa sangat semangat dan melangkah menuju Masjid untuk melihat penampilan Syubban. Azmi dan Aban hanya menjadi penabuh mereka masih terlalu baru dan harus belajar lebih giat lagi. Tetapi mereka tetap semangat untuk bisa menjadi vocal.

Saat mereka hendak naik ke tangga Masjid, Zakir dan kedua temannya berhenti dan menghalangi jalan Azmi dan Aban.

"Azmi, Aban ketemu lagi kita. "Zakir.

"Udah Kir, kita gak ada waktu debat sama kamu."Azmi.

"Siapa yang mau debat sih Azmi,"Helmi.

"Iya, jangan salah paham dulu."Sihin.

"Udah kalian diam.. Azmi, Aban,suara kalian kan bagus kenapa gak diajak sama kakak-kakak senior buat tampil dan ikutan sholawat."Zakir.

"Zakir, Azmi sama Aban kan masih baru."Sihin.

"Bukan itu Hin, Azmi sama Aban nebuh rebana aja belum bisa gimana mau ikut tampil."Helmi.

"Azmi udah jangan dengerin mereka kita masuk aja."Aban menarik tangan Azmi masuk ke Masjid yang sudah ramai oleh para santri.

"Eh Zakir ,tapi kan suara Azmi sama Aban merdu banget kok malah jadi penabuh."Sihin.

"Ah udahlah, gak usah muji -muji mereka kita masuk."Zakir.

Zakir dan kedua temannya masuk ke Masjid.

Terpopuler

Comments

Zahroni Nur Hafid

Zahroni Nur Hafid

semangat kak upnya....ku dukung dg. boom like vote dan jg rating 5.... kalau ad waktu kasih feedback ya..... mari saling men support

2020-12-14

1

chonurv

chonurv

iya, pelukannya yang adil biar semuanya nganan. eh maksudnya biar nggak ada yang ngiri

2020-10-01

0

🍫Bad Mood 🍰

🍫Bad Mood 🍰

like lagi yaa..

2020-09-23

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1. Prolog.
2 Episode 2 Di Pesantren Punya Musuh.
3 Episode 3. Ayo semangatt !!Gak boleh malas.
4 Episode 4. Reaksi para santri ketika gus Azmi adzan.
5 Episode 5. Zakir! Iseng banget sih.
6 Episode 6. Salah paham.
7 Episode 7. Akhirnya kebohongan terungkap.
8 Episode 8. Libur, semuanya bahagia.
9 Episode 9. Sengaja banget.
10 Episode 10. Rifki buat Azmi kecewa.
11 Episode 11. Belum di maaffin.
12 Episode 12. Baikan juga.
13 Episode 13. Impian jadi vocal Syubban.
14 Episode 14. Hari bersih-bersih.
15 Episode 15. Di lempar pakai sandal.
16 Episode 16. Azmi yang tangguh.
17 Episode 17. Gak usah khawatir.
18 Episode 18. Jaga pandangan.
19 Episode 19. Buat masalah lagi.
20 Episode 20. Di hukum.
21 Episode 21. Di serang.
22 Episode 22. Anggota Band bikin rusuh.
23 Episode 23. Putus asa.
24 Episode 24. Jagoan Silat.
25 Episode 25. Tidak seperti biasanya.
26 Episode 26. Foto Akmal.
27 Episode 27. Curiga.
28 Episode 28. Surat.
29 Episode 29. Keputusan yang salah.
30 Episode 30. Sabar.
31 Episode 31. Hampir.
32 Episode 32. Resah dan Gelisah.
33 Episode 33. Terungkap.
34 Episode 34. Tidak marah.
35 Episode 35. Ibu Akmal.
36 Episode 36. Air mata.
37 Episode 37. Penuh kebencian.
38 Episode 38. Akmal dan Zakir dihukum.
39 Episode 39. Amplop
40 Episode 40. Kepedulian Azmi.
41 Episode 41. Penjelasan.
42 Episode 42. Rencana apa lagi?.
43 Episode 43. Ngantuk.
44 Episode 44. Untung ada Akmal.
45 Episode 45. Sang juara .
46 Episode 46. Bau obat.
47 Episode 47. Anggota Band datang lagi.
48 Episode 48. Perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw.
49 Episode 49. Siapa, Aisyah?.
50 Episode 50. Melawan anggota Band.
51 Episode 51. Pesona Tim Syubban.
52 Epsode 52. Ali Tidak Terima.
53 Episode 53. Hujan.
54 Episode 54. Ajakan Azmi kepada Sihin.
55 Episode 55. Semangat Untuk Sholawat.
56 Episode 56. Semua Khawatir.
57 Episode 57. Di Bawa Kerumah Sakit.
58 Episode 58. Kekhawatiran Sang Adik
59 Episode 59. Gagal.
60 Episode 60. Ganas.
61 Episode 61. Di Puji.
62 Episode 62. Doa Terbaik Untuk Akmal.
63 Episode 63. Perhatian Azmi.
64 Episode 64. Menunggu Waktu Yang Tepat.
65 Episode 65. Di Sembunyikan.
66 Episode 66. Pasti Bisa
67 Episode 67. Kakak, Adik, Sama aja.
68 Episode 68. Api Cemburu.
69 Episode 69. Sudah Tugas Kita.
70 Episode 70. Cemas Untuk Besok.
71 Episode 71. Semangat Latihan Sampai Larut Malam.
72 Episode 72. Berangkat....
73 Episode 73. Bersaing Antar Ponpes.
74 Episode 74. Berhasil Menampilkan Yang Terbaik.
75 Episode 75. Bertemu...
76 Episode 76. Ini Dia Pemenangnya.
77 Episode 77. Piala Paling Berharga
78 Episode 78. Senang Kalau Dapat Keluar.
79 Episode 79. Kita Bangga Sama Kalian.
80 Episode 80. Uang Dari Kyai
81 Episode 81. Sudah Tau.
82 Episode 82. Ucapan Selamat.
83 Episode 83. Terlihat Bahagia.
84 Episode 84. Pesan Azmi
85 Episode 85. Rencana Mulia.
86 Episode 86. Ujian Apalagi?
87 Episode 87. Begitu Meriahnya
88 Khusus Visual nih
89 Episode 88. Kegaduhan
90 Episode 89. Bukan Salah Kalian.
91 Episode 90. Sahabat
92 Episode 91. Salah Menilai
93 Episode 92. Mulai Di Kenal
94 Episode 93. Diskusi
95 Episode 94. Kejadian Yang Begitu Cepat.
96 Episode 95. Cukup Lama.
97 Episode 96. Ada Kejahatan Di Ponpes
98 Episode 97. Kemalingan.
99 Episode 98. Ketika Semua Tidak Mempercayai Azmi.
100 Episode 99. Di Hukum Atas Kesalahan Yang Tidak Ia Buat.
101 Episode 100. Tidak Pernah Azmi Bayangkan,
102 Episode 101. Tanpa Akmal.
103 Episode 102. Berkelahi.
104 Episode 103. Satu Pukulan Keras.
105 Episode 104. Hanya Azmi?
106 Episide 105. Takdir Akmal .
107 Episode 106. Debat.
108 Episode 107 Kembali Ke Pesantren.
109 Episode 108. Keramahan Azmi
110 Episode 109. Yakin.
111 Episode 110. Setengah Hari Bersama Mufti.
112 Episode 111. Masa Lalu
113 Episode 112. Amarah Yang Tidak Terkontrol!
114 Episode 113. Butuh Keberanian!
115 Episode 114. Tidak Ikhlas??
116 Episode 115. Semoga Jera
117 Episode 116. Hari Yang Melelahkan.
118 Episode 117. Ada Apa Dengan Azmi??
119 Episode 118. Kesuksesan Itu Bukan Taruhan!
120 Episode 119. Perasaan Tidak Enak
121 Episode 120. Burdah Yang Meriah.
122 Episode 121. Nafas Terakhir.
123 Episode 122. Surat Yasin Untuk Akmal.
124 Episode 123. Ini Adalah Yang Terbaik.
125 Episode 124. Surat Terakhir Untuk Aisyah
126 Episode 125. Harus Tabah.
127 Episode 126. Bayang-Bayang Akmal.
128 Episode 127. Aktif
129 Episode 128. Kobarkan Semangat Bersholawat
130 Episode 129. Suasana Yang Indah.
131 Episode 130. Tragedi Pembatas Terbuka.
132 Episode 131. Satu Kelompok.
133 Episode 132. Tetap Sabar.
134 Episode 133. Rindu.
135 Episode 134. Masalah Di Masa Lampau
136 Episode 135. Jeweran Untuk Zakir.
137 Episode 136. Pasti Pulang Kok,
138 Episode 137. Mendadak.
139 Episode 138. Saat Semua Santri Tegang.
140 Episode 139. Ngepel.
141 Episode 140. Bercanda.
142 Episode 141. Sangat Antusias.
143 Episode 142. Anggota Band Yang Sangat Licik .
144 Episode 143. Para Santri Yang Polos.
145 Episode 144. Jangan Nyerah!
146 Episode 145 Kapan Bisa Berubah?
147 Episode 146. Masih Dengan Kebencian.
148 Episode 147. Masih Dihina.
149 Episode 148. Tetap Ramah Walau Di Jelekkan.
150 Episode 149. Mau Bantu
151 Episode 150. Usaha Buat Mufti Sadar.
152 Episode 151. Tidak Sengaja Menabrak.
153 Episode 152. Keceriaan.
154 Episode 153. Gak Rela Pulang
155 Episode 154. Yang Ditunggu-tunggu Telah Tiba.
156 Episode 155. Gak Jadi Pulang Demi Impian.
157 Episode 156. Lupa Ngabarin.
158 Episode 157. Amukan
159 Episode 158. Membuat Jama'ah Berdecak Kagum.
160 Episode 159. Nginap Dulu.
161 Episode 160. Gak Senang Lihat Mereka Viral.
162 Episode 161. Bukan Mufti Yang Dulu.
163 Episode 162. Ikut Bangga
164 Episode 163. Tercengang
165 Episode 164. Ditatap Ribuan Orang.
166 Episode 165. Lewat Video Call
167 Epiaode 166. Puasa Sebentar Lagi
168 Episode 167 Masalah Kami Juga
169 Episode 168. Bisa Stress
170 Episode 169. Welcome to Bandung
171 Episode 170. Ada Aja Yang Gak Suka
172 Episode 171. Udah Resiko
173 Episode 172. Menyapa Fans
174 Episode 173. Pulangnya Azmi
175 Episode 174. Sopo Seng Nabrak?
176 Episode 175. Godain Dek Rara
177 Episode 176. Kebahagiaan
178 Episode 177. Kesedihan
179 Episode 178. Kecelakaan Yang Mengerikan
180 Episode 179. Lemas
181 Episode 180. Rasa Menyesal Ustadz
182 Episode 181 Akur
183 Episode 182 Perhatian Untuk Mufti
184 Episode 183 Baru Pulang Bentar
185 Episode 184. Pergi Untuk Sholawat
186 Episode 185 Berjumpa Lagi
187 Episode 186 Sholawat Untuk Aceh
188 Episode 187 Adab Ketika Adzan
189 Episode 188 Masih Ada Benci
190 Episode 189 Membujuk Aisyah
191 Episode 190 Pada Salting
192 Episode 191 Hadiah Dari Fans
193 Episode 192 Saat Semua Menggoda Azmi
194 Episode 193 Teringat Akmal
195 Episode 194 Sedang Sibuk
196 Episode 195 Jawabnya Langsung Aja
197 Episode 196 Tetap Rendah Hati.
198 Episode 197 Kebersamaan
199 Episode 198 Senang Melihat Santrinya Yang Sukses
200 Episode 199 Ribut Dengan Fans
201 Episode 200 Saat Azmi Sudah Tiba
202 Episode 201 Kembali Kacau
203 Episode 202 Mengundang Penasaran Zakir
204 Episode 203 Jelaskan Pada Kami
205 Episode 204 Kyai Ingin Bicara
206 Episode 205 Kelamnya Malam Ini
207 Episode 206 Tak Melebihi Batas
208 Episode 207 Azmi Yang Berani
209 Episode 208 Luapan Kebencian
210 Episode 209 Masih Aja Sok Kuat
211 Episode 210 Keluarga Harmonis
212 Episode 211 Hari Raya
213 212 Entah Apa Yang Merasuki Zakir
214 213 Ketahuan Dimas
215 214 Permintaan Kecil Fitri
216 215 Fitri Bikin Malu
217 Episode 216 Tukang Ngabisin Camilan
218 Episode 217 Menyesal Dan Sadar
219 Episode 218 Luka Lebam
220 Episode 219 Cerita Pada Dimas
221 Episode 220 Senang Melihat Senyum Hafsah
222 Episode 221 Kembali Merasakan Sakit
223 Episode 222 Pelukan Hangat Ummi
224 Episode 223 Kabar Dari Syubband
225 Episode 224 Gagal Fokus.
226 Episode 225 Masih Sama
227 Episode 226 Jangan Ragu
228 Episode 227 Catatan Mufti
229 Episode 228 Azmi Pamit
230 Episode 229 Tanya Dimana Azmi
231 Episode 230 Ke Rumah Mufti
232 Episode 231 Hanya Bibi
233 Episode 232 Karya Baru
234 Episode 233 Tujuan Baik Hafsah
235 Episode 234 Pecah Bagi Azmi Dan Mufti
236 Episode 235 Malam Ini
237 Episode 236 Maaf Dan Kejutan
238 Episode 237 Gugup Dekat Kamu
239 Episode 238 HAPPY END
240 New Novel, New Story
Episodes

Updated 240 Episodes

1
Episode 1. Prolog.
2
Episode 2 Di Pesantren Punya Musuh.
3
Episode 3. Ayo semangatt !!Gak boleh malas.
4
Episode 4. Reaksi para santri ketika gus Azmi adzan.
5
Episode 5. Zakir! Iseng banget sih.
6
Episode 6. Salah paham.
7
Episode 7. Akhirnya kebohongan terungkap.
8
Episode 8. Libur, semuanya bahagia.
9
Episode 9. Sengaja banget.
10
Episode 10. Rifki buat Azmi kecewa.
11
Episode 11. Belum di maaffin.
12
Episode 12. Baikan juga.
13
Episode 13. Impian jadi vocal Syubban.
14
Episode 14. Hari bersih-bersih.
15
Episode 15. Di lempar pakai sandal.
16
Episode 16. Azmi yang tangguh.
17
Episode 17. Gak usah khawatir.
18
Episode 18. Jaga pandangan.
19
Episode 19. Buat masalah lagi.
20
Episode 20. Di hukum.
21
Episode 21. Di serang.
22
Episode 22. Anggota Band bikin rusuh.
23
Episode 23. Putus asa.
24
Episode 24. Jagoan Silat.
25
Episode 25. Tidak seperti biasanya.
26
Episode 26. Foto Akmal.
27
Episode 27. Curiga.
28
Episode 28. Surat.
29
Episode 29. Keputusan yang salah.
30
Episode 30. Sabar.
31
Episode 31. Hampir.
32
Episode 32. Resah dan Gelisah.
33
Episode 33. Terungkap.
34
Episode 34. Tidak marah.
35
Episode 35. Ibu Akmal.
36
Episode 36. Air mata.
37
Episode 37. Penuh kebencian.
38
Episode 38. Akmal dan Zakir dihukum.
39
Episode 39. Amplop
40
Episode 40. Kepedulian Azmi.
41
Episode 41. Penjelasan.
42
Episode 42. Rencana apa lagi?.
43
Episode 43. Ngantuk.
44
Episode 44. Untung ada Akmal.
45
Episode 45. Sang juara .
46
Episode 46. Bau obat.
47
Episode 47. Anggota Band datang lagi.
48
Episode 48. Perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw.
49
Episode 49. Siapa, Aisyah?.
50
Episode 50. Melawan anggota Band.
51
Episode 51. Pesona Tim Syubban.
52
Epsode 52. Ali Tidak Terima.
53
Episode 53. Hujan.
54
Episode 54. Ajakan Azmi kepada Sihin.
55
Episode 55. Semangat Untuk Sholawat.
56
Episode 56. Semua Khawatir.
57
Episode 57. Di Bawa Kerumah Sakit.
58
Episode 58. Kekhawatiran Sang Adik
59
Episode 59. Gagal.
60
Episode 60. Ganas.
61
Episode 61. Di Puji.
62
Episode 62. Doa Terbaik Untuk Akmal.
63
Episode 63. Perhatian Azmi.
64
Episode 64. Menunggu Waktu Yang Tepat.
65
Episode 65. Di Sembunyikan.
66
Episode 66. Pasti Bisa
67
Episode 67. Kakak, Adik, Sama aja.
68
Episode 68. Api Cemburu.
69
Episode 69. Sudah Tugas Kita.
70
Episode 70. Cemas Untuk Besok.
71
Episode 71. Semangat Latihan Sampai Larut Malam.
72
Episode 72. Berangkat....
73
Episode 73. Bersaing Antar Ponpes.
74
Episode 74. Berhasil Menampilkan Yang Terbaik.
75
Episode 75. Bertemu...
76
Episode 76. Ini Dia Pemenangnya.
77
Episode 77. Piala Paling Berharga
78
Episode 78. Senang Kalau Dapat Keluar.
79
Episode 79. Kita Bangga Sama Kalian.
80
Episode 80. Uang Dari Kyai
81
Episode 81. Sudah Tau.
82
Episode 82. Ucapan Selamat.
83
Episode 83. Terlihat Bahagia.
84
Episode 84. Pesan Azmi
85
Episode 85. Rencana Mulia.
86
Episode 86. Ujian Apalagi?
87
Episode 87. Begitu Meriahnya
88
Khusus Visual nih
89
Episode 88. Kegaduhan
90
Episode 89. Bukan Salah Kalian.
91
Episode 90. Sahabat
92
Episode 91. Salah Menilai
93
Episode 92. Mulai Di Kenal
94
Episode 93. Diskusi
95
Episode 94. Kejadian Yang Begitu Cepat.
96
Episode 95. Cukup Lama.
97
Episode 96. Ada Kejahatan Di Ponpes
98
Episode 97. Kemalingan.
99
Episode 98. Ketika Semua Tidak Mempercayai Azmi.
100
Episode 99. Di Hukum Atas Kesalahan Yang Tidak Ia Buat.
101
Episode 100. Tidak Pernah Azmi Bayangkan,
102
Episode 101. Tanpa Akmal.
103
Episode 102. Berkelahi.
104
Episode 103. Satu Pukulan Keras.
105
Episode 104. Hanya Azmi?
106
Episide 105. Takdir Akmal .
107
Episode 106. Debat.
108
Episode 107 Kembali Ke Pesantren.
109
Episode 108. Keramahan Azmi
110
Episode 109. Yakin.
111
Episode 110. Setengah Hari Bersama Mufti.
112
Episode 111. Masa Lalu
113
Episode 112. Amarah Yang Tidak Terkontrol!
114
Episode 113. Butuh Keberanian!
115
Episode 114. Tidak Ikhlas??
116
Episode 115. Semoga Jera
117
Episode 116. Hari Yang Melelahkan.
118
Episode 117. Ada Apa Dengan Azmi??
119
Episode 118. Kesuksesan Itu Bukan Taruhan!
120
Episode 119. Perasaan Tidak Enak
121
Episode 120. Burdah Yang Meriah.
122
Episode 121. Nafas Terakhir.
123
Episode 122. Surat Yasin Untuk Akmal.
124
Episode 123. Ini Adalah Yang Terbaik.
125
Episode 124. Surat Terakhir Untuk Aisyah
126
Episode 125. Harus Tabah.
127
Episode 126. Bayang-Bayang Akmal.
128
Episode 127. Aktif
129
Episode 128. Kobarkan Semangat Bersholawat
130
Episode 129. Suasana Yang Indah.
131
Episode 130. Tragedi Pembatas Terbuka.
132
Episode 131. Satu Kelompok.
133
Episode 132. Tetap Sabar.
134
Episode 133. Rindu.
135
Episode 134. Masalah Di Masa Lampau
136
Episode 135. Jeweran Untuk Zakir.
137
Episode 136. Pasti Pulang Kok,
138
Episode 137. Mendadak.
139
Episode 138. Saat Semua Santri Tegang.
140
Episode 139. Ngepel.
141
Episode 140. Bercanda.
142
Episode 141. Sangat Antusias.
143
Episode 142. Anggota Band Yang Sangat Licik .
144
Episode 143. Para Santri Yang Polos.
145
Episode 144. Jangan Nyerah!
146
Episode 145 Kapan Bisa Berubah?
147
Episode 146. Masih Dengan Kebencian.
148
Episode 147. Masih Dihina.
149
Episode 148. Tetap Ramah Walau Di Jelekkan.
150
Episode 149. Mau Bantu
151
Episode 150. Usaha Buat Mufti Sadar.
152
Episode 151. Tidak Sengaja Menabrak.
153
Episode 152. Keceriaan.
154
Episode 153. Gak Rela Pulang
155
Episode 154. Yang Ditunggu-tunggu Telah Tiba.
156
Episode 155. Gak Jadi Pulang Demi Impian.
157
Episode 156. Lupa Ngabarin.
158
Episode 157. Amukan
159
Episode 158. Membuat Jama'ah Berdecak Kagum.
160
Episode 159. Nginap Dulu.
161
Episode 160. Gak Senang Lihat Mereka Viral.
162
Episode 161. Bukan Mufti Yang Dulu.
163
Episode 162. Ikut Bangga
164
Episode 163. Tercengang
165
Episode 164. Ditatap Ribuan Orang.
166
Episode 165. Lewat Video Call
167
Epiaode 166. Puasa Sebentar Lagi
168
Episode 167 Masalah Kami Juga
169
Episode 168. Bisa Stress
170
Episode 169. Welcome to Bandung
171
Episode 170. Ada Aja Yang Gak Suka
172
Episode 171. Udah Resiko
173
Episode 172. Menyapa Fans
174
Episode 173. Pulangnya Azmi
175
Episode 174. Sopo Seng Nabrak?
176
Episode 175. Godain Dek Rara
177
Episode 176. Kebahagiaan
178
Episode 177. Kesedihan
179
Episode 178. Kecelakaan Yang Mengerikan
180
Episode 179. Lemas
181
Episode 180. Rasa Menyesal Ustadz
182
Episode 181 Akur
183
Episode 182 Perhatian Untuk Mufti
184
Episode 183 Baru Pulang Bentar
185
Episode 184. Pergi Untuk Sholawat
186
Episode 185 Berjumpa Lagi
187
Episode 186 Sholawat Untuk Aceh
188
Episode 187 Adab Ketika Adzan
189
Episode 188 Masih Ada Benci
190
Episode 189 Membujuk Aisyah
191
Episode 190 Pada Salting
192
Episode 191 Hadiah Dari Fans
193
Episode 192 Saat Semua Menggoda Azmi
194
Episode 193 Teringat Akmal
195
Episode 194 Sedang Sibuk
196
Episode 195 Jawabnya Langsung Aja
197
Episode 196 Tetap Rendah Hati.
198
Episode 197 Kebersamaan
199
Episode 198 Senang Melihat Santrinya Yang Sukses
200
Episode 199 Ribut Dengan Fans
201
Episode 200 Saat Azmi Sudah Tiba
202
Episode 201 Kembali Kacau
203
Episode 202 Mengundang Penasaran Zakir
204
Episode 203 Jelaskan Pada Kami
205
Episode 204 Kyai Ingin Bicara
206
Episode 205 Kelamnya Malam Ini
207
Episode 206 Tak Melebihi Batas
208
Episode 207 Azmi Yang Berani
209
Episode 208 Luapan Kebencian
210
Episode 209 Masih Aja Sok Kuat
211
Episode 210 Keluarga Harmonis
212
Episode 211 Hari Raya
213
212 Entah Apa Yang Merasuki Zakir
214
213 Ketahuan Dimas
215
214 Permintaan Kecil Fitri
216
215 Fitri Bikin Malu
217
Episode 216 Tukang Ngabisin Camilan
218
Episode 217 Menyesal Dan Sadar
219
Episode 218 Luka Lebam
220
Episode 219 Cerita Pada Dimas
221
Episode 220 Senang Melihat Senyum Hafsah
222
Episode 221 Kembali Merasakan Sakit
223
Episode 222 Pelukan Hangat Ummi
224
Episode 223 Kabar Dari Syubband
225
Episode 224 Gagal Fokus.
226
Episode 225 Masih Sama
227
Episode 226 Jangan Ragu
228
Episode 227 Catatan Mufti
229
Episode 228 Azmi Pamit
230
Episode 229 Tanya Dimana Azmi
231
Episode 230 Ke Rumah Mufti
232
Episode 231 Hanya Bibi
233
Episode 232 Karya Baru
234
Episode 233 Tujuan Baik Hafsah
235
Episode 234 Pecah Bagi Azmi Dan Mufti
236
Episode 235 Malam Ini
237
Episode 236 Maaf Dan Kejutan
238
Episode 237 Gugup Dekat Kamu
239
Episode 238 HAPPY END
240
New Novel, New Story

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!