1 : SMA Kencana

Teriknya matahari menemani upacara di SMA Kencana yang membuat para murid menggerutu dan berkali-kali mengelap keringat atau berusaha menutupi sinar dengan tangan mereka yang tentunya sama sekali tidak berguna. Di podium kepala sekolah sedang memberikan amanat yang entah sudah berapa menit berlalu masih belum selesai juga lalu di dekat podium jejeran siswa siswi yang datang terlambat berdiri menghadap ke arah barisan murid lainnya dan harus menahan panas karna matahari yang menyinari mereka secara langsung.

Di barisan paling depan barisan murid teladan yang mengikuti upacara dengan hikmat dan mendengarkan setiap kata yang diucapkan sang kepala sekolah dengan baik. Di tengah barisan murid-murid yang sedikit rajin mulai berbisik-bisik dan menggerutu karena upacara tak kunjung selesai.

Lalu di barisan paling belakang.

Barisan paling legendaris.

Barisan berisi murid-murid pemalas yang selama upacara berlangsung berkali-kali duduk atau mengobrol dan tertawa hingga anak osis harus berkali-kali memberikan peringatan.

"Udah mau setengah jam nih kayaknya bapak kita belum selesai juga ngasih amanatnya." Celetuk Gio salah satu siswa pembuat onar

"Lebay dih Gio." Kata Adyra siswi yang baris disebelahnya

"Rasanya gue mau menyanyikan sebuah lagu agar mereka semua berhenti dan mengerti apa yang kita rasakan." Kata Ziko membuat mereka yang mendengar menoleh dan menatapnya dengan alis bertaut

"Lagu apa tuh?" Tanya Jenni

"Hareudang hareudang hareudang panas panas panas"

Suara tawa terdengar ketika Ziko bernyanyi dengan suara fals nya sambil mengipaskan kedua tangannya ke wajah.

Terlalu banyak yang tertawa hingga membuat mereka yang berbaris di depan sedikit menoleh.

"Maaf Kak jangan berisik ya? Sebentar lagi upacaranya selesai kok." Kata seorang siswi sambil menepuk bahu Ziko pelan

Senyum manis Ziko terbentuk dan bukan menjawab dia malah bercanda.

"Iya Mbak habisnya saya lagi hareudang nih kalau makin lama bisa pingsan saya." Kata Ziko

"Lo pingsan juga gak bakal ada yang nolongin." Kata Gio

Lagi suara tawa terdengar, tapi lebih kecil dari sebelumnya.

"Sekali lagi jangan berisik ya Kak? Nanti kalau berisik saya bawa Kakak ke tengah lapangan dan baris sama mereka yang datang terlambat." Ancamnya

Ziko mengangguk faham, tapi malah menggoda siswi itu setelahnya.

"Bawa ke KUA aja gimana? Biar kita langsung sah sah sah." Kata Ziko dengan wajah yang sangat menyebalkan

Siswi itu menghela nafasnya pelan lalu melangkahkan kakinya menjauh karena malas berurusan dengan Kakak kelasnya yang badung minta ampun.

"Sst Ziko jangan berisik nanti kamu di suruh baris didepan beneran sukurin lo!" Kata Devina yang sedari tadi menyimak dan kini menolehkan kepalanya kebelakang

Devina dan Ziko memang teman dekat bahkan bisa dibilang sahabat baik meskipun teman sekelas mereka ingin kalau dia dan Ziko berpacaran, tapi Devina tidak mau.

Dia kan menyukai Alex.

"Ziko denger gak kupingnya? Habis di kasih tau sama ayang beb." Kata Jenni membuat Ziko tertawa kecil

"Denger lah tuh liat langsung salting dia." Kata Mona

Ziko berdecak kesal lalu kembali menatap Devina dan tersenyum.

"Siap sayang jangan khawatir Kakanda akan menurut sama Adinda." Kata Ziko

Devina menggelengkan kepalanya pelan dan tertawa karena perkataan sahabatnya.

Hanya sebentar karena setelahnya dia kembali menatap ke depan dan meninggalkan Ziko yang terus tersenyum sambil menatapnya dari belakang.

"Awas kesambet Bang." Kata Gio

Ziko hanya tersenyum menanggapinya, seandainya dia dan Devina bisa menjadi sepasang kekasih.

Tapi, tidak masalah meskipun mereka hanya sekedar sahabat karena yang paling penting Ziko bisa menjadi alasan gadis itu tersenyum.

Di barisan kelas lain Devano tak berhentinya menggerutu karena teman-temannya sejak tadi terus mengobrol, menyanyi, dan tertawa dengan suara pelan. Tidak perduli sudah berapa banyak yang menegur mereka tetap berisik, dasar tidak punya kuping.

Devano baris di tengah-tengah antara Alex dan Damian lalu disebelahnya juga ada Adara, salah satu pembuat onar di SMA Kencana.

"Tau kagak lu Dam si Chelsea? Asli cantik banget gue dah liat instagram dia." Kata Alex

Lihat kan?

Bagaimana mungkin Alex mau dia mengizinkannya untuk berpacaran dengan Devina, tidak akan pernah dia izinkan.

"Tau gue Lex emang sih dia cantik banget, tapi udah punya pacar dia." Kata Damian

"Sikat ajalah baru pacar juga." Kata Alex

"Otak lo tuh sikat." Celetuk Devano membuat Damian tertawa senang

"Lu ada dendam apa sih Van sama gue? Ngobrol sini." Kata Alex dengan wajah masamnya

Devano hanya mengangkat bahunya acuh dan tidak menanggapi lagi.

"Btw ini lama bener dah kagak selesai-selesai." Kata Damian yang sudah mulai pegal

"Gak lama gak asik." Kata Alex

Devano menggelengkan kepalanya pelan lalu sedikit melirik ke arah Adara yang terlihat tenang, dia tidak memiliki banyak teman perempuan di kelas.

Terkadang Devano bingung, kenapa wanita itu harus menjadi pembuat onar?

Padahal dia cukup pintar kalau saja mau belajar dengan rajin karena setiap ulangan atau disuruh mengerjakan soal dipapan tulis jawabannya selalu sempurna.

Kembali mengalihkan pandangannya ke depan Devano berusaha untuk tetap fokus dan menunggu hingga upacara pagi ini segera berakhir.

Menit demi menit berlalu dan rangkaian kegiatan upacara pun telah dilakukan hingga selesai. Setelah diperintahkan untuk bubur barisan helaan nafas terdengar dan suara para murid mulai berbaur karena bersama-sama menuju kelas mereka masing-masing.

Kembali pada Devina yang berjalan beriringan bersama teman-temannya menuju kelas sambil mengobrol.

"Malas banget gak sih? Hari ini pelajaran pertama yang ngajar Bu Lani." Kata Cessa

"Malas bangett! Aku ngantuk terus kalau Bu Lani udah mulai ngajar." Kata Devina

Jangan bingung, Devina memang terbiasa menggunakan aku-kamu dan dia selalu berbicara dengan aku-kamu kepada siapapun bahkan tidak jarang orang merasa aneh karena cara bicaranya.

"Duduk sama aku aja makanya beb biar gak ngantuk." Celetuk Ziko

Devina baru ingin menoleh, tapi Ziko sudah berjalan dan memisahkan Devina yang berjalan disebelah Mona hingga membuat wanita itu berdecak kesal. Dirangkulnya bahu Devina membuat beberapa orang yang melihatnya mengatakan 'modus' karena mereka tau kalau Ziko menyimpan rasa dengan sahabatnya.

Sama sekali tidak terganggu Devina hanya tertawa kecil ketika mendengar ucapan Ziko.

"Gak mau aku kena sial terus kalau duduk sama kamu." Kata Devina

"Sial Ko tau gak lu?" Ledek Mona

"Dendam amat sih lu sama gue." Kata Ziko kesal

Mona hanya mengangkat bahunya acuh.

"Kapan kamu kena sial pas duduk sama aku?" Tanya Ziko

Devina menatapnya dengan mata memicing dan membuatnya terlihat menggemaskan dengan ekspresi seperti itu.

"Pernah ya? Waktu aku duduk sama kamu terus kamu sama Gio berisik ketawa-ketawa sampai ditegur guru dan kita bertiga di suruh keluar kelas, padahal aku gak ikutan." Kata Devina mengingat kejadian yang pernah dia alami

Terdiam untuk sesaat Ziko terkekeh ketika mengatakannya lalu meminta maaf pada Devina.

Setelah kejadian itu Devina memang mendiamkannya dan menolak untuk mengajak bicara selama tiga hari.

"Maaf sayang maaf janji enggak lagi." Kata Ziko

"Halah dasar buaya darat." Celetuk Mona dan Cessa bersamaan

Ziko menatap mereka dengan tajam karena terus saja bicara.

"Kenapa sih kalian ini sama gue? Punya dendam ya?" Kata Ziko sambil menatap mereka dengan menantang

"Apa?!" Tanya mereka berdua galak

Saat baru mau memasuki kelas Devina menangkap sosok kembarannya bersama teman-temannya yang tengah duduk di depan kelas.

Kelas mereka memang bersebelahan.

"Vanoooo"

Seruan Devina membuat orang-orang menoleh dan Devano yang mendengar itu hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan lalu tersenyum kecil dan mengangkat sebelah tangannya.

Tapi, matanya memicing ketika melihat sebuah tangan yang bertengger manis di bahu kembarannya.

Mendongak Devano menatap Ziko yang tengah melihatnya dengan tengil, ternyata pria itu yang merangkul kembarannya.

"Vinaa"

Bukan Devano, tapi Alex yang memanggilnya dan Devina hanya tersenyum manis sambil melihat ke arahnya.

"Nanti temenin Devano latihan lagi ya?" Katanya

Devina mengangguk singkat dan dia sedikit tersentak ketika Ziko memutar tubuhnya dan mengajak untuk segera masuk ke dalam kelas.

Dia kesal karena dia tau kalau pria tadi adalah pria yang disukai Devina.

Memasuki kelas berdua mereka langsung diledeki satu kelas karena Ziko yang masih enggan melepaskan rangkulan tangannya.

Ulangi, meledeki Ziko bukan Devina karena semua tau kalau Ziko ini korban friendzone.

Saat ingin duduk bersama dengan Mona dijauhkan tangan Ziko dari bahunya dan Devina menatap pria itu sebentar lalu tersenyum sebelum pergi ke tempat duduknya.

Seakan terbius dengan kecantikannya Ziko terdiam karena melihat senyuman Devina sedekat itu dan dengan senyuman penuh kebahagiaan dia menuju tempat duduknya sendiri.

Di sisi lain Devano dan yang lainnya masih belum masuk ke kelas karena belum ada guru yang datang, mereka malas berada di kelas karena panas katanya.

"Van"

"Hmm"

"Siapa tuh cowok yang tadi rangkul-rangkul kembaran lo?" Tanya Alex penasaran

Dia penasaran karena Devano terlihat biasa saja coba kalau Alex yang melakukannya udah sakit tuh tangan dia karena ditepis sama Devano yang tidak membolehkannya merangkul Devina.

"Temen"

"Kok lu gak marah? Licik lo Van kalau gue pasti udah digebuk tuh tangan jangankan rangkul gue ngeliatin Vina terus aja udah ditoyor." Kata Alex tak terima

Erick dan Yuda tertawa ketika mendengarnya, kasihan sekali Alex.

Devano hanya mengangkat bahunya acuh, dia membiarkan karena Devina tidak menyukai pria itu dan lagi Ziko juga tidak pernah dekat dengan banyak wanita seperti Alex.

Lagi, Devina selalu mengatakan kalau mereka hanya sahabatan.

"Gue deketin adik lo ya Van?" Kata Alex membuat Devano langsung menatapnya dengan tajam

"Putusin dulu si Hara dan berhenti baperin anak orang baru deketin Devina." Kata Devano dengan wajah datarnya

Wajah Alex langsung masam ketika mendengarnya.

"Enggak bisa kan?" Kata Devano

"Nyebelin lu Van." Kata Alex

Dia menyukai Devina, tapi setiap kali Devano menyuruhnya untuk melakukan hal itu Alex selalu menolak. Entahlah rasanya terlalu sulit untuk dilakukan.

Tapi, jujur setiap melihat Devina bersama pria yang katanya teman baiknya itu membuat Alex kesal dan tidak suka.

Devina itu berbeda dari banyak wanita lainnya dan hal itu berhasil menarik perhatian Alex untuk menatapnya.

Cantik dan menggemaskan.

¤¤¤

Nanti sore atau malem update lagi barengan sama Sahara In Love😄

Tim Devina sama Ziko apa Devina sama Alex?

Thank youu udah baca❤

Terpopuler

Comments

Rosa Rosiana

Rosa Rosiana

menarik

2023-03-21

0

Idan Cedan

Idan Cedan

aq k ziko ja ....

2021-12-23

0

D'

D'

g usah sama siapa 2.masih sekolah jangan pacaran

2021-10-23

0

lihat semua
Episodes
1 Devano Berlian Wijaya
2 Devina Berlian Wijaya
3 1 : SMA Kencana
4 2 : Antara Alex dan Ziko
5 3 : Alex dan Kisah Cintanya
6 4 : Pasar Malam
7 5 : Lapangan dan UKS
8 6 : Devano dan Adara
9 7 : Kamu Orang Baik
10 8 : Cara Lain
11 9 : Selangkah Lebih Maju
12 10 : Aku Boleh Cemburu?
13 11 : Bernyanyi Untukmu
14 12 : Adara dan Kehidupannya
15 13 : Devina Salah Tingkah
16 14 : Perusak Hubungan
17 15 : Cafe dan Hujan
18 16 : Lagu dan Luka
19 17 : Adara Alexander
20 18 : Aku Sayang Kamu Devano
21 19 : Si Posesif Devano
22 20 : Antara Ziko dan Alex
23 21 : Kamu Jahat
24 22 : Masih Marah
25 23 : Baikan?
26 24 : Jangan Dengarkan Mereka
27 25 : Aku Sayang Kamu Vin
28 26 : Aku Suka Dia
29 27 : Obat Tidur
30 28 : Pipiku Merona
31 29 : Aku Cinta Kamu
32 30 : Taken By Ziko
33 31 : Bahagia Selalu
34 32 : Pelukan Hangat Devano
35 33 : Si Keras Kepala
36 34 : Sweet Family
37 35 : Si Manja Devina
38 36 : Sayang
39 37 : Bersama Ziko
40 38 : Don't Cry
41 39 : Aku Cemburu!
42 40 : Tetap Disini
43 41 : Devano Marah
44 42 : Ziko Cemburu
45 43 : Maafin Aku Sayang
46 44 : Kekasih Nakal
47 45 : Hujan dan Teh Hangat
48 46 : Lari Pagi
49 47 : Semua Posesif
50 48 : Marahan
51 49 : Buku dan Sekotak Pizza
52 50 : Lagu Untuk Adara
53 51 : Si Posesif Ziko
54 52 : Namanya Harris
55 53 : Kesalahan Besar
56 54 : Marah dan Merah
57 55 : Pacaran
58 56 : Gara-gara Case Phone
59 57 : Kamu Tidak Akan Pergi Kan?
60 58 : Truth or Dare?
61 59 : Tentang Alex
62 60 : Kecewa
63 61 : Jangan Egois
64 62 : Aku Mau Sendiri
65 63 : Aku Mau Ikut!
66 64 : Bandara
67 65 : Pantai
68 66 : Devano Kangen!
69 67 : Terlupakan
70 68 : Masih Marah
71 69 : Kita Saudara
72 70 : My Beloved Twins
73 71 : Baikan
74 72 : Perlakuan Manis
75 73 : Cemburu!
76 74 : Kehujanan
77 75 : Aku Wanita Lemah
78 76 : Si Keras Kepala Devano
79 77 : Hug Me
80 78 : Pengganggu!
81 79 : Vano Cemburu
82 80 : Pengaruh Alex!
83 81 : Kalau Aku Pergi
84 82 : Belajar Bersama
85 83 : Dilema
86 84 : Jangan Marahi Vano
87 85 : Cepat Sembuh Sayang
88 OBSESSION
89 86 : Lagu Untuk Devina
90 87 : Selamat Ulang Tahun
91 88 : Hari Istimewa
92 89 : Ajakan Devano
93 90 : Vano Jorok!
94 91 : Anak Kesayangan
95 92 : Devano Sakit
96 93 : Bersama Devano
97 94 : A Day With Devano
98 95 : Manja
99 96 : Random
100 97 : Penakut
101 98 : Libur Sekolah
102 99 : Selamat Ulang Tahun Ziko
103 100 : Panik!
104 101 : Coba Aja
105 102 : Prom Night
106 S2 (1)
107 S2 (2)
108 S2 (3)
109 S2 (4)
110 S2 (5)
111 S2 (6)
112 S2 (7)
113 S2 (8)
114 S2 (9)
115 S2 (10)
116 S2 (11)
117 S2 (12)
118 S2 (13)
119 S2 (14)
120 S2 (15)
121 S2 (16)
122 S2 (17)
123 S2 (18)
124 S2 (19)
125 S2 (20)
126 S2 (21)
127 S2 (22)
128 S2 (23)
129 S2 (24)
130 S2 (25)
131 S2 (26)
132 S2 (27)
133 S2 (28)
134 S2 (29)
135 S2 (30)
136 S2 (31)
137 S2 (32)
138 S2 (33)
139 S2 (34)
140 S2 (35)
141 S2 (36)
142 S2 (37)
143 S2 (38)
144 S2 (39)
145 S2 (40)
146 S2 (41)
147 S2 (42)
148 S2 (43)
149 S2 (44)
150 S2 (45)
151 S2 (46)
152 S2 (47)
153 S2 (48)
154 S2 (49)
155 S2 (50)
156 S2 (51)
157 S2 (52)
158 S2 (53)
159 S2 (54)
160 S2 (55)
161 S2 (56)
162 S2 (57)
163 S2 (58)
164 S2 (59)
165 S2 (60)
166 S2 (61)
167 S2 (62)
168 S2 (63)
169 S2 (64)
170 S2 (65)
171 S2 (66)
172 S2 (67)
173 S2 (68)
174 S2 (69)
175 S2 (70)
176 S2 (71)
177 S2 (72)
178 S2 (73)
179 S2 (74)
180 S2 (75)
181 S2 (76)
182 S2 (77)
183 S2 (78)
184 S2 (79)
185 S2 (80)
186 S2 (81)
187 S2 (82)
188 S2 (83)
189 S2 (84)
190 S2 (85)
191 S2 (86)
192 S2 (87)
193 S2 (88)
194 S2 (89)
195 S2 (90)
196 S2 (91)
197 S2 (92)
198 S2 (93)
199 S2 (94)
200 S2 (95)
201 S2 (96)
202 S2 (97)
203 S2 (98)
204 S2 (99)
205 S2 (100)
206 S2 (101)
207 S2 (102)
208 S2 (103)
209 S2 (104)
210 S2 (105)
211 S2 (106)
212 S2 (107)
213 S2 (108)
214 S2 (109)
215 S2 (110)
216 S2 (111)
217 S2 (112)
218 S2 (113)
219 Extra Part (1)
220 Extra Part (2)
221 Extra Part (3)
222 Istri Manja Ziko!
223 Devano (1)
224 Devano (2)
225 Devano (3)
226 Devano (4)
227 Devano (5)
228 Devano (6)
229 Devano (7)
230 Devano (8)
231 Devano (9)
232 Devano (10)
233 Devano (11)
234 Devano (12)
235 Devano (13)
236 Devano (14)
237 Devano (15)
238 Devano (16)
239 Devano (17)
240 Devano (18)
241 Devano (19)
242 Devano (20)
243 Devano (21)
244 Devano (22)
245 Devano (23)
246 Devano (24)
247 Devano (25)
248 Devano (26)
249 Devano (27)
250 Devano (28)
251 Devano (29)
252 Devano (30)
253 Devano (31)
254 Devano (32)
255 Devano (33)
256 Devano (34)
257 Devano (35)
258 Devano (36)
259 Devano (37)
260 Devano (38)
261 Devano (39)
262 Devano (40)
263 Devano (41)
264 Devano (42)
265 Devano (43)
266 Devano (44)
267 Devano (45)
268 Devano (46)
269 Devano (47)
270 Devano (48)
271 Devano (49)
272 Devano (50)
273 Devano (51)
274 Devano (52)
275 Devano (53)
276 Devano (54)
277 Devano (55)
278 Devano (56)
279 Devano (57)
280 Devano (58)
281 Devano (59)
282 Devano (60)
283 Devano (61)
284 Devano (62)
285 Devano (63)
286 Devano (64)
287 Devano (65)
288 Devano (66)
289 Devano (67)
290 ....
291 Devano (68)
292 Devano (69)
293 Devano (70)
294 Devano (71)
295 Devano (72)
296 Devano (73)
297 Devano (74)
298 Devano (75)
299 Devano (76)
300 Devano (77)
301 ENDING
302 CERITA BARU!
Episodes

Updated 302 Episodes

1
Devano Berlian Wijaya
2
Devina Berlian Wijaya
3
1 : SMA Kencana
4
2 : Antara Alex dan Ziko
5
3 : Alex dan Kisah Cintanya
6
4 : Pasar Malam
7
5 : Lapangan dan UKS
8
6 : Devano dan Adara
9
7 : Kamu Orang Baik
10
8 : Cara Lain
11
9 : Selangkah Lebih Maju
12
10 : Aku Boleh Cemburu?
13
11 : Bernyanyi Untukmu
14
12 : Adara dan Kehidupannya
15
13 : Devina Salah Tingkah
16
14 : Perusak Hubungan
17
15 : Cafe dan Hujan
18
16 : Lagu dan Luka
19
17 : Adara Alexander
20
18 : Aku Sayang Kamu Devano
21
19 : Si Posesif Devano
22
20 : Antara Ziko dan Alex
23
21 : Kamu Jahat
24
22 : Masih Marah
25
23 : Baikan?
26
24 : Jangan Dengarkan Mereka
27
25 : Aku Sayang Kamu Vin
28
26 : Aku Suka Dia
29
27 : Obat Tidur
30
28 : Pipiku Merona
31
29 : Aku Cinta Kamu
32
30 : Taken By Ziko
33
31 : Bahagia Selalu
34
32 : Pelukan Hangat Devano
35
33 : Si Keras Kepala
36
34 : Sweet Family
37
35 : Si Manja Devina
38
36 : Sayang
39
37 : Bersama Ziko
40
38 : Don't Cry
41
39 : Aku Cemburu!
42
40 : Tetap Disini
43
41 : Devano Marah
44
42 : Ziko Cemburu
45
43 : Maafin Aku Sayang
46
44 : Kekasih Nakal
47
45 : Hujan dan Teh Hangat
48
46 : Lari Pagi
49
47 : Semua Posesif
50
48 : Marahan
51
49 : Buku dan Sekotak Pizza
52
50 : Lagu Untuk Adara
53
51 : Si Posesif Ziko
54
52 : Namanya Harris
55
53 : Kesalahan Besar
56
54 : Marah dan Merah
57
55 : Pacaran
58
56 : Gara-gara Case Phone
59
57 : Kamu Tidak Akan Pergi Kan?
60
58 : Truth or Dare?
61
59 : Tentang Alex
62
60 : Kecewa
63
61 : Jangan Egois
64
62 : Aku Mau Sendiri
65
63 : Aku Mau Ikut!
66
64 : Bandara
67
65 : Pantai
68
66 : Devano Kangen!
69
67 : Terlupakan
70
68 : Masih Marah
71
69 : Kita Saudara
72
70 : My Beloved Twins
73
71 : Baikan
74
72 : Perlakuan Manis
75
73 : Cemburu!
76
74 : Kehujanan
77
75 : Aku Wanita Lemah
78
76 : Si Keras Kepala Devano
79
77 : Hug Me
80
78 : Pengganggu!
81
79 : Vano Cemburu
82
80 : Pengaruh Alex!
83
81 : Kalau Aku Pergi
84
82 : Belajar Bersama
85
83 : Dilema
86
84 : Jangan Marahi Vano
87
85 : Cepat Sembuh Sayang
88
OBSESSION
89
86 : Lagu Untuk Devina
90
87 : Selamat Ulang Tahun
91
88 : Hari Istimewa
92
89 : Ajakan Devano
93
90 : Vano Jorok!
94
91 : Anak Kesayangan
95
92 : Devano Sakit
96
93 : Bersama Devano
97
94 : A Day With Devano
98
95 : Manja
99
96 : Random
100
97 : Penakut
101
98 : Libur Sekolah
102
99 : Selamat Ulang Tahun Ziko
103
100 : Panik!
104
101 : Coba Aja
105
102 : Prom Night
106
S2 (1)
107
S2 (2)
108
S2 (3)
109
S2 (4)
110
S2 (5)
111
S2 (6)
112
S2 (7)
113
S2 (8)
114
S2 (9)
115
S2 (10)
116
S2 (11)
117
S2 (12)
118
S2 (13)
119
S2 (14)
120
S2 (15)
121
S2 (16)
122
S2 (17)
123
S2 (18)
124
S2 (19)
125
S2 (20)
126
S2 (21)
127
S2 (22)
128
S2 (23)
129
S2 (24)
130
S2 (25)
131
S2 (26)
132
S2 (27)
133
S2 (28)
134
S2 (29)
135
S2 (30)
136
S2 (31)
137
S2 (32)
138
S2 (33)
139
S2 (34)
140
S2 (35)
141
S2 (36)
142
S2 (37)
143
S2 (38)
144
S2 (39)
145
S2 (40)
146
S2 (41)
147
S2 (42)
148
S2 (43)
149
S2 (44)
150
S2 (45)
151
S2 (46)
152
S2 (47)
153
S2 (48)
154
S2 (49)
155
S2 (50)
156
S2 (51)
157
S2 (52)
158
S2 (53)
159
S2 (54)
160
S2 (55)
161
S2 (56)
162
S2 (57)
163
S2 (58)
164
S2 (59)
165
S2 (60)
166
S2 (61)
167
S2 (62)
168
S2 (63)
169
S2 (64)
170
S2 (65)
171
S2 (66)
172
S2 (67)
173
S2 (68)
174
S2 (69)
175
S2 (70)
176
S2 (71)
177
S2 (72)
178
S2 (73)
179
S2 (74)
180
S2 (75)
181
S2 (76)
182
S2 (77)
183
S2 (78)
184
S2 (79)
185
S2 (80)
186
S2 (81)
187
S2 (82)
188
S2 (83)
189
S2 (84)
190
S2 (85)
191
S2 (86)
192
S2 (87)
193
S2 (88)
194
S2 (89)
195
S2 (90)
196
S2 (91)
197
S2 (92)
198
S2 (93)
199
S2 (94)
200
S2 (95)
201
S2 (96)
202
S2 (97)
203
S2 (98)
204
S2 (99)
205
S2 (100)
206
S2 (101)
207
S2 (102)
208
S2 (103)
209
S2 (104)
210
S2 (105)
211
S2 (106)
212
S2 (107)
213
S2 (108)
214
S2 (109)
215
S2 (110)
216
S2 (111)
217
S2 (112)
218
S2 (113)
219
Extra Part (1)
220
Extra Part (2)
221
Extra Part (3)
222
Istri Manja Ziko!
223
Devano (1)
224
Devano (2)
225
Devano (3)
226
Devano (4)
227
Devano (5)
228
Devano (6)
229
Devano (7)
230
Devano (8)
231
Devano (9)
232
Devano (10)
233
Devano (11)
234
Devano (12)
235
Devano (13)
236
Devano (14)
237
Devano (15)
238
Devano (16)
239
Devano (17)
240
Devano (18)
241
Devano (19)
242
Devano (20)
243
Devano (21)
244
Devano (22)
245
Devano (23)
246
Devano (24)
247
Devano (25)
248
Devano (26)
249
Devano (27)
250
Devano (28)
251
Devano (29)
252
Devano (30)
253
Devano (31)
254
Devano (32)
255
Devano (33)
256
Devano (34)
257
Devano (35)
258
Devano (36)
259
Devano (37)
260
Devano (38)
261
Devano (39)
262
Devano (40)
263
Devano (41)
264
Devano (42)
265
Devano (43)
266
Devano (44)
267
Devano (45)
268
Devano (46)
269
Devano (47)
270
Devano (48)
271
Devano (49)
272
Devano (50)
273
Devano (51)
274
Devano (52)
275
Devano (53)
276
Devano (54)
277
Devano (55)
278
Devano (56)
279
Devano (57)
280
Devano (58)
281
Devano (59)
282
Devano (60)
283
Devano (61)
284
Devano (62)
285
Devano (63)
286
Devano (64)
287
Devano (65)
288
Devano (66)
289
Devano (67)
290
....
291
Devano (68)
292
Devano (69)
293
Devano (70)
294
Devano (71)
295
Devano (72)
296
Devano (73)
297
Devano (74)
298
Devano (75)
299
Devano (76)
300
Devano (77)
301
ENDING
302
CERITA BARU!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!