Bab 9 Positif

"Selamat pagi, Anna," sapa seorang pria tampan kepadanya setelah Anna membuka pintu.

"Tu ... Tuan Collin?! Mengapa anda di sini?!"

Anna benar-benar terkejut melihat kedatangan bossnya di rumahnya sepagi ini.

"Saya akan membawamu ke rumah sakit untuk pemeriksaan lanjutan hari ini."

"Apa?! Te ... tetapi, Tuan ...."

Anna sudah melupakan jadwal pemeriksaannya pagi ini. Baginya dia baik-baik saja dan untuk apa membuang-buang uang untuk biaya ke rumah sakit lebih baik dia pakai untuk kebutuhannya sehari-hari.

"Ini sudah dijadwalkan oleh dokter dan kamu harus melakukannya. Kalau tidak diperiksa bagaimana jika kamu mempunyai penyakit yang membahayakan kami semua?!"

Jonathan sengaja memprovokasi Anna agar gadis itu mau ikut dengannya ke rumah sakit.

"Penyakit berbahaya?!"

Anna kaget dengan perkataan Jonathan. Bagaimana bisa dia mempunyai penyakit berbahaya? Dia merasa baik-baik saja selama ini.

"Ehm ... benar. Kau akan membahayakan seluruh pegawai dan pelanggan restoran jika penyakitmu tidak diperiksa."

'Membahayakan para pelanggan dan teman-temanku di restoran?! Tidak, ini tidak boleh terulang lagi!'

Dia teringat akan para pelanggan yang keracunan makanan di restoran ayahnya dulu. Walaupun dia yakin itu bukan salah ayahnya, tetapi dia juga tidak mau hal ini terjadi lagi di restoran tempatnya bekerja sekarang. Dia benar-benar tidak bisa menanggungnya lagi.

"Baiklah, Tuan Collin, saya akan ikut dengan anda. Tetapi, bisakah anda menunggu sebentar? Saya akan menyiapkan keperluan ibu saya dulu."

Dia memang harus menyiapkan sarapan dan keperluan lainnya untuk ibunya, baru setelah itu dia bisa meninggalkan ibunya sendiri di rumah. Anna tak mempunyai uang lebih untuk menyewa jasa pengasuh untuk ibunya.

"Baiklah, tidak apa-apa. Lagi pula ini masih terlalu pagi," jawab Jonathan santai seraya berlalu masuk ke dalam rumah dan langsung duduk di sofa tanpa permisi.

'Sudah tahu ini masih pagi, lalu kenapa kamu ada di rumah orang?! Ini masih jam 6.05 pagi!'

"Hehe ... iya benar, ini masih pagi." Anna hanya bisa tersenyum canggung pada Jonathan.

"Tunggu saya sebentar, Tuan. Saya akan segera bersiap. Permisi," ucap Anna yang langsung pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan ibunya.

Jonathan hanya tersenyum melihat tingkah lucu Anna. Gadis itu lebih fresh di pagi hari. Masih mengenakan kaos putih dan celana pendek hitam, rambut panjangnya yang terurai benar-benar sesuai dengan usia mudanya.

Karena Jonathan sehari-hari selalu melihat Anna dengan pakaian pelayan restoran dan rambut yang digulung rapi.

Jonathan bosan hanya duduk-duduk di sofa, dia pun bangkit dan melihat-lihat foto Anna dan keluarganya. Terdapat foto mereka sekeluarga yang sedang tertawa gembira dan ada juga foto-foto Anna lainnya yang menampilkan senyum cerah gadis itu. Tidak seperti Anna yang sekarang yang selalu tampak dewasa dan menutup dirinya.

'Apa yang telah dilalui gadis ini? Mengapa membuatnya seakan berubah?'

Saat sedang asik menatap foto Anna, tiba-tiba dari belakang terdengar suara terkejut Maria.

"Siapa kamu?! Apa yang kamu lakukan di sini?!"

Jonathan membalikkan tubuhnya dan melihat ada seorang wanita paruh baya sedang menunjuk ke arahnya. Dia adalah wanita yang berfoto dengan Anna.

"Selamat pagi, Nyonya Davis, saya Jonathan Collin teman Anna," sapa Jonathan lembut yang mengetahui bahwa wanita ini adalah ibu Anna.

"Teman Anna? Apakah anda bekerja di restoran juga? Apakah anda sudah bertemu dengan ayahnya Anna? Bisakah anda agar menyuruhnya untuk segera pulang?"

Jonathan hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu, ia tampak kebingungan dengan banyaknya pertanyaan yang dilontarkan oleh Maria.

Anna yang mengetahui ibunya tidak berada di dalam kamar pun langsung bergegas ke ruang tamu untuk mencari ibunya.

Dan benar saja, ibunya memang berada di sana bersama Jonathan yang tampaknya kebingungan.

"Maaf, Tuan Collin, ibu saya kurang sehat. Jangan dengarkan kata-katanya."

Anna meminta maaf atas sikap ibunya yang selalu bertanya kapan suaminya pulang kepada semua yang dijumpainya. Bahkan para tetangga pun sudah paham jika Maria sangat terguncang atas meninggalnya suaminya.

"Gadis bodoh! Kamu menyumpahi ibumu ini agar sakit ya? Lihat aku baik-baik saja, hanya merindukan suamiku pulang. Tetapi, kamu malah membawa seorang pria asing ke rumah. Bagaimana jika sampai Andrew mengetahuinya? Dia pasti akan marah! Cepat usir dia!" teriak Maria marah.

"Eh ... tunggu dulu! Bagaimana bisa dia ada di sini sepagi ini? Jangan bilang kalau tadi malam dia menginap di sini?" Maria mulai mengoceh tak karuan.

Anna hanya bisa meminta maaf pada Jonathan yang sekarang benar-benar tampak bingung dan canggung.

"Ibu, ini Tuan Collin. Beliau adalah pemilik restoran tempat Anna bekerja," terang Anna.

"Pemilik restoran? Apakah ayahmu sudah menjual restorannya? Dimana dia sekarang? Lalu bagaimana denganku?" tanya Maria yang mengira bahwa Jonathan yang telah mengambil alih restoran suaminya itu.

Anna baru saja ingin menjelaskan kepada ibunya, tetapi tiba-tiba Maria berteriak.

"Tidak! Suamiku ...! Suamiku ...! Dia tidak bersalah! Jangan tangkap dia!" Maria berteriak histeris, teringat saat Henry ditangkap polisi.

Anna segera memeluk ibunya dan mencoba menenangkan wanita itu.

"Ibu ...! Ibu ...! Tenanglah dulu. Ayah baik-baik saja, Bu. Ayah akan pulang sebentar lagi. Ibu jangan menangis lagi jika tidak nanti ayah akan sedih melihatmu seperti ini."

"Benarkah dia akan segera pulang?" tanya Maria seraya mengubah ekspresi wajahnya dengan cepat.

"Iya, benar, Bu. Tetapi, ibu jangan menangis lagi yah?"

"Baik ... baik ... ibu tidak akan menangis lagi. Ibu akan menunggunya pulang."

Anna pun menghela napasnya lega melihat ibunya yang sudah kembali tenang.

"Ibu, sarapanlah dulu, aku sudah menyiapkannya untukmu."

Anna membawa ibunya ke dalam dan meninggalkan Jonathan sendirian yang masih tercengang melihat kejadian tadi.

'Ya, Tuhan. Apa yang sebenarnya telah dilalui gadis itu? Sepertinya dia menyimpan luka yang sangat dalam.'

Setelah beberapa saat Anna pun kembali ke ruang tamu dan menemui Jonathan.

"Maaf, Tuan Collin, atas sikap ibu saya tadi. Itu pasti sangat mengejutkan anda." Anna meminta maaf pada Jonathan.

"Tidak apa-apa. Tetapi, apa yang terjadi pada ibumu? Apakah beliau baik-baik saja?" Jonathan teringat akan perubahan sikap Maria tadi.

"Tidak apa-apa. Ibu memang agak terguncang dengan berita kepergian ayah. Ibu masih mengganggap ayah masih hidup dan selalu menunggunya pulang setiap hari." Kenang Anna mengingat kematian ayahnya yang tragis.

"Oh, maaf, aku tidak tahu."

"Tidak apa-apa, Tuan Collin. Itu sudah berlalu."

"Ehm ... lalu siapa Andrew? Mengapa ibumu sangat marah dan mau mengusirku tadi?"

Jonathan sangat penasaran dengan pria yang disebutkan Maria tadi. Apa dia adalah ayah bayi dalam kandungan Anna.

"Dia ... ah, bukankah kita mau pergi ke rumah sakit? Saya sudah siap. Ayo kita pergi."

Anna tidak ingin menceritakan tentang masa lalunya pada Jonathan. Ia pun mengalihkan pembicaraan Jonathan. Namun, pria itu menjadi semakin penasaran dengan Anna.

"Lalu bagaimana dengan ibumu? Apa tidak apa-apa meninggalkan dia sendirian di rumah?" tanya Jonathan khawatir.

"Tidak apa-apa. Selama tidak ada yang mengingatkannya soal ayah maka dia akan baik-baik saja. Saya juga sudah menitipkannya pada bibi tetangga, mereka akan menelepon jika ada masalah," terang Anna.

"Begitu? Baiklah, ayo kita berangkat."

.

.

.

Setelah beberapa saat berkendara, Jonathan pun menghentikan laju mobilnya.

"Ayo turun," ajak Jonathan yang membuat gadis itu kebingungan melihat tempat mereka berada sekarang.

'Bukankah tadi dia bilang akan membawaku pergi ke rumah sakit? Lalu mengapa sekarang malah pergi ke tempat ini?'

"Jadwal check up nya jam 9, kita akan sarapan dulu. Ayo kita turun," terang Jonathan yang melihat Anna tak kunjung turun juga dari mobil.

'Jadwal check up jam 9? Lalu mengapa dia sudah sampai di rumahku jam 6 pagi tadi? Apa memang benar penyakitku ini sangat berbahaya sehingga dia cepat-cepat ingin memeriksakannya?!'

Anna pun akhirnya turun dari mobil mengikuti langkah Jonathan yang sudah menuju ke arah restoran.

.

.

.

Rumah Sakit

Setelah Anna sampai ke ruang pemeriksaan, dia semakin bingung karena dokter melakukan USG kepadanya.

'Aku memang sering mual dan muntah, apakah karena lambungku bermasalah?'

Anna mengira jika ia mempunyai masalah lambung, maka dokter itu pun melakukan USG untuk memeriksanya.

"Tolong panggil dia masuk," ucap dokter Lucy kepada seorang perawat yang kemudian keluar sebentar dan masuk lagi bersama dengan Jonathan yang membuat Anna semakin malu dan bingung.

'Apa perlu menyampaikan langsung penyakitku kepada orang lain? Apakah tidak bisa jika mengatakannya saja dulu padaku?'

"Selamat, Tuan Davis, bayinya sehat."

Jonathan sudah tidak kaget lagi jika dipanggil dengan nama Davis hanya terlihat agak kecewa ternyata Anna benar hamil.

"Hah?! Bayi?! Aku ... hamil?!"

.

.

.

Terpopuler

Comments

Mila Ikhtiardhi

Mila Ikhtiardhi

maaf yaa thor, kalau bisa penggunaan kata "bodoh"nya di hilangkan. seperti "anak bodoh, gadis bodoh, pokoknya yang ada bodoh2nya. mendingan diganti kata yang lebih pas biar dibacanya juga enak. 🙏🏻

2023-01-21

0

Yeni Setianingsih

Yeni Setianingsih

kuat banget ana,semangat y sayang🥺🥺🥺

2022-08-08

0

Eli Lahat

Eli Lahat

lanjut thor

2022-04-28

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Lamaran Andrew
2 Bab 2 Pertemuan Pertama
3 Bab 3 Makan Malam Bersama
4 Bab 4 Wedding Day
5 Bab 5 Kegilaan Alex
6 Bab 6 First Time
7 Bab 7 Pamit
8 Bab 8 Jonathan Collin
9 Bab 9 Positif
10 Bab 10 Bayi
11 Bab 11 Awal yang Baru
12 Bab 12 Pertemuan Kembali
13 Bab 13 Alexander dan Michael
14 Bab 14 Permohonan Nyonya Williams
15 Bab 15 Pengakuan Anna
16 Bab 16 Test DNA
17 Bab 17 Disneyland
18 Bab 18 Hasil Lab
19 Bab 19 Dia Putraku
20 Bab 20 Kembali Pulang
21 Bab 21 Kau Lapar?
22 Bab 22 Michael atau Jonathan?
23 Bab 23 Tendangan Maut
24 Bab 24 Panggil Ayah
25 Bab 25 Hadiah Perkenalan
26 Bab 26 Di Mana Adikku
27 Bab 27 Bantu Aku
28 Bab 28 Kejutan Besar
29 Bab 29 Rujuk
30 Bab 30 Jangan Pergi
31 Bab 31 Sarapan Terakhir
32 Bab 32 Selamat Tinggal Anna
33 Bab 33 Mematahkan Dua Hati
34 Bab 34 Karena aku bukan Alex?!
35 Bab 35 Pastikan Kau Meminumnya
36 Bab 36 Cemburu
37 Bab 37 Booking Hotel
38 Bab 38 Hari Ini Libur
39 Bab 39 Aku Rindu Kalian
40 Bab 40 Ada Monster
41 Bab 41 Dilema Hati
42 Bab 42 Melamar Pekerjaan
43 Bab 43 Ayo Bertaruh
44 Bab 44 Sayang Nenek
45 Bab 45 Apa Kau Raja Iblis?
46 Bab 46 Wanita Cantik
47 Bab 47 Belanja Bersama
48 Bab 48 Menaklukan Casanova
49 Bab 49 Aku Akan Datang
50 Bab 50 Taktik Berhasil
51 Bab 51 Pria Licik
52 Bab 52 Samsak Manusia
53 Bab 53 Mari Kita Bicara
54 Bab 54 Bertahan Atau Lupakan
55 Bab 55 Bertemu Malaikat
56 Bab 56 Bahagialah Meski Tanpa Aku
57 Bab 57 Pangeran Tampan Negri Dongeng
58 Bab 58 Peringatan Pertama Dan Terakhir
59 Visual
60 Bab 59 Demon King vs Guardian Angel
61 Bab 60 Aku Mual
62 Bab 61 Kejutan Untuk Andrew
63 Bab 62 Keputusan Nyonya Besar
64 Bab 63 Membawanya Pulang
65 Bab 64 Satu Untukmu, Satu Untukku
66 Bab 65 Dia Mengetahuinya
67 Bab 66 Berusaha Meyakinkannya
68 Bab 67 Menunggu Mu, Melamar Mu
69 Bab 68 Berteman
70 Bab 69 Ingin Menjauhkannya
71 Bab 70 Sehari Bersama Mu
72 Bab 71 Salah Paham
73 Bab 72 Pencemaran Nama Baik
74 Bab 73 Pergi Secepatnya
75 Bab 74 Rencana Pelarian
76 Bab 75 Plan B
77 Bab 76 Pelukan Erat
78 Bab 77 Khawatir
79 Bab 78 Trauma
80 Bab 79 Dia Setuju
81 Bab 80 Bercerai
82 Bab 81 Hanya Kita Berdua
83 Bab 82 Cinta Sejati
84 Bab 83 Kabar Buruk
85 Bab 84 Keluarga Baru
86 Bab 85 Calon Istri Ku
87 Bab 86 Mencari Informasi
88 Bab 87 Belajar Merelakan
89 Bab 88 Secercah Harapan
90 Bab 89 Balasan Kebaikan
91 Bab 90 Kenangan Kincir Ria
92 Bab 91 Nama Yang Dirindukan
93 Bab 92 Tidak Bisa Berjalan Lagi
94 Bab 93 Hadiah Perpisahan Alex
95 Bab 94 Pulang Bersamanya
96 Bab 95 Cucu Baru
97 Bab 96 Bertengkar
98 Bab 97 Tendangan Kecil
99 Bab 98 Meminta Restu
100 Bab 99 Malam Pertama
101 Bab 100 Diagnosis Dokter
102 Bab 101 Tetap Bersamanya
103 Bab 102 Jangan Menyerah
104 Bab 103 Hari H
105 Bab 104 Kejutan Di Hari Pernikahan
106 Bab 105 Boy Band
107 Bab 106 Malam Yang Sempurna
108 Bab 107 Resep Penghilang Kantuk
109 Bab 108 Masih Merindukannya
110 Bab 109 Mengejar Cintanya
111 Bab 110 Konsultan Percintaan
112 Bab 111 Jebakan Marcel
113 Bab 112 Cemburu Buta
114 Bab 113 Mabuk
115 Bab 114 Arti Natal
116 Bab 115 Bujukan Alex
117 Bab 116 Oleh-Oleh
118 Bab 117 Perjamuan Malam Natal
119 Bab 118 Truth Or Dare
120 Bab 119 Doa Yang Terkabulkan
121 Bab 120 Pencuri Malam Hari
122 Bab 121 Lagi
123 Bab 122 Menggodanya
124 Bab 123 Hanya Kamu
125 Bab 124 Tuan Muda Membantu
126 Bab 125 Ungkapan Hatimu, Penyesalanku
127 Bab 126 Berjuang Mendapatkannya
128 Bab 127 Hotel Emperor
129 Bab 128 Pria Menyebalkan
130 Bab 129 Hadiah Natal Dariku
131 Bab 130 Sepenggal Kisah Lama
132 Bab 131 Masa Lalu Yang Suram
133 Bab 132 Pengabdian Leo
134 Bab 133 Kunjungan Pertama
135 Bab 134 Pengawal Bayangan
136 Bab 135 Pria Cacat
137 Bab 136 Cem Bu Ru
138 Bab 137 Paman Tampan
139 Bab 138 Damai
140 Bab 139 Pergi Mencarinya
141 Bab 140 Amarah Terpendam
142 Bab 141 Penyelamatan
143 Bab 142 Malaikat Kecilku, Eve
144 Bab 143 Bantu Aku Atau Menjadi Musuhku
145 Bab 144 Permintaan Ayah
146 Bab 145 Mencari Jesica
147 Bab 146 Suami Takut Istri
148 Bab 147 Nyaman Di Rumah
149 Bab 148 Perjodohan
150 Bab 149 Jerit Malam
151 Bab 150 Memuaskanmu
152 Bab 151 Obat Kuat
153 Bab 152 Satu Minggu
154 Bab 153 Rahasia Lama
155 Bab 154 Efek Menikah
156 Bab 155 Istri Ketiga
157 Bab 156 Mempelai Pria Datang
158 Bab 157 Wanita Pertama Dan Terakhir
159 Bab 158 Masalah Terselesaikan
160 Bab 159 Kekuatan Anna
161 Bab 160 Wanita Williams
162 Bab 161 Asisten Baru
163 Bab 162 Presdir Masa Depan
164 Bab 163 UFO
165 Bab 164 Target Terkunci
166 Bab 165 Kejadian Tak Terduga
167 Bab 166 Memulai Rencana Pertahanan
168 Bab 167 Adu Strategi
169 Bab 168 Kau Milikku
170 Bab 169 Serangan Telak
171 Bab 170 Kartu AS Alex
172 Maaf dan Terima Kasih
173 Bab 171 Menepati Janji
174 Bab 172 Pengakuan Cinta
175 Bab 173 Bermanja Denganmu
176 Bab 174 Sahabat Selamanya
177 Bab 175 Terkecoh
178 Bab 176 Perintah Eksekusi
179 Bab 177 Terus Mencarinya
180 Bab 178 Terlambat
181 Bab 179 Memori Masa Lalu
182 Bab 180 Si Jenius Leo
183 Bab 181 Bertemu Tuan
184 Bab 182 Sister Complex
185 Bab 183 Mirip Dengannya
186 Bab 184 Sakit
187 Bab 185 Kasih Sayang Michael
188 Bab 186 Inggris
189 Bab 187 Kabar Dari Ibu
190 Bab 188 Susu Hamil
191 Bab 189 Tidak Mau Adik
192 Bab 190 Ingin Memilikinya
193 Bab 191 Ninja
194 Bab 192 Hukuman Nicholas
195 Bab 193 Iblis Yang Terluka
196 Bab 194 Berserah Kepada-Nya
197 Bab 195 Tertidur Nyenyak
198 Bab 196 Rindu Ayah
199 Bab 197 Karena Kau Bukan Dia
200 Bab 198 Perhatian Alex
201 Bab 199 Lotus
202 Bab 200 Welcome My Baby
203 Terima Kasih Semuanya
Episodes

Updated 203 Episodes

1
Bab 1 Lamaran Andrew
2
Bab 2 Pertemuan Pertama
3
Bab 3 Makan Malam Bersama
4
Bab 4 Wedding Day
5
Bab 5 Kegilaan Alex
6
Bab 6 First Time
7
Bab 7 Pamit
8
Bab 8 Jonathan Collin
9
Bab 9 Positif
10
Bab 10 Bayi
11
Bab 11 Awal yang Baru
12
Bab 12 Pertemuan Kembali
13
Bab 13 Alexander dan Michael
14
Bab 14 Permohonan Nyonya Williams
15
Bab 15 Pengakuan Anna
16
Bab 16 Test DNA
17
Bab 17 Disneyland
18
Bab 18 Hasil Lab
19
Bab 19 Dia Putraku
20
Bab 20 Kembali Pulang
21
Bab 21 Kau Lapar?
22
Bab 22 Michael atau Jonathan?
23
Bab 23 Tendangan Maut
24
Bab 24 Panggil Ayah
25
Bab 25 Hadiah Perkenalan
26
Bab 26 Di Mana Adikku
27
Bab 27 Bantu Aku
28
Bab 28 Kejutan Besar
29
Bab 29 Rujuk
30
Bab 30 Jangan Pergi
31
Bab 31 Sarapan Terakhir
32
Bab 32 Selamat Tinggal Anna
33
Bab 33 Mematahkan Dua Hati
34
Bab 34 Karena aku bukan Alex?!
35
Bab 35 Pastikan Kau Meminumnya
36
Bab 36 Cemburu
37
Bab 37 Booking Hotel
38
Bab 38 Hari Ini Libur
39
Bab 39 Aku Rindu Kalian
40
Bab 40 Ada Monster
41
Bab 41 Dilema Hati
42
Bab 42 Melamar Pekerjaan
43
Bab 43 Ayo Bertaruh
44
Bab 44 Sayang Nenek
45
Bab 45 Apa Kau Raja Iblis?
46
Bab 46 Wanita Cantik
47
Bab 47 Belanja Bersama
48
Bab 48 Menaklukan Casanova
49
Bab 49 Aku Akan Datang
50
Bab 50 Taktik Berhasil
51
Bab 51 Pria Licik
52
Bab 52 Samsak Manusia
53
Bab 53 Mari Kita Bicara
54
Bab 54 Bertahan Atau Lupakan
55
Bab 55 Bertemu Malaikat
56
Bab 56 Bahagialah Meski Tanpa Aku
57
Bab 57 Pangeran Tampan Negri Dongeng
58
Bab 58 Peringatan Pertama Dan Terakhir
59
Visual
60
Bab 59 Demon King vs Guardian Angel
61
Bab 60 Aku Mual
62
Bab 61 Kejutan Untuk Andrew
63
Bab 62 Keputusan Nyonya Besar
64
Bab 63 Membawanya Pulang
65
Bab 64 Satu Untukmu, Satu Untukku
66
Bab 65 Dia Mengetahuinya
67
Bab 66 Berusaha Meyakinkannya
68
Bab 67 Menunggu Mu, Melamar Mu
69
Bab 68 Berteman
70
Bab 69 Ingin Menjauhkannya
71
Bab 70 Sehari Bersama Mu
72
Bab 71 Salah Paham
73
Bab 72 Pencemaran Nama Baik
74
Bab 73 Pergi Secepatnya
75
Bab 74 Rencana Pelarian
76
Bab 75 Plan B
77
Bab 76 Pelukan Erat
78
Bab 77 Khawatir
79
Bab 78 Trauma
80
Bab 79 Dia Setuju
81
Bab 80 Bercerai
82
Bab 81 Hanya Kita Berdua
83
Bab 82 Cinta Sejati
84
Bab 83 Kabar Buruk
85
Bab 84 Keluarga Baru
86
Bab 85 Calon Istri Ku
87
Bab 86 Mencari Informasi
88
Bab 87 Belajar Merelakan
89
Bab 88 Secercah Harapan
90
Bab 89 Balasan Kebaikan
91
Bab 90 Kenangan Kincir Ria
92
Bab 91 Nama Yang Dirindukan
93
Bab 92 Tidak Bisa Berjalan Lagi
94
Bab 93 Hadiah Perpisahan Alex
95
Bab 94 Pulang Bersamanya
96
Bab 95 Cucu Baru
97
Bab 96 Bertengkar
98
Bab 97 Tendangan Kecil
99
Bab 98 Meminta Restu
100
Bab 99 Malam Pertama
101
Bab 100 Diagnosis Dokter
102
Bab 101 Tetap Bersamanya
103
Bab 102 Jangan Menyerah
104
Bab 103 Hari H
105
Bab 104 Kejutan Di Hari Pernikahan
106
Bab 105 Boy Band
107
Bab 106 Malam Yang Sempurna
108
Bab 107 Resep Penghilang Kantuk
109
Bab 108 Masih Merindukannya
110
Bab 109 Mengejar Cintanya
111
Bab 110 Konsultan Percintaan
112
Bab 111 Jebakan Marcel
113
Bab 112 Cemburu Buta
114
Bab 113 Mabuk
115
Bab 114 Arti Natal
116
Bab 115 Bujukan Alex
117
Bab 116 Oleh-Oleh
118
Bab 117 Perjamuan Malam Natal
119
Bab 118 Truth Or Dare
120
Bab 119 Doa Yang Terkabulkan
121
Bab 120 Pencuri Malam Hari
122
Bab 121 Lagi
123
Bab 122 Menggodanya
124
Bab 123 Hanya Kamu
125
Bab 124 Tuan Muda Membantu
126
Bab 125 Ungkapan Hatimu, Penyesalanku
127
Bab 126 Berjuang Mendapatkannya
128
Bab 127 Hotel Emperor
129
Bab 128 Pria Menyebalkan
130
Bab 129 Hadiah Natal Dariku
131
Bab 130 Sepenggal Kisah Lama
132
Bab 131 Masa Lalu Yang Suram
133
Bab 132 Pengabdian Leo
134
Bab 133 Kunjungan Pertama
135
Bab 134 Pengawal Bayangan
136
Bab 135 Pria Cacat
137
Bab 136 Cem Bu Ru
138
Bab 137 Paman Tampan
139
Bab 138 Damai
140
Bab 139 Pergi Mencarinya
141
Bab 140 Amarah Terpendam
142
Bab 141 Penyelamatan
143
Bab 142 Malaikat Kecilku, Eve
144
Bab 143 Bantu Aku Atau Menjadi Musuhku
145
Bab 144 Permintaan Ayah
146
Bab 145 Mencari Jesica
147
Bab 146 Suami Takut Istri
148
Bab 147 Nyaman Di Rumah
149
Bab 148 Perjodohan
150
Bab 149 Jerit Malam
151
Bab 150 Memuaskanmu
152
Bab 151 Obat Kuat
153
Bab 152 Satu Minggu
154
Bab 153 Rahasia Lama
155
Bab 154 Efek Menikah
156
Bab 155 Istri Ketiga
157
Bab 156 Mempelai Pria Datang
158
Bab 157 Wanita Pertama Dan Terakhir
159
Bab 158 Masalah Terselesaikan
160
Bab 159 Kekuatan Anna
161
Bab 160 Wanita Williams
162
Bab 161 Asisten Baru
163
Bab 162 Presdir Masa Depan
164
Bab 163 UFO
165
Bab 164 Target Terkunci
166
Bab 165 Kejadian Tak Terduga
167
Bab 166 Memulai Rencana Pertahanan
168
Bab 167 Adu Strategi
169
Bab 168 Kau Milikku
170
Bab 169 Serangan Telak
171
Bab 170 Kartu AS Alex
172
Maaf dan Terima Kasih
173
Bab 171 Menepati Janji
174
Bab 172 Pengakuan Cinta
175
Bab 173 Bermanja Denganmu
176
Bab 174 Sahabat Selamanya
177
Bab 175 Terkecoh
178
Bab 176 Perintah Eksekusi
179
Bab 177 Terus Mencarinya
180
Bab 178 Terlambat
181
Bab 179 Memori Masa Lalu
182
Bab 180 Si Jenius Leo
183
Bab 181 Bertemu Tuan
184
Bab 182 Sister Complex
185
Bab 183 Mirip Dengannya
186
Bab 184 Sakit
187
Bab 185 Kasih Sayang Michael
188
Bab 186 Inggris
189
Bab 187 Kabar Dari Ibu
190
Bab 188 Susu Hamil
191
Bab 189 Tidak Mau Adik
192
Bab 190 Ingin Memilikinya
193
Bab 191 Ninja
194
Bab 192 Hukuman Nicholas
195
Bab 193 Iblis Yang Terluka
196
Bab 194 Berserah Kepada-Nya
197
Bab 195 Tertidur Nyenyak
198
Bab 196 Rindu Ayah
199
Bab 197 Karena Kau Bukan Dia
200
Bab 198 Perhatian Alex
201
Bab 199 Lotus
202
Bab 200 Welcome My Baby
203
Terima Kasih Semuanya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!