Azmi dan Aban sudah pulang Sekolah. Mereka berjalan Sembari berbincang. Rasa lelah menurut Azmi tidak terasa jika sudah ada bersama Aban untuk bercanda.
Dari banyaknya santri yg pulang dari madrasah ada 3 santri yg sangat iri dan benci dengan Azmi. Walau dipesantren kita tidak bisa menilai, bahwa tidak ada orang jahat yg bisa saja membenci kita. Termasuk Azmi,memiliki banyak teman membuat Azmi betah di pesantren tetapi, ada juga musuh di pesantren mungkin, ini adalah ujian pada Azmi. Termasuk semua santri.
Helmi,Zakir,dan Sihin mereka berdiri dihadapan Azmi menghalangi jalan mereka.
"Permisi mas, mau lewat."ucap Azmi yg coba menahan emosinya dengan muka malas memandang mereka.
"Permisi, permisi ,kayak di bus aja."Sihin
"Bukan di bus tapi di warung makan."Helmi.
"Heh.Apaan sih kalian, malah ngomong gak jelas. "Zakir.
"Udah deh, para akhi yg baik kita capek entar lagi masih mau jama'ah ,ya kan Ban,"Azmi .
"Iya bener ,gak ada kerjaan kalian."Aban.
"Kita gak ganggu kamu kok Azmi, kita cuman mau nih, kerjain pr kita dong."Zakir menyodongkan bukunya pada Azmi.
Azmi hanya melirik dengan tatapan tajam.
"Cuman ini ,ya udah entar aku ajarin .Yuk Ban pergi ,entar pasti Azmi ajarin kalian sampai pinter."Azmi santai menarik tangan Aban dan menuju kamarnya.
"Heh Azmi !sok ganteng kamu."teriak Zakir.
"Tapi Zakir ,emang Azmi ganteng kan."Helmi
"Bener tuh kita gk ada apa-apanya sama Azmi, dia udah kayak Artis dah gantengnya rek Masya Allah,Subhanallah."Sihin.
"Punya temen kayak gini amat, dukung aku apa sekali-kali.Gak guna kalian."Zakir.
"Jangan gitu dong Kir, kita kan selalu bantu kamu."Helmi.Zakir kesal dengan teman-temannya ia pergi meninggalkan teman-temannya.
"Hayo lo, Zakir ngambek."Sihin.
"Kok aku , kamu juga."Helmi.
"Sama aja. "Sihin. Helmi tidak mendengarkan dan pergi mengejar Zakir.
"Orang ngomong gak di dengerin, gak sopan"Sihin, ia segera menghampiri ke dua temannya.
"Assalamualaikum "ucap Azmi, dan Aban bersamaan. Azmi meletakkan bukunya, melepas peci dan duduk dekat Ahkam yg sudah siap menuju masjid. Ahkam menatap Azmi.
"Kenapa kamu Mi, capek?."Ahkam.
"Kalau capek fisik itu biasa mas, nah kalau capek pikiran haduh pusing."keluh Azmi memegangi dahinya. Aban juga ikut duduk disamping Azmi.
"Gaya mu Mi ,capek pikiran emang ada apa sih ,masalah?"Ahkam.
"Gk tau ya,"Azmi.
"Udah Mi ,Zakir sama teman-temannya gak usah dipikirin mereka kan udah sering ngejahilin kita."Aban menepuk pundak Azmi berulang kali.
"Iya sih, tapi... Aku....
"Udah Azmi, yang ganteng sana cepet wudhu entar lagi mau jama'ah."Ahkam menggoda Azmi.
Azmi tersenyum memandang Ahkam dan Aban bergantian.
"Yuk Ban ,kita wudhu"Azmi melangkah keluar kamar ,memasang pecinya meninggalkan Aban.
"Hey Azmi, tunggu!!. "Aban berteriak mengejar Azmi.
Azmi dan Aban segera ke tempat wudhu. Berpapasan dengan Zakir dan ke dua soibnya.
"Halo Azmi ,ketemu lagi."Zakir.
Azmi memandang Zakir.
"Assalamualaikum Aban. "Azmi.
"Wa'alaikumsalam."Aban.
Azmi dan Aban segera wudhu tanpa menghiraukan Zakir.
Entah kenapa Zakir sangat membenci Azmi ia tidak suka jikalau Azmi yang dibanggakan oleh para ustadz dan santri yang lain.Setiap Zakir ingin menjahili Azmi pasti tidak pernah berhasil namun,dengan kedua soibnya Zakir tidak pernah menyerah.
"Liat aja kamu Azmi, aku gak akan nyerah buat kamu gak betah disini."ucap Zakir didalam hati menatap Azmi yg sedang wudhu.
"Kir, Zakir ngelamun aja."Sihin .
"Iya,lihatin siapa sih? tajam banget pandangannya. " Helmi.
Zakir cuek dan tidak menjawab ,ia segera menghidupkan keran dan mengambil air wudhu. Helmi dan Sihin saling pandang heran dengan Zakir .Mereka langsung wudhu.
Setelah Wudhu, Azmi dan Aban ke kamar mereka. Azmi merapikan rambutnya yang masih basah dan langsung mengenakan pecinya air wudhu mengalir di wajah Azmi yang sengaja tidak Azmi usap dengan handuk. Sajadah Azmi selempangkan di pundaknya, Al-Qur'an ia bawa ditangannya Azmi siap untuk berjama'ah.
"Aban, ayo berangkat"Azmi.
"Iya Mi, ayo"Aban.
Mereka menutup pintu kamar melangkah menuju masjid. Azmi dan Aban melantunkan sholawat dengan suara mereka yg sangat indah. Ustadz Abdullah yg mengikuti mereka dari belakang merasa senang.
"Assalamualaikum Azmi, Aban, Masya Allah suara kalian adem sekali, buat hati ustadz tenang "ucap ustadz.
Azmi dan Aban seketika menoleh. Mereka menjawab salam ustadz dan menyalam tangan ustadz.
"Barakallah."ucap ustadz.
Azmi dan Aban tersenyum setelah menyalam tangan ustadz.
"Azmi, Aban ustadz bangga sama kalian sudah sholeh, senang bersholawat semoga kalian sukses di jalan Allah ya."ustadz.
"Aamiin, terimakasih ustadz. "Azmi dan Aban.
"Sama-sama, ya sudah kita ke Masjid."ustadz.
"Baik ustadz."Azmi dan Aban.
Salah satu ustadz senior sudah berdiri siap menjadi imam. Qhamat dikumandangkan oleh santri. Para santri Melaksanakan sholat berjama'ah dengan khusyuk. Seperti biasa semua Santri berdoa dan berdzikir setelah sholat.
"Untuk semua santri silahkan istirahat,yang mau ngaji itu lebih bagus walau kalian mengaji satu ayat tapi kalian istiqomah akan mendapat pahala, assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh."ustadz.
semua santri menjawab.
"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh."
Banyak santri yg turun dari Masjid untuk istirahat, Tetapi banyak juga yg memilih mengaji sebentar termasuk Azmi dan Aban yg mengambil Al-Qur'annya dan mulai mengaji. Selesai Azmi mengaji ia berdoa terlebih dahulu entah apa doa Azmi, Aban yg sudah mengaji disamping Azmi langsung mengaminkan.
"Aamiin ."
Azmi mengusap wajahnya dengan kedua tangannya dan menoleh ke arah Aban memberikan senyuman ,Aban membalas senyuman Azmi.
"Azmi setiap selesai ngaji kamu doa apa sih?."tanya Aban dengan wajah penasaran.
"Ada...Doa gak boleh dikasih tau Ban, kepo ya,"ucap Azmi bercanda.
"Iyaaa deh, ayo Mi mataku udah ber'air nih ngantuk."Aban.
"Ayo kita istirahat dulu, jangan sampai kayak kemarin gara-gara gak tidur siang ketiduran pas ngaji malam."Azmi tertawa, Aban ikut tertawa.
"Kamu tuh,yang sering tidur."Aban.
"Udah kita berdua sehati ."Azmi.
Aban tertawa kecil, Mereka turun dari Masjid menuju kamar.
"Assalamualaikum. "ucap Azmi dan Aban membuka pintu kamar. Mereka melihat Ahkam dan Mukhlis yg sudah tertidur pulas.
"Enaknya tidur. "Azmi.
"Iya,kita harus tidur nih ngejar mereka."Aban yg sedang meletakkan Qur'an dan sajadahnya.
Azmi tersenyum.
"Kayaknya gk bisa udah nyampek jakarta mereka."Azmi .
Azmi dan Aban tertawa.
"Eh Mi, tapi aku laper gimana nih?."Aban.
"Bukannya udah makan dikantin, laper lagi?. "Azmi.
"Hehe gak kenyang tadi."Aban.
"Ya udah,makan dulu gih."Azmi.
"Gak usah Mi,"Aban.
"Lah ,tadi katanya laper."Azmi.
"Siapa nanti dapet makan di alam
mimpi."Aban.
"Ada -ada aja "Azmi, Mereka tertawa.
"Sudah Ban ,dari tadi ketawa mulu,tidur entar ashar lagi"Azmi.
"Iya.."Aban.
Azmi dan Aban mulai merebahkan tubuhnya,mulai memejamkan matanya.
"Eh Ban,aku kangen sama orang tua apa lagi adikku, pengen rasanya mereka ada disampingku."Azmi.
Aban sudah terlelap..
"Ban,"Azmi ia menoleh dan melihat Aban yang sudah lelap tertidur.
"Lah,bocah, cepet banget tidurnya."Azmi.Akhirnya Azmi mencoba tidur walau susah tidur karena suara jam dinding.
"Tik... Tok ....Tik.... Tok"
Azmi terus memejamkan matanya dan menutup telinganya dengan bantal guling membaca doa tidur. Tidak lama Azmi tertidur pulas.
****Bersambung.....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 240 Episodes
Comments
Zahra
pengen bangtt baca trss tapi GK pernah ada waktu,maaf ya KK😕
2022-09-30
1
Supartini
keren jadi penasaran sama cerita y
2021-04-11
0
Puan Harahap
mampir di karya kk yg keren
SALAM DAN MAMPIR YA KE
⚘⚘PRIA IDOLA DAN MENIKAHI PRIA
2021-02-25
1