Teriknya matahari menemani upacara di SMA Kencana yang membuat para murid menggerutu dan berkali-kali mengelap keringat atau berusaha menutupi sinar dengan tangan mereka yang tentunya sama sekali tidak berguna. Di podium kepala sekolah sedang memberikan amanat yang entah sudah berapa menit berlalu masih belum selesai juga lalu di dekat podium jejeran siswa siswi yang datang terlambat berdiri menghadap ke arah barisan murid lainnya dan harus menahan panas karna matahari yang menyinari mereka secara langsung.
Di barisan paling depan barisan murid teladan yang mengikuti upacara dengan hikmat dan mendengarkan setiap kata yang diucapkan sang kepala sekolah dengan baik. Di tengah barisan murid-murid yang sedikit rajin mulai berbisik-bisik dan menggerutu karena upacara tak kunjung selesai.
Lalu di barisan paling belakang.
Barisan paling legendaris.
Barisan berisi murid-murid pemalas yang selama upacara berlangsung berkali-kali duduk atau mengobrol dan tertawa hingga anak osis harus berkali-kali memberikan peringatan.
"Udah mau setengah jam nih kayaknya bapak kita belum selesai juga ngasih amanatnya." Celetuk Gio salah satu siswa pembuat onar
"Lebay dih Gio." Kata Adyra siswi yang baris disebelahnya
"Rasanya gue mau menyanyikan sebuah lagu agar mereka semua berhenti dan mengerti apa yang kita rasakan." Kata Ziko membuat mereka yang mendengar menoleh dan menatapnya dengan alis bertaut
"Lagu apa tuh?" Tanya Jenni
"Hareudang hareudang hareudang panas panas panas"
Suara tawa terdengar ketika Ziko bernyanyi dengan suara fals nya sambil mengipaskan kedua tangannya ke wajah.
Terlalu banyak yang tertawa hingga membuat mereka yang berbaris di depan sedikit menoleh.
"Maaf Kak jangan berisik ya? Sebentar lagi upacaranya selesai kok." Kata seorang siswi sambil menepuk bahu Ziko pelan
Senyum manis Ziko terbentuk dan bukan menjawab dia malah bercanda.
"Iya Mbak habisnya saya lagi hareudang nih kalau makin lama bisa pingsan saya." Kata Ziko
"Lo pingsan juga gak bakal ada yang nolongin." Kata Gio
Lagi suara tawa terdengar, tapi lebih kecil dari sebelumnya.
"Sekali lagi jangan berisik ya Kak? Nanti kalau berisik saya bawa Kakak ke tengah lapangan dan baris sama mereka yang datang terlambat." Ancamnya
Ziko mengangguk faham, tapi malah menggoda siswi itu setelahnya.
"Bawa ke KUA aja gimana? Biar kita langsung sah sah sah." Kata Ziko dengan wajah yang sangat menyebalkan
Siswi itu menghela nafasnya pelan lalu melangkahkan kakinya menjauh karena malas berurusan dengan Kakak kelasnya yang badung minta ampun.
"Sst Ziko jangan berisik nanti kamu di suruh baris didepan beneran sukurin lo!" Kata Devina yang sedari tadi menyimak dan kini menolehkan kepalanya kebelakang
Devina dan Ziko memang teman dekat bahkan bisa dibilang sahabat baik meskipun teman sekelas mereka ingin kalau dia dan Ziko berpacaran, tapi Devina tidak mau.
Dia kan menyukai Alex.
"Ziko denger gak kupingnya? Habis di kasih tau sama ayang beb." Kata Jenni membuat Ziko tertawa kecil
"Denger lah tuh liat langsung salting dia." Kata Mona
Ziko berdecak kesal lalu kembali menatap Devina dan tersenyum.
"Siap sayang jangan khawatir Kakanda akan menurut sama Adinda." Kata Ziko
Devina menggelengkan kepalanya pelan dan tertawa karena perkataan sahabatnya.
Hanya sebentar karena setelahnya dia kembali menatap ke depan dan meninggalkan Ziko yang terus tersenyum sambil menatapnya dari belakang.
"Awas kesambet Bang." Kata Gio
Ziko hanya tersenyum menanggapinya, seandainya dia dan Devina bisa menjadi sepasang kekasih.
Tapi, tidak masalah meskipun mereka hanya sekedar sahabat karena yang paling penting Ziko bisa menjadi alasan gadis itu tersenyum.
Di barisan kelas lain Devano tak berhentinya menggerutu karena teman-temannya sejak tadi terus mengobrol, menyanyi, dan tertawa dengan suara pelan. Tidak perduli sudah berapa banyak yang menegur mereka tetap berisik, dasar tidak punya kuping.
Devano baris di tengah-tengah antara Alex dan Damian lalu disebelahnya juga ada Adara, salah satu pembuat onar di SMA Kencana.
"Tau kagak lu Dam si Chelsea? Asli cantik banget gue dah liat instagram dia." Kata Alex
Lihat kan?
Bagaimana mungkin Alex mau dia mengizinkannya untuk berpacaran dengan Devina, tidak akan pernah dia izinkan.
"Tau gue Lex emang sih dia cantik banget, tapi udah punya pacar dia." Kata Damian
"Sikat ajalah baru pacar juga." Kata Alex
"Otak lo tuh sikat." Celetuk Devano membuat Damian tertawa senang
"Lu ada dendam apa sih Van sama gue? Ngobrol sini." Kata Alex dengan wajah masamnya
Devano hanya mengangkat bahunya acuh dan tidak menanggapi lagi.
"Btw ini lama bener dah kagak selesai-selesai." Kata Damian yang sudah mulai pegal
"Gak lama gak asik." Kata Alex
Devano menggelengkan kepalanya pelan lalu sedikit melirik ke arah Adara yang terlihat tenang, dia tidak memiliki banyak teman perempuan di kelas.
Terkadang Devano bingung, kenapa wanita itu harus menjadi pembuat onar?
Padahal dia cukup pintar kalau saja mau belajar dengan rajin karena setiap ulangan atau disuruh mengerjakan soal dipapan tulis jawabannya selalu sempurna.
Kembali mengalihkan pandangannya ke depan Devano berusaha untuk tetap fokus dan menunggu hingga upacara pagi ini segera berakhir.
Menit demi menit berlalu dan rangkaian kegiatan upacara pun telah dilakukan hingga selesai. Setelah diperintahkan untuk bubur barisan helaan nafas terdengar dan suara para murid mulai berbaur karena bersama-sama menuju kelas mereka masing-masing.
Kembali pada Devina yang berjalan beriringan bersama teman-temannya menuju kelas sambil mengobrol.
"Malas banget gak sih? Hari ini pelajaran pertama yang ngajar Bu Lani." Kata Cessa
"Malas bangett! Aku ngantuk terus kalau Bu Lani udah mulai ngajar." Kata Devina
Jangan bingung, Devina memang terbiasa menggunakan aku-kamu dan dia selalu berbicara dengan aku-kamu kepada siapapun bahkan tidak jarang orang merasa aneh karena cara bicaranya.
"Duduk sama aku aja makanya beb biar gak ngantuk." Celetuk Ziko
Devina baru ingin menoleh, tapi Ziko sudah berjalan dan memisahkan Devina yang berjalan disebelah Mona hingga membuat wanita itu berdecak kesal. Dirangkulnya bahu Devina membuat beberapa orang yang melihatnya mengatakan 'modus' karena mereka tau kalau Ziko menyimpan rasa dengan sahabatnya.
Sama sekali tidak terganggu Devina hanya tertawa kecil ketika mendengar ucapan Ziko.
"Gak mau aku kena sial terus kalau duduk sama kamu." Kata Devina
"Sial Ko tau gak lu?" Ledek Mona
"Dendam amat sih lu sama gue." Kata Ziko kesal
Mona hanya mengangkat bahunya acuh.
"Kapan kamu kena sial pas duduk sama aku?" Tanya Ziko
Devina menatapnya dengan mata memicing dan membuatnya terlihat menggemaskan dengan ekspresi seperti itu.
"Pernah ya? Waktu aku duduk sama kamu terus kamu sama Gio berisik ketawa-ketawa sampai ditegur guru dan kita bertiga di suruh keluar kelas, padahal aku gak ikutan." Kata Devina mengingat kejadian yang pernah dia alami
Terdiam untuk sesaat Ziko terkekeh ketika mengatakannya lalu meminta maaf pada Devina.
Setelah kejadian itu Devina memang mendiamkannya dan menolak untuk mengajak bicara selama tiga hari.
"Maaf sayang maaf janji enggak lagi." Kata Ziko
"Halah dasar buaya darat." Celetuk Mona dan Cessa bersamaan
Ziko menatap mereka dengan tajam karena terus saja bicara.
"Kenapa sih kalian ini sama gue? Punya dendam ya?" Kata Ziko sambil menatap mereka dengan menantang
"Apa?!" Tanya mereka berdua galak
Saat baru mau memasuki kelas Devina menangkap sosok kembarannya bersama teman-temannya yang tengah duduk di depan kelas.
Kelas mereka memang bersebelahan.
"Vanoooo"
Seruan Devina membuat orang-orang menoleh dan Devano yang mendengar itu hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan lalu tersenyum kecil dan mengangkat sebelah tangannya.
Tapi, matanya memicing ketika melihat sebuah tangan yang bertengger manis di bahu kembarannya.
Mendongak Devano menatap Ziko yang tengah melihatnya dengan tengil, ternyata pria itu yang merangkul kembarannya.
"Vinaa"
Bukan Devano, tapi Alex yang memanggilnya dan Devina hanya tersenyum manis sambil melihat ke arahnya.
"Nanti temenin Devano latihan lagi ya?" Katanya
Devina mengangguk singkat dan dia sedikit tersentak ketika Ziko memutar tubuhnya dan mengajak untuk segera masuk ke dalam kelas.
Dia kesal karena dia tau kalau pria tadi adalah pria yang disukai Devina.
Memasuki kelas berdua mereka langsung diledeki satu kelas karena Ziko yang masih enggan melepaskan rangkulan tangannya.
Ulangi, meledeki Ziko bukan Devina karena semua tau kalau Ziko ini korban friendzone.
Saat ingin duduk bersama dengan Mona dijauhkan tangan Ziko dari bahunya dan Devina menatap pria itu sebentar lalu tersenyum sebelum pergi ke tempat duduknya.
Seakan terbius dengan kecantikannya Ziko terdiam karena melihat senyuman Devina sedekat itu dan dengan senyuman penuh kebahagiaan dia menuju tempat duduknya sendiri.
Di sisi lain Devano dan yang lainnya masih belum masuk ke kelas karena belum ada guru yang datang, mereka malas berada di kelas karena panas katanya.
"Van"
"Hmm"
"Siapa tuh cowok yang tadi rangkul-rangkul kembaran lo?" Tanya Alex penasaran
Dia penasaran karena Devano terlihat biasa saja coba kalau Alex yang melakukannya udah sakit tuh tangan dia karena ditepis sama Devano yang tidak membolehkannya merangkul Devina.
"Temen"
"Kok lu gak marah? Licik lo Van kalau gue pasti udah digebuk tuh tangan jangankan rangkul gue ngeliatin Vina terus aja udah ditoyor." Kata Alex tak terima
Erick dan Yuda tertawa ketika mendengarnya, kasihan sekali Alex.
Devano hanya mengangkat bahunya acuh, dia membiarkan karena Devina tidak menyukai pria itu dan lagi Ziko juga tidak pernah dekat dengan banyak wanita seperti Alex.
Lagi, Devina selalu mengatakan kalau mereka hanya sahabatan.
"Gue deketin adik lo ya Van?" Kata Alex membuat Devano langsung menatapnya dengan tajam
"Putusin dulu si Hara dan berhenti baperin anak orang baru deketin Devina." Kata Devano dengan wajah datarnya
Wajah Alex langsung masam ketika mendengarnya.
"Enggak bisa kan?" Kata Devano
"Nyebelin lu Van." Kata Alex
Dia menyukai Devina, tapi setiap kali Devano menyuruhnya untuk melakukan hal itu Alex selalu menolak. Entahlah rasanya terlalu sulit untuk dilakukan.
Tapi, jujur setiap melihat Devina bersama pria yang katanya teman baiknya itu membuat Alex kesal dan tidak suka.
Devina itu berbeda dari banyak wanita lainnya dan hal itu berhasil menarik perhatian Alex untuk menatapnya.
Cantik dan menggemaskan.
¤¤¤
Nanti sore atau malem update lagi barengan sama Sahara In Love😄
Tim Devina sama Ziko apa Devina sama Alex?
Thank youu udah baca❤
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 302 Episodes
Comments
Rosa Rosiana
menarik
2023-03-21
0
Idan Cedan
aq k ziko ja ....
2021-12-23
0
D'
g usah sama siapa 2.masih sekolah jangan pacaran
2021-10-23
0