"Mommy Devano jahatttt sama aku"
Senyuman penuh kemenangan Devina terbentuk ketika dia melihat wajah kesal Devano yang mengurungkan niatnya untuk melempar bantal kepada Devina dan dengan wajah yang mengesalkan Devina memeletkan lidahnya. Dengusan Devano terdengar bersamaan dengan Devina yang berseru kencang sambil berlari keluar kamarnya karena dikejar oleh kembarannya, tadi dia mengganggu Devano ketika sedang bermain game hingga kalah lalu Devano marah.
Jangan salahkan Devina dia melakukan itu karena Devano menolak untuk mengantarnya ke toko buku dan malah sibuk dengan ponselnya, dia akan mengadu pada orang tuanya.
"Mommyyyyy"
Wajah terkejut Fahisa terlihat ketika melihat kedua anaknya yang sedang berlarian dan dia hampir terjungkal ketika Devina berlindung ke belakang tubuh Fahisa sambil memeluknya.
"Kalian ini kenapa lari-lari?" Tanya Fahisa ketika Devano juga berdiri dihadapannya
"Dia yang mulai!" Kata mereka bersamaan
Menghela nafasnya pelan Fahisa menarik tubuh Devina agar berdiri disampingnya.
"Kalian ini sudah besar masih aja bertengkar." Kata Fahisa sambil menggelengkan kepalanya pelan
"Mom, bukan aku, tapi Devina yang mulai dia mengganggu aku tadi." Kata Devano membela diri
"Mommy bukan aku yang salah, tadi Vano mau lempar aku pakai bantal." Kata Devina mengadu
"Kamu duluan yang mulai Vina"
"Kamu!"
"Kamu!"
"Pokoknya Vano yang mulai Mommy! Tadi Vina mau minta antar ke toko buku, tapi Devano malah main game terus mau lempar aku pakai bantal." Kata Devina dengan wajah yang penuh drama membuat Devano berdecak kesal melihatnya
Dia akan kalah kalau Devina sudah melebih-lebihkan.
"Kenapa tidak mau Devano? Kamu ini sudah antar dulu Devina ke toko buku." Kata Fahisa membuat Devina tersenyum penuh kemenangan lalu memeletkan lidahnya
Menghela nafasnya pelan Devano hanya mengangguk patuh membuat Devina langsung bersemangat dan bergegas ke kamarnya untuk ganti baju.
"Ayo Vanooo"
Saat baru ingin menaiki tangga Devano menarik pelan rambut kembarannya lalu berlari ke atas dan mengabaikan seruan kekesalan milik Devina.
"VANO IHH JAHAT!"
Melihat kedua anaknya yang saling kejar-kejaran membuat Fahisa menggelengkan kepalanya pelan karena tingkah laku kedua anaknya. Setelah Sahara menikah hanya Devina dan Devano yang meramaikan suasana rumah bahkan kalau keduanya pergi sekolah Fahisa suka kesepian karena sendirian di rumah.
Kembali pada Devina yang kini membuka pintu kamar kembarannya dengan kencang hingga menimbulkan bunyi seperti dentuman dan membuat Fahisa berseru dari bawah.
"Devina Devano jangan berantem terus!"
Wajah Devina terlihat kesal dan dia menghampiri kembarannya sambil memukul-mukul lengannya dengan penuh kekesalan.
"Jahat banget!"
"Vina lepasin"
Devina tidak perduli dan terus memukul-mukul lengannya dengan gemas.
"Yaudah kita enggak jadi ke toko buku!" Kata Devano membuat Devina berhenti masih dengan wajah cemberutnya
"Maaf"
Devano mengucapkan maaf sambil mengacak rambut Devina dengan gemas.
"Sana ganti baju, jadi enggak?" Tanya Devano lagi
"Jadiiiii"
"Yaudah sana." Kata Devano sambil mendorong dahi Devina ke belakang
Masih dengan wajah cemberutnya Devina berbalik dan pergi ke kamarnya untuk berganti baju.
Hari ini dia berniat untuk membeli beberapa novel ke toko buku lalu berjalan-jalan atau menonton film bersama kembarannya, tapi Devano malah bersikap sangat menyebalkan. Bersiap dengan memakai dress hitam Devina mengikat sedikit rambutnya kebelakang dan tetap membiarkan rambutnya menutupi leher jenjangnya karena Devano tidak pernah mengizinkan dia untuk menguncit seluruh rambutnya kalau mau keluar rumah.
Setelah selesai bersiap Devina mengambil tas dan memasukkan uang serta ponselnya lalu menghampiri Devano ke kamarnya.
"Vanooo udah belumm?" Tanya Devina sambil mengetuk pintu kamarnya
Tak lama setelahnya pintu terbuka dan Devano muncul menggunakan kaos hitam serta celana jeans, tampan sekali.
Seandainya ada yang melihat mereka jalan berdua pasti akan mengira kalau mereka berpacaran padahal mereka ini saudara kembar. Mungkin karena setiap pergi berdua mereka selalu berpegangan tangan dan lagi Devano lebih tinggi dari Devina bahkan bisa dibilang sangat tinggi.
"Beli buku aja kan?" Tanya Devano
"Enggak dong nanti habis beli buku kita makan terus nonton juga." Kata Devina dengan semangat
Menghela nafasnya pelan Devano hanya bisa pasrah ketika kembarannya itu mengamit tangannya lalu mengajak dia untuk segera pergi.
"Mom aku sama Vano mau keluar dulu yaaa?" Seru Devina karena tidak melihat Fahisa yang mungkin sedang di kamar sekarang
"Iya sayang hati-hati di jalan ya? Jangan pulang terlalu sore nanti Daddy marah." Kata Fahisa yang ternyata muncul dari arah dapur
Devina mengacungkan jempolnya lalu melambaikan tangannya membuat Fahisa tertawa dengan tingkahnya, dia salut sekali sama Devano yang selalu menuruti keinginan kembarannya dan tidak pernah marah atau membentak Devina sekali pun.
Dengan penuh semangat Devina memasuki mobil lalu bersama dengan Devano mereka menuju salah satu mall. Sepanjang perjalanan Devina memutar musik dan bergumam menyanyikan lagu yang tengah di putar.
"Vin"
"Emmm"
"Teman aku ada yang suka chat kamu?" Tanya Devano membuat Devina menoleh dan menatapnya
"Ada si Erick, Alex, sama Gara." Kata Devina jujur
"Sering?" Tanya Devano lagi
"Enggak juga sih paling Alex kadang tengah malem suka chat juga." Kata Devina lagi
"Jangan terlalu ditanggepin." Kata Devano
"Ihh kenapa? Aku suka tau sama Alex." Kata Devina
"Jangan"
"Kenapa?" Tanya Devina penasaran
"He have a girlfriend"
Kalimat itu membuat bibir Devina mengerucut sebal, ternyata sudah punya pacar ya?
Tidak heran sih tapi karena Alex memang tampan sama seperti Devano.
"Berarti dia bohong dong sama aku? Padahal dia bilang kalau dia jomblo." Kata Devina
Dalam hati Devano menggerutu, temannya itu masih saja mencoba untuk mendekati kembarannya.
Devano tidak bohong Alex memang sudah memiliki kekasih, Hara namanya dan dia juga pernah meminjam ponselnya lalu melihat betapa banyaknya chat dari wanita.
Playboynya bukan main.
"Kamu baper sama Alex?" Tanya Devano
"Emm enggak juga sih cuman pas tau dia punya pacar jadi kecewa aja, ternyata waktu masih temenan aja dia bohong." Kata Devina sambil tersenyum tipis
"Makanya aku bilang jangan terlalu ditanggapin, i know Alex more than you." Kata Devano yang dijawab dengan anggukan oleh kembarannya
Ayolah, dia belum cinta mati sama Alex hanya suka saja dan kalian pasti pernah merasakan ketika tau kalau orang yang kalian suka ternyata sudah memiliki kekasih.
Tidak sampai galau hanya sedikit sedih saja.
Selain itu dia sama Alex juga hanya sering chat, telpon, dan mengobrol kalau Devina ikut menemani Devano basket, selebihnya mereka hanya sebatas saling sapa.
"Kalau kamu Van? Ada enggak cewek yang kamu suka?" Tanya Devina
"Kepo"
"Ihh licik aku kalau kamu tanya pasti jawab, tapi kalau kamu aku tanya jawabnya gitu terus." Kesal Devina
"Cerewet"
"Vanoooo"
"Hmm"
"Jahat banget sama aku." Keluh Devina
Devano terkekeh pelan dan tetap memilih untuk tidak menanggapi kembarannya.
Setelah menempuh perjalanan selama hampir tiga puluh menit keduanya sampai di salah satu mall dan dengan beriringan merek memasuki area mall, tidak lupa Devano menggenggam tangan kembarannya. Setiap berada di dekat Devano dan Daddy nya Devina merasa sangat aman dan tidak perlu khawatir untuk satu hal apapun.
Tempat pertama yang keduanya datangi adalah toko buku dan senyum manis Devina langsung mengembang lebar dia menarik tangan Devano untuk segera masuk ke dalam. Saat sudah di dalam Devina melepaskan genggaman tangannya dan menuju rak dimana tumpukan novel terbaru tersusun rapi di rak.
Melihat hal itu Devano tersenyum tipis lalu mengikuti Devina dan berdiri disampingnya, dia juga ikut mengambil salah satu buku dan membaca bagian belakangnya.
Keningnya berkerut ketika membaca kalimat-kalimat romantis disana, kenapa orang-orang bisa menulis hal seperti ini?
Lalu Devano menoleh dan melihat Devina yang tanpa dia tau sudah berpindah tempat di rak buku yang lain.
Saat ingin mendekat ponsel Devano di saku berdering dan ketika membuka ternyata pesan dari Alex, pasti mau ngajak sparing lagi.
Alex : Van dimana lo?
Alex : Sini ke tongkrongan sama yang lain juga
Alex : Sent you a photo
Sebelum mengetikkan pesan Devano mengambil gambar Devina dari samping lalu mengirimnya pada Alex dan mengetikkan sebuah kalimat disana.
Lagi nemenin majikan ke mall
Kembali memasukkan ponselnya ke saku Devano menghampiri kembarannya.
"Vano"
Devina menoleh ketika Devano sudah ada disampingnya.
"Hmm"
"Bagusan yang mana? Ini apa ini?" Tanya Devina sambil mengangkat dua novel
Devano yakin itu novel tentang kisah percintaan karena terlihat jelas di cover nya.
"Enggak tau"
Devina mengerucutkan bibirnya kesal lalu menyerahkan keduanya pada Devano.
"Kalau gitu dua-duanya aja." Kata Devina
Tadinya Devano kira sudah selesai, tapi ternyata Devina kembali beralih ke rak yang lain.
"Masih ada lagi?" Tanya Devano yang dijawab dengan anggukan oleh Devina
"Satu lagi tunggu ya? Habis ini kita makan oke?" Kata Devina
Devano bergumam pelan dan menunggu kembarannya hingga selesai, dia heran kenapa bisa lana sekali hanya untuk memilih tiga buku?
Padahal kan Devina tinggal mengambil tiga lalu selesai, tapi Devina sejak tadi sibuk membaca bagian belakang buku dan menaruhnya lagi lalu membaca yang lainnya.
Aneh sekali.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 302 Episodes
Comments
nowhere🌱
*he has a girlfriend
2022-05-01
2
Rokiyah Yulianti
enak x ya kalau punya kembaran, apalagi kembaran kita cowo pasti bakal di lindungin bgt kek vano ke vina
2021-05-15
3
🍬🧀Kara
Kek asik gitu, punya kembaran... jiwa jomblonya jadi ngga kerasa:')
2021-03-21
5