18. Lelang

Acara lelang diadakan pukul 8 malam. Atthara masih harus mengurus pekerjaan, sehingga akan menjemput Lulu sepulang bekerja.

“Acara seperti itu, bagusnya pakai apa Mbak Bet?” tanya Lulu sambil menyiram bunga.

“Pakaian seperti yang Nona Muda kenakan saat acara pertunangan itu juga bagus.”

“Benarkah?”

“Tenang saja, Nona Muda. Apapun yang Nona Muda kenakan akan terlihat bagus.”

“Mbak Betty hanya menyenangkanku saja!” kata Lulu tidak percaya.

“Saya tidak bermaksud seperti itu, Nona Muda. Jika dibandingkan dengan Nona Agnes, Nona Muda lebih cantik karena terlihat natural.”

“Apakah di kota tidak ada yang berhijab lebar sepertiku?” tanya Lulu penasaran.

Pasalnya ia tidak pernah keluar rumah. Saat acara pertunangan Keyra, ia melihat Perempuan berhijab namun kebanyakan hijab modis yang di lilit leher.

“Ada, Nona Muda. Tetapi jika di sekeliling Tuan Muda, tidak ada. Hanya Nona Muda.”

“Benarkah? Apa Mbak Betty kenal dengan Mama Mas Attha?”

“Kenal, Nona Muda. Saya adalah anak dari Bu Minah, yang merupakan pelayan dari keluarga Nyonya Kumala.”

“Bisakah ceritakan lebih banyak?” pinta Lulu yang meletakkan alat siramnya.

“Maaf, Nona Muda.” Betty menundukkan kepalanya.

Lulu mengerti. Tidak hanya Betty, bahkan Nenek Rahma enggan menceritakan tentang Mama kandung Atthara. Entah ada masalah apa, Lulu hanya bisa bersabar menunggu semuanya terungkap sendiri tanpa ia mencari tahu.

Waktu sudah memasuki waktu ashar, Lulu masuk ke dalam kamarnya dan membersihkan diri sebelum melaksanakan sholat. Selesai membersihkan diri, Lulu segera melaksanakan sholat sebelum Atthara kembali dari pekerjaannya.

“Mas Attha, kapan pulangnya?” tanya Lulu terkejut, Atthara sudah ada di kamarnya.

“Baru saja. Apakah kamu tidak tahu aku ada di sini?” Lulu menggeleng.

“Bagaimana bisa? Bahkan saat aku membuka pintu, menimbulkan suara.”

“Saat sholat, kita dianjurkan untuk melakukannya dengan khusyuk, Mas. Di mana dengan kesadaran penuh, pikiran dan hati menyatu, serta menghayati setiap rakaat dan bacaannya, karena sholat adalah ibadah kita kepada Allah.”

“Jadi, kalau pun ada pencuri masuk rumah kamu tetap tidak akan menyadarinya?” Lulu tidak menjawab karena takut apa yang Atthara ucapkan menjadi sebuah doa.

“Kenapa tidak menjawab?”

“Setiap perkataan itu adalah doa, Mas. Hendaklah kita mengucapkan kata-kata yang baik dan menjadikannya doa baik.” Jawab Lulu.

“Tuhan mu terlalu banyak aturan!”

“Aturan itu ditujukan untuk membawa umat-Nya ke jalan keselamatan, Mas.”

“Sudah, sudah. Pakailah ini malam ini!” Atthara menyerahkan paper bag yang dibawanya.

“Baik, Mas.” Lulu mengangguk seraya menerima paper bag tersebut.

Atthara meninggalkan kamar Lulu dan kembali menutup pintu, sedangkan Lulu menatap kepergiannya dengan nanar. Apa yang membuat Atthara melupakan Tuhan nya? Dan bagaimana bisa orang yang awalnya beriman menjadi seperti itu? Banyak pertanyaan di dalam pikiran Lulu. Pesan Nenek Rahma yang memintanya membawa Atthara kembali mengenal Allah, masih membutuhkan perjalanan jauh.

Malamnya, setelah Lulu meyelesaikan sholat isya’. Ia mengenakan riasan tipis dan mulai mengenakan pakaian yang diberikan Atthara. Gamis yang membentuk tubuh bagian atas dengan hiasan payet dan bunga brokat, memiliki resleting yang memanjang di belakang. Awalnya Lulu lancar-lancar saja sampai di urutan tulang belikat, resleting macet. Lulu berusaha menurunkan resleting lebih dulu tetapi resleting tidak bergerak.

Atthara yang sudah siap, menghampiri Lulu di kamarnya dan menemukan Lulu masih berusaha menggerakkan resleting dengan memunggungi kaca.

“Kenapa tidak bilang?” tanya Atthara yang kemudian mengambil alih resleting gamis Lulu.

“Aku kira aku bisa melakukannya sendiri, Mas.”

“Resletingnya tersangkut kain.” Atthara mencoba memperbaiki dan akhirnya resleting bisa berfungsi lagi.

“Terima kasih, Mas.”

“Masih berapa lama?”

“Sebentar lagi, Mas!” Lulu segera mengenakan hijab pashminanya.

Setelah selesai, ia memasang kaos kaki dan mengenakan sandal wedges, tak lupa shoulder bag berwarna beige. Atthara mengakui kecantikan Lulu tidak bisa disamakan dengan Perempuan pada umumnya yang menggunakan make up tebal. Bahkan saat menikah, Lulu tidak terlihat menggunakan makeup tebal. Atthara menjadi penasaran, apa identitas Lulu sebenarnya karena jika keturunan orang biasa sepertinya tidak mungkin. Lulu terlalu mencolok di desanya.

Mengabaikan identitas Lulu, Atthara membawa Lulu menuju tempat pelelangan. Pelelangan di gelar di sebuah ballroom hotel Bintang 5. Kedatangan Atthara di sambut beberapa orang yang menurut Lulu adalah para penjilat. Di sana mereka juga bertemu Papa dan Mama Atthara. Seperti biasa, Lulu mengulurkan tangannya dan kali ini Papa Atthara menerima uluran tangan Lulu. Hanya istrinya yang masih tidak mau dekat-dekat dengan Lulu.

“Jika ada yang kamu inginkan, katakana!” bisik Atthara saat acara sudah dimulai.

“Apakah Mas yang menyumbang juga bisa ikut lelang?”

“Ya. Selain barang yang disumbangkan, kita bisa menawar semuanya.” Lulu mengangguk.

Acara pelelangan cukup membuat Lulu tercengang dengan nilai fantastis yang dikeluarkan orang-orang yang menawar barang atau property. Termasuk Papa Atthara yang menawar cincin berlian senilai 100 M.

“Apakah kamu tahu nilai cincin yang kamu kenakan?” bisik Atthara yang sedari tadi memperhatikan raut wajah Lulu yang berubah-ubah.

“Berapa?” tanya Lulu penasaran.

“Coba tebak!”

Lulu melihat cincin yang melingkar di jari manis kanannya. Jika diperhatikan lebih seksama, cincin yang dikenakannya hampir mirip dengan cincin yang di tawar oleh Papa Atthara. Bedanya, cincin Lulu memiliki permata warna biru berbentuk tetesan air di Tengah dan permata kecil bening di kanan dan kirinya, sedangkan yang ada di tempat lelang berbentuk kotak berwarna pink.

“Apakah harganya sama dengan yang ada di sana?” tanya Lulu, membuat bulu kuduknya meremang.

“Itu lebih mahal!” bisikan Atthara seketika membuat Lulu menegang.

“Lain kali aku akan menyimpannya di rumah saja.” Gumam Lulu, yang di dengar Atthara.

“Awas saja kamu tidak memakainya!” ancam Atthara.

“Kenapa Mas memberikanku cincin semahal ini? Aku jadi takut menghilangkannya.” Cicit Lulu.

“Jika aku tidak memberikanmu itu, Nenek akan mempertanyakan niatku menikahimu.”

“Begitu?” Atthara tersenyum smirk.

Ia merasa senang telah mempermainkan Lulu. Walaupun benar cincin Lulu memiliki nilai yang fantastis, cincin itu ia dapatkan di pelelangan saat di luar negeri. Ia memberikannya sebagai cincin pernikahan agar cincin tersebut tidak hanya ia simpan. Lagi pula, cincin itu terlihat cocok dikenakan Lulu yang memiliki kulit bersih dan jari yang lentik.

Sepanjang pelelangan, Lulu tidak melihat barang yang menarik perhatiannya sehingga Atthara tidak menawar satu pun barang. Tetapi di akhir pelelangan, sebuah liontin dengan batu berwarna hijau yang ada di dalam kerangka Bunga berwarna silver ditawarkan.

“Tawaran Mas tadi apakah masih berlaku?” tanya Lulu mendekat di telinga Atthara.

“Masih. Apakah kamu menginginkannya?” Lulu mengangguk.

“Kamu yakin? Nilainya tidak seberapa!”

“Tidak apa, Mas.” Lulu mengeratkan tangannya di lengan Atthara.

Atthara merasa ada yang tidak biasa dengan Lulu. Istrinya sedari tadi tidak tertarik dengan barang mahal, tetapi justru tertarik dengan barang murah seperti itu. Tetapi Atthara tetap menawarnya.

“Anak muda, bisakah mengalah dengan Pak Tua ini?”

Episodes
1 1. Digusur
2 2. Bernegosiasi
3 3. Syarat
4 4. Latar Belakang
5 5. Tolong Rahasiakan
6 6. Ayam Katsu
7 7. Apartemen
8 8. Buku
9 9. Rumah Sakit
10 10. Di Sini Saja
11 11. Lahap Makan
12 12. Sup Ayam
13 13. Sah
14 14. Nenek Rahma Menginap
15 15. Di Kamar Atthara
16 16. Acara Pertunangan
17 17. Istriku
18 18. Lelang
19 19. Kalung
20 20. Olahraga
21 21. Pantai
22 22. Pingsan
23 23. Berangkat
24 24. Pusaka
25 25. Kantor
26 26. Meminta Izin
27 27. Penyerangan
28 28. Tidak Boleh Melakukan Apa-apa
29 29. Hukuman
30 30. Operasi
31 31. Tidak Akan Melebihi Batas Kemampuan
32 32. Ke Panti Asuhan
33 33. Merasa Marah
34 34. Tidur Bersama
35 35. Apa Mas Attha Cemburu?
36 36. Anda Siapa?
37 37. Percaya Diri Sekali
38 38. Satu Tahun
39 39. Marah
40 40. Jujur
41 41. Ikut Menginap
42 42. Mencari Tahu
43 43. Menyadari
44 44. Kecewa
45 45. Dua Pukulan
46 46. Kejutan
47 47. Doa
48 48. Mendaki
49 49. Mengikuti Lulu
50 50. Tidak Bisa Berhenti
51 51. Pesan Rega
52 52. Nenek!
53 53. Kenapa Kamu Melakukannya?
54 54. Bersikap Dingin
55 55. Berpisah
56 56. Matikan Lokasi dan Ponsel
57 57. Mencari Lulu
58 58. Bersisihan
59 59. Kembar Identik
60 60. Jangan Bodoh
61 61. Memperbaiki
62 62. Masa Lalu
63 63. Bangkrut
64 64. Rega dan Atthara
65 65. Berkelahi
66 66. Butuh Waktu
67 67. Omong Kosong
68 68. 7 Bulan
69 69. Musibah
70 70. Tidak Ada Kata Jika
71 71. Syukuran
72 72. Bantuan Rega
73 73. Peran Lulu
74 74. 2 Tahun
75 75. Sulit Membedakan
76 76. Vaksinasi
77 77. Mengincar Lulu
78 78. Rezeki Keturunan
79 79. Percobaan Pertama
80 80. Gudang Tua
81 81. Menurunkan Ego
82 82. Pangestu Membawa Lulu
83 83. Melunak
84 84. DNA Tidak Cocok
85 85. Meminta Maaf
Episodes

Updated 85 Episodes

1
1. Digusur
2
2. Bernegosiasi
3
3. Syarat
4
4. Latar Belakang
5
5. Tolong Rahasiakan
6
6. Ayam Katsu
7
7. Apartemen
8
8. Buku
9
9. Rumah Sakit
10
10. Di Sini Saja
11
11. Lahap Makan
12
12. Sup Ayam
13
13. Sah
14
14. Nenek Rahma Menginap
15
15. Di Kamar Atthara
16
16. Acara Pertunangan
17
17. Istriku
18
18. Lelang
19
19. Kalung
20
20. Olahraga
21
21. Pantai
22
22. Pingsan
23
23. Berangkat
24
24. Pusaka
25
25. Kantor
26
26. Meminta Izin
27
27. Penyerangan
28
28. Tidak Boleh Melakukan Apa-apa
29
29. Hukuman
30
30. Operasi
31
31. Tidak Akan Melebihi Batas Kemampuan
32
32. Ke Panti Asuhan
33
33. Merasa Marah
34
34. Tidur Bersama
35
35. Apa Mas Attha Cemburu?
36
36. Anda Siapa?
37
37. Percaya Diri Sekali
38
38. Satu Tahun
39
39. Marah
40
40. Jujur
41
41. Ikut Menginap
42
42. Mencari Tahu
43
43. Menyadari
44
44. Kecewa
45
45. Dua Pukulan
46
46. Kejutan
47
47. Doa
48
48. Mendaki
49
49. Mengikuti Lulu
50
50. Tidak Bisa Berhenti
51
51. Pesan Rega
52
52. Nenek!
53
53. Kenapa Kamu Melakukannya?
54
54. Bersikap Dingin
55
55. Berpisah
56
56. Matikan Lokasi dan Ponsel
57
57. Mencari Lulu
58
58. Bersisihan
59
59. Kembar Identik
60
60. Jangan Bodoh
61
61. Memperbaiki
62
62. Masa Lalu
63
63. Bangkrut
64
64. Rega dan Atthara
65
65. Berkelahi
66
66. Butuh Waktu
67
67. Omong Kosong
68
68. 7 Bulan
69
69. Musibah
70
70. Tidak Ada Kata Jika
71
71. Syukuran
72
72. Bantuan Rega
73
73. Peran Lulu
74
74. 2 Tahun
75
75. Sulit Membedakan
76
76. Vaksinasi
77
77. Mengincar Lulu
78
78. Rezeki Keturunan
79
79. Percobaan Pertama
80
80. Gudang Tua
81
81. Menurunkan Ego
82
82. Pangestu Membawa Lulu
83
83. Melunak
84
84. DNA Tidak Cocok
85
85. Meminta Maaf

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!