Azmi, Aban, dan Rifki berjalan bersama menuju kelas.Zakir yang melihat Azmi memakai jaket menghampirinya bersama kedua sahabatnya.
"Eh Azmi, ngapain sih pakai jaket segala masih kedinginan kamu?."Zakir.
Azmi tidak menjawab dan hanya menghela nafasnya.Ketika Azmi ingin menjawab ustadz Fathur sudah datang. Zakir dan kedua temannya duduk dibangku mereka.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. "ustadz Fathur.
"Wa'alaikum salam waramatullahi wabarakatuh."jawab semua santri.
"Baik ,kita berdoa dulu sebelum memulai pelajaran agar ilmu yang kalian dapat hari ini barokah dan bermanfaat."ustadz Fathur.
"Aamiin."semua santri.
Para santri mulai berdoa bersama dibimbing ustadz Fathur hingga akhirnya doa selesai. Ustadz Fathur hendak memulai pelajaran tiba-tiba dihentikan oleh Zakir yang sedari tadi memandang Azmi sinis.
"Tunggu ustadz ..Maaf, Azmi pakai jaket ustadz dikelas. Bukannya gak boleh ya ustadz."Zakir.
"Benar ustadz ,hukum aja."Helmi.
Zakir, Helmi, dan Sihin kompak meminta ustadz menghukum Azmi sementara, santri yang lain tidak ada yang mendukung Zakir dan teman-temannya. Mereka ada di posisi sebagai teman Azmi.
"Cukup !!! .Kenapa kalian malah ribut?.. Azmi ,kamu kenapa pakai jaket?."ustadz Fathur menghampiri Azmi. Zakir dan kedua temannya terdiam karena sentakan Ustadz Fathur.
"Emmm ....Saya, "Azmi ragu dan menundukkan kepalanya.
Ustadz Fathur semakin mendekati Azmi dan mengecek dahi Azmi.
"Azmi, tubuh kamu agak panas, kamu sakit?. Ya sudah, istirahat saja dulu."ustadz Fathur.
"Saya tidak apa-apa ustadz ,dingin bisa ditahan yang penting saya bisa hadir di kelas ustadz Fathur .Karena setiap hari saya ingin mendapat barokah dari ustadz Fathur."ucap Azmi dengan suaranya yang lemas.
''Masya Allah ,anak ini memang soleh dia juga telah menunjukkan bahwa dia ingin mendapat barokah dari gurunya ,padahal kemarin saya sudah hukum dia."ustadz Fathur didalam hati sembari memandang Azmi.
"Ustadz. "Azmi memanggil ustadz Fathur
yang ada dihadapannya dan terus tersenyum kepadanya.
"Iya Azmi, ehem. Baik kalau gitu kamu boleh mengikuti pelajaran. "ustadz Fathur.
"Baik ustadz, terimakasih ."Azmi.
"Iya."ustadz Fathur mengangguk dan tersenyum hingga akhirnya ia memulai pelajaran kitab.Azmi berusaha menulis kitabnya.
Akhirnya Azmi mengikuti pelajaran mengaji kitab pada hari itu. Dengan serius Azmi menulis kitabnya sesuai arahan ustadz Fathur begitu juga dengan Aban.Sedangkan,Zakir terus saja menatap Azmi sinis.
Disisi lain Ahkam dan Muhklis lebih dulu selesai pelajaran mereka melangkah bersama menuju kamar ditengah perjalanan Ahkam dan Muhklis dihentikan oleh segerombolan anggota Syubban yang berjumlah 12 orang mereka bersama-sama meneriaki nama Ahkam dan Muhklis hingga akhirnya menghampirinya.
"Mas Ahkam ,mas Muhklis, dipanggil-panggil juga dari tadi. "Akmal.
"Ada apaan?. "Ahkam.
"Enggak, bukan apa-apa kok .Tapi jangan sampai lupa bawa Aban sama Azmi buat latihan nanti sore, oke mas."Akmal.
"Ahkam,tapi Azmi kan masih sakit ,ya gak."Muhklis.
"Oh iya ,baru ingat Azmi masih sakit ya."Akmal.
"Iya sih ,memang dia badannya tadi panas banget tapi memang tu anak kekeh banget buat tetap ngaji kitab. "Ahkam.
"Gini deh bro, nanti lihat aja apa Azmi masih sakit atau udah sembuh soalnya ,kita udah ngasih tau bakalan ada anak baru sama ustadz (pengasuh Syubband). "Firman.
"Heh,bukan anak baru, tapi baru kenal aja."Ahkam.
"Hehe,iya ,tapi mereka kan masih humor ingatin aja jangan sampai gak latihan."Akmal
"Benar iku, opo maneh suara arek 2 iku pehhhhhh bagus tenan."Udin.
"Eh, tapi kita kan gak bisa maksa nanti anaknya pingsan lagi, mending nanti Aban dulu deh yang diajak. "Ali.
"Iya sih ,benar juga. "Akmal.
"Mending kita lihat aja nanti ya."Ahkam.
"Ya udah ,kalau gitu kita ketemu nanti sore ya mas Muhklis, mas Ahkam, yuk guys."Akmal.
"Sejak kapan guys, guys san awakmu."Udin.
"Ah udah lah biar gaul ya gk mas Ahkam, mas Muhklis duluan assalamualaikum."Akmal
Teman-teman yang lainnya juga mengucap salam pada Ahkam dan Muhklis.
"Wa 'alaikumsalam."jawab Ahkam dan Muhklis.
Mereka melanjutkan langkah mereka menuju kamar. Sesampainya di kamar Ahkam melihat gelas di meja Azmi.
"Klis, aku mau ke kantin dulu ya ,naruh gelasnya Azmi nih. "Ahkam.
"Oh iya. "Muhklis.
Akhirnya ustadz Fathur menyelesaikan pelajarannya para santri menyalam tangan ustadz Fathur dan pergi ke kamar mereka masing-masing.
Zakir yang melihat Azmi, Aban, dan Rifki yang berjalan bersama sembari berbincang segera mengajak kedua temannya untuk ikut menghadang Azmi dan kedua sahabatnya.
"Assalamualaikum teman-teman ku yang ganteng dan manis."Zakir.
"Wa 'alaikumsalamm"ucap Azmi, Aban, dan Rifki bersamaan.
"Ehem,boleh gak kita pinjam Azmi sebentar."Zakir.
"Emang Azmi barang apa, di pinjam-pinjam."Aban dengan wajah kesal memandang Zakir.
"Ya elah ,si Aban masa gitu aja marah."Helmi.
"Siapa yang marah aku kan cuman ngomong ,Azmi itu bukan barang yang bisa di pinjam-pinjam."Aban.
"Udah Ban ,santai aja Azmi, ikut aku yuk bentar aku mau nunjukkin sesuatu."Zakir.
"Eh jangan Mi, entar Zakir mau ngerjain kamu lagi."Rifki.
"Rifki jangan fitnah gitu dong ,sama Zakir."Sihin.
"Apa sih kamu ,siapa juga yang ngefitnah dia."Rifki.
"Udah Ki, Zakir emang ada apaan ngomong aja di sini bentar lagi sekolah."Azmi.
"Oh iya ,udah siang nih Mi, mending kita siap-siap ."Rifki melihat jam tangannya.
"Benar Mi, udah hampir jam 7 yuk."Aban ia segera menarik tangan Azmi meninggalkan Zakir dan kedua temannya.
"Heh kok pergi sih, Azmi aku mau kita ketemu di sekolah nanti."teriak Zakir.
Azmi, Aban dan Rifki terus melangkah tanpa menghiraukan teriakan Zakir.
"Kenapa sih, gagal mulu aku mau ngerjain Azmi?. " Zakir sangat kesal.
"Azmi nya Kir,terlalu sabar jadi gak mempan kita kerjain."Sihin.
"Ooo jadi kamu lebih bela tuh anak dari pada aku."Zakir membalikkan badannya ke arah Sihin.
"Sabar Kir, bukan gitu maksud Sihin maksudnya,Azmi itu kayaknya bukan lawan kita deh, jadi kita gak usah ngerjain dia karena mau gimana juga Azmi itu gak mudah buat kita ajak berantem mending kita damai aja ."Helmi.
"Ah.. Kalian berdua sama aja gak setia kawan, udahlah."Zakir pergi meninggalkan kedua temannya .
Helmi dam Sihin saling berpandangan.
"Salah kita apa ya Hel."Sihin.
"Gak tau ,ya udah kita susul Zakir. "Helmi.
Akhirnya mereka mengejar Zakir yang terlihat sangat kesal .Helmi dan Sihin terus berlari sembari meneriaki nama Zakir.
Sementara ,Azmi,Aban ,dan Rifki sudah bersiap memakai seragam mereka duduk di bangku panjang dekat kamar Azmi yang berada di lantai 2. Mereka melihat ke arah luar pesantren memandangi orang-orang yang lalu lalang.
"Ehem, ingat jaga pandangan kalian semua."Azmi menegur kedua sahabatnya yang sedari tadi tidak mendengarkannya dan malah memandangi ke luar pesantren.
Rifki dan Aban tersenyum dan berhenti memandang ke arah luar pesantren.
"Maaf Azmi, jangan marah ."Aban.
"Iya nih, ya gimana ya , jaga pandangan dari anak sekolah luaran itu ibarat berat banget."Rifki.
"Emang ngangkat meja apa ,berat."Aban
"Udah ,mending kita berangkat ke sekolah yuk."Azmi.
"Oke,yuk."Aban.
Mereka melangkah turun menuju sekolahnya. Dari kejauhan Akmal terlihat membawa sesuatu dan ingin menghampiri Azmi bersama kedua sahabatnya. Akmal terus meneriaki nama Azmi tetapi langkah Azmi dan kedua sahabatnya sudah semakin jauh.
"Cepat banget jalannya mereka. Udah lah kasih nanti aja."Akmal ia kembali berjalan lawan arah menuju Ma yang tidak terlalu jauh dari Mts.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 240 Episodes
Comments
Rozh
👍🌷
2020-09-25
0
Ꮇα꒒ҽϝ𝚒ƈêɳт
Like
2020-09-25
0
Ahmad
like
next
2020-09-24
0