Kabar kedekatan Devano dengan Adara tersebar ke seluruh penjuru sekolah karena melihat keduanya yang berpegangan dan pergi ke kanton bersama-sama. Sebenarnya kabar ini sudah pernah menyebar dulu, tapi hanya sesaat karena setelahnya mereka berdua tidak pernah lagi terlihat berinteraksi.
Namun, kali ini kabar itu semakin besar ketika Devano membawa Adara memasuki kantin masih dengan tangan yang saling menggenggam bahkan gadis itu sendiri sama sekali tidak terlihat keberatan.
Keduanya memang sedikit memiliki kesamaan seperti wajah datar dan jarang tersenyum.
Mereka seakan tidak peduli dengan banyaknya pasang mata yang menatap mereka ketika memasuki kantin, tapi ketika Devano mengajak gadis itu untuk bergabung bersama teman-temannya yang lain Adara langsung menolak. Sayangnya Erick dan yang lainnya sudah lebih dulu melihat lalu berseru heboh bahkan Yuda sampai bangun dari tempat duduknya untuk menghampiri mereka berdua.
"Silahkan duduk teman-temanku tercinta." Kata Yuda yang dihadiahi pukulan cukup kuat dibahunya oleh Adara
Yuda meringis sakit dan menatap kesal ke arah Adara, tapi belum sempat bicara Devano sudah lebih dulu mengajaknya untuk segera duduk lalu memesankan makanan untuknya.
Adara hanya menurut membuat yang lainnya menatap mereka dengan tidak percaya.
Aneh sekali Adara terlihat menurut pada orang lain.
"Memang sih pesona orang ganteng mah gak ada lawan cewek segalak Dara aja langsung diem kalau sama Devano." Kata Erick membuat Adara menatapnya dengan tajam
"Tuh kan pas Erick yang ngomong mukanya langsung jutek kalau sama Vano kok kayak kalem gitu." Kata Gara membuat mereka semua tertawa
Adara menatap mereka dengan sangat tajam lalu mengambil garpu yang ada di meja dan mengarahkan ke arah mereka semua.
"Diam gak?!" Kata Adara jengah
Berhasil, mereka semua langsung diam dan Adara kembali meletakkan garpu itu dimeja.
Tidak lama setelahnya Devano kembali dengan membawa dua mangkuk mie ayam.
"Makan"
Adara hanya bergumam pelan dan membawa mangkuk itu kehadapannya lalu memakan dalam diam.
Sedangkan yang lainnya masih menatap Adara dan Devano bergantian, membayangkan jika mereka berdua benar-benar menjalin kasih.
Sama-sama cuek, gak ada eskpresi, dan terkenal di SMA Kencana.
Bedanya Devano terkenal karena ketampanan dan kepintarannya, sedangkan Adara terkenal sebagai murid nakal yang sering berkelahi.
"Bayangin woy kalau misalnya mereka bener-bener pacaran." Kata Yuda membuat Devano menghela nafasnya pelan
"Siapa yang bakal nembak duluan kira-kira?" Tanya Erick
"Siapa yang bakal jadi pasangan posesif?'' Tanya Alex
"Siapa yang bakal berubah jadi manis dan romantis?" Tanya Gara
Adara mendengus kesal dan mengetukkan sendoknya ke mangkuk hingga menimbulkan bunyi.
"Berisik! Gue mau makan!" Kata Adara galak
"Kayaknya Adara yang nembak duluan secara dia kan cewek bar-bar, tuh kan lihat kan?" Kata Erick ketika Adara bersiap melayangkan pukulannya
Tapi, Devano menahan tangannya dengan cara menggenggamnya membuat Adara sedikit salah tingkah.
"Berarti yang jadi manis Devano." Kata Gara
"Kalian tuh bener-bener ya?!" Geram Adara
"Makan Dar"
Menghela nafasnya pelan Adara melepaskan tangannya dan kembali menyuapkan makanan ke mulutnya.
"Wah keren sih Adara udah nemuin pawangnya." Kekeh Yuda
"Diem"
Mereka langsung menutup mulut ketika suara Devano terdengar dan beberapa saat setelahnya suara Devina terdengar, dia menghampiri kembarannya.
Tidak menyadari jika ada Adara karena Devina yang datang dari arah samping lalu duduk disamping kembarannya langsung berbicara tanpa jeda.
Yang lainnya bahkan sampai menahan tawa melihatnya.
"Vano katanya kamu lagi deket sama cewek yang galak itu ya? Beneran Van? Kamu serius? Dia kelihatannya judes banget terus kemarin juga dia habis berantem kan? Terus tadi juga dia habis berantem lagi katanya, kamu gak takut Van?" Tanya Devina panjang
Setelah mengatakan itu dan tidak mendapat respon apapun Devina terlihat bingung apalagi yang lainnya menatap dia sambil menahan tawa lalu ketika Alex mengisyaratkan dengan mata agar melihat ke orang didepannya mata Devina membelak kaget.
Adara tidak melihat ke arahnya, jadi Devina kembali bicara dengan kembarannya.
"Tapi, kelihatannya dia baik Kok Van udah itu cantik juga enggak papa kalau kamu sama dia dekat." Kata Devina sambil tersenyum lebar
Devano menahan diri untuk tidak tersenyum lalu dia mencubit pipi kembarannya itu dengan gemas.
"Berisik Vin"
Tidak menanggapi Devina menolehkan kepalanya dan menatap Adara yang juga melihat ke arahnya dengan wajah tanpa ekspresi.
"Hai"
Sapaan ramah Devina tidak ditanggapi dengan Adara membuat wanita itu menggaruk rambutnya yang tidak terasa gatal.
"Dar jangan jutek gitu geh cewek gue takut tuh." Kata Alex membuat Adara menatapnya dengan remeh
"Lo pacarnya Alex?" Tanya Adara pada Devina
Awalnya Devina diam, tapi menggeleng dengan cepat setelahnya membuat yang lainnya tertawa ketika melihat wajah masam milik Alex.
"Halu lo Lex." Kata Adara
"Vin kamu kok jahat sih sama aku?" Kata Alex dengan wajah sok imutnya
"Najis banget muka lo Lex." Kata Erick sambil menoyor kepala temannya itu kebelakang
Devina tertawa kecil lalu menjawab dengan begitu polosnya.
"Kita kan memang enggak pacaran, tapi cuman temenan." Kata Devina membuat wajah Alex semakin masam
"Friendzone dong haha"
Dengan kesal Alex memukul kepala mereka satu persatu lalu menatap Devina dengan wajah yang terlihat sedih.
"Jahat ih Vina." Kata Alex
"Jijik banget Lex." Kata Adara sambil tertawa kecil
"Diem lo Dardara!" Kata Alex kesal
Devina hanya tersenyum lalu menoleh ketika suara Mona memanggilnya dan dengan segera dia pergi untuk kembali ke kelasnya.
"Duluan yaa"
Mata Alex terus melihat ke arah Devina yang menghampiri teman-temannya, tapi dia langsung mengumpat dan menggerutu ketika Ziko kembali merangkul gadisnya begitu saja.
Adara melihat itu semua lalu meledek Alex hingga pria itu terlihat kesal.
"Lebih cocok sama Ziko tuh dia." Kata Adara
"Kenal sama Ziko?" Tanya Devano yang dijawab dengan anggukan oleh Adara
"Teman SMP anaknya baik banget dan lo percaya deh dia cocok sama Devina." Kata Adara
"Dardara gak usah jadi provokator ya? Lo tau gak susah buat bujuk Devano untuk kasih izin!" Kata Alex yang hanya ditanggapi dengan santai oleh Adara
"Gue cabut"
Setelah mengatakan hal itu Adara beranjak pergi dan Devano pun bergegas mengikuti langkah kakinya membuat teman-temannya yang lain memggumamkan hal yang sama.
"Calon bucin"
Sepertinya Devano akan benar-benar jadi budak cinta nantinya.
¤¤¤
Dugaan kedekatan Devano dan Adara semakin kuat ketika mereka berdua duduk sebangku karena bertukar tempat dengan Erick. Awalnya Adara menolak karena dia tidak ingin menjadi bahan pembicaraan orang-orang karena kedekatannya dengan Devano, tapi sekali lagi dia dibuat menurut.
Beruntung Devano tidak duduk di depan sehingga Adara tidak terlalu mengantuk sepanjang pelajaran.
Saat materi mulai dijelaskan Adara hanya mencoret-coret bagian belakang bukunya dengan garis-garis abstrak dia bahkan sama sekali tidak berniat untuk mendengarkan. Melihat hal itu Devano mengetuk pena Adara dengan pena miliknya membuat wanita itu menolah dan menatapnya dengan malas.
Tatapan mata Adara seolah mengatakan, apalagi sih?
"Dengerin dan tulis"
Menghela nafasnya pelan Adara mulai menatap lurus ke depan dan mencoba untuk mendengarkan membuat Devano tersenyum ketika melihatnya.
Kata demi kata yang ada dipapam tulis Adara salin ke bukunya dengan tulisan yang begitu indah dan rapih.
"Tulisannya secantik orangnya." Kata Devano membuat Adara menoleh dan tersenyum geli ketika mendengarnya
Bukan merona atau salah tingkah, tapi Adara justru merasa aneh ketika mendengarnya karena dia biasa mendengar makian bukan pujian apalagi gombalan.
"Dengerin dan tulis, jangan ngobrol Bang." Kata Adara
"Pinter banget balikin kata-katanya." Kata Devano sambil tersenyum tipis
Keduanya lalu kembali memperhatikan materi yang dijelaskan dan menulisnya ke dalam buku, tapi ketika Pak Toni sudah memberikan latihan Adara langsung mendengus kesal.
Ayolah, Matematika dia gak bakal bisa faham?
Kalau cuman mencatat rumus dan contoh yang sudah ada di papan tulis dia bisa, tapi di kasih latihan untuk dikerjakan sendiri Adara akan menyerah.
"Kerjaain Dar." Kata Devano
"Gak ngerti lihat lo aja nanti." Kata Adara santai
"Coba dulu." Kata Devano lagi
"Gak bisa Vano ihh." Kata Adara kesal
Suaranya cukup keras hingga membuat beberapa mata menatap le arah keduanya beruntung guru mereka tidak mendengar apapun.
"Sini lihat gue dan perhatiin gimana caranya." Kata Devano
Adara hanya bergumam pelan dan dengan tidak niat memperhatikan Devano yang mulai menggoreskan tinta di bukunya.
Sumpah, Adara sama sekali tidak faham.
Kenapa harus melalui begitu banyak jalan untuk menuju hasil sekecil itu?
Menyebalkan, makanya dia lebih sering menebak kalau ulangan karena sering kali selesai menghitung jawabannya tidak ada kan menyebalkan.
"Gak ngerti Van." Kata Adara malas
"Perhatiin buku makanya jangan perhatiin orangnya." Kata Devano membuat Adara mendengus kesal mendengarnya
"Ini yang dibilang kalem?" Tanya Adara tidak percaya
"Kalau di depan lo gue bakal banyak omong." Kata Devano
Adara hanya bergumam pelan dan kembali fokus pada bukunya untuk menyalin jawaban milik Devano.
Dalam hati dia berharap semoga Devano memang benar-benar perduli dan tidak akan meninggalkannya juga seperti yang lain.
Adara terbiasa ditinggalkan dan itu salah satu sebabnya dia enggan menjalin hubungan apapun dengan orang lain, entah hanya sekedar pertemanan atau lebih dari itu.
Adara hanya menghindari segala hal yang bisa membuatnya kembali tersakiti.
Lo pantas bahagia Dar dan gue mau jadi salah satu orang yang buat lo bahagia dan salah satu orang uang jadi alasan senyum manis ini terbentuk.
gue mau membuat hidup lo lebih berwarna♡
Sebuah sticky notes yang mendadak menempel di bukunya membuat Adara menoleh ke arah Devano lalu tersenyum hangat.
Kata-kata manis yang ditulis dengan tulisan indah Devano.
Manis sekali, tapi masih sulit untuk membuka hatinya.
¤¤¤
Uwuwuuu Vano bikin gemes dehh jadi mau pelukk🌚
Sini peluk online dulu Vanoo😋
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 302 Episodes
Comments
Lies Atikah
iaku suka kalau ceritanya laki nya tu bucin .tapi tegas romantis dan sedikit gesrek .maunya gitu
2024-01-17
0
Rokiyah Yulianti
vano calon bucin
2021-05-15
0
Fitria Dafina
Ceritanya si kembar seru..
2021-02-21
2