18 : Aku Sayang Kamu Devano

"Apa yang barusan kamu katakan Devano?"

Alis Daffa bertaut ketika mendengar permintaan anaknya yang tidak biasa, setelah makan malam Devano tiba-tiba masuk ke dalam ruang kerjanya dan meminta sesuatu yang membuatnya bingung. Meletakkan pena yang tadi dia genggam Daffa menghampiri anaknya yang duduk di sofa dan kembali bertanya maksud dari permintaannya.

Rasanya aneh karena Devano meminta sesuatu yang tidak biasa, membeli sebuah rumah?

Mereka tidak memerlukan rumah lagi bahkan Daffa juga memiliki beberapa apartemen yang tidak digunakan hingga dia berniat untuk menjualnya, tapi anaknya malah meminta sebuah rumah. Aneh sekali bisa dibilang ini permintaan teraneh yang Devano inginkan biasanya dia hanya meminta tambahan uang atau motor baru, tapi rumah untuk apa anaknya menginginkan sebua rumah.

"Rumah? Daddy rasa kita sudah punya rumah dan apartemen juga untuk apa Daddy beli rumah lagi?" Tanya Daffa sambil menatap anaknya

Devano menatap Daffa dalam diam dia ingin mengatakan sesuatu, tapi rasanya sangat sulit untuk dia ucapkan.

"Ada apa Vano? Katakan saja Daddy akan dengarkan dan kalau memang sangat penting untuk kamu Daddy akan menuruti keinganan kamu." Kata Daffa sambil menepuk bahu anaknya pelan

Devano membasahi bibirnya yang terasa kering lalu mulai menjelaskan semuanya pada Daffa yang setia mendengarkan hingga dia selesai.

"Daddy tau Adara kan? Wanita yang pernah Vano ajak ke rumah." Kata Devano

"Iya Daddy tau, apa ada hubungannya dengan dia?" Tanya Daffa

Devano mengangguk singkat dan mencoba untuk menjelaskan situasinya.

"Dia ada masalah dengan keluarganya, Ayahnya berniat menjual rumah yang saat ini dia tinggali dan hal itu membuatnya terluka karena rumah itu satu-satunya tempat dia untuk tinggal juga merupakan tempat yang penuh kenangan sama Bunda juga Kakeknya." Kata Devano

"Lalu urusannya dengan kamu? Apa kamu melakukan ini karena kasihan?" Tanya Daffa lagi

Dengan cepat Devano menggelengkan kepalanya, bukan karena kasihan, tapi Devano melakukannya karena dia tidak suka melihat Adara sedih dan terluka.

"Vano gak mau kalau dia mengalami kesulitan dan juga dia pasti sedih kalau rumah itu dijual, Vano gak suka lihat dia sedih." Kata Devano

Kali ini Daffa terdiam dan menatap anaknya dengan dalam, dia pernah sekali menemui Adara dan yang dia tau anak itu sopan, tapi beberapa orang suruhannya melaporkan kalau dia sering membuat masalah di sekolah.

Hanya saja tidak mungkin Devano melakukannya atas suruhan dan lagi Devano bukan tipe orang yang suka ikut campur dengan urusan orang lain.

Kalau dia sudah ikut campur berarti orang itu penting untuknya.

"Daddy bisa jual mobil Vano dan kurangin uang saku Vano juga, tapi tolong bantuin Adara." Kata Devano sambil menatap Daffa dengan penuh permohonan

Daffa tersenyum dan mengusap bahu anaknya dengan lembut, dia yakin jika Adara pasti sangat berarti untuk anaknya.

"Tidak perlu kamu bisa membayarnya dengan juara kelas dan lulus dengan nilai terbaik, bisa?" Kata Daffa

Dengan pasti Devano menganggukkan kepalanya, apapun dia akan berusaha melakukannya.

"Siapa nama keluarganya?" Tanya Daffa

"Alexander"

"Daddy akan urus semuanya besok, sekarang kamu tidur besok harus pergi ke sekolah dan jangan sampai bolos lagi." Kata Daffa membuat Devano menatapnya dengan mata membulat

Dia fikir Daffa tidak tau, tapi Devina juga tidak mungkin mengatakannya kan?

Devina tidak pernah mengingkari janjinya bahkan dia sendiri yang bilang kalau Daddy nya jangan sampai tau.

"Daddy tau?" Tanya Devano takut

"Kamu fikir tidak? Kamu meninggalkan sekolah sebelum bel masuk dan kembali untuk menjemput Devina menunggu di dekat halte bus, benar?" Kata Daffa sambil tersenyum penuh kemenangan

Devano mengangguk dan enggan untuk menatap Daffa hingga dia tidak sadar kalau pria paruh baya itu sedang menahan tawanya sekarang.

"Luka di wajah kamu juga itu karena perkelahian di belakang sekolah benar?" Kata Daffa lagi

Kembali mengangguk Devano menggumamkan maaf dan membuat Daffa tersenyum lalu menepuk pelan pundaknya.

"Daddy tidak marah Devano karena Daddy tau kamu melakukannya dengan sebuah alasan, tapi Daddy minta jangan sampai kamu kelewat batas karena Devano Daddy selalu tau apa yang kamu lakukan disekolah ataupun diluar sekolah." Kata Daffa

"Iya Daddy"

Setelah itu Daffa beranjak dari tempat duduknya dan kembali ke meja kerjanya untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan.

"Vano ke kamar dulu ya Dad"

Saat Devano akan membuka pintu suara Daffa kembali terdengar dan membuat Devano menghentikan langkahnya lalu menoleh.

"Gadis yang sudah menampar anak Daddy, sudah pastikan dia meminta maaf dengan benar?" Tanya Daffa

Pertanyaan itu kembali mengejutkan Devano karena dia sama sekali tidak mengatakan apapun tentang masalah Devina di sekolah.

"Sudah Dad"

"Ini yang terakhir, kalian sudah mau lulus fokus saja belajar jangan fikirkan yang lain." Kata Daffa lagi

Devano kembali mengangguk lalu melangkahkan kakinya keluar dan ketika membuka pintu Devina sudah menyambutnya dan menatapnya penasaran.

"Bagaimana? Aku perlu bicara sama Daddy juga?" Tanya Devina

Tersenyum tipis Devano menggelengkan kepalanya pelan lalu merangkul kembarannya dan mengantar gadis itu ke kamarnya.

"Daddy sudah setuju?" Tanya Devina lagi

"Hmm"

Devina tersenyum senang, tapi ketika Devano mengatakan sesuatu matanya langsung membulat.

"Vin"

"Iya kenapa?"

"Daddy tau kalau aku berkelahi dan bolos hari ini lalu Daddy juga tau tentang Hara yang menampar kamu." Kata Devano

"Lalu Daddy marah ya?" Tanya Devina takut

Devano menggelengkan kepalanya pelan lalu membuka pintu kamar Devina dan memintanya untuk masuk ke dalam.

"Tidak, tapi Daddy bilang ini yang terakhir jangan sampai ada kejadian seperti itu lagi." Kata Devano

Devina tersenyum lalu memeluk kembaranya sekilas sebelum akhirnya masuk ke dalam kamar.

Setelah memastikan Devina masuk ke dalam kamarnya Devano langsung menutup pintu dan pergi ke kamarnya yang berada tepat disebelah kamar Devina.

Tadinya mereka tidur besama, tapi sejak sekolah menengah pertama Fahisa memisahkan kamar keduanya karena tidak baik kalau tidur sama-sama mengingat mereka sudah beranjak dewasa.

Memasuki kamar bernuansa hitam putih miliknya Devano langsung merebahkan tubuhnya di ranjang dan tersenyum lega karena Daddy nya mau membantu.

'Makasih ya Van gue mungkin udah stress kalau gak ada lo'

Entah mereka kelak akan bersama atau tidak, tapi yang Devano tau saat ini adalah dia menyayangi Adara dengan setulus hatinya.

Rasa sayang yang selalu membuatnya ingin berada disisi Adara.

Menemani gadisnya melewati semua tantangan dihidupnya.

Membuat Adara tersenyum tanpa beban nantinya.

¤¤¤

Pada akhirnya Adara membubuhkan tanda tangan di berbagai berkas yang Juan bawa kepadanya demi keselamatan Bunda nya. Meskipun entah kapan Bunda akan sadar, tapi Adara tidak mau merelakan nyawanya hanya untuk sebuah rumah.

Sampai saat ini Devano masih belum mengatakan bahwa Daddy nya adalah orang yang akan membeli rumah itu dan akan tetap membiarkan Adara tinggal disana. Rencananya Devano akan mengatakannya hari ini ketika Adara bersiap untuk mengemasi semua barang-barangnya dan dia pergi bersama Daffa juga.

Saat sampai di rumah yang cukup besar itu Daffa segera mengetuknya dan Adara yang melihat kedatangan mereka sangat terkejut lalu dengan terbata meminta mereka untuk segera masuk ke dalam.

Selagi keduanya duduk di ruang tamu Adara pergi ke dapur untuk mengambilkan minum lalu kembali dan duduk disebelah Daffa tanpa banyak bicara.

"Tinggal saja disini"

Perkataan pembuka Daffa membuat Adara mendongak dan menatapnya lalu tersenyum tipis.

"Rumah ini sudah Ayah jual dan...."

"Saya yang beli rumahnya." Kata Daffa membuat Adara terdiam

Mengeluarkan surat-surat yang dia dapatkan dari Juan mereka sukses membuat Adara menangis karena merasa begitu bahagia.

"Tinggal saja disini dan rawatlah rumah penuh kenangan ini dengan baik, tapi rumah ini tetap atas nama saya, tidak masalah bukan Adara?" Tanya Daffa

Adara mengangguk sambil menghapus air matanya, dia tidak masalah asalkan masih bisa menempati rumah ini.

"Mereka akan kembali mengusik kamu kalau rumah ini atas nama kamu, tapi selagi rumah ini masih atas nama saya kamu aman disini." Kata Daffa

Adara kembali mengangguk dengan isakan juga air matanya lalu dengan susah payah dia mengucapkan terima kasih.

"Terima kasih banyak"

Melihat Adara yang menangis membuat Daffa tidak tega, dia tidak mengerti kenapa Juan bisa sejahat itu pada anaknya sendiri.

Tangan Daffa terulur untuk mengusap sayang puncak kepala Adara dan membuat gadis itu semakin menangis.

"Semoga Bunda kamu cepat membuka matanya." Kata Daffa

Setelah mengatakan hal itu Daffa beranjak dari tempat duduknya sambil mengatajan pada Devano bahwa dia menunggu di mobil.

Daffa akan memberikan waktu untuk Devano dan Adara berbicara sebentar.

Saat Daffa sudah keluar tanpa bisa dicegah Adara memeluk Devano dengan erat dan menggumamkan kata terima kasih hingga berkali-kali membuat Devano tersenyum sambil membalas pelukannya.

"Vano makasih banyak ya? Gue gak tau harus apa kalau gak ada lo." Kata Adara

Devano hanya bergumam pelan lalu mengusap punggung Adara dengan lembut, berusaha menenangkan gadisnya dari tangisan.

"Jangan nangis"

"Makasih Van"

"Iya"

"Makasih"

"Iya Dar"

"Makasih"

"Udah bilang makasihnya gak usah banyak-banyak." Kekeh Devano

"Makasih makasih makasih makasih makasih"

Adara mengatakannya hingga berkali-kali membuat Devano tertawa kecil lalu menangkup wajah Adara dan menghapus jejak air mata yang belum mengering disana.

"Gue mau minta balasan, boleh?" Kata Devano

Dengan cepat Adara mengangguk apapun dia akan melakukan apapun untuk membalas kebaikan Devano.

"Senyum yang manis"

Terdiam untuk sesaat Adara tersenyum dengan begitu tulus setelahnya.

Senyuman yang sangat Devano sukai.

Setelah melihat senyuman itu dengan puas Devano tersenyum dan mengatakan bahwa dia harus pulang. Namun, ketika baru beberapa langkah Adara memanggilnya dan menghampiti Devano dengan berdiri dihadapannya.

Tanpa Devano duga sebuah pelukan kembali dia rasakan bersamaan dengan sebuah kalimat yang membuatnya melayang karena terlalu senang.

"Gue sayang lo Vano"

Iya, Devano juga sangat menyayangi Adara.

Jadi, perasaannya terbalas kan?

¤¤¤

Vano masa yang confess cewek duluan gimana sih kamuu😢

Gak mau tau besok dijadiin pacar ya Adara nya awas kalau enggak😋

Terpopuler

Comments

Wini Desi

Wini Desi

baper😍😍

2021-10-19

0

Bi

Bi

terharuuuu 😭😭😭

2021-07-16

0

pie2t@26

pie2t@26

ko aku yang baper ya

2021-06-02

0

lihat semua
Episodes
1 Devano Berlian Wijaya
2 Devina Berlian Wijaya
3 1 : SMA Kencana
4 2 : Antara Alex dan Ziko
5 3 : Alex dan Kisah Cintanya
6 4 : Pasar Malam
7 5 : Lapangan dan UKS
8 6 : Devano dan Adara
9 7 : Kamu Orang Baik
10 8 : Cara Lain
11 9 : Selangkah Lebih Maju
12 10 : Aku Boleh Cemburu?
13 11 : Bernyanyi Untukmu
14 12 : Adara dan Kehidupannya
15 13 : Devina Salah Tingkah
16 14 : Perusak Hubungan
17 15 : Cafe dan Hujan
18 16 : Lagu dan Luka
19 17 : Adara Alexander
20 18 : Aku Sayang Kamu Devano
21 19 : Si Posesif Devano
22 20 : Antara Ziko dan Alex
23 21 : Kamu Jahat
24 22 : Masih Marah
25 23 : Baikan?
26 24 : Jangan Dengarkan Mereka
27 25 : Aku Sayang Kamu Vin
28 26 : Aku Suka Dia
29 27 : Obat Tidur
30 28 : Pipiku Merona
31 29 : Aku Cinta Kamu
32 30 : Taken By Ziko
33 31 : Bahagia Selalu
34 32 : Pelukan Hangat Devano
35 33 : Si Keras Kepala
36 34 : Sweet Family
37 35 : Si Manja Devina
38 36 : Sayang
39 37 : Bersama Ziko
40 38 : Don't Cry
41 39 : Aku Cemburu!
42 40 : Tetap Disini
43 41 : Devano Marah
44 42 : Ziko Cemburu
45 43 : Maafin Aku Sayang
46 44 : Kekasih Nakal
47 45 : Hujan dan Teh Hangat
48 46 : Lari Pagi
49 47 : Semua Posesif
50 48 : Marahan
51 49 : Buku dan Sekotak Pizza
52 50 : Lagu Untuk Adara
53 51 : Si Posesif Ziko
54 52 : Namanya Harris
55 53 : Kesalahan Besar
56 54 : Marah dan Merah
57 55 : Pacaran
58 56 : Gara-gara Case Phone
59 57 : Kamu Tidak Akan Pergi Kan?
60 58 : Truth or Dare?
61 59 : Tentang Alex
62 60 : Kecewa
63 61 : Jangan Egois
64 62 : Aku Mau Sendiri
65 63 : Aku Mau Ikut!
66 64 : Bandara
67 65 : Pantai
68 66 : Devano Kangen!
69 67 : Terlupakan
70 68 : Masih Marah
71 69 : Kita Saudara
72 70 : My Beloved Twins
73 71 : Baikan
74 72 : Perlakuan Manis
75 73 : Cemburu!
76 74 : Kehujanan
77 75 : Aku Wanita Lemah
78 76 : Si Keras Kepala Devano
79 77 : Hug Me
80 78 : Pengganggu!
81 79 : Vano Cemburu
82 80 : Pengaruh Alex!
83 81 : Kalau Aku Pergi
84 82 : Belajar Bersama
85 83 : Dilema
86 84 : Jangan Marahi Vano
87 85 : Cepat Sembuh Sayang
88 OBSESSION
89 86 : Lagu Untuk Devina
90 87 : Selamat Ulang Tahun
91 88 : Hari Istimewa
92 89 : Ajakan Devano
93 90 : Vano Jorok!
94 91 : Anak Kesayangan
95 92 : Devano Sakit
96 93 : Bersama Devano
97 94 : A Day With Devano
98 95 : Manja
99 96 : Random
100 97 : Penakut
101 98 : Libur Sekolah
102 99 : Selamat Ulang Tahun Ziko
103 100 : Panik!
104 101 : Coba Aja
105 102 : Prom Night
106 S2 (1)
107 S2 (2)
108 S2 (3)
109 S2 (4)
110 S2 (5)
111 S2 (6)
112 S2 (7)
113 S2 (8)
114 S2 (9)
115 S2 (10)
116 S2 (11)
117 S2 (12)
118 S2 (13)
119 S2 (14)
120 S2 (15)
121 S2 (16)
122 S2 (17)
123 S2 (18)
124 S2 (19)
125 S2 (20)
126 S2 (21)
127 S2 (22)
128 S2 (23)
129 S2 (24)
130 S2 (25)
131 S2 (26)
132 S2 (27)
133 S2 (28)
134 S2 (29)
135 S2 (30)
136 S2 (31)
137 S2 (32)
138 S2 (33)
139 S2 (34)
140 S2 (35)
141 S2 (36)
142 S2 (37)
143 S2 (38)
144 S2 (39)
145 S2 (40)
146 S2 (41)
147 S2 (42)
148 S2 (43)
149 S2 (44)
150 S2 (45)
151 S2 (46)
152 S2 (47)
153 S2 (48)
154 S2 (49)
155 S2 (50)
156 S2 (51)
157 S2 (52)
158 S2 (53)
159 S2 (54)
160 S2 (55)
161 S2 (56)
162 S2 (57)
163 S2 (58)
164 S2 (59)
165 S2 (60)
166 S2 (61)
167 S2 (62)
168 S2 (63)
169 S2 (64)
170 S2 (65)
171 S2 (66)
172 S2 (67)
173 S2 (68)
174 S2 (69)
175 S2 (70)
176 S2 (71)
177 S2 (72)
178 S2 (73)
179 S2 (74)
180 S2 (75)
181 S2 (76)
182 S2 (77)
183 S2 (78)
184 S2 (79)
185 S2 (80)
186 S2 (81)
187 S2 (82)
188 S2 (83)
189 S2 (84)
190 S2 (85)
191 S2 (86)
192 S2 (87)
193 S2 (88)
194 S2 (89)
195 S2 (90)
196 S2 (91)
197 S2 (92)
198 S2 (93)
199 S2 (94)
200 S2 (95)
201 S2 (96)
202 S2 (97)
203 S2 (98)
204 S2 (99)
205 S2 (100)
206 S2 (101)
207 S2 (102)
208 S2 (103)
209 S2 (104)
210 S2 (105)
211 S2 (106)
212 S2 (107)
213 S2 (108)
214 S2 (109)
215 S2 (110)
216 S2 (111)
217 S2 (112)
218 S2 (113)
219 Extra Part (1)
220 Extra Part (2)
221 Extra Part (3)
222 Istri Manja Ziko!
223 Devano (1)
224 Devano (2)
225 Devano (3)
226 Devano (4)
227 Devano (5)
228 Devano (6)
229 Devano (7)
230 Devano (8)
231 Devano (9)
232 Devano (10)
233 Devano (11)
234 Devano (12)
235 Devano (13)
236 Devano (14)
237 Devano (15)
238 Devano (16)
239 Devano (17)
240 Devano (18)
241 Devano (19)
242 Devano (20)
243 Devano (21)
244 Devano (22)
245 Devano (23)
246 Devano (24)
247 Devano (25)
248 Devano (26)
249 Devano (27)
250 Devano (28)
251 Devano (29)
252 Devano (30)
253 Devano (31)
254 Devano (32)
255 Devano (33)
256 Devano (34)
257 Devano (35)
258 Devano (36)
259 Devano (37)
260 Devano (38)
261 Devano (39)
262 Devano (40)
263 Devano (41)
264 Devano (42)
265 Devano (43)
266 Devano (44)
267 Devano (45)
268 Devano (46)
269 Devano (47)
270 Devano (48)
271 Devano (49)
272 Devano (50)
273 Devano (51)
274 Devano (52)
275 Devano (53)
276 Devano (54)
277 Devano (55)
278 Devano (56)
279 Devano (57)
280 Devano (58)
281 Devano (59)
282 Devano (60)
283 Devano (61)
284 Devano (62)
285 Devano (63)
286 Devano (64)
287 Devano (65)
288 Devano (66)
289 Devano (67)
290 ....
291 Devano (68)
292 Devano (69)
293 Devano (70)
294 Devano (71)
295 Devano (72)
296 Devano (73)
297 Devano (74)
298 Devano (75)
299 Devano (76)
300 Devano (77)
301 ENDING
302 CERITA BARU!
Episodes

Updated 302 Episodes

1
Devano Berlian Wijaya
2
Devina Berlian Wijaya
3
1 : SMA Kencana
4
2 : Antara Alex dan Ziko
5
3 : Alex dan Kisah Cintanya
6
4 : Pasar Malam
7
5 : Lapangan dan UKS
8
6 : Devano dan Adara
9
7 : Kamu Orang Baik
10
8 : Cara Lain
11
9 : Selangkah Lebih Maju
12
10 : Aku Boleh Cemburu?
13
11 : Bernyanyi Untukmu
14
12 : Adara dan Kehidupannya
15
13 : Devina Salah Tingkah
16
14 : Perusak Hubungan
17
15 : Cafe dan Hujan
18
16 : Lagu dan Luka
19
17 : Adara Alexander
20
18 : Aku Sayang Kamu Devano
21
19 : Si Posesif Devano
22
20 : Antara Ziko dan Alex
23
21 : Kamu Jahat
24
22 : Masih Marah
25
23 : Baikan?
26
24 : Jangan Dengarkan Mereka
27
25 : Aku Sayang Kamu Vin
28
26 : Aku Suka Dia
29
27 : Obat Tidur
30
28 : Pipiku Merona
31
29 : Aku Cinta Kamu
32
30 : Taken By Ziko
33
31 : Bahagia Selalu
34
32 : Pelukan Hangat Devano
35
33 : Si Keras Kepala
36
34 : Sweet Family
37
35 : Si Manja Devina
38
36 : Sayang
39
37 : Bersama Ziko
40
38 : Don't Cry
41
39 : Aku Cemburu!
42
40 : Tetap Disini
43
41 : Devano Marah
44
42 : Ziko Cemburu
45
43 : Maafin Aku Sayang
46
44 : Kekasih Nakal
47
45 : Hujan dan Teh Hangat
48
46 : Lari Pagi
49
47 : Semua Posesif
50
48 : Marahan
51
49 : Buku dan Sekotak Pizza
52
50 : Lagu Untuk Adara
53
51 : Si Posesif Ziko
54
52 : Namanya Harris
55
53 : Kesalahan Besar
56
54 : Marah dan Merah
57
55 : Pacaran
58
56 : Gara-gara Case Phone
59
57 : Kamu Tidak Akan Pergi Kan?
60
58 : Truth or Dare?
61
59 : Tentang Alex
62
60 : Kecewa
63
61 : Jangan Egois
64
62 : Aku Mau Sendiri
65
63 : Aku Mau Ikut!
66
64 : Bandara
67
65 : Pantai
68
66 : Devano Kangen!
69
67 : Terlupakan
70
68 : Masih Marah
71
69 : Kita Saudara
72
70 : My Beloved Twins
73
71 : Baikan
74
72 : Perlakuan Manis
75
73 : Cemburu!
76
74 : Kehujanan
77
75 : Aku Wanita Lemah
78
76 : Si Keras Kepala Devano
79
77 : Hug Me
80
78 : Pengganggu!
81
79 : Vano Cemburu
82
80 : Pengaruh Alex!
83
81 : Kalau Aku Pergi
84
82 : Belajar Bersama
85
83 : Dilema
86
84 : Jangan Marahi Vano
87
85 : Cepat Sembuh Sayang
88
OBSESSION
89
86 : Lagu Untuk Devina
90
87 : Selamat Ulang Tahun
91
88 : Hari Istimewa
92
89 : Ajakan Devano
93
90 : Vano Jorok!
94
91 : Anak Kesayangan
95
92 : Devano Sakit
96
93 : Bersama Devano
97
94 : A Day With Devano
98
95 : Manja
99
96 : Random
100
97 : Penakut
101
98 : Libur Sekolah
102
99 : Selamat Ulang Tahun Ziko
103
100 : Panik!
104
101 : Coba Aja
105
102 : Prom Night
106
S2 (1)
107
S2 (2)
108
S2 (3)
109
S2 (4)
110
S2 (5)
111
S2 (6)
112
S2 (7)
113
S2 (8)
114
S2 (9)
115
S2 (10)
116
S2 (11)
117
S2 (12)
118
S2 (13)
119
S2 (14)
120
S2 (15)
121
S2 (16)
122
S2 (17)
123
S2 (18)
124
S2 (19)
125
S2 (20)
126
S2 (21)
127
S2 (22)
128
S2 (23)
129
S2 (24)
130
S2 (25)
131
S2 (26)
132
S2 (27)
133
S2 (28)
134
S2 (29)
135
S2 (30)
136
S2 (31)
137
S2 (32)
138
S2 (33)
139
S2 (34)
140
S2 (35)
141
S2 (36)
142
S2 (37)
143
S2 (38)
144
S2 (39)
145
S2 (40)
146
S2 (41)
147
S2 (42)
148
S2 (43)
149
S2 (44)
150
S2 (45)
151
S2 (46)
152
S2 (47)
153
S2 (48)
154
S2 (49)
155
S2 (50)
156
S2 (51)
157
S2 (52)
158
S2 (53)
159
S2 (54)
160
S2 (55)
161
S2 (56)
162
S2 (57)
163
S2 (58)
164
S2 (59)
165
S2 (60)
166
S2 (61)
167
S2 (62)
168
S2 (63)
169
S2 (64)
170
S2 (65)
171
S2 (66)
172
S2 (67)
173
S2 (68)
174
S2 (69)
175
S2 (70)
176
S2 (71)
177
S2 (72)
178
S2 (73)
179
S2 (74)
180
S2 (75)
181
S2 (76)
182
S2 (77)
183
S2 (78)
184
S2 (79)
185
S2 (80)
186
S2 (81)
187
S2 (82)
188
S2 (83)
189
S2 (84)
190
S2 (85)
191
S2 (86)
192
S2 (87)
193
S2 (88)
194
S2 (89)
195
S2 (90)
196
S2 (91)
197
S2 (92)
198
S2 (93)
199
S2 (94)
200
S2 (95)
201
S2 (96)
202
S2 (97)
203
S2 (98)
204
S2 (99)
205
S2 (100)
206
S2 (101)
207
S2 (102)
208
S2 (103)
209
S2 (104)
210
S2 (105)
211
S2 (106)
212
S2 (107)
213
S2 (108)
214
S2 (109)
215
S2 (110)
216
S2 (111)
217
S2 (112)
218
S2 (113)
219
Extra Part (1)
220
Extra Part (2)
221
Extra Part (3)
222
Istri Manja Ziko!
223
Devano (1)
224
Devano (2)
225
Devano (3)
226
Devano (4)
227
Devano (5)
228
Devano (6)
229
Devano (7)
230
Devano (8)
231
Devano (9)
232
Devano (10)
233
Devano (11)
234
Devano (12)
235
Devano (13)
236
Devano (14)
237
Devano (15)
238
Devano (16)
239
Devano (17)
240
Devano (18)
241
Devano (19)
242
Devano (20)
243
Devano (21)
244
Devano (22)
245
Devano (23)
246
Devano (24)
247
Devano (25)
248
Devano (26)
249
Devano (27)
250
Devano (28)
251
Devano (29)
252
Devano (30)
253
Devano (31)
254
Devano (32)
255
Devano (33)
256
Devano (34)
257
Devano (35)
258
Devano (36)
259
Devano (37)
260
Devano (38)
261
Devano (39)
262
Devano (40)
263
Devano (41)
264
Devano (42)
265
Devano (43)
266
Devano (44)
267
Devano (45)
268
Devano (46)
269
Devano (47)
270
Devano (48)
271
Devano (49)
272
Devano (50)
273
Devano (51)
274
Devano (52)
275
Devano (53)
276
Devano (54)
277
Devano (55)
278
Devano (56)
279
Devano (57)
280
Devano (58)
281
Devano (59)
282
Devano (60)
283
Devano (61)
284
Devano (62)
285
Devano (63)
286
Devano (64)
287
Devano (65)
288
Devano (66)
289
Devano (67)
290
....
291
Devano (68)
292
Devano (69)
293
Devano (70)
294
Devano (71)
295
Devano (72)
296
Devano (73)
297
Devano (74)
298
Devano (75)
299
Devano (76)
300
Devano (77)
301
ENDING
302
CERITA BARU!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!