Semua santri duduk rapi ketika ustadz yang akan mengajar memasuki kelas.Zakir memandang Azmi dan tersenyum licik membuka buku pr Azmi yang terisi jawaban semua .Lain halnya dengan buku pr Zakir yang hanya dijawab sedikit. Para santri mengucapkan salam dan berdoa sebelum memulai pelajaran.
"Baik, ustadz kemarin memberi kalian pr dan sekarang kumpulkan akan ustadz masukkan ke nilai harian kalian."Ustadz.
"Baik Ustadz. "jawab semua santri.
Tanpa memeriksa buku pr nya terlebih dahulu.Azmi mengumpulkan buku pr Zakir yang sudah diganti namanya menjadi Azmi, Zakir juga mengganti nama buku pr Azmi menjadi nama Zakir.
Semua santri sudah mengumpulkan pekerjaan mereka. Ustadz juga memulai pelajaran sesuai jadwal hari itu. Azmi dan Aban sangat serius mendengarkan penjelasan ustadz.
Waktu istirahat tiba, Azmi dan Aban pergi ke kantin untuk menghilangkan rasa lapar mereka. Saat asyik makan Rifki datang menghampiri Azmi.
"Azmi,kamu dipanggil tuh sama ustadz Ridwan ."Rifki.
"Dipanggil? ."Azmi menaruh minumannya, menghadapkan wajahnya ke arah Rifki dan Aban bergantian.
"Iya, sana gih cepetan."Rifki.
"Aneh, kenapa ya Mi? tumben kamu dipanggil sendiri biasanya kan sama aku buat bantuin pekerjaan ustadz."Aban .
"Gak tau Ban, aku pergi dulu ya ,"Azmi berdiri hendak pergi.
"Mi, aku minta bakso mu ."Rifki berteriak pada Azmi yang melangkah menuju ruang ustadz.
"Iyaa, habisin."teriak Azmi terus berjalan.
"Asikk ,Azmi baik dah."Rifki mengambil sendok dan segera menyantap bakso milik Azmi Sedangkan, Aban masih penasaran.
"Assalamualaikum ustadz."ucap Azmi berdiri di depan pintu ruangan ustadz
"Wa'alaikumsalam. "ucap semua ustadz yang ada di ruangan.
"Masuk Mi, "ustadz Ridwan.
perlahan Azmi masuk dan berdiri di hadapan ustadz Ridwan yg sibuk memeriksa pekerjaan santri.
"Ada apa ustadz manggil saya?."Azmi.
"Silahkan duduk Azmi."ustadz.
Azmi duduk.
"Azmi, ustadz mau nanya sama kamu kenapa nilai kamu turun pekerjaan kamu gak ada yag benar ."ustadz Ridwan.
Seketika Azmi kaget.
"Hah? kok bisa ustadz saya ngerjain tugasnya sama Aban, terus nyari jawaban dibuku ustadz."Azmi.
"Ini silahkan kamu lihat sendiri, ini buku kamu kan."ustadz Ridwan menyodongkan buku yg sebenarnya milik Zakir ,Azmi menelan ludahnya dan melihat buku itu perlahan Azmi mengambil buku itu dari tangan ustadz dan melihat hasil pekerjaannya yang mendapat nilai merah.
"Maaf ustadz, ini bukan buku saya,saya yakin ustadz semua jawaban ini bukan jawaban saya."Azmi.
"Bukan buku kamu, coba lihat ada nama kamu Azmi Askandar nama kamu kan."ustadz.
Azmi melihat lagi nama yang ada dibuku itu.
"Iya ustadz ,ini memang nama saya tapi tulisannya bukan tulisan saya ustadz."Azmi membela dirinya.
"Terus tulisan siapa Azmi? "ustadz.
Azmi terdiam...
8"Ustadz minta kamu perbaiki lagi jawaban kamu, kamu mau ustadz beri nilai nol semua santri nilainya bagus. "ustadz.
"Tapi ustadz ini bukan...
"Azmi ,ustadz minta kamu perbaiki jawaban kamu sekarang di kelas."ustadz Ridwan tegas.
"Baik ustadz. "jawab Azmi menunduk.
"Ya sudah, silahkan kalau kamu belum selesai, kamu tidak boleh pulang. Mengerti Azmi."ustadz Ridwan.
"Mengerti ustadz, saya pamit, assalamualaikum. "Azmi.
"Wa'alaikumsalam."ustadz memegang dahinya dan menggelengakan kepalanya.
Perlahan Azmi berjalan melihat buku itu,melamun memikirkan dimana bukunya yang sebenarnya. Azmi melamun tidak memperhatikan jalan hingga ia menabrak kakak kelas yang berjalan.
"Maaf kak. "Azmi.
"Punya mata gak sih. "kakak kelas itu melanjutkan perjalanannya.
"Santai kaliii kak."teriak Azmi pada kakak kelas yang memarahinya. Kakak kelas itu menghentikan langkahnya dan menghampiri Azmi.
"Kamu bilang apa tadi?."kakak kelas.
"Bilang apa ya?tiba -tiba lupa kak jalan lagi yaa kak daa,"Azmi segera pergi.
Azmi masih bingung mencoba mencari tahu kebenaran. Azmi masuk kelas dan duduk dibangkunya hendak memperbaiki pekerjaan yang bukan miliknya.Ia mulai mengambil buku paketnya dan pulpennya membuka buku itu mulai mengerjakannya.
Sedangkan Aban mencemaskan Azmi ,Aban terlihat seperti tidak nafsu makan memandangi Rifki yang sangat lahap memakan bakso.
"Eh Ki, Azmi kok gak balik ke sini sih. "Aban.
"Gak tau Ban."jawab Rifki mengunyah baksonya.
"Ki, aku mau ke kelas ya,siapa tau Azmi disana."Aban.
"Makanan kamu Ban, belum juga habis."Rifki.
"Ya udah makan aja aku udah kenyang."Aban menepuk pundak Rifki dan berjalan menuju kelas.
"Alhamdulillah, Ya Allah terimakasih sudah memberi hamba rezeki."Rifki .
Di kelas hanya ada Azmi yang serius mengerjakan pr. Aban melihat Azmi dan menghampirinya.
"Azmi, ngapain kamu ? rajin banget."Aban.
"Iyaa rajin ,aku itu lagi ngerjain pr jawaban ku salah semua."Azmi.
"Kok bisa Mi? kita kan ngerjainnya bareng."Aban.
"Nah, itu dia Ban, ini juga bukan tulisannku,tapi ustadz malah gk percaya."Azmi.
"Coba Mi, aku lihat tulisannya."Aban.
Azmi memberikan buku itu.
Aban mulai melihat tulisan di buku itu.
"Iya Mi, tulisan mu kan gak sebagus ini."Aban
"Apaan sih Ban, jauh bagusan tulisan aku lah tulisan kayak cakar ayam gini kamu bilang lebih bagus dari tulisannku."Azmi.
"Iya Mi, maaf, aku bercanda."Aban.
"Bercanda. " Azmi kembali mengerjakan pekerjaan itu.
"Mau aku bantu Mi,"Aban.
"Gak usah, aku bisa ,cuman kayak gini doang."Azmi.
"Iya, iya tau kamu pintar."Aban.
Tiba-tiba Zakir dan teman-temannya itu datang melihat Azmi yang mengerjakan tugas. Zakir mulai menjalankan aksinya lagi.
"Hel, Hin, aku gak nyangka banget ustadz tadi muji aku, nilai ku bagus."Zakir mengedipkan satu matanya kepada Sihin dan Helmi.
"Iya Kir, kamu hebat banget dapat nilai seratus ,wihhh hebat kamu. "Sihin.
"Zakir, tadi nih dia dipuji sama ustadz Ridwan karena nilainya bagus ."Helmi.
Aban dan Azmi mulai curiga mereka saling pandang, Azmi berhenti menulis dan menghampiri Zakir.
"Ehem.Kayaknya ada yang ngerjain aku nih."Azmi mendekati Zakir dengan tatapan tajam.
"Maksud mu apa Mi?. "Zakir memalingkan pandangannya mulai ciut dengan Azmi yang mendekatinya.
Aban ikut menghampiri Zakir membawa buku yang dikerjakan Azmi.
"Kir, ini tulisan kamu kan.Ngaku kamu ,pasti kamu yang nukar buku Azmi sama buku kamu."Aban.
"Jawab Kir,kamu takut hah? kalau aku kasih tahu ini ke ustadz."Azmi.
"Jangan fitnah dong Mi, gak baik."Zakir.
"Siapa yang fitnah?. "Ustadz Ridwan yang mendengar dan hendak memulai pelajaran.
Seketika Azmi, Aban, Zakir, Helmi, dan Sihin kaget menghadap ke ustadz.
"Ini ustadz, Azmi fitnah saya kalau saya ganti bukunya dengan buku Azmi padahal kan tidak ustadz."Zakir berbohong.
"Ustadz, saya tidak memfitnah tapi memang ini tulisan Zakir."Azmi.
"Baiklah, supaya adil nanti ustadz suruh kalian nulis supaya tahu siapa yang jujur dan siapa yang berbohong."ustadz.
"Ustadz, gak bisa gitu. Jelas-jelas itu namanya Azmi."Zakir.
"Bilang aja takut kan ."Aban.
"Zakir ,kalau kamu tidak salah seharusnya kamu mau ustadz lihat tulisan kamu dengan Azmi ustadz tidak mau salah paham. "Ustadz.
"Baik Ustadz. "Zakir mulai menyerah.
"Ustadz ,ini sudah masuk kelas. "salah satu santri yang masuk kelas.
"Iya, ustadz masuk lebih awal hari ini panggil teman-teman kamu ."ustadz.
"Baik ustadz."santri itu.
"Ya sudah, setelah pelajaran ini Azmi dan Zakir jangan pulang dulu."ustadz.
"Baik ustadz."Azmi.
Sedangkan Zakir mulai ketakutan.
"Zakir."ustadz.
"I... I ... I ..Iya ustadz."Zakir terbata-bata.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 240 Episodes
Comments
mbah hesti
serasa ikut jadi santri
2021-07-12
0
Lizaz
Hallo author🖐️
Aku mampir nih bawa like dan favorit
Mampir juga di karya aku cinta agresif tuan muda
Ditunggu feedback nya
Mari saling mendukung 🤗
2021-07-05
0
Supartini
na lo ketahuan kan
2021-04-12
0