Suara shalawat dari Ahkam, Muhklis dan salah satu vocal menghidupkan susana pesantren malam itu. Tabuhan rebana yang ber'iringan indah terdengar hingga ke wilayah santri putri walau tidak terlalu jelas.
*Aisyah adalah santriwati yang sangat alim dan cantik tapi sayangnya Aisyah sangat cuek dan jutek . Ia mengikuti shalawat yang terdengar dari santri putra suara Aisyah membuat santriwati yang lain terdiam memandang Aisyah. Mengetahui jika teman sekamar Aisyah memandanginya Aisyah menghentikan lantunan shalawatnya.
"Kenapa kalian kok ngelihatin aku sih?."ucap Aisyah .
Salah satu sahabat Aisyah mendekatinya.
"Syah, itu suara kamu merdu banget."sahabat Aisyah.
"Ia selama ini kamu pendiam,eh ternyata kalau shalawatan bagus juga."teman lainnya.
"Alhamdulillah ,makasih."Aisyah cuek ,ia segera keluar kamar.
"Syah, mau kemana?. "sahabat Aisyah.
"Keluar."Aisyah yang sudah melangkah keluar kamarnya.
"Nih ya ,Aisyah itu cantik, alim, suaranya merdu sayangnya,dia itu jutek dan cuek lagi ishhh ."teman Aisyah.
"Iya ih, gak suka banget sama gayanya sok cantik. "teman Aisyah sangat membencinya.
"Udah jangan ngomongin orang,gak baik."Sahabat Aisyah.
Semua terdiam dan tidak menjawab mereka mulai merebahkan dirinya.
Aisyah pergi ke Mushalla putri, disana makin terdengar jelas suara shalawat santri putra. Perlahan Aisyah duduk dan mulai melantunkan shalawat .Seketika air mata jatuh dari mata Aisyah yang indah ia mengeluarkan sebuah foto dari kantung jubahnya tidak lain itu adalah foto Aisyah bersama orang tuanya.
Aisyah terus memandangi foto itu tangisnya semakin menjadi.
"Aisyah kangen banget sama ayah sama ibu ,Aisyah janji bakal buat ayah sama ibu bangga, walau gak ada yang bisa ngertiin Aisyah disini. Aisyah akan tetap berusaha."Aisyah
Entah apa yang membuat Aisyah menangis memandang fotonya bersama kedua orangtuanya ,mungkin ia rindu. Aisyah mengusap air matanya dan melanjutkan shalawat walau suaranya bergetar.
Disisi lain Azmi dan Aban sangat bersemangat bershalawat mengikuti vocal dan alunan tabuh rebana yang membuat suasana pesantren sangat ramai. Melihat Azmi dan Aban, salah satu vocal Syubban tersenyum melihat Azmi dan Aban yang sangat bersemangat.
Selesailah shalawat pada malam itu. Para anggota Syubban ber'istirahat dan duduk melingkar sembari berbincang. Vocal yang masih penasaran dengan Azmi dan Aban meneriaki mereka yang hendak keluar Masjid. Karena belum tau namanya seorang vocal itu menyebut warna baju koko Azmi dan Aban yang couple.
"Kalian yang pakai koko hitam putih, yang ganteng sini."ucap vocal itu berteriak.
Azmi dan Aban menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuhnya.
"Kita mas, .....Kak."Azmi bingung sembari menunjuk dirinya dan Aban.
"Iya benar ,ayo sini."ucap vocal itu.
"Ban, kenapa ya ?."Azmi berbisik.
"Mana aku tau Mi, yaudah kita kesana aja."Aban .
Mereka berjalan menuju anggota Syubban yang sedang ber'istirahat.
"Ada apa mas, eh kak "Azmi.
Vocal itu tersenyum.
"Inget saya kan ,yang waktu itu jama'ah duhur disebelah kamu."vocal itu.
Azmi terlihat berpikir dan memandang vocal itu.
"Lupa kali dia Mal, jarang latihan mereka."jawab Ahkam.Akmal hanya tersenyum dan memandang kembali Azmi dan Aban.
"Saya Akmal ,vocal satu disini boleh saya tau nama kalian."Akmal.
"Boleh mas."Azmi.
"Iya kak."Aban.Mereka mengucapnya bersamaan, mereka saling pandang.
"Panggil saja yang enak menurut kalian jangan bingung."Akmal.
"Iya kak."Azmi.
"Nggih mas."Aban.Lagi-lagi mereka mengucap bersama dengan perkataan yang berbeda. Azmi menyenggol Aban.
"Ban, gimana sih aku kan ngikutin kamu."bisik Azmi.
"Kok ngikutin aku sih Mi, aku yang ngikutin kamu."Aban.
Para anggota Syubban tertawa karena sedari tadi mereka menyimak pembicaraan Akmal, Azmi dan Aban.
"Mal, bingung banget sih mereka mau manggil kamu apa."salah satu santri.
"Azmi, Aban, panggil aja Akmal dengan sebutan mas gombal ,suka gombalin cewek soalnya."Ahkam.
" Mas Ahkam kalau ngomong jangan terlalu jujur lah."Akmal.
"Hah?"Azmi dan Aban bersamaan mereka kaget.
"Ya sudah, kalian terserah deh apa yang enaknya aja jangan ikutin Ahkam yaa,oh iya nama kalian siapa yang mana Aban, yg mana Azmi."tanya Akmal.
"Saya Azmi mas."ucap Azmi
"Saya Aban mas ."Aban.
"Nama kalian bagus suara kalian juga bagus saya suka sekali walau tadi sedikit salah -salah. "Akmal.
Azmi dan Aban terdiam.
"Tapi gak papa, kalian kalau belajar giat pasti kalian menjadi vocal sholawat yang sangat hebat. Coba, saya mau dengar suara kalian."Akmal.
"Contohin mas, kita masih belum tau soalnya."Azmi.
"Iya mas."Aban.
"Baik dari yang mudah dulu deh kayak gini ehem
yarabbi shalli 'ala muhammad ya rabbi shalli 'alaihi wassalim....Coba kalian."Akmal dengan suara indah dan lantang.
"Asekkk."para anggota Syubband kompak.
"Heh. Kok assek sih, ini sholwat lo. "Akmal.
"Iyaaa Mal, lupa."jawab salah satu anggota.
"Ayo, coba kalian yang mudah dulu oh ya saya kasih tau yang paling penting itu adalah makhrajnya harus benar dan jelas karena itu mempengaruhi suara kalian ayo sekarang mulai."Akmal.
Azmi dan Aban mulai menunjukkan suara indah mereka hingga membuat semua anggota Syubbban takjub dan terdiam mendengarkan.
"Masya Allah bagus sekali , kalian udah bisa kok cuman harus belajar lagi, sekamar sama Ahkam dan Muhklis ya."Akmal.
"Iya mas."jawab Azmi dan Aban bersamaan.
" Mas Ahkam , mas Mukhlis ajak latihan ya ni anak dua, suara mereka bagus benget nih ,apalagi pada ganteng sama manis"Akmal.
"Siap bos ."Ahkam.
"Oke Mal."Mukhlis.
"Awas kalau gak diajak latihan, soalnya tau gak kenapa Azmi, Aban."Akmal.
"Gak tau mas."Azmi.
Aban hanya menggelengkan kepala.
"Soalnya pasti banyak yang ngundang kita kalau ada yang ganteng kayak kalian."Akmal tertawa terpingkal-pingkal. Azmi dan Aban hanya diam memandang Akmal yang terus tertawa.
Melihat Azmi dan Aban yang hanya diam saja Akmal berhenti tertawa.
"Ehem ,enggak kok biar Syubban semakin sukses dengan kedatangan vocal baru."Akmal.
"Aamiin."para anggota Syubban.Azmi dan Aban juga ikut mengaminkan.
Ustadz Abdullah yang melintas tidak sengaja mendengar pembicaraan anggota Syubban. Ustadz Abdullah tersenyum, ia segera menghampiri para anggota Syubban yang asyik berbincang bersama Azmi dan Aban.
"Assalamualaikum. "ustadz Abdullah.
Para anggota Syubban terdiam dan segera satu-persatu menyalam tangan ustadz sembari menjawab salam.
"Waduh, semangat sekali kalian ya ,ustadz lihat sampai gak kenal waktu. "ustadz Abdullah
Dengan kompak mereka melihat jam dinding yang menunjukkan tepat pukul 12 malam.
"Maaf ustadz ,tadi kami ke asyikan ngobrol sama Azmi dan Aban suara mereka merdu sekali ustadz saya ingin mengajak mereka menjadi vocal."Akmal.
"Masya Allah bagus, ustadz senang sekali melihat kalian semangat. Iya ,ustadz juga tau sendiri suara Azmi dan Aban memang merdu sekali."ustadz Abdullah dengan senyum yg terlukis terus diwajahnya yg cerah.
"Iya ustadz. "jawab Akmal.
"Sebaiknya kalian istirahat dulu sudah malam."ustadz Abdullah.
"Baik ustadz, kita pamit ke kamar ustadz."Akmal .
Satu persatu mereka mengucap salam dan menyalam tangan ustadz Abdullah.
Rasa lelah sudah mulai terlihat diwajah mereka. Suasana pesantren sudah gelap ,santri yang lain sudah mulai istirahat. Azmi, Aban, Ahkam, dan Mukhlis pergi kekamar mereka .Wajah berseri-seri terlihat diwajah Azmi ia sangat bahagia dan tidak sabar menjadi vocal Syubban.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 240 Episodes
Comments
anindya salshabilla
Thor kenapa namanya harus Akmal kenapa ngga Hendra, Dimas atau aldan
2021-08-17
0
#y
salam dari syubban lovers sidoarjo thor
2021-06-19
0
Supartini
seru
2021-04-14
0