Restoran
Alex masuk ke restoran itu dengan menggendong Michael, sementara Anna mengikuti di belakangnya.
"Selamat datang, Tuan Muda Williams," sapa para pelayan itu menyambut kedatangan Alex. Ini adalah restoran milik sahabatnya. Alex kemudian menarik kursi untuk mereka duduk.
"Silahkan, Tuan Muda, Nona. Ini menunya." Pelayan itu memberikan buku menu kepada Anna dan Alex.
"Kau mau pesan apa, Anna?" tanya Alex pada Anna.
Anna melihat buku menu itu dengan serius dan kemudian mengatakan pesanannya.
"Ehm, aku pesan 'segeralah kau pergi dari hidupku' di tambah satu porsi 'menjauhlah dari putraku'," ucap Anna dengan wajah datar seolah hal itu memang benar-benar ada di dalam menu.
Pelayan itu pun terkejut mendengar pesanan Anna. Sementara Alex hanya tertawa melihat tingkah mantan adik iparnya itu.
"Tidak semudah itu untuk menyingkirkanku, Sayang."
Alex mengerlingkan sebelah matanya pada Anna. Kemudian ia mengambil alih pesanan untuk makanan mereka karena hari sudah beranjak siang dan Alex tidak ingin Michael semakin kelaparan.
"Aku pesan yang seperti biasa dua porsi dan tambahkan satu porsi untuk anak-anak."
"Baik, Tuan Muda. Mohon ditunggu sebentar."
Pelayan itu pun pergi untuk menyiapkan pesanan mereka. Tak berapa lama setelah pelayan itu berlalu, tiba-tiba ada seorang pria yang menghampiri mereka.
"Wow! Pantas saja aku begitu senang hari ini. Ternyata ada seorang tamu agung yang datang ke restoranku. Selamat siang, Tuan Muda Williams, apa kau tidak ingin memperkenalkan wanita cantik ini kepadaku? Hem?" tanya pria itu seraya mengalungkan sebelah lengannya pada leher Alex. Dia adalah Hiro Nakagami, sang pemilik restoran dan juga sahabat baik Alex.
"Ini adalah Anna Davis dan itu si kecil Michael. Anna, ini temanku Hiro Nakagami. Dia adalah pemilik restoran ini." Alex memperkenalkan mereka.
"Halo, Tuan Nakagami, aku Anna Davis," sapa Anna sambil mengulurkan tangannya. Dia dapat mengerti perkataannya karena mereka berbicara dalam bahasa Inggris.
"Halo, Nyonya Williams. Anda sangat cantik." Hiro menyambut uluran tangan Anna, tetapi bukan untuk berjabat tangan, melainkan ingin mencium tangannya.
"Hentikan!" teriak Alex menghentikan aksi Hiro. Ia langsung menarik tangan Anna dan menatap sahabatnya itu dengan tajam.
"Haish! Kau ini pelit sekali. Aku hanya ingin bersikap sopan kepada istrimu. Kau bahkan tidak mengundangku ke pernikahanmu. Benar apa yang orang bilang jika ada cinta maka dengan sahabat pun lupa."
Hiro terlihat kecewa, entah karena sahabatnya ini menghentikan aksinya atau tidak mengundangnya ke pernikahannya. Sementara, Anna pun terkejut karena ternyata Hiro mengira jika ia adalah istri Alex. Dengan cepat, Anna pun ingin menjelaskannya pada Hiro.
"Tunggu dulu, Tuan. Kau salah paham. Aku bukan --"
"Sudahlah, kami mau makan. Pergi sana!"
Alex mengusir Hiro, sekaligus memotong perkataan Anna. Ia pun tersenyum mendengar kata 'istri' dari mulut sahabatnya itu. Sedangkan, Anna hanya memberi tatapan tajam padanya karena Alex tadi memotong perkataannya. Dia tidak percaya jika pria itu tidak menjelaskan hubungan di antara mereka dan membuat temannya ini tetap salah paham.
"Baiklah. Maaf atas ketidaksopananku ini. Aku akan meminta pelayan agar membawakan pesanan kalian secepatnya. Aku pergi dulu. Sampai jumpa, Nyonya Williams. Semoga kita dapat bertemu lagi nanti."
Hiro tersenyum kepada Anna. Namun, Alex kembali menatapnya tajam. Hiro pun akhirnya bergegas pergi meninggalkan mereka sebelum Alex benar-benar marah dan akan menghajarnya.
Anna malas berdebat dengan Alex. Dia pun akhirnya diam saja. Tidak lama setelah Hiro pergi, pesanan mereka pun datang. Anna kemudian segera menyuapi Michael. Bocah itu pun makan dengan lahapnya.
"Pelan-pelan, Sayang, nanti kau tersedak," ucap Anna seraya menyeka sisa makanan di pipi putranya.
Alex melihat hal itu dan ia pun tersenyum. Ini merupakan pertama kalinya bagi mereka untuk makan bersama bertiga.
'Jika seperti ini terus maka bagus juga,' gumam Alex senang. Kemudian ia mencoba membangun suasana hangat dan hubungan yang lebih dekat di antara mereka.
"Anna, bukankah hari ini adalah ulang tahun Mickey. Apa rencanamu untuk merayakan ulang tahunnya?"
"Aku akan pergi ke Disneyland bersama dengan ayah." Alex bertanya kepada Anna, tetapi Michael yang menjawabnya.
"Maaf, Sayang, ayah tidak bisa menemani kita hari ini. Dia harus pergi bekerja. Kita bisa pergi ke sana lain kali. Kau mengerti, 'kan, yang Ibu katakan?"
Anna mengelus lembut rambut Michael. Bocah kecil itu terlihat kecewa, tetapi tetap mengangguk menyetujui ucapan ibunya. Dia tahu kalau ayahnya sedang sibuk.
Alex melihat kekecewaan di mata Michael, kemudian ia pun berkata, "Aku bisa membawa kalian ke sana sekarang."
Alex menawarkan diri secara suka rela, tetapi tak satu pun dari mereka yang menjawabnya.
"Makanlah, Sayang. Apa kau suka?" tanya Anna pada Michael dan mengabaikan perkataan Alex.
"Iya, Bu. Ini enak sekali."
'Berani sekali mereka mengabaikanku!' gumam Alex kesal.
"Anna! Aku bilang aku bisa membawa kalian ke sana. Jangan membuat Mickey kecewa, lagi pula akulah ayahnya jadi aku yang akan menemaninya ke sana!" ucap Alex dengan nada yang sedikit tinggi.
"Maaf, Tuan Muda Williams, aku rasa kita tidak sedekat itu, sampai kau harus mengorbankan waktumu yang berharga itu untuk kami. Lagi pula kau jangan asal bicara. Memangnya siapa anakmu? Dia adalah anak Nathan bukan milikmu!" teriak Anna kesal karena Alex langsung mengaku-ngaku sebagai ayah dari putranya. Anna juga takut jika Alex akan merebut Michael darinya.
"Oh, ya?! Kita lihat saja nanti jika hasil test DNA itu sudah keluar. Itu akan membuktikan dia anakku atau bukan?" Alex tidak mau kalah.
"Walaupun hasil test-nya sudah keluar, lalu memangnya kenapa?! Kau tidak bisa menjadi ayahnya hanya karena kau pernah tidur sekali denganku!" Anna pun terpancing. Ia mulai meninggikan suaranya tanpa sadar.
Alex tersenyum mendengar ucapan Anna. "Kalau begitu kita lakukan lagi berkali-kali sampai aku menjadi ayahnya, bahkan mungkin akan ada Michael kecil lainnya nanti."
Alex mulai menggoda Anna dan membuat wajah wanita itu merah padam.
"Kau ...! Dasar tidak tahu malu!" Anna meletakkan alat makannya dengan kencang hingga menimbulkan bunyi nyaring di meja. Ia sangat kesal dengan Alex.
Alex tertawa puas dengan tingkah Anna. Dia pun secara tak sadar menjadi lebih banyak bicara hari ini bahkan tertawa lepas. Ini tak seperti dirinya. Namun, dia merasa ini sangat menyenangkan.
'Baru digoda sedikit saja wajahnya sudah merah padam, bukankah dia seorang ibu dan kudengar dia juga tinggal bersama dengan Jonathan. Apa pria itu tak pernah menyentuhnya selama ini?!'
Alex memainkan jarinya pada bibirnya dan tersenyum licik penuh pesona. Hanya Tuhan yang tahu betapa bergetarnya hati Alex saat pertama kali wanita ini datang ke rumahnya dulu. Namun, waktu itu status Anna adalah calon istri Andrew.
Kini, Andrew telah bercerai dengan Anna dan Jonathan juga bukan saingannya, karena Alex pasti dapat menyingkirkan Jonathan dengan mudah. Alex pun bertekad akan mendapatkan Anna dan Michael kembali ke sisinya. Menjadi miliknya.
'Wanita ini. Aku pasti akan mendapatkanmu dan anakmu! Jangan berpikir untuk lari lagi dariku. Kalian adalah milikku!'
.
.
.
Setelah makan siang, Alex benar-benar membawa mereka ke Tokyo Disneyland. Awalnya Anna tetap menolak dan bersikeras ingin pulang dari Jepang hari ini. Namun, saat melihat kegembiraan Michael yang tak bisa disembunyikan dari wajah kecilnya itu, akhirnya Anna pun setuju dengan usul Alex untuk merayakan ulang tahun Michael dengan pergi ke Disneyland.
"Ibu, lihatlah itu ada Mickey Mouse!" Michael berseru senang karena melihat karakter favoritnya di sana. Anna hanya tersenyum melihat kegembiraan putranya itu.
"Ibu, di sana juga ada Ratu Elsa dan Putri Anna. Putri Anna sangat cantik sepertimu, Bu," puji Michael.
"Benarkah?" tanya Anna seraya tersenyum mendengar pujian putranya.
"Iya sangat cantik!" Michael dan Alex menjawab bersamaan.
Anna terkejut mendengar perkataan Alex. Wajahnya pun kembali memerah. Dia sudah terbiasa mendengar Michael atau bahkan Jonathan yang memujinya cantik. Namun, entah mengapa saat mendengar Alex yang mengatakan hal itu, dia malah tersipu dan hatinya sedikit bergetar. Alex melihat wajah Anna yang merona, ia pun kembali tersenyum.
'Sial! Pria ini semakin sering menggodaku. Dasar tidak tahu malu. Aku harus menjaga jarak darinya,' gumam Anna.
Anna pun menggandeng tangan Michael untuk menjauh beberapa langkah dari Alex, tetapi tempat itu semakin lama semakin ramai dan Anna hampir saja terjatuh karena seseorang menabraknya.
"Ah!" teriak Anna karena kehilangan keseimbangan.
Namun, dengan sigap Alex langsung menggendong Michael dan mendekap Anna dalam pelukannya. Kini mereka berdua berada dalam pelukan Alex. Wajah Anna pun membentur dada bidang pria itu.
"Auw! Sakit!"
Anna memegangi hidung yang terasa sakit. Begitu Anna mengangkat kepalanya, ia melihat Alex yang sedang menatapnya juga. Jarak mereka kini sangat dekat. Harum parfum Alex bercampur dengan aroma rokok pada tubuhnya menguar ke dalam indera penciuman Anna, membuat aura pria ini menjadi semakin sexy.
Jantung Anna berdetak kencang tak karuan. Ini adalah aroma tubuh pria malam itu. Pria yang telah merenggut paksa sesuatu miliknya yang paling berharga. Anna pun masih dapat mengingatnya dengan jelas.
"Di sini sangat ramai. Jangan jauh-jauh dariku!" titah Alex. Ini adalah pertama kalinya dia memandang wanita ini dari dekat. Sementara, Anna masih diam terpaku menatap mata Alex.
'Anna memang sangat cantik,' gumam Alex senang.
Dia sangat bahagia karena di hari ulang tahunnya ini, Alex dapat bertemu lagi dengan Anna. Bahkan wanita itu kini berada di dalam dekapannya. Wanita yang telah lama dicintainya. Alex pun semakin mengencangkan pelukannya pada Anna, dan juga dengan hati-hati menggendong Michael agar pria kecil ini tidak terjatuh.
Setelah melihat parade mereka pun mencoba beberapa wahana yang cocok dengan anak-anak di sana. Michael pun terlihat sangat senang. Rasa anti patinya pada Alex kini sudah menghilang. Bahkan dia selalu ingin digendong oleh pria itu, dan Alex pun tidak keberatan. Ia benar-benar menuruti semua permintaan bocah kecil itu.
Anna menatap Alex dan Michael dari samping. Kedua orang itu memang benar-benar mirip. Keakraban hubungan mereka sungguh bagaikan ayah dan anak. Michael pun seolah sudah lama mengenal Alex. Anna pun hanya dapat menghela napasnya.
'Mungkin inilah yang dinamakan darah lebih kental daripada air. Baru kenal saja sudah lengket seperti ini,' gumam Anna.
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 203 Episodes
Comments
Irfan Narti
lanjuut
2024-06-30
0
Eli Lahat
lanjut thor
2022-04-28
0
Deek afifah
aku gak suka tor aku gak suka, aku lebih suka ana sama nathan dia lebih tulus daripada alex yg suka memanfaatkan kekuasaan ya memang mickey anaknya tapi jangan biarkan nathan kehilangan ana
2021-12-13
0