Mendengarkan materi dengan penuh keseriusan adalah hal yang selalu dilakukan Devano setiap pelajaran berlangsung, tidak perduli meskipun teman sebangkunya dan dua orang dibelakangnya asik mengobrol hingga sedikit bising dia tetap mendengarkan. Menurut Devano semua ada waktunya ketika dia harus belajar maka fokusnya hanya pada materi yang dijelaskan, ketika dia harus latihan basket atau tanding maka fokusnya hanya pada bola juga permainan dan ketika dia harus menghabiskan waktu untuk bersenang-senang maka dia hanya akan fokus pada hal-hal yang membuatnya bahagia.
Devano tipe orang yang tidak suka mencampur semua kegiatan dan dia juga beranggapan bahwa hidupnya tidak melulu soal kesenangan, ada banyak hal yang harus dia lewatkan dan siapkan untuk masa depannya kelak.
Selain itu perkataan Fahisa selalu mengingatkan dia untuk tidak membuat ulah yang bisa mengecewakan orang tuanya dan dia selalu berusaha untuk menjadi anak baik yang bisa dibanggakan.
'Devano, kamu satu-satunya anak laki-laki Mommy sama Daddy dan nanti kamu akan mengemban tanggung jawab yang besar, jangan pernah mengecewakan kami ya?'
Memang benar Daddy nya juga selalu mengatakan bahwa kelak dia akan menjadi penerus Daffa yang menjalankan perusahaan keluarga Wijaya bersama dengan Kakak sepupunya, Gibran.
Selama satu jam pelajaran berlangsung hingga akhirnya bel istirahat berbunyi dan membuat para siswa siswi bersorak senang.
Lihat kan?
Sebenarnya hanya sebentar, kenapa dia tidak bisa meluangkan waktunya untuk belajar?
"Kantin yok." Ajak Erick
"Nanti aja Rick bisa ****** gue kalau ke kantin sekarang." Kata Alex sambil mengetikkan pesan diponselnya
"Kenapa lagi sih Lex?" Tanya Yuda kesal
Temannya yang satu itu selalu saja membuat kesal dan menunda-nunda waktu kalau mau ke kantin hanya karena satu alasan.
"Nanti ada cewek gue lagi malas mau ketemu dia." Kata Alex
Yap, alasan yang sama.
"Nanti dia nyamperin ke kelas gue tabok lo ya Lex." Kata Yuda
"Kagak gue tadi bilang mau ke ruang guru, santai bos." Kata Alex
Menaikkan kakinya ke atas meja Alex bersandar pada bangku dan kembali memainkan ponselnya.
Dia sedang malas berurusan dengan Hara yang sangat-sangat ingin diperhatikan.
Kemarin malam Alex menjanjikan untuk mengajak jalan, tapi dia lupa dan malah sibuk nongkrong bersama Erick jadilah pacarnya itu ngambek. Perlu kalian ketahui Alex tidak suka membujuk jadi kalau dia ngambek ya biarin aja dan kalau dia mau minta putus juga biarin.
Sepertinya juga Alex sudah mulai bosan dengan Hara yang semakin lama malah semakin menyebalkan.
"Lex asil gue laper nanti lo nyusul aja." Kata Erick
"Yaudah sana." Kata Alex santai
"Duluan"
Alex hanya bergumam pelan mendengar perkataan Devano yang pergi ke kantin bersama dengan Erick dan Gara.
Sebenarnya dia tidak masalah kalau tidak pergi ke kantin karena sepertinya suara Devina dari luar kelas akan lebih menarik dari pada padatnya kantin sekolah.
Alex mematikan ponselnya agar sang kekasih tidak mengganggu dia dan setelah merapihkan rambutnya menggunakan tangan dia segera keluar dari kelas.
Benar saja ada Devina dan kedua temannya yang duduk di depan kelas, lelaki yang tadi pagi merangkul Devina juga tidak ada.
"Ihh Mon jangan dong." Kata Devina sambil berusaha merebut ponselnya dari tangan Mona yang sekarang sedang tertawa bersama Cessa dan Nayla
"Ihh sumpah gue mau ss ini kapan lo sama Ziko foto berdua gini? Udah kayak couple goals gitu kan." Ledek Mona lagi
"Mona itu tuh dia yang ngajakin bukan akuu." Kata Devina
Alex memperhatikannya dari pintu, pria itu ternyata menyukai Devina juga dan kalau dia dengan pria bernama Ziko itu bersaing sepertinya Ziko yang lebih unggul.
Satu, Ziko dan Devina sangat dekat bahkan Devina tidak terganggu ketika dirangkul.
Dua, Devano gak sensi kalau sama Ziko beda banget kalau sama Alex bawaannya mau mukul terus kalau dia deketin Devina.
Tapi, kalau Devinanya suka sama dia tetap saja dia yang menang kan?
"Vina"
Perdebatan mereka terhenti ketika suara Alex terdengar dan Devina menatapnya dengan bingung ketika Alex memintanya untuk mendekat.
"Sini bentar"
Terlihat ragu Devina yang terus ditatap akhirnya memilih untuk mendekat, tapi sebelumnya dia tetap berbicara pada teman-temannya.
"Jangan aneh-aneh ya! Aku gak mau nanti diledekin orang-orang kalau mereka lihat fotonya." Kata Devina
Setelah mengatakan hal itu Devina menghampiri Alex sambil tersenyum tipis dan menanyakan kenapa pria itu memanggilnya.
"Kenapa?" Tanya Devina
"Gak papa"
"Kok gak papa? Terus ngapain panggil aku?" Tanya Devina bingung
Alex tersenyum singkat lalu mengajak Devina untuk duduk di depan kelasnya.
"Memang kalau mau manggil harus ada apa-apanya ya?" Tanya Alex
"Enggak juga sih." Kata Devina sambil menunjukkan cengirannya
"Asik banget ngobrolnya sama mereka, lagi ngomongin apa sih Vin?" Tanya Alex
Wajah Devina langsung berubah cemberut ketika mendapat pertanyaan itu.
"Si Mona tuh jahil banget." Kata Devina
"Nanti nemenin Vano latihan lagi gak?" Tanya Alex
"Iya"
"Kamu kok jarang balas chat aku sih Vin?" Tanya Alex membuat Devina terdiam sebentar
Dia gak mungkin bilang kalau Devano yang menyuruh kan?
"Emm kamu kalau chat malam banget ya akunya udah tidur." Kata Devina bohong
Padahal kenyataannya dia selalu tidur diatas jam dua belas, mau tau ngapain?
Nonton drama korea.
"Biasanya kamu belum tidur." Kata Alex lagi
"Iya tapi belakangan ini kena marah Mommy sama Daddy karena tidurnya malam." Kata Devina mencari alasan lainnya
Berhasil, Alex percaya akan ucapannya.
"Nanti tungguin Devano latihan ya? Biar aku semangat karena ada kamu." Kata Alex gombal
Devina terdiam sebentar lalu tertawa kecil, beruntung dia tidak gampang merona, tapi sekarang jantungnya jadi berdetak tidak karuan.
"Masa? Vano malah bilang kalau ada aku dia jadi malas." Kata Devina sambil tertawa kecil
Alex tersenyum mendengarnya dan baru saja dia ingin kembali bicara suara seorang pria terdengar membuat Devina menoleh lalu tersenyum lebar.
"Vina ini titipannya udah aku beliin"
Menoleh sebentar pada Alex kalimat yang dikatakan Devina membuat pria itu merasa kesal seketika.
"Udah ya Lex? Aku mau kesana dulu." Kata Devina
Sesaat setelahnya suara seruan Devina terdengar bersamaan dengan pria yang tadi pagi kembali merangkul gadis itu dan menatap Alex dengan tengil.
Nyari ribut, batin Alex
"Ziko baik deh." Seru Devina sambil mengambil plastik yang berisi susu dan roti yang dibawa Ziko
"Iya dong apasih yang enggak untuk sayangku." Kata Ziko
Devina berdecak kesal ketika Ziko mengacak rambutnya dengan gemas.
Terlalu fokus pada makanannya Devina sama sekali tidak tau kalau Alex masih memperhatikan mereka yang sekarang duduk di tempat Devina dan teman-temannya tadi.
Memasang wajah cool nya Alex berlalu pergi dan ingin menghampiri teman-temannya ke kantin, masa bodo dengan Hara yang mungkin melihatnya dari pada dia kepanasan melihat Devina bersama pria tengil itu.
Memasuki area kantin Alex mengedarkan pandangannya dan melihat ketiga temannya berasa di pojok kantin membuat dia segera menghampiri mereka.
Dengan tidak semangat Alex mendudukkan diri disamping Gara membuat yang lainnya langsung menatap ke arah dia.
"Ehh dateng juga lo Lex." Kata Erick
"Hmm lapar gue." Kata Alex
"Udah mesen lo?" Tanya Gara yang dijawab dengan anggukan olehnya
Sambil menunggu makanannya Alex kambali memainkan ponselnya dan sesaat setelahnya dia tersentak karena tepukan dibahunya.
Suara yang masuk ke pendengarannya membuat Alex menghela nafasnya pelan, menyebalkan.
"Sayang kok chat aku gak di balas?" Tanya Hara sambil mendudukkan dirinya disamping Alex
"Hp nya mati"
"Kok bisa?" Tanya Hara yang dijawab dengan sangat menyebalkan oleh kekasihnya
"Ya bisa, mati dia gak bisa hidup." Kata Alex
Teman-teman Alex tertawa mendengarnya, berbeda dengan Hara yang memasang wajah cemberutnya.
"Kamu kok gitu sih Lex?" Tanya Hara kesal
"Gitu gimana sih Beb? Udah ah aku lapar kamu sama teman kamu yang lainnya aja, gak enak diliat orang kamu cewek sendiri disini." Kata Alex
Hara berdecak kesal lalu meninggalkan Alex tanpa mengatakan apapun membuat kekasihnya itu justru merasa lega.
Ayolah, dia sedang tidak mau ribut dengan Hara apalagi ini dikantin.
"Cantik padahal Lex jahat banget lo sama pacar sendiri." Kata Gara membuat Alex mendengus kesal
Dia tau Hara cantik, tapi Hara terlalu menyebalkan.
"Tapi nyebelin gak suka gue lama-lama." Kata Alex sambil mengambil sendok dan garpu ketika pesanannya diantar ke atas meja
"Nyebelin gimana?" Tanya Erick
"Ngambek terus kalau gue gak langsung balas chat ngambek, gue gak bisa nemenin dia ngambek pokoknya dikit-dikit ngambek." Kata Alex membuat Erick dan Gara tertawa mendengarnya
Devano?
Pria itu sibuk dengan game di ponselnya lagi pula dia malas mendengar cerita Alex yang sudah sangat sering dia dengar.
Alex dan kisah cintanya.
¤¤¤
Seusai pulang sekolah seperti biasanya Devina akan menunggu kembarannya latihan sekarang dia masih duduk di depan kelas bersama Ziko sambil menunggu Devano yang belum keluar dari dalam kelasnya. Sengaja Ziko menemani Devina agar nanti kembarannya dan Alex bisa melihat mereka berdua selain itu dia juga tidak mungkin membiarkan Devina menunggu seorang diri.
Meskipun hanya sebatas teman, tapi Ziko selalu senang berada di dekat Devina dan menemani gadis itu setiap hari, lagi Devina adalah gadis yang hangat.
"Vina"
"Emm"
"Minggu besok nonton yuk." Kata Ziko membuat Devina menoleh dan menatapnya dengan antusias
"Ayuk, aku bosan tau kalau di rumah." Kata Devina
"Minggu ya? Nanti aku kasih tau lagi jamnya." Kata Ziko yang dijawab dengan anggukan oleh Devina
"Huhh lama banget sih Vanoo." Kata Devina
"Kenapa kamu gak pulang duluan aja Vin? Mau aku antar?" Tawar Ziko
Menggelengkan kepalanya pelan Devina menolak tawaran itu karena dia harus pergi dan pulang bersama Devano.
Tapi, Ziko fikir Devina enggan pulang karena ingin melihat Alex latihan.
Sesaat setelahnya seorang guru keluar dari kelas Devano bersamaan dengan para murid yang keluar kelas dan Devano beserta ketiga temannya baru keluar setelah sepi. Saat melihat Devano sudah keluar Devina menatap Ziko sebentar dan mengatakan bahwa dia harus pergi menemani kembarannya.
"Yaudah aku pulang ya Vin." Kata Ziko
"Iya, hati-hati dijalan yaaa?" Kata Devina yang dijawab dengan anggukan oleh Ziko
Setelah pria itu pergi Devina menghampiri kembarannya sambil tersenyum manis.
"Lama gak Van?" Tanya Devina kepada kembarannya ketika mereka sedang menuju lapangan
"Sebentar"
Mengangguk faham ketik sampai dilapangan Devina diminta untuk duduk selagi Devano dan yang lainnya berganti pakaian.
Dia duduk tepat disebelah wanita dengan pakaian cheerleader yang sepertinya sedang menunggu seseorang.
Devina membawa sebotol minum untuk kembarannya kalau dia haus setelah latihan nanti, tidak bukan Devano yang minta hanya dia saja yang berinisiatif.
"Kembarannya Vano kan?" Tanya wanita disebelahnya
Devina menoleh dan mengangguk singkat.
"Kenal Alex?" Tanya dia yang kembali dijawab dengan anggukan oleh Devina
Gadis itu menyerahkan botol minuman miliknya pada Devina dan meminta dia untuk memberikannya pada Alex karena sebentar lagi dia harus latihan.
"Kasihin Alex ya? Gue harus latihan dan bilang aja dari Hara, pacarnya." Kata Hara membuat Devina terdiam untuk sesaat lalu mengangguk pelan
Setelah Hara pergi Devina terdiam dan menghela nafasnya pelan, benar kata Devano.
'Dia punya pacar Vin'
Hanya sesaat Devina merasa sedikit kecewa, tapi ketika melihat Devano dia tersenyum senang.
"Bawa minum?" Tanya Devano yang dijawab dengan anggukan oleh Devina
Devano ingin mengambil botol minum yang ada disebelah Devina, tapi dengan segera Devina melarangnya dan memberikan yang ada dipangkuannya.
"Ini minumnya." Kata Devina
"Ini untuk gue ya Vin?" Tanya Alex iseng
"Iya"
Mereka semua sedikit tidak percaya, tapi perkataan Devina selanjutnya membuat Alex dan yang lainnya diam.
"Tadi pacar kamu yang bawa, tapi katanya dia harus latihan jadi dititipin ke aku"
Devina mengatakannya dengan santai, tapi hal itu justru mengganggu Alex karena gadis itu terlihat biasa sama sekali tidak merasa sedih.
Dan Alex kesal pada kenyataan bahwa Hara malah bertemu dengan Devina.
¤¤¤
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 302 Episodes
Comments
nowhere🌱
nooh, makanya jangan banyak main cewek, giliran dapat yg klop kan jadinya susah
2022-05-16
0
nowhere🌱
makanya jangan jadi pucekboi
2022-05-16
0
nowhere🌱
agak wah aja gitu nemu teenfict di nt, soalnya banyakan di sini perjodohan ceo dan gak jauh jauh sama pernikahan yg dihiasi pelakor, berasa hambat aja gitu jadinya nt. untung nemu cerita ni
2022-05-08
1