7 : Kamu Orang Baik

"Alex! Kamu gak bisa mutusin aku gitu aja!"

Dengusan kesal Alex terdengar bersamaan dengan dia yang terus berjalan menghiraukan Hara yang terus mengejarnya untuk mengajak bicara, ralat bukan bicara, tapi untuk protes karena Alex putusin begitu saja. Saat ini Alex sedang berjalan menuju rooftop karena dia tau Hara tidak akan berhenti, jadi dari pada dia ke kelas dan Devina melihatnya bersama Hara lebih baik dia pergi ke rooftop dan berbicara disana.

Kali ini Alex serius dia merasa jengah dengan sikap Hara yang seolah mengatur hidupnya. Saat pacaran Hara banyak melarangnya seperti nongkrong kalau malam, main game, dan dekat dengan cewek lain padahal dia tau seperti apa dirinya.

Selain itu Alex tidak suka karena dia bertemu dengan Devina dan menyebabkan gadisnya itu mulai menjauh darinya. Seharusnya Alex memutuskan Hara sejak lama dan bukannya sekarang ketika Devina sudah tau semuanya.

Saat memasuki area rooftop Alex berhenti dan memutar tubuhnya ke belakang, memberikan tatapan tajam pada Hara yang juga menatapnya dengan tidak suka.

"Aku gak pernah mau putus sama kamu! Bisa-bisanya kamu ngelakuin ini sama aku Lex? Setelah berminggu-minggu cuekin aku dan sekarang kamu malah putusin aku gitu aja, tanpa alasan yang jelas? Brengsek kamu Lex." Kata Hara marah

"Gue memang brengsek dan lo tau itu kan? Harusnya lo tau bakal berakhir seperti apa hubungan kita hanya dengan lihat kelakuan gue selama sekolah kan? Lo yang bodoh karena menganggap gue bakal berubah." Kata Alex santai

Wajah Hara memerah karena amarah, memang salahnya yang jatuh cinta dengan pria playboy seperti Alex.

Tadinya Hara fikir dia akan baik-baik saja kalau Alex memutuskannya, tapi ternyata salah dia merasa kecewa dan marah.

"Kamu jahat Lex! Kamu punya selingkuhan kan? Kamu pasti punya wanita lain makanya kamu putusin aku, iya kan?" Desak Hara

"Enggak Har bukan selingkuhan, dia sama sekali enggak terlibat dalam hubungan kita." Kata Alex membuat Hara menatapnya dengan tidak percaya

"Bukan selingkuhan? Lalu apa Lex? Wanita gak tau diri yang mencoba untuk merebut kekasih orang?" Tanya Hara

Tatapan mata Alex menajam, dia tidak terima kalau Devina dikatan seperti itu karena sungguh gadis itu sama sekali tidak tau apapun bahkan dia tidak tau kalau Alex memiliki pacar.

"Jangan pernah berani bilang kalau dia wanita yang gak tau diri! Denger Har hubungan kita sudah berakhir dan gue berani bersumpah kalau gue memang gak pernah cinta sama lo bahkan dari awal kita pacaran, puas?!" Kata Alex

Kali ini Hara menahan tangisnya dan dengan penuh amarah dia memaki Alex yang berjalan menjauh.

Sialan, Alex benar-benar pria brengsek.

"Terus untuk apa kita pacaran kalau kamu gak cinta sama aku Lex?" Seru Hara dengan penuh amarah

Alex menoleh sebentar lalu mengatakan satu kalimat dengan wajah datarnya sebelum berlalu pergi dari sana, meninggalkan Hara yang menangis sendirian.

"Untuk senang-senang, that's it"

Langkah kaki Alex begitu cepat dia seolah tidak memiliki beban ataupun rasa penyesalan karena telah menyakiti hati seorang wanita.

Mungkin hatinya sudah tak lagi berfungsi.

Hal pertama yang membuat Alex menyatakan cinta pada Hara karena dia cantik, tapi ketika menjalin kasih dan menghadapi Hara yang sangat posesif Alex tidak suka.

Selalu seperti itu bahkan sampai sekarang Alex sama sekali belum menemukan seseorang yang bisa benar-benar merubahnya.

Mungkin Devina, tapi Alex sendiri tidak yakin.

Dia berusaha keras untuk meyakinkan Devano karena hatinya yang meminta, batinnya berkata mungkin Devina bisa meluluhkan hatinya dan merubah dia menjadi pria yang setia.

Pria yang hanya akan mencintai satu orang wanita seumur hidupnya.

Setiap orang bisa berubah kan?

Mungkin sudah waktunya bagi Alex untuk berubah, tapi Hara bukan orang yang bisa membantunya karena berada di dekat Hara tidak senyaman bersama Devina.

Hanya menghabiskan waktu dengan hal-hal sederhana bersama Devina saja sudah membuat hati Alex menghangat dan tidak bisa menghentikan bibirnya untuk membentuk sebuah senyuman.

Saat tengah memikirkan Devina tiba-tiba Alex melihat gadis itu tengah berjalan dari arah yang berlawanan, sendirian tanpa ada teman atau pria yang menjadi saingannya. Senyuman manis Alex terbentuk bersamaan dengan di yang mempercepat langkahnya dan menghampiri Devina.

"Sendirian aja Mbak." Kata Alex

Devina tersentak lalu menoleh dan tersenyum ketika melihat Alex yang ada disebelahnya.

"Ehh kamu dari mana Lex? Bukannya di kelas kamu tadi ada guru ya? Kamu bolos lagi?" Tanya Devina sambil menatap Alex dengan penuh curiga

"Hmm aku bolos lagi Vin." Kata Alex

"Jangan bolos terus Lex." Kata Devina membuat Alex tersenyum ketika mendengarnya

Tapi, dia malah memilih untuk mengalihkan pembicaraan.

"Kamu ngapain disini Vin? Sendirian lagi." Kata Alex

"Mau ke ruang guru disuruh ngambil buku sama Bu Winda." Kata Devina

"Aku temenin deh." Kata Alex

"Ehh jangan kamu ke kelas aja pasti masih boleh masuk karena belum terlalu telat." Kata Devina sambil membalik tubuh Alex dan mendorongnya pelan

Alex tertawa karena Devina melakukan hal itu padanya, tapi dia tetap enggan untuk pergi ke kelas.

"Gak mau Vin." Kata Alex

Devina tersentak ketika Alex kembali berbalik dan malah menggenggam tangannya yang dengan cepat berusaha untuk Devina lepaskan, semua ini tidak benar Devina tidak boleh melakukannya.

Melihat Devina yang sepertinya terganggu dengan genggaman tangannya membuat Alex merasa kecewa, tapi dia tetap enggan untuk melepaskannya.

"Alex lepasin nanti ada yang lihat." Pinta Devina

"Enggak"

"Lepasin Alex." Kata Devina lagi

"Enggak Vin"

"Alex, lepasin nanti ada yang lihat terus kalau nanti ada guru gimana? Kita bakal dimarahin nanti." Kata Vina sedikit kesal

Berhasil Alex melepaskan tangannya dan dengan terburu-buru Devina melangkahkan kakinya lebih cepat agar bisa berjalan lebih dulu dari pada Alex.

Tanpa mereka tau ada Hara yang sejak tadi memperhatikan dengan senyuman miris, secepat itu Alex melupakannya?

Apa Devina orangnya?

Mungkin Alex menyukai Devina karena mereka sering bertemu kalau latihan atau tanding basket mengingat Devina memang selalu menemani kembarannya.

Untuk senang-senang?

Apa mungkin Alex juga hanya untuk senang-senang bersama Devina?

Di mata Hara dia malah terlihat seperti pria mani yang benar-benar menyukai wanita ketika melihat Alex yang berkali-kali berusaha untuk mensejajarkan langkahnya dan mengajak gadis itu mengobrol dengannya.

Selalu sulit untuk percaya pada Alex karena dia terlalu sering berbohong, tapi jujur Hara tidak terima dengan ini semua.

Ada pria lain yang menyukainya, tapi dia memilih Alex karena pria itu membuatnya percaya bahwa dia hanya satu-satunya.

Ternyata salah

Hara bukan satu-satunya, tapi dia hanya salah satu dari sekian banyak gadis yang Alex dekati.

"Brengsek"

Setelah menggumamkan kata itu Hara pergi untuk menghindari pemandangan yang membuatnm hatinya sakit bukan main.

Alex

Pria brengsek itu pasti akan mendapat balasannya.

¤¤¤

Sepulang sekolah Devano melihat Adara yang dihampiri oleh dua orang pria dari kelas lain dan hal itu membuat dia terus mengikuti Adara lalu langsung mengatakan tidak ketika dia orang itu mengatakan tujuannya. Tawuran, bisa-bisanya dua orang itu mengajak seorang wanita untuk pergi tawuran bahkan meskipun Adara sudah sering melakukannya untuk kali ini Devano akan menahannya untuk pergi.

"Enggak Dar!"

"Lo berdua tunggu di gerbang nanti gue nyusul." Kata Adara pada keduanya

Devano menggeram kesal lalu dia menggenggam tangan Adara cukup erat dan mengajaknya masuk ke dalam kelas yang sekarang sudah kosong.

Kelas Devina masih belum keluar.

"Gue gak izinin lo untuk pergi Adara Alexander!" Tegas Devano

"Gue gak perlu minta izin dari lo Devano." Balas Adara

Saat ingin pergi Devano malah mengunci pergerakan Adara dengan menyudutkannya di tembok.

"Gue bakal antar lo pulang, sekarang!" Kata Devano

"Van apaan sih?! Lo gak berhak ngatur-ngatur gue kayak gini, minggir!" Kata Adara kesal

"Pulang atau seharian disini? Gue gak bakal izinin lo untuk pergi kemanapun apalagi ikut tawuran." Kata Devano

"Udah gue bilang gue gak butuh izin lo untuk pergi Devano! Berhenti mengatur hidup gue karena lo bukan siapa-siapa!" Kata Adara dengan suara yang cukup tinggi

Bukan siapa-siapa

Kalimat itu membuat Devano tersenyum miris, Adara memang tidak pernah menganggapnya.

Tapi, dia tidak akan pernah membiarkan wanita itu pergi.

"Pulang atau seharian disini!" Tegas Devano lagi

Adara menggeram kesal karena lagi dan lagi tidak bisa menolak semua perkataan Devano.

Dia bahkan tidak memukul Devano agar menyingkir padahal Adara selalu memukul mereka yang menghalangi jalannya, tapi Devano pengecualian.

Adara tidak pernah bisa memukulnya.

"Fine! Gue mau pulang!"

Senyum penuh kemenangan Devano terbentuk dia menggenggam tangan Adara lalu keluar dari kelas bersamaan dengan kelas Devina yang baru saja selesai.

Saat melihat Devina yang keluar bersama teman-temannya Devano langsung menghampiri kembarannya.

"Vin"

"Ehh ada dia juga." Kata Devina dengan wajah sedikit takut

Adara hanya diam tanpa menanggapi apapun.

"Tunggu tempat Mona dulu gak papa? Gue ada urusan sebentar janji gak lama." Kata Devano

Setelah terdiam sebentar Devina mengangguk patuh, tapi suara Ziko malah terdengar setelahnya.

"Dia pulang sama gue aja gak papa?" Kata Ziko

Devano terdiam sebentar lalu menatap Devina yang mengangguk singkat kemudian membolehkan pria itu untuk mengantar kembarannya.

"Langsung pulang kalau memang mau keluar izin dulu sama Daddy." Kata Devano yang diangguki oleh kembarannya

Setelahnya Devano mengajak Adara untuk pergi ke parkiran, dia akan mengantar wanita itu pulang.

Selama berjalan menuju parkiran banyak pasang mata yang menatap keduanya dan hal itu membuat Adara benar-benar merasa risih. Sampai di parkiran Devano menyerahkan helm milik Devina kepada Adara yang dengan setengah hati dia pakai.

Sebelum benar-benar mengantar Adara pulang Devano berhenti sebentar di gerbang dan meminta gadis itu untuk mengatakan pada dua orang tadi bahwa dia tidak akan pergi.

Dengan setengah hati dan penuh rasa bersalah Adara mengatakan bahwa dia tidak bisa pergi.

Kedua orang itu menatapnya dengan tidak percaya, tapi mencoba untuk memahami keputusannya.

Setelah selesai Devano kembali melajukan motornya dan dengan sedikit kekesalan Adara menyebutkan alamatnya yang lumayan jauh dari sekolah mereka.

Sepanjang perjalanan Adara hanya diam dan menatap ke sekelilingnya, untuk pertama kalinya seseorang mengantarkan dia pulang dari sekolah.

Sudah lama sekali rasanya Adara selalu pergi dan pulang menggunakan kendaraan umum atau online.

Sekitar dua puluh menit menempuh perjalanan Devano berhenti di rumah yang cukup besar dan Adara segera turun lalu mengembalikan helm yang digunakannya.

"Makasih, lain kali jangan lakuin ini lagi Van gue udah biasa berantem, tawuran, bahkan balapan liar." Kata Adara

"Gue bakal selalu ngelakuin ini Dar, supaya lo berhenti melukai diri lo sendiri." Kata Devano

"Gue gak bisa berhenti Van..."

"Pasti bisa dan gue bakal bantu lo." Kata Devano

Adara menghela nafasnya pelan lalu berlalu pergi, tapi sebelum membuka gerbangnya Devano memanggil dan mengatakan hal yang membuat hatinya menghangat.

"Gue tau lo orang baik Dar jangan menyakiti diri sendiri lagi"

Memilih untuk tidak menanggapi Adara melangkahkan kakinya masuk ke dalan rumah yang selalu dia anggap layaknya neraka.

'Kamu tuh cuman bawa sial bagi Papah! Karena kamu semuanya jadi berantakan!'

Dia selalu mendengar kata pembawa sial dari orang-orang atau kata anak nakal dari guru juga teman-temannya, tapi Devano mengatakan bahwa dia adalah orang yang baik.

'Lo orang baik Dar jangan menyakiti diri sendiri lagi'

Mungkin itu salah satu alasan kenapa Adara tidak bisa berlaku kasar pada Devano.

Terpopuler

Comments

Rokiyah Yulianti

Rokiyah Yulianti

babang vano emang keren deh

2021-05-15

1

Arsy Pudiw

Arsy Pudiw

i 👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍

2020-12-10

1

Riyanti Riri

Riyanti Riri

uuuhhh abang vano emg top dh

2020-11-14

8

lihat semua
Episodes
1 Devano Berlian Wijaya
2 Devina Berlian Wijaya
3 1 : SMA Kencana
4 2 : Antara Alex dan Ziko
5 3 : Alex dan Kisah Cintanya
6 4 : Pasar Malam
7 5 : Lapangan dan UKS
8 6 : Devano dan Adara
9 7 : Kamu Orang Baik
10 8 : Cara Lain
11 9 : Selangkah Lebih Maju
12 10 : Aku Boleh Cemburu?
13 11 : Bernyanyi Untukmu
14 12 : Adara dan Kehidupannya
15 13 : Devina Salah Tingkah
16 14 : Perusak Hubungan
17 15 : Cafe dan Hujan
18 16 : Lagu dan Luka
19 17 : Adara Alexander
20 18 : Aku Sayang Kamu Devano
21 19 : Si Posesif Devano
22 20 : Antara Ziko dan Alex
23 21 : Kamu Jahat
24 22 : Masih Marah
25 23 : Baikan?
26 24 : Jangan Dengarkan Mereka
27 25 : Aku Sayang Kamu Vin
28 26 : Aku Suka Dia
29 27 : Obat Tidur
30 28 : Pipiku Merona
31 29 : Aku Cinta Kamu
32 30 : Taken By Ziko
33 31 : Bahagia Selalu
34 32 : Pelukan Hangat Devano
35 33 : Si Keras Kepala
36 34 : Sweet Family
37 35 : Si Manja Devina
38 36 : Sayang
39 37 : Bersama Ziko
40 38 : Don't Cry
41 39 : Aku Cemburu!
42 40 : Tetap Disini
43 41 : Devano Marah
44 42 : Ziko Cemburu
45 43 : Maafin Aku Sayang
46 44 : Kekasih Nakal
47 45 : Hujan dan Teh Hangat
48 46 : Lari Pagi
49 47 : Semua Posesif
50 48 : Marahan
51 49 : Buku dan Sekotak Pizza
52 50 : Lagu Untuk Adara
53 51 : Si Posesif Ziko
54 52 : Namanya Harris
55 53 : Kesalahan Besar
56 54 : Marah dan Merah
57 55 : Pacaran
58 56 : Gara-gara Case Phone
59 57 : Kamu Tidak Akan Pergi Kan?
60 58 : Truth or Dare?
61 59 : Tentang Alex
62 60 : Kecewa
63 61 : Jangan Egois
64 62 : Aku Mau Sendiri
65 63 : Aku Mau Ikut!
66 64 : Bandara
67 65 : Pantai
68 66 : Devano Kangen!
69 67 : Terlupakan
70 68 : Masih Marah
71 69 : Kita Saudara
72 70 : My Beloved Twins
73 71 : Baikan
74 72 : Perlakuan Manis
75 73 : Cemburu!
76 74 : Kehujanan
77 75 : Aku Wanita Lemah
78 76 : Si Keras Kepala Devano
79 77 : Hug Me
80 78 : Pengganggu!
81 79 : Vano Cemburu
82 80 : Pengaruh Alex!
83 81 : Kalau Aku Pergi
84 82 : Belajar Bersama
85 83 : Dilema
86 84 : Jangan Marahi Vano
87 85 : Cepat Sembuh Sayang
88 OBSESSION
89 86 : Lagu Untuk Devina
90 87 : Selamat Ulang Tahun
91 88 : Hari Istimewa
92 89 : Ajakan Devano
93 90 : Vano Jorok!
94 91 : Anak Kesayangan
95 92 : Devano Sakit
96 93 : Bersama Devano
97 94 : A Day With Devano
98 95 : Manja
99 96 : Random
100 97 : Penakut
101 98 : Libur Sekolah
102 99 : Selamat Ulang Tahun Ziko
103 100 : Panik!
104 101 : Coba Aja
105 102 : Prom Night
106 S2 (1)
107 S2 (2)
108 S2 (3)
109 S2 (4)
110 S2 (5)
111 S2 (6)
112 S2 (7)
113 S2 (8)
114 S2 (9)
115 S2 (10)
116 S2 (11)
117 S2 (12)
118 S2 (13)
119 S2 (14)
120 S2 (15)
121 S2 (16)
122 S2 (17)
123 S2 (18)
124 S2 (19)
125 S2 (20)
126 S2 (21)
127 S2 (22)
128 S2 (23)
129 S2 (24)
130 S2 (25)
131 S2 (26)
132 S2 (27)
133 S2 (28)
134 S2 (29)
135 S2 (30)
136 S2 (31)
137 S2 (32)
138 S2 (33)
139 S2 (34)
140 S2 (35)
141 S2 (36)
142 S2 (37)
143 S2 (38)
144 S2 (39)
145 S2 (40)
146 S2 (41)
147 S2 (42)
148 S2 (43)
149 S2 (44)
150 S2 (45)
151 S2 (46)
152 S2 (47)
153 S2 (48)
154 S2 (49)
155 S2 (50)
156 S2 (51)
157 S2 (52)
158 S2 (53)
159 S2 (54)
160 S2 (55)
161 S2 (56)
162 S2 (57)
163 S2 (58)
164 S2 (59)
165 S2 (60)
166 S2 (61)
167 S2 (62)
168 S2 (63)
169 S2 (64)
170 S2 (65)
171 S2 (66)
172 S2 (67)
173 S2 (68)
174 S2 (69)
175 S2 (70)
176 S2 (71)
177 S2 (72)
178 S2 (73)
179 S2 (74)
180 S2 (75)
181 S2 (76)
182 S2 (77)
183 S2 (78)
184 S2 (79)
185 S2 (80)
186 S2 (81)
187 S2 (82)
188 S2 (83)
189 S2 (84)
190 S2 (85)
191 S2 (86)
192 S2 (87)
193 S2 (88)
194 S2 (89)
195 S2 (90)
196 S2 (91)
197 S2 (92)
198 S2 (93)
199 S2 (94)
200 S2 (95)
201 S2 (96)
202 S2 (97)
203 S2 (98)
204 S2 (99)
205 S2 (100)
206 S2 (101)
207 S2 (102)
208 S2 (103)
209 S2 (104)
210 S2 (105)
211 S2 (106)
212 S2 (107)
213 S2 (108)
214 S2 (109)
215 S2 (110)
216 S2 (111)
217 S2 (112)
218 S2 (113)
219 Extra Part (1)
220 Extra Part (2)
221 Extra Part (3)
222 Istri Manja Ziko!
223 Devano (1)
224 Devano (2)
225 Devano (3)
226 Devano (4)
227 Devano (5)
228 Devano (6)
229 Devano (7)
230 Devano (8)
231 Devano (9)
232 Devano (10)
233 Devano (11)
234 Devano (12)
235 Devano (13)
236 Devano (14)
237 Devano (15)
238 Devano (16)
239 Devano (17)
240 Devano (18)
241 Devano (19)
242 Devano (20)
243 Devano (21)
244 Devano (22)
245 Devano (23)
246 Devano (24)
247 Devano (25)
248 Devano (26)
249 Devano (27)
250 Devano (28)
251 Devano (29)
252 Devano (30)
253 Devano (31)
254 Devano (32)
255 Devano (33)
256 Devano (34)
257 Devano (35)
258 Devano (36)
259 Devano (37)
260 Devano (38)
261 Devano (39)
262 Devano (40)
263 Devano (41)
264 Devano (42)
265 Devano (43)
266 Devano (44)
267 Devano (45)
268 Devano (46)
269 Devano (47)
270 Devano (48)
271 Devano (49)
272 Devano (50)
273 Devano (51)
274 Devano (52)
275 Devano (53)
276 Devano (54)
277 Devano (55)
278 Devano (56)
279 Devano (57)
280 Devano (58)
281 Devano (59)
282 Devano (60)
283 Devano (61)
284 Devano (62)
285 Devano (63)
286 Devano (64)
287 Devano (65)
288 Devano (66)
289 Devano (67)
290 ....
291 Devano (68)
292 Devano (69)
293 Devano (70)
294 Devano (71)
295 Devano (72)
296 Devano (73)
297 Devano (74)
298 Devano (75)
299 Devano (76)
300 Devano (77)
301 ENDING
302 CERITA BARU!
Episodes

Updated 302 Episodes

1
Devano Berlian Wijaya
2
Devina Berlian Wijaya
3
1 : SMA Kencana
4
2 : Antara Alex dan Ziko
5
3 : Alex dan Kisah Cintanya
6
4 : Pasar Malam
7
5 : Lapangan dan UKS
8
6 : Devano dan Adara
9
7 : Kamu Orang Baik
10
8 : Cara Lain
11
9 : Selangkah Lebih Maju
12
10 : Aku Boleh Cemburu?
13
11 : Bernyanyi Untukmu
14
12 : Adara dan Kehidupannya
15
13 : Devina Salah Tingkah
16
14 : Perusak Hubungan
17
15 : Cafe dan Hujan
18
16 : Lagu dan Luka
19
17 : Adara Alexander
20
18 : Aku Sayang Kamu Devano
21
19 : Si Posesif Devano
22
20 : Antara Ziko dan Alex
23
21 : Kamu Jahat
24
22 : Masih Marah
25
23 : Baikan?
26
24 : Jangan Dengarkan Mereka
27
25 : Aku Sayang Kamu Vin
28
26 : Aku Suka Dia
29
27 : Obat Tidur
30
28 : Pipiku Merona
31
29 : Aku Cinta Kamu
32
30 : Taken By Ziko
33
31 : Bahagia Selalu
34
32 : Pelukan Hangat Devano
35
33 : Si Keras Kepala
36
34 : Sweet Family
37
35 : Si Manja Devina
38
36 : Sayang
39
37 : Bersama Ziko
40
38 : Don't Cry
41
39 : Aku Cemburu!
42
40 : Tetap Disini
43
41 : Devano Marah
44
42 : Ziko Cemburu
45
43 : Maafin Aku Sayang
46
44 : Kekasih Nakal
47
45 : Hujan dan Teh Hangat
48
46 : Lari Pagi
49
47 : Semua Posesif
50
48 : Marahan
51
49 : Buku dan Sekotak Pizza
52
50 : Lagu Untuk Adara
53
51 : Si Posesif Ziko
54
52 : Namanya Harris
55
53 : Kesalahan Besar
56
54 : Marah dan Merah
57
55 : Pacaran
58
56 : Gara-gara Case Phone
59
57 : Kamu Tidak Akan Pergi Kan?
60
58 : Truth or Dare?
61
59 : Tentang Alex
62
60 : Kecewa
63
61 : Jangan Egois
64
62 : Aku Mau Sendiri
65
63 : Aku Mau Ikut!
66
64 : Bandara
67
65 : Pantai
68
66 : Devano Kangen!
69
67 : Terlupakan
70
68 : Masih Marah
71
69 : Kita Saudara
72
70 : My Beloved Twins
73
71 : Baikan
74
72 : Perlakuan Manis
75
73 : Cemburu!
76
74 : Kehujanan
77
75 : Aku Wanita Lemah
78
76 : Si Keras Kepala Devano
79
77 : Hug Me
80
78 : Pengganggu!
81
79 : Vano Cemburu
82
80 : Pengaruh Alex!
83
81 : Kalau Aku Pergi
84
82 : Belajar Bersama
85
83 : Dilema
86
84 : Jangan Marahi Vano
87
85 : Cepat Sembuh Sayang
88
OBSESSION
89
86 : Lagu Untuk Devina
90
87 : Selamat Ulang Tahun
91
88 : Hari Istimewa
92
89 : Ajakan Devano
93
90 : Vano Jorok!
94
91 : Anak Kesayangan
95
92 : Devano Sakit
96
93 : Bersama Devano
97
94 : A Day With Devano
98
95 : Manja
99
96 : Random
100
97 : Penakut
101
98 : Libur Sekolah
102
99 : Selamat Ulang Tahun Ziko
103
100 : Panik!
104
101 : Coba Aja
105
102 : Prom Night
106
S2 (1)
107
S2 (2)
108
S2 (3)
109
S2 (4)
110
S2 (5)
111
S2 (6)
112
S2 (7)
113
S2 (8)
114
S2 (9)
115
S2 (10)
116
S2 (11)
117
S2 (12)
118
S2 (13)
119
S2 (14)
120
S2 (15)
121
S2 (16)
122
S2 (17)
123
S2 (18)
124
S2 (19)
125
S2 (20)
126
S2 (21)
127
S2 (22)
128
S2 (23)
129
S2 (24)
130
S2 (25)
131
S2 (26)
132
S2 (27)
133
S2 (28)
134
S2 (29)
135
S2 (30)
136
S2 (31)
137
S2 (32)
138
S2 (33)
139
S2 (34)
140
S2 (35)
141
S2 (36)
142
S2 (37)
143
S2 (38)
144
S2 (39)
145
S2 (40)
146
S2 (41)
147
S2 (42)
148
S2 (43)
149
S2 (44)
150
S2 (45)
151
S2 (46)
152
S2 (47)
153
S2 (48)
154
S2 (49)
155
S2 (50)
156
S2 (51)
157
S2 (52)
158
S2 (53)
159
S2 (54)
160
S2 (55)
161
S2 (56)
162
S2 (57)
163
S2 (58)
164
S2 (59)
165
S2 (60)
166
S2 (61)
167
S2 (62)
168
S2 (63)
169
S2 (64)
170
S2 (65)
171
S2 (66)
172
S2 (67)
173
S2 (68)
174
S2 (69)
175
S2 (70)
176
S2 (71)
177
S2 (72)
178
S2 (73)
179
S2 (74)
180
S2 (75)
181
S2 (76)
182
S2 (77)
183
S2 (78)
184
S2 (79)
185
S2 (80)
186
S2 (81)
187
S2 (82)
188
S2 (83)
189
S2 (84)
190
S2 (85)
191
S2 (86)
192
S2 (87)
193
S2 (88)
194
S2 (89)
195
S2 (90)
196
S2 (91)
197
S2 (92)
198
S2 (93)
199
S2 (94)
200
S2 (95)
201
S2 (96)
202
S2 (97)
203
S2 (98)
204
S2 (99)
205
S2 (100)
206
S2 (101)
207
S2 (102)
208
S2 (103)
209
S2 (104)
210
S2 (105)
211
S2 (106)
212
S2 (107)
213
S2 (108)
214
S2 (109)
215
S2 (110)
216
S2 (111)
217
S2 (112)
218
S2 (113)
219
Extra Part (1)
220
Extra Part (2)
221
Extra Part (3)
222
Istri Manja Ziko!
223
Devano (1)
224
Devano (2)
225
Devano (3)
226
Devano (4)
227
Devano (5)
228
Devano (6)
229
Devano (7)
230
Devano (8)
231
Devano (9)
232
Devano (10)
233
Devano (11)
234
Devano (12)
235
Devano (13)
236
Devano (14)
237
Devano (15)
238
Devano (16)
239
Devano (17)
240
Devano (18)
241
Devano (19)
242
Devano (20)
243
Devano (21)
244
Devano (22)
245
Devano (23)
246
Devano (24)
247
Devano (25)
248
Devano (26)
249
Devano (27)
250
Devano (28)
251
Devano (29)
252
Devano (30)
253
Devano (31)
254
Devano (32)
255
Devano (33)
256
Devano (34)
257
Devano (35)
258
Devano (36)
259
Devano (37)
260
Devano (38)
261
Devano (39)
262
Devano (40)
263
Devano (41)
264
Devano (42)
265
Devano (43)
266
Devano (44)
267
Devano (45)
268
Devano (46)
269
Devano (47)
270
Devano (48)
271
Devano (49)
272
Devano (50)
273
Devano (51)
274
Devano (52)
275
Devano (53)
276
Devano (54)
277
Devano (55)
278
Devano (56)
279
Devano (57)
280
Devano (58)
281
Devano (59)
282
Devano (60)
283
Devano (61)
284
Devano (62)
285
Devano (63)
286
Devano (64)
287
Devano (65)
288
Devano (66)
289
Devano (67)
290
....
291
Devano (68)
292
Devano (69)
293
Devano (70)
294
Devano (71)
295
Devano (72)
296
Devano (73)
297
Devano (74)
298
Devano (75)
299
Devano (76)
300
Devano (77)
301
ENDING
302
CERITA BARU!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!