Hari sudah gelap saat mereka pulang dari Tokyo Disneyland. Setelah makan malam Alex membawa mereka ke hotel terdekat karena Michael sudah tertidur karena lelah setelah bermain seharian tadi.
"Ini kamarmu. Beristirahatlah. Aku akan menjemput kalian besok."
Alex menurunkan Michael dari gendongannya dan membaringkan bocah kecil itu perlahan di tempat tidur.
"Kapan kau akan mengantarkan kami ke bandara?" tanya Anna. Ia bisa saja pergi sendiri ke bandara, tetapi semua barang-barangnya dan juga milik Michael berada di mobil Alex.
Pria itu tidak memberikannya kepadanya karena khawatir Anna akan melarikan diri. Alex hanya memberi mereka beberapa baju ganti untuk malam ini dan besok.
'Wanita ini, kau jangan harap aku akan melepaskanmu lagi kali ini.'
"Patuhlah. Jangan berpikir untuk melarikan diri atau kau akan melihat kehancuran keluarga Collin!"
Alex kembali mengancam Anna. Ia sebenarnya tidak ingin melakukannya. Namun, hanya hal inilah yang bisa membuat Anna menurut padanya. Anna pun hanya bisa menatap tajam ke arah Alex karena mendengar ancamannya tentang keluarga Collin.
Alex tahu jika Anna sedang kesal padanya. Alex pun menghela napasnya dan sedikit mengalah. Ia melembutkan suaranya dan membelai pipi Anna, membuat wanita itu terdiam seketika.
"Patuhlah dan jangan berbuat onar. Aku akan menjemput kalian besok. Aku harus pergi sekarang. Beristirahatlah."
Alex mengecup kening putranya itu dan pergi meninggalkan Anna yang masih terpaku tidak berdaya dengan perlakuan lembutnya. Hingga Alex pergi dari kamar itu pun, Anna masih tetap terdiam. Namun, suara dering handphone-nya menyadarkan Anna dari lamunannya. Anna pun terkejut melihat nama penelepon di layar handphonenya itu.
'Sial! Aku lupa menelepon Nathan. Ini semua karena si Tuan Muda brengsek itu!' gumam Anna kesal.
Handphone Anna masih terus berdering. Ia pun segera menekan tombol hijau pada layar handphone-nya.
"Halo, Nathan."
"Halo, Sayang. Apa kau sudah sampai rumah?"
"Ehm, aku .... Iya, kami sudah sampai di rumah. Maaf aku lupa mengabarimu karena aku pikir kau masih ada meeting tadi. Oh iya, bagaimana pekerjaanmu hari ini?"
Anna berbohong agar Jonathan tidak mengkhawatirkannya. Dia takut jika Jonathan tahu kalau ia masih berada di Jepang dan terlebih lagi sedang bersama dengan Alex, maka Jonathan pasti akan datang mencarinya. Anna tidak mau Alex mempersulit Jonathan nantinya. Dia tidak akan membiarkan Alex menghancurkan keluarga Collin.
"Mereka sudah menyetujui proyek kerja sama ini, tetapi harus aku sendiri yang langsung menanganinya. Sepertinya aku tidak bisa kembali dalam beberapa minggu ini atau bahkan dalam satu sampai dua bulan."
"Apa?! Satu atau dua bulan? Tetapi, mengapa begitu lama?!"
"Ini adalah proyek yang cukup besar dan sangat berpengaruh untuk keberlangsungan perusahaanku. Maaf, Sayang, aku tidak bisa bertemu dengan kalian dalam waktu dekat. Oh, ya, bagaimana kabar Mickey? Aku bahkan belum mengucapkan selamat ulang tahun padanya hari ini."
Jonathan merasa kecewa karena tidak akan bisa bertemu dalam waktu yang cukup lama dengan tunangan dan putra kesayangannya itu.
"Dia sudah tidur. Aku akan menyampaikan padanya jika dia sudah bangun nanti."
"Ya, baiklah. Kau beristirahatlah. Perjalananmu pasti sangat melelahkan tadi. Sampaikan juga salamku untuk nenek dan ibu. Aku akan secepatnya menyelesaikan pekerjaan di sini dan segera kembali."
"Ehm, aku tahu. Kau juga tidurlah lebih awal. Selamat malam."
"Selamat malam, Sayang. Jaga dirimu. Aku mencintaimu, Anna."
Anna terdiam mendengar perkataan cinta Jonathan. Ia sungguh merasa bersalah karena telah berbohong pada Jonathan.
'Maafkan aku, Nathan. Ini semua demi kebaikanmu.'
.
.
.
Setelah meninggalkan Anna dan Michael tadi, Alex pun segera kembali ke kamarnya dan bersiap-siap. Dia akan pergi ke pesta perjamuan acara ulang tahunnya yang diadakan oleh ibunya. Waktu sudah menunjukkan pukul 20.35 saat pria itu sampai ke tempat acara.
Rose yang pertama kali melihat kedatangan Alex. Dengan kesal ia pun menghampiri putra sulungnya itu.
"Alex dari mana saja kamu?! Acara ini sudah dimulai sejak tadi dan kau baru muncul sekarang? Aku hampir saja menyuruh orang untuk mencarimu!"
"Maaf, Ibu. Tadi aku ada urusan penting," jawab Alex asal. Dia tahu pasti ibunya menunggunya untuk diperkenalkan lagi kepada putri dari para sahabatnya.
'Sungguh pesta yang membosankan,' gumam Alex.
Andrew pun menghampiri Alex dan merangkul bahu kakak kesayangannya itu.
"Kak, mengapa kau baru sampai? Aku dan ayah sudah lelah berkeliling menyapa para tamu menggantikanmu."
"Ada kau dan ayah yang dapat menangani semua ini. Mungkin seharusnya aku tak perlu datang tadi."
"Huh! Coba saja jika kau berani tak datang ke pesta malam ini, maka ibu akan menghajarmu," ucap Andrew dan mereka pun tertawa membayangkan saat ibunya memarahi mereka.
Hubungan Alex dan Andrew memang sangat dekat. Saat dulu Andrew berpisah dengan Anna, Alex-lah yang selalu menemani dan menyemangati adiknya agar dia tidak semakin terpuruk. Ya, setelah Andrew tahu bahwa Henry meninggal di penjara akibat ulahnya, dia menjadi sangat terpukul. Dia tidak menyangka akan jadi seperti ini.
Andrew hanya berniat memberi pelajaran kepada Anna dan akan melepaskan ayahnya setelah beberapa saat. Namun, dia terlambat. Henry meninggal karena perkelahian di penjara dan Anna menghilang dari Kota C.
Andrew sudah mencari Anna ke seluruh penjuru kota C, tetapi tetap tidak dapat menemukan di mana keberadaan gadis itu. Dia pun sangat merasa bersalah pada Anna dan akhirnya kecanduan minum-minuman keras. Beruntung Andrew memiliki Alex yang bisa membuatnya bangkit dari keterpurukannya.
Maka saat dia bertemu dengan Anna di hotel bersama dengan Jonathan dan anak mereka tadi pagi, maka Andrew pun menjadi sangat marah. Di kala dia sedang terluka karena wanita itu, tetapi ternyata Anna malah telah hidup bahagia bersama dengan sahabat lamanya itu dan melupakannya. Andrew pun sangat kesal dan marah.
Rose melihat kedua putranya yang sedang tertawa bersama. Ia pun segera memanggil mereka untuk mendekat kepadanya.
"Alex, Andrew, ke marilah!" panggil Rose dan kedua pria tampan itu pun segera menghampiri ibunya. "Ayo, ke marilah. Ibu akan memperkenalkan kalian kepada putri Nyonya Yamada. Ini Yuki dan adik kembarnya Yuri Yamada."
"Hai, senang berkenalan denganmu." Andrew menyapa kedua gadis kembar ini dalam bahasa Jepang. Sedangkan, Alex hanya mengangkat gelasnya dan mengangguk pelan pada mereka.
"Selamat ulang tahun, Presdir Williams. Sebuah kehormatan bisa mengenal Anda. Kudengar Anda masih lajang. Semoga Anda dapat menemukan seseorang yang spesial hari ini." Yuki mulai mendekati Alex, sedangkan Yuri mendekati Andrew.
"Aku sudah menemukannya," jawab Alex seraya tersenyum karena mengingat paras cantik wanita kecilnya itu.
"Benarkah?" tanya Yuki antusias. Senyuman Alex membuatnya semakin terpana dan lebih mendekatkan tubuhnya lagi kepada pria itu.
"Kak, jarang sekali aku melihatmu tersenyum. Sepertinya dia benar-benar spesial."
Alex memang jarang tersenyum cerah seperti ini, dia lebih sering berwajah datar tanpa ekspresi. Jikalau pun dia tersenyum itu adalah senyuman untuk mengejek dan merendahkan lawan-lawannya.
"Ya, dia memang sangat spesial."
"Presdir Williams, bolehkah aku berdansa denganmu?"
"Maaf, aku ada urusan lain."
Yuki mengajak Alex untuk berdansa, tetapi pria itu sama sekali tidak berminat. Dia hanya ingin kembali ke hotel itu bersama dengan Anna dan putranya.
Setelah menyapa para tamu, Alex pun tidak ingin berlama-lama lagi untuk berada di sana. Dia segera pergi meninggalkan tempat jamuan pesta itu.
.
.
.
Pagi hari
"Om Alex!" Michael berlari menghampiri Alex dan Alex pun langsung menggendongnya.
"Apa kabar, Jagoan? Sudah siap berkeliling hari ini?"
"Hem!" Michael menganggukkan kepalanya dengan gembira.
"Tunggu, Mickey. Om Alex sangat sibuk, tidak baik jika kita terus mengganggunya. Lagi pula kita hari ini akan pulang ke rumah nenek besar," bujuk Anna.
"Aku tidak sibuk. Aku akan membawa Mickey berkeliling hari ini."
"Benarkah? Kau janji?" tanya Michael senang.
"Tentu. Aku tidak pernah mengingkari janjiku."
"Yeah! Asyik!" Michael bersorak gembira dan lupa kalau dia telah mengkhianati ibunya.
"Cih! Jangan pikir kau bisa mengambil hatinya hanya dengan mengajaknya berkeliling. Anakku sangat mencintai ayahnya!" Anna kesal karena Michael semakin dekat dengan Alex.
"Iya, dia memang sangat mencintai Ayahnya!" Alex menekankan kata 'ayahnya' pada Anna karena ia memang adalah ayah Michael. Alex pun tertawa puas dan segera meninggalkan Anna yang kesal akibat tingkahnya.
.
.
.
Sore hari
Setelah puas berkeliling kota Tokyo, mereka pun kembali ke hotel. Tak lama kemudian terdengar bunyi seseorang yang mengetuk pintu kamarnya. Anna pun bangkit dari sofa dan membuka pintu itu. Leo pun segera masuk ke dalam kamar Anna dan menghampiri Alex.
"Permisi, Presdir Williams. Hasil labnya sudah diketahui. Ini dia." Leo memberikan hasil test DNA Alex dan Michael kemarin.
"Aku tahu. Kau pergilah dulu."
"Baik, Presdir. Permisi."
Alex membuka amplop itu dan melihat hasilnya. Dia pun tersenyum puas. Dirinya memang sudah yakin jika Michael adalah putra kandungnya, tetapi tetap saja begitu dia melihat hasil test ini dia tidak dapat mengungkapkan perasaannya dengan kata-kata. Itu lebih menyenangkan dari pada memenangkan sebuah tender besar bernilai ratusan juta dollar.
Sementara, Anna hanya terdiam. Dari senyuman Alex, Anna sudah bisa menebak apa hasilnya. Michael adalah benar putranya. Seketika muncul ketakutan dalam diri Anna.
'Apa dia akan merebut putraku? Tidak! Tidak boleh ada yang merebut Mickey dariku!'
Tanpa sadar Anna pun memeluk Michael dengan erat.
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 203 Episodes
Comments
Yeni Setianingsih
yeeee salah kamu sendiri,stupid 😡
2022-08-08
0
Yeni Setianingsih
kau jahat alex😡😡😡
2022-08-08
0
Nurlaela Sari
ayo dukung yg banyak ceritanya bagus kok
2021-10-18
0