Bab 2 Pertemuan Pertama

"Kak, bagaimana kalau kita tidak usah pergi saja malam ini," ucap Anna gemetar yang kini telah berdiri di depan pintu villa dan menatap kagum bangunan megah bak istana milik keluarga calon suaminya itu.

Andrew pun tersenyum melihat tingkah gadis kecilnya itu. Dia tahu jika Anna sedang gugup dengan pertemuan ini.

"Sayang, jangan takut. Ada aku di sini," bisik Andrew menenangkan Anna dan dengan langkah pasti memasuki kediamannya sambil menggenggam erat tangan gadis itu.

Anna pun hanya bisa pasrah mengikuti Andrew di sampingnya dan berharap semuanya akan baik-baik saja.

"Tuan Besar, Nyonya Besar, Tuan Muda Kedua telah tiba," ucap kepala pelayan memberitahu ayah dan ibu Andrew.

"Suruh mereka masuk. Aku sudah tidak sabar bertemu dengan calon menantuku."

Rose Williams pun memerintahkan mereka masuk.

"Baik, Nyonya Besar."

"Bersabarlah dan jangan menakuti mereka!" Daniel Williams pun mengingatkan istrinya.

"Benar, Bu. Sudah lama sejak terakhir kalinya si bodoh itu membawa seorang gadis ke rumah. Kau jangan sampai menakutinya dan membuat adikku melajang lagi." Alexander Williams menimpali perkataannya Ayahnya.

"Diam kamu! Bicara soal melajang, bukankah seharusnya kamu sebagai seorang kakak yang menikah lebih dulu?

Namun, jangankan menikah, bahkan aku sudah lama tidak pernah melihatmu bersama dengan seorang gadis."

Rose sangat sedih dengan keadaan putra sulungnya itu. Pria bertubuh tinggi besar itu sangat tampan.

Bahkan, bisa dikatakan dia lebih unggul dalam hal penampilan maupun kecerdasannya jika dibandingkan dengan adiknya, Andrew.

Akan tetapi, di usianya yang menginjak ke-28 tahun, pria bermata biru laut ini terlihat lebih nyaman sendiri.

Setiap hari hanya tahu bekerja dan meeting dengan kliennya saja. Bahkan ada gosip yang mengatakan jika Alex adalah seorang gay.

Karena yang bekerja bersamanya sebagian besar adalah seorang pria. Termasuk asisten pribadinya pun seorang pria.

"Hufh ...." Rose menghela nafasnya memikirkan Alex.

Alex tahu apa yang dipikirkan oleh ibunya ini. Dia juga tahu gosip tentang dirinya yang seorang penyuka sesama jenis. Namun, Alex tidak mau ambil pusing.

Dia yakin dirinya bukanlah seorang gay, hanya saja belum ada gadis yang dapat menggetarkan hatinya.

Dia lebih nyaman dengan keadaannya sekarang. Menurutnya bekerja bersama dengan para pria jauh lebih efisien dibanding bersama wanita yang suka menuntut banyak hal.

"Ayah, Ibu, Kakak, aku kembali." Andrew masuk dan menghampiri keluarganya yang telah lama menunggunya, lebih tepatnya menunggu calon anggota baru keluarga mereka.

"Ini, Anna Davis. Gadis yang kuceritakan kepada kalian kemarin. Yang akan aku nikahi secepatnya," terang Andrew memperkenalkan Anna kepada keluarganya.

"Anna, ini Ayahku, Daniel. Ibuku, Rose dan yang terakhir adalah Kakakku, Alexander."

"Selamat malam, Om, Tante, Kakak Alexander," ucap Anna gugup sambil mengencangkan genggaman tangannya pada Andrew.

"Ehm, masuklah, Nak. Mari sini duduk dengan Tante." Rose mempersilahkan mereka untuk duduk.

Ketika mereka melihat dengan jelas gadis kecil itu, mereka semua tampak terpana, tak terkecuali Alex.

Gadis ini sangat manis dan polos. Bibir merahnya, rambut hitam panjangnya dan wajah cantiknya seakan menyihir mereka semua untuk dengan mudahnya menerima kehadiran gadis itu.

Anna duduk di samping Rose yang didampingi oleh suaminya. Sedangkan Andrew duduk bersama dengan kakaknya.

"Sudah berapa lama kalian saling mengenal?" tanya Daniel memulai percakapan mereka.

"Kurang lebih lima bulan, Om," jawab Anna seraya menundukkan wajahnya. Ia gugup sekali.

Andrew tahu jika Anna sedang gugup. Maka ia pun membantu menjelaskannya pada Daniel.

"Ayah, kami memang belum lama saling kenal. Tetapi, aku yakin dengan perasaanku. Aku pasti tidak akan salah dalam memilih pendamping hidupku."

Daniel diam saja mendengar ucapan putranya. Ia pun bertanya lagi pada Anna.

"Berapa usiamu, Anna?" tanya Daniel yang melihat Anna sepertinya masih sangat muda.

"Tahun ini saya berusia delapan belas tahun, Om."

"Wah, kamu masih muda sekali, Sayang. Apa ayah dan ibumu mengijinkanmu untuk menikah dengan Andrew?" Rose pun mulai ikut mengobrol.

"Orang tua saya sudah mengijinkannya, Tante. Kemarin malam Kak Andrew sudah datang dan menemui mereka."

"Syukurlah kalau begitu. Tante juga dulu menikah dengan om di usia muda. Saat itu Tante baru berusia dua puluh tahun dan om sama seperti Andrew, dia juga tidak sabar menunggu Tante untuk lulus kuliah dan ingin menikahi Tante secepatnya," kenang Rose saat suaminya dulu itu melamarnya.

"Ayolah, Bu, ini bukan tentang kalian. Ini tentang kami sekarang. Apakah ayah dan ibu setuju dengan rencanaku untuk menikahi Anna?" tukas Andrew yang malas mendengar kisah romantis orang tuanya itu yang selalu diceritakan kepada mereka sedari kecil seperti dongeng pengantar tidur.

"Diam kamu, Bocah Bodoh!" Rose menatap tajam putra bungsunya itu.

"Anna, pada dasarnya Om dan Tante tidak keberatan soal pernikahan kalian karena memang Andrew sudah memasuki usia matang. Dan jika memang semuanya sudah setuju mari kita bahas tentang pernikahannya."

"Terima kasih, Ayah, Bu!" seru Andrew gembira mendengar jika ayahnya telah merestui mereka.

Andrew tahu bahwa keluarganya pasti menerima idenya untuk menikahi Anna. Karena ia sangat mengenal ayahnya. Daniel tidak pernah memandang seseorang dari status ekonominya.

Pria itu sudah kaya raya dan tidak memerlukan perjodohan bisnis untuk mempertahankan perusahaannya. Bahkan Rose pun adalah putri dari salah satu dosen di kampusnya dulu. Baginya kebahagiaan keluarganya lebih penting dari pada uang.

"Terima kasih, Om, Tante."

"Apanya yang Om dan Tante? Bukankah kami sudah merestui kalian? Ayo, panggil Ayah dan Ibu," jelas Rose.

Anna tercengang mendengar Rose yang menyuruhnya untuk memanggil mereka ayah dan ibu. Dia tidak menyangka kalau mereka akan merestuinya semudah ini.

"Terima kasih, Ayah, Ibu."

"Hahaha! Bagus ... bagus ..., Anak Baik! Kedepannya lahirkanlah seorang cucu untuk kami agar kami tidak kesepian jika kalian semua pergi," pinta Rose tanpa malu-malu.

"Ibu! Jangan buat calon menantumu takut. Anna masih kuliah dan aku tidak mau itu mengganggu kegiatannya, jadi kupikir kami akan menunda hal ini untuk sementara," jelas Andrew.

"Haish ... apanya yang mengganggu? Jika kalian sibuk, maka titipkan saja pada ayah dan ibu disini. Biar kami yang akan merawatnya. Kalian anak muda tidak tahu bagaimana kesepiannya Ibu di sini jika kalian semua sibuk."

Rose sangat mendambakan seorang cucu. Semua temannya selalu membicarakan tentang cucunya setiap kali mereka bertemu.

Sekarang salah satu putranya akan menikah dan semoga saja dia dapat menimang seorang cucu dengan cepat, tidak tahu bagaimana senangnya perasaannya saat ini.

"Tetapi, Bu, Anna kan masih ...."

"Sudah ... sudah. Anna baru saja datang dan kalian sudah bertengkar meributkan soal cucu!" ucapan Andrew langsung dipotong oleh ayahnya yang mengakhiri perdebatan istri dan putranya ini.

"Baiklah, kalian berbincang saja dulu. Ibu akan menyiapkan makan malam."

"Ibu, bolehkah aku ikut membantu?" Anna menghentikan calon ibu mertuanya itu yang akan beranjak ke dapur.

"Tidak usah, Sayang. Kamu kan baru saja datang hari ini. Berbincanglah dengan mereka. Ibu akan segera menyiapkan makan malam," ucap Rose lembut.

"Tidak apa-apa, Bu. Aku sudah terbiasa membantu ibu di rumah dan di restoran."

Anna tetap ingin membantu Rose, karena dia akan canggung jika ditinggal bersama dengan calon ayah mertua dan kakak iparnya itu.

Alex memang tidak berbicara sedari tadi, tetapi mata pria itu tidak pernah lepas dari Anna. Tatapan lekat Alex membuat Anna salah tingkah.

"Iya, Bu, biarkan Anna membantumu. Anna pandai memasak, sudah lama aku tidak merasakan masakan buatan Anna. Kalian juga pasti suka," ucap Andrew bangga.

"Baiklah. Ibu juga ingin mencicipi masakan buatanmu."

"Ayo, Sayang, tunjukan kemampuanmu kepada mereka. Agar mereka dapat merasakan kelezatan masakanmu!"

Andrew masih terus membanggakan Anna dan membuat gadis itu tersipu malu.

'Kak Andrew bikin aku malu saja! Mana mungkin masakan buatanku lebih enak dari koki di rumah mereka ini? Tetapi, biarlah daripada aku ditinggal di sini. Lebih baik aku mengobrol dengan Ibu Rose.'

Rose pun mengajak Anna untuk ke dapur. Mereka berdua terlihat akrab. Andrew senang keluarganya menerima kehadiran Anna. Kedepannya akan lebih mudah bagi mereka menjalani kehidupan pernikahan.

.

.

.

Terpopuler

Comments

Aqiyu

Aqiyu

waduh mata Alex ga bisa di kondisikan

2022-04-29

0

Eli Lahat

Eli Lahat

waduuuh ada getar cinta dari kakanya tuuuh

2022-04-28

0

Deek afifah

Deek afifah

waduh mata alex bahaya ini jangan2 ana yg mampu mengetarkan hati alex pada seorang wanita

2021-12-12

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Lamaran Andrew
2 Bab 2 Pertemuan Pertama
3 Bab 3 Makan Malam Bersama
4 Bab 4 Wedding Day
5 Bab 5 Kegilaan Alex
6 Bab 6 First Time
7 Bab 7 Pamit
8 Bab 8 Jonathan Collin
9 Bab 9 Positif
10 Bab 10 Bayi
11 Bab 11 Awal yang Baru
12 Bab 12 Pertemuan Kembali
13 Bab 13 Alexander dan Michael
14 Bab 14 Permohonan Nyonya Williams
15 Bab 15 Pengakuan Anna
16 Bab 16 Test DNA
17 Bab 17 Disneyland
18 Bab 18 Hasil Lab
19 Bab 19 Dia Putraku
20 Bab 20 Kembali Pulang
21 Bab 21 Kau Lapar?
22 Bab 22 Michael atau Jonathan?
23 Bab 23 Tendangan Maut
24 Bab 24 Panggil Ayah
25 Bab 25 Hadiah Perkenalan
26 Bab 26 Di Mana Adikku
27 Bab 27 Bantu Aku
28 Bab 28 Kejutan Besar
29 Bab 29 Rujuk
30 Bab 30 Jangan Pergi
31 Bab 31 Sarapan Terakhir
32 Bab 32 Selamat Tinggal Anna
33 Bab 33 Mematahkan Dua Hati
34 Bab 34 Karena aku bukan Alex?!
35 Bab 35 Pastikan Kau Meminumnya
36 Bab 36 Cemburu
37 Bab 37 Booking Hotel
38 Bab 38 Hari Ini Libur
39 Bab 39 Aku Rindu Kalian
40 Bab 40 Ada Monster
41 Bab 41 Dilema Hati
42 Bab 42 Melamar Pekerjaan
43 Bab 43 Ayo Bertaruh
44 Bab 44 Sayang Nenek
45 Bab 45 Apa Kau Raja Iblis?
46 Bab 46 Wanita Cantik
47 Bab 47 Belanja Bersama
48 Bab 48 Menaklukan Casanova
49 Bab 49 Aku Akan Datang
50 Bab 50 Taktik Berhasil
51 Bab 51 Pria Licik
52 Bab 52 Samsak Manusia
53 Bab 53 Mari Kita Bicara
54 Bab 54 Bertahan Atau Lupakan
55 Bab 55 Bertemu Malaikat
56 Bab 56 Bahagialah Meski Tanpa Aku
57 Bab 57 Pangeran Tampan Negri Dongeng
58 Bab 58 Peringatan Pertama Dan Terakhir
59 Visual
60 Bab 59 Demon King vs Guardian Angel
61 Bab 60 Aku Mual
62 Bab 61 Kejutan Untuk Andrew
63 Bab 62 Keputusan Nyonya Besar
64 Bab 63 Membawanya Pulang
65 Bab 64 Satu Untukmu, Satu Untukku
66 Bab 65 Dia Mengetahuinya
67 Bab 66 Berusaha Meyakinkannya
68 Bab 67 Menunggu Mu, Melamar Mu
69 Bab 68 Berteman
70 Bab 69 Ingin Menjauhkannya
71 Bab 70 Sehari Bersama Mu
72 Bab 71 Salah Paham
73 Bab 72 Pencemaran Nama Baik
74 Bab 73 Pergi Secepatnya
75 Bab 74 Rencana Pelarian
76 Bab 75 Plan B
77 Bab 76 Pelukan Erat
78 Bab 77 Khawatir
79 Bab 78 Trauma
80 Bab 79 Dia Setuju
81 Bab 80 Bercerai
82 Bab 81 Hanya Kita Berdua
83 Bab 82 Cinta Sejati
84 Bab 83 Kabar Buruk
85 Bab 84 Keluarga Baru
86 Bab 85 Calon Istri Ku
87 Bab 86 Mencari Informasi
88 Bab 87 Belajar Merelakan
89 Bab 88 Secercah Harapan
90 Bab 89 Balasan Kebaikan
91 Bab 90 Kenangan Kincir Ria
92 Bab 91 Nama Yang Dirindukan
93 Bab 92 Tidak Bisa Berjalan Lagi
94 Bab 93 Hadiah Perpisahan Alex
95 Bab 94 Pulang Bersamanya
96 Bab 95 Cucu Baru
97 Bab 96 Bertengkar
98 Bab 97 Tendangan Kecil
99 Bab 98 Meminta Restu
100 Bab 99 Malam Pertama
101 Bab 100 Diagnosis Dokter
102 Bab 101 Tetap Bersamanya
103 Bab 102 Jangan Menyerah
104 Bab 103 Hari H
105 Bab 104 Kejutan Di Hari Pernikahan
106 Bab 105 Boy Band
107 Bab 106 Malam Yang Sempurna
108 Bab 107 Resep Penghilang Kantuk
109 Bab 108 Masih Merindukannya
110 Bab 109 Mengejar Cintanya
111 Bab 110 Konsultan Percintaan
112 Bab 111 Jebakan Marcel
113 Bab 112 Cemburu Buta
114 Bab 113 Mabuk
115 Bab 114 Arti Natal
116 Bab 115 Bujukan Alex
117 Bab 116 Oleh-Oleh
118 Bab 117 Perjamuan Malam Natal
119 Bab 118 Truth Or Dare
120 Bab 119 Doa Yang Terkabulkan
121 Bab 120 Pencuri Malam Hari
122 Bab 121 Lagi
123 Bab 122 Menggodanya
124 Bab 123 Hanya Kamu
125 Bab 124 Tuan Muda Membantu
126 Bab 125 Ungkapan Hatimu, Penyesalanku
127 Bab 126 Berjuang Mendapatkannya
128 Bab 127 Hotel Emperor
129 Bab 128 Pria Menyebalkan
130 Bab 129 Hadiah Natal Dariku
131 Bab 130 Sepenggal Kisah Lama
132 Bab 131 Masa Lalu Yang Suram
133 Bab 132 Pengabdian Leo
134 Bab 133 Kunjungan Pertama
135 Bab 134 Pengawal Bayangan
136 Bab 135 Pria Cacat
137 Bab 136 Cem Bu Ru
138 Bab 137 Paman Tampan
139 Bab 138 Damai
140 Bab 139 Pergi Mencarinya
141 Bab 140 Amarah Terpendam
142 Bab 141 Penyelamatan
143 Bab 142 Malaikat Kecilku, Eve
144 Bab 143 Bantu Aku Atau Menjadi Musuhku
145 Bab 144 Permintaan Ayah
146 Bab 145 Mencari Jesica
147 Bab 146 Suami Takut Istri
148 Bab 147 Nyaman Di Rumah
149 Bab 148 Perjodohan
150 Bab 149 Jerit Malam
151 Bab 150 Memuaskanmu
152 Bab 151 Obat Kuat
153 Bab 152 Satu Minggu
154 Bab 153 Rahasia Lama
155 Bab 154 Efek Menikah
156 Bab 155 Istri Ketiga
157 Bab 156 Mempelai Pria Datang
158 Bab 157 Wanita Pertama Dan Terakhir
159 Bab 158 Masalah Terselesaikan
160 Bab 159 Kekuatan Anna
161 Bab 160 Wanita Williams
162 Bab 161 Asisten Baru
163 Bab 162 Presdir Masa Depan
164 Bab 163 UFO
165 Bab 164 Target Terkunci
166 Bab 165 Kejadian Tak Terduga
167 Bab 166 Memulai Rencana Pertahanan
168 Bab 167 Adu Strategi
169 Bab 168 Kau Milikku
170 Bab 169 Serangan Telak
171 Bab 170 Kartu AS Alex
172 Maaf dan Terima Kasih
173 Bab 171 Menepati Janji
174 Bab 172 Pengakuan Cinta
175 Bab 173 Bermanja Denganmu
176 Bab 174 Sahabat Selamanya
177 Bab 175 Terkecoh
178 Bab 176 Perintah Eksekusi
179 Bab 177 Terus Mencarinya
180 Bab 178 Terlambat
181 Bab 179 Memori Masa Lalu
182 Bab 180 Si Jenius Leo
183 Bab 181 Bertemu Tuan
184 Bab 182 Sister Complex
185 Bab 183 Mirip Dengannya
186 Bab 184 Sakit
187 Bab 185 Kasih Sayang Michael
188 Bab 186 Inggris
189 Bab 187 Kabar Dari Ibu
190 Bab 188 Susu Hamil
191 Bab 189 Tidak Mau Adik
192 Bab 190 Ingin Memilikinya
193 Bab 191 Ninja
194 Bab 192 Hukuman Nicholas
195 Bab 193 Iblis Yang Terluka
196 Bab 194 Berserah Kepada-Nya
197 Bab 195 Tertidur Nyenyak
198 Bab 196 Rindu Ayah
199 Bab 197 Karena Kau Bukan Dia
200 Bab 198 Perhatian Alex
201 Bab 199 Lotus
202 Bab 200 Welcome My Baby
203 Terima Kasih Semuanya
Episodes

Updated 203 Episodes

1
Bab 1 Lamaran Andrew
2
Bab 2 Pertemuan Pertama
3
Bab 3 Makan Malam Bersama
4
Bab 4 Wedding Day
5
Bab 5 Kegilaan Alex
6
Bab 6 First Time
7
Bab 7 Pamit
8
Bab 8 Jonathan Collin
9
Bab 9 Positif
10
Bab 10 Bayi
11
Bab 11 Awal yang Baru
12
Bab 12 Pertemuan Kembali
13
Bab 13 Alexander dan Michael
14
Bab 14 Permohonan Nyonya Williams
15
Bab 15 Pengakuan Anna
16
Bab 16 Test DNA
17
Bab 17 Disneyland
18
Bab 18 Hasil Lab
19
Bab 19 Dia Putraku
20
Bab 20 Kembali Pulang
21
Bab 21 Kau Lapar?
22
Bab 22 Michael atau Jonathan?
23
Bab 23 Tendangan Maut
24
Bab 24 Panggil Ayah
25
Bab 25 Hadiah Perkenalan
26
Bab 26 Di Mana Adikku
27
Bab 27 Bantu Aku
28
Bab 28 Kejutan Besar
29
Bab 29 Rujuk
30
Bab 30 Jangan Pergi
31
Bab 31 Sarapan Terakhir
32
Bab 32 Selamat Tinggal Anna
33
Bab 33 Mematahkan Dua Hati
34
Bab 34 Karena aku bukan Alex?!
35
Bab 35 Pastikan Kau Meminumnya
36
Bab 36 Cemburu
37
Bab 37 Booking Hotel
38
Bab 38 Hari Ini Libur
39
Bab 39 Aku Rindu Kalian
40
Bab 40 Ada Monster
41
Bab 41 Dilema Hati
42
Bab 42 Melamar Pekerjaan
43
Bab 43 Ayo Bertaruh
44
Bab 44 Sayang Nenek
45
Bab 45 Apa Kau Raja Iblis?
46
Bab 46 Wanita Cantik
47
Bab 47 Belanja Bersama
48
Bab 48 Menaklukan Casanova
49
Bab 49 Aku Akan Datang
50
Bab 50 Taktik Berhasil
51
Bab 51 Pria Licik
52
Bab 52 Samsak Manusia
53
Bab 53 Mari Kita Bicara
54
Bab 54 Bertahan Atau Lupakan
55
Bab 55 Bertemu Malaikat
56
Bab 56 Bahagialah Meski Tanpa Aku
57
Bab 57 Pangeran Tampan Negri Dongeng
58
Bab 58 Peringatan Pertama Dan Terakhir
59
Visual
60
Bab 59 Demon King vs Guardian Angel
61
Bab 60 Aku Mual
62
Bab 61 Kejutan Untuk Andrew
63
Bab 62 Keputusan Nyonya Besar
64
Bab 63 Membawanya Pulang
65
Bab 64 Satu Untukmu, Satu Untukku
66
Bab 65 Dia Mengetahuinya
67
Bab 66 Berusaha Meyakinkannya
68
Bab 67 Menunggu Mu, Melamar Mu
69
Bab 68 Berteman
70
Bab 69 Ingin Menjauhkannya
71
Bab 70 Sehari Bersama Mu
72
Bab 71 Salah Paham
73
Bab 72 Pencemaran Nama Baik
74
Bab 73 Pergi Secepatnya
75
Bab 74 Rencana Pelarian
76
Bab 75 Plan B
77
Bab 76 Pelukan Erat
78
Bab 77 Khawatir
79
Bab 78 Trauma
80
Bab 79 Dia Setuju
81
Bab 80 Bercerai
82
Bab 81 Hanya Kita Berdua
83
Bab 82 Cinta Sejati
84
Bab 83 Kabar Buruk
85
Bab 84 Keluarga Baru
86
Bab 85 Calon Istri Ku
87
Bab 86 Mencari Informasi
88
Bab 87 Belajar Merelakan
89
Bab 88 Secercah Harapan
90
Bab 89 Balasan Kebaikan
91
Bab 90 Kenangan Kincir Ria
92
Bab 91 Nama Yang Dirindukan
93
Bab 92 Tidak Bisa Berjalan Lagi
94
Bab 93 Hadiah Perpisahan Alex
95
Bab 94 Pulang Bersamanya
96
Bab 95 Cucu Baru
97
Bab 96 Bertengkar
98
Bab 97 Tendangan Kecil
99
Bab 98 Meminta Restu
100
Bab 99 Malam Pertama
101
Bab 100 Diagnosis Dokter
102
Bab 101 Tetap Bersamanya
103
Bab 102 Jangan Menyerah
104
Bab 103 Hari H
105
Bab 104 Kejutan Di Hari Pernikahan
106
Bab 105 Boy Band
107
Bab 106 Malam Yang Sempurna
108
Bab 107 Resep Penghilang Kantuk
109
Bab 108 Masih Merindukannya
110
Bab 109 Mengejar Cintanya
111
Bab 110 Konsultan Percintaan
112
Bab 111 Jebakan Marcel
113
Bab 112 Cemburu Buta
114
Bab 113 Mabuk
115
Bab 114 Arti Natal
116
Bab 115 Bujukan Alex
117
Bab 116 Oleh-Oleh
118
Bab 117 Perjamuan Malam Natal
119
Bab 118 Truth Or Dare
120
Bab 119 Doa Yang Terkabulkan
121
Bab 120 Pencuri Malam Hari
122
Bab 121 Lagi
123
Bab 122 Menggodanya
124
Bab 123 Hanya Kamu
125
Bab 124 Tuan Muda Membantu
126
Bab 125 Ungkapan Hatimu, Penyesalanku
127
Bab 126 Berjuang Mendapatkannya
128
Bab 127 Hotel Emperor
129
Bab 128 Pria Menyebalkan
130
Bab 129 Hadiah Natal Dariku
131
Bab 130 Sepenggal Kisah Lama
132
Bab 131 Masa Lalu Yang Suram
133
Bab 132 Pengabdian Leo
134
Bab 133 Kunjungan Pertama
135
Bab 134 Pengawal Bayangan
136
Bab 135 Pria Cacat
137
Bab 136 Cem Bu Ru
138
Bab 137 Paman Tampan
139
Bab 138 Damai
140
Bab 139 Pergi Mencarinya
141
Bab 140 Amarah Terpendam
142
Bab 141 Penyelamatan
143
Bab 142 Malaikat Kecilku, Eve
144
Bab 143 Bantu Aku Atau Menjadi Musuhku
145
Bab 144 Permintaan Ayah
146
Bab 145 Mencari Jesica
147
Bab 146 Suami Takut Istri
148
Bab 147 Nyaman Di Rumah
149
Bab 148 Perjodohan
150
Bab 149 Jerit Malam
151
Bab 150 Memuaskanmu
152
Bab 151 Obat Kuat
153
Bab 152 Satu Minggu
154
Bab 153 Rahasia Lama
155
Bab 154 Efek Menikah
156
Bab 155 Istri Ketiga
157
Bab 156 Mempelai Pria Datang
158
Bab 157 Wanita Pertama Dan Terakhir
159
Bab 158 Masalah Terselesaikan
160
Bab 159 Kekuatan Anna
161
Bab 160 Wanita Williams
162
Bab 161 Asisten Baru
163
Bab 162 Presdir Masa Depan
164
Bab 163 UFO
165
Bab 164 Target Terkunci
166
Bab 165 Kejadian Tak Terduga
167
Bab 166 Memulai Rencana Pertahanan
168
Bab 167 Adu Strategi
169
Bab 168 Kau Milikku
170
Bab 169 Serangan Telak
171
Bab 170 Kartu AS Alex
172
Maaf dan Terima Kasih
173
Bab 171 Menepati Janji
174
Bab 172 Pengakuan Cinta
175
Bab 173 Bermanja Denganmu
176
Bab 174 Sahabat Selamanya
177
Bab 175 Terkecoh
178
Bab 176 Perintah Eksekusi
179
Bab 177 Terus Mencarinya
180
Bab 178 Terlambat
181
Bab 179 Memori Masa Lalu
182
Bab 180 Si Jenius Leo
183
Bab 181 Bertemu Tuan
184
Bab 182 Sister Complex
185
Bab 183 Mirip Dengannya
186
Bab 184 Sakit
187
Bab 185 Kasih Sayang Michael
188
Bab 186 Inggris
189
Bab 187 Kabar Dari Ibu
190
Bab 188 Susu Hamil
191
Bab 189 Tidak Mau Adik
192
Bab 190 Ingin Memilikinya
193
Bab 191 Ninja
194
Bab 192 Hukuman Nicholas
195
Bab 193 Iblis Yang Terluka
196
Bab 194 Berserah Kepada-Nya
197
Bab 195 Tertidur Nyenyak
198
Bab 196 Rindu Ayah
199
Bab 197 Karena Kau Bukan Dia
200
Bab 198 Perhatian Alex
201
Bab 199 Lotus
202
Bab 200 Welcome My Baby
203
Terima Kasih Semuanya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!