Bab 10 Bayi

"Hah?! Bayi?! Aku ... hamil?!" Anna sangat terkejut mendengar perkataan Dokter Lucy.

"Iya benar, Nona Davis, Anda sekarang sedang mengandung. Usia kehamilannya sekitar dua belas minggu dan kondisi janin juga sehat. Lihatlah!"

Dokter itu menunjuk ke layar monitor. Di sana terlihat gambar janin dalam perutnya. Bayi itu sudah hampir terbentuk dengan sempurna.

Anna benar-benar tidak percaya, di saat dia sedang berjuang untuk menata kembali kehidupannya dan mencoba melupakan kejadian pilu malam itu, tetapi takdir berkata lain.

Pria itu meninggalkan benih pada tubuhnya. Benih yang sekarang berkembang sehat dan menunggu dunia untuk menyambutnya.

Takdir benar-benar mempermainkannya. Sekarang dia harus terus hidup bersama kenangan pahit itu sepanjang hidupnya. Karena Anna tidak mungkin menggugurkan bayi yang tidak bersalah ini.

Anna hanya bisa menangis menatap gambar dalam monitor itu. Jonathan yang memang sudah mengetahui hal ini sebelumnya terlihat tenang dan dia juga mencoba untuk menenangkan Anna agar gadis ini tidak berpikir yang macam-macam.

"Anna, tenanglah. Tidak apa-apa, aku di sini." Jonathan menghapus air mata gadis itu dan membelai rambut Anna dengan lembut.

Dokter yang melihatnya pun maklum karena memang trisemester awal kehamilan adalah masa-masa ibu bayi akan mengalami perubahan hormon dan suasana hati.

"Tuan Davis, karena kehamilannya maka Nona Anna akan sering mengalami perubahan suasana hati apalagi usia Nona Anna masih sangat muda. Sebaiknya anda menjaga Nona Anna agar tidak stres dan kelelahan.

Saya akan meresepkan beberapa vitamin untuk Nona Anna. Tolong bantu agar dia dapat meminumnya dengan teratur. Saya akan menjadwalkan pemeriksaan selanjutnya bulan depan," jelas Dokter Lucy panjang lebar.

"Baiklah, Dokter, terima kasih," ucap Jonathan.

"Oh iya, Tuan Davis, karena ini masih masa-masa awal kehamilan, tentang hubungan intim masih diperbolehkan hanya saja lebih hati-hati.

Kurangi frekuensinya dan jangan melakukan penetrasi terlalu dalam. Juga tolong gunakan pengaman. Dan untuk posisinya anda bisa dengan melakukan posisi ...."

"Cukup! Cukup, Dokter! Saya mengerti!" tukas Jonathan. Dia yang sedang memapah Anna untuk duduk hampir saja terjatuh mendengar penjelasan dokter itu.

Begitu juga dengan Anna, dia yang baru saja tenang dari keterkejutannya tadi, sekarang wajahnya sudah merah padam karena menahan malu. Dia hanya bisa membenamkan kepalanya ke dada Jonathan.

'Apa memang semua dokter kandungan berkata terus terang seperti ini?'

Dokter Lucy pun tersenyum menyadari bahwa pasangan muda ini sedang malu. Ia pun memakluminya.

"Jangan malu, banyak pasangan muda yang tidak mengerti mengenai aturan berhubungan saat sedang hamil, maka mereka jadi membahayakan janin atau malah menahan hasrat mereka karena ketidaktahuannya.

Hal seperti ini sangat wajar terjadi. Jadi anda bisa mengkonsultasikan apapun mengenai kehamilan kepada saya."

"Baik, Dokter. Saya mengerti. Terima kasih. Permisi," ucap Jonathan.

"Sama-sama, Tuan Davis."

Jonathan pun segera memapah Anna keluar dari ruangan dokter itu. Begitu sampai di luar ruangan, Anna langsung mengambil jarak dengan Jonathan. Ada rasa kehilangan dalam diri Jonathan ketika gadis itu menjauh darinya.

"Maafkan saya, Tuan Collin. Saya telah merepotkan anda," ucap Anna seraya tertunduk malu karena Jonathan mengetahui tentang kehamilannya ini.

"Tidak apa-apa. Duduklah sebentar. Aku akan mengambil obatmu dulu." Jonathan meminta Anna untuk menunggunya di ruang tunggu, karena ia akan pergi untuk menebus obat Anna.

"Baik. Terima kasih, Tuan Collin."

.

.

.

Setelah semua urusan pemeriksaan selesai, Jonathan mengantar Anna pulang. Hari ini dia tidak memperbolehkan Anna untuk bekerja. Mobil pun sampai di depan rumah Anna.

"Terima kasih, Tuan Collin. Saya permisi." Ketika Anna hendak keluar dari mobil, Jonathan pun menarik tangan Anna.

"Anna," panggil Jonathan mencegah kepergian Anna.

"Ehm, Tuan Collin, ada apa?" tanya Anna bingung.

"Anna, soal kehamilanmu ...." Jonathan tidak melanjutkan kata-katanya.

"Saya mengerti, Tuan Collin. Saya akan segera mengundurkan diri." Anna mengerti, Jonathan pasti tidak menginginkan di restorannya ada pegawai yang hamil di luar nikah.

"Tidak, bukan itu maksudku!" ujar Jonathan cepat.

"Anna, apapun keputusanmu soal bayi, ini aku akan mendukungmu. Jika kau ingin menggugurkannya maka kuharap itu jalan yang terbaik untukmu."

"Apa maksud anda, Tuan?" Anna menatap mata pria itu, tak mengerti dengan kata-kata yang diucapkannya.

"Aku tidak akan menggugurkan bayi ini, dia tidak bersalah."

"Aku tahu, Anna. Tetapi, dimana ayah bayi ini? Apa kau tidak akan memberitahukan padanya?"

Anna terdiam mendengar pertanyaan Jonathan. Bagaimana ia dapat memberitahu ayah dari janin yang sedang dikandungnya. Ia bahkan tak tahu siapa pria itu sebenarnya.

"Anna," panggil Jonathan lagi seraya menggenggam tangannya. Melihat Anna yang hanya terdiam saja, dia pun mengerti jika bayi itu pasti tidak diinginkan oleh ayahnya.

"Anna, jika kau ingin mempertahankan bayi ini, aku akan selalu mendampingimu. Ayo kita menikah," ajak Jonathan.

"Apa?! Apa yang anda katakan, Tuan?!" Anna terkejut dengan perkataan Jonathan.

"Anna, menikahlah denganku!" pinta Jonathan lagi seraya tetap memegang kedua tangan gadis itu. Menatap lekat wajah cantiknya yang kebingungan.

"Te ... tetapi, Tuan, kita tidak saling mencintai."

"Tetapi, aku mencintaimu Anna! Aku tidak tahu apa yang terjadi padaku. Namun, aku benar-benar mencintaimu. Jika kau belum bisa menerimaku maka kita dapat bertunangan terlebih dahulu.

Setidaknya kau harus memberikan status pada anak ini. Dan mengenai masalah pernikahan ... aku bersedia untuk menunggumu sampai kau mau menerimaku."

Jonathan berusaha meyakinkan Anna. Dia tidak mengerti apa yang telah terjadi pada dirinya. Namun, yang dia tahu dia hanya ingin melindungi dan mencintainya selamanya.

Anna menatap lekat wajah Jonathan, tidak tampak kebohongan padanya. Anna benar-benar terkejut dengan semua yang terjadi hari ini.

"Kau harus bersedia, Anna. Setidaknya demi bayi ini, aku akan selalu menunggumu. Aku bersungguh-sungguh." Jonathan membelai kepala gadis itu dengan lembut.

Anna masih ragu, tetapi apa yang diucapkan oleh Jonathan itu benar. Dia sudah dihujat di kota C sebagai wanita jal*ng. Jika kini ia ketahuan hamil tanpa tahu siapa ayah bayi ini, maka orang-orang akan bergunjing lagi tentangnya.

Namun, nanti bukan hanya dirinya yang akan menerima semua cemoohan itu melainkan, bayi ini juga. Masyarakat akan memandang rendah padanya sebagai anak yang tidak memiliki ayah.

Kini di hadapannya ada seorang pria yang rela bertanggung jawab padanya tanpa mengorek lebih jauh lagi luka di hatinya. Jonathan bahkan tak bertanya kepada Anna bagaimana ia bisa hamil tanpa seorang suami.

"Tuan Collin, apa anda serius?" tanya Anna memastikan ucapan Jonathan.

"Aku bersungguh-sungguh, Anna. Aku akan bertanggung jawab pada bayi ini."

"Tetapi, aku ...."

"Anna, aku tidak peduli apa yang telah terjadi di masa lalu. Karena kini aku yang akan melindungi kalian," ucap Jonathan lembut untuk meyakinkan Anna.

Anna pun menarik napasnya sebelum ia membuat keputusan.

'Tuhan, semoga ini adalah keputusan yang tepat.'

"Baiklah, Tuan Collin, saya setuju untuk bertunangan dengan anda," ujar Anna seraya tersenyum.

"Benarkah?! Kau setuju?!"

Anna mengangguk, membuat Jonathan begitu senang. Dia mencium punggung tangan gadis itu.

"Terima kasih, Anna. Aku akan selalu berada di sisimu dan menyayangimu," ujar Jonathan seraya tersenyum bahagia.

Anna teringat kenangannya bersama dengan Andrew dulu. Pria itu juga berjanji akan menyayangi dan melindunginya selamanya.

'Anna! Anna! Aku menyayangimu! Menikahlah denganku!'

Namun, saat kejadian itu, pandangan jijik Andrew padanya benar-benar menyakiti hati Anna. Pria itu tak mau mendengarkan penjelasannya bahkan pergi begitu saja tanpa menoleh sekalipun.

'Kak Andrew, apakah kau benar-benar sudah melupakanku?' lirih Anna.

.

.

.

Kediaman Keluarga Collin

"Nek, perkenalkan ini, Anna. Dia kekasihku. Anna, ini Nenekku, Margareth Collin."

Jonathan memperkenalkan mereka berdua saat pria itu mengajak Anna untuk makan malam bersama di rumahnya.

Nenek Margareth pun terkejut dan sekaligus senang mendengar perkataan cucunya. Dia selalu risau kalau Jonathan akan sendirian ketika dia meninggal nanti.

Maka dia senang sekali jika Jonathan telah memiliki seorang pendamping. Jonathan memang hanya memiliki Neneknya sebagai keluarga dekat karena orang tuanya meninggal karena kecelakaan saat dia masih kecil dulu.

"Bagus ... bagus. Kemarilah, Sayang, biarkan Nenek melihatmu dengan jelas."

Anna pun kemudian duduk di samping Margareth.

"Nenek, apa kabar?" sapa Anna.

"Ya, Tuhan, kau gadis kecil yang sangat cantik. Benarkah kau adalah kekasih Nathan?" tanya Margareth pada Anna.

"Benar, Nenek. Dan bahkan kau akan segera mempunyai cicit!" seru Jonathan semangat menjawab pertanyaan neneknya itu.

Bukk!

"Auw! Sakit! Kenapa kau memukulku, Nek?!"

Margareth memukul Jonathan dengan tongkatnya.

"Dasar anak bodoh! Aku selalu mengkhawatirkanmu yang selalu sibuk bekerja dan tidak mau menikah ternyata kau telah mempunyai seorang gadis yang cantik dan kau tidak mengatakannya padaku!"

"Nenek, hentikan! Sakit! Apa kau tidak lelah?!" Margareth memukul Jonathan dengan kencang. Anna hanya bisa terdiam melihat kejadian ini.

'Ya, Tuhan. Apa yang harus aku lakukan? Jika aku melerainya, apa Nenek akan marah padaku?'

"Aku tidak lelah! Aku akan memukulmu sampai kau jera. Berani sekali kau memperlakukan seorang gadis seperti itu? Hari ini aku akan memukulmu sampai puas!

Mengapa kau menghamilinya dulu baru menemuiku?! Apa kau takut aku tidak akan menyetujuinya?!" Margareth masih terus memukuli cucunya itu.

"Tidak! Bukan seperti itu, Nek. Aku bukan takut Nenek tidak setuju, tetapi aku takut Anna yang akan menolakku. Aku hanya ingin dia menjadi milikku seorang!" ucap Jonathan seraya memegangi tangan dan kepalanya yang tadi dipukuli neneknya.

"Huh! Semua sudah terjadi, bagaimanapun juga anak ini tidak boleh tidak memiliki status. Kalian segeralah menikah."

Jonathan tersenyum penuh kemenangan, dia tahu neneknya pasti menyetujuinya dengan Anna. Namun, dia juga tidak mau terburu-buru dan membuat Anna akhirnya pergi darinya. Jonathan bersedia menunggu sampai Anna menerimanya.

"Ehm, Nenek. Ayah Anna baru saja meninggal. Tidak baik jika kita langsung melaksanakan pesta pernikahan. Jadi kami memutuskan akan bertunangan dulu."

.

.

.

Terpopuler

Comments

chaaa

chaaa

🤣🤣🤣🤣🤣

2023-09-08

0

Zaky Sinaga

Zaky Sinaga

baik sekali kamu jho

2023-01-06

0

Yeni Setianingsih

Yeni Setianingsih

syukurlah akhirny ad angin sejuk berhembus buat ana,lope buat Jonathan 😘😘😘

2022-08-08

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Lamaran Andrew
2 Bab 2 Pertemuan Pertama
3 Bab 3 Makan Malam Bersama
4 Bab 4 Wedding Day
5 Bab 5 Kegilaan Alex
6 Bab 6 First Time
7 Bab 7 Pamit
8 Bab 8 Jonathan Collin
9 Bab 9 Positif
10 Bab 10 Bayi
11 Bab 11 Awal yang Baru
12 Bab 12 Pertemuan Kembali
13 Bab 13 Alexander dan Michael
14 Bab 14 Permohonan Nyonya Williams
15 Bab 15 Pengakuan Anna
16 Bab 16 Test DNA
17 Bab 17 Disneyland
18 Bab 18 Hasil Lab
19 Bab 19 Dia Putraku
20 Bab 20 Kembali Pulang
21 Bab 21 Kau Lapar?
22 Bab 22 Michael atau Jonathan?
23 Bab 23 Tendangan Maut
24 Bab 24 Panggil Ayah
25 Bab 25 Hadiah Perkenalan
26 Bab 26 Di Mana Adikku
27 Bab 27 Bantu Aku
28 Bab 28 Kejutan Besar
29 Bab 29 Rujuk
30 Bab 30 Jangan Pergi
31 Bab 31 Sarapan Terakhir
32 Bab 32 Selamat Tinggal Anna
33 Bab 33 Mematahkan Dua Hati
34 Bab 34 Karena aku bukan Alex?!
35 Bab 35 Pastikan Kau Meminumnya
36 Bab 36 Cemburu
37 Bab 37 Booking Hotel
38 Bab 38 Hari Ini Libur
39 Bab 39 Aku Rindu Kalian
40 Bab 40 Ada Monster
41 Bab 41 Dilema Hati
42 Bab 42 Melamar Pekerjaan
43 Bab 43 Ayo Bertaruh
44 Bab 44 Sayang Nenek
45 Bab 45 Apa Kau Raja Iblis?
46 Bab 46 Wanita Cantik
47 Bab 47 Belanja Bersama
48 Bab 48 Menaklukan Casanova
49 Bab 49 Aku Akan Datang
50 Bab 50 Taktik Berhasil
51 Bab 51 Pria Licik
52 Bab 52 Samsak Manusia
53 Bab 53 Mari Kita Bicara
54 Bab 54 Bertahan Atau Lupakan
55 Bab 55 Bertemu Malaikat
56 Bab 56 Bahagialah Meski Tanpa Aku
57 Bab 57 Pangeran Tampan Negri Dongeng
58 Bab 58 Peringatan Pertama Dan Terakhir
59 Visual
60 Bab 59 Demon King vs Guardian Angel
61 Bab 60 Aku Mual
62 Bab 61 Kejutan Untuk Andrew
63 Bab 62 Keputusan Nyonya Besar
64 Bab 63 Membawanya Pulang
65 Bab 64 Satu Untukmu, Satu Untukku
66 Bab 65 Dia Mengetahuinya
67 Bab 66 Berusaha Meyakinkannya
68 Bab 67 Menunggu Mu, Melamar Mu
69 Bab 68 Berteman
70 Bab 69 Ingin Menjauhkannya
71 Bab 70 Sehari Bersama Mu
72 Bab 71 Salah Paham
73 Bab 72 Pencemaran Nama Baik
74 Bab 73 Pergi Secepatnya
75 Bab 74 Rencana Pelarian
76 Bab 75 Plan B
77 Bab 76 Pelukan Erat
78 Bab 77 Khawatir
79 Bab 78 Trauma
80 Bab 79 Dia Setuju
81 Bab 80 Bercerai
82 Bab 81 Hanya Kita Berdua
83 Bab 82 Cinta Sejati
84 Bab 83 Kabar Buruk
85 Bab 84 Keluarga Baru
86 Bab 85 Calon Istri Ku
87 Bab 86 Mencari Informasi
88 Bab 87 Belajar Merelakan
89 Bab 88 Secercah Harapan
90 Bab 89 Balasan Kebaikan
91 Bab 90 Kenangan Kincir Ria
92 Bab 91 Nama Yang Dirindukan
93 Bab 92 Tidak Bisa Berjalan Lagi
94 Bab 93 Hadiah Perpisahan Alex
95 Bab 94 Pulang Bersamanya
96 Bab 95 Cucu Baru
97 Bab 96 Bertengkar
98 Bab 97 Tendangan Kecil
99 Bab 98 Meminta Restu
100 Bab 99 Malam Pertama
101 Bab 100 Diagnosis Dokter
102 Bab 101 Tetap Bersamanya
103 Bab 102 Jangan Menyerah
104 Bab 103 Hari H
105 Bab 104 Kejutan Di Hari Pernikahan
106 Bab 105 Boy Band
107 Bab 106 Malam Yang Sempurna
108 Bab 107 Resep Penghilang Kantuk
109 Bab 108 Masih Merindukannya
110 Bab 109 Mengejar Cintanya
111 Bab 110 Konsultan Percintaan
112 Bab 111 Jebakan Marcel
113 Bab 112 Cemburu Buta
114 Bab 113 Mabuk
115 Bab 114 Arti Natal
116 Bab 115 Bujukan Alex
117 Bab 116 Oleh-Oleh
118 Bab 117 Perjamuan Malam Natal
119 Bab 118 Truth Or Dare
120 Bab 119 Doa Yang Terkabulkan
121 Bab 120 Pencuri Malam Hari
122 Bab 121 Lagi
123 Bab 122 Menggodanya
124 Bab 123 Hanya Kamu
125 Bab 124 Tuan Muda Membantu
126 Bab 125 Ungkapan Hatimu, Penyesalanku
127 Bab 126 Berjuang Mendapatkannya
128 Bab 127 Hotel Emperor
129 Bab 128 Pria Menyebalkan
130 Bab 129 Hadiah Natal Dariku
131 Bab 130 Sepenggal Kisah Lama
132 Bab 131 Masa Lalu Yang Suram
133 Bab 132 Pengabdian Leo
134 Bab 133 Kunjungan Pertama
135 Bab 134 Pengawal Bayangan
136 Bab 135 Pria Cacat
137 Bab 136 Cem Bu Ru
138 Bab 137 Paman Tampan
139 Bab 138 Damai
140 Bab 139 Pergi Mencarinya
141 Bab 140 Amarah Terpendam
142 Bab 141 Penyelamatan
143 Bab 142 Malaikat Kecilku, Eve
144 Bab 143 Bantu Aku Atau Menjadi Musuhku
145 Bab 144 Permintaan Ayah
146 Bab 145 Mencari Jesica
147 Bab 146 Suami Takut Istri
148 Bab 147 Nyaman Di Rumah
149 Bab 148 Perjodohan
150 Bab 149 Jerit Malam
151 Bab 150 Memuaskanmu
152 Bab 151 Obat Kuat
153 Bab 152 Satu Minggu
154 Bab 153 Rahasia Lama
155 Bab 154 Efek Menikah
156 Bab 155 Istri Ketiga
157 Bab 156 Mempelai Pria Datang
158 Bab 157 Wanita Pertama Dan Terakhir
159 Bab 158 Masalah Terselesaikan
160 Bab 159 Kekuatan Anna
161 Bab 160 Wanita Williams
162 Bab 161 Asisten Baru
163 Bab 162 Presdir Masa Depan
164 Bab 163 UFO
165 Bab 164 Target Terkunci
166 Bab 165 Kejadian Tak Terduga
167 Bab 166 Memulai Rencana Pertahanan
168 Bab 167 Adu Strategi
169 Bab 168 Kau Milikku
170 Bab 169 Serangan Telak
171 Bab 170 Kartu AS Alex
172 Maaf dan Terima Kasih
173 Bab 171 Menepati Janji
174 Bab 172 Pengakuan Cinta
175 Bab 173 Bermanja Denganmu
176 Bab 174 Sahabat Selamanya
177 Bab 175 Terkecoh
178 Bab 176 Perintah Eksekusi
179 Bab 177 Terus Mencarinya
180 Bab 178 Terlambat
181 Bab 179 Memori Masa Lalu
182 Bab 180 Si Jenius Leo
183 Bab 181 Bertemu Tuan
184 Bab 182 Sister Complex
185 Bab 183 Mirip Dengannya
186 Bab 184 Sakit
187 Bab 185 Kasih Sayang Michael
188 Bab 186 Inggris
189 Bab 187 Kabar Dari Ibu
190 Bab 188 Susu Hamil
191 Bab 189 Tidak Mau Adik
192 Bab 190 Ingin Memilikinya
193 Bab 191 Ninja
194 Bab 192 Hukuman Nicholas
195 Bab 193 Iblis Yang Terluka
196 Bab 194 Berserah Kepada-Nya
197 Bab 195 Tertidur Nyenyak
198 Bab 196 Rindu Ayah
199 Bab 197 Karena Kau Bukan Dia
200 Bab 198 Perhatian Alex
201 Bab 199 Lotus
202 Bab 200 Welcome My Baby
203 Terima Kasih Semuanya
Episodes

Updated 203 Episodes

1
Bab 1 Lamaran Andrew
2
Bab 2 Pertemuan Pertama
3
Bab 3 Makan Malam Bersama
4
Bab 4 Wedding Day
5
Bab 5 Kegilaan Alex
6
Bab 6 First Time
7
Bab 7 Pamit
8
Bab 8 Jonathan Collin
9
Bab 9 Positif
10
Bab 10 Bayi
11
Bab 11 Awal yang Baru
12
Bab 12 Pertemuan Kembali
13
Bab 13 Alexander dan Michael
14
Bab 14 Permohonan Nyonya Williams
15
Bab 15 Pengakuan Anna
16
Bab 16 Test DNA
17
Bab 17 Disneyland
18
Bab 18 Hasil Lab
19
Bab 19 Dia Putraku
20
Bab 20 Kembali Pulang
21
Bab 21 Kau Lapar?
22
Bab 22 Michael atau Jonathan?
23
Bab 23 Tendangan Maut
24
Bab 24 Panggil Ayah
25
Bab 25 Hadiah Perkenalan
26
Bab 26 Di Mana Adikku
27
Bab 27 Bantu Aku
28
Bab 28 Kejutan Besar
29
Bab 29 Rujuk
30
Bab 30 Jangan Pergi
31
Bab 31 Sarapan Terakhir
32
Bab 32 Selamat Tinggal Anna
33
Bab 33 Mematahkan Dua Hati
34
Bab 34 Karena aku bukan Alex?!
35
Bab 35 Pastikan Kau Meminumnya
36
Bab 36 Cemburu
37
Bab 37 Booking Hotel
38
Bab 38 Hari Ini Libur
39
Bab 39 Aku Rindu Kalian
40
Bab 40 Ada Monster
41
Bab 41 Dilema Hati
42
Bab 42 Melamar Pekerjaan
43
Bab 43 Ayo Bertaruh
44
Bab 44 Sayang Nenek
45
Bab 45 Apa Kau Raja Iblis?
46
Bab 46 Wanita Cantik
47
Bab 47 Belanja Bersama
48
Bab 48 Menaklukan Casanova
49
Bab 49 Aku Akan Datang
50
Bab 50 Taktik Berhasil
51
Bab 51 Pria Licik
52
Bab 52 Samsak Manusia
53
Bab 53 Mari Kita Bicara
54
Bab 54 Bertahan Atau Lupakan
55
Bab 55 Bertemu Malaikat
56
Bab 56 Bahagialah Meski Tanpa Aku
57
Bab 57 Pangeran Tampan Negri Dongeng
58
Bab 58 Peringatan Pertama Dan Terakhir
59
Visual
60
Bab 59 Demon King vs Guardian Angel
61
Bab 60 Aku Mual
62
Bab 61 Kejutan Untuk Andrew
63
Bab 62 Keputusan Nyonya Besar
64
Bab 63 Membawanya Pulang
65
Bab 64 Satu Untukmu, Satu Untukku
66
Bab 65 Dia Mengetahuinya
67
Bab 66 Berusaha Meyakinkannya
68
Bab 67 Menunggu Mu, Melamar Mu
69
Bab 68 Berteman
70
Bab 69 Ingin Menjauhkannya
71
Bab 70 Sehari Bersama Mu
72
Bab 71 Salah Paham
73
Bab 72 Pencemaran Nama Baik
74
Bab 73 Pergi Secepatnya
75
Bab 74 Rencana Pelarian
76
Bab 75 Plan B
77
Bab 76 Pelukan Erat
78
Bab 77 Khawatir
79
Bab 78 Trauma
80
Bab 79 Dia Setuju
81
Bab 80 Bercerai
82
Bab 81 Hanya Kita Berdua
83
Bab 82 Cinta Sejati
84
Bab 83 Kabar Buruk
85
Bab 84 Keluarga Baru
86
Bab 85 Calon Istri Ku
87
Bab 86 Mencari Informasi
88
Bab 87 Belajar Merelakan
89
Bab 88 Secercah Harapan
90
Bab 89 Balasan Kebaikan
91
Bab 90 Kenangan Kincir Ria
92
Bab 91 Nama Yang Dirindukan
93
Bab 92 Tidak Bisa Berjalan Lagi
94
Bab 93 Hadiah Perpisahan Alex
95
Bab 94 Pulang Bersamanya
96
Bab 95 Cucu Baru
97
Bab 96 Bertengkar
98
Bab 97 Tendangan Kecil
99
Bab 98 Meminta Restu
100
Bab 99 Malam Pertama
101
Bab 100 Diagnosis Dokter
102
Bab 101 Tetap Bersamanya
103
Bab 102 Jangan Menyerah
104
Bab 103 Hari H
105
Bab 104 Kejutan Di Hari Pernikahan
106
Bab 105 Boy Band
107
Bab 106 Malam Yang Sempurna
108
Bab 107 Resep Penghilang Kantuk
109
Bab 108 Masih Merindukannya
110
Bab 109 Mengejar Cintanya
111
Bab 110 Konsultan Percintaan
112
Bab 111 Jebakan Marcel
113
Bab 112 Cemburu Buta
114
Bab 113 Mabuk
115
Bab 114 Arti Natal
116
Bab 115 Bujukan Alex
117
Bab 116 Oleh-Oleh
118
Bab 117 Perjamuan Malam Natal
119
Bab 118 Truth Or Dare
120
Bab 119 Doa Yang Terkabulkan
121
Bab 120 Pencuri Malam Hari
122
Bab 121 Lagi
123
Bab 122 Menggodanya
124
Bab 123 Hanya Kamu
125
Bab 124 Tuan Muda Membantu
126
Bab 125 Ungkapan Hatimu, Penyesalanku
127
Bab 126 Berjuang Mendapatkannya
128
Bab 127 Hotel Emperor
129
Bab 128 Pria Menyebalkan
130
Bab 129 Hadiah Natal Dariku
131
Bab 130 Sepenggal Kisah Lama
132
Bab 131 Masa Lalu Yang Suram
133
Bab 132 Pengabdian Leo
134
Bab 133 Kunjungan Pertama
135
Bab 134 Pengawal Bayangan
136
Bab 135 Pria Cacat
137
Bab 136 Cem Bu Ru
138
Bab 137 Paman Tampan
139
Bab 138 Damai
140
Bab 139 Pergi Mencarinya
141
Bab 140 Amarah Terpendam
142
Bab 141 Penyelamatan
143
Bab 142 Malaikat Kecilku, Eve
144
Bab 143 Bantu Aku Atau Menjadi Musuhku
145
Bab 144 Permintaan Ayah
146
Bab 145 Mencari Jesica
147
Bab 146 Suami Takut Istri
148
Bab 147 Nyaman Di Rumah
149
Bab 148 Perjodohan
150
Bab 149 Jerit Malam
151
Bab 150 Memuaskanmu
152
Bab 151 Obat Kuat
153
Bab 152 Satu Minggu
154
Bab 153 Rahasia Lama
155
Bab 154 Efek Menikah
156
Bab 155 Istri Ketiga
157
Bab 156 Mempelai Pria Datang
158
Bab 157 Wanita Pertama Dan Terakhir
159
Bab 158 Masalah Terselesaikan
160
Bab 159 Kekuatan Anna
161
Bab 160 Wanita Williams
162
Bab 161 Asisten Baru
163
Bab 162 Presdir Masa Depan
164
Bab 163 UFO
165
Bab 164 Target Terkunci
166
Bab 165 Kejadian Tak Terduga
167
Bab 166 Memulai Rencana Pertahanan
168
Bab 167 Adu Strategi
169
Bab 168 Kau Milikku
170
Bab 169 Serangan Telak
171
Bab 170 Kartu AS Alex
172
Maaf dan Terima Kasih
173
Bab 171 Menepati Janji
174
Bab 172 Pengakuan Cinta
175
Bab 173 Bermanja Denganmu
176
Bab 174 Sahabat Selamanya
177
Bab 175 Terkecoh
178
Bab 176 Perintah Eksekusi
179
Bab 177 Terus Mencarinya
180
Bab 178 Terlambat
181
Bab 179 Memori Masa Lalu
182
Bab 180 Si Jenius Leo
183
Bab 181 Bertemu Tuan
184
Bab 182 Sister Complex
185
Bab 183 Mirip Dengannya
186
Bab 184 Sakit
187
Bab 185 Kasih Sayang Michael
188
Bab 186 Inggris
189
Bab 187 Kabar Dari Ibu
190
Bab 188 Susu Hamil
191
Bab 189 Tidak Mau Adik
192
Bab 190 Ingin Memilikinya
193
Bab 191 Ninja
194
Bab 192 Hukuman Nicholas
195
Bab 193 Iblis Yang Terluka
196
Bab 194 Berserah Kepada-Nya
197
Bab 195 Tertidur Nyenyak
198
Bab 196 Rindu Ayah
199
Bab 197 Karena Kau Bukan Dia
200
Bab 198 Perhatian Alex
201
Bab 199 Lotus
202
Bab 200 Welcome My Baby
203
Terima Kasih Semuanya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!