"Ti ... dak. Hen ... tikan!"
Bukk!
Anna menginjak kaki Alex dengan kencang, tetapi bukannya terlepas malah membuat Alex semakin marah. Ia pun menghempaskan tubuh gadis itu ke atas tempat tidur.
"Jadi kau suka bermain kasar yah?! Baik, lihat bagaimana aku menanganimu malam ini!"
Alex mulai melepaskan baju yang melekat pada tubuhnya dan kembali menyerang Anna. Dia merobek baju gadis itu dan melemparkannya sembarangan.
Anna hanya bisa menangis dan meronta, memohon agar Alex melepaskannya. Namun, Alex sudah benar-benar kehilangan dirinya. Dia tidak mempedulikan lagi tangisan gadis itu.
Desahan Anna saat Alex menciumi dada dan lehernya semakin membakar gairah Alex.
Dia pun semakin beringas. Alex bahkan mencekik leher Anna saat gadis kecil itu mencoba melarikan diri lagi.
"Patuhlah! Atau kubunuh kamu!" ancam Alex.
Ketika Anna hampir kehabisan nafas, Alex pun melepaskan cekikkannya dan mulai melancarkan kembali aksinya. Kini tak ada sehelai benang pun pada tubuh keduanya.
"Argh! Sakit!" pekik Anna saat Alex dengan kasar merenggut kesuciannya.
"Jadi ini yang pertama kalinya. Hah?! Aku akan membuatmu merasakan indahnya dunia, gadis kecil!"
Alex seperti binatang buas, dia tak melepaskan Anna, menyiksanya berkali-kali malam ini. Anna hanya bisa menangis menerima perlakuan kasar Alex.
Menangis meratapi nasib buruknya. Kesuciannya direnggut paksa oleh pria asing di malam pertama pernikahannya.
"Hentikan ... sakit ...," lirih Anna. Gadis itu terus terisak sebelum akhirnya ia kehilangan kesadarannya.
'Kak Andrew, tolong Anna ....'
.
.
.
Pagi Hari
Suara dering telepon membangunkan Alex.
"Argh! Sial! Kepalaku sakit sekali," ujar Alex seraya memegangi kepalanya.
Telepon itu pun kembali berdering. Alex bangkit duduk dan mencari handphonenya. Ia pun menemukan handphone itu di lantai tepat di bawah kakinya.
"Halo."
"Selamat pagi, Presdir Alex. Apakah Anda sudah siap? Pesawatnya akan berangkat sebentar lagi."
Leo asisten pribadi Alex meneleponnya untuk menjemput Alex ke bandara karena pagi ini mereka harus segera kembali ke Jepang.
"Baiklah. Tunggu aku di lobby hotel, aku akan turun. Oh ya, tolong siapkan obat penghilang mabuk, kepalaku sakit sekali."
"Baik, Presdir."
Ketika Alex berbalik, dia terkejut karena mendapati bahwa ada seorang gadis yang sedang tertidur di kasur itu bersamanya. Gadis itu membelakangi Alex sehingga dia tidak dapat melihat dengan jelas wajahnya.
Namun, melihat kekacauan yang terjadi di dalam kamar itu dan noda bercak darah yang terdapat di sprei, Alex pun mengerti apa yang telah terjadi semalam.
'Sial! Apa yang telah kulakukan?! Sepertinya semalam ada yang meracuniku.'
Dengan cepat Alex memakai kembali pakaiannya dan mengeluarkan sebuah kartu dari dalam dompetnya.
Alex pun menuliskan nomor PIN kartu itu dan sebuah catatan di selembar kertas dan meletakkannya di atas nakas.
'Maaf, aku mabuk semalam. Semoga ini dapat mengganti kerugianmu.'
Dia pun keluar dari kamar tanpa ingin tahu siapa gadis itu sebenarnya. Dia berpikir itu adalah ulah Jason dan Christian atau bahkan orang tuanya yang memang selalu memaksanya untuk menikah.
Di lobby hotel, Leo sudah menunggu kedatangan Bossnya itu.
"Presdir," sapa Leo seraya menundukkan kepalanya yang hanya dibalas dengan anggukan kecil oleh Alex.
Sesampainya di dalam mobil, Leo lalu memberikan Alex obat penghilang mabuk.
"Bangunkan aku ketika kita sudah sampai bandara. Aku akan beristirahat sebentar."
"Baik, Presdir!"
Alex pun memejamkan matanya dan bersandar pada kursi belakang mobil karena kepalanya masih terasa pusing. Ia segera menuju ke bandara tanpa tahu bahwa dirinya telah menyebabkan sebuah tragedi besar.
.
.
.
Tak lama berselang setelah mobil Alex pergi, Andrew pun kembali ke hotel. Semalam setelah membersihkan dirinya, Andrew pun tertidur karena lelah dan lupa mengabari Anna.
Begitu bangun dia langsung meninggalkan Wilona yang masih terlelap dan kembali ke hotel untuk menemui Anna.
Andrew begitu terkejut ketika dia memasuki kamarnya dan melihat kekacauan yang terjadi di sana.
Baju Anna berserakan di lantai dan dia tertidur tanpa busana dengan hanya tertutupi oleh sebuah selimut tipis. Bercak merah di sprei itu membuat Andrew semakin naik pitam.
"Anna! Anna! Bangun! Bangun kataku!" bentak Andrew.
Mendengar teriakan Andrew, Anna pun perlahan membuka matanya dan ketika akan berbalik dia merasakan sakit pada seluruh tubuhnya terutama di bagian intimnya.
"Ugh ... sakit sekali," lirihnya.
Seketika bayangan kejadian semalam pun melintas di benaknya. Dengan cepat Anna duduk dan mendongakkan kepalanya.
"Kak ..., Kak Andrew ...," panggil Anna pelan. Ia terkejut dan ketakutan karena melihat raut wajah marah Andrew yang sangat mengerikan.
"Apa yang terjadi, Anna?! Kau tak sabar menungguku dan menikmati malam bersama pria lain. Hah?!"
Anna menutupi tubuhnya dengan selimut dan bangkit dari tempat tidur. Dengan menahan sakit pada pangkal pahanya, dia menghampiri Andrew dan memegang tangan suaminya itu.
"Tidak. Bukan begitu, Kak. Semalam aku di ...."
"Cukup!" tukas Andrew cepat menghentikan perkataan Anna.
"Kau sangat menjijikan! Jangan dekati aku!"
Andrew menghempaskan tangan Anna. Dia merasa jijik dan sangat marah pada Anna.
"Tunggu, Kak. Dengarkan penjelasanku dulu. Aku ...."
"Diam, Anna! Kau membuatku muak!" teriak Andrew.
Suara amarah Andrew yang menggelegar terdengar sampai ke depan pintu oleh kedua orang tua Anna dan Andrew.
Mereka memang sengaja datang ke kamar anaknya karena ingin mengajak pengantin baru itu sarapan pagi bersama sebelum melepas mereka untuk pergi berbulan madu.
Namun, ketika baru saja akan mengetuk pintu, mereka mendengar suara Andrew yang sedang marah besar. Dan mereka pun sangat khawatir karena Andrew jarang sekali marah apalagi sampai berteriak seperti itu.
"Andrew! Andrew! Ada apa?! Buka pintunya!"
Daniel mulai mengetuk pintu dan memanggil-manggil putra bungsunya itu.
"Andrew! Buka pintunya, Sayang! Ini Ibu, Nak!" Rose pun ikut mengetuk pintu itu dengan keras.
Andrew kemudian melangkah dan membuka pintunya. Ketika mereka masuk ke dalam kamar, mereka melihat Andrew yang sedang marah. Sedangkan, Anna terduduk di lantai dengan hanya mengenakan selimut membalut tubuhnya dan menangis.
Maria pun segera menutup tubuh putrinya itu dengan sweater yang dikenakannya.
"Ada apa ini?! Apa yang terjadi?!"
Henry mulai bertanya, karena bingung dengan keadaan di kamar ini.
Andrew diam saja dan tak menjawab pertanyaan ayah mertuanya itu. Dia terlihat sedang menahan amarahnya.
"Anna, ada apa? Apa yang terjadi?"
Maria bertanya pada Anna sambil merangkul tubuh gadis itu.
"Ibu, ... aku ... aku ...," ucap Anna terbata dan tak sanggup melanjutkan kata-katanya. Ia hanya tertunduk malu sambil menangis.
"Ya, Tuhan! Ada apa ini?!"
Tiba-tiba terdengar suara Jesica dari arah pintu yang belum tertutup karena Daniel dan Rose masih berada di ambang pintu.
Semalaman Jesica menunggu Alex di kamarnya, tetapi pria itu tak kunjung datang hingga pagi hari. Maka dia pun keluar dari kamar itu dan ketika melewati kamar Andrew, dia tahu pasti sedang terjadi sesuatu di sana.
Karena kurang tidur dan rencananya untuk menaklukan Alex telah gagal maka dia sangat kesal pagi ini dan bersiap membuat masalah.
"Tante, apa yang terjadi?"
Jesica bertanya lagi kepada Rose, tetapi tetap tak ada yang menjawab pertanyaannya. Karena mereka juga baru tiba dan Andrew pun belum menjelaskan apa yang terjadi pagi ini.
Namun, setelah Jesica melihat raut wajah Andrew yang terlihat sangat marah dan Anna yang menangis terduduk di lantai, dia pun sepertinya mengerti apa yang telah terjadi.
'Apa mungkin Alex yang berada di sini semalam? Kamar Andrew dan Alex tidak terlalu jauh sedangkan, aku sudah memberi Alex obat perangsang itu dengan dosis berlipat dan dia tak mungkin bisa pergi jauh.
Andrew pun masih mengenakan pakaian lengkap, tetapi Anna ... keadaannya sangat kacau. Ada bekas cekikan di lehernya dan cengkeraman di kedua tangannya. Gawat! Alex pasti menggila semalam.
Sial! Jadi gadis bodoh ini yang menggagalkan rencanaku. Lihat saja pembalasanku!'
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 203 Episodes
Comments
Aqiyu
lagian Adrew kenapa pergi sama mantan. ini bukan salah Anna
2022-04-29
0
Eli Lahat
salah Andrew lebih peduli sama mantan ketimbang dg istrinya
2022-04-28
0
Sriyanti Anjar
kasian anna
2021-10-01
0