Wajah Devano yang terluka membuat banyak murid di SMA Kencana membicarakannya, tentu saja ini kali pertama Devano datang dengan keadaan seperti itu dan mereka penasaran apa penyebabnya. Ada banyak yang mengatakan kalau Devano terlibat keributan di belakang sekolah kemarin dan ada juga yang mengatakan kalau Adara merupakan salah satu alasan kenapa Devano bisa terlibat keributan.
Ada alasan kenapa mereka beranggapan jika Adara merupakan alasan Devano sampai terlibat karena mereka juga melihat wajah penuh luka gadis itu yang sebenarnya sudah biasa.
Bukan hanya itu bahkan guru yang masuk ke kelasnya pun ikut bertanya, kenapa dengan wajahnya?
Melihat banyaknya pertanyaan yang dilayangkan Adara mendadak merasa bersalah karena membuat pria itu sampai terluka apalagi beberapa kali dia melihat Devano memegangi bagian belakang kepalanya, apa masih sakit?
Mereka duduk berdua, tapi Adara enggan untuk memulai pembicaraan begitu pun dengan Devano yang fokus pada guru mereka yang sedang menjelaskan.
Berkali-kali Adara ingin bicara, tapi dia malu hingga akhirnya Adara menulis sesuatu di bagian belakangnya dan menyerahkan pada Devano untuk dibaca.
Masih sakit enggak? Maaf, orang-orang jadi banyak ngomongin lo karena gue
Devano tersenyum ketika membacanya lalu menuliskan sesuatu juga disana.
Udah enggak cuman kadang-kadang aja, hmm gak masalah dan gak perlu minta maaf
Adara menatapnya sebentar lalu tersenyum tipis dan menutup bukunya dengan cepat membuat Devano tak bisa menahan senyumnya.
Lucu sekali
Setelahnya mereka kembali diam dan tidak berbicara hingga pelajaran selesai.
Saat guru selanjutnya belum memasuki kelas Alex, Erick, dan Gara menghampiri Devano dan menanyakan tentang luka-lukanya. Mereka juga terkejut melihat pria itu datang dengan wajah terluka, bukan Devano sekali.
"Kenapa tuh Van muka lo bonyok?" Tanya Alex yang sekarang duduk di atas meja
"Lo beneran berantem Van?" Tanya Erick
Devano hanya bergumam pelan sebagai jawaban membuat teman-temannya berdecak kesal karena tidak mendapat jawaban.
"Van"
"Hmm"
"Kenapa kemarin lo gak suruh gue aja sih yang nganterin Vina pulang? Kenapa malah sama si Ziko?" Tanya Alex
"Gak percaya dia sama lo." Kata Gara sambil tertawa membuat Alex menatapnya dengan sengit
"Gue gak minta Ziko untuk antar Devina pulang, tapi dia yang minta dan Devina bilang juga enggak papa, yaudah gue izinin." Kata Devano santai
Alex mendengus kesal ketika mendengarnya, saingannya sudah selangkah lebih maju sedangkan Alex malah selangkah lebih mundur.
Sial!
Semua karena Hara yang membuat Devina jadi enggan untuk dekat dengannya.
"Ehh Dardara muka lo juga kenapa bisa bonyok gitu? Berantem sama siapa lo?" Tanya Alex
Adara menatapnya dengan malas, kalian harus tau kalau Alex itu sangat-sangat kepo dengan urusan orang lain.
"Bukan urusan lo kan?" Tanya Adara sambil menatapnya dengan menyebalkan
Merasa kesal karena keduanya sama sekali tidak mau menjawab dengan benar akhirnya Alex memilih untuk kembai ke tempat duduknya begitupun dengan yang lain.
"Gue yakin pasti Vano kemarin datang untuk menyelamatkan Adara dari kepungan orang-orang yang mau memukulinya." Kata Alex dengan penuh drama
Baik Devano juga Adara menghela nafasnya pelan, Alex memang selalu bisa membuat orang lain darah tinggi.
"Kamu ngapain disini Dar? Minggir, jangan sampai kamu terluka." Kata Erick yang ikut menyambung cerita Alex
Devano dan Adara masih diam dan tidak menanggapi, tapi mereka masih terus bicara bahkan dengan suara yang cukup kuat hingga teman sekelas yang lain ikut memperhatikan mereka.
"Enggak kamu yang minggir! Kamu kenapa bisa ada disini Vano?" Lanjut Alex
Wajahnya terlihat begitu menghayati perannya sebagai Adara.
Lalu Erick ikut menyambung dengan melanjutkan perannya sebagai Devano.
"Sudah seharusnya aku melindungi orang yang aku sayang, minggir Dar aku gak mau kalau kamu sampai terluka." Kata Erick
"Wah gila sih kalau Vano beneran ngomong gitu." Kata Gara sambil tertawa melihat tingkah kedua temannya
"Siapa tau Gar? Mungkin mereka ini lagi di mabuk asmara sampai...."
Perkataan Alex terputus ketika Adara melemparnya dengan buku dan menatapnya sengit.
"Ngomong lagi?! Gue pukul lo!" Ancam Adara
"Ampunnn makkk." Kata Alex sambil tertawa
Adara baru sadar kalau buku itu adalah buku yang dia dan Devano gunakan untuk bicara kalau sedang belajar.
"Siniin bukunya!" Kata Adara galak
"Nanti sih Dar gue pakai kipasan dulu, panas banget." Kata Alex
Kipas di atas yang terus berputar sama sekali tidak membantu dia untuk menghilangkan keringat.
Adara hanya diam dan membiarkan, lagipula Alex tidak mungkin sekepo itu untuk membuka-buka bukunya kan?
Tapi, ternyata salah ketika Adara kembali menatap ke depan Alex membuka buku miliknya dan langsung melihat kebagian belakang.
Beberapa kali Alex melihat mereka berdua saling geser-geser buku sambil nulis sesuatu dan Alex sangat kepo semuanya.
"Kayak tulisan Vano"
Alex hanya bergumam pelan membuat Adara langsung menoleh dan melotot ke arahnya.
"Siniin Lex!"
Melihat Adara yang berdiri dengan secepat kilat Alex berlari sambil membawa bukunya.
"Ternyata ini cara kalian berkomunikasi, ya ampun gemes banget." Kata Alex dengan wajah yang sangat menyebalkan
Devano menggelengkan kepalanya pelan melihat tingkah temannya yang sangat jahil dan menyebalkan.
"Alex balikin!" Seru Adara dengan raut wajah yang sangat tidak bersahabat
"Nanti mau gue foto dulu, biar jadi hotnews Kakak." Kata Alex
"Balikin Lex!" Kata Devano yang ikut bersuara
Alex baru akan menjawab, tapi ancaman Devano setelahnya membuat Alex diam dan langsung mengalah.
"Balikin atau jauhin Devina!"
Saat Adara mendapatkan kembali bukunya dia memukul Alex dengan cukup kuat.
"Mak lampir lo Dardara!"
Adara baru akan membalas, tapi guru mereka datang dan membuat dia mengurungkan niatnya.
¤¤¤
Saat istirahat dengan sangat terpaksa Devina pergi ke kantin bersama Alex, berdua. Sebenarnya Devina masih sedikit takut kalau nanti dianggap menjadi penyebab rusaknya hubungan Alex dengan Hara, tapi Alex bilang itu semua tidak akan terjadi.
Selama perjalanan ke kantin Devina hanya diam dan berjalan dengan santai disebelah Alex sambil membawa kedua tangannya ke depan, takut kalau Alex menggenggamnya lagi. Menurut Devina terlalu berlebihan dan membuatnya malu kalau harus berpegangan tangan di sekolah, dia tidak suka.
Saat sampai di kantin Alex mengajak Devina untuk duduk di tempat yang masih kosong lalu memesankan makanan untuknya.
"Mau makan apa Vin?" Tanya Alex dengan semangat
"Emm mau bakso." Kata Devina
"Minumnya?" Tanya Alex lagi
"Es teh"
"Oke, tunggu sebentar ya sayang." Kata Alex yang hanya dijawab dengan anggukan singkat oleh Devina
Setelah Alex pergi memesan Devina menatap sekelilingnya lalu melihat teman-temannya yang baru memasuki kantin dan Devano bersama yang lainnya di pojok kanan kantin.
Alex sengaja mengajaknya duduk disini ya?
Mata Devina beralih kedepan ketika Alex kembali dan membawakan mekanannya.
"Makasih ya Lex." Kata Devina sambil tersenyum manis
"Iya"
Devina memakan makanannya dengan sedikit canggung, tidak biasa dengan situasi seperti ini.
"Vin"
"Iya?"
"Kamu tau gak?" Tanya Alex yang dijawab dengan gelengan olehnya
"Vano sama Dara lagi dekat." Kata Alex lagi
Devina langsung tertarik mendengar topik pembicaraannya, dia selalu penasaran dengan kembarannya.
"Iya kan? Aku tau kalau Vano pasti suka sama Adara kalau enggak mana mungkin dia sampai mau babak belur gitu." Kata Devina
"Dari kemarin mereka duduk berdua." Kata Alex membuat Devina menatapnya dengan antusias
"Mereka sering ngobrol enggak?" Tanya Devina
"Mereka ngobrol lewat ini, bentar ini susah banget dapatnya aku sampai dipukul sama Adara." Kata Alex
Devina melihat ponsel Alex dan mendapati tulisan kembarannya di buku bersama dengan tulisan lainnya. Melihat hal itu Devina tersenyum ternyata kembarannya bisa semanis itu kalau sedang jatuh cinta.
"Coba kita sekelas ya Vin?" Kata Alex
"Em memang kenapa? Kita masih bisa ngobrol kok kalaupun gak sekelas." Kata Devina sambil tersenyum
"Pengen ngeliat kamu terus soalnya." Kata Alex membuat Devina tertawa dan sedikit salah tingkah
"Kita kan sering ketemu lagian kelas kita juga sebelahan kan? Kalau latihan sama tanding kita juga ketemu terus." Kata Devina lagi
"Tapi, bukan itu yang aku mau Vin." Kata Alex
"Terus apa?" Tanya Devina bingung
"Kamu pasti tau." Kata Alex
"Ihh aneh kamu kan bilang." Kata Devina
"Aku mau kita bisa dekat lebih dari seorang teman." Kata Alex membuat Devina terdiam
Dia tidak mau menanggapi apapun.
Memang secepat itu Alex melupakan mantan kekasihnya?
"Vin"
"Emm"
"Minggu ini mau jalan sama aku gak?" Tanya Alex
Devina terdiam sesaat lalu mengatakan hal yang membuat Alex diam dengan hati memanas.
"Aku ada janji mau nonton sama Ziko"
Ralat, ternyata Ziko bukan hanya selangkah, tapi sepuluh langkah lebih maju darinya.
Mungkin Alex memang benar-benar harus berjuang.
Tidak biasanya Alex berjuang keras untuk mendapatkan wanita yang dia suka.
Suka?
Apa Alex yakin perasaannya hanya sekedar rasa suka?
Iya, karena Alex tidak pernah mencintai seseorang seumur hidupnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 302 Episodes
Comments
Rokiyah Yulianti
adara udah nemuin pawangnya si devano, tinggal devina neh yg belum tau bakal sama alex apa ziko???
2021-05-15
1
Churyn A'in
devina sama ziko aja tor
2021-04-08
1
🖤Sindy Lee🖤
Adara udah nemuin pawangnya😂
Buat Alex semangat ya buat dapetin Devina💪🏻
2021-01-31
5