Ustadz Abdullah masih berceramah mengajarkan kitab pada semua santri .Semua santri sangat serius mendengarkan ustadz dan juga mengartikan kitab mereka sesuai arahan ustadz. Begitu juga dengan Azmi yang fokus mendengarkan ustadz walau sesekali ia memandang jam dinding yang menunjukkan tepat pukul 11 malam. Pelajaran ini digabung bersama dengan santri putri ustadz berceramah menggunakan mikrofon di Masjid santri putra hanya saja mereka dibatasi oleh tembok pesantren.
Tidak lama kemudian ustadz mengakhiri pelajaran.Para santri turun beramai-ramai mereka terlihat sudah sangat kelelahan dan mengantuk.Azmi dan Aban berjalan bersama hingga tiba-tiba ada 2 santri yang menghampiri mereka.
"Eh Azmi ,ingat kamu kan belum nulis kitab buat besok."santri 1.
"Iya tuh benar, jangan sampai kamu dihukum lagi besok ."santri 2.
Azmi yang sudah mengantuk memandang kedua santri itu sembari mengusap-ngusap kedua matanya.
"Iya ,aku tau kok."ucap Azmi dengan suara yang mulai serak.
"Ya udah Mi, kita ke kamar yuk aku udah gak tahan nih, ngantuk ."Aban menguap menutup mulutnya dengan tangannya.
Azmi dan Aban melanjutkan langkahnya menuju kamar. Sesampainya mereka di kamar terlihat Ahkam dan Muhklis sudah merebahkan tubuh mereka.
"Aban aku pinjam kitab kamu ya."Azmi.
"Mi, beneran kamu mau nulis sekarang udah malam ini ."Aban.
"Iya, aku belum ngantuk kok."ucap Azmi melihat jam dinding yang tepat menunjukkan pukul setengah dua belas.
"Ya udah nih tapi, kamu ngerti tulisan ku Mi."tanya Aban sembari memberikan kitabnya.
Azmi menerima kitab ditangan Aban mulai membaca dan membolak-balik halaman kitab Aban sembari coba melebarkan matanya .
"Iya, aku ngerti kok Ban."Azmi.
"Bagus deh. "Aban.
Azmi mengambil kitab dan alat tulisnya ia melangkah menuju luar kamar.
"Azmi, mau kemana?. "Aban.
"Aku nulisnya diluar aja kalau disini nanti kalian ke ganggu."Azmi.
"Gak papa Azmi, daripada di luar dingin tau Mi."Aban.
"Iya gak papa udah Ban, kamu tidur aja gih."Azmi.
"Kalau mau kamu kayak gitu, ya aku gk bisa ngelarang tapi kalau mulai dingin masuk aja Mi ,entar kamu sakit."Aban.
"Iyaa."jawab Azmi melangkah keluar menutup pintu kamar sedangkan, Aban hanya menggelengkan kepala ia tidak dapat mencegah Azmi.
Aban memandang Ahkam dan Muhklis yg sudah terlelap. Aban mematikan lampu, mengintip Azmi dari jendela melihat Azmi serius menulis Aban melangkah menuju tempat tidurnya. Aban mencoba memejamkan matanya tetapi, ia terus memikirkan Azmi, Aban merasa tidak enak dan ia bangun dan berjalan keluar kamar melihat Azmi.
"Azmi, kamu benar gk papa pesantren sepi banget nih, gak takut"Aban.
Azmi berhenti menulis dan menoleh ke arah Aban yang mengkhawatirkan dirinya.
"Aban yang ganteng, udah aku gak papa kamu tidur aja gih."Azmi.
"Ya udah deh, aku tidur ya."Aban.
"Iya."Azmi.
Aban masuk dan menutup pintu kamar. Ia kembali ke tempat tidurnya dan memejamkan matanya.
Sedangkan ,Azmi berusaha untuk tidak mengantuk perlahan tangannya menulis kitab dengan mata yang Azmi lebarkan agar tidak mengantuk. Waktu terus berjalan suasana pesantren sangat sunyi kitab Azmi sudah terisi walau belum semua. Azmi sudah tidak tahan dengan rasa kantuknya ia juga mulai merasakan hawa dingin Azmi menguap menutup mulutnya dengan tangannya hingga akhirnya tanpa sengaja Azmi menjatuhkan pulpennya dari tangannya dan meletakkan kepalanya di sebelah kitabnya ,Azmi tertidur pulas.
Tepat pukul 2 Akmal melangkah menuju Masjid untuk tahajjud wajahnya masih sedikit basah karena air wudhu. Di tengah-tengah Akmal berjalan ia melihat Azmi ,Akmal segera menghampiri Azmi.
" Lah ini kan Azmi kok tidur diluar."Akmal ,ia mulai membangunkan Azmi dengan cara menepuk-nepuk pelan wajah Azmi merasa ada ya aneh Akmal menyentuh dahi Azmi.
"Waduh panas banget Azmi, Mi bangun Mi."Akmal.
Azmi membuka matanya dan melihat wajah Akmal yang sedari tadi membangunkannya. Azmi mengangkat kepalanya dan menegakkan tubuhnya.
"Mas Akmal, udah subuh ya mas."Azmi.
"Belum ini masih jam 2 kamu kok tidur di luar."Akmal.
"Iya Azmi habis nulis kitab mas, tolong periksa dong mas. "Azmi memberikan kitab miliknya.
Akmal menerima kitab Ditangan Azmi memeriksa tulisan Azmi.
"Udah benar, jadi kamu semalaman nulis kitab."Akmal.
"Iya mas."jawab Azmi.
"Kamu istirahat aja lagi Azmi, badan kamu panas nih subuh juga masih lama."Akmal.
"Iya mas ,makasih ya mas udah ngebangunin."Azmi.
"Sama-sama."Akmal.
"Kalau gitu ,aku masuk ya mas."Azmi.
"Iya, iya kamu istirahat gih."Akmal.
Azmi mengambil kitabnya dan juga kitab Aban. Azmi masuk ke kamarnya.
Akmal memandang Azmi dan menggelengkan kepalanya beberapa kali.
"Azmi, Azmi, udah ganteng ,suaranya bagus, rajin banget lagi sampai panas gitu badannya."Akmal,ia melanjutkan langkahnya menuju Masjid pesantren.
Sementara Azmi meletakkan kitabnya dan melangkah perlahan menuju tempat tidurnya Ia mulai menggigil kedinginan .Azmi melepas pecinya dan merebahkan tubuhnya berusaha untuk tidur. Rasa dingin semakin menjadi-jadi Azmi merapatkan tubuhnya,menggenggam
kedua tangannya didepan dada.Azmi mencoba untuk tidur.
Tik... Tok.... Tik... Tok...
Suara jam dinding membuat Azmi susah tidur. Hingga adzan subuh berkumandang Ahkam segera bangun menghidupkan lampu dan membangunkan Aban dan Muhklis. Melihat Ahkam, Azmi segera duduk dan berusaha untuk tidak menunjukan kalau dirinya sangat kedinginan.
"Azmi ,baru mau bangunin, yuk wudhu."ajak Ahkam.
"Iya mas."Azmi.
Ahkam dan Muhklis meninggalkan kamar untuk mengambil air wudhu. Aban masih duduk mengumpulkan semua tenaga sembari membersihkan kotoran matanya.
Azmi menghampiri Aban dan berdiri tepat dihadapannya.
"Yuk Ban."Azmi.
"Iya ,yuk."Aban.
Mereka berjalan menuju tempat wudhu sembari memegang sabun dan sikat gigi.
Disaat subuh suasana pesantren yang dingin membuat para santri masih malas untuk menyentuh air. Azmi berusaha melawan rasa dingin yang masuk ke tubuhnya. Azmi menyalakan keran dan mencuci wajahnya walau sebelumnya masih ragu memandang Aban.
Selesai mereka wudhu Azmi semakin menggigil gigi dan tangan Azmi bergetar .Aban merasa khawatir memandang Azmi yang wajahnya pucat ditambah luka yang semakin lebam akibat ulah Zakir semalam. Aban menghentikan langkahnya.
"Azmi, kamu kenapa?. "Aban.
"Hah..Emmmmm..... Gak papa kok Ban ,memang kalau subuh dingin banget."Azmi suaranya bergetar.
"Beneran ,gak papa."Aban.
"Iya ,"Azmi ,perlahan ia melangkah menuju kamarnya sedangkan, Aban semakin khawatir mengikuti langkah kecil Azmi dari belakang.
Di kamar ,Azmi segera membuka lemari mengambil jaketnya dan memasangnya Azmi sudah tidak tahan ia duduk disamping Ahkam yang sedang mengaji. Melihat Azmi, Ahkam menghentikan bacaan Qur'annya dan memandang Azmi.
"Azmi, kamu kenapa?. "tanya Ahkam.
Azmi tidak menjawab.
Ahkam mendekati Azmi dan menyentuh dahinya.
"Azmi panas. "ucap Ahkam kepada Muhklis yang ada disampingnya. Aban segera menghampiri Azmi.
"Pasti gara-gara semalaman Azmi nulis kitab diluar nih mas."Aban.
"Kok kamu kasih Ban ,udah tau diluar dingin."Muhklis.
"Iya ,tapi..."Aban
"Udah bang, mas, aku gak papa kok cuman kedinginan aja."Azmi.
"Gak papa apanya Azmi, badan kamu panas banget."Ahkam.
"Iya Mi, mending kamu istirahat aja."Aban.
"Benar tuh ,kamu sholat disini aja gak bakal dimarahin. Kamu kan sakit."Muhklis.
Azmi bangun .
"Enggak bang ,aku gak papa nih lihat .Yuk Ban ,kita ke Masjid."Azmi melangkah perlahan keluar kamar.
"Azmi ,tunggu."Aban berjalan mengejar Azmi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 240 Episodes
Comments
Dian Anggraeni
Tor kayaknya dirimu punya pengalaman langsung sebagai santri ya ? deskripsinya sangat bagus 😊👏👏👍😍👍👍salam dari Cinta yang Tabu
2020-12-29
2
Desrayanii
5 Like
2020-12-08
1
chonurv
kasihan ASMI. cepat sembuh ya!
2020-10-12
2