Bab 20 Kembali Pulang

"Aku baru saja selesai mandi, Anna. Apa kamu pernah melihat Jonathan mandi dengan pakaian lengkap?!"

"Dia bukan pria tak tahu malu sepertimu!"

"Oh, benarkah?!" Alex tersenyum dan berjalan mendekati Anna ke tempat tidur. "Sebenarnya masih ada hal lain lagi yang bisa dilakukan oleh 'pria tak tahu malu' ini tanpa pakaiannya. Kau mau coba, Anna?" goda Alex seraya bersiap untuk membuka handuk yang sedang dikenakannya.

"Dasar mesum!"

Anna mendorong tubuh Alex dan segera turun dari tempat tidur. Seketika tawa Alex pun pecah. Ia merasa sangat puas karena berhasil menggoda kelinci kecil itu.

Anna berlari ke luar kamarnya untuk menghindari makhluk tampan nan menyebalkan yang selalu saja menggodanya itu. Masih terdengar tawa renyah Alex dari dalam kamar setelah ia berhasil membuat Anna tersipu lagi tadi.

'Dasar pria brengsek! Tidak tahu malu!' umpat Anna. Ia benar-benar kesal karena Alex selalu saja membuat jantungnya berdebar tak karuan.

Anna menoleh saat mendengar pintu kamarnya yang terbuka. Bersamaan dengan munculnya sang iblis tampan yang telah berhasil mengusik ketenangan hidupnya selama beberapa hari terakhir ini.

"Anna, cepatlah bersiap. Aku akan menunggumu di bawah. Kau akan bertemu dengan Mickey," ujar Alex, tetapi Anna tak meresponnya. Wanita itu hanya diam terpaku di tempatnya.

'Sial! Dia tampan sekali,' gumam Anna tanpa sadar yang terus memperhatikan Alex sejak tadi.

Pria itu tampil gaya dengan setelan jas mahalnya. Dipadukan dengan kemeja berwarna merah maroon dan celana slim fit hitam. Dengan postur tubuhnya yang tinggi besar dan wajah tampannya, Alex benar-benar tampak menawan. Sadar jika Anna sedang terpana oleh kharismanya, maka Alex pun kembali menggoda Anna.

"Mengapa melihatku sepertiku? Apa kau mulai tertarik padaku?" Alex berjalan mendekati Anna dengan senyum khas-nya.

"Cih! Kau terlalu percaya diri, Tuan Muda. Nathan seribu kali lebih tampan darimu. Segeralah pergi berobat. Karena tingkat narsismu sudah mencapai level akut," ejek Anna yang membuat senyuman di wajah Alex menghilang seketika.

"Apa katamu?" Alex kesal karena Anna membandingkannya dengan Jonathan.

"Aku bilang tidak semua wanita akan terpesona padamu. Aku adalah salah satunya. Jadi menjauhlah dariku."

"Kau ...!" Alex menunjuk Anna dan menatapnya tajam. Sementara, Anna hanya memasang wajah datar.

Anna memang sengaja mengatakan hal itu tadi. Ia tidak ingin Alex menjadi besar kepala karena mengetahui jika dirinya memang sempat terpana tadi. Anna pun segera meninggalkan Alex dan masuk ke kamarnya, karena jika tidak maka jantungnya akan copot karena terus berdebar kencang.

Alex menatap sosok Anna yang telah menghilang dari balik pintu kamarnya. Ia pun kembali berdecak kesal.

'Cih! Dasar wanita. Perkataan hati dan mulutnya selalu saja berbeda. Lihat saja nanti, aku akan membuatmu mencintaiku juga dan melupakan tunanganmu itu.'

Alex segera keluar dari kamar Anna dan kembali ke kamarnya. Ia harus mengecek keadaan Michael karena ia meninggalkan anak itu semalam bersama dengan seorang pelayan.

"Tuan Muda Williams," sapa pelayan itu saat melihat kedatangan Alex.

"Di mana dia? Mengapa kau berada di luar?" Alex bingung karena pelayan itu malah berdiri di luar pintu kamarnya dan bukan menemani Michael di dalam.

"Putra Anda berada di dalam kamar dan sedang mengamuk. Ia mengusir saya dan tidak mengizinkan saya untuk menemaninya di kamar," terang pelayan wanita itu. Alex pun mengerti jika Michael pasti masih marah karena kejadian semalam.

"Baiklah. Kau pergilah dulu. Biar aku yang mengurusnya."

"Baik, Tuan Muda. Permisi."

Setelah kepergian pelayan itu, Alex pun segera membuka kamarnya. Belum sempat kakinya melangkah masuk ke dalam kamar itu, seketika ia merasakan hujan bantal yang dilempar Michael secara bertubi-tubi. Bantal-bantal itu pun sukses mengenai wajah Alex.

"Om Alex jahat! Aku mau ibu! Aku ingin bertemu ibu!" teriak Michael seraya terus melayangkan beberapa benda lainnya.

Alex segera menghampiri Michael dan menggendongnya, tetapi Michael terus meronta dalam pelukan ayahnya. Bahkan ia menggigit bahu Alex agar pria itu melepaskannya.

"Argh!" Alex meringis pelan, tetapi tetap mendekap erat putranya.

"Lepaskan aku! Aku ingin bertemu ibu!"

"Mickey, jika kau terus bertingkah nakal, maka aku tidak akan membawamu untuk bertemu dengan ibumu lagi."

Ancaman Alex sukses membuat bocah kecil itu tenang dan menghentikan tangisnya. Alex kemudian mengambil tisu dan menyeka air mata di wajah putranya itu.

"Apa kau akan membawaku bertemu ibu?"

"Tergantung pada sikapmu. Jika kau nakal maka aku akan terus mengurungmu di sini."

"Tidak! Aku janji tidak nakal lagi!" Alex tersenyum melihat tatapan penuh harap dari mata Michael.

"Benarkah?"

"Iya, aku janji." Michael menjulurkan kelingking mungilnya ingin melakukan pinky swear dengan Alex.

"Baiklah. Tetapi, kau harus mandi dulu. Setelah itu, kita akan menemui ibumu."

Alex pun membawa bocah kecil itu ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Ini adalah pertama kalinya Alex melayani seseorang. Namun, semua terasa menyenangkan baginya dan ia pun bertekad tidak akan melepaskan mereka lagi dari sisinya.

Alex benar-benar mendalami perannya sebagai seorang ayah. Ia sangat telaten dalam mengurus bocah kecil itu. Kini, Michael telah siap. Ia terlihat imut dalam balutan T-shirt merah dan celana jeans hitamnya. Sangat serasi dengan pakaian yang Alex kenakan hari ini. Dan mereka pun semakin terlihat mirip satu sama lain.

Alex kemudian membawa Michael untuk bertemu dengan Anna di sebuah restoran di lantai bawah. Michael pun segera berlari menghampiri ibunya begitu ia melihat Anna yang telah menunggunya di sana.

"Ibu!"

"Mickey! Sayang!" Anna berlutut dan memeluk erat putranya itu. "Bagaimana keadaanmu? Apa kau baik-baik saja, Sayang?!"

"Aku baik-baik saja, Bu." Michael mengangguk. Anna pun kembali menciumi putra kesayangannya itu.

"Ya, Tuhan. Syukurlah akhirnya Ibu bisa bertemu denganmu lagi."

Alex menghampiri mereka dan segera mengatakan rencananya.

"Aku akan membawa Mickey pulang ke kota C bersamaku. Kau bisa ikut denganku atau kembali ke rumah Jonathan dan melupakan Mickey. Keputusan ada di tanganmu, Anna."

Anna mendongak menatap pria arogan itu. Ia tidak ingin Alex memisahkannya lagi dengan putranya.

"Baiklah. Aku akan mengikuti semua keinginanmu. Tetapi, aku mohon jangan pisahkan lagi Mickey dariku."

"Bagus! Jika kau tetap ingin bersama dengan putramu, kau memang harus mendengarkan semua perkataanku. Mulai sekarang kau harus meninggalkan Jonathan dan pulang denganku ke kota C!"

Anna tahu ia tak mungkin menang melawan Alex dan dia pun tak ingin berpisah lagi dari Michael jadi mau tak mau dia harus mengikuti perkataan Alex. Anna mengangguk menyetujui permintaan Alex. Lebih baik dia yang menderita daripada harus kehilangan putranya. Alex tidak ingin mengancam Anna seperti ini, tetapi ini adalah satu-satunya cara agar dia bisa mendapatkan Anna dan Michael.

.

.

.

Setelah perjalanan panjang dan melelahkan, akhirnya mereka pun tiba di kota C. Alex membawa Anna dan Michael kembali ke kediaman pribadinya.

Rumah yang terdiri dari 3 lantai itu sangatlah mewah dengan berbagai fasilitas tersedia di dalamnya seperti gym, bioskop, kolam renang, ruang baca dengan beragam buku bak perpustakaan nasional dan juga taman bermain.

Terletak di lingkungan dengan keamanan yang sangat ketat dan tidak bisa dilalui oleh kendaraan umum, sehingga membuat suasana tidak bising karena deru kendaraan. Sungguh sangatlah sesuai untuk ditinggali oleh anak kecil seperti Michael.

Di sana juga dekat dengan sekolah terbaik, rumah sakit berfasilitas canggih dan juga pusat perbelanjaan terlengkap. Karena letaknya yang sangat strategis inilah yang membuat harga rumah di sini bernilai sangat fantastis.

Ya, Alex memang mendirikan rumah ini khusus untuknya jika dia menikah nanti. Dia sendiri lebih sering tinggal di apartemennya yang berada dekat dengan kantor atau kembali ke kediaman keluarganya.

"Selamat datang, Tuan Muda Williams," sapa para pelayan saat mereka tiba di pintu masuk.

Alex hanya mengangguk kecil dan kemudian melangkah masuk ke dalam rumah dengan menggendong Michael dan menggandeng tangan Anna.

"Tuan Muda Alex." Kepala pelayan itu maju menghampirinya.

"Anna, ini adalah Charlie Adams. Dia adalah kepala pelayan di sini. Charlie, ini Anna Davis dan Michael mereka akan tinggal di sini mulai sekarang." Alex memperkenalkan mereka.

"Selamat siang, Nyonya Davis, Tuan Muda Kecil. Saya Charlie, Anda bisa memanggil saya kapan pun jika memerlukan sesuatu."

Charlie menyapa Anna dengan hormat. Ini adalah pertama kalinya Alex membawa seorang wanita ke sini. Apalagi dia sekarang sedang menggendong seorang anak kecil dengan penuh perhatian. Dan anak kecil itu sangatlah mirip dengan Alex. Jelas membuat para pelayan itu menjadi heran dan juga penasaran siapa wanita yang sedang bersama dengan majikannya itu.

"Selamat siang, Paman Charlie, panggil saja aku Anna." Anna tersenyum ramah.

"Baiklah, Nona Anna. Saya sudah mempersiapkan kamar untuk Anda dan Tuan Muda Kecil. Silahkan ikuti saya."

Sebelumnya Alex sudah menelepon Charlie dan memintanya untuk menyiapkan 2 buah kamar tamu saat ia tiba nanti. Dan sekarang Charlie mengerti untuk siapa kamar-kamar itu.

"Ehm, baik." Anna mengikuti Charlie, sementara Alex sudah membawa Michael ke taman bermain di halaman belakang.

Mereka pun naik ke lantai 2, di sana terdapat banyak ruangan. Kamar tidur utama terletak di tengah yang merupakan kamar Alex, sedangkan Anna menempati ruangan di sebelah kanan dan sebelah kiri ada kamar Michael yang memang di design khusus untuk di tempati anak-anak.

"Ehm, Paman Charlie, kurasa tak perlu menyiapkan kamar terpisah untuk Mickey. Dia sudah terbiasa tidur denganku. Lagi pula kami tidak akan lama tinggal di sini," tolak Anna.

Baru saja Charlie akan menjawabnya, tiba-tiba datang suara dari arah belakang mereka.

"Mickey sudah besar, dia harus tidur di kamarnya sendiri." Anna melihat Alex yang datang bersama dengan Michael.

"Hey, Sobat Kecil, ini adalah kamarmu, apakah kau suka?" tanya Alex pada putranya.

Michael pun turun dari gendongan Alex dan melihat kamarnya yang terdapat banyak sekali mainan, seketika dia pun merasa senang.

"Iya, Om Alex, aku suka." Michael terlihat sangat gembira, dia segera berlari ke arah tumpukan mainan itu dan mulai memainkannya.

"Mickey, kita hanya akan menginap beberapa hari saja di sini. Jangan merepotkan Om Alex. Tidurlah bersama dengan ibu." Anna membujuk putranya itu agar tidak terlena dengan segala pemberian Alex.

"Kau keluarlah dulu." Alex menyuruh Charlie untuk pergi.

"Baik, Tuan Muda."

"Anna, perlu kau ingat dia adalah putraku jadi dia akan tinggal bersama denganku dan berhak menikmati semua kekayaanku. Dan aku berkewajiban memberikan semua yang terbaik untuknya. Dia sudah besar sekarang dan dia harus belajar mandiri. Maka ia harus punya kamarnya sendiri," terang Alex.

"Tetapi, Mickey memang terbiasa tidur denganku, dia akan menangis jika terbangun di tengah malam dan tak ada orang di sampingnya." Anna tetap bersikeras dengan pendapatnya. Karena ia lebih mengenal Michael dibanding Alex.

"Oh, benarkah? Bagaimana kalau kita bertaruh?" Alex tersenyum menatap Anna.

"Bertaruh?"

"Ya, kita bertaruh. Jika Mickey dapat tidur di kamarnya sendiri dalam beberapa hari ini tanpa menangis, maka aku menang dan kau harus mengabulkan satu permintaanku."

"Bagaimana jika kau kalah?" Anna mulai tertarik dengan tantangan Alex.

"Maka aku yang akan mengabulkan permintaanmu," ujar Alex dengan senyum liciknya.

"Ok, aku setuju." Mereka pun berjabat tangan tanda kesepakatan dimulai.

Anna merasa Alex pasti akan kalah, karena Michael memang selalu ditemani saat tidur olehnya atau pun Jonathan. Jika ia menang, maka Anna akan meminta Alex untuk mengabulkan keinginannya. Anna ingin Alex melepaskannya dan Michael. Ia ingin kembali kepada Jonathan.

"Bagus. Aku pasti menang jadi bersiaplah untuk mengabulkan permintaanku." Alex tersenyum penuh kemenangan.

"Jangan terlalu percaya diri, Tuan Muda. Ingat kau harus menepati janjimu jika kau kalah."

Alex mendekati Anna dan mengurungnya dengan tangannya di dinding. Membuat jarak mereka menjadi sangat dekat.

"Aku pria yang menepati janji, Nona Davis. Lagi pula sepertinya bukan Mickey yang takut untuk tidur sendirian, melainkan kamu. Jika kau kesepian maka kau bisa datang ke kamarku atau kau mau aku yang datang dan menemanimu malam ini?"

Alex memainkan ujung helai rambut Anna dan mencium harum rambut lembutnya. Menatap lekat wanita kecil itu yang wajahnya sudah bersemu merah.

"Dasar tidak tahu malu. Pergi sana!"

Anna mendorong Alex, tetapi pria itu tetap tidak bergerak malah semakin mendekati Anna. Menangkap kedua tangan Anna dan meletakkannya di atas kepalanya. Dengan satu tangan berada di dagu Anna dan perlahan naik ke bibirnya. Membelai lembut bibir merah itu dengan jemarinya. Anna terkejut dan panik dengan perlakuan mesra Alex. Pria ini semakin sering menggodanya.

"Apa yang kau lakukan? Lepaskan aku!"

.

.

.

Terpopuler

Comments

Yeni Setianingsih

Yeni Setianingsih

jahat....jahat...jahat...

2022-08-08

0

Aqiyu

Aqiyu

Jesica yang nikmati kartu hitam Alex ga tahu

2022-04-29

0

Dewie👓

Dewie👓

sebenarnya aku suka katakter alex. tp sampai bab ini kok blm ada permintaan maafnya dan menjelaskan kejadian yg sebenarnya pada mlm itu

2021-12-26

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Lamaran Andrew
2 Bab 2 Pertemuan Pertama
3 Bab 3 Makan Malam Bersama
4 Bab 4 Wedding Day
5 Bab 5 Kegilaan Alex
6 Bab 6 First Time
7 Bab 7 Pamit
8 Bab 8 Jonathan Collin
9 Bab 9 Positif
10 Bab 10 Bayi
11 Bab 11 Awal yang Baru
12 Bab 12 Pertemuan Kembali
13 Bab 13 Alexander dan Michael
14 Bab 14 Permohonan Nyonya Williams
15 Bab 15 Pengakuan Anna
16 Bab 16 Test DNA
17 Bab 17 Disneyland
18 Bab 18 Hasil Lab
19 Bab 19 Dia Putraku
20 Bab 20 Kembali Pulang
21 Bab 21 Kau Lapar?
22 Bab 22 Michael atau Jonathan?
23 Bab 23 Tendangan Maut
24 Bab 24 Panggil Ayah
25 Bab 25 Hadiah Perkenalan
26 Bab 26 Di Mana Adikku
27 Bab 27 Bantu Aku
28 Bab 28 Kejutan Besar
29 Bab 29 Rujuk
30 Bab 30 Jangan Pergi
31 Bab 31 Sarapan Terakhir
32 Bab 32 Selamat Tinggal Anna
33 Bab 33 Mematahkan Dua Hati
34 Bab 34 Karena aku bukan Alex?!
35 Bab 35 Pastikan Kau Meminumnya
36 Bab 36 Cemburu
37 Bab 37 Booking Hotel
38 Bab 38 Hari Ini Libur
39 Bab 39 Aku Rindu Kalian
40 Bab 40 Ada Monster
41 Bab 41 Dilema Hati
42 Bab 42 Melamar Pekerjaan
43 Bab 43 Ayo Bertaruh
44 Bab 44 Sayang Nenek
45 Bab 45 Apa Kau Raja Iblis?
46 Bab 46 Wanita Cantik
47 Bab 47 Belanja Bersama
48 Bab 48 Menaklukan Casanova
49 Bab 49 Aku Akan Datang
50 Bab 50 Taktik Berhasil
51 Bab 51 Pria Licik
52 Bab 52 Samsak Manusia
53 Bab 53 Mari Kita Bicara
54 Bab 54 Bertahan Atau Lupakan
55 Bab 55 Bertemu Malaikat
56 Bab 56 Bahagialah Meski Tanpa Aku
57 Bab 57 Pangeran Tampan Negri Dongeng
58 Bab 58 Peringatan Pertama Dan Terakhir
59 Visual
60 Bab 59 Demon King vs Guardian Angel
61 Bab 60 Aku Mual
62 Bab 61 Kejutan Untuk Andrew
63 Bab 62 Keputusan Nyonya Besar
64 Bab 63 Membawanya Pulang
65 Bab 64 Satu Untukmu, Satu Untukku
66 Bab 65 Dia Mengetahuinya
67 Bab 66 Berusaha Meyakinkannya
68 Bab 67 Menunggu Mu, Melamar Mu
69 Bab 68 Berteman
70 Bab 69 Ingin Menjauhkannya
71 Bab 70 Sehari Bersama Mu
72 Bab 71 Salah Paham
73 Bab 72 Pencemaran Nama Baik
74 Bab 73 Pergi Secepatnya
75 Bab 74 Rencana Pelarian
76 Bab 75 Plan B
77 Bab 76 Pelukan Erat
78 Bab 77 Khawatir
79 Bab 78 Trauma
80 Bab 79 Dia Setuju
81 Bab 80 Bercerai
82 Bab 81 Hanya Kita Berdua
83 Bab 82 Cinta Sejati
84 Bab 83 Kabar Buruk
85 Bab 84 Keluarga Baru
86 Bab 85 Calon Istri Ku
87 Bab 86 Mencari Informasi
88 Bab 87 Belajar Merelakan
89 Bab 88 Secercah Harapan
90 Bab 89 Balasan Kebaikan
91 Bab 90 Kenangan Kincir Ria
92 Bab 91 Nama Yang Dirindukan
93 Bab 92 Tidak Bisa Berjalan Lagi
94 Bab 93 Hadiah Perpisahan Alex
95 Bab 94 Pulang Bersamanya
96 Bab 95 Cucu Baru
97 Bab 96 Bertengkar
98 Bab 97 Tendangan Kecil
99 Bab 98 Meminta Restu
100 Bab 99 Malam Pertama
101 Bab 100 Diagnosis Dokter
102 Bab 101 Tetap Bersamanya
103 Bab 102 Jangan Menyerah
104 Bab 103 Hari H
105 Bab 104 Kejutan Di Hari Pernikahan
106 Bab 105 Boy Band
107 Bab 106 Malam Yang Sempurna
108 Bab 107 Resep Penghilang Kantuk
109 Bab 108 Masih Merindukannya
110 Bab 109 Mengejar Cintanya
111 Bab 110 Konsultan Percintaan
112 Bab 111 Jebakan Marcel
113 Bab 112 Cemburu Buta
114 Bab 113 Mabuk
115 Bab 114 Arti Natal
116 Bab 115 Bujukan Alex
117 Bab 116 Oleh-Oleh
118 Bab 117 Perjamuan Malam Natal
119 Bab 118 Truth Or Dare
120 Bab 119 Doa Yang Terkabulkan
121 Bab 120 Pencuri Malam Hari
122 Bab 121 Lagi
123 Bab 122 Menggodanya
124 Bab 123 Hanya Kamu
125 Bab 124 Tuan Muda Membantu
126 Bab 125 Ungkapan Hatimu, Penyesalanku
127 Bab 126 Berjuang Mendapatkannya
128 Bab 127 Hotel Emperor
129 Bab 128 Pria Menyebalkan
130 Bab 129 Hadiah Natal Dariku
131 Bab 130 Sepenggal Kisah Lama
132 Bab 131 Masa Lalu Yang Suram
133 Bab 132 Pengabdian Leo
134 Bab 133 Kunjungan Pertama
135 Bab 134 Pengawal Bayangan
136 Bab 135 Pria Cacat
137 Bab 136 Cem Bu Ru
138 Bab 137 Paman Tampan
139 Bab 138 Damai
140 Bab 139 Pergi Mencarinya
141 Bab 140 Amarah Terpendam
142 Bab 141 Penyelamatan
143 Bab 142 Malaikat Kecilku, Eve
144 Bab 143 Bantu Aku Atau Menjadi Musuhku
145 Bab 144 Permintaan Ayah
146 Bab 145 Mencari Jesica
147 Bab 146 Suami Takut Istri
148 Bab 147 Nyaman Di Rumah
149 Bab 148 Perjodohan
150 Bab 149 Jerit Malam
151 Bab 150 Memuaskanmu
152 Bab 151 Obat Kuat
153 Bab 152 Satu Minggu
154 Bab 153 Rahasia Lama
155 Bab 154 Efek Menikah
156 Bab 155 Istri Ketiga
157 Bab 156 Mempelai Pria Datang
158 Bab 157 Wanita Pertama Dan Terakhir
159 Bab 158 Masalah Terselesaikan
160 Bab 159 Kekuatan Anna
161 Bab 160 Wanita Williams
162 Bab 161 Asisten Baru
163 Bab 162 Presdir Masa Depan
164 Bab 163 UFO
165 Bab 164 Target Terkunci
166 Bab 165 Kejadian Tak Terduga
167 Bab 166 Memulai Rencana Pertahanan
168 Bab 167 Adu Strategi
169 Bab 168 Kau Milikku
170 Bab 169 Serangan Telak
171 Bab 170 Kartu AS Alex
172 Maaf dan Terima Kasih
173 Bab 171 Menepati Janji
174 Bab 172 Pengakuan Cinta
175 Bab 173 Bermanja Denganmu
176 Bab 174 Sahabat Selamanya
177 Bab 175 Terkecoh
178 Bab 176 Perintah Eksekusi
179 Bab 177 Terus Mencarinya
180 Bab 178 Terlambat
181 Bab 179 Memori Masa Lalu
182 Bab 180 Si Jenius Leo
183 Bab 181 Bertemu Tuan
184 Bab 182 Sister Complex
185 Bab 183 Mirip Dengannya
186 Bab 184 Sakit
187 Bab 185 Kasih Sayang Michael
188 Bab 186 Inggris
189 Bab 187 Kabar Dari Ibu
190 Bab 188 Susu Hamil
191 Bab 189 Tidak Mau Adik
192 Bab 190 Ingin Memilikinya
193 Bab 191 Ninja
194 Bab 192 Hukuman Nicholas
195 Bab 193 Iblis Yang Terluka
196 Bab 194 Berserah Kepada-Nya
197 Bab 195 Tertidur Nyenyak
198 Bab 196 Rindu Ayah
199 Bab 197 Karena Kau Bukan Dia
200 Bab 198 Perhatian Alex
201 Bab 199 Lotus
202 Bab 200 Welcome My Baby
203 Terima Kasih Semuanya
Episodes

Updated 203 Episodes

1
Bab 1 Lamaran Andrew
2
Bab 2 Pertemuan Pertama
3
Bab 3 Makan Malam Bersama
4
Bab 4 Wedding Day
5
Bab 5 Kegilaan Alex
6
Bab 6 First Time
7
Bab 7 Pamit
8
Bab 8 Jonathan Collin
9
Bab 9 Positif
10
Bab 10 Bayi
11
Bab 11 Awal yang Baru
12
Bab 12 Pertemuan Kembali
13
Bab 13 Alexander dan Michael
14
Bab 14 Permohonan Nyonya Williams
15
Bab 15 Pengakuan Anna
16
Bab 16 Test DNA
17
Bab 17 Disneyland
18
Bab 18 Hasil Lab
19
Bab 19 Dia Putraku
20
Bab 20 Kembali Pulang
21
Bab 21 Kau Lapar?
22
Bab 22 Michael atau Jonathan?
23
Bab 23 Tendangan Maut
24
Bab 24 Panggil Ayah
25
Bab 25 Hadiah Perkenalan
26
Bab 26 Di Mana Adikku
27
Bab 27 Bantu Aku
28
Bab 28 Kejutan Besar
29
Bab 29 Rujuk
30
Bab 30 Jangan Pergi
31
Bab 31 Sarapan Terakhir
32
Bab 32 Selamat Tinggal Anna
33
Bab 33 Mematahkan Dua Hati
34
Bab 34 Karena aku bukan Alex?!
35
Bab 35 Pastikan Kau Meminumnya
36
Bab 36 Cemburu
37
Bab 37 Booking Hotel
38
Bab 38 Hari Ini Libur
39
Bab 39 Aku Rindu Kalian
40
Bab 40 Ada Monster
41
Bab 41 Dilema Hati
42
Bab 42 Melamar Pekerjaan
43
Bab 43 Ayo Bertaruh
44
Bab 44 Sayang Nenek
45
Bab 45 Apa Kau Raja Iblis?
46
Bab 46 Wanita Cantik
47
Bab 47 Belanja Bersama
48
Bab 48 Menaklukan Casanova
49
Bab 49 Aku Akan Datang
50
Bab 50 Taktik Berhasil
51
Bab 51 Pria Licik
52
Bab 52 Samsak Manusia
53
Bab 53 Mari Kita Bicara
54
Bab 54 Bertahan Atau Lupakan
55
Bab 55 Bertemu Malaikat
56
Bab 56 Bahagialah Meski Tanpa Aku
57
Bab 57 Pangeran Tampan Negri Dongeng
58
Bab 58 Peringatan Pertama Dan Terakhir
59
Visual
60
Bab 59 Demon King vs Guardian Angel
61
Bab 60 Aku Mual
62
Bab 61 Kejutan Untuk Andrew
63
Bab 62 Keputusan Nyonya Besar
64
Bab 63 Membawanya Pulang
65
Bab 64 Satu Untukmu, Satu Untukku
66
Bab 65 Dia Mengetahuinya
67
Bab 66 Berusaha Meyakinkannya
68
Bab 67 Menunggu Mu, Melamar Mu
69
Bab 68 Berteman
70
Bab 69 Ingin Menjauhkannya
71
Bab 70 Sehari Bersama Mu
72
Bab 71 Salah Paham
73
Bab 72 Pencemaran Nama Baik
74
Bab 73 Pergi Secepatnya
75
Bab 74 Rencana Pelarian
76
Bab 75 Plan B
77
Bab 76 Pelukan Erat
78
Bab 77 Khawatir
79
Bab 78 Trauma
80
Bab 79 Dia Setuju
81
Bab 80 Bercerai
82
Bab 81 Hanya Kita Berdua
83
Bab 82 Cinta Sejati
84
Bab 83 Kabar Buruk
85
Bab 84 Keluarga Baru
86
Bab 85 Calon Istri Ku
87
Bab 86 Mencari Informasi
88
Bab 87 Belajar Merelakan
89
Bab 88 Secercah Harapan
90
Bab 89 Balasan Kebaikan
91
Bab 90 Kenangan Kincir Ria
92
Bab 91 Nama Yang Dirindukan
93
Bab 92 Tidak Bisa Berjalan Lagi
94
Bab 93 Hadiah Perpisahan Alex
95
Bab 94 Pulang Bersamanya
96
Bab 95 Cucu Baru
97
Bab 96 Bertengkar
98
Bab 97 Tendangan Kecil
99
Bab 98 Meminta Restu
100
Bab 99 Malam Pertama
101
Bab 100 Diagnosis Dokter
102
Bab 101 Tetap Bersamanya
103
Bab 102 Jangan Menyerah
104
Bab 103 Hari H
105
Bab 104 Kejutan Di Hari Pernikahan
106
Bab 105 Boy Band
107
Bab 106 Malam Yang Sempurna
108
Bab 107 Resep Penghilang Kantuk
109
Bab 108 Masih Merindukannya
110
Bab 109 Mengejar Cintanya
111
Bab 110 Konsultan Percintaan
112
Bab 111 Jebakan Marcel
113
Bab 112 Cemburu Buta
114
Bab 113 Mabuk
115
Bab 114 Arti Natal
116
Bab 115 Bujukan Alex
117
Bab 116 Oleh-Oleh
118
Bab 117 Perjamuan Malam Natal
119
Bab 118 Truth Or Dare
120
Bab 119 Doa Yang Terkabulkan
121
Bab 120 Pencuri Malam Hari
122
Bab 121 Lagi
123
Bab 122 Menggodanya
124
Bab 123 Hanya Kamu
125
Bab 124 Tuan Muda Membantu
126
Bab 125 Ungkapan Hatimu, Penyesalanku
127
Bab 126 Berjuang Mendapatkannya
128
Bab 127 Hotel Emperor
129
Bab 128 Pria Menyebalkan
130
Bab 129 Hadiah Natal Dariku
131
Bab 130 Sepenggal Kisah Lama
132
Bab 131 Masa Lalu Yang Suram
133
Bab 132 Pengabdian Leo
134
Bab 133 Kunjungan Pertama
135
Bab 134 Pengawal Bayangan
136
Bab 135 Pria Cacat
137
Bab 136 Cem Bu Ru
138
Bab 137 Paman Tampan
139
Bab 138 Damai
140
Bab 139 Pergi Mencarinya
141
Bab 140 Amarah Terpendam
142
Bab 141 Penyelamatan
143
Bab 142 Malaikat Kecilku, Eve
144
Bab 143 Bantu Aku Atau Menjadi Musuhku
145
Bab 144 Permintaan Ayah
146
Bab 145 Mencari Jesica
147
Bab 146 Suami Takut Istri
148
Bab 147 Nyaman Di Rumah
149
Bab 148 Perjodohan
150
Bab 149 Jerit Malam
151
Bab 150 Memuaskanmu
152
Bab 151 Obat Kuat
153
Bab 152 Satu Minggu
154
Bab 153 Rahasia Lama
155
Bab 154 Efek Menikah
156
Bab 155 Istri Ketiga
157
Bab 156 Mempelai Pria Datang
158
Bab 157 Wanita Pertama Dan Terakhir
159
Bab 158 Masalah Terselesaikan
160
Bab 159 Kekuatan Anna
161
Bab 160 Wanita Williams
162
Bab 161 Asisten Baru
163
Bab 162 Presdir Masa Depan
164
Bab 163 UFO
165
Bab 164 Target Terkunci
166
Bab 165 Kejadian Tak Terduga
167
Bab 166 Memulai Rencana Pertahanan
168
Bab 167 Adu Strategi
169
Bab 168 Kau Milikku
170
Bab 169 Serangan Telak
171
Bab 170 Kartu AS Alex
172
Maaf dan Terima Kasih
173
Bab 171 Menepati Janji
174
Bab 172 Pengakuan Cinta
175
Bab 173 Bermanja Denganmu
176
Bab 174 Sahabat Selamanya
177
Bab 175 Terkecoh
178
Bab 176 Perintah Eksekusi
179
Bab 177 Terus Mencarinya
180
Bab 178 Terlambat
181
Bab 179 Memori Masa Lalu
182
Bab 180 Si Jenius Leo
183
Bab 181 Bertemu Tuan
184
Bab 182 Sister Complex
185
Bab 183 Mirip Dengannya
186
Bab 184 Sakit
187
Bab 185 Kasih Sayang Michael
188
Bab 186 Inggris
189
Bab 187 Kabar Dari Ibu
190
Bab 188 Susu Hamil
191
Bab 189 Tidak Mau Adik
192
Bab 190 Ingin Memilikinya
193
Bab 191 Ninja
194
Bab 192 Hukuman Nicholas
195
Bab 193 Iblis Yang Terluka
196
Bab 194 Berserah Kepada-Nya
197
Bab 195 Tertidur Nyenyak
198
Bab 196 Rindu Ayah
199
Bab 197 Karena Kau Bukan Dia
200
Bab 198 Perhatian Alex
201
Bab 199 Lotus
202
Bab 200 Welcome My Baby
203
Terima Kasih Semuanya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!